BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini menunjukkan kenyataan kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka Stunting di Kabupaten Enrekang dengan menggunakan 4 variabel yang menjadi dasar dalam penelitian in
Untuk mengetahui kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka Stunting di Kabupaten Enrekang peneliti menggunakan 4 variabel yang
dikemukakan oleh Wibowo yaitu : Ketepatan Waktu, Siklus Waktu , Pemanfaatan Sumber daya , Biaya
1. Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu adalah suatu proses pemanfaatan informasi oleh sang pengambil keputusan dimana ketepatan waktu ini menyangkut tentang proses pengantisipasian yang dilakukan mulai dari tahap kehamilan hingga sampai pada saat melahirkan dan hal di lakukan oleh orang-orang kesehatan dimana hal tersebut biasanya dilakukan proses kehamilan akan di berikan arahan kepada ibu hamil dalam mengantisipasi terjadinya gizi buruk pada balita tahap di tahap akan dijelaskan oleh para tenaga kesehatan mulai tahap kehamilan hingga proses imunisasi. Adapun ketepatan waktu yang dilakukan dalam penanggulangan stunting sebagai berikut
a) Sosialisasi
Sosialisasi dalam penanggulangan angka stunting adalah sebuah penyampaian yang disampaikan kepada tenaga medis yang berbentuk beberapa informasi yang dapat dikenali masyarakat dalam penanggulangan angka stunting seperti ciri ciri stunting pada anak dan dampaknya seperti ciri yang terjadi pada anak contohnya pertumbuhan seorang anak yang lambat, pertumbuhan gigi terlambat, performa buruk pada kemampuan dan memori belajarnya dan pada saat usia 8- 10 tahun anak menjadi lebih pendiam, dan tidak banyak melakukan kontak mata terhadap orang disekitarnya dan juga begitu banyak
penyampaian yang selalu di berikan kepada ibu-ibu hamil dan hal ini dilakukan dalam mengantisipasi terjadinya sesuatu kepada pada balita Dan adapun hasil wawancara yang dilakukan dengan salah satu informan yang bernama H. Gusti Sakaria, S.Kep Ns selaku sebagai Kepala Puskesmas Kecamatan Baraka berkaitan dengan ketepatan waktu yang dilakukan dalam sosialisasi sebagai berikut :
Penanggulangan angka stunting dalam melakukan sosialisasi saya rasa sangat aktif dan ibu hamil pun juga aktif dalam berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi yang kami lakukan karena hal ini berkaitan dengan pengantisipasian tentang masa depan anaknya secara psikologi para ibu-ibu sedikit tertekan dan takut saat penyampaian jumlah penderita gizi buruk di kabupaten enrekang dan dampaknya tapi di lain sisi hal ini dapat membuat ibu ibu hamil dan ibu yang memiliki balita aktif dalam mengantisipasi terjadinya gizi buruk sehingga membuat para tenaga kesehatan sangat aktif dalam membantu masyarakat dalam menekan angka stunting di kabupaten enrekang khususnya di kecamatan Baraka (Hasil Wawancara : H. Gusti Sakaria, S.Kep Ns 3/3/2021)
Pendapat lain juga diungkapkan salah satu informan yang bernama Irda SKM.M.Adm.Kes sebagai petugas Bidang Kesehatan Masyarakat tentang ketepatan waktu dalam sosialisasi mengatakan :
Dalam penanggulangan angka stunting di kabupaten enrekang itu harus cepat dan tepat karena tahap dalam penaggulanagan angka stunting di kabupaten enrekang membutuhkan proses yang sangat panjang maka dari itu tenaga kesehatan dalam tahap awal sosialisasi dimana akan disampaikan cara-cara dalam menjaga kesehatan dan hal di harus dilakukan di awal dalam pencegahan karena masyarakat lah yang paling berperan aktif dalam pencegahan tersebut
(Hasil Wawancara : Irda SKM.M.Adm.Kes 3/3/2021)
Adapun pendapat lain yang diungkapkan dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan salah satu Informan yang bernama
Sulhari, SKM.M. Adm.Kes sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat tentang ketepatan waktu saat melakukan sosialisasi mengatakan :
Berbicara mengenai Stunting itu sendiri bahwa, Stunting merupakan suatu penyakit yang bukan secara tiba-tiba terjadi tapi ini adalah suatu proses yang sangat panjang yang harus dilalui oleh anak-anak kita baru dapat dikatakan stunting. Jadi yang kami sampaikan saat melakukan sosialisasi yaitu intervensi mulai dari masa remaja, ibu hamil, dan bayi balitanya. Itu semua harus kita intervensi sehingga stunting bisa kita tanggulangi, selain itu untuk bisa menanggulangi stunting keterlibatan semua lini sektor juga harus terlihat karena bagaimanapun besar dan kuatnya kami melaksanakan penanggulangan stunting, kami hanya bisa menanggulangi sebanyak 30 persen dan selebihnya itu adalah bagaimana keterlibatan dari sektor masyarakat.
(Hasil Wawancara : Sulhari, SKM.M. Adm.Kes 3/3/2021)
Dari hasil wawancara dengan beberapa informan selaku tenaga kesehatan di kabupaten enrekang tentang ketepatan waktu kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka stunting di Kabupaten Enrekang dalam sosialisasi berpendapat bahwa dalam proses pencegahan angka stunting di kabupaten enrekang harus cepat dilakukan karena dalam sosialisasi para ibu-ibu bisa mendapatkan pengetahuan tata cara penanggulangan stunting dan pencegahanya dan orang yang paling berperan dalam pencegahan stunting adalah para ibu ibu karena merekalah yang melakukan tahap proses pencegahan stunting kemudian tugas para tenaga kesehatan hanya sebatas pendukung dalam pencegahan seperti memberikan informasi tentang tata cara pencegahan, pengobatan, dan membantu saat mengalami kesulitan.
Selain itu pendapat dari salah satu informan yang bernama Lahijah berumur 48 tahun dari kecamatan malua dari pihak masyarakat tentang kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka stunting di Kabupaten Enrekang dalam sosialisasi mengatakan :
Kinerja orang orang kesehatan saya rasa sangat bagus karena mereka selalu melakukan penyampaian yang diadakan biasanya 1 kali dalam dua minggu seperti pemeriksaan pemberian informasi dll (Hasil Wawancara : Lahijah 4/3/2021)
Dari hasil wawancara dari pihak masyarakat berumur 48 tahun dari kecamatan malua sebagai data pendukung dari pendapat para tenaga kesehatan berpendapat bahwa para tenaga kesehatan aktif dalam kegiatan mulai pengadaan sosialisasi dll yang diadakan 1 kali dalam 2 minggu hal ini menunjukan kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan angka stunting di Kabupaten Enrekang dalam sosialisasi mengatakan sudah sangat baik dilihat wawancara orang kesehatan yang terjun langsung di lapangan dan diperkuat dengan pendapat para masyarakat.
Selain itu pendapat lain diungkapkan salah satu dari pihak dinas kesehatan kabupaten enrekang yang bernama Sulhari, SKM.M.Adm.Kes mengatakan :
Dari pihak dinas biasayan kami lakukan pengumpulan data di lapangan yang di lakukan para tenaga kesehatan kemudian kami melakukan pengkajian terhadap kondisi lingkungan setelah itu baru mengeluarkan statement bahwa keputusan harus diambil dalam mengatasi stunting harus cepat maka dari itu para tenaga kesehatan sering mengadakan sosialisasi di lapangan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara-cara mengatasi
stunting karena yang paling berperan besar dalam mengatasi stunting adalah masyarakat
(Hasil Wawancara : Sulhari, SKM.M.Adm.Kes 3/3/2021)
Dari hasil wawancara didapatkan dari salah satu pihak dinas dimana dia mengatakan dalam menangani angka stunting sebelum melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang pertama dilakukan adalah survey lapangan untuk mengetahui kondisi yang akan dikaji kemudian setelah itu baru di adakan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara mengatasi stunting
Selanjutnya dari hail penelitian ini di perkuat oleh data obeservasi yang di ambil langsung oleh peneliti dimana pada bulan januari-februari program kerja sosialisai terelisai sebanyak 80 % di kecamatan enrekang dimana dan menujukan penaggulanagan angka stunting di kabupaten enrekang sudah sangat baik karna program kerja sosialisai selama dua bulan telah berjalan begitu banyak
b) pemeriksaan secara rutin
pemeriksaan secara rutin adalah kegiatan para Tenaga kesehatan dalam mengukur dan mencegah terjadinya angka stunting di Kabupaten Enrekang dimana hal tersebut dapat dilakukan dengan ketepatan waktu sebelum terjadi stunting dan salah satunya adalah pemeriksaan secara rutin yang diadakan oleh tenaga kesehatan di masyarakat untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan ke depan selain itu proses pencegahan stunting tidak singkat hal tersebut membutuhkan waktu yang lama hingga dan penyelesaian proses demi
proses maka dari itu tidak heran dalam mencegah terjadinya stunting di kabupaten enrekang para tenaga kesehatan selalu aktif dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan para wanita dewasa yang di kabupaten enrekang
Adapun pendapat dari salah satu Informan yang bernama Marlina, S.ST sebagai Kepala Puskesmas Kecamatan Malua berpendapat tentang ketepatan waktu berkaitan dengan pemeriksaan secara rutin mengatakan :
Mengarahkan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin yakni kita melakukan pemantauan setiap bulan terutama untuk berat badan dan tinggi badan. Namun seperti yang kita ketahui bahwa penderita stunting membutuhkan jangka waktu yang lama untuk intervensi atau perbaikannya sebab stunting termasuk dalam penyakit yang kronik atau penyakit yang menahun sehingga kita benar-benar harus memperhatikan bagaimana perkembangan pada penderita stunting. (Hasil Wawancara : Marlina, S.ST 3/3/2021)
Adapun pendapat dari salah satu Informan yang bernama Sulhari, SKM.M.Adm.Kes sebagai Kepala Puskesmas Kecamatan Malua berpendapat tentang ketepatan waktu berkaitan dengan pemeriksaan secara rutin mengatakan :
Pemeriksaan secara rutin yang dilakukan para tenaga kesehatan selama ini saya rasa sudah sangat baik seperti pengecekan setiap bulan terutama untuk berat badan dan tinggi badan untuk mengetahui kondisi balita kemudian khusu yang hamil kami mengadakan konsultasi kepada ibu ibu hamil seperti gejala dirasakan pekerjaan selama hamil dan lain-lainya dan memberikan solusi tentang cara menjaga kehamilan (Hasil Wawancara : Sulhari, SKM.M.Adm.Kes 3/3/2021)
Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan beberapa informan kinerja Dinas Kesehatan dalam penanggulangan
angka stunting di Kabupaten Enrekang berpendapat bahwa dalam pencegahan angka stunting para petugas tenaga kesehatan melakukan pengecekan secara rutin bagi balita akan di cek berat badan dan tinggi badan untuk mengetahui kondisi balita dan ibu hamil akan diadakan konsultasi keadaan kehamilan.
Selain itu pendapat lain yang diungkapkan dari pihak masyarakat yang pernah ikut serta dalam kegiatan para tenaga kesehatan dalam penanggulangan angka stunting di kabupaten enrekang yang bernama Suci berumur 32 tahun di kecamatan enrekang mengatakan :
Pemeriksaan secara rutin orang-orang kesehatan di kampung saya saya rasa sangat aktif dimana hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan para balita dan tata cara dalam mengatasi stunting bila terjadi karna orang paling pertama yang bertindak saat terjadi stunting adalah masyarakat selain itu ada juga di siapkan tempat konsultasi dimana kita bisa bertanya tentang cara menjaga kehamilan dengan baik
(Hasil Wawancara : Suci 4/3/2021)
Dari hasil wawancara yang didapatkan dengan salah satu informan sebagai data pendukung untuk memperkuat pendapat dari dinas kesehatan berpendapat bahwa pemeriksaan secara rutin yang diadakan sudah sangat aktif yang diadakan 1 kali dalam satu bulan dalam khusus pemeriksaan dan juga tempat konsultasi bagi masyarakat tentang balita dan tata cara menjaga kehamilan
Selanjutnya dari hail penelitian ini di perkuat oleh data obeservasi yang di ambil langsung oleh peneliti dimana pada bulan
januari-februari program kerja pemeriksaan secara rutin terelisai sebanyak 70 % di kecamatan enrekang dimana dan menujukan penaggulanagan angka stunting di kabupaten enrekang sudah sangat baik karna program kerja pemeriksaan secara rutin selama dua bulan telah berjalan begitu cukup baik
c) Mengantisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan Dalam Mengantisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat mempengaruhi perkembangan janin selama masa kehamilan dinas kesehatan melakukan beberapa cara dalam mengantisipasi diantaranya salah satunya adalah ketepatan waktu dimana ketepatan waktu hal paling dasar sebelum terjadi yang dilakukan yaitu mengantisipasi terjadinya stunting di kabupaten enrekang dimana tahap pertahap dilakukan dibantu dengan usaha dari masyarakat karena tidak lain yang paling berperan aktif dalam mengantisipasi stunting di kabupaten enrekang adalah masyarakat itu sendiri dan dibantu oleh para tenaga kesehatan seperti pemberian informasi tentang cara yang dilakukan pengecekan dan himbauan kepada masyarakat mulai dari kehamilan hingga proses anak-anak hal ini terus dilakukan setiap saat dalam mengantisipasi terjadinya peningkatan angka stunting di enrekang mengingat tingkat kelahiran di kabupaten enrekang begitu sangat besar
Adapun pendapat dari salah satu Informan yang bernama Sukraini, S.Km sebagai Kepala Puskesmas Kecamatan Buntu Batu tentang
ketepatan waktu dalam Mengantisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat mempengaruhi perkembangan janin selama masa kehamilan
dalam Mengantisipasi hal-hal yang dapat mempengaruhi perkembangan janin saat kehamilan yaitu untuk pemeriksaan secara rutin itu sendiri kami melakukannya secara tepat waktu yang dilaksanakan pada saat kegiatan posyandu sebagai sasaran awal untuk pemeriksaan apakah ada gejala stunting atau tidak, dan apabila tidak ditemukan pada saat posyandu kami mengarahkan setiap petugas untuk mendatangi rumah warga yang terdaftar dalam penderita stunting untuk melakukan screening. Dan untuk lebih menjaga pada masa kehamilan setiap ibu-ibu hamil akan diberikan vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh serta janin juga kami memberikan anjuran untuk memperhatikan pola makan yang sehat agar terhindar nantinya dari setiap penyakit yang akan mengganggu perkembangan janin serta dari penyakit stunting itu sendiri. (Hasil Wawancara : Sukraini, S.Km 3/3/2021)
Adapun pendapat lain dari salah satu Informan yang bernama Lilis, S.Km sebagai Bidan Puskesmas Kecamatan Buntu Batu tentang ketepatan waktu dalam Mengantisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat mempengaruhi perkembangan janin selama masa kehamilan Mengatakan :
dalam Mengantisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat mempengaruhi perkembangan janin selama masa kehamilan kami melakukan pemeriksaan secara rutin 1 kali dalam satu bulan dan melakukan himbauan secara aktif selama 2 kali satu minggu yaitu mengecek tentang lingkungan mengarahkan masyarakat agar bisa hidup sehat (Hasil Wawancara : Lilis, S.Km 3/3/2021)
dari hasil wawancara yang didapat peneliti dengan beberapa informan tentang ketepatan waktu dalam dalam Mengantisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat mempengaruhi perkembangan janin selama masa kehamilan pendapat respon telah
menunjukan kinerja yang sangat baik dimana hal tersebut para tenaga kesehatan aktif dalam melakukan pemeriksaan secara rutin itu sendiri dan melakukannya secara tepat waktu yang dilaksanakan pada saat kegiatan posyandu sebagai sasaran awal untuk pemeriksaan apakah ada gejala stunting atau tidak kemudian para tenaga kesehatan yang terjun langsung dilapangan aktif dalam melakukan himbauan kepada masyarakat dalam menjalani hidup sehat
Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan beberapa Informan yang berpendapat tentang ketepatan waktu Penanggulangan Angka Stunting Di Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, dari ketiga hasil wawancara semua berpendapat bahwa ketepatan waktu yang dilakukan oleh pegawai Dinas Kesehatan Atau para petugas kesehatan di Kabupaten Enrekang dalam program Penanggulangan angka Stunting sangat baik mulai dari sosialisasi, pemeriksaan secara rutin, dan hingga untuk pengantisipasian dalam menghindari hal-hal yang dapat mempengaruhi perkembangan janin saat masa kehamilan. Penjelasan yang dilakukan oleh setiap pegawai dan koordinasi yang dilakukan dengan petugas lapangan sangat baik sehingga memberikan dampak yang positif untuk mengurangi angka stunting pada masyarakat.
Dalam Mengantisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan dinas kesehatan melakukan beberapa hal kepada masyasrakat di antaranya :
Tabel 4.12
Pogram Kerja dalam Penaggulanagan Gizi Buruk Tahun 2021
No Progam Sasaran Target Realisai
1 Imunisasi Balita 100 % 95 %
2 Pemberian Asi Balita 80 % 60 %
3 Pencegahan Gizi Buruk
Balita 100 % 80 %
Sumber : Dinas Kabupaten Enrekang 2021
Dari ketiga program kerja yang di lakukan dalam Mengantisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan diamana ada tiga program kerja yang di lakukan oleh pemrintah dimana data tersebut di dapatkan oleh peneliti untuk memperkuat data hasil wawancara dimana 3 program tersebtu yang dilakukan yang pertama imunisasi yang terlaksana pada tahun 2021 bulan januari dan februari yaitu 95 % kemudian Pemberian asi kepada balita telaksana sebanyak 60 % dan pencegahan gizi buruk di tahun 2021 yang sudah terelisasi sebanyak 80 % di Kabupaten Enrekang dan hal menunjukan kinerja dalam penaggulanagan angka stunting di kabupaten enrekang sudah baik
2. Siklus Waktu
Siklus waktu atau cycle time yaitu rentan waktu rata-rata yang digunakan dalam menyelesaikan suatu kegiatan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Siklus waktu dapat dikatakan sebagai proses waktu pelaksanaan sebuah kegiatan mulai dari tahapan awal hingga akhir.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka peneliti melakukan wawancara dan pengambilan data observasi secara langsung atau data yang menjadi aturan
bagi tenaga kesehatan dalam penanggulangan angka stunting di kabupaten enrekang diantaranya : .
Dan adapun data observasi yang menjadi data peneliti yang diambil langsung dari dinas sebagai acuan para tenaga kesehatan dalam penanggulangan angka stunting sebagai berikut
d) Melakukan pemeriksaan secara teratur untuk memantau kondisi pertumbuhan kehamilan.
e) Pada masa bayi rutin mengikuti imunisasi terutama imunisasi dasar serta usahakan untuk memberikan ASI sampai anak berusia 6 bulan dan pemberian MPASI yang memadai.
f) Melakukan pemeriksaan secara teratur untuk memantau pertumbuhan serta perkembangan anak mulai :
5) Setiap bulan ketika anak berusia 0 sampai 12 bulan.
6) Setiap 3 bulan sekali saat anak berusia 1 sampai 3 tahun.
7) Setiap 6 bulan sekali saat anak berusia 3 sampai 6 tahun.
8) Dan setiap tahun ketika anak sudah pada usia 6 sampai 18 tahun.
(Hasil Observasi :Data Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang ) Dari hasil didapatkan dimana ada 3 tahap yang telah ditetapkan oleh dinas kesehatan untuk penanggulangan angka stunting di kabupaten enrekang diantaranya : Pemeriksaan kehamilan, Imunisasi dan pemeriksaan balita sehubungan dengan itu Adapun hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan salah satu Informan yang bernama H. Gusti Sakaria, S.Kep Ns sebagai Kepala Puskesmas Kecamatan Baraka tentang siklus waktu untuk melakukan pemeriksaan secara teratur dalam memantau kondisi kehamilan mengatakan bahwa :
Mulai dari tahapan remaja kita memang sudah memberikan tablet penambah darah untuk mengantisipasi apabila remaja dalam masa persiapan untuk kehamilan, kemudian pada masa kehamilan itu sendiri kita melaksanakan beberapa intervensi. Intervensi yang pertama adalah pemeriksaan kehamilan harus dilakukan 4x selama masa kehamilan, kemudian yang kedua yaitu pemberian makanan
tambahan untuk ibu hamil, yang ketiga yakni pola asuh dimana dalam pola asuh ini keterlibatan seorang suami sebagai kepala rumah tangga sangat penting guna menghindari stress pada seorang istri selama dalam masa kehamilan sehingga sang istri pada saat kehamilan bisa nyaman sehingga dapat terhindar dari melahirkan bayi yang stunting akibat stress dalam masa kehamilan. (Hasil Wawancara : GS 3/3/2021)
Adapun pendapat lain dari dari salah satu Informan yang bernama Sukraini, S.Km sebagai Kepala Puskesmas Kecamatan Buntu Batu tentang imunisasi dasar mengatakan bahwa :
Dalam wilayah kerja kami sendiri itu ada beberapa program kerja yang kami laksanakan, mulai dari program kerja jangka pendek, menengah, sampai pada jangka panjang. Dalam program jangka pendek ini kami langsung menangani sasaran yang sudah stunting dengan memberikan vitamin, suntikan antibodi dan arahan untuk pola makan yang bergizi dengan harapan bahwa mereka dapat keluar dari zona stunting. Kemudian dalam program jangka menengahnya kami menangani ibu hamilnya dengan memberikan arahan-arahan berupa pola hidup yang sehat, pola makan yang bergizi, dan yang paling utama menghindari hal-hal yang dapat mempengaruhi kehamilan terutama stress. Dan untuk program jangka panjangnya, kami menangani remaja putri untuk diintervensi sampai menjadi calon ibu sehingga tidak melahirkan anak yang stunting.
(Hasil Wawancara : Sukraini, S.Km 3/3/2021)
Dari hasil wawancara yang didapat oleh peneliti dengan salah satu informan berpendapat bahwa tentang program yang diadakan dua macam dimana program tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya stunting di mulai dari pemberian vitamin, pemeriksaan hingga pemberian saran tentang cara hidup sehat agar tidak terjadi stunting saat melahirkan Selain itu pendapat lain dari salah satu informan yang bernama Sulhari, SKM.M.Adm.Kes sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat
tentang pemeriksaan secara teratur dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak mengatakan :
Dalam siklus waktu pada program penanggulangan stunting pemerintah mengeluarkan program bahwa pada remaja putri diberikan tablet penambah darah dan untuk ibu hamil diberikan makanan tambahan atau makanan pendamping ASI (MPASI) terutama untuk ibu-ibu yang hamil tua dalam masa menjelang melahirkan, dan untuk balita-balitanya diberikan makanan tambahan baik itu makanan tambahan pabrikan maupun makanan tambahan lokal, dimana yang lokal ini biasa ada dari puskesmas, ada dari desa, dalam kalau makanan tambahan pabrikan ini berasal dari pusat.
(Hasil Wawancara : Sulhari, SKM.M.Adm.Kes 3/3/2021)
Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan beberapa Informan yang berpendapat tentang siklus waktu dalam Penanggulangan Angka Stunting Di Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, dari ketiga hasil wawancara semua berpendapat bahwa siklus waktu program Penanggulangan angka Stunting yang dilakukan oleh pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang bersama dengan jajaran- jajarannya sampai pada rana puskesmas berjalan dengan baik dilihat dari koordinasi yang dilakukan untuk menanggulangi stunting di Kabupaten Enrekang mengalami penurunan dari waktu ke waktu sehingga hal ini membuat masyarakat lebih memperhatikan pola hidup dan pola makan yang sehat.
3. Pemanfaatan Sumber daya
Pemanfaatan sumber daya dapat diartikan sebagai suatu ha yang dipergunakan dalam memanfaatkan segala sumber daya yang ada baik itu berupa mesin, komputer, kendaraan, dan bahkan orang. Segala sesuatu