BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENELITIAN
a. Analisis Instrumen 1). Uji Validitas Tes
Sebelum instrument tes dibagikan kepada siswa terlebih dahulu dilakukan uji validitas. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen yang diberikan layak atau tidak dipengaruh. Untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa peneliti membuat 20 butir soal pilihan ganda dan 4 essai. Hasil uji coba instrument tes tersebut menggunakan rumus korelasi produk moment.
Suatu butir soal dikatakan valid apabila nilai r hitung r tabel , begitu juga sebaliknya butir soal dikatakan tdak valid apabila nilai r
hitung r tabel . Berikut ini hasil uji validitas tes:
49
Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Tes N
o
Instrumen Keterangan Kriteria
Valid Tidak valid 1 Tes 1,3,4,5,7,8,9,11,12,13
,16
2,6,10,14,15,17,18, 19, 20
0,444
2 Uraian 1,2,3,4 - 0,444
3 Angket 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,1 1,12,13,14,15,16,17,1 8,19,20,21,22,23,24
- 4
Berdasarkan tabel 4.1 diatas hasil analisis uji validitas dari 20 item soal terdapat 11 item soal yang valid, sedangkan 9 item soal yang tidak valid. Untuk soal uraian 4 soal yang valid dan untuk angketnya 24 soal valid semuanya. (Lampiran 6)
2). Reliabilitas
Setelah Instrumen ( soal ) diuji validitas, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur sejauh mana suatu alat dapat memberikan gambaran yang benar-benar dapat dipercaya untuk mengetahui kemampuan seseorang. Adapun kriteria pengujian reliabilitas, yaitu.
Jika r hitung r tabel = reliabel
Jika r hitung r tabel = tidak reliabel
Berikut data hasil uji reabilitas yang di ukur pada taraf signifikan 5% dapat dilihat pada tabel 4.2
50
Tabel 4.2
Hasil uji Reliabilitas angket
Stastistika Data
Responden 20
Jumlah soal 24
r hitung 0,897
r tabel 0,444
Kesimpulan r hitung r tabel
reliabel
Berdasarkan hasil analisis uji reliabilitas yang telah dilakukan didapatkan sebesar r hitung = 0,897 dimana r tabel = 0,444 dengan taraf sifnifikan 5% Nilai rl rtabel sehingga soal dikatakan reliabel. (Lampiran 7)
Tabel 4.3
Hasil uji Reliabilitas hasil belajar
Stastistika Data
Responden 20
Jumlah soal 15
r hitung 0,755
r tabel 0,444
Kesimpulan r hitung r tabel
reliabel
3) Taraf Kesukaran
Setelah melakukan uji reliabilitas, selanjutnya dilakukan uji taraf kesukaran soal. Uji taraf kesukaran soal dilakukan untuk mengetahui tingkat kesulitan soal, karena soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu sukar ( sulit) dan tidak terlalu mudah. Berikut data hasil uji taraf kesukaran soal yang dapat dilihat pada tabel 4.4
51
Tabel 4.4
Tabel Data Hasil Uji Taraf Kesukaran
No TK Kriteria Jumlah
1 0,87 Mudah 8
2 0, 67 Sedang 16
Berdasarkan keterangan dari tabel 4.4, klasifikasi tingkat kesukaran soal 1,2,3,5,7,11,24 bersifat mudah ( 0,70- 1,00), soal nomor, 4,6,8,10,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21,22,23 bersifat sedang (0,31- 0,70). Lampiran 8
c. Keterlaksanaan Pembelajaran
Dari langkah – langkah pembelajaran menggunakan pembelajaran cooperative script terhadap hasil belajar dan kecakapan sosial dengan jumlah pertemuan 5 kali pertemuan dan 3 kali pertemuan inti diperoleh data observasi keterlaksanaan pembelajaran yang dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4. 5
Hasil Observasi Keterlaksanaan N
O
Pertemuan Kelas Eksperimen Kelas control
I II III I II III
1 Jumlah langkah yang harus dilaksanakan
16 16 16 11 11 11
2 Jumlah langkah yang terlaksana
15 14 15 10 8 8
3 Persentasi keterlaksanaan pembelajaran
93,75
%
87,5 % 93,75
%
90% 72,72
%
72,72
% 4 Kategori Sangat
Baik
Sangat baik
Sangat baik
Sangat baik
Baik Baik
52
Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa pada kelas eksperimen dan kelas control pada pertemuan ke I,II,III memperlihatkan keterlaksanaan pembelajaran pada saat proses pembelajaran berlangsung, dimana kelas eksperimen dan kelas Kontrol memiliki persentase yang berbeda beda. Hal tersebut dapat terlihat dari skor yang diperoleh kelas eksperimen dan kontrol, dimana skor keterlaksanaan pembelajar pada kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol . (Lampiran 9)
d. Kecakapan sosial
Data yang diperoleh dari kecakapan sosial siswa yaitu kelas eksperimen 20 siswa dan kelas kontrol 15 siswa dengan cara menggunakan angket.
Tabel 4.6
Data Hasil Angket Kecakapan Sosial Siswa kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
No Kelas Nilai Tertinggi Nilai Terendah
Rata-rata selisi
1 Eksperimen 85 56 76,05 7,52
2 Kontrol 74 60 68,53
Pada tabel 4.6 kecakapan sosial siswa dapat dilihat bahwa kelas eksperimen nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan kelas Kontrol yaitu pada kelas eksperimen 85 dan kelas kontrol 74. Jadi rata- rata kelas eksperimen 76,65 dan kelas Kontrol 68,53. Terlampir 10
53
Tabel 4.7
Data Hasil Angket Kecakapan Sosial Siswa perindikator kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
No Indikator Pesentase
A B C A B C
Eksperimen 39,25 21.85 18,55 3,925
%
2,185 % 1,855
% Kontrol 34,47 19.87 14,2 3,447
%
1,987% 1,420
% Keterangan
A.Kecakapan sosial kerja sama B.Kecakapan komunikasi lisan C.Kecakapan komunikasi tertulis
Berdasarkan tabel di atas, disimpulkan bahwa nilai posttest perindikator pada kelas eksperimen memiliki katagori amat baik dibandingkan dengan nilai posttest pada kelas kontrol. (Lampiran 11)
Data Hasil Angket Kecakapan Sosial Siswa Perindikator
Gambar 1.1
54
Diagram Data Pretest dan Posttest Kelas Eksperiment dan Kontrol
2
. Analisis Data
1. Uji Normalitas
Tabel 4.8
Hasil Uji Normalitas angket
No Taraf
singnifikan
X2 hitung X2 tabel Kriteria
Eksperimen 5% 4,4648 9,488 Normal
Kontrol 5,0755 9,488
Berdasarkan data diatas, dapat dilihat bahwa data hasil analisis uji normalitas pada kelas eksperimen dan kelas Kontrol datanya terdistribusi normal karena nilai sig 0,05. Pada data diatas terlihat bahwa nilai sig pada kolom kalmogorov Smirnov pada X2 tabel dan X2 hitung lebih besar dari 0,05. Uji normalitas ini dianalisis dengan uji Kalmogorov Smirnov baik itu data X2 tabel dan X2 hitung pada kedua kelas. (Lampiran 12)
2. Uji Homogenitas
Tabel 4.9
Hasil analisis Uji Homogenitas angket
NO Kelas Taraf
singnifikan
F hitung F tabel Kategori
1 Eksperimen 5% 2,32 2,33 Homogen
2 Kontrol
Pada hasil analisis uji homogenitas angket pada kelas eksperimen dan kelas kontrol pada taraf signifikan 0,05 terdapat F tabel lebih besar dari pada F hitung dengan kategori homogenitas.(Lampiran 13)
55 3. Uji Hipotesis
Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui ada perbedaan hasil belajar siswa menggunkan cooperative script pada materi sistem pencernaan pada manusia di kelas VIII MT.s NW Karang Bata.
Penentuan jenis uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini tergantung pada data hasil tes akhir uji homoogenitas dan normalitas kedua kelas serta jumlah siswa yang mengikuti tes akhir. Setelah dilakukan uji homogrnitas dan normalitas dari data hasil tes akhir dapat disipulkan bahwa kedua kelas homogen dan terdistribusi normal, maka statistik yang digunakan adalah statistik parametric. Jumlah siswa yang mengikuti tes akhir pada kedua kelas tidak sama. pada kelas eksperimen siswa yang mengikuti tes akhir berjumlah 20 siswa, sedangkan pada kelas kontrol berjumlah 15 siswa, berdasarkan hasil tersebut, jenis uji hipotesis yang dapat digunakan, yakni uji- t polled varian. Hasil analisis uji hipotesis pada tes akhir dapat dilihat pada tabel
Tabel 4.10
Data hasil uji t kecakapan sossial
No Kelas Taraf signifikan thitung ttabel
1 Eksperimen 5% 3,83 2,04
2 Kontrol
Hasil analisis uji-t dengan pooled varian menunjukan bahwa
yang diperoleh sebesar , dan untuk taraf signifikan 0,05%
56
didapatkan nilai . Karena lebih besar dari ,
> , maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh penerapan model pembelajaran cooperative script terhadap hasil belajar dan kecakapan sosial pada mata pelajaran biologi siswa kelas VIII MTs. Karang Bata Kota mataram Tahun Ajaaran 2019/2020 memiliki peningkatan.
(Lampiran 14) e. Hasil Belajar
Tes dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa dan sejauh mana pembahasan siswa setelah melakukan proses pembelajaran.
Adapun tes yang digunakan pada penelitian ini tes berupa pilihan ganda sebanyak 15 soal yang akan dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai (pretests) dan setelah pembelajaran selesai ( posttest). Adapun hasil pretest dan posttes pada kelas eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada tabel berikit.
Tabel 4.11
Data Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen dan Kontrol
No Kelas Taraf
signifikan
Rata-rata Pretest
Rata-rata
Posttest Peningkatan
1 Eksperimen 5 % 67,15 85,3 18,15
2 Kontrol 62,067 77,2667 15,1997
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas
57
kontrol, sehingga pada kelas eksperimen pada pretest dan posttest terjadi peningkatan sebanyak 18,15 dan pada kelas Kontrol pada pretest dan posttest terjadi peningkatan sebanyak 15,1997. (Lampiran 19) 1) Analisis Data Ketuntasan belajar individual siswa
Pada kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan menggunakan pembelajaran cooperative script . Dari kedua kategori penilaian tersebut dianalisis menjadi nilai ketuntasan belajar individual.
Data nilai ketuntasan individual dianalisis berdasarkan pada kriteria nilai KKB 70. Hasil analisis data ketuntasan belajar individual siswa dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.
Tabel 4.12
Hasil Analisis data Ketuntasan Belajar Individual Ketuntasan
Individual
Eksperimen Kontrol
Pretest Tidak Tuntas <
70
12 -
Tuntas ≥ 70 8 20
Posttest Tidak Tuntas <
70
1 1
Tuntas ≥ 70 19 14
Berdasarkan hasil analisis data pada tabel 4.8 menunjukan kriteria ketuntasan belajar individual siswa yang mendapatkan kategori nilai tuntas dan tidak tuntas. Pada saat pretest siswa yang mendapatkan nilai dengan kategori tuntas yaitu ada 8 orang siswa, sedangkan siswa yang mendapatkan nilai dengan kategori tidak tuntas yaitu sebanyak 12 orang siswa. Berbeda halnya dengan nilai yang
58
didapatkan siswa pada saat posttest yaitu terdapat 20 orang siswa yang mendapatkan nilai dengan kriteria tuntas, sedangkan siswa yang mendapatkan nilai dengan kriteria tidak tuntas yaitu sebanyak tidak ada yang tidak tuntas. Lampiran 20
2) Analisis data ketuntasan belajar klasikal siswa
Selanjutnya dari hasil analisis data ketuntasan belajar individual di atas kemudian dianalisis lagi menjadi data ketuntasan belajar klasikal siswa. Nilai ketuntasan belajar klasikal dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.13
Hasil Analisis data Ketuntasan Belajar Klasikal Ketuntasan
Klasikal
Kelas eksperimen
Pretest
Kelas eksperimen
Posttest
Kelas kontrol
Pretest
Kelas kontrol
Pretest
Jumlah siswa 20 15 20 15
Jumlah nilai 1575 2198 931 1159
Jumlah yang
tuntas ≥70 8 1 1 14
Jumlah yang tidak
tuntas < 70 12 19 19 1
Rata-rata kelas 67,15 85,3 62,067 77,2667
Dilihat dari tabel 4.13 di atas menunjukan bahwa hasil belajar pretest dan posttest dengan jumlah siswa sebanyak 20 dan 15 orang yakni belum mencapai ketuntasan belajar klasikal. Karena menurut Depdiknas (2006), pembelajaran dikatakan tuntas, apabila secara klasikal siswa mendapatkan nilai rata-rata 7,0 ke atas dengan persentase mencapai 85%.
59
Data hasil analisis ketuntasan belajar klasikal pada tabel diatas dapat disajikan dalam bentuk grafik (diagram batang) di bawah Dilihat pada analisis data ketuntasan belajar klasikal di atas menunjukan bahwa terdapat perbedaan persentase pada tahap pretest (pembelajaran sebelum menggunakan pembelajaran cooperative script dan kecakapan sosial dan posttest (pembelajaran setelah menggunakan pembelajaran cooperative script dan kecakapan sosial). Hal ini juga menunjukan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Lampiran 21
Tabel 4.14
Data Hasil belajar Siswa perindikator kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
NO Indikator Persentase
C1 C2 C3 C4 C1 C2 C3 C4
Sksperimen 58 43 64 56 80% 71,66
%
80% 93,33
%
Kontrol 40 30 34 32 77,77
%
66,66% 56.66
%
71 %
Keterangan C1= Mengingat C2= Memahami C3= Mengaplikasikan C4 = menganalisis
Berdasarkan tabel di atas, disimpulkan bahwa nilai posttest perindikator pada kelas eksperimen memiliki katagori amat baik dibandingkan dengan nilai posttest pada kelas kontrol. Lampiran 22
Data Hasil Belajar Siswa Perindikator
60
Gambar 1.2
DiagramData Pretest dan Posttest Kelas Eksperiment dan Kontrol
a. Uji Normalitas
Uji normalitas data tes akhir (posttest) dilakukan pada kelas eksperimen dan kontrol untuk mengetahui apakah kedua kelas tersebut terdistribusi normal atau tidak setelah diberikan perlakuan serta untuk menen tukan tindak lanjut uji statistik yang akan digunakan. Uji normalitas menggunakan rumus chi square (X2) pada taraf signifikan 5%
dengan . Hasil perhitungan uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 4.15
Tabel 4.15
Hasil Uji Normalitas Eksperimen posttest
No X2 hitung X2 tabel Kriteria
Eksperimen 2,06 39,488 Normal
Kontrol 1,62 91488
61
Berdasarkan tabel diatas terlihat bawah x2 titung kelas eksperimen adalah 2,06 menujukan bahwa data kelas eksperimen berdistribusi normal karena memenuhi kriteria x 2 hitung x2 tabel ( 2,06 9,488). Sedangkan hasil x2hitung untuk kelas kontrol Menujukan bahwa dan kelas Kontrol berdistribusi normal kerana memenuhi kriteria x2hitung tabel ( 1,62 991488). Lampiran 24
b.Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan agar mengetahui apakah kedua sampel homogen atau tidak. Uji homogenitas data tes akhir (posttest) pula perlu dilakukan sebagai prasyarat uji hipotesis yang akan digunakan. Hasil uji homogenitas data tes akhir dapat dilihat pada Tabel 4.16
Tabel 4.16
Hasil analisis Uji Homogenitas posttest kelas Eksperimen dan Kontrol Kelas Jumlah siswa S2 ( varians) F
hitung
F tabel Kriteria
Eksperimen 20 54,12 2,08 2,26 Homogen
Kontrol 15 112,50
Berdasarkan tabel di atas, diperSoleh yaitu . Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa kedua sampel homogen. Lampiran 25
c. Uji Hipotesis
Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui ada perbedaan hasil belajar siswa mengunkan cooperative script pada materi sistem
62
pencernaan pada manusia di kelas VIII MT.s NW Karang Bata.
Penentuan jenis uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini tergantung pada data hasil tes akhir uji homoogenitas dan normalitas kedua kelas serta serta jumlah siswa yang mengikuti tes akhir. Setelah dilakukan uji homogrnitas dan normalitas dari data hasil tes akhir dapat disipulkan bahwa kedua kelas homogen dan terdistribusi normal , maka statistik yang digunakan adalah statistik parametric. Jumlah siswa yang mengikuti tes akhir pada kedua kelas tidak sama. pada kelas eksperimen siswa yang mengikuti tes akhir berjumlah 20 siswa, sedangkan pada kelas kontrol berjumlah 15 siswa, berdasarkan hasil tersebut, jenis uji hipotesis yang dapat digunakan, yakni uji- t polled varian. Hasil analisis uji hipotesis pada tes akhir dapat dilihat pada tabel
Tabel 4.17
Uji Hipotesis Posttest Kelas Eksperimen dan Kontrol
Kelas Jumlah siswa Rata-rata Varians t hitung t tabel
Eksperimen 20 85,3 54,12 2,65 2,04
Kontrol 15 77,3 112,4
Berdasarkan tabel di atas maka diperoleh t hitung t tabel, pada taraf singnifikan 5% dengan dk = n1+n2-2= 20+ 15-2=33. Sesuai dengan kriteria pengujian hipotesis jika t hitung t tabel maka HO
ditolak dan Ha diterima. berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model cooperative script dengan tidak mengunakan model cooperative
63
script dan kecakapan sosial siswa pada materi sistem pencernaan pada manusia kelas VIII MTs NW Karang Bata tahun ajaran 2019/2020.perhitungan uji hipotesis selengkapanya terlampir pada lampiran 27
B. Pembahasan
Penelitian ini dilakasanakan di MT.s NW Karang Bata Kota Mataram, sampel yang yang digunakan pada penelitian ini adalah kelas VIII yang terdiri dari dua kelas VIII A yang terdiri dari 20 0rang siswa yang menjadi kelas eksperimen dan kelas VIII B yang terdiri dari 15 orang siswa sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan , dimana pada kelas eksperimen diberi perlakuaan berupa pembelajaran yang mengunakan cooperative script, sedangkan pada kelas kontrol tidak diberikan perlakuan, pembelajarannya menggunakan model cerama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penerapan model pembelajaran cooperative sript terhadap hasil belajar dan kecakapan sosial pada mata pelajaran Biologi di MT.s NW Karang Bata.
a. Keterlaksanaan pembelajaran
Keterlaksanaan pembelajaran pada penelitian ini diukur menggunakan lembar observasi baik pada kelas Eksperimen maupun kelas Kontrol. Adapun yang menjadi obsever pada penelitian ini yaitu teman sebaya sebanyak 1 orang yaitu putri . jenis lembar observasi yang digunakan yaitu jenis chek list yang digunakan untuk
64
memperoleh data keterlaksanaan pembelajaran selama proses pembelajaran berlangsung.
Berdasarkan hasil penelitian untuk keterlaksanaan pembelajaran pada penelitian ini, dapat diperoleh bahwa persentase keterlaksanaan pembelajaran pada kelas Eksperimen dan kelas Kontrol berbeda. Pada kelas Eksperimen dan control ada tiga kali pertemuan, dimana pada kelas eksperimen jumlah langkah – langkah pembelajaran pada pertemuan pertama yaitu 24 pertemuan kedua 28 dan pertemuan ketiga 4. Sedangkan pada kelas kontrol pertemuan pertama 24 pertemuan kedua 28 dan pertemuan ketiga 4. Pada kelas eksperimen jumlah langkah yang terlaksanaan dari 16 langkah yang direncanakan yaitu 15 langkah dengan persentase yang diperoleh yaitu 93,75% Sangat Baik, pertemuan kedua jumlah langkah yang terlaksana dari 16 langkah yaitu 14 langkah dengan persentase yaitu 87,5% dengan katagori sangat baik, pertemuan ketiga jumlah langkah yang terlaksana 15 langkah persentase yaitu 93,75% Sangat Baik.
Sedangkan pada kelas kontro jumlah langkah pada pertemuan pertama yang jumlahnya langkahnya 13 langkah yaitu 10 langkah dengan persentase yaitu 76,92% dengan cukup baik , pertemuan kedua jumlah langkah 13 langkah saja dari 8 langkah yang direncanakan dengan persentase 76,92% cukup baik, dan pertemuan ketiga jumlah langkah yang terlaksana yaitu hanya 9 langkah saja dari 13 langkah
65
yang direncanakan dengan persentase yaitu 69,23 % cukup baik . Apakah kedua kelas dibandingkan maka kelas Eksperimen memiliki persentase yang sangat baik dalam keterlaksanaan pembeljaran oleh guru di bandingkan kelas Kontrol.
b. Kecakpan sosial
Kecakapan sosial merupakan salah satu bagian dari empat pilar kecakapan hidup yang meliputi, kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan akdemik, kecakapan vokasional Kecakapan sosial (social skil) sebagai perilaku spesifik, inisiatif, mengarahkan pada hasil sosial yang diharapkan sebagai bentuk perilaku seseorang. Kecakapan sosial ( social skoll) merupakan kempuan individu untuk berkomunikasi efktif dengan orang lain baik secara verbal maupun nonverbal sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat itu, dimana keterampilan ini merupakan perilaku yang dipelajari. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan sosial adalah sebuah alat yang terdiri dari kemampuan berinteraksi, berkomunikasi secara efektif baik secara verbal maupun nonverbal, kemampuan untuk dapat menujukkan perilaku yang baik, serta kemampuan menjalin hubungan baik dengan orang lain digunakan seseorang untuk dapat berperilaku sesuai dengan apa yang diharpkan oleh sosial. Banyak sekali jenis kecakapan sosial
66
itu adalah kecakapan kerja sama, berkomunikasi secara lisan dan berkomunikasi tertulis.50
Data kecakapan sosial siswa itu akan di ukur dengan mengunakan teknik angket pada angket ini terdapat tiga indikator, dimana pada setiapa indikator terdapat respon positif dan negatif.
Pada kelas Eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas Kontrol. Pada kelas Eksperimen jumlah skor keseluruhan yaitu 1521 dengan nilai rata- ratanya 76,05 sedangkan pada kelas Kontrol jumlah skor keseluruhannya yaitu 1028dengan nilai rata – rata 68,53.
Adapun hasil persentase kecakapan sosial perindikator pada kelas eksperimen dan Kontrol berbeda beda. Dimana pada kelas eksperimen pada indikator A yaitu kecakapan Sosial kerja sama 3,925%, indikator B yaitu kecakapan komunikasi lisan persentasenya 2,185%, indikator C kecakapan komunikasi tertulis 1,855%.
Sedangkan pada kelas kontrol indikator A yaitu kecakapan Sosial kerja sama 3,4,47%, B yaitu kecakapan komunikasi lisan persentasenya 1,987%, C kecakapan komunikasi tertulis 1,420 %.
Sehinga pada kelas eksperimen dan control kecakapan sosial lebih tinggi persentase dari kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol.
50 Andri Setyawan, Pengaruh Efikasi diri, Kecakapan sosial dan informasi karir terhadap kematangan untuk berkarir siswa kelas XI SMK pegasih. Vol 8, 2014, hlm. 13.
67
Berdasarkan analisis data tersebut dapat dilihat bahwa skor
yang diperoleh pada kelas eksperimen yang menerapkan model penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh pada kecakapan sosial
siswa data yang didapatkan terlebih dahulu harus diolah degan cara melakukan uji normalitas , uji hogenitas, dan uji hiptesis. Berdasarkan pershitungan uji normalitas yang telah dilakukan oleh penelitian didapatkan hasil bahwa data berdistribusi dengan kriteria signifikasi 4,46475 0,05. Sedangkan pada uji homogenitas dengan keriteria hasil analisan data yang didapatkan yaitu nilai signifikansi 0,05 dikatakan homogen , adapun hasil analisis data yang didapatkan yaitu nilai signifikan 3,32 0,05 yang menujukan data berdistribusi homogen. Uji terakhir yaitu uji hipotesis menggunakan uji statistik non parametrik. Karena data berdistribusi normal.maka Ho diterima, kemudian jika nilai 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hal tersebut juga membuktikan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran cooperative script terhadap hasil belajar dan kecakapan sosial siswa kelas VIII MTs NW Karang Bata Mataram tahun pelajaran 2019/ 2020.
c. Hasil belajar
Hasil belajar pada dasarnya adalah sesuatu kemampuan yang berupa keterampilan dan perilaku baru sebagai akibat latihan atau
68
pengalaman. Menurut Gagne dan Briggs menyatakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang diperoses seseorang yang sesudah mengikuti proses belajar. Dalam kaitanya dalam hasil belajar tersebut, Gagne dan Briggs mengemukakan bahwa adanya lima kemempuan yang dapat diperoleh seseorang sebagai hasil belajar yaitu keterrampilan intelektual,strategi kognitif, informasi verbal, keterampilan motorik dan sikap. 51
Tujuan pendidikan yang ingin dicapai dapat dikatagorikan menjadi tiga bidang yakni bidang kognitif (penguasaan intektual), bidang afektif (hubungan sikap dan nilai), serta bidang psikomotorik ( kemampuan / keterampilan bertindak berpirilaku). 52
Dalam penelitian ini tidak akan meneliti pada ketiga ranah tersebut, peneliti hanya memilih hasil belajar biologi pada rana kognitif (pengetahuan ) saja. Pada penelitian ini hasil belajar diukur mengunakan tes yang berupa pilihan ganda dan esai, yang mana tesnya berupa pretest dan posttest baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Dimana pretest dilakukan sebelum pembelajaran dimulai sedangan posttes dilakukan setelah pembelajaran selesai. Tes dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menerima materi pembelajaran. Tesnya berupa soal tes pilihan yang berjumlah ganda 11 soal dan 4 essai. Berdasarkan
51 Bahtiar, strategi belajar mengajar sain ( IPA ), ( Mataram: Institut Agama Islam Negeri Mataram, 2015), hlm.25-26
52 Nana sudjana , Dasar- Dasar proses Belajar Mengajar, ( Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2011) , hlm 49
69
analisis data tes, dapat dilihat bahwa pada kelas eksperimen nilai tertinggi pretest yaitu 79 dan nilai terendah 46 dengan total nilai keseluruhan 1343 dan nilai rata- rata 67,15. Sedangkan pada posttest nilai tertinggi yaitu 96 dan nilai terrendah adalah 73 dengan total nilai 1706 dan nilai rata – rata 85,3.
Sedangkan pada kelas Kontrol nilai tertinggi pada pretest yaitu 72 dan nilai terendah 48 dengan total nilai 931 dan nilai rata – rata 62,067. Adapun pada posttest nilai tertinggi 85 dan nilai terendah 50 dengan total nilai 1159 dengan nilai rata77,2667.
Adapun persebtase hasil belajar siswa perindikator pada kelas eksperimen maupun kelas control berbeda. Dimana pada kelas eksperimen pada indikator C1 persentasenya 77,77%, C2 yakni 71,66%, dan C3 yakni 80%, C4 yakni 93,33%. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Didimus yang menyatakan bahwa ( model pembelajaran cooperative script dan THT) dapat meningkatkan nilai hasil belajar siswa. 53
Analisis data pada penelitian ini guna mengetahui adanya pengaruh penerapanmodel pembelajaran cooperative script terhadap hasil belajar dan kecakapan sosial pada mata pelajaran biologi siswa kelas VIII MTs NW Karang Bata adalah mengunakan uji t namun sebelum menggunakan uji ini data penelitian harus diuji prasarat yaitu
53 Didimus, gabungan model pembelajaran cooperative script dan TPS mampu
memberdayakan hasil belajar kongnitif biologi , jurnal pendidikan Biologi, volume 10, No.2 tahun 2007, hlm 14