BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Data Deskriptif a. Analisis Instrumen
1). Uji Validasi
Sebelum melakukan penelitian maka dilakukan uji validitas terhadap butir soal (uraian) yang akan digunakan pada penelitian sebenarnya. Setelah butir-butir soal divalidasi oleh dosen ahli kemudian dilakukan uji dengan validasi butir soal secara langsung di MTs. Nahdlatul Mujahidin dengan menjadikan siswa yang tidak diikut sertakan sebagai sampel pada penelitian sebenarnya untuk menjadi subjek penelitian tersebut.
Kelas yang peneliti ambil sebagai sampel pada uji validitas dan reabilitas instrumen adalah kelas IX A sejumlah 25 responden. Kelas ini peneliti ambil karena kelas ini merupakan kelas yang sudah terlebih dahulu mempelajari materi sistem gerak. Tabel hasil output validasi dan reabilitas 25 responden dengan taraf signifikansi 5% menggunakan bantuan SPSS 22 dapat dilihat pada bagian lampiran. Berikut hasil validitas yang telah peneliti rangkum:
Tabel 4.1
Analisis Hasil Uji Validasi Jumlah butir soal
sebelum diuji coba
Jumlah butir soal setelah diuji
coba
Jumlah butir soal yang tidak valid 10 butir soal uraian 10 butir soal
uraian
0 butir soal
Tabel 3.4 diatas menjelaskan sebelum butir soal diuji coba validitas dan reabilitasnya jumlah soal tetap 10 butir dan tidak ada yang tidak valid. (Data analisis uji validitas terlampir pada lampiran 6).
2). Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach‟s Alpha.
Hasil reliabilitas butir soal menunjukkan bahwa dari 10 item soal.
Tabel 4.2
Analisis Hasil Uji Reabilitas Jumlah butir soal
sebelum diuji coba
Jumlah butir soal setelah diuji coba
Jumlah butir soal yang diuji reabilitasnya 10 butir soal uraian 10 butir soal
uraian
0 ,733
Tabel 4.2. diatas menunjukkan bahwa suatu instrumen cukup dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrumen tersebut sudah cukup baik, setelah diuji coba reabilitas instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpulan data hasil diperoleh (0,733), dilihat dari R Tabel product moment dengan taraf 5% (0,404) dan 1% (0,515), maka disimpulkan
bahwa instrument tersebut reabilitas. (Data analisi uji reliabilitas terlampir pada lampiran 7).
b. Keterlaksanaan Pembelajaran
Keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dapat dilihat dan diukur menggunkan lembar observasi. Pengisisan lembar observasi ini dilakukan oleh observer pada tiap kali pertemuan.
Observer pada penelitian ini yaitu Ermawati. Lembar observasi yang digunakan pada penelitian ini untuk mengukur keterlaksanaan pembelajaran yaitu lembar observasi jenis chek list.
Berikut ini akan dipaparkan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran:
Tabel 4.3
Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran (RPP)
No Pertemuan
Hasil
Kelas Eksperimen Kelas Kontrol I II III IV I II III IV 1 Jumlah langkah
yang harus dilaksanakan
19 19 19 19 15 15 15 13
2 Jumlah langkah yang terlaksana
15 14 16 14 14 13 14 12
3 Persentasi keterlaksanaan pembelajaran
78,9
% 73, 6%
84,2
% 73, 6%
93
% 86
% 93
% 92, 3%
4 Kategori Baik Bai
k
Sang at baik
Bai k
San gat Bai k
San gat Bai
k San
gat Bai k
San gat bai
k
Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol pada pertemuan I, II, III dan IV menggambarkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran pada saat proses
pembelajaran berlangsung, dimana pada kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki persentase yag berbeda-beda. (Data analisi keterlaksanaan pembelajaranterlampir pada lampiran 3, 4, dan 5) c. Berpikir Kreatif
Tes dilakukan untuk mengetahui hasil berpikir kreatif IPA dan sejauh mana pemahaman siswa setelah melakukan proses pembelajaran. Adapun tes yang digunakan pada penelitian ini tes berupa tes uraian sebanyak 10 soal yang akan dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai (pretest) dan setelah pembelajaran selesai (posttest). Adapun hasil pretest dan posttes pada kelas eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.4
Analisis Kelas Eksperimen
Tabel 4.5 Analisis Kelas Kontrol
Bersadarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan
Kriteria Hasil
Pretest Posttest
Nilai maksimal 47 93
Nilai minimal 20 67
Rata-rata 29,33 79,80
Kriteria Hasil
Pre test Post test
Nilai maksimal 50 83
Nilai minimal 23 33
Rata-rata 39,60 58,63
kelas kontrol. (Datahasil belajar dan analisis data terlampir pada lampiran 8)
Tabel 4.6
Nilai Ketercapaian Perindikator Kemampuan Berfikir Kreatif Nilai Posttest Kelas Eksperimen
No Indikator Keterampilan Berfikir Kreatif
Presentase Skor Kriteria 1 Kemampuan Berfikir Lancar
(fluency)
91% Sangat
kreatif
2 Kemampuan Berfikir Luwes 74,66% Kreatif
3 Kemampuan Berfikir Orisinil 75,33% Kreatif 4 Kemampuan Berfikir Elaborasi 73,33% Kreatif
Tabel 4.7
Nilai Ketercapaian Perindikator Keterampilan Berfikir Kreatif Nilai Postest Kelas Kontrol
No Indikator Keterampilan Berfikir Kreatif
Presentase Skor Kriteria 1 Kemampuan Berfikir Lancar (fluency) 65, 62% Cukup
kreatif
2 Kemampuan Berfikir Luwes 51,38% Kurang
kreatif
3 Kemampuan Berfikir Orisinil 56,94% Cukup
kreatif
4 Kemampuan Berfikir Elaborasi 54,16% Kurang
kreatif
Tabel diatas memaparkan hasil berpikir kreatif IPA siswa perindikator pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Dimana pada kelas eksperimen dari empat indikator hasil berpikir kreatif IPA siswa, persentase tertinggi yaitu pada indikator kemampuan berpikir lancar (fluency) yakni 91,00%. Sedangkan pada kelas kontrol persentase tertinggi yaitu sama terletak pada indikator kemampuan berpikir lancar (fluency) yakni 65,62% Oleh karena itu, baik pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen pada indikator kemampuan
berpikir lancar yang lebih tinggi dibandingkan dengan indikator yang lainnya.
2. Analisis Data a. Uji Prasyarat
1) Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui sebuah data berdistribusi normal atau tidak dari kedua kelas yaitu kelas Eksperimen dan kelas Kontrol. Uji normalitas dilakukan setelah kedua kelas sampel diberikan tes berupa pretest dan posttes.
Dikatakan data itu terdistribusi normal apabila nilai sig 0,05.
Berikut ini akan dipaparkan hasil uji Normalitas data yang dihitung menggunakan bantuan SPSS 22.
Tabel. 4.8
Uji Normalitas Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
No Kelas Taraf
Signifikansi Nilai Sig Kategori 1 Eksperimen
5%
-
Pretest 0,200 Data normal
Posttest 0,200 Data normal
2 Kontrol -
Pretest 0,162 Data normal
posttest 0,140 Data normal
Berdasarkan data diatas, dapat dilihat bahwa data hasil analisis uji normalitas menggunkan uji Kalmogorov-Smirnov dengan bantuan SPSS 22, pada kelas eksperimen dan kelas kontrol bahwa data berdistribusi normal karena pada pretest dan posttest
nilai sig 0,05. (Data hasil Uji normalitas terlampir pada lampiran 8).
2) Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk melihatkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki variansi yang sama. Data dikatakan homogen apabila nilai dari Level Signifikasinya lebih besar dari 0,05. Berikut ini akan dipaparkan hasil uji homogenitas data yang dihitung menggunkan bantuan SPSS 22.
Tabel. 4.9
Uji Homogenitas Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
No Kelas Taraf
Signifikansi Nilai Sig Kategori 1 Eksperimen
5% 0,58 Homogen
2 Kontrol 0,58 Homogen
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil uji homogenitas data pada penelitian ini yang menggunakan One- Sample Kalmogorov-Smirnov dengan bantuan SPSS 22, menunjukkan bahwa data tersebut homogen karna hasil sig dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu 0,58 maka nilai sig yaitu 0,58 0,05. (Data hasil Uji homogenitas terlampir pada lampiran 9).
b. Uji Hipotesis 1) ANCOVA
Setelah melakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas, kemudianakan dilakukan analisis ANCOVA untuk mengetahui apakah hipotesis yang diajukan oleh peneliti terbukti atau tidak.ANCOVA dianalisis dengan bantuan SPSS 22.
Tabel. 4.10
Uji Analisis ANCOVA Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
NO Kelas Taraf
Signifikansi Nilai Sig Kategori
1 Eksperimen 5% 0,000 Ada pengaruh
2 Kontrol 0.000 Ada pengaruh
Berdasarkan tabel diatas yang merupakan hasil analisis ANCOVA menggunakan bantuan SPSS 22, menunjukkan bahwa nilai signifikasi aktivitas yaitu 0,000 0,05 dan hasil belajar 0,000 0,05 yang artinya H0 ditolah, yang berarti bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap berpikir kreatif IPAberpengaruh signifikan. (Data hasil Uji ANCOVA terlampir pada lampiran 9)