BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
B. Hasil Penelitian
58
59 1. siklus I
a. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini, sebelum guru memulai proses pembelajaran di kelas, peneliti telah mempersiapkan berbagai kebutuhan pembelajaran selama proses pembelajaran tersebut berlangsung, diantaranya yaitu:
1) Rencana pelaksanaan Pembelajaran 2) Lembar Observasi Guru
3) Lembar Observasi Siswa
4) Membuat instrumen evaluasi yaitu berupa tes tertulis untuk mengetahui tingkat ketuntasan hasil belajar siswa
b. Tahap Pelaksanaan
Siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 27 Februari 2020. Pada proses pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan RPP yamg telah disiapkan oleh peneliti. Adapun proses kegiatan pembelajaran tersebut yaitu sebagai berikut:
1) Pertemuan pertama
Pertemuan pertama dilakuakan pada hari kamis 27 Februari 2020. Guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan oleh peneliti. Pembelajaran yang diawali dengan guru mengucapkan salam, mengajak siswa berdo’a, dan mengabsen siswa. Kemudian menginformasikan tema yang akan dipelajari, menyampaikan tujuan
60
pembelajaran, mengecek kesiapan belajar, memberikan motivasi, dan juga memberikan apersepsi kepada siswa.
Pada kegiatan inti guru menyiapkan sumber materi berupa buku tema siswa dan membagikannya kepada masing-masing siswa, kemudian membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang, selanjutnya guru memberikan beberapa pertanyaan kepada masing-masing kelompok yang berkaitan dengan tema yang di bahas, setiap kelompok mencari jawaban dari buku tema yang telah di bagikan, guru meminta masing-masing kelompok untuk mengumpulkan jawabannya.
Guru menyiapkan kartu yang berisi pertanyaan dan jawaban yang telah diapkan, dan kemudian guru membagi siswa ke dalam dua kelompok yaitu ada siswa yang mendapat kartu pertanyaan dan ada siswa yang mendapat kartu jawaban. Guru meminta masing-masing siswa membacakan pertanyaan yang terdapat di dalam kartu pertanyaan tersebut dan masing-masing siswa mencari pasangan jawaban dari kartu pertanyaan tersebut.
Guru menghitung nilai siswa dari jawaban yang benar dan yang menemukan pasangan jawaban, dan memberikan reward kepada kelompok yang memperoleh nilai tertinggi.
Sebelum guru mengakhiri proses pembelajaran siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan, melaksanakan penilaian dan refleksi dengan tanggapan siswa dari
61
kegiatan yang telah dilaksakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan untuknlangkah selanjutnya. Guru juga memberikan tugas berupa pekerjaan rumah, memberikan informasi materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya, dan mengajak siswa untuk berdo’a sebagai tanda untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran.
2) Pertemuan Kedua
Pertemuan Kedua dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 29 Februari 2020. Pertemuan kedua ini lebih sederhana, karena pada akhir kegiatan proses pembelajaran akan diadakan evaluasi terkait dengan materi yang telah disampaikan pada pertemuan pertama dengan materi yang telah disampaikan pada pertemuan kedua.
Pada pertemuan kedua ini, guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan pada pertemuan pertama. Namun sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru bertanya kepada siswa mengenai pelajaran yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya agar siswa mengingat kembali materi yang telah disampaikan dan bisa menjawab soal pada saat evaluasi dan meminta siswa untuk mengumpulkan pekerjaan rumah.
Pada kegiatan inti, guru lebih banyak memberikan penguatan materi kepada siswa terkait dengan materi yang telah dipelajari agar saat evaluasi siswa menjawab soal dengan maksimal. Setelah memberikan penguatan materi, guru kemudian melanjutkan dengan
62
memberikan soal evaluasi kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang telah dipelajari pada siklus I dan sejauh mana Model Pembelajaran kooperatif tipe make a match mampu meningkatkan hasil belajar siswa.
Berikut ini ada beberapa kekurangan yang terdapat pada siklus I yang perlu diperbaiki pada siklus selanjutnya, yaitu antara lain:
a) Penjelasan materi yang disampaikan oleh guru terlalu cepat sehingga siswa sulit untuk memahaminya
b) Siswa masih terlihat kurang kompak dalam mengerjakan tugas kelompok.
c) Siswa masih terlihat kurang berani dalam bertanya atau menyampaikan pendapatnya sendiri di hadapan guru dan teman- temannya.
c. Tahap Observasi
1) Data Hasil Observasi Aktivitas Guru
Pada tahap Observasi, hal yang dilakukan peneliti adalah mengobservasi atau mengamati aktivitas guru pada saat proses pembelajaran yang berlangsung. Semua aktivitas yang nampak kemudian akan dicatat di dalam lembar observasi yang sudah disediakan sebelumnya oleh peneliti dan observasi dilaksanakan pada tiap siklus. Berikut hasil pengamatan atau obsevasi terhadap aktivitas guru:
63
Tabel 4.7
Hasil Analisis Observasi Aktivitas Guru siklus I
No. Hasil
1. Jumlah descriptor yang nampak 16 2 Jumlah skor aktivitas guru yang diukur 18
3 Total skor aktivitas guru 89%
Kategori aktivitas guru yang diukur Terlaksana Sangat Baik P= %
P=
P= 89%
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa hasil analisis observasi aktivitas Guru pada siklus I total skor aktivitas guru mencapai 89 %. Oleh karena itu peneliti perlu melanjutkan penelitian ke siklus selanjutnya.
2) Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Pada tahap Observasi, hal yang dilakukan peneliti adalah mengobservasi atau mengamati aktivitas siswa pada saat proses pembelajaran yang berlangsung. Semua aktivitas yang nampak kemudian akan dicatat di dalam lembar observasi yang sudah disediakan sebelumnya oleh peneliti dan observasi dilaksanakan pada tiap siklus. Berikut hasil pengamatan atau obsevasi terhadap aktivitas siswa:
Tabel 4.7
Hasil Analisis Observasi Aktivitas Siswa siklus I
No. Aspek yang diukur Hasil
1. Jumlah Siswa 22
2. Jumlah skor ideal aktivitas siswa yang diukur 68
3. Jumlah skor yang diperoleh 32
4. Persentase aktivitas siswa 47%
64
5. Kategori aktivitas siswa Kurang
aktif P= %
P=
P= 47%
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I mencapai 47%. Oleh karena itu peneliti perlu melanjutkan penelitian kesiklus selanjutnya (II). Hasil Evaluasi
Selain penilaian aktivitas guru dan siswa penilaian setelah proses pembelajaran juga sangat penting karena hasil evaluasi memiliki korelasi atau hubungan dengan keaktivan belajar siswa dalam proses pembelajaran, jika siswa itu aktif maka siswa akan paham, jika siswa paham maka nilainya akan naik dan sebaliknya. maka kita perlu melakukan evaluasi untuk mengetahui apakah kita akan melanjutkannya kesiklus berikutnya.
Tabel 4.8
Hasil Evaluasi Pembelajaran Siklus I
No. Aspek yang diukur Hasil
1. Jumlah siswa 22
2 Jumlah siswa yang tidak tuntas 14
3 Jumlah siswa yang tuntas 8
4 Nilai rata-rata yang diperoleh siswa 66
5 Ketuntasan Klasikal 36,3%
Kategori Ketuntasan Siswa Belum Tuntas 1) Ketuntasan Rata-rata Siswa
∑
65
2) Ketuntasan Klasikal
K ∑
∑
KK KK= 36,3%
Dari hasil evaluasi pada siklus pertama di atas dapat peneliti simpulkan bahwa jumlah siswa yang tidak tuntas lebih banyak dari pada jumlah siswa yang tuntas, karena pada saat guru menjelaskan siswa masih banyak yang tidak memperhatikan hal tersebut mengakibatkan ketuntasan siswa masih belum mencapai KKM.
d. Tahap Refleksi
Pada tahap refleksi, peneliti bersama guru mengkaji hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa serta evaluasi hasil belajar siswa pada siklus I untuk menentukan perbaikan terhadap langkah- langkah pembelajaran yang akan dilakukan pada siklus II. Adapun perbaikan yang perlu dilakuakan pada siklus II yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.9
Data Hasil Observasi dan Refleksi Siklus I No Hasil Observasi Hasil Refleksi 1 Penjelasan materi yang
disampaikan oleh guru terlalu cepat sehingga sulit untuk dipahami oleh siswa
Guru sebaiknya ketika menjelaskan tidak terlalu cepat dan terburu-buru sehingga siswa tidak dapat memahami materi dengan baik
2 Siswa masih terlihat kurang Guru sebaiknya memberikan
66 kompak dan antusias dalam mengerjakan tugas kelompok yang diberikan oleh guru
penjelasan mengenai kerja kelompok kepada siswa agar siswa dapat bekerja kelompok dengan baik.
3 Siswa masih kurang kompak dan masih terlihat malu dalam mengerjakan tugas kelompok
Guru harus bisa membuat siswa mwerasa percaya diri dan termotivasi, supaya siswa lebih berani bertanya dan menyampaikan pendapatnya 2. Siklus II
Siklus II merupakan perbaikan dan kelanjutan dari siklus I, yang dimana pada siklus II terdiri dari dua kali pertemuan. Tahap pelaksanaan penelitian pada siklus II sama dengan tahap pelaksanaan pada siklus I, yang diawali dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
a. Tahap perencanaan
Berdasarkan pada hasil refleksi yang telah dilakukan bersama guru, pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan berbagai kebutuhan pembelajaran selama proses pembelajaran tersebut berlangsung, yang sesuai dengan hasil refleksi yang telah peneliti lakukan bersama dengan guru. Yang disiapkan oleh peneliti diantaranya adalah;
1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 2) Lembar Observasi Guru
3) Lembar Observasi Siswa
4) Membuat Instrumen evaluasi yaitu berupa tes tertulis untuk mengetahui tingkat ketuntasan hasil belajar siswa
b. Tahap Pelaksanaan
67
Siklus II pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 5 Maret 2020 dan pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Senin tanggal 9 Maret 2020. Pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus II tidak jauh berbeda dengan siklus I, karena pada siklus I maupun siklus II sama-sama menerapkan Mode pembelajaran Kooperatif tipe make a match. proses pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan RPP yang telah disiapkan oleh peneliti, berdasarkan pada hasil refleksi pada siklus I yang telah dilakukan bersama guru. Adapun proses kegiatan pembelajaran tersebut sebagai berikut:
1) Pertemuan pertama
Guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan oleh peneliti. Pembelajaran diawali dengan guru mengucapkan salam, dan mengajak siswa untusk berdoa, lalu mengabsen siswa, kemudian menginfomasikan tema yang akan dipelajari, menyampaikan tujuan pembelajaran, mengecek kesiapan belajar, memberikan motivasi dan memberikan apersepsi kepada siswa. Pada kegiatan inti, guru menyiapkan sumber materi berupa buku lembar kerja (LKS) dan membagikan kepada masing-masing siswa.
Selanjutnya guru bersama dengan siswa melakukan tepuk semangat untu menumbuhkan semangat siswa, dan dilanjutkan dengan menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, memberikan penjelasan dalam mencari Daerah Tempat Tinggalku, sebaliknya guru
68
memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami oleh siswa.
Guru membagi siswa ke dalam 2 kelompok yang masing- masing kelompok terdiri dari 5 orang siswa yang dipilih secara acak, kemudian guru membagikan kartu yang berisi pertanyaan dan jawaban, kemudian guru meminta masing-masing kelompok untuk mencari jawaban yang sesuai dengan kartu pertanyaan yang sudah dibagikan oleh guru tersebut dalam jangka waktu yang sudah ditentukan dan kemudian setelah siswa sudah mendapatkan pasangan kartunya kemudian siswa menpersentasikan jawabannya bersama dengan pasangannya.
Sebelum guru mengakhiri proses pembelajaran siswa bersama dengan guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan, melaksanakan penilaian dan refleksi dengan tanggapan siswa dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya. Guru juga memberikan tugas berupa pekerjaan rumah, memberi informasi materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya, dan mengajak siswa untuk berdoa sebagai tanda untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran.
Pada Siklus II pertemuan pertama, siswa terlihat lebih aktif dalam proses belajar mengajar terutama dalam kerja kelompok, materi yang disampaikan guru lebih mudah dipahami oleh siswa, dan siswa juga terlihat lebih kompak dan tidak merasa malu pada saat mencari
69
pasangan kartu dan lebih berani dalam menyampaikan pendapatnya ataupun bertanya kepada guru.
2) Pertemuan kedua
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Senin tanggal 9 Maret 2020. Pertemuan kedua ini terbilang cukup singkat karena pertemuan kedua pada siklus II ini, guru akan langsung mengadakan evaluasi terkait dengan materi yang telah dipelajari pada siklus II, pertemuan pertama namun sebelum guru memberikan soal evaluasi atau latihan, guru menjelaskan kembali secara lebih singkat materi yang telah dipelajari sebelumnya, supaya siswa bisa mengingat kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya dan bisa menjawab soal evaluasi yang akan diberikan.
Setelah menjelaskan ulang materi yang telah dipelajari sebelumnya, guru kemudian melanjutkan dengan memberikan soal evaluasi kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang telah dipelajari pada siklus II, dan sejauh mana model pembelajaran kooperatif tipe make a match mampu meningkatkan hasil belajar siswa.
c. Tahap Observasi 1) Aktivitas Guru
Berdasarkan hasil observasi kegiatan guru adalah dengan mengikuti skenario yang sudah dibuat, yaitu pada siklus II terlihat bahwa setiap indikator sudah terlaksana dengan sangat baik, ringkasan hasil observasi kegiatan guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini
70
Tabel 4.10
Hasil Analisis Observasi Aktivitas Guru siklus II
No. Aspek yang diukur Hasil
1. Jumlah descriptor yang nampak 17 2 Jumlah skor aktivitas guru yang diukur 18
3 Total skor aktivitas guru 94%
Kategori aktivitas guru yang diukur Terlaksana Sangat Baik P= ∑
∑ % P=
P= 94%
Dari hasil observasi aktivitas siswa pada siklus kedua ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa aktivitas guru sudah sesuai dengan yang telah dibuat oleh guru dan peneliti.
2) Aktivitas Siswa
Dari hasil observasi aktivitas siswa pada siklus II, sudah terlihat bahwa proses pembelajaran sudah berjalan dengan cukup baik, sesuai dengan perbaikan dan hasil refleksi yang telah diperoleh pada siklus sebelumnya. Berikut hasil pengamatan atau observasi terhadap aktivitas siswa sebagai berikut
Tabel 4.11
Hasil Analisis Observasi Aktivitas Siswa Siklus II
No. Aspek yang diukur Hasil
1. Jumlah Siswa 22
2. Jumlah skor ideal aktivitas siswa yang diukur 68
3. Jumlah skor yang diperoleh 58
4. Persentase aktivitas siswa 85%
5. Kategori aktivitas siswa Terlaksana
Sangat Baik p= %
71 P=
P= 85%
Tabel di atas menunjukkan bahwa, dari hasil observasi pada siklus pertama tentang keaktifan siswa maka peneliti dapat disimpulkan bahwa keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sudah sangat aktif dimana jumlah presentase keaktifan siswa sebanyak 85%
yang artinya ada peningkatan keaktifan dalam proses pembelajaran.
d. Hasil Evaluasi Siswa
Sama halnya dengan siklus pertama setelah siswa mencari informasi guru memberikan lembar kerja siswa (LKS) dapat dilihat pada
tabel berikut:
Tabel 4.12
Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus II
No Aspek yang diukur Hasil
1. Jumlah siswa 22
2 Jumlah siswa yang tidak tuntas 2
3 Jumlah siswa yang tuntas 20
4 Nilai rata-rata yang diperoleh siswa 80,9
5 Ketuntasan Klasikal 91%
Kategori Keuntasan Siswa Sangat aktif 1) Ketuntasan Rata-rata Siswa
∑
2) Ketuntasan Klasikal
P ∑
∑
72 P
P= 91%
Dari data diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan pada hasil belajar siswa yaitu artinya siswa dapat memahami materi yang telah ditetapkan oleh guru.
e. Tahap Refleksi
Pada tahap refleksi, peneliti bersama guru mengkaji hasil pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus II. Pada siklus II, hasil yang didapat sudah mencapai hasil yang diharapkan, bahkan sudah mencapai hasil yang memuaskan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil belajar siswa dan aktivitas guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II sudah meningkat. Hal ini membuktikan bahwa semua rencana perbaikan yang telah diterapkan sudah berhasil memperbaiki kekurangan yang terdapat pada siklus I. Kemudian untuk presentase ketuntasan klasikal pada siklus pertama sebesar 36,3 % mengalami peningkatan pada siklus kedua menjadi 36,3 %. Ketuntasan rata-rata siswa pada siklus pertama 66 mengalami peningkatan menjadi 91 %,
Sehingga dapat disimpulkan bahwa peneliti tidak perlu untuk melanjutkan ke siklus berikutnya.