• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Karakteristik Responden

Pengumpulan data pada penelitian dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner ke 68 warga binaan Lapas Parepare yang menjadi responden dalam penelitian ini. Data yang telah terkumpul diperoleh dari hasil jawaban responden, hasil pengolahan data berupa informasi yang digunakan untuk mengetahui pengaruh pembinaan keagamaan berupa ibadah sholat dan baca al-qur’an terhadap kesadaran beragama warga binaan LPKA Kelas II Parepare.

Identitas warga binaan yang menjadi responden dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.1 Karakteristik Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

Perempuan 4 5,8%

Laki-laki 64 94,2%

Total 68 100%

Berdasarkan tabel tersebut maka dapat dijelaskan bahwa dari 68 responden terdapat 4 orang responden (5,8%) dengan jenis kelamin perempuan dan 64 responden (94,2%) dengan jenis kelamin laki-laki. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas warga binaan pada LPKA Kelas II Parepare berjenis kelamin laki-laki.

Tabel 4.2 Karakteristik Pendidikan Terakhir Responden

Pendidikan Frekuensi Persentase

SD 14 20.6%

SMP 20 29,4%

SMA 34 50%

Total 68 100%

Berdasarkan tabel tersebut maka dapat dijelaskan bahwa dari 68 responden terdapat 14 orang responden (20,6%) dengan pendidikan terakhir SD, sebanyak 20 responden (29,4%) memiliki pendidikan terakhir SMP dan 34 responden (50%) dengan pendidikan terakhir SMA. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas warga binaan pada LPKA Kelas II Parepare memiliki pendidikan terakhir SMA.

Tabel 4.3 Karakteristik Usia Responden

Usia Frekuensi Persentase

20 – 30 36 52,9%

31 – 40 22 32,4%

> 40 10 14,7%

Total 68 100%

Berdasarkan tabel tersebut maka dapat dijelaskan bahwa dari 68 responden terdapat 36 orang responden (52,9%) dengan usia rentang 20 hingga 30 tahun, sebanyak 22 responden (32,4%) memiliki usia rentang 31 sampai 40 tahun dan 10 responden (14,7%) dengan usia diatas 40 tahun. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas warga binaan pada LPKA Kelas II Parepare memili usia antara 20 hingga 30 tahun.

4.2.2 Deskripsi Hasil Penelitian

Deskripsi hasil penelitan ini membahas tentang pengaruh variabel pembinaan

36

ibadah sholat dan baca al-qur’an terhadap kesadaran beragama bagi warga binaan pemasyarakatan di LPKA Kelas II Parepare. Dalam pengambilan data, peneliti menggunakan angket yang disebar kepada responden yaitu warga binaan penghuni pemasyarakatan di LPKA Kelas II Parepare yang mengikuti pembinaan kegamaan islam berupa ibadah sholat dan baca al-qur’an.

4.2.2.1 Variabel Pembinaan Ibadah Sholat (X1)

Jumlah responden yang diberikan angket untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan ibadah sholat di LPKA Kelas II Parepare berjumlah 68 orang, angket yang dibagikan untuk variabel pembinaan ibadah sholat terdiri dari 7 pertanyaan dan setiap perntanyaan memiliki 4 alternatif jawaban yaitu sering, kadang-kadang, hamper tidak pernah dan tidak pernah. Hasil jawaban responden untuk variabel pembinaan ibadah sholat dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.4 Saya diajarkan tata cara sholat

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 0 0%

HTP Hampir Tidak Pernah 2 2,9%

KK Kadang-Kadang 6 8,8%

S Selalu 60 88,2%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk perntanyaan pengajaran tata cara sholat menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 2 responden (2,9%) menyatakan hamper tidak pernah, kemudian sebanyak 6 responden (8,8%) menyatakan kadang-kadang dan sebanyak 60 responden (88,2%) menyatakan selalu diajarkan tata cara sholat. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan

bahwa pembinaan ibadah sholat dalam hal pengajaran tata cara sholat telah dilakukan pada warga binaan LPKA Kelas II Parepare.

Tabel 4.5 Saya mengerjakan sholat lima waktu

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 0 0%

HTP Hampir Tidak Pernah 0 0%

KK Kadang-Kadang 2 2,9%

S Selalu 66 97,1%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk perntanyaan tentang mengerjakan sholat lima waktu menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 2 responden (2,9%) menyatakan kadang-kadang dan sebanyak 66 responden (97,1%) menyatakan selalu melaksanakan sholat lima waktu. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa warga binaan LPKA Kelas II Parepare yang mendapatkan pembinaan keagamaan ibadah sholat sering melaksanakan sholat lima waktu.

Tabel 4.6 Saya sholat berjamaah di masjid

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 0 0%

HTP JHampir Tidak Pernah 0 0%

KK Kadang-Kadang 9 13,2%

S Selalu 59 86,8%

Jumlah 68 100%

38

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk pernyataann tentang mengerjakan sholat secara berjamaahh di masjid menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 9 responden (13,2%) menyatakan kadang-kadang dan sebanyak 59 responden (86,8%) menyatakan selalu melaksanakan sholat secara berjamaah di masjid. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa warga binaan LPKA Kelas II Parepare yang mendapatkan pembinaan keagamaan ibadah sholat sering melaksanakan sholat secara berjamaah di masjid.

Tabel 4.7 Saya mengerjakan sholat dhuha setiap hari

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 0 0%

HTP Hampir Tidak Pernah 0 0%

KK Kadang-Kadang 27 39,7%

S Selalu 41 60,3%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk pernyataann tentang mengerjakan sholat setiap hari menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 27 responden (39,7%) menyatakan kadang-kadang dan sebanyak 41 responden (60,3%) menyatakan selalu melaksanakan sholat sholat dhuha. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa warga binaan LPKA Kelas II Parepare yang mendapatkan pembinaan keagamaan ibadah sholat sering melaksanakan sholat dhuha.

Tabel 4.8 Saya mengerjakan sholat tahajjud

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 2 2,9%

HTP Hampir Tidak Pernah 0 0%

KK Kadang-Kadang 37 54,4%

S Selalu 29 42,6%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk pernyataann tentang mengerjakan sholat tahajjud menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 2 responden (2,9%) menyatakan tidak pernah sholat tahajjud, 37 responden (54,4%) menyatakan kadang-kadang dan sebanyak 29 responden (42,6%) menyatakan selalu melaksanakan sholat tahajjud. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa warga binaan LPKA Kelas II Parepare yang mendapatkan pembinaan keagamaan ibadah sholat kadang-kadang melaksanakan sholat tahajjud.

Tabel 4.9 Saya tetap sholat ketika Saya sibuk

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 2 2,9%

HTP Hampir Tidak Pernah 0 0%

KK Kadang-Kadang 9 13,2%

S Selalu 57 83,8%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk pernyataann tentang mengerjakan sholat walaupun dalam kondisi sibuk menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 2 responden (2,9%) menyatakan tidak pernah sholat ketika sedang sibuk, 9 responden (13,2%) menyatakan kadang-kadang dan sebanyak 57 responden (83,8%) menyatakan selalu melaksanakan sholat walaupun dalam kondisi sibuk. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa warga binaan

40

LPKA Kelas II Parepare yang mendapatkan pembinaan keagamaan ibadah sholat tetap melaksanakan ibadah shholat walaupun dalam kondisi sibuk.

Tabel 4.10 Saya segera ke masjid ketia adzan dikumandangkan

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 1 1,5%

HTP Hampir Tidak Pernah 0 0%

KK Kadang-Kadang 5 7,4%

S Selalu 62 91,2%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk pernyataann tentang sikap yang segera ke masjid ketika adzan dikumandangkan menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 1 responden (2,9%) menyatakan tidak langsung menuju masjid walaupun adzan telah dikumandangkan, 5 responden (7,4%) menyatakan kadang- kadang dan sebanyak 62 responden (91,2%) menyatakan segera ke masjid ketika mendengar adzan dikumandangkan. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa warga binaan LPKA Kelas II Parepare yang mendapatkan pembinaan keagamaan ibadah sholat akan segera menuju masjid ketika adzan telah dikumandangkan.

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa skor variabel pembinaan ibadah sholat berada antara 22 sampai dengan 28, nilai mean sebesar 26,32, median sebesar 27, variansi sebesar 2,521, dan standar deviasi sebesar 1,588. Rangkuman hasil deskriptif untuk variabel pembinaan ibadah sholat dapat di lihat dari tabel berikut :

Tabel 4.11 Rangkuman hasil deskriptif (Variabel X1) Pembinaan Ibadah Sholat

Statistics Total

N

Valid 68

Missing 7

Mean 26.32

Std. Error of Mean .193

Median 27.00

Mode 28

Std. Deviation 1.588

Variance 2.521

Range 6

Minimum 22

Maximum 28

Sum 1790

Pada penelitian ini dalam pembinaan ibadah sholat (variabel X1) menunjukkan bahwa ada 68 sampel atau responden dalam pembagian angket. Hal ini dapat dilihat dari analisis yang digunakan dalam SPSS dimana missing pada tabel sebesar 0 yang menandakan tidak ada data yang hilang. Maksudnya bahwa semua sampel atau responden mengisi setiap item yang dibagikan oleh si peneliti. Sehingga data dapat diolah dengan baik.

Berdasarkan analisis data statistik deskriptif yang telah diolah dari data mentah ke SPSS maka tabel di atas mendeskripsikan kegiatan pembinaan ibadah sholat (Variabel X1) dalam bentuk mean, median, mode, standar deviasi, variance, range, nilai mininum, nilai maximum, dan sum.

42

Mean atau nilai rata-rata pada data ini sebesar 26,32 angka ini didapatkan dari hasil nilai total sebesar 1790 kemudian dibagi dengan banyaknya data N=68, maka menghasilkan 1790/68 = 26,32 sehingga menunjukkan nilai rata-rata hasil kuesioner pembinaan ibadah sholat sebesar 26,32.

Median atau nilai tengah sebesar 27 angka ini didapatkan dari hasil penyusunan yang terletak di nilai tengah yang tersusun dari jumlah hasil dari jawaban yang di dapatkan kemudian di urutkan dari nilai terkecil ke nilai besar atau bisa juga dengan sebaliknya, dari hasil analisis dapat menunjukkan nilai tengah berada di angka 27.

Mode atau modus sebesar 28 angka ini didapatkan dari data yang yang memiliki frekuensi terbesar atau terbanyak dalam suatu kumpulan data. Maksudnya nilai 27 menunjukkan bahwa pembinaan ibadah sholat berada pada nilai 27.

Standar deviasi atau simpangan baku sebesar 1,588 nilai ini didapatkan dari hasil pembagian dimana nilai N dikalikan dengan nilai X dikuadratkan kemudian dikurangi dengan nilai X2 kemudian dibagi data N dimana data N (n-1). Maksudnya angka diatas menunjukkan bahwa sampel data yang diambil mewakili populasi sebesar 1,588.

Range atau rentang sebesar 6 angka ini dapat dilihat berdasarkan nilai tertinggi dikurangi nilai terendah yakni 28-22 = 6. Sehingga pembinaan ibadah sholat dari data dengan rentang sebesar 6.

Nilai minimum pada tabel sebesar 22 skor dimana pada data tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan ibadah sholat dalam kategori rendah.

Nilai maksimum sebesar 28 nilai ini menunjukkan bahwa pelaksnaan pembinaan

ibadah sholat dalam kategori tinggi. Sedangkan sum atau jumlah total keseluruhan dari hasil yang telah diolah sebesar 1790.

Distribusi frekuensi variabel pembinaan kemandirian dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Penentuan kategori dari skor pembinaan ibadah sholat dengan menggunakan kriteria bentuk sebagai berikut.

Nilai A adalah dari 80%-100% kategori sangat tinggi Nilai B adalah dari 65%-79% kategori tinggi

Nilai C adalah dari 55%-64% kategori sedang Nilai D adalah dari 45%-54% kategori rendah Nilai E adalah dari 0%-44% kategori sangat rendah38

Skor total variabel pembinaan ibadah sholat yang di peroleh dari hasil penelitian adalah 1790, skor teriotik tertinggi variabel ini tiap responden adalah 28, karena jumlah responden 68 orang, maka skor kriterium adalah 28 x 68 = 1904.

Dengan demikian, pembinan ibadah sholat adalah 1790 : 1904 = 0,940 atau 94% dari kriterium yang ditetapkan jadi, dapat disimpulkan bahwa pembinaan ibadah sholat termasuk kategori sangat tinggi.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan pembinaan ibadah sholat termasuk kategori sangat tinggi, hal ini sesuai dengan hasil pengamatan dilapangan menunjukkan bahwa dari 68 orang yang menjadi responden terhadap pembinaan ibadah sholat sangat tinggi.

4.2.2.2 Variabel Pembinaan Baca Al-qur’an (X2)

Jumlah responden yang diberikan angket untuk mengetahui pelaksanaan

38Sutrisno Badri, Metode Statistika Untuk Penelitian Kuantitatif, h. 65.

44

pembinaan baca al-qur’an di LPKA Kelas II Parepare berjumlah 68 orang, angket yang dibagikan untuk variabel pembinaan baca al-qur’an terdiri dari 7 pertanyaan dan setiap perntanyaan memiliki 4 alternatif jawaban yaitu sering, kadang-kadang, hamper tidak pernah dan tidak pernah. Hasil jawaban responden untuk variabel pembinaan baca al-qur’an dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.13 Saya diajarkan membaca al-qur’an

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 2 2,9%

HTP Hampir Tidak Pernah 0 0%

KK Kadang-Kadang 5 7,4%

S Selalu 61 89,7%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk perntanyaan pengajaran baca al-qur’an menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 2 responden (2,9%) menyatakan tidak pernah, kemudian sebanyak 5 responden (7,4%) menyatakan kadang-kadang dan sebanyak 61 responden (89,7%) menyatakan selalu diajarkan baca al-qur’an. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembinaan baca al-qur’an dalam hal pengajaran cara baca al-qur’an telah dilakukan pada warga binaan LPKA Kelas II Parepare.

Tabel 4.14 Saya membaca al-qur’an setiap hari

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 0 0%

HTP Hampir Tidak Pernah 0 0%

KK Kadang-Kadang 16 23,5%

S Selalu 52 76,5%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk perntanyaan membaca al- qur’an setiap hari menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 16 responden (23,5%) menyatakan kadang-kadang dan sebanyak 52 responden (76,5%) menyatakan membaca al-qur’an setiap hari. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembinaan baca al-qur’an dalam hal pelaksanaan baca al- qur’an setiap hari telah dilakukan oleh warga binaan LPKA Kelas II Parepare.

Tabel 4.15 Saya membaca al-qur’an setelah sholat

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 0 0%

HTP Hampir Tidak Pernah 0 0%

KK Kadang-Kadang 24 35,3%

S Selalu 44 64,7%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk perntanyaan membaca al- qur’an setelah sholat menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 24 responden (35,3%) menyatakan kadang-kadang dan sebanyak 44 responden (64,7%) menyatakan selalu membaca al-qur’an setelah sholat. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembinaan baca al-qur’an dalam hal pelaksanaan baca al-qur’an setelah sholat telah dilakukan oleh warga binaan LPKA Kelas II Parepare.

Tabel 4.16 Saya menghafal surat-surat pendek

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

46

TP Tidak Pernah 0 0%

HTP Hampir Tidak Pernah 0 0%

KK Kadang-Kadang 6 8,8%

S Selalu 62 91,2%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk perntanyaan pelaksanaan menghafal surat-surat pendek menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 6 responden (8,8%) menyatakan kadang-kadang dan sebanyak 62 responden (91,2%) menyatakan selalu membaca menghafal surat-surat pendek. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembinaan baca al-qur’an dalam hal pelaksanaan hafalan surat-surat pendek telah dilakukan oleh warga binaan LPKA Kelas II Parepare.

Tabel 4.17 Saya merasa senang jika membaca al-qur’an

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 0 0%

HTP Hampir Tidak Pernah 0 0%

KK Kadang-Kadang 1 1,5%

S Selalu 67 98,5%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk perntanyaan perasaan senang jika membaca al-qur’an menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 1 responden (1,5%) menyatakan kadang-kadang dan sebanyak 67 responden (98,5%) menyatakan selalu merasa tenang jika membaca al-qur’an. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa warga binaan LPKA Kelas II Parepare

memiliki perasaan tenang pada saat membaca al-qur’an.

Tabel 4.18 Saya berwudhu sebelum membaca al-qur’an

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 0 0%

HTP Hampir Tidak Pernah 0 0%

KK Kadang-Kadang 2 2,9%

S Selalu 66 97,1%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk perntanyaan pelaksanaan wudhu sebelum membaca al-qur’an menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 2 responden (2,9%) menyatakan kadang-kadang dan sebanyak 66 responden (97,1%) menyatakan selalu berwudhu sebelum membaca al-qur’an. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembinaan baca al-qur’an dalam hal pelaksanaan wudhu sebelum membaa al-qur’an telah dilakukan oleh warga binaan LPKA Kelas II Parepare.

Tabel 4.19 Saya membaca al-qur’an ketika sibuk

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 5 7,4%

HTP Hampir Tidak Pernah 2 2,9%

KK Kadang-Kadang 37 54,4%

S Selalu 24 35,3%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk perntanyaan pelaksanaan baca al-qur’an walaupun dalam kondisi sibuk menunjukkan bahwa dari 68 responden

48

sebanyak 5 responden (7,4%) menyatakan tidak pernah, kemudian sebanyak 2 responden (2,9%) menyatakan hamper tidak pernah, 37 responden (54,4%) menyatakan kadang-kadang dan 24 responden (35,3%) menyatakan selalu membaca al-qur’an walaupun dalam kondisi sibuk. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas warga binaan LPKA Kelas II Parepare tetap membaca al-qur’an walaupun sibuk.

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa skor variabel pembinaan baca al-qur’an berada antara 22 sampai dengan 28, nilai mean sebesar 26,29, median sebesar 27, variansi sebesar 2,450, dan standar deviasi sebesar 1,565. Rangkuman hasil deskriptif untuk variabel pembinaan ibadah sholat dapat di lihat dari tabel berikut :

Tabel 4.20 Rangkuman hasil deskriptif (Variabel X2) Pembinaan Baca Al-qur’an

Statistics Total

N

Valid 68

Missing 0

Mean 26.32

Std. Error of Mean .193

Median 27.00

Mode 28

Std. Deviation 1.588

Variance 2.521

Range 6

Minimum 22

Maximum 28

Sum 1790

Pada penelitian ini dalam pembinaan baca al-qur’an (variabel X2) menunjukkan bahwa ada 68 sampel atau responden dalam pembagian angket. Hal ini dapat dilihat dari analisis yang digunakan dalam SPSS dimana missing pada tabel sebesar 0 yang menandakan tidak ada data yang hilang. Maksudnya bahwa semua sampel atau responden mengisi setiap item yang dibagikan oleh si peneliti. Sehingga data dapat diolah dengan baik.

Berdasarkan analisis data statistik deskriptif yang telah diolah dari data mentah ke SPSS maka tabel di atas mendeskripsikan kegiatan pembinaan baca al- qur’an (Variabel X2) dalam bentuk mean, median, mode, standar deviasi, variance, range, nilai mininum, nilai maximum, dan sum.

Mean atau nilai rata-rata pada data ini sebesar 26,29 angka ini didapatkan dari hasil nilai total sebesar 1788 kemudian dibagi dengan banyaknya data N=68, maka menghasilkan 1788/68 = 26,29 sehingga menunjukkan nilai rata-rata hasil kuesioner pembinaan baca al-qur’an sebesar 26,29.

Median atau nilai tengah sebesar 27 angka ini didapatkan dari hasil penyusunan yang terletak di nilai tengah yang tersusun dari jumlah hasil dari jawaban yang di dapatkan kemudian di urutkan dari nilai terkecil ke nilai besar atau bisa juga dengan sebaliknya, dari hasil analisis dapat menunjukkan nilai tengah berada di angka 27.

50

Mode atau modus sebesar 28 angka ini didapatkan dari data yang yang memiliki frekuensi terbesar atau terbanyak dalam suatu kumpulan data. Maksudnya nilai 27 menunjukkan bahwa pembinaan baca al-qur’an berada pada nilai 27.

Standar deviasi atau simpangan baku sebesar 1,565 nilai ini didapatkan dari hasil pembagian dimana nilai N dikalikan dengan nilai X dikuadratkan kemudian dikurangi dengan nilai X2 kemudian dibagi data N dimana data N (n-1). Maksudnya angka diatas menunjukkan bahwa sampel data yang diambil mewakili populasi sebesar 1,565.

Range atau rentang sebesar 6 angka ini dapat dilihat berdasarkan nilai tertinggi dikurangi nilai terendah yakni 28-22 = 6. Sehingga pembinaan baca al- qur’an dari data dengan rentang sebesar 6.

Nilai minimum pada tabel sebesar 22 skor dimana pada data tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan baca al-qur’an dalam kategori rendah.

Nilai maksimum sebesar 28 nilai ini menunjukkan bahwa pelaksnaan pembinaan baca al-qur’an dalam kategori tinggi. Sedangkan sum atau jumlah total keseluruhan dari hasil yang telah diolah sebesar 1788.

Distribusi frekuensi variabel pembinaan kemandirian dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Penentuan kategori dari skor pembinaan baca al-qur’an dengan menggunakan kriteria bentuk sebagai berikut.

Nilai A adalah dari 80%-100% kategori sangat tinggi Nilai B adalah dari 65%-79% kategori tinggi

Nilai C adalah dari 55%-64% kategori sedang Nilai D adalah dari 45%-54% kategori rendah

Nilai E adalah dari 0%-44% kategori sangat rendah39

Skor total variabel pembinaan baca al-qur’an yang di peroleh dari hasil penelitian adalah 1788, skor teriotik tertinggi variabel ini tiap responden adalah 28, karena jumlah responden 68 orang, maka skor kriterium adalah 28 x 68 = 1904.

Dengan demikian, pembinan ibadah sholat adalah 1788 : 1904 = 0,939 atau 93,9%

dari kriterium yang ditetapkan dapat disimpulkan bahwa pembinaan baca al-qur’an termasuk kategori sangat tinggi.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan pembinaan baca al-qur’an termasuk kategori sangat tinggi, hal ini sesuai dengan hasil pengamatan dilapangan menunjukkan bahwa dari 68 orang yang menjadi responden terhadap pembinaan baca al-qur’an sangat tinggi.

4.2.2.3 Variabel kesadaran Beragama (Y)

Jumlah responden yang diberikan angket untuk mengetahui kesadaran beragama warga binaan di LPKA Kelas II Parepare berjumlah 68 orang, angket yang dibagikan untuk variabel kesadaran beragama terdiri dari 16 pertanyaan dan setiap perntanyaan memiliki 4 alternatif jawaban yaitu selalu, kadang-kadang, hampir tidak pernah dan tidak pernah. Hasil jawaban responden untuk variabel pembinaan kesadaran beragama dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.22 Saya mengerjakan sholat tepat waktu

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 0 0%

HTP Hampir Tidak Pernah 0 0%

KK Kadang-Kadang 9 13,2%

39Sutrisno Badri, Metode Statistika Untuk Penelitian Kuantitatif, h. 65.

52

S Selalu 59 86,8%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk perntanyaan mengerjakan sholat tepat waktu menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 9 responden (13,2%) menyatakan kadang-kadang dan sebanyak 59 responden (86,8%) menyatakan selalu melaksanakan sholat tepat waktu. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kesadaran beragama dalam hal sholat tepat waktu telah dilakukan warga binaan LPKA Kelas II Parepare.

Tabel 4.23 Saya membiasakan khusu’ dalam sholat dan berdoa sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 0 0%

HTP Hampir Tidak Pernah 0 0%

KK Kadang-Kadang 3 4,4%

S Selalu 65 95,6%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk perntanyaan khusu’ dalam sholat dan berdoa sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 3 responden (4,4%) menyatakan kadang-kadang dan sebanyak 65 responden (95,6%) menyatakan selalu khusu’ dalam sholat dan berdoa sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kesadaran beragama dalam hal khusu’ dalam

menjalankan ibadah sholat dan berdoa telah dilakukan warga binaan LPKA Kelas II Parepare.

Tabel 4.24 Saya membaca buku-buku sholat untuk menambah pengetahuan Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 0 0%

HTP Hampir Tidak Pernah 1 1,5%

KK Kadang-Kadang 15 22%

S Selalu 52 76,5%

Jumlah 68 100%

Berdasarkan tabel yang berisi hasil angket untuk perntanyaan membaca buku- buku sholat untuk menambah pengetahuan menunjukkan bahwa dari 68 responden sebanyak 1 responden (1,5%) menyatakan hamper tidak pernah, 15 responden (22%) menyatakan kadang-kadang dan sebanyak 52 responden (95,6%) menyatakan selalu membaca buku-buku sholat untuk menambah pengetahuan. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kesadaran beragama dalam hal membaca buku-buku sholat untuk menambah pengetahuan telah terlaksana dengan baik pada warga binaan LPKA Kelas II Parepare.

Tabel 4.25 Saya merasa senang jika membaca al-qur’an

Pilihan Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

TP Tidak Pernah 0 0%

HTP Hampir Tidak Pernah 0 0%

KK Kadang-Kadang 0 0%

S Selalu 68 100%

Dokumen terkait