• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas

Uji validitas instrument dilakukan untuk mengetahui apakah keabsahan atau ketepatan dari suatu item pertanyaan maupun pernyataan dalam mengukur variabel yang akan diteliti. Adapun rumus yang digunakan untuk mengetahui apakah item pertanyaan tersebut valid atau tidak valid yaitu dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment dengan kriteria rhitung lebih besar dari rtabel dan dengan taraf kesalahan 5%. Untuk uji validitas pada penelitian ini,

54

peneliti menggunakan bantuan Microsoft Excel dan SPSS Statistic Versi 25.0.

Berdasarkan hasil dari perhitungan uji validitas dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS Statistic Versi 25.0. pada variabel X (Pembelajaran Daring) yakni terdapat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.1

Hasil Uji Coba Validitas Angket Variabel X

No rhitung rtabel Keterangan

1 0,556 0,486 Valid

2 0,557 0,486 Valid

3 0,489 0,486 Valid

4 0,547 0,486 Valid

5 0,547 0,486 Valid

6 0,459 0,486 Tidak Valid

7 0,528 0,486 Valid

8 0,514 0,486 Valid

9 0,521 0,486 Valid

10 0,357 0,486 Tidak Valid

11 0,774 0,486 Valid

12 0,501 0,486 Valid

13 0,494 0,486 Valid

14 0,497 0,486 Valid

15 0,071 0,486 Tidak Valid

55

16 0,665 0,486 Valid

17 0,064 0,486 Tidak Valid

18 0,670 0,486 Valid

19 0,589 0,486 Valid

20 0,022 0,486 Tidak Valid

Berdasarkan tabel Hasil Uji Coba Validitas Angket Pembelajaran Daring (Variabel X) dapat diketahui bahwa terdapat 15 item pernyataan yang valid yaitu terdapat pada nomor 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, 11, 12, 13, 14, 16, 18, 19 dan terdapat 5 item pernyataan yang tidak valid yaitu pada nomor 6, 10, 15, 17, 20. Item pernyataan yang valid diatas termasuk dalam 6 indikator yang terdapat pada variabel X (pembelajaran daring) yakni: ketekunan, pemahaman materi, proses pembelajaran, lingkungan atau keadaan sekitar, fasilitas, dan penilaian. Dengan demikian, item pertanyaan tersebut bisa digunakan oleh peneliti untuk melaksanakan penelitian.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk menguji sejauh mana hasil pengukuran relative konsisten jika pengukuran dilakukan lebih dari satu kali. Pada uji reliabilitas peneliti menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan bantuan SPSS Statistic 25.0. Hasil

56

dari perhitungan uji coba reliabilitas yakni terdapat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.2

Hasil Uji Coba Reliabilitas Angket Variabel X Reliability Statistics

Cronbach’s Alpha N of Item

.839 15

Berdasarkan tabel hasil uji coa reliabilitas diatas, diperoleh rhitung sebersar 0.839 dan rtabel dengan N = 20-2 adalah 0,468. Dengan demikian rhitung lebih besar dari rtabel sehingga item pernyataan yang terdapat pada variabel X (pembelajaran daring) adalah reliable.

2. Analisis Data

a. Analisis Deskripstif

Analisis statistik deskriptif merupakan statistika yang berkaitan dengan metode atau cara menggambarkan, mendekripsikan, menjabarkan, maupun menguraikan data yang telah terkumpul setelah penelitian dilaksanakan sehingga lebih mudah untuk dipahami. Pada penelitian ini terdapat dua variabel yang diteliti yaitu variabel pembelajaran daring sebagai

57

variabel X (variabel bebas) dan variabel hasil belajar sebagai variabel Y (variabel terikat).

Deskriptif data hasil penelitian disajikan dalam beberapa macam atau bentuk, seperti: mean, median, standar deviation, range, maksimum, minimum, dan sum. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran umum mengenai variabel X (pembelajaran daring) dan juga untuk mengetahui gambaran umum mengenai nilai UTS/PTS siswa pada mata pelajaran matematika kelas V SDN 16 Mataram. Berikut adalah tabel distribusi variabel x (pembelajaran daring) dan variabel y (hasil belajar) siswa dengan menggunakan rumus yakni:

Tabel 4.3

Distribusi Kategori Variabel X (Pembelajaran Daring)

Skor Kategori

X ≥ + 1 . SBx Sangat baik

+ 1 . SBx > X ≥ Baik > X ≥ – 1 . SBx Kurang baik

X < – 1 . SBx Sangat kurang baik

58 Ket:

: Rata-rata keseluruhan siswa dalam satu kelas rata-rata

SBX : Simpangan baku skor keseluruhan siswa dalam satu kelas

X : Skor yang dicapai siswa

Uraian analisis deskriptif variabel x (pembelajaran daring)

1) Pembelajaran Daring

Pembelajaran daring memiliki beberapa indikator yang akan diukur dalam meneliti seberapa besar pengaruh pembelajaran daring. Indikator yang digunakan yaitu: ketekunan, pemahaman materi, proses pembelajaran, lingkungan atau keadaan sekitar, fasilitas, dan penilaian.

Berikut adalah perhitungan deskrptif data untuk variabel X (pembelajaran daring) dengan menggunakan Microsoft Excel dan SPSS Statistik 25.0 :

59

Tabel 4.4

Deskripsi Data Statistik Pembelajaran Daring Pembelajaran Daring

Mean 42,60869565

Standard Error 0,78709736

Median 43

Mode 39

Standard Deviation 3,774786333 Sample Variance 14,24901186

Kurtosis -1,017530714

Skewness 0,089201044

Range 14

Minimum 36

Maximum 50

Sum 980

Count 23

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai mean sebesar 42,61; median sebesar 43; nilai modus sebesar 39; dan Std. Deviation sebesar 3,775. Dari data yang telah diperoleh pada tabel diatas, berdasarkan nilai mean dan Std. Deviation selanjutnya diklasifikasikan menjadi 4 kategori sebagai berikut:

60

Tabel 4.5

Presentase Kategori Variabel Pembelajaran Daring

Skor F Presentase (%) Kategori

X 46,385 3 13,05% Sangat Baik

46,385 > X 42,61

10 43,48% Baik

42,61 X 38,835

9 39,13% Kurang Baik

X < 38,835 1 4,34% Sangat Kurang Baik

Jumlah 23 100%

Dari tabel diatas diketahui bahwa pembelajaran daring di kelas V SDN 16 Mataram termasuk dalam kategori baik dengan presentase 43,48%; kategori sangat baik dengan presentase 13,05%; kategori kurang baik dengan presentase 39,13%; dan kategori sangat kurang baik dengan presentase terendah yaitu 4,34%.

2) Hasil Belajar

Hasil belajar yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan nilai UTS/PTS pada mata pelajaran matematika yang telah didapat oleh siswa

61

kelas V SDN 16 Mataram. Berikut adalah perhitungan deskrptif data untuk variabel Y (hasil belajar) dengan menggunakan Microsoft Excel dan SPSS Statistik 25.0.

Tabel 4.6

Deskripsi Data Statistik Hasil Belajar Hasil Belajar

Mean 77,82608696

Standard Error 2,173913043

Median 80

Mode 80

Standard Deviation 10,4257207 Sample Variance 108,6956522

Kurtosis -0,16278026

Skewness -0,051321626

Range 40

Minimum 60

Maximum 100

Sum 1790

Count 23

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai mean sebesar 77,83; median sebesar 80; nilai modus sebesar 80; dan Std. Deviation sebesar 10,426. Dari data yang telah diperoleh pada tabel diatas, berdasarkan nilai mean dan Std. Deviation

62

selanjutnya diklasifikasikan menjadi 4 kategori sebagai berikut:

Tabel 4.7

Presentase Kategori Variabel Hasil Belajar Skor F Presentase (%) Kategori

X 88,256 5 21.74% Sangat Baik

88,256 > X 77,83

10 43,48% Baik

77,83 67,404

5 21.74% Kurang Baik

X < 67,404 3 13,04% Sangat Kurang Baik

Jumlah 23 100%

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa Hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas V SDN 16 Mataram termasuk dalam kategori baik dengan presentase 43,48%, kategori sangat baik dengan presentase 21,74%, kategori kurang baik dengan presentase 21,74%, dan kategori sangat kurang baik dengan presentase yaitu 13,04%.

63 b. Deskriptif Inferensial

1) Uji Normalitas

Uji normalitas merupakan uji yang dilakukan untuk mengukur data yang sudah didapatkan, apakah data tersebut berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan Kolmogorov Smirnov dengan bantuan SPSS statistic 25.0. Kriteria dalam uji normalitas yaitu apabila nilai signifikansi > 0,05 maka data dinyatakan berdistribusi normal, dan apabila nilai signifikansi < 0,05 maka data dinyatakan tidak berdistribusi normal.

Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Pembelaja ran Daring

Hasil Belajar

Unstandardiz ed Residual

N 23 23 23

Normal Parametersa,b

Mean 42.61 77.83 .0000000

Std. Deviation 3.775 10.426 7.95575490 Most Extreme

Differences

Absolute .147 .235 .168

Positive .147 .200 .104

Negative -.128 -.235 -.168

Test Statistic .147 .235 .168

Asymp. Sig. (2-tailed)c .200d .002 .090

Monte Carlo Sig. (2-tailed)e

Sig. .215 .002 .086

99%

Confidence Interval

Lower Bound

.205 .001 .079

Upper Bound

.226 .003 .094

a. Test distribution is Normal.

64

Berdasarkan tabel diatas, hasil dari uji normalitas yang telah dilakukan menunjukkan nilai signifikansi yaitu untuk variabel X (pembelajaran daring) sebesar 0.200, variabel Y (hasil belajar) 0.002, dan untuk nilai residual yaitu 0.90, yang artinya data tersebut lebih besar dari 0.05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal, dan syarat dari uji normalitas dapat terpenuhi.

2) Uji Linearitas

Uji linearitas yaitu uji yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah dua variabel memiliki hubungan yang linear atau tidak. variabel yang dimaksud yaitu variabel X (pembelajaran daring) dan variabel Y (hasil belajar).

Tabel 4.9 Hasil Uji Linearitas

ANOVA Table

Sum of Squares df

Mean

Square F Sig.

Hasil Belajar

* Pembel ajaran Daring

Betwee n Groups

(Combine d)

1557.971 12 129.83 1

1.558 .245

Linearity 998.836 1 998.83 6

11.98 6

.006

Deviation from Linearity

559.135 11 50.830 .610 .785 b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

e. Lilliefors' method based on 10000 Monte Carlo samples with starting seed 624387341.

65

Within Groups 833.333 10 83.333

Total 2391.304 22

Berdasarkan tabel diatas, hasil yang didapat dari uji normalitas diperoleh nilai 0.785 lebih besar dari 0.05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara variabel X (pembelajaran daring) dan variabel Y (hasil belajar).

3) Uji Hipotesis

Uji hipotesis adalah suatu langkah atau prosedur yang dilakukan dalam penelitian yang bertujuan untuk dapat mengambil keputusan apakah hipotesis yang telah diajukan dapat diterima atau ditolak. Pada penelitian ini menggunakan dua hipotesis yaitu: Ha “Ada pengaruh pembelajaran daring terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas V SDN 16 Mataram”, dan Ho “Tidak ada pengaruh pembelajaran daring terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas V SDN 16 Mataram”.

Berikut adalah hasil perhitungan dari uji korelasi yang telah dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel X (pembelajaran daring) dan variabel Y (hasil belajar).

66

Tabel 4.10

Uji Korelasi Variabel Pembelajaran Daring Dan Variabel Hasil Belajar

B B B e r d a s a r k

Berdasarkan tabel dari uji korelasi diatas, variabel X (pembelajaran daring) terhadap variabel Y (hasil belajar) memiliki korelasi dengan kategori hubungan yang kuat, dan bentuk hubungannya adalah negatif.

Setelah menentukan koefisien nilai korelasi (r), langkah selanjutnya yaitu menghitung koefisien determinasi untuk mengetahui besarnya sumbangan varaibel X terdahap variabel Y, dan hasil dari perhitungan uji koefisien determinasi adalah sebesar 39% yang artinya, pengaruh variabel X (pembelajaran daring) terhadap variabel Y (hasil belajar) pada mata pelajaran matematika sebesar 41,8% dan 58,2%

lainnya ditentukan oleh variabel lain.

Langkah selanjutnya adalah melakukan uji regresi sederhana. Uji regresi sederhana bertujuan untuk memprediksi besaran nilai dari variabel x atau variabel dependent. Berikut adalah analisis dari uji

Correlations

Pembelajaran Daring

Hasil Belajar Pembelajaran

Daring

Pearson Correlation

1 -.646**

Sig. (2-tailed) <,001

N 23 23

Hasil Belajar Pearson Correlation

-.646** 1

Sig. (2-tailed) <,001

N 23 23

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

67

regrasi sederhana dengan menggunakan SPSS Statistik 25.0.

Tabel 4.11

Hasil data analisis signifikansi pengaruh variabel X terhadap variabel Y

ANOVAa Model

Sum of

Squares Df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 998.836 1 998.836 15.064 <,001b Residual 1392.469 21 66.308

Total 2391.304 22

a. Dependent Variable: Hasil Belajar

b. Predictors: (Constant), Pembelajaran Daring

Berdasarkan tabel anova diatas, bahwa nilai F hitung sebesar 15.064 dengan tingkat signifikansi yang diperoleh yaitu 0.001, yang artinya 0.001 <

0.005 atau hipotesis Ho ditolak. Dengan demikian, variabel X (pembelajaran daring) memiliki pengaruh atau berpengaruh terhadap variabel Y (hasil belajar).

berikut adalah tabel untuk mengetahui hasil perhitungan koefisien regeresi.

Tabel 4.12

Hasil Analisis Pengaruh Variabel X Terhadap Variabel Y

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 153.883 19.670 7.823 <,001

Pembelajaran Daring -1.785 .460 -.646 -3.881 <,001 a. Dependent Variable: Hasil Belajar

68

Berdasarkan tabel perhitungan koefisien regresi diatas sebesar –1.785 dan nilai konstanta sebesar 153,883, sehingga memperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

Y = a + b . x

Y = 153,883 + (-1,785) X

Persamaan tersebut menujukkan bahwa nilai konstanta sebesar 153,883 yang artinya bahwa nilai konsisten variabel partisipasi adalah sebesar 153,883.

Nilai koefisien regresi X sebesar -1,785 menyatakan bahwa setiap perubahan nilai dari pelaksanaan pembelajaran daring sebesar satu satuan maka akan diikuti dengan perubahan hasil belajar yang berkurang atau menurun sebesar -1.785.

Pada model regresi dilakukan uji kebermaknaan menggunakan uji t yang menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, sehingga hipotesis Ha diterima yang berarti ada pengaruh negatif yang signifikan antara pembelajaran daring terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas V SDN 16 Mataram Tahun ajaran 2021/2022

Dokumen terkait