BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Tabel 4.1
KarakteristikResponden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis
Kelamin
Jumlah Responden (Orang)
Persentase (%)
Laki-laki 20 62,5
Perempuan 12 37,5
Jumlah 32 100
Sumber: Data Primer, 2018
Berdasarkan table 4.1 diatas, maka diperoleh data dari 32 orang responden bahwa jumlah reponden berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak adalah jenis kelamin laki-laki sebanyak 20 orang responden atau sebesar 62,5% dan responden perempuan sebanyak 12 orang atau sebesar 37,5%. Hal ini dapat dikatakan bahwa jenis kelamin auditorpada Kantor Akuntan Publik Usman dan Rekan didominasi oleh laki-laki yaitu sebanyak 20 orang (total 62,5% dari jumlah responden).
2) Karakteristik Berdasarkan Usia
Tingkat usiaresponden merupakan salah satu yang paling penting dalam penelitian, karena umur responden akan mempengaruhi pendapat mereka mengenai suatu pengambilan keputusan. Hal ini penting jika dikaitkan dengan penilaian suatu pendapat, dimana semakin tinggi umur responden maka pengalaman yang dimiliki semakin banyak. Karakteristik responden yang ada pada Kantor Akuntan Publik Usman dan Rekan, dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia
(Tahun)
Jumlah Responden (Orang)
Persentase (%)
20-30 10 31,2
31-40 15 46,8
41-50 7 21,8
Jumlah 32 100
Sumber: Data Primer, 2018
Berdasarkan tabel 4.2 diatas, maka dapat dilihat bahwa komposisi tingkat usia responden terbanyak adalahberada pada tingkat usia 31-40 tahun sebanyak 15 orang atau sebesar 46,8%, usia 20-30 tahun sebanyak 10 orang atau sebesar 31%
dan usia 41-50 tahun sebanyak 7 orang atau sebesar 21,8%.
Hal ini dapat dikatakan bahwa usia auditor pada Kantor Akuntan Publik Usman dan Rekan di dominasi oleh auditor yang berusia 31-40 tahun sebanyak 15 orang (total 46,8% dari jumlah responden).
3) Karakteristik Responden Berdasarkan Profesi
Tingkat profesi responden pada Kantor Akuntan Publik Usman dan Rekan, dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Profesi Jumlah Resonden
(Orang)
Persentase (%)
Supervisor Audit 4 12,5
Senior Auditor 8 25
Junior Auditor 7 21,8
Intrenship 5 15,6
Assistant Tax 4 12,5
Accounting Service 4 12,5
Jumlah 32 100
Sumber: Data Primer, 2018
Berdasarkan tabel 4.3 diatas, maka dapat dilihat bahwa tingkat profesi responden yang terbanyak adalah tingkat profesiSenior Auditor yakni sebanyak 8 orang responden atau sebesar 25%, responden Junior Audit yakni sebanyak 7 orang responden atau sebesar 21,8%, Intership yakni sebanyak 5 orang responden atau sebesar 15,6%, Supervisor Auditsebanyak 4 orang responden atau 12,5%, Assistant Taxsebanyak 4 orang responden atau 12,5%, Accounting Service sebanyak 4 orang responden atau 12,5%. Hal ini dapat dikatakan bahwa profesi auditor pada Kantor Akuntan Publik Usman dan Rekan di dominasi oleh auditor yang berprofesi Senior Auditor yaitu sebanyak 8 orang (total 25% dari jumlah responden).
4) Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Tingkat pendidikan responden pada Kantor Akuntan Publik Usman dan Rekan, dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Pendidikan Jumlah Resonden
(Orang)
Persentase (%)
S1 5 15,6
S2 20 62,5
S3 7 21,8
Jumlah 32 100
Sumber: Data Primer, 2018
Berdasarkan tabel 4.4 diatas, maka dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan responden yang terbanyak adalah tingkat pendidikan S2 yakni sebanyak 20 orang responden atau sebesar 62,5%, disusul oleh responden yang berpendidikan S3 yakni sebanyak 7 orang responden atau sebesar 21,8% dan yang berpendidikan S1 yakni sebanyak 5 orang atau sebesar 15,6%. Hal ini dapat dikatakan bahwa pendidikan auditor pada Kantor Akuntan Publik Usman dan Rekan di dominasi oleh auditor yang berpendidikan S2 yaitu sebanyak 20 orang (total 62,5% dari jumlah responden).
2. Uji Kualitas Data a. Uji Validitas
Pengujian ini bertujuan untuk membuktikan apakah suatu alat ukur dapat mengukur apa yang seharusnya diukur dan bertujuan untuk mengetahui validitas instrumen-instrumen yang dipakai untuk mengukur variabel. Adapun hasil uji validitas akan disajikan pada tabel berikut:
Tabel 4.5 Hasil Uji Validitas
Variabel
Item R Hitung R Tabel Keterangan
Kualitas Audit (X1)
X1.1 0,349 0,661 Valid
X1.2 0,349 0,406 Valid
X1.3 0,349 0,531 Valid
X1.4 0,349 0,423 Valid
X1.5 0,349 0,724 Valid
X1.6 0,349 0,461 Valid
X1.7 0,349 0,686 Valid
Pengalaman Auditor (X2)
X2.1 0,349 0,614 Valid
X2.2 0,349 0,356 Valid
X2.3 0,349 0,491 Valid
X2.4 0,349 0,409 Valid
Y1.1 0,349 0,618 Valid
Y1.2 0,349 0,477 Valid
Y1.3 0,349 0,510 Valid
Kecurangan (Y)
Y1.4 0,349 0,444 Valid
Y1.5 0,349 0,461 Valid
Y1.6 0,349 0,461 Valid
Y1.7 0,349 0,500 Valid
Sumber pengolahan data spss 20, 2019
Berdasarkan tabel 4.5 hasil uji validitas diatas, diketahui bahwa dari 32 pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur variabel faktor kualitas audit dan pengalaman auditor dalam menilai kasus kecurangan sebanyak 32 pernyataan dikatakan valid dikarenakan nilai r tabel lebih besar dari r hitung.
Dimana nilai r hitung yang digunakan dalam uji validitas ini yaitu sebesar 0,349 dari hasil pengolahan data menggunakan SPSS versi 20.
b. Uji Reabilitas
Uji reabilitas data dilakukan dengan menggunakan metode Cronbach’s Alpha dimana suatu instrumen dikatakan reliabel bila memiliki koefisen keandalan reabilitas sebesar 0,6 atau lebih. Hasil pengujian reabilitas data dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.6 Hasil Uji Realibilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items
,756 21
Sumber pengolahan data spss 20, 2019
Berdasarkan tabel 4.6 uji reabilitas dilakukan terhadap item pernyataan yang dinyatakan valid. Suatu variabel dikatakan reliabel atauhandal jika jawaban terhadap pernyataan selalu konsisten. Jadi hasil koefisien reliabilitas instrumen variabel kualitas audit, pengalaman auditor dan kecurangan adalah sebesar rll = 0,756, ternyata memiliki nilai “Alpha Cronbach” lebih besar dari 0,600, yang berarti kualitas audit, pengalaman auditor, dan kecurangan dinyatakan reliabel atau memenuhi persyaratan.
3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Pengujian Normalitas data dilakukan untuk memenuhi persyaratan model regresi bahwa data yang diperoleh memiliki sifat normal. Suatu data dikatakan terdistribusi normal jika sebaran data yang ada menyebar merata ke sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal yang ditunjukkan pada gambar Normal Probility Plot. Hasil dari pengujian normalitas dapat dilihat pada gambar berikut:
Sumber pengolahan data spss 20, 2019 Gambar 4.2
Hasil Uji Normalitas
Berdasarkan gambar diatas, terlihat bahwa titik-titik menyebar sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, sehingga model data ini memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Heterokedastisitas
Metode ini digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual pada satu pengamatan ke pengamatan lain. Deteksi ada tidaknya gejala heteroskedastisitas adalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafikscatterplotdi sekitar nilai X dan Y. Jika ada pola tertentu, maka telah terjadi gejala heterokedes tisitas. Berikut hasil uji heterokedastisitas:
Sumber pengolahan data spss 20, 2019 Gambar 4.3
Hasil Uji Heterokedastisitas
Pada grafik di atas tampak titik-titik menyebar di atas dan dibawah sumbu Y, tidak terjadi pola tertentu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas.
4. Uji Hipotesis
a. Uji Parsial (Uji t)
Uji Parsial (Uji t) digunakan untuk mengetahui apakah secara parsial variabel kualitas audit dan pengalaman auditor berpengaruh dalam menilai kasus kecurangan. Kriteria pengujian yang digunakan adalah dengan membandingkan t-hitung dengan t-tabel berdasarkan tingkat signifikan 0,05 dan 2 sisi derajat kebebasan df (n-k-1) = (32-2-1) = 29 (n adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen) sehingga t-tabel yang diperoleh dari tabel
statistik adalah sebesar 2,045. Apabila t-hitung ≤ t-tabel maka Ho diterima, sedangkan apabila t-hitung ≥ t-tabel maka Ho ditolak.
Tabel 4.7 Hasil Uji t Coefficientsa Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients T Sig.
B Std.
Error
Beta
1
(Constant) 22,676 6,671 3,399 ,002
KUALITAS
AUDIT ,074 ,311 ,042 ,238 ,814
PENGALAMAN
AUDITOR ,272 ,143 ,337 1,908 ,066
a. Dependent Variable: KASUS KECURANGAN Sumber pengolahan data spss 20, 2019
Berdasarkan tabel 4.7 hasil uji t, maka dapat ditentukan pengaruh kualitas audit dan pengalaman auditor dalam menilai kasus kecurangan dan persamaan regresi linear berganda serta pengujian hipotesis sebagai berikut:
1) Faktor kualitas audit dan pengalaman auditor dalam menilai kasus kecurangan.
Y = 22,676 + 0,074 + e
Angka-angka tersebut dapat di interprestasikan sebagai berikut:
a) Nilai koefisien regresi variabel kualitas audit (X1) bernilai positif sebesar 0,074; artinya setiap partisipasi auditor dalam proses kualitas audit akan meningkatkan kinerja
kualitas audit sebesar 0,074 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap.
2) Persamaan Regresi Linear Berganda Y = 22,676 + 0,074 + 0,272 + e
Angka-angka tersebut dapat diinterprestasikan sebagai berikut:
a) Nilai konstanta (α) sebesar 22,676 artinya jika variabel kualitas audit dan pengalaman auditor diasumsikan bernilai nol, maka variabel kecurangan akan bernilai positif sebesar 22,676.
b) Nilai koefisien regresi variabel kualitas audit (X1) bernilai positif sebesar 0,074; artinya setiap partisipasi auditor dalam proses kualitas audit akan meningkatkan kinerja kualitas audit sebesar 0,074 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap.
c) Nilai koefisien regresi variabel pengalaman auditor (X2) bernilai positif sebesar 0,272; artinya setiap pengalaman auditor dalam proseskualitas audit akan meningkatkan kinerja kualitas audit sebesar 0,074 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap.
3) Pengujian Hipotesis
a) Pengujian Hipotesis Pertama (H1),
Dari hasil pengujian, terlihat nilai sig pada kualitas audit adalah 0,814 > 0,05 maka H1ditolak dan H0diterima.
Variabel X1 mempunya t-hitung yakni 0,238 dengan t-tabel 1,699. Jadi t-hitung < t-tabel dapat disimpulkan bahwa
variabel X1tidak memiliki konstribusi terhadap Y. Jadidapat disimpulkan bahwa kualitas audit tidak berpengaruh signifikan terhadap penilaian kasus kecurangan di Kantor Akuntan Publik Usman dan Rekan.
b) Pengujian Hipotesis Kedua (H2),
Dari hasil pengujian, terlihat nilai sig pada pengalaman auditor adalah 0,066 > 0,05 maka H1ditolak dan H0diterima. Variabel X2 mempunyai t-hitung yakni 1,908 dengan t-tabel 1,699. Jadi t-hitung > t-tabel dapat simpulkan bahwa variabelX2memiliki konstribusi terhadap Y. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengalaman auditor tidakberpengaruh signifikan terhadap penilaian kasus kecurangan di Kantor Akuntan Publik Usman dan Rekan.
b. Uji Koefisien Determinasi
Koefisien Determinasi (R2) merujuk pada kemampuan variabel independen (X) dalam menerangkan variabel dependen (Y). Nilai R koefisien determinasi berkisar antara nol sampai dengan satu.
Komponen-komponen yang terkait dengan koefisien determinasi dapat dilihat pada tabelmodel summarydibawah ini:
Tabel 4.8
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb
Model R R
Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,345a ,119 ,059 1,59449
a. Predictors: (Constant), KUALITAS AUDIT, PENGALAMAN AUDITOR
b. Dependent Variable: KASUS KECURANGAN Sumber pengolahan data spss 20, 2019
Hasil uji koefisien determinasi dari tabel 4.8 nilai R Square sebesar 0,119 atau 11,9%. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kecurangan tidak mampu dijelaskan oleh variabel kualitas audit dan pengalaman auditor sebesar 11,9% sedangkan sisanya 88,1%
dipengaruhi dan dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 4.9 Hasil Uji F ANOVAa
Model Sum of
Squares
Df Mean
Square
F Sig.
1
Regression 9,989 2 4,995 1,965 ,158b
Residual 73,729 29 2,542
Total 83,719 31
a. Dependent Variable: KASUS KECURANGAN
b. Predictors: (Constant), KUALITAS AUDIT, PENGALAMAN AUDITOR
Sumber pengolahan data spss 20, 2019
Hasil uji F dilakukan dengan membandingkan antara F hitung dengan F tabel. Jika F hitung < F tabel pada taraf signifikansi 0,05, maka H1 ditolak dan sebaliknya bila F hitung > F tabel pada taraf signifikan 0,05, maka H1 diterima.Berdasarkan hasil uji F pada tabel diatas, diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 1,965 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,158, sedangkan F tabel terlebih dahulu dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu mencari nilai df1 dan df2.
Dengan jumlah sampel (n)=32 dan jumlah variabel (k)=2 serta à=0,05 diperoleh df1 (k-1=2-1) dan df2 (n-k-1= 32-2-1= 29).
Berdasarkan hasildari df1dan df2 maka diperoleh nilai F tabel sebesar 4,183.Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa secara simultan variabel kualitas audit tidak berpengaruh signifikan terhadap kasus kecurangan di Kantor Akuntan Publik Usman dan Rekan karena tidak berjalannya salah satu faktor kualitas audit (pengalaman kerja, independensi, obyektifitas, integritas, dan kompetensi) sehingga faktor kualitas audit tidak dapat menemukan kekeliruan dan ketidakberesan dalam laporan keuangan yang diaudit. Sedangkan, pengalaman auditor tidak berpengaruh dalam menilai kasus kecurangan di Kantor Akuntan Publik Usman dan Rekan karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki auditor yang tanpa disadari akan cenderung berfokus pada informasi yang negatif daripada informasi yang positif, sehingga dalam melakukan tugasnya pemeriksaan auditor akan merasa was- was kalau nantinya akan membuat suatujudgementyang salah. Hal ini bisa dilihat dengan membandingkan nilai F hitung dan F tabel
dimana Fhitung < F tabel (1,965< 4,183) dan signifikansi lebih besar dari 0,05 (0,158 > 0,05).