• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen pemanfaatan koperasi sekolah sebagai media (Halaman 56-70)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Keterangan: : Garis Komando

: Garis Kordinasi

pertemuan ketiga. Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa bisa dilihat secara individu atau klasikal. Secara individu siswa dikatakan tuntas apabila memperoleh nilai ≥65 dan secara klasikal siswa dikatakan tuntas apabila memperoleh nilai ≥85. Sedangkan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa dapat diukur dengan melihat nilai sebelum tindakan diberikan dan nilai sesudah tindakan dilakukan.

Hasil penelitian pada tiap siklus yang telah dilaksanakan dapat diuraikan sebagai berikut:

1. 1. Hasil Pelaksanaan Siklus I

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada siklus satu berlangsung dalam tiga kali pertemuan (6 x 40). Adapun materi yang dibahas pada siklus I meliputi pengertian, asas, tujuan, struktur organisasi, landasan, fungsi, sumber permodalan dan prinsip-prinsip koperasi.

Kegiatan pada siklus I terdiri dari 4 tahap, yaitu:

a. a. Perencanaan

Pada tahap ini dilakukan beberapa perencanaan/ persiapan yang diawali dengan mensosialisasikan tentang pemanfaatan koperasi sekolah sebagai media pembelajaran pada guru bidang studi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Adapun hal-hal yang dipersiapkan meliputi:

1. 1) Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 2. 2) Menyiapkan Lembar Kerja Siswa

3. 3) Menyiapkan lembar observasi untuk mencatat

terlaksananya aktifitas belajar siswa dan guru

4. 4) Mendesain alat evaluasi dalam bentuk tes objektif untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa.

5. 5) Merencanakan analisis hasil tes

a. b. Pelaksanaan Tindakan

Kegiatan yang dilakukan pada tahap pelaksanaan tindakan adalah melaksanakan skenario pembelajaran yang telah disusun dengan memanfaatkan koperasi sekolah sebagai media pembelajaran. Pada pertemuan pertama, pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh guru dengan memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa. Selanjutnya guru menjelaskan materi pembelajaran kepada siswa tentang pengertian, asas, tujuan dan struktur organisasi koperasi, kemudian membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok berjumlah 7-8 anggota. Setelah siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Selanjutnya guru memberikan arahan kepada semua kelompok apa yang harus dilakukan pada saat berada di koperasi. Setelah itu, guru membagikan dan menjelaskan lembar kerja siswa kepada setiap kelompok, kemudian mengajak siswa menuju ke koperasi, pada saat berada di koperasi guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk menemukan informasi sesuai dengan materi yang telah dijelaskan dan menjawab soal yang ada pada lembar kerja

siswa. Setelah itu, guru membimbing siswa dalam menemukan informasi dan menjawab soal yang ada pada Lembar Kerja Siswa (LKS), kemudian siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan dan jawaban pada LKS dengan teman kelompoknya.

Setelah selesai diskusi, guru meminta kepada siswa untuk mempersentasikan hasil yang diperolehnya di depan kelompok yang lain dan guru membimbing siswa dalam melakukan persentasi agar persentasi berjalan dengan lancar. Pada saat persentasi selesai guru menjelaskan kembali mengenai hal-hal yang belum dipahami oleh siswa, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.

Selesai mempersentasikan hasil yang diperoleh, guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang apa yang dipelajari pada hari ini dan menyampaikan informasi tentang pertemuan selanjutnya.

Pada pertemuan kedua, kegiatan pembelajaran dilakukan seperti pada pertemuan pertama dengan materi selanjutnya tentang landasan, fungsi, sumber permodalan dan prinsip-prinsip koperasi. Untuk pertemuan ketiga, guru tetap memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa. Selanjutnya guru membahas ulang kembali materi yang telah diberikan pada pertemuan pertama dan kedua secara garis besarnya saja, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca kembali apa yang telah disampaikan sebelum membagikan atau memberikan soal evaluasi kepada siswa. Selesai membaca semua materi yang sudah diberikan guru memberikan tes pilihan ganda

sebanyak 20 soal. Setelah selesai menjawab semua soal yang sudah diberikan guru meminta kepada siswa untuk mengumpulkannya di atas meja dan kembali duduk ditempatnya masing-masing, kemudian guru bersama siswa menutup pembelajaran pada hari ini dengan sama-sama membaca Alhamdallah.

Pelaksanaan tindakan dalam siklus ini dilakukan dalam tiga kali pertemuan yaitu pada tanggal 19 dan 26 Februari untuk proses pembelajaran, kemudian tanggal 5 Maret 2011 untuk evaluasi. Segala kekurangan yang terjadi pada siklus ini harus sudah direvisi dan direfleksikan kembali untuk melanjutkan tindakan pada siklus berikutnya, jika pada siklus I ketuntasan belajar belum tercapai.

a. c. Observasi

Hasil observasi meliputi observasi aktivitas guru dan aktivitas belajar siswa:

1. 1) Hasil observasi Guru

Hasil observasi diperoleh dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti sebagai observer dengan mengisi lembar observasi yang telah dipersiapkan sebelumnya yang bertujuan untuk memantau jalannya proses belajar mengajar. Dari hasil observasi dan pengamatan yang dilakukan didapatkan data sebagai berikut:

Data lengkap mengenai aktivitas guru selama proses pembelajaran pada siklus I. Jumlah skor indikator = 15, jumlah indikator = 6, dan skor rata-rata aktivitas guru = 2,5

Berdasarkan kriteria penggolongan aktivitas guru pada pembelajaran siklus I. Nilai rata-rata aktivitas guru sebesar 2.5 ini berarti bahwa kategori aktivitas guru tergolong cukup baik. Dengan mengacu pada lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya, maka terdapat kekurangan-kekurangan aktivitas guru pada siklus I antara lain:

1. a) Guru tidak menanyakan kesiapan siswa untuk memulai kegiatan pembelajaran pada hari ini

2. b) Guru tidak menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini

3. c) Guru tidak mencatat perubahan atau penyimpangan pada saat persentasi dan guru juga tidak merangkum hasil pembicaraan dalam persentasi secara tertulis karena guru hanya menyimpannya dalam memori otak. Sehingga jalannya persentasi kurang terkontrol.

4. d) Penggunaan waktu kurang efektif pada saat proses pembelajaran berlangsung

5. e) Guru kurang membimbing siswa dalam menemukan informasi yang ada di lingkungan sekitar sekolah

1. 2) Hasil Observasi Siswa

Hasil observasi diperoleh dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti sebagai observer dengan mengisi lembar obsevasi yang telah dipersiapkan sebelumnya selama proses pembelajaran berlangsung.

segala aktivitas yang nampak dicatat pada lembar observasi siswa siklus I sesuai dengan descriptor yang nampak. Dari hasil observasi dan pengamatan di dapatkan data sebagai berikut:

Data lengkap mengenai aktivitas siswa selama proses pembelajaran pada siklus I. Jumlah skor deskriptor = 33, jumlah deskriptor = 15, dan skor rata-rata aktivitas siswa = 2,2

Berdasarkan kriteria penggolongan aktivitas siswa pada pembelajaran siklus I. Nilai rata-rata aktivitas siswa sebesar 2.2 ini berarti bahwa kategori aktivitas siswa tergolong cukup aktif.

Sebagaimana halnya dengan pengamatan pada aktivitas guru, observasi terhadap aktivitas siswa dilakukan sesuai dengan lembar observasi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Adapun kekurangan-kekurangan aktivitas siswa pada siklus I antara lain:

a. a) Sebagian siswa tidak membawa kelengkapan belajar

b. b) Pada saat guru menjelaskan tentang materi pembelajaran pada hari ini, siswa tidak duduk dengan tenang dan rapi, karena sebagian siswa ada yang berbicara dan bermain-main

c. c) Ketika guru menjelaskan tentang hal-hal yang harus dilakukan di lingkungan sekitar, sebagian siswa tidak memperhatikan penjelasan guru

d. d) Pada saat pembelajaran sebagian siswa mengerjakan kegiatan yang lain

e. e) Siswa SMPN 5 Praya belum memiliki LKS sehingga

kesulitan dalam belajar.

a.

b. d. Hasil Evaluasi Belajar Siswa

Setelah pembelajaran pada siklus satu selesai, maka evaluasi diberikan pada pertemuan ketiga untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang diberikan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran. Soal evaluasi diberikan dalam bentuk tes pilihan ganda yang terdiri dari 20 soal. Selanjutnya hasil evaluasi siklus I dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.4

Hasil analisis evaluasi siklus I SMPN 5 Praya

No Analisis Hasil Belajar Hasil Belajar

1 Nilai tertinggi 90

2 Nilai terendah 40

3 Jumlah siswa yang ikut tes 28

4 Jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 24 5 Jumlah siswa yang memperoleh nilai ≤ 65 4 6 Persentase peningkatan prestasi 12,06%

7 Nilai rata-rata 68,92

Berdasarkan pada tabel di atas, menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa yang diperoleh melalui tes pada siklus I adalah 68,92 dari 28 siswa yang mengikuti tes. Jadi bisa dikatakan bahwa pada siklus I mengalami peningkatan prestasi, hal ini bisa dilihat dengan membandingkan nilai rata-rata siswa sebelum mendapatkan tindakan yaitu 61,5 dan setelah mendapatkan tindakan melalui pemanfaatan

koperasi sekolah sebagai media pembelajaran meningkat menjaadi 68,92. Berdasarkan hasil analisis persentase peningkatan prestasi belajar siswa pada siklus I adalah 12,06%.

Sedangkan jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 adalah 24 dan jumlah siswa yang memperoleh nilai ≤ 65 adalah 4 orang, ini artinya bahwa jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 sudah mencapai indikator kerja yaitu 85%. Namun demikian nilai rata-rata masih sangat rendah yaitu 68,92, dan aktivitas siswa masih kategori cukup aktif. Jadi perlu ditingkatkan pada siklus berikutnya.

a. e. Refleksi

Refleksi dilakukan pada akhir siklus. Pada tahap ini peneliti (observer) bersama dengan guru pendamping mengkaji pelaksanaan

proses belajar mengajar pada siklus I. Sebagai acuan dalam tahap ini adalah hasil observasi dan evaluasi. Hasil refleksi ini digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar pada siklus berikutnya.

Dengan memperhatikan aktivitas kegiatan siswa dan aktivitas kegiatan guru tersebut serta hasil evaluasi belajar siswa, maka kekurangan yang terdapat pada siklus I akan menjadi refleksi pembelajaran pada siklus berikutnya yaitu:

1. 1) Pada awal pembelajaran sebaiknya guru menanyakan kesiapan siswa untuk memulai kegiatan pembelajaran agar mengetahui apakah siswa sudah siap atau belum menerima

pelajaran pada hari ini.

2. 2) Guru seharusnya menyampaikan tujuan pembelajaran agar siswa lebih bersemangat untuk mengikuti pembelajaran pada hari ini dan memperhatikan materi yang dijelaskan.

3. 3) Pada saat persentasi guru harus dari awal mencatat perubahan atau penyimpangan pada saat persentasi dan merangkum hasil pembicaraan dalam persentasi secara tertulis sehingga jalannya persentasi akan lebih terkontrol dan memudahkan dalam memantau proses persentasi sehingga perubahan dan peyimpangan yang dilakukan siswa pada saat itu dapat diarahkan secara langsung kepada siswa.

4. 4) Guru mengatur kembali alokasi waktu dengan baik agar sesuai dengan kegiatan pembelajaran

5. 5) Pada saat berada di lingkungan sekitar guru seharusnya mengarahkan dan membimbing siswa dalam menemukan informasi yang ada di lingkungan sekitar, sehingga siswa bisa menjawab soal yang telah diberikan pada Lembar Kerja Siswa dan tidak mengerjakan pekerjaan yang lain.

1. 2. Hasil Pelaksanaan Siklus II

Menindak lanjuti kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I maka diadakan pembelajaran lagi dengan prosedur yang dilakukan sama seperti pada siklus I dengan materi yang dibahas pada siklus II adalah ciri-ciri, manfaat, cara penyelenggaraan RAT, cara pembagian SHU,

jenis-jenis dan tata cara pendirian koperasi.

Kegiatan pada siklus II terdiri dari 4 tahap yaitu:

a. a. Perencanaan

Pada tahap ini ada beberapa hal yang disiapkan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai diantaranya sebagai berikut:

a. 1) Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran b. 2) Menyiapkan Lembar Kerja Siswa

c. 3) Menyiapkan lembar observasi untuk mencatat terlaksananya aktifitas belajar siswa dan guru

d. 4) Mendesain alat evaluasi dalam bentuk tes objektif untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa.

e. 5) Merencanakan analisis hasil tes a. b. Pelaksanaan Tindakan

Siklus II dilaksanakan selama 3 kali pertemuan yaitu pada tanggal 12, 19 dan 26 Maret 2011, dengan alokasi waktu 2 x 40 menit setiap pertemuan. Pada siklus II siswa belajar dalam kelompok yang sudah dibentuk dalam siklus I, dan tahapan-tahapan pembelajaran pada siklus II sama dengan siklus I. Pada siklus II pertemuan pertama diajarkan tentang ciri-ciri, manfaat dan cara penyelenggaraan RAT koperasi dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. Sedangkan pada pertemuan kedua diajarkan tentang cara pembagian SHU, jenis-jenis, dan tata cara pendirian koperasi dengan alokasi waktu 2 x 40 menit.

Kemudian pada pertemuan ketiga diberikan evaluasi dengan alokasi

waktu yang sama yaitu 2 x 40 menit.

Pada pertemuan ini proses belajar mengajar berjalan cukup efektif sesuai dengan skenario pembelajaran. Tetapi pembelajaran yang dilakukan pada tahap ini perlu juga di modifikasi sedikit dengan berpedoman pada kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I dan untuk pelaksanaan pembelajaran pada siklus ini guru lebih cermat dan teliti dalam membimbing dan mengawasi jalannya proses pembelajaran, sehingga kekurangan-kekurangan serta penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada siklus I dapat diminimalisir agar proses belajar mengajar dapat berhasil seperti yang diharapkan.

a. c. Observasi

Hasil observasi meliputi observasi aktivitas guru dan aktivitas belajar siswa:

1. 1) Hasil observasi Guru

Sebagaimana pada siklus I, pada siklus II ini peneliti melakukan observasi terhadap aktivitas mengajar guru. Observasi terhadap aktivitas guru tetap difokuskan terhadap perilaku guru pada saat proses belajar mengajar setelah dilakukan refleksi dan langkah-langkah perbaikan pada siklus I. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada siklus II didapatkan data sebagai berikut:

Data lengkap mengenai aktivitas guru selama proses pembelajaran pada siklus II. Jumlah skor indikator = 20, jumlah

indikator = 6, dan skor rata-rata aktivitas guru = 3,3

Berdasarkan kriteria penggolongan aktivitas guru pada pembelajaran siklus I. Nilai rata-rata aktivitas guru sebesar 3,3 ini berarti bahwa kategori aktivitas guru tergolong baik.

1. 2) Hasil Observasi Siswa

Proses observasi pada aktivitas belajar siswa difokuskan pada prilaku siswa pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar dan pada saat siswa menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dalam bentuk Lembar Kerja Siswa. Berdasarkan hasil observasi pada siklus II yang dilakukan oleh peneliti sebagai observer di dapatkan data sebagai berikut:

Data lengkap mengenai aktivitas siswa selama proses pembelajaran pada siklus II. Jumlah skor deskriptor = 53, jumlah deskriptor = 15, dan skor rata-rata aktivitas siswa = 3,5

Berdasarkan kriteria penggolongan aktivitas siswa pada pembelajaran siklus II. Nilai rata-rata aktivitas siswa sebesar 3,5 ini berarti bahwa kategori aktivitas siswa tergolong aktif.

a. d. Hasil Evaluasi Belajar Siswa

Setelah pembelajaran pada siklus II selesai, siswa diberikan evaluasi dalam bentuk tes pilihan ganda yang terdiri dari 20 soal.

Selanjutnya hasil evaluasi siklus II dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.5

Hasil analisis evaluasi siklus II SMPN 5 Praya

No Analisis Hasil Belajar Hasil Belajar

1 Nilai tertinggi 100

2 Nilai terendah 45

3 Jumlah siswa yang ikut tes 30

4 Jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 27 5 Jumlah siswa yang memperoleh nilai ≤ 65 3 6 Persentase peningkatan prestasi 27,90%

7 Nilai rata-rata 78,66

Dari tabel di atas, menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh melalui tes pada siklus II adalah 78,66. Jadi persentasi peningkatan prestasi belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan yang lebih baik dibandingkan pada siklus I, yaitu dengan persentasi peningkatan sebesar 27,90% pada siklus II. Pada siklus II dari 30 siswa yang ikut tes hanya 3 orang yang masih memperoleh nilai ≤ 65. Jadi pada siklus II indikator kinerjanya sudah mencapai standar yaitu 85%.

a. e. Refleksi

Berdasarkan hasil observasi dan hasil analisis evaluasi pada siklus II yaitu skor rata-rata aktivitas guru sebesar 3,3 dan skor rata-rata aktivitas siswa sebesar 3,5 dan diikuti oleh skor rata-rata kelas yang semakin meningkat dari 68,92 menjadi 78,66, maka dapat disimpulkan bahwa dengan pemanfaatan koperasi sekolah sebagai media pembelajaran terdapat peningkatan prestasi, aktivitas siswa dan guru dalam mata pelajaran IPS ekonomi.

Dengan demikian pelaksanaan tindakan yang dilakukan dengan

memanfaatkan koperasi sekolah sebagai media pembelajaran dapat dikatakan berhasil dan materi pada pokok bahasan ini juga sudah selesai, sehingga penelitian tidak perlu lagi dilakukan pada siklus berikutnya.

Dalam dokumen pemanfaatan koperasi sekolah sebagai media (Halaman 56-70)

Dokumen terkait