• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

3) Mengkoordinasikan dengan departemen lain untuk kesesuaian spesifikasi barang.

4) Gudang Bahan Baku/Penolong Tugas :

1) Membuat laporan terhadap mutasi barang-barang di gudang bahan baku.

2) Menempatkan barang di gudang sesuai jenismya

3) Mengatur pendistribusian bahan baku untuk proses produksi 4) Menjaga barang di gudang bahan baku agar tetap dalam

keadaan baik.

5) Menjaga kebersihan gudang bahan baku.

Wewenang :

Menolak barang keluar ataupun masuk dengan alasan tertentu.

38

a. Jenis Kelamin

Jenis kelamin responden dalam penelitian ini dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu kelompok laki – laki dan perempuan. Untuk lebih jelasnya akan disajikan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yang dapat dilihat pada table 4.1 berikut ini :

Tabel 4.1

Jenis Kelamin Responden

No Jenis Kelamin Frekuensi (f) Persentase (%)

1. Laki - Laki 16 53 %

2. Perempuan 14 47 %

Jumlah 30 100 %

Sumber : Data diolah dari SPSS 2021

Dari tabel di atas, dapat dilihat karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin. Maka dari 30 orang responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini, di dominasi oleh laki - laki sebanyak 16 responden yakni sebesar 53 %. Hal ini menunjukkan bahwa rata – rata Karyawan pada PT.Kartika Hardianti Zainal didominasi oleh laki – laki dibanding perempuan.

b. Usia

Deskripsi responden menurut usia menggambarkan mengenai usia responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Oleh karena itu, gambaran karakteristik responden menurut usia dapat disajikan sebagai berikut :

Tabel 4.2 Usia Responden

No Rentang Usia (tahun) Frekuensi (f) Persentase (%)

1. < 20 1 3 %

2. 20 – 25 8 27 %

3. 26 – 30 14 47 %

4. 31 - 40 6 20 %

5. > 40 1 3 %

Jumlah 30 100 %

Sumber : Data diolah dari SPSS 2021

Berdasarkan tabel 4.2 di atas, yakni tanggapan mengenai usia responden. Maka dari 30 responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini didominasi oleh sekitar 26 - 30 tahun yakni sebesar 47

% dengan frekuensi 14 responden, sehingga dapat disimpulkan bahwa rata – rata Karyawan pada PT.Kartika Hardianti Zainal memiliki usia sekitar 26 - 30 tahun.

c. Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan menunjukkan pengetahuan dan daya pikir yang dimiliki oleh seorang responden. Oleh karena itu, dalam penelitian ini tingkat pendidikan responden dapat diklasifikasikan menjadi empat bagian yaitu : SMP, SMA/SMK, D3 dan Strata Satu (S1). Adapun deskripsi profil responden menurut tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut ini :

40

Tabel 4.3

Tingkat Pendidikan Responden

No Rentang Usia (tahun) Frekuensi (f) Persentase (%)

1. SMP 1 3 %

2. SMA / SMK 5 17 %

3. D3 10 33 %

4. Strata Satu (S1) 14 47 %

Jumlah 30 100 %

Sumber : Data diolah dari SPSS 2021

Berdasarkan tabel 4.3 di atas, dapat dilihat hasil tanggapan responden menurut tingkat pendidikan sebagian besar responden lebih banyak memiliki jenjang pendidikan sebagai Strata Satu (S1) yakni sebesar 47 % dengan frekuensi 14 responden. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata – rata tingkat pendidikan Karyawan pada PT.Kartika Hardianti Zainal yaitu Strata Satu (S1).

2. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Fleksibiltas Kerja (X1) Dan Tingkat Spesialisasi Pekerjaan (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y). Adapun hasil regresi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.4

Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 7.351 5.980 1.229 .230

Fleksibilitas Kerja (X1) .093 .217 .060 .427 .673

Tingkat Spesialisasi Pekerjaan (X2) .596 .125 .674 4.763 <.001 a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y)

Sumber : Data diolah dari SPSS, 2021

Berdasarkan data tabel 4.4 di atas, dimana hasil analisis persamaan regresi sebagai berikut :

Y = a+ bX1+ bX2 Y = 7.351+ 0,093X1+ 0,596X2

1. Nilai konstanta sebesar 7.351. Maka hal ini dapat dikatakan bahwa apabila variabel Fleksibiltas Kerja (X1) Dan Tingkat Spesialisasi Pekerjaan (X2) adalah konstanta (tidak berubah), maka Kinerja Karyawan (Y) sebesar 7.351

2. Variabel Fleksibilitas Kerja (X1) mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 0,093 yang artinya, jika variabel Fleksibilitas Kerja (X1) mengalami peningkatan sebesar 1% maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,093%. Sebaliknya jika variabel Fleksibilitas Kerja (X1) mengalami penurunan maka kinerja karyawan akan menurun pula.

3. Variabel Tingkat Spesialisasi Pekerjaan (X2) mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 0,596 yang artinya jika variabel Tingkat Spesialisasi Pekerjaan (X2) mengalami peningkatan sebesar 1%

maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,596%. Sebaliknya jika variabel Tingkat Spesialisasi Pekerjaan (X2) mengalami penurunan maka kinerja karyawan akan menurun pula.

Dari hasil persamaan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Kartika Hardianti Zainal Kabupaten Pangkep adalah variabel Tingkat Spesialisasi Pekerjaan (X2) yakni sebesar 0,596.

42

3. Analisis Determinasi (R2)

Analisis koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan variabel bebas terhadap variabel terikatnya dari hasil perhitungan melalui alat ukur statistik SPSS 28.0 for windows didapatkan nilai koefisien determinasi sebagai berikut :

Tabel 4.5

Hasil Koefisien Determinasi

Model Summary

Model R

Change Statistics R Square

Change F Change df1 df2 Sig. F Change

1 .685a .469 11.910 2 27 <.001

a. Predictors: (Constant), Tingkat Spesialisasi Pekerjaan (X2), Fleksibilitas Kerja (X1) Sumber : Data diolah dari SPSS, 2021

Hasil determinasi diperoleh koefisien determinasi (R2) sebesar 0,469 berarti bahwa 46,9% variabel bebas (X1) menjelaskan variabel terikat (Y) atau dengan kata lain, variabel bebas (X1) terhadap naik turunnya kinerja karyawan (Y) adalah 46,9% sedangkan sisanya 53,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

4. Uji F (simultan)

Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara keseluruhan. Jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. Sedangkan jika nilai signifikan lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji F pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut ini :

Tabel 4.6 Hasil Uji F

ANOVAa

Model Sum of

Squares df Mean

Square F Sig.

1 Regression 89.198 2 44.599 11.910 <.001b

Residual 101.102 27 3.745

Total 190.300 29

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y)

b. Predictors: (Constant), Tingkat Spesialisasi Pekerjaan (X2), Fleksibilitas Kerja (X1) Sumber : Data diolah dari SPSS, 2021

Berdasarkan tabel 4.6 di atas, dapat dilihat bahwa hasil uji F menunjukkan nilai F hitung lebih besar dari F tabel (11.910 > 3.350) dengan signifikan sebesar 0,001 < 0,05 sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa variabel independen berpengaruh simultan terhadap variabel dependen yaitu Fleksibilitas Kerja dan Tingkat Spesialisasi Pekerjaan.

5. Uji t (Parsial)

Untuk mengetahui pengaruh secara parsial maka dilakukan dengan menggunakan uji T. uji T digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel independen secara individu terhadap variabel dependen. Apabila thitung > ttabel maka Ho ditolak, yang berarti bahwa suatu faktor X memiliki pengaruh terhadap faktor Y dan sebaliknya apabila thitung

< ttabel maka Ho diterima, yang berarti bahwa suatu faktor X tidak mempunyai pengaruh terhadap faktor Y. Adapun ttabel yang diperoleh dari tabel statistik t0,05(30) = 2,052 dengan tingkat signifikan (a) = 5% atau 0,05.

44

Tabel 4.7 Hasil Uji Parsial (uji t)

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 7.351 5.980 1.229 .230

Fleksibilitas Kerja (X1) .093 .217 .060 .427 .673

Tingkat Spesialisasi Pekerjaan (X2) .596 .125 .674 4.763 <.001 a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y)

Sumber : Data diolah dari SPSS, 2021

Berdasarkan tabel 4.7 di atas, maka dapat dijelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah sebagai berikut : 1. Pengaruh Fleksibilitas Kerja (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y)

Berdasarkan tabel 4.7 di atas, dapat dilihat besarnya nilai t hitung sebesar 0,427 sedangkan besarnya t tabel adalah 2,052. Karena nilai t tabel lebih besar dari t hitung (2,052 > 0,427) dengan signifikan sebesar 0,673 lebih besar dari 0,05 (0,673 > 0,05) dan koefisien variabel X1 sebesar 0,093 maka dapat disimpulkan bahwa Fleksibilitas Kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan Pada PT. Kartika Hardianti Zainal Kabupaten Pangkep.

2. Pengaruh Tingkat Spesialisasi Pekerjaan (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y)

Berdasarkan tabel 4.7 di atas, dapat dilihat besarnya nilai t hitung sebesar 4.763 sedangkan besarnya t tabel adalah 2,052. Karena nilai t tabel lebih kecil dari t hitung (2,052 < 4.763) dengan signifikan sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 (0,001 < 0,05) dan koefisien variabel X1 sebesar 0.596 maka dapat disimpulkan bahwa Tingkat Spesialisasi Pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap

kinerja karyawan Pada PT. Kartika Hardianti Zainal Kabupaten Pangkep.

Dokumen terkait