BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Analisis Statistik Deskriptif a. Deskripsi Responden
Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah sebanyak 25 responden, yaitu karyawan yang bekerja pada PT.PLN (Persero).Data mengenai karakteristik dari responden tersebut disajikan sebagai berikut:
1) Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Karakteristik responden pada penelitian ini berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini:
Tabel 1
Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No JENIS KELAMIN FREKUENSI PERSENTASE
1 PRIA 16 64%
2 WANITA 9 36,0%
TOTAL 25 100%
Berdasarkan jenis kelamin seperti disajikan pada tabel 1 dapat diketahui bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini berjenis kelamin pria. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan bagian Keuangan, Akuntansi dan Pajak pada PT.
PLN. (Persero) masih didominasi oleh kaum pria.
2) Responden Berdasarkan Usia
Responden pada penelitian ini dikelompokkan menjadi 3 rentang usia dan pada tabel 2 berikut ini dapat dilihat karakteristik responden berdasarkan usia.
Tabel 2
Distribusi Responden Berdasarkan Usia
No JENIS KELAMIN FREKUENSI PERSENTASE
1 KURANG 25 TAHUN 6 24,0%
2 25-30 13 52,0%
3 DIATAS 30 TAHUN 6 24,0%
TOTAL 50 100%
Berdasarkan usia seperti tampak pada tabel 2 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berusia antara 25-30 tahun. Data ini menunjukkan bahwa karyawan bagian Keuangan, Akuntansi dan Pajak pada PT. PLN. (Persero) pada umumnya masih berusia muda.
3) Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Karakteristik karyawan bagian Keuangan, Akuntansi dan Pajak pada PT. PLN.
(Persero) berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini:
Tabel 3
Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir No JENIS KELAMIN FREKUENSI PERSENTASE
1 SLTA 3 12,0%
2 DIPLOMA 7 28,0%
3 STRATA-1(S1) 15 60,0%
TOTAL 25 100%
Berdasarkan pendidikan terakhir seperti disajikan pada tabel 3 dapat diketahui bahwa paling banyak responden memiliki pendidikan terakhir sarjana S1. Artinya dilihat dari tingkat pendidikan, karyawan bagian Keuangan,Akuntansi dan Pajak pada PT. PLN (Persero) sudah memiliki kompetensi dalam menjalankan tugasnya.
4) Responden Berdasarkan Lama Kerja
Lama kerja responden pada PT. PLN (Persero) dibagi mnjadi 3 rentang masa kerja seperti terlihat tabel 4 berikut ini:
Tabel 4
Distribusi Responden Berdasarkan Lama Kerja
No JENIS KELAMIN FREKUENSI PERSENTASE
1 KURANG 1 TAHUN 3 12,0%
2 1-5 TAHUN 14 12,0%
3 DIATAS 5 TAHUN 8 32,0%
TOTAL 50 100%
Berdasarkan lama kerja pada bagian Keuangan, Akuntansi dan Pajak pada seperti disajikan pada tabel 4 dapat diketahui bahwa mayoritas responden baru bekerja di PT. PLN (Persero) antara 1- 5 tahun. Artinya sebagian besar karyawan bagian Keuangan,Akuntansi dan Pajak pada PT. PLN. (Persero) belum memiliki pengalaman kerja cukup lama di PT. PLN (Persero).
b. Keterlibatan Pemakai Dalam Proses Pengembangan Sistem
Hasil penelitian dari keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem di PT. PLN. (Persero) diperoleh dari jawaban kuisioner yang disebarkan ke 25 responden pada karyawan bagian Keuangan, Akuntansi dan Pajak pada PT.
PLN. (Persero) Untuk menilai keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem di PT. PLN (Persero) penulis mengolah hasil jawaban menjadi data, pertanyaan yang berkaitan dengan keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem terdiri dari 21 pertanyaan, untuk lebih jelasnya penulis akan menjelaskan berdasarkan dimensi variabel penelitiannya sebagai berikut:
1) Hubungan
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai hubungan, penulis akan menyajikan kuesioner dalam bentuk tabel di bawah ini. Adapun indicator yang digunakan dalam penelitian ini adalah hubungan keikutsertaan berpartisipasi dalam pengembangan sistem dan hubungan antara pemakai, manajemen, dan ahli sistem informasi.
Tabel 5 Dimensi Hubungan PERTANYAAN
TANGGAPAN RESPONDEN
5 4 3 2 1
F % F % F % F % F %
P1 21 84 4 16 0 0 0 0 0 0
P2 19 76 5 20 1 4 0 0 0 0
Jml (F) 40 9 1 0 0
R (%) 80 18 2 0 0
Berdasarkan hasil tabel 5 di atas dapat disimpulkan, bahwa dimensi hubungan keikutsertaan berpartisipasi dalam pengembangan sistem dan hubungan antar pemakai, manajemen dan ahli sistem informasi memiliki jumlah persentase rata-rata keseluruhan menaggapi ”Selalu” sebesar 80%, ”Sering” sebesar 18%,
”Kadang-kadang” sebesar 2%, ”Jarang” sebesar 0% dan ”Tidak Pernah” sebesar 0%. Hal ini membuktikan bahwa sebagian besar responden menanggapi ”Selalu”
dengan persentase 80% yang berarti bahwa keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem dapat meningkatkan hubungan keikutsertaan dalam pengembangan sistem dan hubungan anatara pemakai, manajemen, dan ahli sistem informasi.
2) Wawasan
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai dimensi wawasan indikator yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Memperluas wawasan pemakai dan manajemen dalam bidang computer b. Turut serta mengusulkan bagaimana dan apa dari sistem yang harus dibangun c. Ikut menyumbangkan pikiran dan tenaga Untuk lebih jelasnya penulis
tampilkan dalam tabel di bawah ini:
Tabel 6 Dimensi Wawasan PERTANYAAN
TANGGAPAN RESPONDEN
5 4 3 2 1
F % F % F % F % F %
P3 16 64 6 24 3 12 0 0 0 0
P4 14 56 11 44 0 0 0 0 0 0
P5 14 56 9 36 2 8 0 0 0 0
P6 11 44 13 52 1 4 0 0 0 0
Jml (F) 55 39 6 0 0
R (%) 55 39 6 0 0
Berdasarkan hasil tabel 6 di atas dapat diketahui mengenai dimensi wawasan, bila dirata-ratakan yang menjawab ”Selalu” sebesar 55%, ”Sering”
sebesar 39%, ”Kadang-kadang” sebesar 6%, ”Jarang” sebesar 0% dan ”Tidak Pernah” sebesar 0%. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem dapat memperluas wawasan pemakai dalam bidang komputer, memperluas wawasan pemakai dalam mengusulkan bagaimana dan apa dari sistem yang harus dibangun dan dapat meningkatkan wawasan pemakai dalam menyumbangkan pikiran dan tenaga.
3) Tanggung Jawab
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai dimensi tanggung jawab, penulis akan menyajikan jawaban kuisioner dalam tabel di bawah ini.dalam penelitian ini penulis menggunakan indikator untuk dimensi tanggung jawab terdiri dari:
a. Meringankan beban tanggung jawab pemakai dan manajemen bila ada konflik b. Meningkatkan beban tanggung jawab manajemen bila terjadi konflik
c. Merasa memiliki dan turut menjaga/memelihara atas sistem yang dibangun d. Ikut serta menjalankan sistem yang baru dibangun Tabel di bawah ini
menunjukkan tanggapan responden mengenai tanggung jawab
Tabel 7
Dimensi Tanggung Jawab
PERTANYAAN
TANGGAPAN RESPONDEN
5 4 3 2 1
F % F % F % F % F %
P7 15 60 8 32 2 8 0 0 0 0
P8 14 56 7 28 3 12 1 4 0 0
P9 11 44 6 24 8 32 0 0 0 0
P10 20 80 4 16 1 4 0 0 0 0
P11 19 76 6 24 0 0 0 0 0 0
Jml (F) 79 31 14 1 0
R (%) 63.2 24.8 11.2 0.8 0
Berdasarkan hasil tabel 7 di atas dapat diketahui mengenai dimensi tanggung jawab, bila dirata-ratakan yang menjawab ”Selalu” sebesar 63.2%,
”Sering” sebesar24.8%, ”Kadang-kadang” sebesar 11.2%, ”Jarang” sebesar0.8%
dan ”Tidak Pernah” sebesar 0%. Dari hasil penelitian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem
dapat meringankan beban tanggung jawab pemakai bila terjadi konflik, meningkatkan beban tanggung jawab manajemen bila terjadi konflik, meningkatkan rasa memiliki dan turut menjaga atas sistem yang dibangun, memelihara sistem yang dibangun dan dapat meningkatkan keikutsertaan dalam menjalankan sistem.
4) Waktu
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai dimensi waktu, penulis akan menyajikan jawaban kuisioner dalam tabel di bawah ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan indikator untuk dimensi waktu adalah mempersingkat waktu pengembangan sistem. Tabel di bawah ini menunjukkan tanggapan responden mengenai waktu.
TABEL 8 Dimensi Waktu PERTANYAAN
TANGGAPAN RESPONDEN
5 4 3 2 1
F % F % F % F % F %
P12 17 68 4 16 4 16 0 0 0 0
Jml (F) 17 4 4 0 0
R (%) 68 16 16 0 0
Berdasarkan hasil tabel 8 di atas dapat diketahui mengenai dimensi waktu, bila dirata-ratakan yang menjawab ”Selalu” sebesar 68%, ”Sering” sebesar 16%,
”Kadang-kadang” sebesar 16%, ”Jarang” sebesar 0% dan ”Tidak Pernah” sebesar 0%. Dari hasil di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem dapat mempersingkat waktu pengembangan sistem informasi.
5) Keinginan Pemakai
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai dimensi keinginan pemakai, penulis akan menyajikan jawaban kuisioner dalam tabel di bawah ini.
Dalam penelitian ini penulis manggunakan indikator untuk dimensi keinginan pemakai adalah keinginana pemakai yang lebih tepat. Tabel di bawah ini menunjukkan tanggapan responden dimensi keinginan pemakai:
Tabel 9
Dimensi Keinginan Pemakai PERTANYAAN
TANGGAPAN RESPONDEN
5 4 3 2 1
F % F % F % F % F %
P13 17 68 6 24 2 8 0 0 0 0
Jml (F) 17 6 2 0 0
R (%) 68 24 8 0 0
Berdasarkan hasil tabel 9 di atas dapat diketahui mengenai dimensi keinginan pemakai, bila dirata-ratakan yang menjawab ”Selalu” sebesar 68%,
”Sering” sebesar 24%, ”Kadang-kadang” sebesar 8%, ”Jarang” sebesar 0% dan
”Tidak Pernah” sebesar 0%. Dari hasil di atas dapat menarik kesimpulan bahwa keterlibatan pemakai dalam proses pengembanagn sistem dapat meningkatakan keinginan pemakai yang lebih tepat.
6) Nilai, Kepuasan, Kepercayaan, dan Dukungan
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai dimensi nilai, kepuasan, kepercayaan, dan dukungan penulis akan menyajikan jawaban kuisioner dalam tabel di bawah ini. Dalam penelitian ini penulis manggunakan indikator untuk dimensi nilai, kepuasan, kepercayaan dan dukungan adalah sebagai berikut:
1) Menghasilkan sistem informasi yang bernilai 2) Memberikan kepuasan bagi pemakai
3) Memberikan mepuasan bagi manajemen
4) Meningkatkan kepercayaan dan dukungan pemakai dan manajemen terhadap pengembangan sistem informasi
5) Meningkatkan dukungan pemakai dan manajemen terhadap pengembangan sistem informasi Tabel di bawah ini menunjukkan tanggapan responden mengenai dimensi nilai, kepuasan, kepercayaan dan dukungan:
Tabel 10
Dimensi Nilai, Kepuasan, Kepercayaan, dan Dukungan PERTANYAAN
TANGGAPAN RESPONDEN
5 4 3 2 1
F % F % F % F % F %
P14 15 60 8 32 2 8 0 0 0 0
P15 14 56 6 24 5 20 0 0 0 0
P16 17 68 4 16 4 16 0 0 0 0
P17 14 56 8 32 3 12 0 0 0 0
P18 15 60 4 16 6 24 0 0 0 0
P19 17 68 6 24 2 8 0 0 0 0
P20 19 76 4 16 2 8 0 0 0 0
Jml (F) 111 40 24 0 0
R (%) 63.4 22.9 13.7 0 0
Berdasarkan hasil tabel 10 di atas dapat diketahui mengenai dimensi nilai, kepuasan, kepercayaan, dan dukungan yang menjawab ”Selalu” sebesar 63.4%,
”Sering” sebesar 22.29%, ”Kadang-kadang” sebesar13.7%, ”Jarang” sebesar 0%
dan ”Tidak Pernah” sebesar 0%. Dari hasil di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem dapat meningkatkan sistem informasi yang bernilai, meningkatkan kepuasan bagi pemakai, meningkatkan kepuasan bagi manajemen, meningkatkan kepercayaan dan
dukungan pemakai dan manajemen terhadap pengembangan sistem informasi, dan meningkatan dukungan pemakai dan manajemen terhadap pengembangan sistem informasi.
7) Biaya
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai dimensi biaya penulis akan menyajikan jawaban kuesioner dalam tabel di bawah ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan indikator untuk dimensi biaya adalah sebagai berikut:
Tabel 11 Dimensi Biaya PERTANYAAN
TANGGAPAN RESPONDEN
5 4 3 2 1
F % F % F % F % F %
P21 15 60 7 28 3 12 0 0 0 0
Jml (F) 15 7 3 0 0
R (%) 60 28 12 0 0
Berdasarkan hasil tabel 11 di atas dapat diketahui mengenai dimensi biaya yang menjawab ”Selalu” sebesar 60%, ”Sering” sebesar 28%, ”Kadang-kadang”
sebesar 12%, ”Jarang” sebesar 0% dan ”Tidak Pernah” sebesar 0%. Dari hasil di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem dapat mengurangi biaya pemeliharaan.
c. Informasi akuntansi Sistem Informasi Akuntansi PT. PLN (Persero)
Untuk menilai dukungan informasi akuntansi sistem informasi akuntansi di PT. PLN penulis mengolah hasil semua jawaban menjadi sebuah data, pertanyaan tentang variabel informasi akuntansi sistem informasi akuntansi terdiri
dari 29 pertanyaan, untuk lebih jelasnya penulis akan menjelaskan berdasarkan dimensi variabel penelitian.
1) Kepuasan Pemakai Sistem Informasi
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai dimensi kepuasan pemakai sistem penulis akan menyajikan jawaban kuisioner dalam tabel di bawah ini. Dalam penelitian ini penulis manggunakan indikator untuk dimensi kepuasan pemakai sistem adalah sebagai berikut:
Tabel 12
Dimensi Kepuasan Pemakai Sistem PERTANYAAN
TANGGAPAN RESPONDEN
5 4 3 2 1
F % F % F % F % F %
P1 22 88 3 12 0 0 0 0 0 0
P2 21 84 3 12 1 4 0 0 0 0
P3 17 68 6 24 2 8 0 0 0 0
P4 14 56 11 44 0 0 0 0 0 0
P5 15 60 8 32 2 8 0 0 0 0
P6 11 44 13 52 1 4 0 0 0 0
P7 16 64 7 28 2 8 0 0 0 0
P8 15 60 8 32 2 8 0 0 0 0
P9 13 52 6 24 6 24 0 0 0 0
P10 19 76 5 20 1 4 0 0 0 0
P11 19 76 6 24 0 0 0 0 0 0
P12 15 60 5 20 5 20 0 0 0 0
P13 18 72 5 20 2 8 0 0 0 0
P14 15 60 8 32 2 8 0 0 0 0
P15 14 56 6 24 5 20 0 0 0 0
P16 17 68 5 20 3 12 0 0 0 0
P17 14 56 8 32 3 12 0 0 0 0
P18 15 60 4 16 6 24 0 0 0 0
P19 18 72 5 20 2 8 0 0 0 0
P20 19 76 4 16 2 8 0 0 0 0
P21 15 60 7 28 3 12 0 0 0 0
P22 14 56 10 40 1 4 0 0 0 0
P23 18 72 7 28 0 0 0 0 0 0
P24 16 64 7 28 2 8 0 0 0 0
P25 14 56 5 20 6 24 0 0 0 0
Jml (F) 404 162 59 0 0
R (%) 64.6 25.9 9.44 0 0
Berdasarkan hasil tabel 12 di atas dapat diketahui mengenai dimensi kepuasan pemakai sistem yang menjawab ”Selalu” sebesar 64,6%, ”Sering”
sebesar 25,9%, ”Kadang-kadang” sebesar 9.44%, ”Jarang” sebesar 0,16% dan
”Tidak Pernah” sebesar 0%. Dari hasil di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi yang dihasilkan dari sistem informasi akuntansi saat ini disajikan sesuai dengan content, accuracy, format, mudah dimengerti dan timesline.
2) Pemakai Sistem Informasi
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai dimensi pemakai sistem informasi penulis akan menyajikan jawaban kuesioner dalam tabel di bawah ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan indikator untuk dimensi pemakai sistem informasi adalah sebagai berikut:
Tabel di bawah ini menunjukkan tanggapan responden mengenai dimensi pemakai sistem informasi
Tabel 13
Dimensi Pemakai Sistem Informasi PERTANYAAN
TANGGAPAN RESPONDEN
5 4 3 2 1
F % F % F % F % F %
P26 17 68 4 16 4 16 0 0 0 0
P27 15 60 6 24 3 12 1 4 0 0
P28 15 60 8 32 0 0 2 8 0 0
P29 17 68 7 28 0 0 1 4 0 0
Jml (F) 64 25 7 4 0
R (%) 64 25 7 4 0
Berdasarkan hasil tabel 13 di atas dapat diketahui mengenai dimensi pemakai sistem informasi yang menjawab ”Selalu” sebesar64%, ”Sering” sebesar 25%, ”Kadang-kadang” sebesar 7%, ”Jarang” sebesar 0% dan ”Tidak Pernah”
sebesar 0%. Dari hasil di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi yang ada di perusahaan saat ini mampu menyelesaikan masalah yang harus, mampu memberikan informasi mengenai kesempatan yang harus diambil, kebutuhan yang harus dipenuhi, batasan-batasan bisnis yang harus termuat dalam sistem informasi.
2. Analisis Regresi
Dalam menganalisa pengaruh keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem terhadap informasi akuntansi pada perusahaan PT.PLN (Persero) dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Analisa dilakukan berdasarkan dari nilai standardized coefficients hasil regresi antara keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem terhadap informasi akuntansi pada perusahaan PT.PLN (Persero).
Berdasarkan dari hasil analisis dengan menggunakan program SPSS maka diperoleh hasil regresi antara keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem terhadap informasi akuntansi karyawan sebagai berikut:
Tabel 14
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 44.910 17.043 2.635 .015
VARIABEL_X .913 .179 .728 5.100 .000
a. Dependent Variable: VARIABEL_Y
Dari hasil regresi yang didapat maka dapat dibuat persamaan regresi sebagaiberikut:
Y= a + bx atau Y = 44.910 + 0,913x
Persamaan regresi tersebut mempunyai arti sebagai bahwa Koefisien regresi keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem bernilai positif sebesar 0,913. Konstata sebesar 44.910 menyatakan bahwa jika tidak ada perubahan nilai keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem maka nilai informasi akuntansi sebesar 44.910. Koefisien regresi X sebesar 0,913 menyatakan bahwa setiap pertambahan 1 nilai keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem, maka nilai informasi akuntansi bertambah sebesar 0,913. Hal ini menunjukkan keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem berpengaruh positif dan signifikan terhadap informasi akuntansi, sehingga adanya peningkatan pemberian keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem akan meningkatkan informasi akuntansi kerja karyawan.
Uji model yang dilakukan untuk melihat fit atau tidaknya model regresi dilakukan dengan menggunakan uji F dan koefesien determinasi. Koefesien determinasi digunakan untuk melihat kemampuan variabel independen dalam menerangkan variabel dependen, dimana nilai Adjusted R Square yang mendekati satu maka variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
Hasil koefesien determinasi antara keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem terhadap informasi akuntansi karyawan dapat dilihat hasilnya pada tabel berikut:
Tabel 15
Model Summary
Model
R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .728a .531 .510 3.26540
a. Predictors: (Constant), VARIABEL_X
Nilai Adjusted R Square sebesar 0,510 dengan demikian keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem mampu menjelaskan hampir semua variasi dari variabel informasi akuntansi karyawan sehingga model regresi yang digunakan fit atau baik. Berdasarkan dari nilai Adjusted R Square dapat diartikan pula keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem mampu mempengaruhi informasi akuntansi sebesar 51%.
Uji – F digunakan untuk melihat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan, dimana apabila nilai F hitung lebih besar dibanding F tabel maka model yang digunakan fit atau baik. Nilai F hitung dapat dilihat pada hasil regresi dan nilai F tabel didapat melalui sig. α = 0,05 dengan df1=k-1 dan df 2 = n-k.
Hasil uji – F antara keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem terhadap motivasi kerja dapat dilihat hasilnya pada tabel berikut:
Tabel 16
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1
Regression 277.314 1 277.314 26.008 .000b
Residual 245.246 23 10.663
Total 522.560 24
a. Dependent Variable: VARIABEL_Y b. Predictors: (Constant), VARIABEL_X
Fhitung sebesar 26,008, sementara F tabel dengan df1=2-1=1 dan df2=25- 1=24, maka diperoleh Ftabel= 4,26. Nilai Fhitunglebih besar dibanding Ftabel(26.008
> 4.26) dengan demikian model regresi antara keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem terhadap informasi akuntansi karyawan dinyatakan fit atau baik.
Pembuktian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini akan dilakukan dari hasil uji parsial dengan menggunakan uji t. Hasil uji t antara keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem terhadap motivasi kerja dapat dilihat hasilnya sebagai berikut:
Tabel 17
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 44.910 17.043 2.635 .015
VARIABEL_X .913 .179 .728 5.100 .000
a. Dependent Variable: VARIABEL_Y
Nilai thitung keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem terhadap informasi akuntansi sebesar 2.635, sementara untuk t tabel dengan sig. α
= 0,05 dan df = n-k, yaitu 25-1=24, maka diperoleh t tabel satu sisi sebesar 1,71088. Nilai thitung lebih besar dibanding t table (2.635> 1,71088), hal ini menunjukkan diterimanya hipotesa yang menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem terhadap informasi akuntansi.