BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Tabel 3.4 Keadaan Guru MI NW Taman Pagesangan Tahun Pelajaran 2015/2016.43
5. K e a
daan Siswa MI NW Taman Pagesangan
Dalam proses belajar mengajar, siswa menduduki peranan yang sangat penting, karena siswa adalah komponen berdirinya sebuah pendidikan formal. Oleh karena itu keberadaan dan peran aktif siswa sangat dibutuhkan dalam lembaga pendidikan baik formal maupun non formal. Adapun keadaan siswa di MI NW Taman Pagesangan terdata pada tahun 2015/2016 berjumlah 130 orang terbagi ke dalam 8 kelas.
ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 26 April sampai dengan 3 Mei 2016 dan siklus II dilaksanakan pada tanggal 9 sampai dengan 26 Mei 2016. Tiap siklus terdiri atas 2 kali pertemuan. Tiap pertemuan berlangsung 2 x 35 menit.
Dalam proses pembelajaran peneliti dan guru membuat kesepakatan yakni peneliti diberikan wewenang untuk mengatur jalannya proses pembelajaran yaitu peneliti sebagai guru materi tentang perkalian dan pembagian berbagai bentuk pecahan dan teman sejawat sebagai observer. Pada penelitian ini data tentang aktivitas belajar siswa dan aktivitas guru diperoleh melalui observasi yang dilakukan oleh dua teman sejawat yakni satu orang mengamati aktivitas siswa dan satu orang lagi mengamati aktivitas guru. Penilaian terhadap aktivitas tersebut diperoleh berupa data kuantitatif yang bersumber dari data hasil evaluasi belajar siswa yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus dan data kualitatif diperoleh dari data hasil observasi kegiatan guru dan kegiatan siswa yang dilakukan oleh observer.
1. Data Siklus I
Pada siklus I proses belajar mengajar dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan yang masing-masing dalam alokasi waktu 2 x 35 menit.
Pertemuan pertama pada tanggal 26 April 2016 jam 07.30 – 08.40, pertemuan kedua pada tanggal 2 Mei 2016 jam 08.00 – 09.10, materi yang dibahas pada pertemuan pertama adalah perkalian dan pembagian pecahan biasa sedangkan materi yang dibahas pada pertemuan kedua
adalah perkalian dan pembagian pecahan campuran. Adapun tes evaluasi dilaksanakan pada 4 Mei 2016 jam 07.40 – 08.20. dengan alokasi waktu 2 x 30 menit dengan memberikan soal yang berbentuk essay sebanyak 10 soal. Kegiatan pada siklus I terdiri dari 4 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tidakan, tahap pengamatan/observasi dan tahap refleksi.
a. Tahap Perencanaan Tindakan I
Agar penelitian tindakan ini berjalan dengan baik dan memperoleh hasil yang diharapkan maka perlu dilakukan perencanaan. Adapun perencanaan yang dipersiapkan adalah sebagai berikut :
1) Menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) siklus I pertemuan pertama dan kedua (lampiran 2 dan 3)
2) Menyediakan lembar observasi terdiri dari lembar observasi aktivitas guru siklus I pertemuan pertama dan kedua (lampiran 14 dan 15) dan lembar observasi aktivitas siswa siklus I pertemuan pertama dan kedua (lampiran 19 dan 20)
3) Menyediakan lembar kerja siswa (LKS) siklus I pertemuan pertama dan pertemuan kedua (6 dan 7)
4) Membuat tes evaluasi siklus I
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah melaksanakan kegiatan pada tahap perencanaan yaitu :
1) Melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model The Power of Two (Kekuatan Berdua) pada tiap pertemuan.
2) Melaksanakan observasi.
3) Melaksanakan tes evaluasi untuk melihat hasil belajar siswa disetiap akhir siklus.
c. Tahap Pengamatan/observasi Tindakan Siklus I
Observasi terhadap aktivitas siswa dan guru dilakukan dengan mengamati perilaku siswa dan guru pada saat proses pembelajaran dan pada saat menyelesaikan tugas. Semua aktivitas siswa dan guru yang nampak kemudian dicatat dalam lembar observasi yang sudah disediakan oleh peneliti. Pengamatan/observasi dilakukan oleh mitra peneliti, kegiatan yang diobservasikan adalah aktivitas guru dan aktivitas siswa. Lembar observasi aktivitas guru (lampiran 14 dan 15) dan lembar observasi aktivitas siswa (lampiran 19 dan 20) diisi oleh observer/mitra kerja. Tahap pengumpulan data tidak hanya menghasilkan data aktivitas guru dan data aktivitas siswa, data yang diperoleh juga berupa data hasil belajar siswa, adapun data hasil observasi aktivitas guru dan data aktivitas siswa serta data hasil evaluasi sebagai berikut:
1) Hasil observasi aktivitas siswa siklus I
Pada kegiatan pembelajaran siklus I, penilaian untuk aktivitas siswa dilaksanakan melalui observasi langsung oleh
teman sejawat. Data lengkap tentang aktivitas belajar siswa selama proses belajar mengajar dibuat sesuai dengan pedoman aktivitas siswa, dalam pembelajaran pada tahap ini dilaksanakan observasi proses belajar mengajar dengan mengamati perilaku aktivitas yang nampak dengan cara memberikan skor tiap-tiap perilaku pada lembar observasi aktivitas siswa (lampiran 19 dan 20).
Hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 3.6.
Tabel 3.5 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I No Indikator
Skor Peretmuan
I
Peretemuan II 1. Kesiapan siswa menerima
mataeri pelajaran 10 10
2. Antusias siswa mengikuti
pelajaran 5 7
3. Kerjasama secara
berpasangan 5 9
4. Aktivitas siswa dalam
mengerjakan LKS 9 11
5. Interaksi siswa dengan guru 8 6 6. Aktivitas siswa dalam
menyimpulkan hasil pembelajaran
8 3
Jumlah Skor 45 46
Aktivitas siswa (AS) 62,5 63,8
Kategori Aktif Aktif
Rata rata AS 63,15
Kategori Aktivitas Siswa Aktif
Tabel 3.6 di atas dapat diketahui bahwa pada siklus I pertemuan pertama aktivitas siswa masih berada pada kategori aktif dengan skor total 45 dan rata-rata 62,5 berada pada rentang
nilai 60-79% dan pada pertemuan kedua juga sama dengan total skor 46 dan rata-rata, 63,8 termasuk dalam kategori aktif karena berada pada rentang nilai 60-79%.
Dari tabel dapat terlihat bahwa pada siklus I aktivitas siswa tergolong cukup aktif. Dari hasil observasi terdapat beberapa kekurangan dalam proses pembelajaran antara lain :
a) Siswa belum terbiasa dengan suasana pembelajaran yang aktif dalam bertanya ataupun menjawab suatu pertanyaan yang telah diberikan.
b) Masih terdapat siswa yang belum berperilaku positif dalam belajar menggunakan model The Power of Two sehingga hasil evalusi belum mencapai standar ideal.
c) Masih terdapat siswa yang kurang serius dan bercanda dalam mendiskusikan pertanyaan yang diberikan. Dan masih banyak siswa yang belum aktif dalam menjawab pertanyaan yang telah diberikan serta kurang disiplin dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model The Power of Two.
2) Hasil Observasi Aktivitas Guru
Pada kegiatan pembelajaran siklus I, penilaian aktivitas guru dilaksanakan melalui observasi langsung oleh teman sejawat dan peneliti bertindak sebagai guru. Untuk aktivitas guru telah ditentukan skor tertinggi yaitu 1 dan skor terendah yaitu 0.
Hasil observasi terhadap aktivitas guru pada siklus I dapat dilihat pada tabel 3.7.
Tabel 3.6 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I No Indikator
Skor Pertemuan
I
Pertemuan II 1. Perencanaan dan persiapan
pelaksanaan pembelajaran 1 1
2. Pemberian motivasi dan
apersepsi 3 3
3. Pengaturan kegiatan The
Power of Two 2 2
4. Membimbing siswa dalam melaksanakan model pembelajaran The Power of Two
1 1
5. Pemberian umpan balik terhadap hasil kegiatan selama peroses belajar siswa
1 2
6. Mengakhiri/menutup
pelajaran 2 2
Jumlah Skor 10 11
Aktivitas Guru (AG) 55,5 61,1
Kategori Cukup Baik
Rata rata AS 58,3
Kategori Aktivitas Siswa Cukup
Tabel 3.7 di atas dapat diketahui bahwa pada siklus I pertemuan pertama aktivitas guru masih berada pada kategori cukup dengan skor total 10 dan rata-rata 55,5 dan berada pada rentang nilai 40-59% meningkat pada pertemuan kedua dengan skor total 11 dan rata-rata 61,1 termasuk dalam kategori baik karena nilai 61,1 berada pada rentang nilai 60-79%.
Dari tabel di atas bahwa pada siklus I aktivitas guru tergolong cukup. Namun demikian diharapkan proses pembelajaran seharusnya berkategori sangat baik. Maka diperlukan adanya siklus 2 guna memperbaiki semua kekurangan
yang terdapat pada siklus 1. Berdasarkan lembar observasi yang terlampir terlihat beberapa kekurangan pada aktivitas guru diantaranya:
a) Guru kurang mampu mengelola kelas sehingga suasana kelas menjadi ribut.
b) Guru kurang mampu membimbing jalannya diskusi.
c) Guru kurang ekstra dalam memberikan arahan dan bimbingan dalam proses kegiatan belajar mengajar.
3) Hasil Tes Evaluasi
Setelah proses pembelajaran, peneliti sebagai guru melakukan evaluasi pada pertemuan ketiga untuk melihat sejauh mana siswa menyerap materi yang sudah diajarkan di kelas. Soal evaluasi terdiri dari 10 soal essay dengan alokasi waktu 2 x 30 menit yang dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2016. Jumlah siswa yang mengikuti evaluasi sebanyak 21 orang. Hasil yang dicapai pada evaluasi siklus I dapat dilihat pada tabel 3.8.
Tabel 3.7 Data Hasil Belajar Siswa Siklus I
No Keterangan Jumlah
1. Banyak Siswa 21
2. Banyak siswa yang hadir 21
3. Skor ideal tertinggi 100
4. Skor ideal terendah 0
5. Nilai tertinggi 100
6. Nilai terendah 40
7. Siswa yang tuntas secara individu 15
8. Nilai rata-rata 68,5
9. Presentase ketuntasan klasikal 71,4%
10. KKM ≥ 75
Tabel 3.8 di atas dapat dilihat bahwa nilai tertinggi mencapai 100 dengan kualifikasi sangat baik dan nilai terendah adalah 40 dengan kualifikasi sangat kurang baik. Ketuntasan belajar siswa dilihat dari hasil evaluasi siklus I pada tabel 3.8 diatas dari 21 orang siswa terdapat 15 orang siswa yang dinyatakan tuntas secara individu dan 6 orang siswa dinyatakan tidak tuntas dengan nilai rata-rata 68,5 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 71,4%. Hal ini dikarenakan siswa belum sepenuhnya memahami materi Pecahan dengan menggunakan model The Power of Two (Kekuatan Berdua), berarti bahwa ketuntasan belajar siswa pada materi Pecahan dikategorikan belum tuntas karena belum mencapai kriteria ketuntasan secara individu dan klasikal. Siswa dikatakan tuntas secara individual apabila mencapai nilai ≥ 75 dan suatu kelas dikatakan tuntas belajarnya jika dikelas tersebut 85% siswa telah mencapai ketuntasan belajar. Dengan demikian perlu dilakukan perbaikan pada siklus II. Adapun tabel distribusi frekuensi pada siklus I dapat dilihat pada tabel 3.9.
Tabel 3.8 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa Siklus I Interval Frekuensi Presentasi
0-20 0 0%
21-40 3 14,2%
41-60 3 14,2%
61-80 12 57,1%
81-100 3 14,2%
Jumlah 21 100%
Adapun grafik hasil tes evaluasi pada siklus I dapat dilihat pada gambar 3.3.
Gambar 3.3 Grafik hasil tes evaluasi siklus I
Gambar 3.3 menunjukkan grafik hasil tes evaluasi belajar siswa siklus I. Siswa yang memperoleh nilai pada interval 0-20 adalah 0 orang. Siswa yang memperoleh nilai 21-40 sebanyak 3 orang. Siswa yang mempeoleh nilai 41-60 sebanyak 3 orang.
Siswa yang memperoleh nilai 61-80 sebanyak 12 orang. Siswa yang memperoleh nilai 81-100 sebanyak 3 orang.
d. Tahap Refleksi
Dari hasil yang diperoleh pada siklus I, masih terdapat kekurangan. Kekurangan-kekurangan tersebut akan diperbaiki pada siklus II. Adapun langkah-langkah perbaikan yang dilakukan guru adalah sebagai berikut:
1) Guru menghimbau siswa untuk mempersiapkan diri sebelum memulai pembelajaran. Caranya sebelum guru memulai
0 5 10 15
0-20 21-40 41-60 61-80 81-100
Siklus I
Siklus I
pembelajaran guru memberitahukan kepada siswa untuk menyiapkan buku tulis dan polpen.
2) Guru diharapkan dapat memotivasi siswa agar siswa lebih bersemangat dan aktif ketika proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model The Power of Two (Kekuatan Berdua).
3) Guru lebih ekstra lagi dalam memberikan arahan dan bimbingan supaya proses kegiatan belajar mengajar lebih terorganisir.
4) Guru harus memberikan peringatan atau sanksi kepada siswa apabila tidak serius dalam mengikuti pembelajaran, memberikan hukuman yang bersifat mendidik.
2. Data Siklus II
Pada siklus II proses belajar mengajar dilaksanakan dalam dua kali pertemuan masing-masing dengan alokasi waktu 2 x 35 menit.
Pertemuan pertama pada tanggal 9 Mei 2016, pertemuan kedua pada tanggal 12 Mei 2016. Materi yang dibahas pada pertemuan pertama adalah perkalian berbagai bentuk pecahan sedangkan pada pertemuan kedua adalah pembagian berbagai bentuk pecahan. Adapun pertemuan ketiga pada tanggal 26 Mei 2016 dilaksanakan evaluasi dengan alokasi waktu 2 x 30 menit dengan memberikan soal yang berbentuk essay sebanyak 10 soal. Pada siklus II terdiri dari 4 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan/obsevasi dan tahap refleksi
a. Tahap Perencanaan Tindakan II
Agar penelitian tindakan ini berjalan dengan baik dan memperoleh hasil yang diharapkan maka perlu dilakukan perencanaan. Adapun perencanaan yang dipersiapkan adalah sebagai berikut :
1) Menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) siklus II pertemuan pertama dan kedua (lampiran 4 dan 5).
2) Menyediakan lembar observasi terdiri dari lembar observasi aktivitas guru (lampiran 16 dan 17) dan lembar observasi aktivitas siswa siklus II pertemuan pertama dan kedua (21 dan 22).
3) Menyediakan lembar kerja siswa (LKS) siklus II pertemuan pertama dan pertemuan kedua (lampiran 8 dan 9)
4) Membuat tes evaluasi siklus II.
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan II
Kegiatan yang di lakukan pada tahap ini adalah melaksanakan kegiatan pada tahap perencanaan yaitu :
1) Melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model The Power of Two (Kekuatan Berdua) pada tiap pertemuan.
2) Melaksanakan observasi.
3) Melaksanakan tes evaluasi untuk melihat hasil belajar siswa disetiap akhir siklus.
c. Tahap Pengamatan/observasi Tindakan II
Observasi terhadap aktivitas siswa dan guru dilakukan dengan mengamati perilaku siswa dan guru pada saat proses pembelajaran dan pada saat menyelesaikan tugas. Semua aktivitas siswa dan guru yang nampak kemudian dicatat dalam lembar observasi yang sudah disediakan oleh peneliti.
1) Hasil observasi aktivitas siswa siklus II
Pada kegiatan pembelajaran siklus II, penilaian untuk aktivitas siswa dilaksanakan melalui observasi langsung oleh teman sejawat. Data lengkap tentang aktivitas belajar siswa selama proses belajar mengajar dibuat sesuai dengan pedoman aktivitas siswa, dalam pembelajaran pada tahap ini dilaksanakan observasi proses belajar mengajar dengan mengamati perilaku aktivitas yang nampak dengan cara memberikan skor tiap-tiap perilaku pada lembar observasi aktivitas siswa.
Berdasarkan hasil observasi terhadap aktivitas siswa pada siklus II diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 3.9 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II No Indikator
Skor Pertemuan
I
Pertemuan II 1. Kesiapan siswa menerima
mataeri pelajaran 10 11
2. Antusias siswa mengikuti
pelajaran 9 11
3. Kerjasama secara
berpasangan 10 10
4. Aktivitas siswa dalam
mengerjakan LKS 8 11
5. Interaksi siswa dengan guru 11 10 6. Aktivitas siswa dalam
menyimpulkan hasil pembelajaran
9 7
Jumlah Skor 57 60
Aktivitas siswa (AS) 79,1 83,3
Kategori Aktif Sangat aktif
Rata rata AS 81,2
Kategori Aktivitas Siswa Sangat Aktif
Dari tabel 3.10 di atas dapat diketahui bahwa pada siklus II pertemuan pertama aktivitas siswa berada pada kategori aktif dengan skor total 57 dan rata-rata 79,1 dan berada pada rentang nilai 60-79% dan pada pertemuan kedua mengalami peningkatan aktivitas siswa dengan total skor 60 dan rata-rata, 83,3 termasuk dalam kategori sangat aktif karena nilai berada pada rentang nilai N˂80%. Dari tabel 3.10 dapat terlihat bahwa pada siklus II aktivitas siswa tergolong sangat aktif, sehingga tidak dibutuhkan adanya siklus III.
2) Observasi aktivitas guru
Seperti pada siklus I, siklus II juga dilakukan observasi pada saat guru melakukan tindakan kelas. Berdasarkan hasil
observasi siklus II terlihat adanya peningkatan sangat baik dari kegiatan guru dalam proses pembelajaran. Kekurangan- kekurangan pada pertemuan sebelumnya dapat teratasi.
Berdasarkan hasil observasi terhadap aktivitas guru pada siklus II diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 3.10 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II No Indikator
Skor Pertemuan
I
Pertemuan II 1. Perencanaan dan persiapan
pelaksanaan pembelajaran 2 2
2. Pemberian motivasi dan
apersepsi 2 3
3. Pengaturan kegiatan The
Power of Two 3 3
4. Membimbing siswa dalam melaksanakan model pembelajaran The Power of Two
2 3
5. Pemberian umpan balik terhadap hasil kegiatan selama peroses belajar siswa
2 2
6. Mengakhiri/menutup
pelajaran 1 3
Jumlah Skor 14 16
Aktivitas siswa (AS) 77,7 88,8
Kategori Baik Sangat Baik
Rata rata AS 83,25
Kategori Aktivitas Siswa Sangat Baik
Dari tabel 3.11 di atas dapat diketahui bahwa pada siklus II pertemuan pertama aktivitas guru berada pada kategori baik dengan skor total 14 dan rata-rata 77,7 dan berada pada rentang nilai 60-79%, meningkat pada pertemuan kedua dengan skor total
16 dan rata-rata 88,8 termasuk dalam kategori sangat baik karena nilai 88,8 berada pada rentang nilai N˂80%.
3) Hasil Tes Evaluasi
Setelah proses pembelajaran, peneliti sebagai guru melakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana siswa menyerap materi yang sudah diajarkan di kelas. Soal evaluasi siklus II ini terdiri dari 10 soal essay dengan alokasi waktu 2 x 30 menit dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2016. Jumlah siswa yang mengikuti evaluasi sebanyak 21 orang. Hasil yang dicapai pada evaluasi siklus II dapat dilihat pada tabel 3.12.
Tabel 3.11 Data Hasil Belajar Siswa siklus II
No Keterangan Jumlah
1. Banyak Siswa 21
2. Banyak siswa yang hadir 21
3. Skor ideal tertinggi 100
4. Skor ideal terendah 0
5. Nilai tertinggi 100
6. Nilai terendah 60
7. Siswa yang tuntas secara individu 18
8. Nilai rata-rata 83,3
9. Presentase ketuntasan klasikal 85,7%
10. KKM ≥ 75
Data hasil evaluasi siklus II dapat dilihat bahwa nilai tertinggi mencapai 100 dengan kualifikasi sangat baik, dan nilai terendah adalah 60 dengan kualifikasi kurang baik. Ketuntasan belajar siswa dilihat dari hasil evaluasi siklus II pada tabel 3.12 di atas dari 21 orang siswa 18 orang siswa dinyatakan tuntas secara individu dan 3 orang siswa dinyatakan tidak tuntas dengan nilai
rata-rata 83,3 dan persentase ketuntasan kalsikal sebesar 85,7%.
Berarti ketuntasan belajar siswa dikategorikan tuntas karena telah mencapai kriteria ketuntasan secara klasikal. Siswa dikatakan tuntas apabila lebih dari 85% jumlah siswa yang tuntas belajar.
Meskipun masih beberapa siswa yang belum tuntas secara individu penelitian ini dapat dihentikan karena telah mencapai ketuntasan klasikal sebesar 85%. Dengan demikian tidak perlu dilakukan perbaikan pada siklus III. Adapun tabel distribusi frekuensi pada siklus II dapat dilihat pada tabel 3.13.
Tabel 3.12 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa Siklus II Interval Frekuensi Presentasi
0-20 0 0%
21-40 0 0%
41-60 1 4,7%
61-80 12 57,1%
81-100 8 38,09%
Jumlah 21 100%
Adapun grafik hasil tes evaluasi pada siklus II dapat dilihat pada gambar 3.4.
Gambar 3.4 Grafik hasil tes evaluasi siklus II
0 2 4 6 8 10 12 14
0-20 21-40 41-60 61-80 81-100
Siklus II
Siklus II
Gambar 3.4 menunjukkan grafik hasil tes evaluasi belajar siswa siklus II. Siswa yang memperoleh nilai pada interval 0-20 adalah 0 orang. Siswa yang memperoleh nilai pada interval 21-40 sebanyak 0 orang. Siswa yang mempeoleh nilai pada interval 41-60 sebanyak 1 orang. Siswa yang memperoleh nilai pada interval 61-80 sebanyak 12 orang. Siswa yang memperoleh nilai pada interval 81- 100 sebanyak 8 orang.
d. Tahap Refleksi
Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan sebagai penyempurnaan pada siklus I pada tindakan siklus II guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan refleksi pada siklus I.
Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus II tentang hasil evaluasi belajar siswa maka dapat dikatakan tindakan pembelajaran dengan menerapkan model The Power of Two (Kekuatan Berdua) dikatakan berhasil. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi kegitan siswa dikategorikan sangat aktif dan untuk observasi kegiatan guru dikategorikan sangat baik. Dan untuk hasil evaluasi siklus II mencapai 85,7%. Siswa yang tuntas sebanyak 18 orang dan yang tidak tuntas sebanyak 3 orang dengan nilai rata-rata 83,3. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil evaluasi pada siklus II mengalami peningkatan baik aktivitas siswa, aktivitas guru dan hasil tes evaluasi mengalami peningkatan dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan karena pada siklus II ini guru sudah berusaha dan berupaya
memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada siklus I.
Dengan demikian penelitian ini tidak perlu dilanjutkan ke siklus III.