• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan.

Waktu pelaksanaan pengambilan data penelitian mulai dari tanggal 2 sampai 11 Juni 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran IPA di kelas IV MI Al-Amin Pejeruk Tahun

82Dokumentasi MI Al-Amin Pejeruk Tahun 2019/2020.

Ajaran 2019/2020. Disini peneliti sebagai observer akan tetapi peneliti juga membantu guru dalam membagikan poster, LKS dan tes kepada peserta didik.

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang diangkat oleh peneliti ketika melakukan observasi di lapangan. Kegiatan yang terjadi di kelas IV yang masih kurang kondusif dan peserta didik yang aktif berbicara maupun bermain di dalam kelas dibandingkan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dampak dari hal tersebut adalah kemampuan berpikir kritis peserta didik tidak tersalurkan dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui model pembelajaran berbasis masalah. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV dengan jumlah 20 orang terdiri dari 14 peserta didik perempuan dan 6 peserta didik laki-laki.

Data yang diperoleh dari penelitian ini ada tiga yaitu data aktivitas guru dalam keterlaksanaan pembelajaran, data aktivitas peserta didik dan data kemampuan berpikir kritis. Untuk lebih jelasnya berikut akan diuraikan dalam setiap siklusnya.

1. Siklus I

Kegiatan pembelajaran pada siklus I dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama dilakukan pada hari Selasa, 2 Juni 2020 dan dilaksanakan selama 2 x 35 menit dengan membahas materi Siklus Hidup Makhluk Hidup dengan model pembelajaran berbasis masalah. Pertemuan kedua dilaksanakan tanggal 4 Juni 2020 dilaksanakan selama 2 x 35 menit dengan menjelaskan materi yang telah dipelajari sebelumnya.

a. Perencanaan

Pada tahap ini, peneliti bekerjasama dengan guru mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran. Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah sebagai berikut:

1) Menentukan pokok bahasan.

2) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengenai materi pembelajaran IPA.

3) Menyiapkan tes

4) Mempersiapkan instrumen berupa lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik.

b. Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan RPP yang telah disiapkan. Siklus 1 dilakukan dalam 2 kali pertemuan yaitu tanggal 2 dan 4 Juni 2020. Adapun langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:

1) Pertemuan 1 (Pertama)

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 2 Juni 2020. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran pertemuan pertama adalah sebagai berikut:

a) Kegiatan Awal

Pada kegiatan awal, guru membuka kegiatan pembelajaran dengan mengucap salam dan berdo’a besama.

Kemudian guru memeriksa kehadiran peserta didik. Selanjutnya,

pada tahap (1) orientasi peserta didik kepada masalah, dimana pada tahap ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyampaikan gambaran sederhana terkait terkait dengan materi Siklus Hidup Makhluk Hidup. Guru memotivasi peserta didik agar terlibat aktif dalam pemecahan masalah.

Guru

Peserta didik Guru Peserta didik Guru

:

: : : :

Baik anak-anak, jadi materi kita pada pagi hari ini yaitu Siklus Hidup Makhluk Hidup, sebelum bapak lanjut bapak ingin bertanya, apa ada yang tahu apa yang dimaksud dengan siklus hidup makhluk hidup?

Saya pak.

Ya Husna ayok jelaskan.

Pertumbuhan hewan pak.

Ya betul, ada lagi yang bisa angkat tangannya? jadi siklus hidup hewan ialah proses tahapan yang dilalui oleh hewan dimulai dari telur bagi hewan ovipar dan untuk hewan vivipar maka mulai dari anak hewan ya.

b) Kegiatan Inti

Tahap (2) mengorganisasikan peserta didik, dimana pada tahap ini guru meminta peserta didik membagi kelompok menjadi 5 kelompok kemudian guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok dan guru memastikan setiap anggota kelompok memahami tugas masing-masing.

Guru Peserta didik

: :

Baik anakanak sekarang kalian bentuk kelompok menjadi 5 kelompok ya.

Ya pak guru (jawab serempak).

Tahap (3) membimbing penyelidikan individu dan kelompok, dimana guru mengawasi kegiatan belajar peserta didik dan membimbing peserta didik mengumpulkan informasi terkait dengan masalah pada buku tema masing-masing.

Guru

Peserta didik

:

:

Ayok anak-anak cari informasi pada buku tema kalian diskusikan bersama masing- masing anggota kelompoknya jangan ada yang main- main.

Ya pak guru (jawab serentak).

Tahap (4) megembangkan dan menyajikan hasil karya.

Pada tahap ini guru meminta kepada peserta didik untuk berdiskusi bersama kelompok berbagi pendapat terkait dengan pemecahan masalah dan menyajikan hasil diskusi dalam bentuk presentasi di depan kelas.

Guru

Peserta didik

: :

Jika sudah selesai mari presentasikan ke depan perwakilan kelompok maju satu orang.

Iya pak guruu (jawab serentak).

c) Kegiatan Akhir

Tahap (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, pada tahap ini guru bersama peserta didik melakukan tanya jawab terkait hasil presentasi dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pendapat terkait dengan hasil presentasi selanjutnya guru bersama peserta didik membuat kesimpulan terkait dengan hasil presentasi. Guru

memberikan apresiasi kepada masing-masing kelompok dengan cara bertepuk tangan.

Guru Peserta didik Guru Peserta didik Guru

: : : : :

Presentasi sudah selesai, apa ada yang ingin ditanyakan?

Saya pak.

Ya...Ori silahkan.

Pak guru berapa lama ayam mengerami telurnya?

Pertanyaan yang bagus, jadi ayam harus mengerami telurnya kurang lebih selama 21 hari agar bakal ayam yang akan menetas sempurna bentuknya menjadi anak ayam.

Guru menutup pembelajaran dengan sama-sama megucapkan “Alhamdulillah”. Setelah pembelajaran selesai guru membagikan tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik.

2) Pertemuan 2 (Kedua)

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis, 4 Juni 2020.

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran pertemuan pertama adalah sebagai berikut:

a) Kegiatan Awal

Pada kegiatan awal, guru membuka kegiatan pembelajaran dengan mengucap salam dan berdo’a besama.

Kemudian guru memeriksa kehadiran peserta didik. Selanjutnya, pada tahap (1) orientasi peserta didik kepada masalah dimana pada tahap ini, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan

menyampaikan gambaran sederhana terkait terkait dengan materi Siklus Hidup Makhluk Hidup. Guru memotivasi peserta didik agar terlibat aktif dalam pemecahan masalah.

Guru

Peserta didik Guru Peserta didik Guru

:

: : : :

Baik anak-anak sebelum bapak lanjut menjelaskan tujuan dari pembelajaran kita pada hari ini, bapak ingin bertanya, siapa disini yang tahu apa itu metamorfosis?.

Saya pak.

Ya. Kasih silahkan.

Pertumbuhan pak.

Iya betul, ayok yang lain ada yang bisa melengkapi? baiklah, adi metamorfosis ialah perubahan bentuk hewan muda yang berbeda dengan bentuk hewan dewasa, jadi metamorfosis itu dibagi menjadi dua macam yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

b) Kegiatan Inti

Tahap (2) mengorganisasikan peserta didik, Guru meminta peserta didik membagi kelompok menjadi 5 kelompok kemudian guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok dan guru memastikan setiap anggota kelompok memahami tugas masing-masing.

Guru

Peserta didik

: :

Perhatikan anak-anak, coba liat LKS nya, sebelum mengerjakan soal kalian baca dulu petunjuknya ya.

Ya pak guru... (jawab serempak).

Tahap (3) membimbing penyelidikan individu dan kelompok, Guru mengawasi kegiatan belajar peserta didik dan

membimbing peserta didik mengumpulkan informasi pada buku tema.

Guru

Peserta didik

: :

Ayok diskusi bersama teman kalian cari informasi pada buku temanya. Jangan ada yang main-main.

Ya pak guru.... (jawab serempak).

Tahap (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dimana guru meminta kepada peserta didik untuk berdiskusi bersama kelompok serta meminta peserta didik bertukar pikiran bersama teman kelompok terkait dengan solusi pemecahan masalah dan meminta peserta didik untuk menyajikan hasil diskusi dalam bentuk presentasi di depan kelas.

Guru

Peserta didik

:

:

Ayok kalian diskusi bersama kelompoknya, bertukar pikiran terkait dengan tugas masing-masing. Jika sudah selesai presentasikan hasil diskusi kalian didepan kelas.

Ya pak guru...(jawab serentak).

c) Kegiatan Akhir

Tahap (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, guru bersama peserta didik melakukan tanya jawab terkait hasil presentasi dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pendapat terkait dengan hasil presentasi selanjutnya guru bersama peserta didik membuat kesimpulan terkait dengan hasil presentasi dan memberikan apresiasi dengan cara bertepuk tangan.

Guru Peserta didik Guru Peserta didik Guru

: : : : :

Presentasi sudah selesai, apa ada yang ingin ditanyakan?

Saya pak.

Ya, Andin silahkan.

Pak guru kalau lalat itu termasuk metamorfosis apa?

Baik, pertanyaan yang bagus, jadi lalat termasuk hewan yang mengalami metamorfosis sempurna karena pertumbuhan lalat dimulai dari telur – larva-pupa-dan selanjutnya menjadi lalat.

Setelah pembelajaran selesai guru bersama peserta didik menutup pembelajaran dengan sama-sama mengucap

Alhamdulillah”. Selanjutnya, guru membagikan tes uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik.

c. Pengamatan

Pada tahap pengamatan, peneliti mengamati aktivitas peserta didik dan guru pada kegiatan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik pada setiap pertemuan. Tidak hanya mengamati aktivitas guru dan peserta didik, tetapi juga data hasil berpikir kritis peserta didik. Adapun hasil observasi aktivitas guru, peserta didik dan kemampuan berfikir kritis peserta didik dapat dilihat pada Tabel 4.3

Tabel 4.3

Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I

Aspek yang Diamati

Siklus I

Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah skor total deskriptor yang

terencana 15 15

Jumlah skor deskriptor yang

tampak/terlaksana 9 12

Persentase keterlaksanaan (%) 60% 80%

Kategori Baik Sangat Baik

Rata-rata (Kategori) (%) 70 (Baik)

Berdasarkan data hasil observasi aktivitas guru pada siklus I, pada pertemuan 1 pertemuan 2 menunjukkan adanya peningkatan dari pertemual 1 dan pertemuan 2 sebesar 20%, sehingga rata-rata keterlaksanaan sebesar 70%. Berdasarkan taraf keberhasilan aktivitas guru berada pada kategori baik. Dapat dilihat pada lampiran 11 dan 11, halaman 111 dan 116.

Observasi juga dilaksanakan terhadap aktivitas peserta didik pada kegiatan pembelajaran. Adapun data aktivitas peserta didik diperoleh pada siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4

Hasil Observasi Aktivitas Peserta Didik Siklus I

Aspek yang Diamati

Siklus I

Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah skor total deskriptor yang

terencana 60 60

Jumlah skor deskriptor yang

tampak/terlaksana 23 27

Persentase keterlaksanaan (%) 38 45

Kategori Kurang Aktif Kurang Aktif

Rata-rata (Kategori) (%) 41 (Kurang Aktif)

Berdasarkan data hasil observasi aktivitas peserta didik pada siklus I, pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 menunjukkan adanya peningkatan sebesar 7%, dengan rata-rata sebesar 41%. Berdasarkan taraf keberhasilan aktivitas peserta didik berada pada kategori kurang aktif. Dapat dilihat pada lampiran 10,dan 12 halaman 113 dan 118.

Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dan peserta didik yang peneliti lakukan pada siklus I, diperoleh hasil yang belum optimal dan belum sesuai yang diharapkan. Guru telah melaksanakan pembelajaran dengan model PBL pada mata pelajaran IPA, namun masih ada beberapa kegiatan pembelajaran yang belum terlaksana dengan baik. Selain itu, peserta didik yang masih terbawa suasana belajar di dalam kelas yang masih kurang kondusif dan belum terlalu mengikuti proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Banyak peserta didik yang telah memahami

materi namun tidak tertarik dengan kegiatan pembelajaran yang diberikan.

Data kemampuan berpikir kritis peserta didik per kategori dapat dilihat pada Gambar 4.1.

Gambar 4.1

Grafik Kemampuan Berfikr Kritis Siklus I

Berdasarkan gambar tersebut, untuk kategori kemampuan berpikir kritis sebagian besar yaitu 65% (13 peserta didik) berada dalam kategori kritis, dan hanya 10% (2 peserta didik) yang sangat kritis. Data dapat dilihat pada lampiran 6 halaman 108.

Adapun data ketuntasan berpikir kritis peserta didik pada siklus I dapat dilihat pada Gambar 4.2.

0 4 8 12 16 20

Cukup Kritis

Kritis Sangat Kritis

Siklus 1 5 13 2

25%

65%

10%

Jumlah Siswa

Data Kemampuan Berfikir Kritis Siklus I

Gambar 4.2

Grafik Ketuntasan Berpikir Kritis Siklus I

Berdasarkan gambar tersebut, menunjukkan bahwa sebagian besar yaitu sebesar 75% (15 peserta didik) berada dalam kategori tuntas dan memiliki kemampuan berpikir kritis dan sangat kritis. Sedangkan sisanya sebesar 25% (5 peserta didik) tidak tuntas. Persentase ketuntasan ini belum mencapai ketuntasan klasikal yang sudah ditetapkan yakni

85% peserta didik berada pada kategori kritis dan sangat kritis. Oleh karena itu penelitian akan dilanjutkan ke siklus II. Data ketuntasan dapat dilihat pada lampiran 7 dan 8 halaman 109-110.

d. Refleksi

Pada tahap ini, peneliti bekerjasama dengan guru pamong atau guru kelas IV untuk mengidentifikasi kekurangan dan merencanakan perbaikan pada siklus II. Dalam pelaksanaan siklus I, ada kegiatan atau langkah yang belum maksimal dilakukan, untuk itu ada beberapa langkah

0 4 8 12 16

Tuntas Tidak Tuntas

Siklus 1 15 5

75%

25%

Jumlah Siswa

Data Hasil Ketuntasan Berfikir Kritis Siklus I

yang direkomendasikan untuk melakukan perbaikan pada siklus II, diantaranya:

1) Guru menjelaskan kepada peserta didik bagaimana tahapan-tahapan yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran dan menciptakan suasana kelas yang tidak membosankan.

2) Guru perlu meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menguasai tahapan-tahapan yang telah direncanakan dan dibuat dalam bentuk RPP.

3) Melatih peserta didik dalam mempresentasikan dan menyimpulkan materi yang dipelajari.

4) Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok atau peserta didik yang terlihat aktif agar kelompok yang lain dapat termotivasi.

2. Siklus II

Kegiatan Pembelajaran pada siklus II dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama dilakukan pada hari Selasa, 9 Juni 2020.

Dan dilaksanakan selama 2 x 35 menit, membahas materi tentang Upaya Pelestarian Hewan dan Tumbuhan. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Juni 2020 dilaksanakan selama 2 x 35 menit dengan menjelaskan materi yang telah dipelajari sebelumnya dan kembali menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Adapun langkah-langkah pelaksanaan penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan

Tahap perencanaan pada siklus II, peneliti bersama guru bekerjasama atau kolaborasi merencanakan perbaikan-perbaikan dari kendala-kendala yang dihadapi pada siklus I. Dimana hasil refleksi pada siklus I menjadi acuan guru dan peneliti dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan langkah-langkah pembelajaran pada siklus II.

b. Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan perbaikan yang telah dibuat. Siklus II dilakukan dalam 2 kali pertemuan yaitu tanggal 9 dan 11 Juni 2020. Adapun langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:

1) Pertemuan 1 (Pertama)

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Juni 2020. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran pertemuan pertama adalah sebagai berikut:

a) Kegiatan Awal

Pada kegiatan awal, guru membuka kegiatan pembelajaran dengan mengucap salam dan berdo’a besama.

Kemudian guru memeriksa kehadiran peserta didik. Selanjutnya tahap (1) dimana guru mengorientasi peserta didik kepada masalah dengan menyampaikan tujuan pembelajaran, menyampaikan gambaran sederhana terkait terkait dengan

materi Upaya Pelestarian Hewan dan Tumbuhan, dan guru memotivasi peserta didik agar terlibat aktif dalam pemecahan masalah.

Guru Peserta didik Guru Peserta didik Guru

: : : : :

Apa ada yang tahu kenapa kita harus melestarikan hewan?.

Saya pak.

Ya silakhan Adila.

Agar tidak punah pak guru.

Ya, benar Adila, ayok ada lagi yang bisa? Jadi anak-anak perlunya kita melestarikan hewan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

b) Kegiatan Inti

Tahap (2) guru mengorganisasikan peserta didik, dengan meminta peserta didik membagi kelompok menjadi 5 kelompok kemudian guru membagikan LKS kepada masing- masing kelompok dan guru memastikan setiap anggota.

Guru

Peserta didik

: :

Ayok anak-anak, sekarang bagi kelompok menjadi 5 kelompok masing-masing terdiri dari 4 orang anggota kelompok ya Iya pak guru...(jawab serempak).

Tahap (3) guru membimbing penyelidikan individu dan kelompok, dengan mengawasi kegiatan belajar peserta didik dan membimbing peserta didik mengumpulkan informasi terkait dengan masalah dari sumber belajar seperti buku tema kelas 4.

Guru : Ayo anak-anak, coba sekarang cari

Peserta didik

:

informasi terkait dengan tugas kalian di buku paket masing-masing.

Iya pak....(jawab serentak).

Tahap (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dimana guru meminta kepada peserta didik untuk berdiskusi bersama kelompok serta meminta peserta didik bertukar pikiran bersama teman kelompok terkait dengan solusi pemecahan masalah dan peserta didik diminta untuk menyajikan hasil diskusi dalam bentuk presentasi di depan kelas.

Guru Peserta didik

: :

Kalau sudah selesai silahkan presentasikan hasil diskusi kalian di depan kelas

Perwakilan kelompok maju kedepan.

Iya pak guru...(jawab serentak).

c) Kegiatan Akhir

Di akhir pembelajaran, Tahap (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, guru bersama peserta didik melakukan tanya jawab terkait hasil presentasi dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pendapat terkait dengan hasil presentasi selanjutnya guru bersama peserta didik membuat kesimpulan terkait dengan hasil presentasi, guru memberikan apresiasi kepada peserta didik dengan bertepuk tangan.

Guru

Peserta didik Guru

: : :

Ayok siapa lagi yang mau menyimpulkan terkait presentasi dari teman

kalian tadi?.

Saya pak.

Ayok Putri silahkan.

Peserta didik Guru

: :

Jadi, hewan langka harus tetap dilindungi agar tidak punah karena hewan langka adalah makluk ciptaan Allah.

Ya bagus, ada lagi? ayok beri tepuk tangan untuk teman kalian.

Setelah pembelajaran selesai, guru bersama peserta didik menutup pembelajaran dengan sama-sama mengucap

Alhamdulillah”. Guru membagikan tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis pada peserta didik. Selama kegiatan pembelajaran, guru terlihat mnguasai kelas walaupun masih ada peserta didik yang tidak mendengarkan.

2) Pertemuan 2 (Kedua)

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Juni 2020. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran pertemuan pertama adalah sebagai berikut:

a) Kegiatan Awal

Pada kegiatan awal, guru membuka kegiatan pembelajaran dengan mengucap salam dan berdo’a besama.

Kemudian guru memeriksa kehadiran peserta didik. Selantutnya tahap (1) guru mengorientasi peserta didik kepada masalah dimana guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyampaikan gambaran sederhana terkait terkait dengan materi Upaya Tumbuhan. Guru juga memberikan contoh terkait dengan pelestarian hewan dan tumbuhan. Guru memotivasi peserta didik agar terlibat aktif dalam pemecahan masalah.

Guru

Peserta didik Guru Peserta didik Guru

:

: : : :

Baiklah sebelum bapak menyampaikan tujuan pembelajaran. bapak mau bertanya Apakah ada yang tau apa itu pelestarian tumbuhan?

Saya pak... (beberapa peserta didik angkat tangan).

Baik, coba Indah jelaskan apa itu pelestarian tumbuhan?

Pelestarian tumbuhan itu bagimana kita menjaganya dengan tidak merusaknya.

Benar ya, jadi pelestarian tumbuhan adalah usaha untuk tetap melindungi tumbuhan ekosistem tetap terjaga dengan baik. Contohnya tidak membakar hutan dan menebang pohon secara liar.

b) Kegiatan Inti

Tahap (2) mengorganisasikan peserta didik, guru meminta peserta didik membagi kelompok menjadi 5 kelompok kemudian guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok dan guru memastikan setiap anggota kelompok memahami tugas masing-masing.

Guru

Peserta didik

:

:

Baiklah, sekarang coba kalian membentuk kelompok menjadi 5 kelompok, masing- masing kelompok terdiri dari 4 anggota kelompok.

Iya pak guru.(jawab serempak)

Tahap (3) membimbing penyelidikan individu dan kelompok, guru mengawasi kegiatan belajar peserta didik dan membimbing peserta didik mengumpulkan informasi sebanyak- banyaknya pada buku tematik kelas 4 terkait dengan permasalahan.

Guru

Peserta didik

:

:

Ayok anak-anak sekarang coba kalian cari informasi terkait dengan materi pembelajaran bersama teman kelompoknya pada buku tema masing- masing.

Ya pak guru....(jawab serempak).

Tahap (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, guru meminta kepada peserta didik untuk berdiskusi bersama kelompok sambil bertukar pikiran atau pendapat terkait dengan masalah dan selanjutnya guru meminta peserta didik menyajikan hasil diskusi dalam bentuk presentasi di depan kelas.

Guru

Peserta didik

:

:

Sekarang coba kalian diskusi bersama kelompok dan bersama-sama bertukar pikiran, ide, maupun pendapat kalian terkait dengan tugas yang diberikan.

Iya pak guru...(jawab serempak).

c) Kegiatan Akhir

Tahap (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, guru bersama peserta didik melakukan tanya jawab terkait hasil presentasi dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pendapat terkait dengan hasil presentasi dan guru bersama peserta didik bersama- sama membuat kesimpulan terkait dengan hasil presentasi, guru memberikan apresiasi kepada peserta didik dengan bertepuk tangan.

Guru Peserta didik

: :

Jadi apa siapa yang tahu apa dampak jika terjadi pembakaran hutan?

Saya pak....(beberapa anak-anak

Guru Peserta didik Guru

: : :

mengangkat tangan).

Ya... silahkan Humaira.

Akan terjadi bencana alam dan tidak ada tempat tinggal bagi hewan yang hidup di dalam hutan pak.

Ya benar sekali tepuk tangan dulu untuk humaira.

Setelah pembelajaran selesai guru bersama peserta didik menutup kegiatan pembelajaran dengan sama-sama mengucap kalimat “Alhamdulillah”. Guru membagikan tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis pada peserta didik. Selama kegiatan pembelajaran, guru membuat suasana kelas menjadi lebih kondusif dan menyenangkan.

c. Pengamatan

Sama dengan siklus I, pada siklus II peneliti mengamati aktivitas guru dan peserta didik pada kegiatan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas peserta didik pada setiap pertemuan. Tidak hanya mengamati aktivitas guru dan peserta didik, Adapun data hasil kemampuan berpikir kritis menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dapat dilihat sebagai pada Tabel 4.5.

Tabel 4.5

Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II

Aspek yang Diamati

Siklus I

Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah skor total deskriptor yang

terencana 15 15

Jumlah skor deskriptor yang

tampak/terlaksana 14 15

Persentase keterlaksanaan (%) 93 100

Kategori Sangat Baik Sangat baik

Rata-rata (Kategori) (%) 96 (Sangat Baik)

Berdasarkan tabel data hasil observasi tersebut di atas, didapatkan aktivitas guru pada pertemuan 1 siklus II sebesar 93% dan pertemuan 2 sebesar 100%. Artinya, dari pertemuan 1 dan 2 menunjukkan adanya peningkatan sebesar 7%, dengan rata-rata keterlaksanaan sebesar 96%.

Berdasarkan taraf keberhasilan aktivitas guru berada pada kategori sangat baik dan dinyatakan berhasil. Terlihat dari tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan dengan sangat baik. Lembar observasi dapat dilihat pada lampiran 19 dan 21, halaman 138 dan 143.

Adapun observasi juga dilakukan terhadap aktivitas peserta didik pada kegiatan pembelajaran. Data aktivitas peserta didik yang diperoleh pada siklus II dapat dilihat pada Tabel 4.3.

Dokumen terkait