BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa objek kajian utama dalam penelitian ini adalah tentang Penggunaan Morfem Terikat dalam novel yang dit 5 cm karya Donny Dhirgantoro diterbitkan P.T. Grafindo, Jakarta tahun 2005.
Setelah penulis meneliti penggunaan morfem terikat dalam novel 5 cm karya Donny Dhirgantoro, maka data dapat dideskripsikan sebagai berikut.
1. Morfem terikat jenis imbuhan (afiks) yang terdiri dari prefiks, infiks, sufiks dan konfiks.
a. Prefiks, -ber yang terdapat dalam novel berjumlah 114 kata, prefiks –ter 47 kata, prefiks meng 33 kata, prefiks di 4 kata, prefiks -me 32 kata, prefiks men 24 kata sedangkan prefiks -mem 42 kata, jadi keseluruhan jumlah kata yang terdapat dalam novel yaitu 296 kata. Misalnya kata terdengar adalah kombinasi anatara morfem terikat dan morfem bebas, morfem terikat yaitu morfem -ter, morfem bebas yaitu dengar,
b. Infiks (sisipan) tidak terdapat dalam novel.
c. Sufiks (akhiran), sufiks –kan yang terdapat dalam novel 4 kata, sufiks –an 20 kata, sufiks –wan, -man dan wati tidak terdapat dalam novel, jadi jumlah keseluruhan kata yang ada dalam novel yaitu 24 kata.
d. Konfiks (awalan dan akhiran) konfiks ke-an, yang terdapat dalam novel 93 kata, konfiks per-an, 6 kata, konfiks di-kan, 2 kata, konfiks meng-kan, 6 kata, konfiks pe-an, 4 kata, konfiks me-kan, 22 kata, konfiks men-kan, 9
31
kata, sedangkan konfiks mem-kan 12 kata, jadi keseluruhan kata yang ada dalam novel yaitu 107 kata.
Jadi jumlah keseluruhan afiksasi yang terdapat dalam novel 5 cm karya Donny Dhirgantoro yaitu 474 kata, namun tidak semua jenis afiksasi terdapat dalam novel terutama infiks (akhiran). Data di bawah ini termasuk morfem terikat berupa Afiksasi, meliputi : prefiks (ber-, ter-, meng-, di-), infiks (el-,em-, er-), supiks (kan-,an-, wan-, man-, wati-) konfiks (ke-an, per-an, di-kan, meng-kan, dll.
1) Meninggalkan = morfem terikat men- kan, hal 01 2) Membuat = morfem terikat mem, hal 01
3) Bermimpi = morfem terikat ber, hal 01 4) Mengambil= morfem meng, hal 02 5) Mencari=morfem men, hal 02 6) Keajaiban=morfem ke-an hal 02 7) Keindahan=morfem ke-an hal 02,73 8) Bercerita= morfem ber, hal 02 9) Berawal=morfem ber, hal 02 10) Menyimpan= morfem men, hal 02 11) Keyakinan= morfem ke-an, hal 02 12) Mudahan=morfem an, hal 02 13) Memakan= morfem me, hal 03 14) Bersatu= morfem ber, hal 03 15) Pemakaman= morfem pe-an, hal 03 16) Mendatang= morfem men, hal 03
2. Morfem disebut proklitik, menunjukkan makna melakukan tindakan atau perbuatan, bentuk dasar enklitik menunjukkan makna kepunyaan.
Klitika –nya yang terdapat pada novel 509 kata, klitika –ku 19 kata sedangkan proklitika -ku 3 kata, jadi jumlah keseluruhan yang ada dalam novel yaitu 531 kata. Data di bawah termasuk morfem terikat yang berupa klitika dan proklitika.
a. namanya= morfem terikat nya, hal 02 b. Mimpinya= morfem nya, hal 02 c. Hatinya= morfem nya, hal 02 d. Kehidupannya=morfem nya, hal 04 e. Lagunya=morfem nya, hal 05 f. Filmnya= morfem nya, hal 06 g. Badannya= morfem nya, hal 06 h. Kulitnya= morfem nya, hal 06 i. Bawaannya= morfem nya, hal 07 j. Temannya= morfem nya, hal 08 k. Pacarnya= morfem nya, hal 09 l. Judulnya=morfem nya, hal 09 m. Ceweknya= morfem nya, hal 09 n. Tetangganya= morfem nya, hal 10 o. Gengnya= morfem nya, hal 11 p. Kakaknya= morfem nya, hal 11 q. Komputernya= morfem nya, hal 11 r. Badannya= morfem nya, hal 12 s. Kepalanya= morfem nya, hal 12,59 t. Kostumnya= morfem nya, hal 13 u. Kacamatanya= morfem nya, hal 13 v. Pikirannya= morfem nya, hal 13 w. Telinganya= morfem nya, hal 16
3. Kata berpartikel adalah semacam kata tugas yang mempunyai bentuk khusus, yaitu sangat ringkas atau kecil dengan mempunyai fungsi-fungsi tertentu.
Partikel lah yang terdapat pada novel 8 kata, partikel kah 2 kata, sedangkan partikel pun 1 kata, jadi jumlah keseluruhan kata partikel yang ada dalam novel yaitu 11 kata. Data di bawah termasuk morfem terikat yang berupa partikel.
a. Bukankah= morfem terikat kah, hal 01 b. Mungkinkah= morfem terikat kah, hal 01 c. Muncullah= morfem lah, hal 08
d. Muncullah= morfem lah, hal 08 e. Bukanlah= morfem lah, hal 38,53 f. Wajarlah= morfem lah, hal 167 g. Apalah= morfem lah, hal 260 h. Takdirpun= morfem pun, hal 260 i. Timbullah= morfem lah, hal 274 j. Teruslah= morfem lah, hal 349 k. Kantorlah= morfem lah, hal 353
Dari data di atas bahwa penggunaan morfem terikat terbagi menjadi tiga bagian yaitu Afiksasi yang terdiri dari 474 kata, klitika dan proklitika 531 kata sedangkan partikel terdiri dari 11 kata. Jadi jumlah keseluruhan morfem terikat yaitu 1.016 kata.
Morfem terikat adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dan tidak mempunyai arti. Makna morfem terikat baru jelas setelah morfem itu dihubungkan dengan morfem yang lain. Semua imbuhan (awalan, sisipan, akhiran, serta kombinasi awalan dan akhiran) tergolong sebagai morfem terikat.
Selain itu, unsur-unsur kecil seperti partikel –ku, -lah, -kah, dan bentuk lain yang tidak dapat berdiri sendiri, juga tergolong sebagai morfem terikat.
1. Morfem terikat jenis imbuhan (afiks) yang terdiri dari prefiks, infiks, sufiks dan konfiks.
a. Kata prefiks awalan –ber, -ter, -meng, -per, -di.
1) Kata bersatu kombinasi dari morfem terikat dan morfem bebas, morfem terikat –ber dan morfem bebas satu, dikatakan morfem -ter terikat karena tidak bisa digunakan dalam sebuah tuturan atau tulisan, sedangkn terdengar dikatakan sebagai bebas sudah memiliki arti atau makna dan dapat digunakan dalam sebuah penuturan.
2) Kata terdengar kombinasi dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem ter terikat dan morfem dengar bebas, morfem terikat ter- tidak bisa berdiri sendiri dalam sebuah penuturan.
3) Kata mengganggu kombinasi dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem meng- terikat dan morfem ganggu bebas, morfem terikat meng- tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan.
4) Kata dikirim kombinasi dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem di- terikat dan morfem kirim bebas, morfem terikat – di tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan.
b. Infiks (sisipan –el, -em,-er, -dan -el) tidak terdapat dalam novel 5 cm karya Donny Dhirgantoro.
c. Sufiks (akhiran, -kan, -an, -wan, -man dan –wati)
1) Kata berikan kombinasi dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem –kan terikat dan morfem beri bebas, morfem terikat – kan tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan.
2) Kata pacaran kombinasi dari morfem bebas dan terikat, morfem –an terikat dan morfem pacar bebas, morfem terikat –an tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan karena tidak mengandung arti atau makna.
d. Konfiks ( awalan-akhiran, ke-an, per-an, di-kan, meng-kan, pe-an, me-kan, men-kan, mem-kan).
1) Kata kecerdasan kombinasi dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem ke-an morfem terikat morfem cerdas morfem bebas, morfem terikat ke-an tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan karena tidak mengandung arti atau makna.
2) Kata persuratan kombinasi dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem per-an morfem terikat morfem surat morfem bebas, morfem terikat per-an tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan karena tidak mengandung arti atau makna.
3) Kata dibutuhkan kombinasi dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem di-kan morfem terikat morfem butuh morfem bebas, morfem terikat di-kan tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan karena tidak mengandung arti atau makna.
4) Kata menghilangkan dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem meng-kan morfem terikat morfem hilang morfem bebas, morfem terikat meng-kan tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan karena tidak mengandung arti atau makna.
5) Kata pegunungan dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem pe-an morfem terikat morfem gunung morfem bebas, morfem terikat pe-an tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan karena tidak mengandung arti atau makna.
6) Kata menurunkan dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem me-kan morfem terikat morfem turun morfem bebas, morfem terikat me-kan tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan karena tidak mengandung arti atau makna.
7) Kata menjatuhkan kombinasi dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem men-kan morfem terikat morfem jatuh morfem bebas, morfem terikat men-kan tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan karena tidak mengandung arti atau makna.
8) Kata membersihkan kombinasi dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem mem-kan morfem terikat morfem bersih morfem bebas, morfem terikat mem-kan tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan karena tidak mengandung arti atau makna.
2. Morfem disebut proklitik, menunjukkan makna melakukan tindakan atau perbuatan, bentuk dasar enklitik menunjukkan makna kepunyaan.
a. Kata klitika, ( -nya, -ku, -mu)
1) kata bunganya kombinasi dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem -nya morfem terikat morfem bunga morfem bebas, morfem terikat -nya tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan karena tidak mengandung arti atau makna.
2) Kata tanahku kombinasi dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem -ku morfem terikat morfem tanah morfem bebas, morfem terikat -ku tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan karena tidak mengandung arti atau makna.
b. Kata proklitika (-ku).
Kata kubawa kombinasi dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem -ku morfem terikat morfem bawa morfem bebas, morfem terikat -ku tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan karena tidak mengandung arti atau makna.
3. Kata partikel adalah semacam kata tugas yang mempunyai bentuk khusus, yaitu sangat ringkas atau kecil dengan mempunyai fungsi- fungsi tertentu.
Partikel lah, fungsinya adalah fungsinya adalah memberi penekanan makna kelas kata benda dan kata kerja. Kata bukanlah kombinasi dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem -lah morfem terikat morfem bukan morfem bebas, morfem terikat -lah tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan karena tidak mengandung arti atau makna.
Partikel –kah fungsinya adalah untuk memberi penekanan makna pada kalimat yang berjenis kalimat pertanyaan. Kata mungkinkah kombinasi dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem -kah morfem terikat morfem mungkin morfem bebas, morfem terikat -kah tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan karena tidak mengandung arti atau makna.
Partikel pun, fungsinya adalah memberi penekanan makna pada kata-kata tugas yang dipakai dalam kalimat berita dan menunjukkan makna pertentangan. Kata takdirpun kombinasi dari morfem bebas dan morfem terikat, morfem -pun morfem terikat morfem takdir morfem bebas, morfem terikat -pun tidak dapat digunakan dalam sebuah penuturan karena tidak mengandung arti atau makna.
Dari penjelasan morfem di atas penulis akan menuliskan beberapa macam morfem terikat, baik itu afiks, klitika maupun partikel, morfem terikat yaitu afiks (ketinggalan morfem ke-an, melepaskan morfem me-kan, tersenyum morfem ter, membuat morfem mem, berjalan morfem ber), klitika ( rumahnya morfem nya, kampusnya morfem nya, ibuku morfem ku, jaketnya morfem nya) partikel (bukankah morfem kah, muncullah morfem lah, wajarlah morfem lah, apalah morfem lah, dan sebagainya.
Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai yaitu deskripsi penggunaan morfem terikat yang digunakan Donny Dhirgantoro maka dapat dikemukakan bahwa terdapat variasi morfem yang dipakai. Jumlah morfem terikat secara keseluruhan adalah 1.016 kata.