BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Hipotesis Pertama
H1 : Terdapat pengaruh secara langsung antara Islamic branding image terhadap keputusan nasabah menabung di bank syariah.
H0 : Tidak terdapat pengaruh secara langsung antara Islamic branding image terhadap keputusan nasabah menabung di bank syariah.
2. Hipotesis Kedua
H2 : Terdapat pengaruh secara langsung antara pengetahuan bagi hasil terhadap keputusan nasabah menabung di bank syariah.
H0 : Tidak terdapat pengaruh secara langsung antara pengetahuan bagi hasil terhadap keputusan nasabah menabung di bank syariah.
3. Hipotesis Ketiga
H3 : Terdapat pengaruh secara simultan antara Islamic branding image dan pengetahuan bagi hasil terhadap keputusan nasabah menabung di bank syariah.
H0 : Tidak terdapat pengaruh secara simultan antara Islamic branding image dan pengetahuan bagi hasil terhadap keputusan nasabah menabung di bank syariah.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya.55 Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Metode survey adalah metode penelitian yang digunakan untuk memecahkan masalah sesuai dengan pertanyaan yang diajukan atau sesuai dengan masalah yang diamati.56 Metode survey merupakan metode penelitian yang menggunkan kuesioner sebagai instrument utama dalam mengumpulkan data.57
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.58
55 Sandu Siyoto dan M.Ali Sodik¸Dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: Literasi Media Publishing, 2015), hlm. 17
56 Nikolaus Duli, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Beberapa Konsep Dasar untuk Penulisan Skripsi dan Analisis Data dengan SPSS, (Yogyakarta, Deepublish, 2019), hlm. 4.
57 Sandu Siyoto dan M.Ali Sodik¸Dasar Metodologi Penelitian…, hlm.20
58 Sugiono, Statistika Untuk Penelitian Cet.28, (Bandung: Alfabeta, 2017), hlm.61
37
Populasi dalam penelitian dibedakan menjadi populasi terbatas(finit) dan populasi tak terbatas (infinit). Populasi finit adalah suatu populasi yang jumlah anggota populasi diketahui secara pasti, sedangkan populasi infinit adalah populasi yang jumlah anggota populasi tidak diketahui secara pasti.59
Dalam penelitian ini, populasinya adalah nasabah yang menabung di PT. BPRS Dinar Ashri Kantor Pusat Mataram sebanyak 44.641 nasabah.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel merupakan bagian dari populasi yang menjadi objek penelitian. Dalam penetapan/pengambilan sampel dari populasi, sampel harus representif (mewakili) terhadap populasinya.60
Menurut Slovin, untuk menentukan jumlah sampel, yaitu:
n =
Keterangan:
n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi
e = Batas Toleransi Kesalahan
Berikut perhitungan sampel dengan toleransi eror 10% adalah sebagai berikut:
59 Dorothy Rouly Haratua Pandjaitan dan Aripin Ahmad, Buku AjarMetode Penelitian Untuk Bisnis, (Bandar Lampung: Aura Publishing, 2017), hlm.54
60 Sugiono, Motode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Cet. 27, (Bandung: Alfabeta, 2017), hlm.118
n =
( )
n =
.. ( , )
n =
.. ( , )
n =
.,
n = 99.77649
Jadi, jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian adalah sebesar 99,77649 dibulatkan menjadi 100 responden.
Teknik pengumpulan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik probability sampling dengan simple random sampling. Dimana, probability sampling merupakan teknik yang pengambilan sampelnya memberikan peluang yang sama bagi seluruh anggota untuk dipilih menjadi sampel, sedangkan simple random sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi.61
C. Waktu dan Tempat Penelitian
Dalam penelitian ini, waktu yang digunakan oleh peneliti di mulai dari tanggal 8 Februari – 18 Juni 2021. Waktu ini dihitung sejak surat izin penelitian
61 Sugiono, Metode Penelitian…, hlm. 122
disetujui oleh pihak PT. BPRS Dinar Ashri Mataram. Adapun tempat penelitian ini dilakukan adalah di PT. BPRS Dinar Ashri Mataram yang merupakan kantor pusat dari PT.BPRS Dinar Ashri, yang terletak di Jl. Sriwijaya No. 394 Blok X-XI Mataram, Nusa Tenggara Barat.
D. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut.62 Dalam penelitian ini terdapat dua macam variabel penelitian yaitu :
1. Variabel independen
Variabel independen (bebas) adalah variable yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel independen dalam peneltian ini adalah Islamic Branding Image (X1) dan Pengetahuan Bagi Hasil (2)
2. Variabel dependen
Variabel dependen (terikat) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, adanya variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keputusan nasabah menabung di bank syariah (Y).63
62 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan…, hlm. 60
63 Ibid., hlm. 61
Desain penelitian merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian.64
Jenis Penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Islamic Branding Image dan Pengetahuan Bagi Hasil terhadap Keputusan Nasabah Menabung di PT. BPRS Dinar Ashri Mataram.
Instrumen pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan alat bantu SPSS dan Microsof Excel 2010. Bentuk kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup, dimana responden akan menjawab pertanyaan berdasarkan pilihan yang tersedia di kuesioner. Dalam pemberian skor dari kuesioner, peneliti menggunakan skala Likert. Selain kuesioner alat bantu yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan dalam pengumpulan data seperti kuesioner, tes, wawancara dan lainnya.65 Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, dimana kuesioner ini disebar kepada
64 Sandu Siyoto dan M. Ali Sodik, Dasar Metodelpgi Penelitian…, hlm 97
65 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Skripsi Uin Mataram Tahun 2020, (UIN Mataram:
Mataram, 2020), hlm. 34.
responden dengan tujuan untuk menghasilkan data kuantitatif yang akurat66. Kuesioner yang diberikan adalah kuesioner tertutup ,karena jawabannya telah disediakan terlebih dahulu. Selain kuesioner, alat bantu lain yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, indikator-indikator setiap variab el antara lain sebagai berikut:
Tabel 3.1 Instrumen Penelitian
Variabel Indikator Sumber Skala
Islamic Branding Image
(X1)
- Islamic branding by compliance (Kepatuhan) - Islamic branding by origin
(Asal)
- Islamic branding by customeri (Pelanggan)
Muhammad Nasrullah (2015)
Likert
Pengetahuan Bagi hasil (X2)
- Kejelasan besarnya nisbah bagi hasil
- Manfaat dari bagi hasil - Bagi hasil yang kompetitif - Perbedaan bagi hasil
dengan bunga
Zamir I Likert
Keputusan Menabung (Y)
- Faktor kebudayaan - Faktor sosial - Faktor pribadi - Faktor Psikologi
Philip Kotler Likert
66 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan…, hlm.133
Tehnik pengumpulan data merupakan prosedur yang digunakan dalam memperoleh data penelitian.67 Dalam penelitian ini tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah:
1. Kuesioner
Kuesioner adalah tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.68 Kuesioner dapat berbentuk cetak (offline) atau dalam bentuk online (google form).69
Kuesioner dapat berupa pernyataan tertutup atau terbuka, dalam penelitian ini peneliti menggunakan kuesioner tertutup dimana peneliti memberikan pertanyaan dan jawaban agar responden tidak diberi keleluasan atau kesempatan untuk mengeluarkan pendapat. Dalam hal ini, peneliti menyebar kuesioner di lapangan yang dibantu oleh pegawai Bank Dinar Ashri Mataram, karena masih dalam keadaan Covid-19.
Peneliti menggunakan skala Likert untuk mengukur pengaruh Islamic branding image dan pengetahuan bagi hasil terhadap keputusan nasabah menabung di bank syariah. Skala Likert, digunakan untuk mengukur sikap,
67 Ibid., hlm. 308
68 Ibid., hlm. 199
69 Nikolaus Duli, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Beberapa Konsep Dasar Untuk Penulisan Skripsi dan Analisis Data dengan SPSS, (Yogyakarta: Deepublish, 2019), hlm. 4
pendapat, dan persepsi seseorang, atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.70
Berikut ini pemberian skor menggunakan skala Likert pada alternatif jawaban dari kuesioner, dengan kategori penilaian dari skala 1 sampai 4:71
Tabel 3.2 Skor Variabel
Alternatif Jawaban Simbol Skor
Sangat Tidak Setuju STS 1
Tidak Setuju TS 2
Setuju S 3
Sangat Setuju SS 4
Kuesioner dalam penelitian ini diadaptasi dari beberapa kuesioner dari penelitian terdahulu, yaitu penelitian yang dilakukan oleh Najwa Fithrati dengan judul Pengaruh Islamic Service Quality dan Islamic Branding Terhadap Kepuasan Nasabah (Studi Kasus Pada Nasabah Bank Muamalat Indonesia), dan penelitian yang dilakukan oleh Khaeruddin yang berjudul Pengaruh Pengetahuan Nasabah Mengenai Akad Bagi Hasil Terhadap Keputusan Nasabah Menabung Pada PT. Bank Sulselbar UUS Makassar.
70 Ibid.,hlm. 134
71 Ibid
., hlm.135
2. Observasi
Observasi adalah melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan.72 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi terstruktur dimana observasi terstruktur adalah observasi yang dirancang secara sistematis, tentang apa yang diamati, kapan dan dimana tempatnya.73
Adapun observasi yang dilakukan peneliti adalah dengan turun mengamati langsung nasabah di tempat penelitian yaitu PT. BPRS Dinar Ashri mataram.
3. Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental seseorang.74 Dokumentasi dalam penelitian ini adalah dari arsip atau foto pada saat penelitian berlangsung.
Data yang diperoleh dari ketiga teknik pengumpulan data tersebut merupakan data primer. Selain data primer, peneliti juga menggunakan data sekunder. Data skunder adalah sumber data yang diperoleh dari berbagai sumber yang telah ada, seperti buku, laporan, jurnal dan lain-lain.75
72 Ismail Nurdin dan Sri Hartati, Metodologi Penelitian Sosial, (Surabaya: Media Sahabat Cendekia, 2019), hlm. 173
73 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, hlm. 203
74 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, hlm. 329
75 Sandu Siyato, Dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta; Literasi Media Publishing, 2015), Cet. 1, hlm. 67
H. Teknik Analisis Data
1. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas
Uji Validitas digunakan untuk menguji /mengukur valid atau tidaknya sebuah data. Suatu data dikatakan valid apabila data tersebut menunjukkan ketepatan antara data yang terdapat dilapangan dengan data yang dilaporkan oleh peneliti. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu valliditas konstruk. Validitas konstruk adalah sutau karangka dalam konsep, untuk itu perlu dijabarkan konsep yang akan diteliti atau variabel yang diteliti di dalam tolak ukur operasional. Pada penelitian kuantitatif yang diuji validitasnya adalah instrument penelitian (kuesioner) yang sudah diberikan skor.76
Dalam penelitian ini, pengujian validitas dilakukan dengan menguji signifikasi koefisien pada taraf signifikasi 5% (0,05). Artinya, insstrumen dinyatakan valid apabila rhitung > rtabel dengan taraf signifikasi 5% dan tidak valid apabila rhitung < rtabel dengan taraf signifikasi 5%.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah suatu indikator cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagat alat pengumpul data. Reliabilitas artinya dapat dipercaya atau diandalkan.77 Suatu data dinyatakan reliabel apabila dua
76 Dorothy Rouly Haratua Pandjaitan dan Aripin Ahmad, Buku AjarMetode..., hlm.54
77 Ibid., hlm. 57
peneliti atau lebih peneliti dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama, atau peneliti yang sama dalam waktu yang berbeda menghasilkan data yang sama.78
Dalam pengujian reliabilitas ini peneliti menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Artinya, sebuah variabel dikatakan reliabel jika memiliki nilai Cronbach’s Alpha > 0,06 .
2. Uji Asumsi Klasik
Adapun uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Uji Normalitas
Uji normalitas data merupakan uji distribusi untuk melihat bahwa data penelitian terdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini uji normalitas menggunakan pendekatan Kolmogrov-Smirnov (K-S). Jika nilai Asymp.sig.(2-tailed) diatas 5% artinya terdistribusi dengan normal.
Selain itu cara untuk menentukan apakah suatu model berdistribusi normal atau tidak, biasanya hanya melihat pada bentuk histogram residual yang bentuknya seperti lonceng atau tidak.79
b. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Uji ini perlu dilakukan
78 Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif Untuk penelitian bersifat:eksploratif entrerpretif, interaktif dan konstruktif, Ed.3, (Bandung: Alfabeta, 2020), hlm. 182
79 Dorothy Rouly H.Panjaitan dan Arifin Ahmad, Buku Ajar Metode…, hlm. 91
jika jumlah variabel independen lebih dari satu, cara untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas yaitu dengan melihat nilai VIF (variace- inflating factor). Jika VIF ˂ 10, tingkat kolinearitas dapat ditoleransi.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedasitas bertujuan untuk melihat apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu mengamatan kepengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedasitas.80
d. Uji Linearitas
Uji linearitas digunakan untuk melihat apakah model regresi dapat didekati dengan persamaan linear. Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linear bila signitifikan < 0,05. Dengan kata lain, uji linearitas dalam pengujian asumsi regresi dapat terpenuhi, yaitu variabel Y merupakan fungsi linear dari gabungan variabel-variabel X.81
3. Uji Regresi Linear Berganda
Analisis regresi berganda merupakan analisis statistik yang menghubungkan antara dua variabel independen (X) atau lebih dengan variabel dependen(Y).Tujuan analisis regresi linear berganda adalah untuk mengukur hubungan antara dua variabel atau lebih dan membuat perkiraan
80 Ibid., hlm 92
81 Ibid., hlm. 94
atas nilai Y atas X. Persamaan regresi linear berganda adalah sebagai berikut:82
Y = a + b1X1 + b2X2 + e Dimana :
Y = Keputusan Menabung X1 = Islamic Branding Image X2 = Pengetahuan Bagi Hasil b1, 2= Koefisien regresi
a = Konstanta e = eror 4. Uji Hipotesis
a. Uji t (Parsial)
Uji Parsial digunakan untuk menguji apakah sebuah variabel bebas benar memberikan pengaruh terhadap vatiabel terikat. Pengambilan keputusan dalam uji ini, berdasarkan pada :
1) Perbandingan t hitung dengan t tabel
Jika t hitung > statistik tabel, maka Ho ditolak, Jika statistic hitung <
statistic tabel, maka Ho diterima.
82 Ibid., 103
2) Berdasarkan nilai probabilitas
Jika probabilitas > 0,05 maka Ho diterima Jika probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak.
b. Uji Simultan (Uji F)
Uji Statistik F merupakan uji simultan (keseluruhan, bersama- sama). Uji simultan bertujuan untuk menguji apakah antara variabel X1, X2
dan seterusnya.83
Dalam penelitian ini menggunakan tingkat signifikan (α = 5%) Artinya bila sig.F < 0,05 atau Fhitung > dari Ftabel , maka Hipotesis nol (H0) ditolak, artinya variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent.
5. Uji Koefisien Determinasi
Uji Determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Dimana kontribusi variabel independen dapat mempengaruhi variabel dependen dan sisanya dapat dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian.84
83 Resiska Vikaliana dan Irwansyah, Pengolahan Data dengan SPSS, (Serang: CV. AA Rizky, 2017), hlm. 41
84 Reni Farida,” Pengaruh Islamic Branding…, hlm. 39
1. Deskripsi Lokasi Peneltian
a. Sejarah PT. BPRS Dinar Ashri Mataram
PT. BPRS Dinar Ashri didirikan dengan Akte Pendirian yang dibuat di hadapan Notaris Fikry Said, SH No. 26 tanggal 15 April 2006, dengan modal dasar saat ini sebesar Rp. 25.000.000.000,- (Dua Puluh Lima Milyar Rupiah) dan telah disetor sebesar Rp. 14.750.000.000,- (Empat Belas Milyar Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Mulai beroperasi tanggal 27 Juli 2006, sejak di didirikan hingga saat ini Kantor Pusat berkedudukan di Jl.Sriwijaya No., 394 Blok X - XI Mataram, Nusa Tenggara Barat.
PT. BPRS Dinar Ashri Mataram mulai beroperasi melayani kebutuhan masyarakat akan produk perbankan syariah, seperti: tabungan, deposito dan pembiayaan, dan jasa perbankan lainnya. Sejak saat itu perusahaan tumbuh dan berkembang dengan baik dan saat ini merupakan BPRS terbesar di Nusa Tenggara Barat. Saat ini PT. BPRS Dinar Ashri Mataram memiliki 5 Kantor Cabang di Pulau Lombok dan Sumbawa, yatiu : Kantor Cabang Aikmel, Kantor Cabang Keruak, Kantor Terara, Kantor Cabang Sumbawa, Kantor Cabang Bima. Dan juga memiliki 5
51
Layanan Kantor Kas yaitu : Kantor Kas Kebon Roek, Kantor Kas Tanjung, Kantor Kas Labuhan Lombok, Kantor Kas Gunungsari, Kantor Kas Kotaraja.85
b. Visi dan Misi PT. BPRS Dinar Ashri Mataram
Adapun visi dan misi PT. BPRS Dinar Ashri Mataram adalah sebagai berikut:
1) Visi
Menjadi Bank Syariah Lokal yang Terpercaya, Sehat dan Unggul secara Nasional.
2) Misi
a) Membangun sumber daya insani yang berintegritas tinggi, unggul, inovatif dan loyal.
b) Memperkuat permodalan secara berkesinambungan untuk menopang pertumbuhan perusahaan sehingga tetap sehat dan kuat.
c) Meingingkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur secara terencana dan terprogram dengan baik.
d) Menyediakan produk, jasa keuangan, dan layanan yang berkualitas, tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
e) Meningkatkan tanggung jawab sosial dan berperan aktif dalam membantu pemerintah mengatasi masalah sosial.
85 Dokumentasi, PT. BPRS Dinar Ashri Mataram, Mataram.
c. Letak Geografis PT. BPRS Dinar Ashri Mataram
Letak geografis PT. BPRS Dinar Ashri Mataram berada di samping kiri Niaga Supermarket Mataram di pinggir jalan raya. Letak geografis kantor ini sangat strategis karena terletak di pinggir jalan sriwijaya yang merupakan pusat perbelanjaan, sehingga bisa menarik minat masyarakat untuk melakukan simpan pinjam di PT. BPRS Dinar Ashri Mataran. Dengan adanya PT. BPRS Dinar Ashri Mataran, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transaksi simpan pinjam maupun pembiayaan lainnya.
Adapun batas-batas wilayah kantor adalah sebagai berikut:
1) Sebelah Selatan: Pertokoan
2) Sebelah Barat: Kantor Konsultan dan Notaris 3) Sebelah Timur: Niaga Supermarket
d. Struktur Organisasi
2. Deskripsi Data Responden
Berdasarkan penyebaran kuesioner yang telah dilakukan yaitu sebanyak 100 angket, selanjutnya dari data tersebut diperoleh informasi mengenai karakteristik atau identitas responden. Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah nasabah yang menabung di PT. BPRS Dinar Ashri Mataram yang meliputi beberapa hal sebagai berikut :
a. Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis_Kelamin
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Wanita 54 54.0 54.0 54.0
Laki-Laki 46 46.0 46.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber: Data Primer yang telah diolah dengan SPSS, Juni 2021
Berdasarkan tabel 4.1, dapat diketahui bahwa proporsi responden yang mengisi kuesioner, dari 100 responden ternyata sebanyak 54 responden atau 54% adalah berjenis kelamin Wanita, sedangkan sisanya yaitu sebanyak 46 responden atau 46% adalah berjenis kelamin Laki-laki.
b. Data Responden Berdasarkan Usia
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 18 - <25thn 36 36.0 36.0 36.0
25 - 30thn 39 39.0 39.0 75.0
<30thn 25 25.0 25.0 100.0
Usia
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 18 - <25thn 36 36.0 36.0 36.0
25 - 30thn 39 39.0 39.0 75.0
<30thn 25 25.0 25.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber: Data Primer yang telah di olah dengan SPSS, Juni 2021 Berdasarkan tabel 4.2, dapat diketahui bahwa proporsi responden yang mengisi kuesioner, dari 100 responden ternyata sebanyak 36 responden atau 36% adalah beusia 18 sampai dengan 24tahun, 39 responden atau 39% adalah berusia 25 sampai 30 tahun, dan sebanyak 25 responden atau 25% berusia lebih dari 30 tahun.
c. Data Responden Berdasarkan Pendidikan Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Pendidikan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid SD/SMP/SMA 18 18.0 18.0 18.0
Akademi (D1/D2/D3) 13 13.0 13.0 31.0
S1 69 69.0 69.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber: Data Primer yang telah di olah dengan SPSS, Juni 2021
Berdasarkan tabel 4.3, dapat diketahui bahwa proporsi responden yang mengisi kuesioner, dari 100 responden ternyata sebanyak 18 responden atau 18% memiliki pendidikan terakhir SD /SMP/SMA, sebanyak 13 responden atau 13% memiliki pendidikan terakhir D1/D2/D3 dan sebanyak 69 responden atau 69% memiliki pendidikan terakhir S1.
d. Data Responden Berdasarkan Pekerjaan Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Pekerjaan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Pelajar/Mahasiswa 20 20.0 20.0 20.0
PNS/TNI-POLRI 15 15.0 15.0 35.0
Wiraswata 17 17.0 17.0 52.0
Lainnya 48 48.0 48.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber: Data Primer yang telah di olah dengan SPSS, Juni 2021
Berdasarkan tabel 4.4, dapat diketahui bahwa proporsi responden yang mengisi kuesioner, dari 100 responden ternyata sebanyak 20 responden atau 20% bekerja sebagai Pelajar/Mahasisa, sebanyak 15 responden atau 15% bekerja sebagai PNS/TNI/POLRI, sebanyak 17 responden atau 17% bekerja sebagai Wiraswasta, dan yang bekerja lainnya sebanyak 48 responden atau 48%.
e. Data Responden Berdasarkan penghasilan Tabel 4.5
Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan
Penghasilan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Rp.500.000 - Rp. 1.000.000 15 15.0 15.0 15.0
Rp.1.100.000 - RP. 2.000.000 9 9.0 9.0 24.0
Rp.2.100.000 - Rp. 3.000.000 22 22.0 22.0 46.0
> Rp. 3.000.000 54 54.0 54.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber: Data Primer yang telah di olah dengan SPSS, Juni 2021
Berdasarkan tabel 4.5, dapat diketahui bahwa responden/ nasabah PT. BPRS Dinar Ashri Mataram berdasarkan tingkat penghasilannya adalah; responden yang berpenghasilan Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 sebanyak 15 orang dengan persentase 15%, responden yang berpenghasilan Rp.1.100.000 – Rp. 2.000.000 sebanyak 9 orang dengan persentase 9%, responden yang berpenghasilan Rp. 2.100.000 – Rp.
3.000.000 sebanyak 22 orang dengan persentase 22%, dan responden yang berpenghasilan > Rp. 3.000.000 sebanyak 54 orang dengan persentase 54%.
3. Hasil Uji Validitas dan Realibilitas Instrumen a. Uji Validitas
Uji Validitas digunakan untuk menguji /mengukur valid atau tidaknya sebuah data. Jika r hitung > r tabel maka variabel dinyatakan valid.
Tabel 4.6
Hasil Uji Validitas Kuesioner
Variabel Item rhitung rtabel (5%) Keterangan
Islamic Branding Image (X1)
X1_1 0,492 0,197 Valid
X1_2 0,612 0,197 Valid
X1_3 0,728 0,197 Valid
X1_4 0,655 0,197 Valid
X1_5 0,682 0,197 Valid
X1_6 0,544 0,197 Valid
X1_7 0,642 0,197 Valid
X1_8 0,448 0,197 Valid
Pengetahuan Bagi Hasil (X2)
X2_1 0,587 0,197 Valid
X2_2 0,731 0,197 Valid
X2_3 0,745 0,197 Valid
X2_4 0,564 0,197 Valid
X2_5 0,762 0,197 Valid
X2_6 0,716 0,197 Valid
X2_7 0,822 0,197 Valid
X2_8 0,479 0,197 Valid
Keputusan Menabung (Y)
Y_1 0,504 0,197 Valid
Y_2 0,486 0,197 Valid
Y_3 0,551 0,197 Valid
Y_4 0,652 0,197 Valid
Y_5 0,658 0,197 Valid
Y_6 0,595 0,197 Valid
Y_7 0,456 0,197 Valid
Y_8 0,458 0,197 Valid
Sumber: Data Primer yang telah diolah menggunakan SPSS, Juni 2021
Berdasarkan hasil uji validitas yang di sajikan pada tabel 4.6 menunjukkan bahwa semua nilai rhitung > rtabel (0.197), artinya tiap pertanyaan berkorelasi dengan skor totalnya dan data yang dikumpulkan dinyatakan valid dan siap untuk dianalisis.
b. Uji Realibilitas
Uji reliabilitas digunakan sebagat alat pengumpul data. Suatu data dinyatakan reliabel apabila dua peneliti atau lebih peneliti dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama.86
Metode pengukuran reliabilitas yang digunakan adalah metode alpha cronbrach (α). Koefisien alpha cronbrach akan diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16. Reabilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik jika memiliki nilai cronbrach alpha > 0.60.87
Berikut ini merupakan hasil uji reliabilitas kuesioner yang telah diisi oleh responden PT. BPRS Dinar Ashri Mataram.
Tabel 4.7
Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner
Variabel Reliability
Coefficient
Cronbach’s
Alpha Keterangan Islamic Branding Image (X1) 8 Item 0,697 Reliabel Pengetahuan Bagi Hasil (X2) 8 Item 0,822 Reliabel
Keputusan Menabung (Y) 8 Item 0,643 Reliabel
Sumber : Data primer yang telah diolah menggukan SPSS, Juni 2021
86 Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif Untuk penelitian bersifat:eksploratif entrerpretif, interaktif dan konstruktif, Ed.3, (Bandung: Alfabeta, 2020), hlm. 182
87Bhuono Agung Nugroho, Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian Dengan SPSS, (Yogyakarta: Andi Offset, 2005), hlm. 72.