• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS (Halaman 54-64)

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

dalam bentuk dana pihak ketiga. Sedangkan di sisi financing, bank syariah menyalurkan dana yang telah terkumpul dari dana pihak ketiga tersebut ke berbagai sektor usaha dalam berbagai bentuk produk pembiayaan (salah satunya adalah pembiayaan mudharabah). Segi financing inilah yang akan muncul pada sisi asset neraca bank dalam bentuk earning asset. Earning inilah yang menjadi sumber pendapatan bank, yang pada gilirannya akan dibagi hasil kan oleh bank kepada nasabah pihak ketiga (pemilik rekening giro, deposito, atau tabungan).

Dilansir dari laporan tahunan bank syariah mandiri 2019 apabila pembiayaan mudharabah mengalami penurunan nilai akibat hilang, rusak, atau faktor lain sebelum dimulainya usaha karena adanya kerusakan atau sebab lainnya tanpa adanya kelalaian atau kesalahan pihak pengelola dana, maka rugi tersebut mengurangi saldo pembiayaan mudharabah dan diakui sebagai kerugian bank. Apabila pembiayaan mudharabah mengalami penurunan nilai akibat hilang, rusak, atau faktor lain setelah dimulainya usaha tanpa adanya kelalaian atau kesalahan pengelola dana maka kerugian penurunan nilai tersebut diperhitungkan pada saat bagi hasil. Kerugian pembiayaan mudharabah akibat kelalaian atau kesalahan pengelola dana dibebankan pada pengelola dana dan tidak mengurangi pembiayaan mudharabah.

Berdasarkan hasil wawancara (tanggal 4 oktober) oleh informan yang berinisial M yang menjabat sebagai Customer Service mengatakan bahwa pembiayaan mudharabah dimulai ketika seorang nasabah yang bertindak sebagai pihak mudharib atau pemilik dana menyimpan dana di bank syariah mandiri lalu bank syariah mandiri sebagai shahibul mal atau

pengelola dana memutuskan untuk mengelola dana yang disimpan oleh nasabah tersebut, setelah itu ada nasabah yang bertindak sebagai pihak ketiga yang membutuhkan dana. Pihak ketiga disini biasanya adalah seorang pengusaha yang sedang merintis usahanya dan memerlukan dana untuk mengembangkan usahanya agar lebih maju. Setelah pihak ketiga mengajukan permohonan dana kepada bank syariah sebagai pihak kedua atau perantara, kemudian terjadilah akad atau perjanjian antara bank syariah mandiri sebagai pemberi dana dan pihak ketiga sebagai pemohon dana.

Setelah terjadi akad antara bank syariah sebagai pemberi dana dan pihak ketiga sebagai pemohon dana, dana kemudian dicairkan kepada pihak ketiga yang kemudian akan digunakan untuk membangun usahanya, tapi di sisi lain pihak bank mandiri syariah harus memastikan bahwa dana tersebut betul-betul digunakan untuk kepentingan usaha bukan untuk kepentingan lain, seperti contoh jika pengusaha atau pihak ketiga ingin membeli kendaraan demi menunjang kelancaran usahanya maka bank syariah akan memastikan bahwa dana yang dicairkan tersebut betul-betul digunakan untuk membeli kendaraan dan bank syariah sendiri yang akan membelikan secara langsung kendaraan tersebut dan pihak ketiga akan membayar secara bertahap atau angsuran sesuai dengan perjanjian dengan pihak bank syariah.

2. Penerapan Revenue Sharing Mudharabah Pada PT Bank Syariah Mandiri KC Makassar

Suatu bank yang menggunakan sistem bagi hasil berdasarkan revenue sharing ialah bagi hasil yang akan didistribusikan dihitung dari

total pendapatan bank sebelum dikurangi biaya bank, maka kemungkinan yang akan terjadi adalah tingkat bagi hasil yang diterima oleh pemilik dana akan lebih besar dibandingkan dengan tingkat suku bunga pasar yang berlaku. Kondisi ini akan mempengaruhi para pemilik dana akan untuk mengarahkan investasinya kepada bank syariah yang nyatanya justru mampu memberikan hasil yang optimal, sehingga akan berdampak kepada. peningkatan total dana kepada pihak ketiga dengan cepat harus mampu diimbangi dengan penyalurannya dalam berbagai bentuk produk aset yang menarik, layak dan mampu memberikan profitabilitas yang maksimal (Meta Tridiana 2017:19).

Berdasarkan informasi yang didapat dari hasil wawancara informan yang berinisial M menyatakan bahwa Sistem revenue adalah sistem bagi hasil yang dihitung dari jumlah pendapatan pengelolaan dana tanpa dikurangi dengan biaya pengelolaan dana. Revenue sharing berlaku pada pendapatan bank yang akan dibagikan dihitung berdasarkan pendapatan kotor (gross sales), yang digunakan dalam menghitung bagi hasil untuk produk pendanaan bank. Bank mandiri syariah mempublikasikan sistem pada masyarakat dengan istilah revenue sharing, yaitu sistem bagi hasil yang dihitung dari Jumlah pendapatan pengelolaan dana tanpa dikurangi dengan biaya pengelolaan dana. Lebih jelasnya revenue sharing adalah perhitungan bagi hasil didasarkan kepada total seluruh pendapatan yang diterima sebelum dikurangi dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut. Sistem revenue sharing berlaku pada pendapatan bank yang akan dibagikan dihitung berdasarkan pendapatan kotor (gross sales), yang digunakan dalam menghitung bagi

hasil untuk produk pendanaan bank.

Berdasarkan hasil wawancara oleh informan berinisial M mengatakan bahwa Revenue sharing ini dimulai Ketika nasabah yang bertindak sebagai shahibul mal menyimpan dana di bank, lalu pihak bank sebagai mudharib yang mengelola dana tersebut kemudian memberi pinjaman kepada nasabah yang membutuhkan dana yang biasanya adalah seorang pengusaha yang baru ingin merintis usahanya dan menggunakan dana tersebut sebagai modal usaha setelah pihak ketiga mengajukan permohonan dana kepada bank syariah sebagai pihak kedua atau perantara, kemudian terjadilah akad atau perjanjian antara bank syariah mandiri sebagai pemberi dana dan pihak ketiga sebagai pemohon dana.

Kemudian dari pelunasan yang dilakukan oleh nasabah yang meminjam dana tersebut baik itu pelunasan secara kredit maupun secara langsung akan menimbulkan margin atau pendapatan bagi bank atau pengelola dana. Disinilah proses pembagian hasil revenue sharing terjadi bank akan langsung membagi hasil pendapatan tersebut sebelum dikurangi beban operasional seperti beban pajak dan beban lainnya sesuai atas nisbah yang ditentukan.

Dilansir dari laporan tahunan 2019 bank mandiri syariah jumlah pendapatan marjin dan bagi hasil atas pembiayaan yang diberikan dana atas aset produktif lainnya akan dibagikan kepada nasabah penyimpan dana dan bank, dihitung secara proporsional sesuai dengan alokasi dana nasabah dan bank yang dipakai dalam pembiayaan yang diberikan dan aset produktif lainnya yang disalurkan. Selanjutnya, jumlah pendapatan marjin dan bagi hasil yang tersedia untuk nasabah tersebut kemudian

dibagi hasilkan ke nasabah penabung dan deposan sebagai shahibul mal dan bank sebagai mudharib sesuai dengan porsi nisbah bagi hasil yang telah disepakati bersama sebelumnya. Pendapatan marjin dan bagi hasil dari pembiayaan dan aset produktif lainnya yang memakai dana bank, seluruhnya menjadi milik bank, termasuk pendapatan dari transaksi bank berbasis imbalan.

3. Perhitungan bagi hasil pada bank Mandiri Syariah KC makassar Dalam pembiayaan mudharabah di Bank syariah Mandiri menggunakan prinsip bagi hasil dalam pelaksanaanya. Langkah-langkah dalam perhitungan bagi hasil yaitu

a. Penentuan nisbah

Penetapan nisbah bagi hasil untuk tabungan Mudharabah dalam Bank Mandiri Syariah Kc Makassar adalah untuk nasabah dengan saldo dibawah Rp. 100.000.000,- maka nisbah bagi hasilnya 12:88, untuk nasabah 12% dan bank 88%, sedangkan nasabah dengan saldo di atas Rp 100.000.000,- maka nisbah bagi hasilnya 17:83, untuk nasabah 17% dan bank 83%.

b. Menghitung saldo rata-rata tabungan masing-masing nasabah

Penentuan nisbah dan perhitungan bagi hasil pada mudharabah didasarkan pada :

1) Besarnya nisbah didasarkan pada kesepakatan bersama

2) Perhitungan bagi hasil akan dilakukan atas dasar saldo rata-rata 3) Bagi hasil akan dibayarkan setiap bulan

Adapun rumus yang digunakan dalam perhitungan bagi hasil pada bank mandiri syariah KC Makassar :

X X =

Berikut ini perhitungan bagi hasil di bank mandiri syariah KC Makassar yang diberikan oleh informan ibu M pada saat proses wawancara:

Bapak Sarman menyimpan/menabung dana di PT. Bank Mandiri Syariah KC Makassar pada bulan Agustus 2019 saldo rata-rata tabungan sebesar Rp 1.000.000.- , nisbah bagi hasil (nisbah) antara bank dan nasabah adalah 83:17 , 83% untuk bank dan 17% untuk nasabah.

Adapun saldo rata-rata tabungan seluruh nasabah BSM pada bulan Agustus sebesar Rp 2.000.000.000.-, pendapatan bank yang dibagi hasilkan untuk nasabah tabungan Rp 200.000.000.-. Maka nasabah memperoleh bagi hasil:

Diketahui:

Saldo rata-rata simpan nasabah : Rp 1.000.000 Perbandingan bagi hasil (nisbah) : 83:17

Saldo rata-rata seluruh simpanan sejenis : Rp 2.000.000.000 Pendapatan bank yang yang dibagi hasilkan : Rp 200.000.000 Adapun perhitungan bagi hasil sebagai berikut:

Rp 1.000.000 X Rp 200.000.000 X 17%

Rp 2.000.000.000

= Rp 0,0005 X Rp 200.000.000 X 17%

= Rp 100.000 X 17% = 17.000 ( sebelum dipotong pajak)

Saldo rata-rata Simpanan nasabah

Saldo rata-rata seluruh simpanan sejenis

Total pendapatan distribusi bagi

hasil untuk simpanan sejenis

Nisbah bagi hasil

Keuntungan atas bagi hasil

Maka, bagi hasil yang diterima pak Sarman sebesar Rp. 17.000.

4. Pembiayaan Mudharabah Pada Bank Syariah Mandiri

Adapun pembiayaan mudharabah bank syariah mandiri yang dikutip dari laporan tahunan 2019 sebagai berikut:

a. Pembiayaan Mudharabah Berdasarkan Sektor Ekonomi, Mata Uang, Dan Kolektibilitas

(Dinyatakan Dalam Bentuk Rupiah)

Tahun 2019

Rupiah

Lancar

Perhatian Khusus

Kurang

Lancar Diragukan Macet Jumlah

Perdagangan 62.613 - - - - 62.613

Jasa dunia usaha 943 - - - - 943

Konstruksi 5.630 - - - - 5.630

Pertanian 6.457 - - - - 6.457

Listrik, gas, dan air - - - -

Lain-lain 1.642.584 2.194 3.089 405 4.235 1.652.507 Jumlah pembiayaan

Mudharabah 1.718.227 2.194 3.089 405 4.235 1.728.150 Penyisihan kerugian (16.850) (99) (347) (203) (4.235) (21.734 ) Bersih 1.701.377 2.095 2.742 202 - 1.706.416

Tahun 2018

Rupiah

Lancar

Perhatian Khusus

Kurang

Lancar Diragukan Macet Jumlah

Perdagangan 183.915 - - 55 - 183.970

Jasa dunia usaha 744 - - - - 744

Konstruksi 6.271 - - - - 6.271

Pertanian 10.037 20 - - 20 10.077

Listrik, gas, dan air 1.091 - - - - 1.091

Lain-lain 3.038.823 7.717 2.301 14.958 7.078 3.070.877 Jumlah pembiayaan

Mudharabah 3.240.881 7.737 2.301 15.013 7.098 3.273.030 Penyisihan kerugian (31.790) (376) (247) (6.914) (7.098) (46.425) Bersih 3.209.091 7.361 2.054 8.099 - 3.226.605

b. Pembiayaan mudharabah Berdasarkan Jangka Waktu (Dinyatakan Dalam Bentuk Rupiah)

Rupiah

2019 2018

Sampai dengan 1 tahun 3.206 27.130

Lebih dari 1 - 2 tahun 95.246 137.885

Lebih dari 2 - 5 tahun 1.191.258 2.539.192

Lebih dari 5 tahun 438.440 568.823

Jumlah pembiayaan mudharabah 1.728.150 3.273.030

Penyisihan kerugian (21.734) (46.425)

Bersih 1.706.416 3.226.605

c. Pembiayaan Mudharabah Berdasarkan Sisa Umur Jatuh Tempo (Dinyatakan Dalam Bentuk Rupiah)

2019 2018 Rupiah

Sampai dengan 1 tahun 392.129 487.890

Lebih dari 1 - 2 tahun 896.807 1.029.946

Lebih dari 2 - 5 tahun 272.592 1.577.986

Lebih dari 5 tahun 166.622 177.208

Jumlah pembiayaan mudharabah 1.728.150 3.273.030

Penyisihan kerugian (21.734) (46.425)

Bersih 1.706.416 3.226.605

d. Pembiayaan Mudharabah Berdasarkan Pihak (Dinyatakan Dalam Bentuk Rupiah)

2019 2018

Pihak ketiga 1.611.238 3.084.369

Pihak berelasi 116.912 188.661

Jumlah pembiayaan mudharabah 1.728.150 3.273.030

e. Ikhtisaran perubahan penyisihan kerugian pembiayaan mudharabah adalah sebagai berikut :

2019

Rupiah Mata Uang Asing Jumlah

Saldo awal tahun 46.425 - 46.425

Penyisihan selama tahun

Berjalan 2.814 - 2.814

Penerimaan kembali piutang

yang telah dihapuskan 3.463 - 3.463

Penghapusan selama

tahun berjalan (30.968) - (30.968)

Saldo akhir tahun 21.734 - 21.734

2018

Rupiah Mata Uang Asing Jumlah

Saldo awal tahun 38.388 - 38.388

Penyisihan selama tahun

Berjalan 47.414 - 47.414

Penerimaan kembali piutang

yang telah dihapuskan 5.290 - 5.290 Penghapusan selama

tahun berjalan (44.667) - (44.667)

Saldo akhir tahun 46.425 - 46.425 Manajemen berpendapat bahwa penyisihan kerugian yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya pembiayaan mudharabah.

Dalam dokumen FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS (Halaman 54-64)

Dokumen terkait