BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada kelas VII SMP Negeri 6 Moncongloe Kabupaten Maros, maka penulis melakukan pengumpulan data dan memperoleh data hasil belajar berupa nilai pretest dan posttest siswa sebagai berikut.
1. Analisis Deskriptif
a. Keterlaksanaan Pembelajaran
Teknik analisis data terhadap keterlaksanaan pembelajaran digunakan analisis rata-rata. Artinya tingkat keterlaksanaan pembelajaran dihitung dengan cara menjumlah nilai tiap aspek kemudian membaginya dengan banyak aspek yang dinilai.
Data tentang keterlaksanaan pembelajaran model Missouri Mathematics Project (MMP) diambil dari hasil observer terhadap peneliti selama tiga kali pertemuan dan dapat dilihat dalam tabel berikut.
lxii
Tabel 4.1 Pengamatan Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika melalui Penerapan Model Missouri Mathematics Project (MMP)
No Aspek yang Pengamatan
PERTEMUAN Rata-
Rata
Kategori 1 2 3 4 5
I Pendahuluan/Review 1 Guru meminta siswa
untuk menyiapkan kelas dan memimpin Do’a
P R E T E S T
4 3 4 P
O S T T E S T
3,67 Sangat Baik 2 Guru membuka
pembelajaran dengan mengucapkan salam kemudian mengecek kehadiran siswa
4 4 3 3,67 Sangat
Baik
3 Guru meninjau ulang pelajaran sebelumnya terutama yang
berkaitan dengan materi pembelajaran yang sedang dilakukan
3 3 3 3 Baik
4 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai setelah pembelajaran berlangsung.
dan membangkitkan motivasi siswa dengan memberikan 1 contoh soal yang berkaitan dengan soal PR yang dianggap sulit oleh siswa
4 4 3 3,67 Sangat
Baik
5 Guru menyampaikan pokok-pokok materi yang akan dipelajari dan memberikan gambar tentang kegunaan aljabar dalam kehidupan
4 4 4 4 Sangat
Baik
lxiii sehari-hari
Lanjutan Tabel 4.1
No Aspek Pengamatan Pertemuan Ke- Rata- Rata
Kategori 1 2 3 4 5
II Pengembangan 6 Guru memberikan
stimulus berupa pemberian materi kepada peserta didik sebagai gambaran umum dalam pembelajaran
P R E T E S T
3 3 3 P
O S T T E S T
3 Baik
7 Guru mengarahkam siswa untuk
mengamati masalah 3.1 yang terdapat dalam buku kemudian mendidkusikan dengan teman kelompoknya dan mencari solusinya
3 4 4 3,67 Sangat
Baik
8 Guru meminta setiap kelompok untuk mendeskripsikan dan menuliskan hasil yang mereka dapatkan berdasarkan hasil pengamatan
4 4 4 4 Sangat
Baik
III Latihan Terkontrol 9 Guru membagikan
LKS kepada setiap kelompok dan
membacakan petunjuk LKS sebagai
pengarahan untuk peserta didik
4 4 4 4 Sangat
Baik
10 Guru meinta siswa untuk mendiskusikan
4 3 4 3,67 Sangat
Baik
lxiv soal-soal yang terdapat
di dalam LKS dalam kelompok masing- masing dan
menemukan alternatif penyelesaian dalam LKS
Lanjutan Tabel 4.1
No Aspek Pengamatan Pertemuan Ke- Rata- Rata
Kategori 1 2 3 4 5
11 Guru mengawasi jalannya didkusi sambil berkeliling dan membimbing peserta didik jika terdapat masalah selama diskusi berjalan
3 4 4 3,67 Sangat
Baik
IV Seat Work (Kerja Mandiri)
12 Seteleh diskusi berakhir, guru mengarahkan siswa untuk
mempresentasikan hasil diskusi yang telah didapatkan
P R E T E S T
3 3 4 P
O S T T E S T
3,33 Baik
13 Guru memanggil perwakilan setiap kelompok untuk menuliskan dan mempresentasikan hasil yang didapatkan setelah melakukan diskusi
4 4 4 4 Sangat
Baik
V Penutup/Penugasan 14 Guru dan siswa
merefleksi pelajaran hari ini dan
memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa
4 3 4 3,67 Sangat
Baik
15 Guru memutup 3 3 4 3,33 Baik
lxv pembelajaran dan
meminta siswa untuk menyiapkan kelas
Total Skor 54,35 Sangat
Baik
Rata-Rata Skor 3,62
Sumber: Lampiran D
Dari tabel diatas tampak bahwa terdapat lima kegiatan pembelajaran dengan beberapa aspek yang diamanati selama tiga kali pertemuan. Dari hasil pengamatan tersebut tampak bahwa semua aspek dapat terlaksana dan berada pada kategoi sangat baik dengan rata-rata skor 3,62.
b. Hasil Belajar Matematika
Statistika deskriptif hasil belajar matematika melalui model pembelajaran Missouri Mathematics Project disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 4.2 Statistika Deskriptif Hasil Belajar Matematika melalui Model Missouri Mathematics Project
Statistik Nilai
Pretest Posttest
Mean 29,74 79,74
Median 28 79
Modus 28 78
Simpangan baku 10.717 8,606
Variansi 114.865 74,065
Nilai maksimum 74 96
Nilai minimum 10 58
Sumber : Lampiran D
lxvi
Berdasarkan Tabel 4.2, diperoleh hasil belajar matematika meningkat dengan mean (rata-rata) sebesar 29,74 pada pretest dan meningkat menjadi 79,74 pada posttest; median (nilai tengah) dari 28 meningkat menjadi 79; modus (nilai paling sering muncul) dari 28 meningkat menjadi 78; simpangan baku dari 10,71 menjadi 8,60; variansi dari 114,86 menjadi 74,06; nilai minimum dari 10 menjadi 58; dan nilai maksimum dari 74 menjadi 96.
Apabila nilai hasil belajar matematika siswa tersebut dikelompokkan dalam 5 kategori maka akan diperoleh distribusi dan persentase sebagai berikut.
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Belajar Matematika melalui Model Missouri Mathematics Project
No. Interval Kategori Frekuensi Persentase (%) Pretest Posttest Pretest Posttest
1 0-54 Sangat rendah 30 0 96,77 0
2 55-64 Rendah 0 2 0 6,45
3 65-79 Sedang 1 17 3,23 54,84
4 80-89 Tinggi 0 7 0 22,58
5 90-100 Sangat tinggi 0 5 0 16,13
Jumlah 31 31 100 100
Sumber : Lampiran D
Pada Tabel 4.3, distribusi frekuensi dan persentase hasil belajar matematika untuk pretest dan posttest menunjukan bahwa pada kategori sangat rendah dari 30 siswa (96,77%) berkurang menjadi tidak ada, pada kategori rendah dari tidak ada menjadi 2 siswa (6,45%), pada kategori sedang dari 1 siswa (3,23%) meningkat menjadi 17 siswa (54,84%), pada kategori tinggi dari tidak ada menjadi 7 siswa
lxvii
(22,58%), dan pada kategori sangat tinggi dari tidak ada menjadi 5 siswa (16,13%).
Ketuntasan hasil belajar klasikal siswa dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel 4.4 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siswa Skor Kategorisasi Frekuensi Persentase (%)
Pretest Posttest Pretest Posttest 0 Tidak tuntas 31 3 100 9,68
75 < x Tuntas 0 28 0 90,32
Jumlah 31 31 100 100
Sumber : Lampiran D Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang digunakan di SMP Negeri 6 Moncongloe Kabupaten Maros, yaitu 75. Artinya siswa dikatakan tuntas belajar jika hasil belajarnya telah mencapai minimal 75 ( ) dan ketuntasan kalsikal tercapai 75% siswa telah mencapai skor . Berdasatrkan Tabel 4.4, menunjukkan bahwa 3 dari 31 siswa atau 9,68% tidak tuntas dan 28 dari 31 siswa atau 90,32% siswa telah mencapai ketuntasan belajar.
c. Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Data pretest dan posttest siswa selanjutnya dihitung dengan menggunakan rumus normalized gain. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 6 Moncongloe setelah diterapkan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) pada pembelajaran matematika. Hasil pengolahan data yang telah dilakukan
lxviii
menunjukkan bahwa hasil normalized gain atau rata-rata gain ternormalisasi siswa setelah diajar dengan menggunakan model MMP adalah 0,71.
Statistika deskriptif gain ternormalisasi siswa melalui model pembelajaran Missouri Mathematics Project disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 4.5 Statistika Deskriptif Gain Ternormalisasi melalui Model Missouri Mathematics Project
Statistik Nilai
Gain
Mean 0,7162
Median 0,7143
Modus 0,69
Simpangan baku 0,10551
Variansi 0,011
Nilai maksimum 0,94
Nilai minimum 0,44
Sumber : Lampiran D
Untuk melihat persentase peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut.
Tabel 4.6 Deskripsi Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa setelah diterapkan Model Missouri Mathematics Project
Nilai Gain Kategori Frekuensi Persentase (%)
g 0,70 Tinggi 18 58,06
0,30 g < 0,70 Sedang 13 41,94
g > 0,30 Rendah 0 0
Jumlah 31 100
Sumber : Lampiran D
lxix
Berdasarkan Tabel 4.6, deskripsi peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan model Missouri Mathematics Project menunjukkan bahwa 18 dari 31 siswa atau 58,06% yang peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori tinggi, 13 dari 31 siswa atau 41,94% yang peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori sedang, dan tidak ada siswa yang peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori rendah. Jika rata-rata gain ternormalisasi siswa sebesar 0,71 dikonversi kedalam 3 aktegori diatas, maka rata-rata gain ternormalisasi siswa berada pada interval g 0,70. Dengan demikian peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 6 Moncongloe setelah penerapan model pembelajaran Missouri Mathematics Project berada pada kategori tinggi.
d. Aktivitas siswa
Aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung melalui model Missouri Mathematics Project disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 4.7 Aktivitas Siswa selama Pelaksanaan Pembelajaran Matematika melalui Model Missouri Mathematics Project
No. Indikator yang Diamati Pertemuan ke- Persentase 1 2 3 4 5
1 Jumlah siswa yang hadir pada saat proses
pembelajaran berlangsung
P R
30 30 29 P O
97,42
2 Siswa yang
mendengarkan dan
29 28 26 89,25
lxx memperhatikan motivasi
yang disampaikan oleh guru.
E T E S T
S T T E S T 3 Siswa yang
memperhatikan dan mencatat tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.
28 27 24 84,94
4 Siswa yang
memperhatikan materi pada saat proses pembelajaran
29 27 25 87,10
5 Siswa yang aktif
mengerjakan LKS yang diberikan oleh guru
29 28 26 89,25
6 Siswa yang bekerjasama dengan kelompoknya dalam menyelesaikan masalah dalam LKS
29 28 26 89,25
7 Siswa yang aktif bertanya pada guru
15 13 14 45,16
Lanjutan Tabel 4.7
No. Indikator yang Diamati Pertemuan ke- Persentase 1 2 3 4 5
8 Siswa yang berani mempresentasikan hasil diskusinya
P R E
8 10 9 P
O S T
29,03 9 Siswa yang merangkum
atau menyimpulkan materi
30 28 26 90,32
lxxi
pelajaran T
E S T
T E S T 10 Siswa yang mencatat
Pekerjaan Rumah (PR) yang diberikan guru
30 29 26 91,39
Jumlah 792,93
Rata-Rata 79,29
Sumber : Lampiran D Berdasarkan tabel diatas, rata-rata jumlah siswa yang hadir pada saat proses pembelajaran sebesar 97,42%, rata-rata siswa yang mendengarkan dan memperhatikan motivasi yang disampaikan oleh guru sesbesar 89,25%, rata-rata siswa yang memperhatikan dan mencatat tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru sebesar 84,95%, rata-rata siswa yang memperhatikan materi pada saat proses pembelajaran sebesar 87,10%, rata-rata siswa yang aktif mengerjakan LKS yang diberikan oleh guru sebesar 89,25%, rata-rata siswa yang bekerjasama dengan kelompoknya dalam menyelesaikan masalah dalam LKS sebesar 89,25%, rata-rata siswa yang aktif bertanya pada guru sebesar 45,16%, rata-rata Siswa yang berani mempresentasikan hasil diskusinya sebesar 29,03%, rata-rata siswa yang merangkum atau menyimpulkan materi pelajaran sebesar 90,32%, dan rata- rata siswa yang mencatat Pekerjaan Rumah (PR) yang diberikan guru 91,39%.
Secara umum, sebagian besar siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata aktivitas siswa sebesar 79,29% dan telah mencapai kriteria keefektifan aktivitas ssiwa, yaitu minimal 75%. Dengan
lxxii
demikian, model Missouri Mathematics Project efektif pada indikator aktivitas siswa
e. Respons Siswa
Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data respons siswa adalah angket respons siswa terhadap pembelajaran diukur dengan pemberian angket untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP). Dengan ketentuan kriteria yang ditetapkan dalam penelitian ini minimal 70% siswa yang memberi respons positif terhadap pembelajaran yang diisi oleh 31 orang siswa.
Respons siswa setelah mengikuti pembelajaran matematika melalui model Missouri Mathematics Project disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 4.8 Deskripsi Respons Siswa terhadap Pembelajaran Matematika melalui Penerapan Model Missouri Mathematics Project (MMP)
lxxiii
No Pertanyaan Jawaban Ya Jawaban Tidak
F % F %
1 Apakah anda menyukai pelajaran matematika dengan
menggunakan model Missouri Mathematics Project ?
28 90,32 3 9,68
2 Apakah anda menyukai cara mengajar yang diterapkan guru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model Missouri Mathematics Project ?
29 93,55 2 6,45
3 Apakah dengan model Missouri Mathematics Project dapat membantu dan mempermudah anda memahami materi pelajaran matematika?
27 87,10 4 12,90
4 Apakah anda termotivasi untuk belajar matematika, setelah diterapkan model Missouri Mathematics Project?
26 83,87 5 16,13
5 Apakah anda lebih mudah mengingat materi yang diajarkan dalam pembelajaran matematika melalui model Missouri
Mathematics Project?
22 70,97 9 29,03
6 Apakah anda senang berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam model Missouri Mathematics Project ?
28 90,32 3 9,68
7 Apakah rasa percaya diri Anda meningkat dalam mengeluarkan ide/pendapat/pertanyaan pada kegiatan pembelajaran dengan model Missouri Mathematics Project ?
19 61,29 12 38,71
8 Apakah anda merasakan ada kemajuan setelah diterapkan model Missouri Mathematics Project ?
29 93,55 2 6,45
Lanjutan Tabel 4.8
lxxiv
No Pertanyaan Jawaban Ya Jawaban Tidak
F % F %
9 Apakah anda berminat untuk mengikuti pembelajaran matematika dengan model Missouri Mathematics Project ?
26 83,87 5 16,13
Jumlah 234 754,84 45 145,16
Rata-rata 83.87 16.13
Sumber : Lampiran D
Berdasaarkan tabel diatas, 90,32% siswa menyukai pelajaran matematika dengan menggunakan model Missouri Mathematics Project, 93,55% siswa menyukai cara mengajar yang diterapkan guru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model Missouri Mathematics Project, 87,10% siswa merasa lebih mudah memahami materi pelajaran matematika dengan model Missouri Mathematics Project, 83,87% siswa termotivasi untuk belajar matematika, setelah diterapkan model Missouri Mathematics Project, 70,97% siswa lebih mudah mengingat materi yang diajarkan dalam pembelajaran matematika melalui model Missouri Mathematics Project, 90,32% siswa senang berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam model Missouri Mathematics Project, 61,29% siswa lebih merasa percaya diri dalam mengeluarkan ide/pendapat/pertanyaan pada kegiatan pembelajaran dengan model Missouri Mathematics Project, 93,55% siswa merasakan ada kemajuan setelah diterapkan model Missouri Mathematics Project, dan 83,87% siswa berminat untuk mengikuti pembelajaran matematika dengan model Missouri Mathematics Project. Meskipun masih banyak siswa yang memberikan respons negatif terhadap sejumlah pertanyaan yang diajukan, tetapi
lxxv
secara umum pembelajaran matematika melalui model Missouri Mathematics Project mendapat respons positif dari siswa. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata persentase respons positif siswa sebesar 83,87% dan respons negatif siswa sebesar 16,13%. Sesuai dengan indikator keefektifan respon siswa, yaitu minimal 70%, maka dapat disimpulkan bahwa model Missouri Mathematics Project efektif pada indikator respons siswa.
2. Analisis Inferensial Hasil Belajar
a. Pengujian Persyaratan Analisis (Uji Normalitas)
Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji kolmogrov-smirnov normality test dengan kriteria jika p a = 0,05 maka dapat diasumsikan bahwa kelompok data berdistribusi normal dan jika p < a = 0,05, maka diasumsikan bahwa kedua kelompok data tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji kolmogrov-smirnov normality test, diperoleh nilai signifikan 0,075 ( a = 0,05) pada prestest, nilai signifikan 0,065 ( a = 0,05) pada posttest dan nilai signifikan 0,487 ( a = 0,05) pada gain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data posttest dan gain dalam keadaan berdistribusi normal.
b. Pengujian Hipotesis
Uji hipotesis dianalisis dengan menggunakan uji-t untuk mengetahui apakah model Missouri Mathematics Project efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika pada sisswa kelas VII SMP Negeri 6 Moncongloe.
lxxvi Uji Hipotesis Minor
7. Rata-rata skor hasil belajar matematika siswa setelah penerapan model Missouri Mathetimatics Project (MMP) mencapai KKM 75.
H0 : 74,9 Vs H1 : > 74,9 Keterangan :
: parameter rata-rata hasil belajar siswa
Berdasarkan hasil analisis SPSS, tampak bahwa nilai p adalah 0,000 <
0,05 menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar setelah diajar melalui pembelajaran Missouri Mathematics Project lebih dari 74,9. Ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima yakni rata-rata hasil belajar (posttest) siswa kelas VII SMP Negeri 6 Moncongloe lebih dari atau sama dengan KKM.
8. Rata-rata peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah penerapan model MMP mencapai kategori minimal sedang.
H0 : g 0,29 Vs H1 : g > 0,29 Keterangan :
g : selisih skor rata-rata hasil belajar matematika sebelum dan setelah diajar dengan Model Missouri Mathematics Project.
Berdasarkan hasil analisis tampak bahwa nilai p adalah 0,000 < 0,05 menunjukkan bahawa rata-rata gain ternormalisasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Moncongloe lebih dari 0,29. Ini berarti bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yakni gain ternormalisasi hasil belajar siswa berada pada kategori tinggi.
lxxvii
9. Proporsi ketuntasan klasikal setelah diterapkan model Missori Mathematics Project (MMP) dengan nilai 75%
H0 : 74,9% Vs H1 : > 74,9%
Keterangan :
: proporsi ketuntasan hasil belajar matematika
Pengujian ketuntasan klasikal siswa dilakukan dengan menggukan uji proporsi. Untuk uji proporsi dengan menggunakan taraf signifikan 5%
diperoleh Ztabel = 1,645, berarti H0 diterima jika Zhitung 1,645. Karena diperoleh nilai Zhitung = maka H0 ditolak, artinya proporsi siswa yang mencapai keriteria ketuntasan minimal lebih darai 74,9 % dari keseluruhan siswa yang mengikuti tes.
Berdasarkan uraian diatas, terlihat proporsi siswa yang mencapai kriteria ketuntasan 75 (KKM) lebih dari 74,9%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa secara inferensial hasil belajar matematika siswa setelah diajar dengan menggunakan model Missouri Mathematics Project telah memenuhi kriteria keefektifan.
Adapun kriteria kefeektifan dari hasil penelitian ini dapat dilihat dari tabel berikut.
lxxviii Tabel 4.9 Kriteria Pembelajaran Kefektifan
No Aspek Kriteria Pencapaian Keterangan
1 Hasil Belajar Matematika a. Secara Deskriptif
1) Nilai siswa memenuhi KKM yang telah ditentukan oleh pihak sekolah, yaitu 75.
Artinya dikatakan efefkif jika skor rata-rata siswa 75.
ẍ 75 ẍ = 79,74 Terpenuhi
2) Rata-rata gain ternormalisasi siswa mencapai 0,30 (kategori sedang). Artinta dikatakan efektif jika nilai rata-rata gain ternormalisasi siswa 30.
ḡ 0,30 ḡ = 0,71 Terpenuhi
3) Ketuntasan hasil belajar klasikal dikatakan efektif jika minimal 75% siswa di kelas telah mencapai skor KKM.
kk 75% kk = 90,32% Terpenuhi
b. Secara Inferensial
4) Rata-rata skor hasil belajar siswa lebih dari 74,9 dengan P atau P 0,05.
> 74,9 = 79,94 Dengan P = 0,000
Terpenuhi 5) Rata-rata skor gain
ternormalisasi siswa lebih dari 0,29 dengan P atau P 0,05.
> 0,29 = 0,71 Dengan P = 0,000
Terpenuhi
6) Ketuntasan hasil belajar klasikal siswa lebih dari 74,9% dengan P atau P 0,05.
= 74,9% = 90,32%
Dengan P = 0,000
Terpenuhi
2 Rata-rata aktivitas siswa pada pembelajaran matematika mencapai minimal 75% siswa yang terlibat aktif dalam proses pembelajaran
Si 75% Si = 79,29% Terpenuhi
3 Rata-rata respons siswa terhadap pembelajaran matematika siswa mencapai
%JS 70% %JS = 83.87% Terpenuhi
lxxix minimal 70% siswa yang merespon positif dari jumlah sampel