BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Pada bab ini disajikan hasil analisis berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Ada dua macam hasil analisis yang disajikan disini yaitu hasil analisis yang menggunakan statistika deskriptif. Penelitian yang diperoleh melalui pretest dan posttest. Pretest dan posttest dilaksanakan dengan menggunakan perangkat tes yang sama berupa tes tertulis berbentuk pilihan ganda sebanyak 40 soal. Setelah dilakukan uji validitas yang valid 35 soal dari 40 soal yang digunakan terlebih dahulu diuji cobakan pada satu kelas bukan kelas eksperimen. Prettest dilaksanakan sebelum diberikan perlakuan dan setelah beberapa kali pertemuan dengan menerapkan model pembelajaran Student Teams Achievement Division. Selanjutnya diberikan posttest untuk mengukur perbedaan hasil belajar fisika peserta didik.
Berdasarkan hasil tes yang diberikan kepada peserta didik pada saat pretest, maka diperoleh hasil analisis deskriptif untuk skor mata pelajaran fisika pada peserta didik kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar tahun ajaran 2020/2021 terhadap materi fluida statis dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division, dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.1 Statistik Skor Peserta Didik Kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar Pada Saat Pretest dan Posttest
Statistik Skor Statistik Pretest Posttest
Jumlah peserta didik 36 36
Skor ideal 35 35
Skor tertinggi 25 27
Skor terendah 6 14 Skor rata-rata 17,83 20,75 Standar deviasi 4,91 4,08
a. Hasil Penelitian Data Pretest
Dari Tabel 4.1 menunjukkan bahwa skor rata-rata peserta didik kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar tahun ajaran 2020/2021 terhadap materi gerak lurus untuk pretest adalah sebesar 17,83 dari skor ideal 35. Sedangkan secara individual, skor yang dicapai peserta didik tersebar antara skor terendah 6 sampai skor tertinggi 25 dari skor ideal 35. Dari data tersebut dapat di lihat bahwa skor rata-rata peserta didik kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar adalah 17,83 dan dan standar deviasi 4,91.
Jika skor hasil belajar peserta didik kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar tahun ajaran 2020/2021 dianalisis dengan menggunakan persentase distribusi frekuensi sehingga dapat di lihat perbandingan dari data tersebut, dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut:
Tabel 4.2 Persentase Distribusi Frekuensi Skor Peserta Didik Kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar pada saat Pretest
Skor F Persentase(%)
6 - 9 3 8,33
10 - 13 3 8,33
14 - 17 10 27,78
18 - 21 10 27,78
22 - 25 10 27,78
26 - 29 0 0
36 100b. Hasil Penelitian Data Posttest
Untuk skor rata-rata peserta didik kela X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar tahun ajaran 2020/2021 terhadap materi gerak lurus untuk posttest adalah sebesar 20,75 dari skor ideal 35. Sedangkan secara individual, skor yang dicapai peserta didik tersebar antara skor terendah 14 sampai skor tertinggi 27 dari skor ideal 35. Dari data tersebut dapat di lihat bahwa skor rata-rata peserta didik kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar adalah 20,75 dan standar deviasi 4,08.
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil belajar peserta didik setelah diajar dengan model pembelajaran Student Teams Achievement Division menggunakan analisis distribusi Frekuensi dan persentase skor hasil belajar Fisika, maka dapat dilihat dari Tabel 4.3 berikut:
Tabel 4.3 Persentase Distribusi Frekuensi Skor Peserta Didik Kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar pada saat Posttest
Skor F Persentase(%)
14 - 16 6 16,67
17 - 19 10 27,78
20 - 22 7 19,44
23 - 25 7 19,44
26 - 28 6 16,67
29 - 31 0 0 36 100
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi dan Persentase Kategorisasi Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar pada saat Pretest dan Posttest.
Interval Skor
Interval Nilai
Pretest Posttest
Kategori Frekuensi Persentase
% Frekuensi Persentase
%
0 - 7 0 - 20 1 3 0 0 Sangat Rendah
8 - 14 21 - 40 5 14 2 6 Rendah
15 - 21 41 - 60 20 55 17 47 Sedang
22 - 28 61 - 80 10 28 17 47 Tinggi
29 - 35 81 - 100 0 0 0 0 Sangat Tinggi
Jumlah 36 100 36 100
Dari Tabel 4.4 hasil belajar pretest peserta didik di atas dapat di katakan bahwa jumlah yang berada pada kategori sangat rendah 1, sedangkan rendah 5 orang, sedang 20 orang, tinggi 10 orang, dan sangat tinggi 0.
Sedangkan posttest peserta didik diatas dapat di katakan bahwa jumlah yang berada pada kategori sangat rendah 0, sedangkan rendah 2 orang, sedang 17 orang, tinggi 17 orang, dan sangat tinggi 0 orang dari 36 jumlah Peserta Didik Kelas X IPA 5 SMA NEGERI 13 Makassar. Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada Gambar 4.1 berikut ini:
Gambar 4.1 Diagram Distribusi Frekuensi dan Persentase Kategorisasi Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar Pada Saat Pretest dan Posttest.
2. Hasil Analisis Statistik Inferensial a. Uji Normalitas Pada Pretest dan Posttest
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah populasi penelitian terdistribusi normal atau tidak. Normalitas suatu data penting karena dengan data yang terdistribusi normal, maka data tersebut dianggap dapat mewakili suatu populasi. Dalam Ms. Excel 2013, uji validitas yang sering digunakan adalah metode chi Square secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.5. Uji Normalitas ini dilakukan pada data pretest dan posttest meliputi tes hasil belajar fisika peserta didik sebelum dan setelah diberi perlakuan.
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
1
5
20
10
0 0
2
17 17
0
Frekuensi
sangat rendah rendah sedang tinggi sangat tinggi
kategori skor hasil belajar fisika
pre test posttest
Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Skor Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Pada Pretest Dan Posttest
variabel X2 hitung X2 tabel α =0,05 Berdistribusi normal atau tidak
Pretest 7,739 7,815 Normal
Posttest 4,092 9,488 Normal
Dari Tabel 4.5 dapat digambarkan hasil perhitungan uji normalitas maka diperoleh
hitung2 = 7,739 untuk α = 0,05 dan dk = k – 3 = 6 – 3 = 3, maka diperoleh
tabel2 = 7,815. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa2 hitung
= 7,739 <
tabel2 = 7,815 yang berarti hasil belajar pretest fisika peserta didik Kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar untuk pretest berasal dari populasi yang berdistribusi normal.Sedangkan hasil perhitungan uji normalitas maka diperoleh untuk α = 0,05 dan dk = k – 2 = 6 – 2 = 4, maka diperoleh X2tabel = 9,488. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa X2hitung = 4,092 < X2tabel = 9,488 yang berarti hasil belajar posttest fisika peserta didik Kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar dari populasi yang berdistribusi normal.
Uji Hipotesis
Digunakan dalam penelitian ini analisis data teknik eksperimen kuantitatif diuji dengan menggunakan statistik uji t. Uji-t adalah jenis pengujian statistika untuk mengetahui perbedaan atau pengaruh dari hasil yang diperkirakan dengan hasil perhitungan statistika. Hasil perhitungan skor rata-rata dari hasil pretest dan posttest berdasarkan Tabel 4.1, terlihat skor
rata-rata pretest 17,83 dan standar deviasi 4,91 dengan jumlah peserta didik sebanyak 36 orang. Sedangkan pada posttest skor rata-rata adalah 20,75 dan standar deviasi 16,65 dengan jumlah peserta didik sebanyak 36 orang.
Uji t dalam penelitian ini menggunakan uji t sampel berkorelasi (berpasangan) disebut sampel related t test. Uji t berpasangan umumnya menguji perbedaan antara dua pengamatan. Uji seperti ini dilakukan pada subjek yang diuji untuk situasi sesudah proses atau subjek yang berpasangan ataupun serupa (sejenis).
Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan uji hipotesis dengan dua pihak yaitu pengujian hipotesis dimana hipotesis nol (H0)berbunyi “sama dengan” dan hipotesis alternatifnya (Ha) berbunyi “tidak sama dengan” (H0 = Ha ≠). Kriteria pengujian untuk uji hipotesis dengan dua pihak yakni, Ho
diterima dan Haditolak. – ttabel < t <ttabel demikian pula sebaliknya.
Dengan menggunakan analisis uji-t skor hasil belajar fisika peserta didik maka dapat dilihat dari Tabel berikut:
Tabel 4.6 Hasil Uji Hipotesis Skor Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Pada Pretest Dan Posttest
Posttest Pretest 𝜶 thitung ttabel
𝑛1 = 36 𝑛1 = 36
0,05 3,266 2,021 X̅ = 20,75 X̅ = 17,83
S1 = 16,65 S2 = 4,91 r = 0,9604 r = 0,9604
Dilihat dari Tabel 4.6 dapat digambarkan bahwa diperoleh hasil analisis mencari thitung sebesar 3,266 sedangkan untuk ttabel , dengan dk = (n- 2) = 36 -2 = 34. Pada taraf nyata α = 0,05 diperoleh ttabel = (0,95)(33) sebesar 2,021. Hasil yang diperoleh menunjukkan –ttabel< t >ttabel = -2,021<
3,266 > 2,021 ini menunjukkan bahwa thitung berada diluar penerimaan Ho sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima terdapat perbedaan hasil belajar fisika peserta didik sebelum dan setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division.
b. Uji N-Gain
Pengujian ini dilakukalan untuk mengetahui peningkatan yang terjadi sebelum dan setelah diberikan perlakuan, serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar fisika peserta didik berada pada kategori rendah, sedang atau tinggi. Berikut adalah hasil analisis dari data yang telah diperoleh.
Tabel 4.7 Kategori Uji N-Gain Skor Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Sebelum dan Setelah Perlakuan
Kriteria Indeks Gain N-Gain Ternormalisasi (G) Tinggi g > 0,70
0,16 Sedang 0,70 ≥ g ≥ 0,30
Rendah g < 0,30
Berdasarkan tabel 4.7 di atas dapat digambarkan hasil perhitungan uji N-Gain rata-rata yang diperoleh adalah 0,16 atau termasuk kategori rendah, maka peningkatan hasil belajar fisika peserta didik yang terjadi setelah menerapkan metode Student Team Achievement Division pada kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar termasuk kategori rendah.