• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

4) Menyiapkan media atau APE yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

b. Tahap Pelaksanaan ( Acting ) 1. Pertemuan 1 Siklus 1

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 5 September 2019. Berikut kegiatan sesuai dengan RPPH yang telah direncanakan.

Kegiatan pembuka, pada tahap kegiatan pembuka guru memulai kegiatan dengan mengucapkan salam dan berdoa bersama sebelum melakukan kegiatan. Setelah itu guru melakukan ice breaking “tepuk semangat” agar semangat anak kembali bergairah untuk mengikuti pelajaran dalam kelas. Kegiatan selanjutnya yaitu guru menyampaikan materi tentang tema lingkunganku dan subtema adalah rumah. Guru bercakap-cakap dengan anak tentang rumah, peralatan rumah dan anak sangat antusias untuk menjawabnya.

Kegiatan inti, pada kegiatan ini guru melanjutkan pembelajaran dengan menggunakan media puzzle yaitu jenis puzzlethe thing puzzle

dimana puzzle edukatif ini berhubungan dengan gambar-gambar benda untuk menjodohkan atau memasangkan suatu benda sehingga menjadi lebih utuh kembali. Sebelum melakukan kegiatan dengan terlebih dahulu guru menanyakan tentang lambang bilangan berupa angka 1-10, memasangkan angka, mengenal warna dan mengenal bentuk geometri.

Selanjutnya guru menjelaskan tentang media puzzle angka dan puzzle

geometri yang akan anak gunakan dalam bermain. Pada pertemuan ini guru memperkenalkan angka 1-10, mengenalkan warna yang ada di puzzle dan memperkenalkan bentuk geometri. Kemudian anak mulai mengikuti arahan guru yaitu menyebutkan angka 1-10, menyebutkan warna yang ada di puzzle dan menyebutkan bentuk geometri yang ada di puzzle.

Setelah itu guru memanggil tiap kelompok dengan cara bergiliran, anak yang belum mendapat giliran melakukan kegiatan pendukung yaitu mewarnai gambar rumah. Selanjutnya siswa mulai melakukan kegiatan yaitu anak diperintahkan untuk menyebutkan angka 1-10 setelah itu anak menyebutkan warna yang ditunjukan guru dan anak menyebutkan bentuk geometri. Demikian seterusnya hingga semua siswa mendapat giliran bermain.

Kegiatan penutup, pada kegiatan penutup guru melakukan recalling terhadap anak untuk mengingat materi yang anak lakukan pada hari itu. Guru bertanya apa yang dilakukan anak pada saat bermain puzzle. Kemudian guru dan anak berdoa bersama sebelum pulang.

2. Pertemuan 2 Siklus 1

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 6 September 2019. Berikut tahapan kegiatan sesuai dengan RPPH yang direncanakan.

Kegiatan pembuka, pada tahap pembuka guru memulai kegiatan dengan mengucapkan salam dan berdoa sebelum melakukan kegiatan.

Sebelumnya guru melakukan ice breaking “ tepuk semangat” dan anak sangat antusias melakukannya. Setelah itu Guru menyampaikan tentang tema dan subtema yang akan dibahas yaitu tema lingkunganku dan subtema rumah. Kemudian guru melakukan kegiatan yang sama dengan hari pertama yaitu bercakap-cakap tentang rumah, peralatan rumah.

Kegiatan inti, pada kegiatan ini guru melanjutkan pembelajaran dengan bermain puzzle angka dan puzzle geometri sebelumnya guru memanggil setiap kelompok dan kelompok yang lain melakukan kegiatan pendukung yaitu menghubungkan peralatan rumah tangga dan fungsinya. Kegiatan mulai dilakukan, guru menjelaskan cara bermain puzzle, setelah itu guru meminta anak untuk menyebutkan dan mengurutkan angka 1-10, kemudian anak menghitung gambar yang ada di puzzle, dan guru membongkar puzzle angka lalu anak mencari puzzle angka kemudian memasangkan puzzle sesuai dengan jumlah gambar puzzle. Kemudian guru meminta anak untuk menyebutkan dan mengelompokkan warna-warna dasar pada puzzle yaitu merah, kuning dan hijau. Setelah itu guru meminta anak untuk menyebutkan dan mengelompokkan bentuk-bentuk geometri yaitu lingkaran, segiempat dan segitiga. Demikian seterusnya hingga anak mendapat giliran bermain puzzle dengan perkelompok.

Kegiatan penutup, pada kegiatan penutup guru melakukan recalling terhadap anak untuk mengingat materi yang anak lakukan

pada hari itu. Guru bertanya apa yang dilakukan anak pada saat bermain puzzle. Kemudian guru dan anak berdoa bersama sebelum pulang.

3. Pertemuan 3 Siklus 1

Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 7 September 2019, peneliti melaksanakan siklus pertama di hari ketiga.

Berikut tahapan kegiatan yang sesuai dengan RPPH yang telah direncanakan.

Kegiatan pembuka, pada tahap pembuka guru memulai kegiatan dengan mengucapkan salam dan berdooa bersama sebelum melakukan kegiatan. Kegiatan selanjutnya guru melakukan ice breaking “ tepuk semangat” seperti hari lainnya untuk menambah semangat anak dan gairahnya dalam belajar. Pada kegiatan ini guru menyampaikan materi yang akan dibahas pada hari itu yaitu tema lingkunganku dan subtema rumah. Guru bercakap-cakap tentang tentang rumah, peralatan yang ada di rumah.

Kegiatan inti, pada kegiatan ini guru melanjutkan pembelajaran dengan menggunakan media puzzle angka dan puzzle geometri yang lebih sederhana untuk anak pada saat melakukan bermain. Kemudian guru memanggil tiap kelompok untuk bermain puzzle. Pertama guru meminta anak untuk menyebutkan dan mengurutkan angka 1-10, setelah itu anak menghitung gambar yang ada di puzzle yang ada di puzzle, kemudian guru membongkar puzzle angka dan anak diperintahkan untuk mencari puzzle angka dan memasangkan puzzle

angka sesuai dengan jumlah gambar yang ada di puzzle, kemudian guru meminta anak untuk mencari dan mengelompokkan warna sesuai perintah guru yaitu warna merah, kuning dan hijau, setelah itu anak mencari dan mengelompokkan bentuk geometri sesuai perintah guru yaitu lingkaran, segiempat dan segitiga. Demikian seterusnya sampai anak mendapat giliran untuk bermain.

Kegiatan penutup, pada kegiatan penutup guru melakukan recalling terhadap anak untuk mengingat materi yang anak lakukan pada hari itu. Guru bertanya apa yang dilakukan anak pada saat bermain puzzle. Kemudian guru dan anak berdoa bersama sebelum pulang.

c. Tahap Pengamatan ( Observing) 1) Hasil Obervasi Aktivitas Guru

Hasil observasi aktivitas guru dapat dideskripsikan selama pelaksanaan siklus I dalam pembelajaran kemampuan penerapan permainan puzzle sebagai stimulan penguatan kecerdasan logis- matematis anak usia 4-5 tahun dengan menggunakan metode bermain puzzle diperoleh nilai sebesar 71,66%. Nilai tersebut didapat dari jumlah skor yang diperoleh oleh guru sebesar 43, kemudian dibagi dengan nilai skor maksimal sebesar 60, setelah itu dikalikan dengan nilai tetap 100 untuk mencari persennya dan dapat dikategorikan tergolong dengan cukup baik, sehingga pada siklus selanjutnya perlu ditingkatkan lagi. Hal ini dapat dilihat hasil observasi aktivitas guru

selama pelaksanaan siklus I dengan menggunakan metode bermain puzzle.

Nilai Skor =

X 100%

Nilai = X 100%

Nilai = 71,66%

Setelah menghitung presentasi pada aktivitas guru dapat dilihat penilaian sebagai berikut:

1 = 55%-59% Kurang 2 = 60%-75% Cukup Baik 3 = 76%-85% Baik

4 = 86%-100% Sangat Baik

Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru yang diperoleh selama pelaksanaan siklus I, dalam proses pembelajaran kemampuan penerapan permainan puzzle sebagai stimulan penguatan kecerdasan logis- matematis adapun beberapa kekurangan dan permasalahan yang terjadi pada aktivitas guru dan dapat diperbaiki pada siklus selanjutnya.

2) Hasil Observasi Aktivitas Siswa

Hasil observasi aktivitas siswa dapat dideskripsikan selama pelaksanaan siklus I dalam pembelajaran kemampuan penerapan permainan puzzle sebagai stimulan penguatan kecerdasan logis- matematis anak usia 4-5 tahun dengan menggunakan metode bermain puzzle diperoleh nilai sebesar 50%. Nilai tersebut didapat dari jumlah skor yang diperoleh oleh siswa sebesar 30, kemudian dibagi dengan

nilai skor maksimal sebesar 60, setelah itu dikalikan dengan nilai tetap 100 untuk mencari persennya dan dapat dikategorikan tergolong dengan cukup, sehingga pada siklus selanjutnya perlu ditingkatkan lagi. Hal ini dapat dilihat hasil observasi aktivitas siswa selama pelaksanaan siklus I dengan menggunakan metode bermain puzzle.

Nilai Skor =

X 100%

Nilai = X 100%

Nilai = 50%

Setelah menghitung presentasi pada aktivitas siswa dapat dilihat penilaian sebagai berikut

1 = 0%-25% Kurang 2 = 26%-50 % Cukup 3 = 51%-75% Baik

4 = 76%-100% Sangat Baik

Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa yang diperoleh selama pelaksanaan siklus I, dalam pembelajaran kemampuan penerapan permainan puzzle sebagai stimulan penguatan kecerdasan logis-matematis anak usia 4-5 tahun ada beberapa kekurangan dan permasalahan yang terjadi pada aktivitas siswa dan dapat diperbaiki pada siklus selanjutnya.

3) Hasil Bermain dengan Media Puzzle Angka dan Puzzle Geometri Berdasarkan hasil observasi dapat dideskripsikan selama pelaksanaan siklus I dalam pembelajaran kemampuan penerapan permainan puzzle sebagai stimulan penguatan kecerdasan logis- matematis anak usia 4-5 tahun dengan menggunakan media puzzle di kelompok A, dapat diketahui bahwa jumlah nilai yang diperoleh sebesar 1,025, dengan nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 51,25. Anak yang tuntas belajar dengan menggunakan metode bermain puzzle yaitu 8 anak dan 12 anak belum tuntas. Ketuntasan hasil belajar siswa dalam penerapan permainan puzzle sebagai stimulan penguatan kecerdasan logis-matematis diperoleh sebesar 40% dapat dikategorikan belum tuntas dan media yang digunakan dikatakan belum berhasil dan perlu adanya perbaikan pada siklus selanjutnya sehingga dapat meningkatkan kemampuan belajar anak dengan menggunakan media puzzle.

Berikut ini adalah nilai hasil ketuntasan belajar siswa dalam pembelajaran kemampuan penerapan permainan puzzle sebagai stimulan pengutan kecerdasan logis-matematis anak usia 4-5 tahun di RA AL-FATH pada siklus I sebagai berikut:

Tabel 4.4

Hasil Observasi Siklus I Kemampuan Penerapan Permainan Puzzle Sebagai Stimulan Penguatan Kecerdasan Logis-Matematis

No. Nama Anak Aspek Penilaian Presentasi Kriteria Keberhasilan

A B C D

1. Alysia Alfa Zahra 2 2 2 2 50% MB 2. Baiq Naaila Gava Putri Akbar 2 2 2 2 50% MB 3. Dzakira Talita Zahra 2 2 2 1 43,75% MB 4. Faqih Khairy Rahman 3 2 3 2 62,5% BSH

5. Fahira Anjani 2 2 2 2 50% MB

6. Fadil Satria Nugraha 4 3 3 2 75% BSH

7. Rafasha 3 2 3 2 62,5% BSH

8. Yaska 2 2 1 1 37,5% MB

9. Laurinda Sofia Novella 1 1 1 1 25% BB 10. Lalu Atan Atanzanardi 4 3 3 2 75% BSH

11. Mirsa Rahmania 2 2 2 2 50% MB

12. Nazifa Azka Alfika 3 3 2 2 62,5% MB 13. Neha Aydina Shafila 3 2 3 2 62,5% BSH

14. Riad Karomi 3 2 3 2 62,5% BSH

15. Satria Muhammad Nur

Rahman 4 3 4 3 87,5% BSB

16. Vivi Rusyandini Putri 3 2 3 3 68,75% BSH

17. Altaf 1 1 1 1 25% BB

18. Qiandra 1 1 1 1 25% BB

19. Fatih 1 1 1 1 25% BB

20. Putri 1 1 1 1 25% BB

Jumlah nilai 1,025

Nilai rata-rata 51,25

Ketuntasan belajar pada kemampuan kecerdasan logis-matematis

dengan bermain puzzle 40 %

Jumlah siswa yang tuntas 8 Anak

Keterangan:

A = Anak mampu mengenal angka 1-10

B = Anak mampu memasangkan angka sesuai dengan jumlah benda C = Anak mampu mengelompokkan benda sesuai dengan warna

D = Anak mampu mengelompokkan benda sesuai dengan bentuk geometri

Untuk mengetahui nilai rata-rata dapat dirumuskan nilai sebagai berikut:

Nilai rata-rata

=

= 51,25

Untuk mengetahui presentasi kemampuan bermain puzzle dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

x 100%

Presentasi yang tuntas atau berkembang sangat baik

=

% = 5%

Presentasi yang tuntas atau berkembang sesuai harapan = % = 35%

d. Tahap Refleksi (Reflecting)

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti bersama guru secara kolaboratif melakukan refleksi, yakni penilaian atau kajian analisis tentang tindakan yang telah dilakukan selama siklus I. Hasil refleksi ini merupakan dasar untuk melakukan perbaikan tindakan pada siklus selanjutnya yaitu siklus II. Adapun berbaikan yang akan dilakukan pada siklus II antara lain:

1. Guru harus lebih memperhatikan siswa yang masih belum mampu atau mengalami kesulitan dalam kegiatan pembelajaran.

2. Guru harus mampu mengelola kelas dengan baik agar anak tetap fokus mengikuti pembelajaran.

3. Guru harus selalu memotivasi siswa untuk berani menjawab pertanyaan walaupun jawabannya kurang tepat.

4. Guru lebih menekankan pada angka, warna dan bentuk geometri 5. Guru harus lebih memotivasi siswa untuk berani menjawab

pertanyaan yang diberikan.

2. Tahap Siklus II

Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan, yaitu pada hari senin, selasa dan rabu tanggal 9, 10 dan 11 September 2019 dengan tema lingkunganku subtema sekolah. Pertemuan ini tidak jauh beda dengan pertemuan pada siklus I. Setiap pertemuan anak belajar mengenal angka 1-10, memasangkan angka, mengelompokkan warna dan mengelompokkan bentuk geometri dengan menggunakan media puzzle angka dan puzzle geometri. Berikut penjelasan tahapan pertemuan pada siklus II ini adalah sebagai berikut:

a. Tahap Perencanan (Planning)

Perencanaan pada siklus II lebih menekankan pada perbaikan dan penyempurnaan pada siklus I. Guru bersama dengan peneliti memperbaiki skenario pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus I. Adapun perencanaan pada siklus II yaitu memperbaiki proses pembelajaran yang masih kurang dalam pembelajaran dengan menggunakan metode bermain puzzle. Adapun kegiatan yang akan dilakukan peneliti dalam kegiatan pembelajaran sebagai berikut:

1) Menyusun rencana pembelajaran pelaksanaan harian pembelajaran sesuai dengan RPPH yang dibuat.

2) Menyiapkan lembar observasi aktifitas guru dan aktivitas siswa 3) Menyiapkan lembar penilaian ketuntasan belajar siswa dalam

bermain puzzle

4) Menyiapkan media atau APE yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

b. Tahap Pelaksanaan (Acting) 1. Pertemuan 1 Siklus II

Pada pelaksanaan siklus II di hari pertama, dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 9 September 2019. Berikut tahapan kegiatan sesuai dengan RPPH yang telah direncanakan.

Kegiatan pembuka, pada kegiatan pembuka guru memulai kegiatan dengan mengucapkan salam dan berdoa sebelum melakukan kegiatan. Sebelumnya guru melakukan ice breaking “tepuk semangat”. Kegiatan selanjutnya guru menyampaikan materi tentang apa yang akan dipelajari anak yaitu tema lingkunganku dan subtema sekolah. Guru mulai kegiatan dengan bercakap-cakap tentang sekolah, peralatan yang ada di sekolah. Anak-anak terlihat senang dan mengikuti kegiatan dengan semangat ketika guru memulai kegiatan dengan bernyanyi.

Kegiatan inti, pada kegiatan inti guru melanjutkan kegiatan dengan bernyanyi lagu “ angka” agar anak mengenal angka dengan

mudah melalui bernyanyi, kemudian guru memulai kegiatan memanggil tiap kelompok dan kelompok yang lain melakukan kegiatan pendukung mewarnai gambar sekolah. Pada kegiatan ini guru meminta anak untuk mencari dan mengurutkan angka 1-10 dan guru membongkar puzzle angka lalu anak memasangkan puzzle tersebut dengan utuh. Kemudian guru meminta anak untuk menghitung gambar yang ada di puzzle lalu memasangkan angka sesuai dengan jumlah gambar yang ada di puzzle. Selanjutnya guru meminta anak untuk mengelompokkan puzzle sesuai dengan warna”

merah, kuning hijau kemudian menyebutkan angka sesuai warna yang sudah dikelompokkan. Setelah itu guru meminta anak untuk menggelompokkan bentuk geometri yaitu lingkaran, segitiga dan segiempat pada puzzle geometri. Demikian seterusnya hingga anak mendapat giliran bermain puzzle.

Kegiatan penutup, pada kegiatan penutup guru melakukan recalling terhadap anak untuk mengingat materi yang anak lakukan pada hari itu. Guru bertanya apa yang dilakukan anak pada saat bermain puzzle, selanjutnya guru menyampaikan kegiatan untuk hari berikutnya. Kemudian guru dan anak berdoa bersama sebelum pulang.

2. Pertemuan 2 Siklus II

Pada pelaksanaan siklus II di hari kedua, dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 10 September 2019. Berikut tahapan kegiatan sesuai dengan RPPH yang telah direncanakan.

Kegiatan awal, pada kegiatan pembuka anak melakukan salam dan berdoa sebelum melakukan kegiatan Seperti biasa guru melakukan ice breaking “ tepuk semangat” kemudian guru mengajak anak bernyayi lagu angka bersama-sama dengan guru. Kegiatan pembelajaran dilanjut dengan menyampaikan materi, sesuai tema pada hari sebelumnya yaitu bercakap-cakap tentang sekolah, perlengkapan sekolah.

Kegiatan inti, pada kegiatan inti dilakukan sama dengan pada hari pertama menyanyikan lagu angka agar anak dengan mudah mengenal angka. Sebelum melakukan kegiatan guru memanggil anak tiap kelompok dan anak yang lain menunggu giliran dengan kegiatan pendukung yaitu menghubungkan peralatan sekolah dan mewarnainya. Kemudian guru melakukan kegiatan, guru membongkar puzzle setelah itu anak diminta untuk mencari lalu menyebutkan, dan mengurutkan puzzle angka 1-10, anak menghitung jumlah gambar yang ada pada potongan puzzle kemudian anak diminta untuk mencari angka dan memasangkan puzzle angka sesuai dengan gambar yang ada di puzzle dan sesuai dengan bentuknya.

Setelah itu anak mengelompokkan dan menyebutkan warna pada

puzzle angka yaitu warna “ merah, kuning, hijau, pink oranges dan biru”. Kemudian anak mengelompokkan bentuk geometri yang sejenis sesuai warna dan bentuknya yaitu “ lingkaran, segitiga, segiempat, setengah lingkaran dan persegi panjang. Demikian selanjutnya hingga anak mendapatkan giliran untuk bermain puzzle.

Kegiatan penutup, pada kegiatan penutup guru melakukan recalling terhadap anak untuk mengingat materi yang anak lakukan pada hari itu. Guru bertanya apa yang dilakukan anak pada saat bermain puzzle, selanjutnya guru menyampaikan kegiatan untuk hari berikutnya. Kemudian guru dan anak berdoa bersama sebelum pulang.

3. Pertemuan 3 Siklus II

Pada pelaksanan siklus II di hari ketiga, dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 11 September 2019. Tahap kegiatan sesuai dengan RPPH yang telah direncanakan.

Kegiatan pembuka, pada kegiatan pembuka anak melakukan salam dan berdoa sebelum melakukan kegiatan seperti biasa guru melakukan ice breaking “ tepuk semangat” kemudian guru mengajak anak bernyayi lagu angka bersama-sama dengan guru. Anak nampak sudah mulai menghafal angka 1-10 dengan baik. Kegiatan pembelajaran dilanjut dengan menyampaikan materi, sesuai tema pada hari sebelumnya yaitu bercakap-cakap tentang sekolah, perlengkapan sekolah.

Kegiatan inti, pada kegiatan inti dilakukan sama dengan pada hari pertama sebelumnya melakukan kegiatan pembelajaran dimulai guru memanggil anak tiap kelompok dan anak yang lain menunggu giliran dengan kegiatan pendukung yaitu mengenalkan warna dan bentuk geometri untuk membuat gambar rumah dari kertas warna- warni. Kemudian guru membongkar puzzle dan mulai melakukan kegiatan anak diminta untuk mencari, menyebutkan dan mengurutkan puzzle angka 1-10, anak diminta untuk menghitung jumlah gambar yang ada di puzzle kemudian anak diminta untuk mencari angka kemudian memasangkan puzzle angka sesuai dengan jumlah gambar yang ada di puzzle dan sesuai dengan bentuknya. Setelah itu anak mengelompokkan dan menyebutkan warna pada puzzle angka yaitu warna “ merah, kuning, hijau, pink oranges dan biru”. Kemudian anak mengelompokkan dan menyebutkan bentuk geometri yang sejenis sesuai warna dan bentuknya yaitu “lingkaran, segitiga, segiempat, setengah lingkaran dan persegi panjang. Demikian selanjutnya hingga anak mendapatkan giliran untuk bermain puzzle.

Kegiatan penutup, pada kegiatan penutup guru melakukan recalling terhadap anak untuk mengingat materi yang anak lakukan pada hari itu. Guru bertanya apa yang dilakukan anak pada saat bermain puzzle, selanjutnya guru menyampaikan kegiatan untuk hari berikutnya. Kemudian guru dan anak berdoa bersama sebelum pulang.

c. Tahap Pengamatan (Observing) 1) Hasil Observasi Aktivitas Guru

Hasil observasi aktivitas guru dapat dideskripsikan selama pelaksanaan siklus II dalam pembelajaran kemampuan penerapan permainan puzzle sebagai stimulan penguatan kecerdasan logis- matematis anak usia 4-5 tahun dengan menggunakan metode bermain puzzle diperoleh nilai sebesar 93,33%. Nilai tersebut didapat dari jumlah skor yang diperoleh oleh guru sebesar 56, kemudian dibagi dengan nilai skor maksimal sebesar 60, setelah itu dikalikan dengan nilai tetap 100 untuk mencari persennya dan dapat dikategorikan tergolong sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas guru pada siklus II dengan menggunakan metode bermain puzzle.

Nilai Skor =

X 100%

Nilai = X100%

Nilai = 93,33%

Setelah menghitung presentasi pada aktivitas guru dapat dilihat penilaian sebagai berikut:

1 = 55%-59% Kurang 2 = 60%-75% Cukup Baik 3 = 56%-85% Baik

4 = 86%-100% Sangat Baik

Pada pelaksanaan siklus II hasil observasi aktivitas guru selama proses pembelajaran sudah mengalami peningkatan dari siklus sebelumnya dengan menggunakan media puzzle sehingga dapat disimpulkan bahwa media yang digunakan dapat dikatakan berhasil dan hasil obervasi aktivitas guru tergolong sangat baik .

2) Hasil Observasi Aktivitas Siswa

Hasil observasi aktivitas siswa dapat dideskripsikan selama pelaksanaan siklus II dalam pembelajaran kemampuan penerapan permainan puzzle sebagai stimulan penguatan kecerdasan logis- matematis anak usia 4-5 tahun dengan menggunakan metode bermain puzzle diperoleh nilai sebesar 80%. Nilai tersebut didapat dari jumlah skor yang diperoleh oleh siswa sebesar 48, kemudian dibagi dengan nilai skor maksimal sebesar 60, setelah itu dikalikan dengan nilai tetap 100 untuk mencari persennya dan dapat dikategorikan tergolong sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas siswa pada siklus II dengan menggunakan metode bermain puzzle.

Nilai Skor =

X 100%

Nilai = X 100%

Nilai = 80%

Setelah menghitung presentasi pada aktivitas siswa dapat dilihat penilaian sebagai berikut:

1 = 0%-25% Kurang 2 = 26%-50 % Cukup 3 = 51%-75% Baik

4 = 76%-100% Sangat Baik

Pada pelaksanaan siklus II hasil observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus sebelumnya dengan menggunakan media puzzle sehingga dapat disimpulkan bahwa media yang digunakan dapat dikatakan berhasil dan hasil observasi aktivitas siswa tergolong sangat baik.

3) Hasil Bermain dengan Media Puzzle Angka dan Puzzle Geometri Berdasarkan hasil observasi dapat dideskripsikan selama pelaksanaan siklus I dalam pembelajaran kemampuan penerapan permainan puzzle sebagai stimulan penguatan kecerdasan logis- matematis anak usia 4-5 tahun dengan menggunakan media puzzle di di kelompok A, dapat diketahui bahwa jumlah nilai yang diperoleh sebesar 1550, dengan nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 77,5. Anak yang tuntas belajar dengan menggunakan metode bermain puzzle yaitu 17 anak dan 3 anak belum tuntas. Ketuntasan hasil belajar siswa dalam penerapan permainan puzzle sebagai stimulan penguatan kecerdasan logis-matematis sudah mencapai kriteria ketuntasan yaitu 85% dan media yang digunakan dapat dikatakan berhasil dan sudah mencapai kriteria ketuntasan yang sudah ditentukan, jadi penelitian ini akan berhenti pada siklus II.

Berikut ini adalah nilai hasil ketuntasan belajar siswa dalam kemampuan penerapan permainan puzzle sebagai stimulan pengutan kecerdasan logis-matematis anak usia 4-5 tahun di RA AL-FATH pada siklus II sebagai berikut:

Tabel 4.5

Hasil Observasi Siklus II Kemampuan Penerapan Permainan Puzzle sebagai Stimulan Penguatan Kecerdasan Logis-Matematis

No. Nama Anak Aspek Penilaian Presentasi Kriteria Keberhasilan A B C D

1. Alysia Alfa Zahra 3 2 3 3 68,75% BSH 2. Baiq Naaila Gava Putri Akbar 3 3 3 3 75% BSH 3. Dzakira Talita Zahra 3 3 3 2 75%% BSH 4. Faqih Khairy Rahman 4 4 4 4 100% BSB

5. Fahira Anjani 3 3 3 3 75% BSH

6. Fadil Satria Nugraha 4 4 4 4 100% BSB

7. Rafasha 4 4 4 4 100% BSB

8. Yaska 3 2 3 3 68,75% BSH

9. Laurinda Sofia Novella 1 1 1 1 25% BB 10. Lalu Alan Atanzanardi 4 4 4 4 100% BSB 11. Mirsa Rahmania 3 2 3 3 68,75% BSH 12. Nazifa Azka Alfika 4 4 4 4 100% BSB 13. Neha Aydina Syafila 4 4 4 4 100% BSB

14. Riad Karomi 4 3 4 4 93,75% BSB

15. Satria Muhammad Nur

Rahman 4 4 4 4 100% BSB

16. Vivi Rusyadini Putri 4 4 4 4 100% BSB

17. Altaf 3 2 3 2 56,25% BSH

18. Putri 1 1 1 1 25% BB

19. Fatih 2 2 2 2 50% MB

20. Qiandra 3 2 3 3 68,75% BSH

Jumlah nilai 1,550

Nilai rata-rata 77.5

Ketuntasan belajar pada kemampuan kecerdasan logis-matematis

dengan bermain puzzle 85%

Jumlah siswa yang tuntas 17 siswa

yang tuntas

Dokumen terkait