• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Analisis Statistik Data Responden

Data responden memiliki peranan yang penting karena data tersebut dapat menunjukkan karakteristik tertentu dalam responden. Karakteristik populasi yang berperan dalam penelitian ini adalah kemampuan matematika siswa. Oleh karena itu, sebelum dilakukan pengambilan data penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan uji responden untuk mengetahui apakah kedua kelompok responden setara atau tidak. Dalam penelitian ini sampel berasal dari dua sekolah yang berbeda yakni SMAN 10 MATARAM kelas X sebanyak 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan SMA ABHARIYAH LABUAPI kelas X sebanyak 20 siswa sebagai kelas kontrol. Data responden didapatkan dari nilai hasil tes matematika yang terdiri dari 3 soal dengan materi fungsi dan trigonometri pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Adapun Hipotesis dari uji statistik data responden adalah terdapat perbedaan yang signifikan nilai rata-rata matematika siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.

Pengambilan keputusan didasarkan pada perbandingan nilai antara t hitung dengan t tabel. Apabila t hitung t tabel maka Ho ditolak, artinya terdapat perbedaan yang signifikan nilai rata-rata matematika siswa antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Sedangkan jika t hitung t tabel maka Ho diterima, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai rata-rata matematika siswa antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen.

Ringkasan Data nilai tes matematika dapat dilihat pada tabel 4.1 Tabel 4.1 (6) Ringkasan Data Nilai Tes Matematika Statistik SMAN 10

MATARAM

SMA ABHARIYAH

Jumlah Data 30 20

Rata-rata 74,33 71,75

Standar Deviasi 13,629 9,635

Variansi 185,747 92,829

Nilai Maksimum 90 85

Nilai Minimum 35 50

Rentang 55 35

Selanjutnya data responden di atas akan dilakukan analisis yang terdiri atas tiga tahapan yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji t. Data responden nilai tes matematika dapat dilihat pada lampiran 4.1

a. Uji Normalitas Data Responden

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data responden berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas untuk data nilai tes matematika siswa dalam penelitian ini menggunakan perhitungan Software SPSS 26 dengan hasil yang dapat dilihat pada tabel 4.2

Tabel 4.2 (7) Hasil Uji Normalitas Data Nilai Tes Matematika

Tabel 4.2 memberikan informasi tentang nilai probabilitas (P.

Value) dari masing-masing kelompok sampel untuk melihat kenormalan data dengan taraf signifikansi 0,05 ( 5% ). Berdasarkan hasil output terlihat nilai Sig. untuk kelompok data siswa kelas eksperimen sebesar 0,072 dan untuk kelompok data siswa kelas kontrol sebesar 0,081. Kedua kelompok data ini sama-sama memiliki nilai probabilitas lebih besar dari nilai taraf signifikansi. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan pada uji normalitas data maka kedua kelompok data disimpulkan berdistribusi normal.

Dengan cara yang berbeda, bisa dilihat dari perbandingan antara nilai perhitungan statistik uji Kolmogorov-smirnov dengan nilai pada uji statistik tabel. Untuk kelompok data siswa kelas eksperimen nilai hitung statistiknya adalah sebesar 0,153 dengan nilai tabel sebesar 0,242 yang diperoleh berdasarkan jumlah data 30 dan taraf signifikansi sebesar 0,05. Dan untuk kelompok data siswa kelas kontrol nilai hitung statistiknya adalah sebesar 0,182 dengan nilai tabel sebesar 0,294 yang diperoleh berdasarkan jumlah data 20 dan taraf signifikansi 0,05.

Kedua kelompok data ini sama-sama memiliki nilai tabel yang lebih besar dari nilai hitung statistik. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan pada uji normalitas data maka kedua kelompok data disimpulkan berdistribusi normal. Cara memperoleh nilai tabel dapat dilihat pada lampiran 4.2

b. Uji Homogenitas Data Responden

Rumus untuk penentuan uji homogenitas dari beberapa kelompok data adalah dengan membandingkan varians terbesar dengan varians terkecil.

Pengujian homogenitas menggunakan Software SPSS 26 dan didapatkan hasil output untuk setiap kelompok data kelas kontrol dan kelas eksperimen yang dapat dilihat pada tabel 4.3

Tabel 4.3 (8) Sebaran Varian Data Nilai Tes Matematika

Jadi varian terbesar adalah kelompok kelas eksperimen dan terkecilnya adalah kelas kontrol. Jadi rumusnya adalah.

Didapatkan dan selanjutnya dibandingkan dengan , karena maka kedua kelompok data dikatakan homogen. Cara memperoleh nilai F tabel dapat dilihat pada lampiran 4.3

c. Uji Hipotesis Data Responden

Hasil analisis uji normalitas dan homogenitas pada data nilai tes matematika siswa menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya akan dilakukan uji hipotesis untuk mengetahui apakah hipotesis diterima atau ditolak. Pada penelitian ini menggunakan uji t test dua sampel independen dengan bantuan IBM SPSS versi 26 dan hasil analisisnya dapat dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut.

Tabel 4.4 (9) Hasil Analisis Menggunakan Uji t Sampel Independen

Dari hasil analisis pada tabel 4.4 diperoleh nilai sig. nilai tes matematika siswa sebesar 0,467. Karena nilai sig. > 0,05 maka Ho di terima. Dengan demikian, tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai rata-rata matematika siswa antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen.

Dengan menggunakan perhitungan statistik diperoleh hasil sebagai berikut:

̅ ̅

√( ) ( )

( )

√( ) ( ) ( )

Harga t hitung tersebut, selanjutnya dibandingkan dengan harga t tabel. Nilai t tabel diperoleh dari , hasilnya adalah . Dengan demikian . Cara memperoleh nilai t tabel dapat dilihat pada lampiran 4.4

Berdasarkan perhitungan tersebut, dapat dilihat bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel (0,732 < 2,011). Dengan demikian Ho diterima.

Jadi kesimpulannya tidak terdapat perbedaan secara signifikan nilai rata-rata matematika siswa antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Dengan kata lain kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang akan diuji setara.

2. Analisis Statistik Deskriptif Data Penelitian

Data dalam penelitian ini didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner berupa angket yang berisikan 28 pertanyaan dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang berasal dari dua buah kelompok data yang berbeda yakni sekolah SMAN 10 MATARAM sebanyak 30 siswa dan SMA ABHARIYAH LABUAPI sebanyak 20 siswa. Ringkasan statistik data kemandirian belajar matematika siswa dapat dilihat pada tabel 4.5

Tabel 4.5 (10) Ringkasan Statistik Data Kemandirian Belajar Siswa Statistik SMAN 10

MATARAM

SMA ABHARIYAH

Jumlah Data 30 20

Rata-rata 97,7667 85,2000

Standar Deviasi 13,35118 11,05774

Variansi 178,254 122,274

Nilai Maksimum 131 103

Nilai Minimum 72 69

Rentang 59 34

Tabel 4.5 memberikan informasi tentang nilai statistik untuk masing- masing kelompok sampel. Untuk siswa yang berasal dari SMAN 10 MATARAM terlihat bahwa, dari 30 siswa yang diteliti didapatkan memiliki nilai rata-rata sebesar 97,7667, standar deviasi atau ukuran standar penyimpangan dari nilai rata-ratanya sebesar 13,35118, variansi atau kuadrat dari standar deviasi sebesar 178,254, nilai tertinggi 131 dan nilai terendah sebesar 72, dengan rentang sebesar 59. Sedangkan untuk kelompok sampel yang berasal dari sekolah SMA ABHARIYAH, dari 20 siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 85,2000, standar deviasi sebesar 11,05774, variansi sebesar 122,274, nilai tertinggi sebesar 103 dan nilai terendah adalah 69, dengan rentang sebesar 34. Data hasil penelitian dapat dilihat pada lampiran 4.5

Selanjutnya data dalam penelitian ini dibagi ke dalam tiga kategori yaitu rendah, sedang dan tinggi. Pengkategorian jawaban responden menggunakan skor ideal, sehingga nilai terbesar diperoleh dari = skor maksimum (5) x jumlah pertanyaan. Sedangkan nilai terendah diperoleh dari = skor minimum (1) x jumlah pertanyaan. Setelah interval diketahui, maka penulis mengetahui jarak interval setiap kategorinya. Lalu, data yang didapatkan dari kuesioner diklasifikasikan ke dalam kategori sesuai letak jarak intervalnya. Pengelompokan data kemandirian belajar siswa disajikan sebagai berikut.

Tabel 4.6 (11) Pengelompokkan Data Kemandirian Belajar Siswa

No Interval Kategori

SMAN 10 MATARAM

SMA ABHARIYAH

F % f %

1 Rendah 0 0,% 0 0%

2 Sedang 21 70% 19 95%

3 Tinggi 9 30% 1 5%

Total 30 100% 20 100%

Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat bahwa kemandirian belajar matematika siswa SMAN 10 MATARAM dari 30 siswa yang diteliti adalah 0 (0%) siswa memiliki kemandirian belajar rendah, 21 (70%) siswa memiliki kemandirian belajar dengan kriteria sedang, dan 9 (30%) siswa memiliki kemandirian belajar dengan kriteria tinggi. Sedangkan kemandirian belajar matematika siswa SMA ABHARIYAH dari 20 siswa yang diteliti diperoleh yaitu 0 (0%) dengan kriteria rendah, 19 (95 %) siswa memiliki kemandirian belajar dengan kriteria sedang, dan 1 (5%) siswa dengan kriteria tinggi. Hal ini menggambarkan bahwa sebagian besar responden memiliki kemandirian belajar sedang.

3. Analisis Data Penelitian

Data yang sudah sudah terkumpul dianalisis menggunakan uji yang sesuai untuk menguji hipotesis yang telah dibuat dan untuk mendapatkan jawabaan yang tepat dari rumusan masalah yang telah dibuat. Pada penelitian ini analisis yang digunakan adalah uji t sampel independen.

Sebelum itu terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang telah diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas untuk data nilai kemandirian belajar siswa dalam penelitian ini menggunakan perhitungan Software SPSS 26 dengan hasil yang dapat dilihat pada tabel 4.7

Tabel 4.7 (12) Hasil Uji Normalitas Data Kemandirian Belajar Siswa

Tabel 4.7 memberikan informasi tentang nilai probabilitas (P.

Value) dari masing-masing kelompok sampel untuk melihat kenormalan data dengan taraf signifikansi 0,05 ( 5% ). Berdasarkan hasil output terlihat nilai Sig. untuk kelompok data siswa yang menggunakan google classroom sebesar 0,200 dan untuk kelompok data siswa yang tidak menggunakan google classroom sebesar 0,200.

Kedua kelompok data ini sama-sama memiliki nilai probabilitas lebih besar dari nilai taraf signifikansi. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan pada uji normalitas data maka kedua kelompok data disimpulkan berdistribusi normal.

Dengan cara yang berbeda, bisa dilihat dari perbandingan antara nilai perhitungan statistik uji Kolmogorov-smirnov dengan nilai tabel pada taraf signifikansi 0,05. Untuk kelompok data siswa yang menggunakan google classroom nilai hitung statistiknya adalah sebesar 0,130 dengan nilai tabel sebesar 0,242 dan untuk kelompok data siswa yang tidak menggunakan google classroom sebesar 0,150 dengan nilai tabel sebesar 0,294. Kedua kelompok data ini sama-sama memiliki nilai tabel yang lebih besar dari nilai hitung statistik.

Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan pada uji normalitas data maka kedua kelompok data disimpulkan berdistribusi normal.

b. Uji homogenitas

Rumus untuk penentuan uji homogenitas dari beberapa kelompok data adalah dengan membandingkan varians terbesar dengan varians terkecil.

Pengujian homogenitas menggunakan Software SPSS 26 dan didapatkan hasil output untuk setiap kelompok data kelas yang menggunakan google classroom dan kelas yang tidak menggunakan google classroom dapat dilihat pada tabel 4.8

Tabel 4.8 (13) Sebaran Varian Data Kemandirian Belajar

Jadi varian terbesar adalah kelompok kelas eksperimen dan terkecilnya adalah kelas kontrol. Jadi rumusnya adalah.

Didapatkan dan selanjutnya dibandingkan dengan , karena maka kedua kelompok data dikatakan homogen.

c. Uji Hipotesis

Hasil analisis uji normalitas dan homogenitas pada data kemandirian belajar siswa menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya akan dilakukan uji hipotesis untuk mengetahui apakah hipotesis diterima atau ditolak.

Pada penelitian ini menggunakan uji t test dua sampel independen dengan bantuan IBM SPSS versi 26 dan hasil analisisnya dapat dilihat pada tabel 4.9 sebagai berikut.

Tabel 4.9 (14) Hasil Analisis Data Kemandirian Belajar

Dari hasil analisis pada tabel 4.9 diperoleh nilai sig kemandirian belajar siswa sebesar 0,001. Karena nilai sig < 0,05 maka Ho di tolak.

Dengan demikian, pada penelitian ini terdapat perbedaan secara signifikan kemandirian belajar siswa antara yang menggunakan google classroom dengan yang tidak menggunakan google classroom.

Dengan menggunakan perhitungan statistik diperoleh hasil sebagai berikut:

̅ ̅

√( ) ( )

( )

√( ) ( ) ( )

Harga t hitung tersebut, selanjutnya dibandingkan dengan harga t tabel untuk menguji hipotesis. Nilai t tabel diperoleh dengan rumus , hasilnya adalah . Sehingga diperoleh nilai

Berdasarkan perhitungan tersebut, dapat dilihat bahwa t hitung lebih besar dari t tabel (3,484 > 2,011). Dengan demikian Ho ditolak.

Jadi kesimpulannya terdapat perbedaan secara signifikan kemandirian belajar matematika siswa antara yang menggunakan google classroom dengan yang tidak menggunakan google classroom.

Dokumen terkait