• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

hidup masyarakat atau penduduknya suatu pemerintahan atau para pemimpin sudah jelas akan menyediakan sarana dan prasarana bagi penduduknya.

Demikian juga pada pemerintah setempat di wilayah kecamatan Lappariajayang memberikan pelayanan penuh untuk penduduknya dengan menyediakan sarana dan prasarana demi mendukung kelancaran kehidupan bermasyarakat.

Berbagai macam sarana dan prasarana yang disediakan oleh pemerintah Kecamatan Lappariaja bagi masyarakatnya seperti fasilitas kesehatan, sarana perdagangan, dan mesjid sebagai tempat ibadah.

Desa Pattuku Limpoe Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone memiliki perhatian yang cukup tinggi dalam usaha peningkatan mutu pendidikan. Usaha tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.

pada tahun Ajaran 2013/2014 institusi pendidikan semakin komplit baik dari sekolah negeri maupun swasta yang berada di bawah naungan Dinas pendidikan Nasional dan Departemen Agama dimana jumlah TK di Didesa Pattuku Limpoe terdapat 2 sekolah Sedangkan Tingkat SD Negeri sebanyak 2 sekolah. Untuk tingkat SLTP sebanyak 1 sekolah. Sedangkan untuk tingkat SMA/SMK didesa Pattuku Limpoe Belum memiliki sampai sekaran.

berkumpul dengan teman yang lain, mengadakan pesta minum-minuman keras remaja dapat terjerumus ke dalam masalah miras karena pengaruh dari lingkungan pergaulan. Mereka yang memakai selalu mempunyai “kelompok pemakai”.Awalnya seseorang hanya mencoba-coba karena keluarga atau teman- teman menggunakannya, namun ada yang kemudian menjadi kebiasaan. Pada remaja adanya “ajakan” atau “tawaran” dari teman. Tanpa berusaha menolak, sebab takut temannya marah, sehingga menuruti semua permintaan temannya.

Apabila seseorang telah menjadi terbiasa memakainya dan karena mudah untuk mendapatkannya, maka dia akan mulai memakainya sendiri sampai tahu-tahu telah menjadi ketagihan dan sulit disembuhkan. Serta banyaknya film dan sarana hiburan yang memberikan contoh “model pergaulan modern” biasanya mendorong mereka kepada pemakaian secara berkelompok.

seperti wawan cara berikut dengan Aco (bukan nama sebenarnya)

biasanya saya disini minum ballo karena baku panggil-panggil sama teman, karna kalau teman panggil pergi minum ballo kalau menolak tidak enak rasanya karna kita bersahabat jadi saya ikut juga untuk ramai-ramai minum ballo”(wawancara 12 mei 2015)

Hal yang hampir senada yang dikemukakakan oleh akmal (bukan nama sebenarnya )

Minunga tua pai konaollika sibawakku sebap konaolliki nadetaloa nasengi detasetia kawan jadi laona supaya ramai-ramaika minum tua pai karan kocalaleku minum tua pai denamagello rasanna tapi komaegaka magello rasanna minum karna marukka-rukkaki”

(wawancara 17 mei 2015)

Namun apa yang diungkapkan Akamal (bukan nama sebenarnya ) hampir sama apa yang diungkapkan oleh Redi ( bukan nama sebenarnya ) bahwa.

Kalau teman-teman disini ikut minum ballo karna biasa kita kumpul- kumpul kalau malam sama teman, jadi kalau uda ada teman yang ngajak pergi minum iya sama-sama semua maki rama-ramai supaya seruh (wawancara 20 mei 2015)

Dari hasil wawancara di atas menujukan bahwa remaja minum ballo dilakukan secara berkelompok karna remaja ini menerima ajakan dari teman kelompoknya. Sperti wawancara saya salah satu tokoh masyarakat (H.Taslim) sebagai berikut:

remaja disini minum ballo karna bakumpanggil-panggil sama teman sepermainannya ( wawancara 20 mei 2015).

Hal hampir senada yang diungkapkan salah satu tokoh masyarakat (Pasoro) sebgai berikut:

“adanya ajakan dari teman sehingga didaerah disini banyak remaja minum ballo”(wawancara 21 mei 2015)

Namun ada remaja ikut minum ballo karna takut ditinggalkan sama temannya sehngga dia juga ikut minum ballo demi sebuah kelompok agar dia tidak dikucilkan sama teman kelompoknya seperti hasil wawancara dengan supa (bukan nama sebenarnya ) sebagai berikut :

Saya biasanya minum ballo baru pergi kepesata pernikahan karna tidak seru kalau dipanggil teman piminum balllo baru tidak ikut karna saya dicuekin kalau tidak minumka juga karna katanya bukan teman sejati kalau tidak minum ballo juga, baru saya juga merasa tidak enak kalau tidak minum karna teman-teman yang lain minum semua masa saya tidak jadi saya juga ikut minum baru pergi (wawancara 25 mei 2015)

Namun ada juga remaja minum ballo supaya dia merasa tidak malu didepan banyak orang karan pemikirin remaja ini bahwa denga meminum ballo

nama sebenarnay) sebagai berikut :

Aku minum ballo baru biasa kepesta supaya pede dan tidak merasa malu karna kalau saya kepesta kalau ada elektonk saya biasa naik menyumbangkan lagu satu atau lebi jadi kalau saya suda minum ballo saya tidak malu joget-joget sama temanku tetapi kalau tidak mimum balloka dulu baru menyanyi malu-maluka joget ha,,,,ah.,,,ha”.(wawancara 12 mei 2015

Hal yang hampir senada yang diungkapkan oleh Aco (bukan nama sebenarnya )

Saya biasa minum ballo baru kepesata supaya saya merasa pede karna kalau saya tidak minum baru pergi saya tidak merasa pede kalau banyak orang apa lagi kalau uda banayk cewek saya malu bicara kalau belum minum ballo.(wawancara 12 mei 2015)

Hasil wawancara di atas mendeskripsikan bahwa remaja meminu ballo karna dia tidak merasa pede kalau dia belum minum ballo kalau suda banyak orang makanya remaja pede kalau banyak orang makanya dengan jalan dia minum ballo agar dia pede walaupun banyak orang dan dilakukan secara berkelompok atau kumpul-kumpul sama teman-teman sepermainanya. Di samping itu merasa takut, apabila temannya marah, dan akhirnya kehilangan teman-temannya. namun Ia juga mengatakan bahwa minuman ballo kalau sendiri tidak mampu minum banyak tapi kalau dikerjakan secara ramai-ramai bisa menambakan daya minumnya apabila diminum dengan dosis yang cukup tinggi. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Anto ;

biasa kalau saya minum ballo kalau saya sendiri saya hanya mampu minum satu gelas tapi kalau saya minum ballo ramai-ramai saya biasa minum lima gelas bahkan sampai tujuh gelas kalau banyak ditemani bahka bisa lebi dari itu kalau banayk ballo”(wawancara 11 mei 2015)

Namau remaja meminum ballo secara berkelompok karna klau dia

minum balllo baru tidak ada yang natemani rasanya itu ballo tidak enak seperti hasil wawancara saya dengan iwan (bukan nama sebenarnya) sebagai berikut :

Kalau minum ballo tidak ada ditemani tidak seru karna tidak ada yang ditemani cerita-cerita dan rasanya itu ballo tidak enak tapi kalau ada ditemanai rasanya enak sekali apa lagi kalau sambil nyanyi-nyanyi walaupun lagunya biasa tidak nyambung dengan musiknya tetapi tetap seru karna kita kumpul-kumpul sama teman”(wawancara 06 juni 2015) Dari hasil wawancara respondeng diatas bahwa remaja minum ballo didesa Pattuku Limpoe secara berkelompok karna remaja bakupanggil-panggil sama temannya karna kalau dia di panggil baru tidak ikut dia akan ditinggalkan sama temanya dengan perasaan takut di tinggal sendiri jadi dia ikuti peraturan kelompoknya seperti minum ballo dan kumpul-kumpul sama kelompoknya.

Namau ada juga remaja berpikiran bahwa denga meminum ballo itu dapa menhilangkan rasa malu makanya dia ikut minum ballo juga.

2. Dampak minuman ballo terhadap remaja

Remaja yang sejak awal pubertas menunjukkan kurang suka belajar, sering bolos, dan menyukai permainan seperti pachinko atau permainan lain yang mengandung unsur perjudian biasanya mengalami ketidakpuasan emosional di rumah dan tidak mampu mengatasi permasalahan remaja dan gejolak jiwa remajanya. Ia frustrasi dan gelisah dengan perasan itu biasa remaja melakukan sesuatu yang melanggar aturan didalam lingkungan tempat tinggalnya seperti yang dilakukan salah satu informan saya Paci (bukan nama sebenarnya) sebagai berikut :

Kalau saya minum ballo biasanya perasaan saya tenang tidak ada pikiran yang jelek semua perasaan saya tenang seakan-akan tidak ada

bebang dalam pikiran saya apa lagi kalau suda banyak saya minum tamba tetang saya rasa”. (wawancara 10 juli 2015)

Hal hampir senada yang diungkapkan akmal (bukan nama sebenarnya ) bahwa,

Persaan saya kalau suda minum ballo tenang semua masalah dilupakan karna biasa kalau ada tugas disekolah dan saya tidak bisa kerjakan biasa saya pergi minum ballo jadi semua tugas disekolah hilang dipikiran ( wawancara 17 mei 2015 )

Bahwa sesuatu yang dilakukan remaja ini agar pikiranya bisa tenang dengan jalan pergi minum ballo karna denga minum ballo pikiranya yang kacau menjadi tenamg. Namau ada juga remaja meminu ballo karna dengan minum ballo ia merasa hangat tubuhnya, Redi (bukan nama sebenarnya ) yang tempat tinggalnya salah satu gunung yang ada didesa Pattu Limpoe sebagai berikut :

Biasa kalau saya merasa dingin baru minum ballo perasaan saya jadi panas akibat suhu tubuh saya menjadi meningkat sehingga perasaan dingin saya hilang karna kitakan orang tinggal di gunung biasa suhu tubuh terasa dingin apa lagi kalau dimalam hari jadi saya biasanya minum ballo untuk menhangatkan tubuh”. (wawancara 14 mei 2015)

Fenomena tersebut diatas dari informan ada yang berfikir bahwa dengan meminum ballo pikiran kita tenang dan ada juga berfikiran inigin menhangatkan tubuh bukan dia mimnum ballo karna paktor banyak yang dia pikirkan seperti inporman yang lain tapi dia minum ballo karna hanya semata- mata ingin menhangatka tubuhnya yang dingin seperti wawancara di atas tetapi dengan meminum minuma yang mengandung alkohol seperti ballo bisa membuat seseoran hilang kesadaranya bahkan ada yang sampai menggal karna pengaruh alkohol. Seperi biasanya remaja meminum minuman yang

mengandung alkoho. Setelah beberapa saat minum, kemudian, merasakan kepalanya agak pening dan sulit sekali untuk berjalan,bahkan sampai mual-mual sampai munta dan sudah banyak yang mulai bicara sendiri, secara jelasnya dapat dilihat dalam wawancara saya dengan supe (bukan nama sebenarnya) bawah ini :

Iya biasa kalau saya suda terlalu banyak saya minum saya muntah- muntah dan biasa saya tidak sadar kalau saya tidur dengan hasil muntahan saya itupi baru sadarka biasa kalau pagiki”.(wawancara 20 mei 2015)

Hal yang hampir senada dikemukankan oleh Paci yang tinggal dilereng gunung bahwa :

Kominunga tua biasa mapeddi ulukku, biasa mapeddi sampai sesso ciwenni tapi tetap tokka minum tua konaollika silokku karna maccoe ramai-ramai tokka iya supaya naseng tokka jago silokku”. (wawancara 28 mei 2015)

Dari kejadian diatas bahwa remaja ikut minum ballo agar dia diakui dari kelompoknya walaupun dia merasakan sakit kalau suda minum ballo tapi tetap iya minum ballo namuan lain hasil wawancara dengan Iwan (bukn nama sebenarnya ) sebagai berikut :

Biasa kalau saya suda minum ballo apa lagi kalau suda banyak saya minum saya biasanya pergi dipinggir jalan atau dinggir lapangan main gitar sambil menyanyi sama teman saya, biasa subuh baru saya pulang tidur.(wawancara 10 juni 2015)

Namu dengan kebiasan remaja ikut dalam sebuah kelompok sehingga dia ikut dalam aturan kelompoknya walaupun dia sadar bahwa apa yang dilakukannya itu tidak baik karna kalau dia suda mengomsumsinya kepalanya jadi pusing dan suka bicara sembarang namun karna teman dia ikut juga minum

ballo, kalau dia suda minum ballo dia pergi sama kelompoknya main gitar dipinggir lapangan atau pinggir jalanan nongkrong, pada saat malam hari pukul 10.30 WIB, di sana merupakan ajang untuk bertukar pikiran dan untuk mencari hiburan agar tidak merasa kesepian, di Desa Pattuku Limpoe tidak asing bagi kalangan remaja, keluar malam bahkan ada yang sampai pagi hari.

Hasil wawancara tersebut mendeskrifsikan bahwa remaja yang suda minum ballo dia pergi nongkrong dipinggir jalan atau dipinggir lapangan senbagai ajang untuk bertukar pikiran dan sekaligus untuk mencari hiburan dimalam hari untuk mengisi kekosongan kalau pulang dirumah cepat dan untuk menhindari juga agar orang tuanya tidak mengetahuinya kalau dia dari minum ballo.

3. Faktor yang mendukung remaja dalam mengomsumsi ballo.

Masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan.

Perubahan yang terjadi bukan hanya menuju kearah kemajuan, tetapi dapat pula menuju kearah kemunduran.terkadang perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung dengan cepat, sehingga membingungkan dan menimbulkan

“kejutan budaya” bagi masyarakat.Perubahan itu dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan, seperti peralatan dan perkembangan hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, serta religi/keyakinan.

Namun, dalam kehidupan remaja yang mencari jati diri dan bebas bergaul sama siapa saja tampa diketahui orang tuanya dan ikut aturan kelompoknya seperti minum ballo dan banyak hal yang mendukun remaja mengonsumsi ballo seperti hasil wawancara dengan Aco (bukan nama sebenarnay) sebagai berikut :

“Saya biasa minum ballo supaya teman saya akui saya kalau saya juga bisa seperti dia karna sayakan punya kelompok jadi kalau kelompok saya pergi minum ballo saya juga ikut supaya teman saya juga bangga sama saya karna ikut peraturan kelompok”. (wawancara 10 juli ) Hal hampir senada yang diungkapkan supe (bukan nama sebenarnya), bahwa,

Kalau saya minum ballo supaya teman saya anggap kalau saya setia kawan dan selalu ikut aturan tema, walaupun banyak masyarakat mencap saya kalau saya pecandu ballo, namun saya minum ballo karna persatuan teman (wawancara 20 mei 2015)

Hasil wawancara tersebut mendeskrifsikan bahwa remaja ikut minum ballo karna dia ingin di akui sama kelompoknya kalau dia jago bisa seperti temannya yang lain yaitu bisa mengikuti peraturan kelompoknya walaupun dia dicap oleh masyarakat kalau dia pecandu ballo namun ada juga remaja ikut minum ballo karna melihat kebiasaan orang tuanya seperti hasil wawancara saya pada Paci (bukan nama sebenarnya) seperti berikut

Saya biasa minum ballo karna saya melihat orang tua saya juga biasa minum ballo malahan biasa saya sama-sama pergi minum ballo dan biasa juga orang tuasa saya panggil saya pergi minum ballo jadi saya ikut juga minum ballo karna saya di panggil”.(wawancara 28 mei 2015)

Dari wawancara diatas menunjukan bahwa memang pemikiran remaja ini sangat di akui dalam kelompoknya karna dia setia kawan namun tapi didalam pandangan masyarakat sebagian menggap bahwa kesetian remaja dalam kelompoknya itu perbuatan yang melanggar norma yang ada di Desa Pattuku Limpoe karna dia berbuat sesuatu sesuatu yang tidak disukai orang kebanyakan seperti minum ballo namau ada juga orang tua malahan membiarkan anaknya minum minuman kerasa

Dari hasil wawancara diatas menunjukan bahwa remaja ikut minum minuman keras atau minum ballo karna dia melihat kebiasaan orang tuanya bahkan sampai orang tuanya sendiri yang mengajaknya untuk minum ballo dengan adanya orang tua yang menjadi contoh remaja yang lain sehingga remaja yang lain mempunya cela untuk ikut minum ballo seperti hasil wawancara saya dengan Supa (bukan nama aslinya ) sebagai berikut:

Saya biasa minum ballo dirumah teman saya karna ada teman saya juga orang tuanya suka minum ballo juga jadi biasa saya kesana pergi minum ballo secara sembunyi-sembunyi supaya orang tua saya tidak tau karna orang tuaku marah kalau dia tau kalau saya minum ballo

(wawancara 01 juni 2015 )

Hal hampir senada dengan hasil wawancara dengan Paci (bukan nama sebenarnya) bahwa,

Aku minum ballo biasanya sembunyi-sembunyi karna saya takut dengan orang tuaku jadi kalau saya mau minum ballo saya pergi dirumahnya temanku supaya orang tuaku tidak tau kalau saya pergi minum ballo (wawancara 28 mei 2015)

Namun ada juga remaja minum ballo secara sembunyi-sembunyi karna takut ketahuan dengan orang tuanya seperti hasil wawancara berikut dengan iwan (bukan nama sebenarnya)

“Kalau saya minum ballo biasa saya sembunyi-sembunyi dirumah kebungnya orang supaya orang tua saya tidak tau kalau saya pergi minum ballo ( wawancara 10 juni )

Hasil wawancara diatas menunjukan bahwa remaja meminum ballo sebagian melaksanakanya secara sembunyi dan tertutup karna takut sama orang tuanya namun pengawasan orang tua yang kurang sehingga anaknya bebas berteman siapa saja. Namun dalam pertemanan remaja dalam pergaulan kejalan yang salah sehingga remaja berteman yang suka minum ballo akihrnya dia juga

ikut-ikutan minum ballo karna remaja sangat sulit menolak ajakan temannya karna kalau dia menolak dia merasa tidak enak sama temannaya sehingga awalnay dia terpaksa ikut minum ballo namun lama kelamaan karna ajakan teman dia merasa kecanduan jadi dia menjadi aktif minum ballo. Apalagi didukung dengan mudahnya remaja mendapatkan ballo seperti hasil wawancara berikut dengan iwan (bukan nama aslinya).

“em….em….Untuk mendapatkan ballo biasa saya pergi dirumahnya temanku karna orang tuanya biasa dia bikin ballo jadi saya pergi disana sama teman-teman saya minum ballo karna tidak dibeli tapi kalau biasa orang tuanya temanku tidak bikin saya kumpul-kumpul uang sama temanku baru pergi beli ballo sepuluh liter baru saya minum sama-sama teman saya”. (wawancara 23 mei 2015 )

Namun hal hampir yang senada dengan hasil wawancara dengan informan yang lain bahwa untuk mendapatkan ballo menurut dia sangat mudah karna perlu membutuka modal baru bias mendapatka ballo seperti hasil wawancara dengan supe (bukan nama sebenarnya) sebagai berikut:

“Saya biasa mendapatkan ballo dengan jalan beli, biasa saya beli sendiri ballo biasa juga ceka-ceka dengan teman kalau uang saya tidak cukup untuk beli sendiri baru saya minum sama-sama. (wawancara 7 mei 2015)

Hampir senada dengan hasil wawancara saya dengan salah satu responden saya supa (bukan nama sebenarnya ) bahwa,

Kalau saya mau minum ballo saya beli sendiri karna harga ballo murah hanya 5.000 suda dapat 1 liter tidak sama kalau minuman botol mahal dan biasa juga kumpul kumpul uang sama teman kalau tidak cukup untuk beli sendiri baru diminum sama-sama”(wawancara 01 juni 2015

Dari hasi wawancara di atas menunjukan bahwa untuk mndapatkan balla itu sangat muda karna remaja cukup mempunya uang lima ribu rupiah dia suda bisa mendapatka ballo untuk dia minum bersama dengan kelompoknya.

Dengan harga yang begitu murah remaja suda bebas meminum ballo tampa diketahui orang tuanya.

Dokumen terkait