BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk menigkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Kalor dan Perubahannya di kelas VII MTs Negeri 1 Dompu dengan menggunakan model pembelajaran guided inquiry dalam pembelajaran IPA Terpadu. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan beberapa tahap kegiatan yaitu (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan dan (4) Refleksi.
No Nama Peserta Didik Keterangan
1 Ainun Mardiyah P
2 Annisa Mayra Azzahra
P 3 Berlian Setiawati
P 4 Dinda Nurul Fatia
P 5 Fikratul Miqdat Ansyhari
L
6 Khairun Nufus P
7 Nafisah P
8 Novita Sabrina
P 9 Nurul Akmatul Jajirah
P 10 Nurul Fadillahtul Alrasy
P 11 Nurul Solihah
P
12 Raihanun P
13 Rindu Rohmalia
P 14 Siti Aulia Asma
P
15 Syah Reza Muslim L
Adapun kegiatan yang dilakukan sebelum penelitian tindakan kelas yaitu membuat perangkat pembelajaran dengan menggunakan model guided inquiry, menyusun lembar observasi untuk aktivitas guru dan aktivitas peserta didik, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan dari tanggal 24 Febuari 2021 sampai 24 Maret 2021, adapun yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran IPA Terpadu Kelas VII MTs Negeri 1 Dompu ( Ibu Nurhaedah S.Pd), dan peserta didik kelas VII MTs Negeri 1 Dompu yang berjumlah 37 peserta didik.
1. Keterlaksanaan Siklus I
Siklus I dilaksanakan dengan 2 kali pertemuan. Pada siklus I dilaksanakan pembelajaran dengan materi mendeskripsikan hubungan antara suhu dan kalor, mendiagramkan enam perubahan wujud zat setelah memahami enam jenis perubahan wujud zat dan menenentukan perubahan (panjang, luas dan volume) benda pada saat benda mengalami perubahan suhu yang dimana dalam pelaksanaan siklus I ini peserta didik membentuk kelompok yang beranggotakan 3 peserta didik. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan pada siklus I adalah sebagai berikut:
a. Perencanaan
Berdasarkan hasil koordinasi dengan guru mata pelajaran yang berkaitan dengan teknik penelitian guided inquiry tentang penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kreatif dalam menemukan masalah dan menyelesaikan masalah peserta didik pada materi Kalor dan
Perpindahanya, pada tahap ini dilakukan dengan menyusun perangkat pembelajaran berupa RPP, menyiapkan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru dan lembar observasi aktivitas peserta didik.
b. Pelaksanaan tindakan
Pada tahap ini, guru melakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis guided inquiry sesuai rencana yang telah disusun. Untuk siklus I dilakukan selama 2 kali pertemuan yaitu dengan materi Kalor dan Perpndahannya, kegiatan pembelajaran terdiri dari:
1. Kegiatan awal, guru memberi salam dan memimpin doa sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, mengecek kehadiran peserta didik dan menyampaikan cakupan materi serta kegiatan yang akan dilakukakan.
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatiannya pada materi yang akan dijelaskan guna menggali potensi awal peserta didik dengan memberikan pertanyaan terkait materi yang diajarkan.
2. Kegiatan inti, Langkah 1 mengorientasi siswa pada masalah, pada tahap ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta memberikan suatu permasalahan dalam bentuk pertanyaan kepada peserta didik untuk diselesaikan secara bersama-sama. Langkah 2 mengorganisasikan siswa untuk belajar, pada kegiatan ini guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. Langkah 3 membantu
membimbing penyelidikan individual dan kelompok, pada kegiatan ini guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalahnya. Langkah 4 membantu mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah, pada kegiatan ini guru membantu siswa merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video dan model serta membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Langkah 5 menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, pada kegiatan ini guru membantu siswa melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.
3. Kegiatan akhir, bersama peserta didik guru menyimpulkan tentang materi yang telah dipelajari, guru menugaskan peserta didik untuk mempelajari materi selanjtnya serta mengucapkan salam.
c. Pengamatan/Observasi
Tahap pengamatan yaitu tahap dimana peneliti memiliki peran yang sangat aktif untuk memperhatikan berbagai komponen yang akan diamati dalam proses pembelajaran. Adapun hal yang perlu diamati adalah melakukan pengamatan terhadap aktivitas guru dan pengamatan terhadap aktivitas peserta didik.
1) Hasil observasi aktivitas guru
Pada kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis guided inquiry, menggunakan lembar observasi untuk mengamati kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang terdiri dari 10 aspek yang diamati oleh obsever . Pada setiap aspek terdapat empat kriteria penilaian yaitu: Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C) dan Kurang (K).
Analisis aktivitas guru menggunakan rumus:
Nilai =
Nilai =
= 70 %
Setelah menghitung persentase pada aktivitas guru dapat diberikan penilaian sebagai berikut:
4 = 86-100 % Baik sekali 3 = 76-85 % Baik 2 = 56-75 % Cukup 1 = 10-55 % Kurang
Dari hasil deskripsi siklus I diatas dapat dilihat bahwa skor yang diperoleh pada aktivitas guru sebesar 70% dan tergolong cukup baik.
Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas guru pada siklus I dengan menggunakan model pembelajaran guided inqury. Pada siklus selanjutnya, keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru
perlu ditingkatkan lagi. Adapun hal-hal yang masih belum tercapai dalam observasi siklus I adalah sebagai berikut:
a) Guru masih belum bisa memberikan motivasi atau rangsangan kepada peserta didik berupa pertanyaan terkait dengan kegiatan yang akan dilakukan
b) Guru belum ikut berpartisipasi dalam membantu siswa merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan c) Bersama guru, peserta didik belum menyimpulkan tentang materi
yang sudah dipelajari
Solusi perbaikan pada observasi kegiatan guru pada siklus I unruk melanjutkan ke siklus II adalah sebagai beriku:
a) Guru harus memberikan motivasi atau rangsangan kepada peserta didik berupa pertanyaan terkait dengan kegiatan yang akan dilakukan
b) Guru harus ikut berpartisipasi dalam membantu siswa merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video dan model serta membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.
c) Bersama guru, peserta didik harus menyimpulkan tentang materi yang sudah dipelajari.
2) Hasil observasi aktivitas peserta didik
Hasil observasi aktivitas terhadap peserta didik dilakukan dengan mengamati perilaku peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas peserta didik yang terdiri dari 20 aspek yang diamati. Pada setiap aspek terdapat empat kriteria penilaian yaitu:
Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C) dan Kurang (K).
Analisis aktivitas peserta didik menggunakan rumus:
Nilai =
Nilai =
= 60%
Setelah menghitung persentase pada aktivitas peserta didik dapat diberikan penilaian sebagai berikut:
4 = 86-100 % = Baik sekali 3 = 76-85 % = Baik 2 = 56-75 % = Cukup 1 = 10-55 % = Kurang
Dari hasil deskripsi siklus I di atas dapat dilihat bahwa skor yang diperoleh pada aktivitas peserta didik sebesar 60% dan tergolong cukup baik. Pada siklus selanjutnya, aktivitas peserta didik perlu ditingkatkan lagi. Adapun hal-hal yang masih belum tercapai dalam observasi siklus II adalah sebagai berikut:
a) Siswa belum menjawab apersepsi guru
b) Siswa masih kurang dalam memperhatikan motivasi yang disampaikan
c) Siswa belum aktif dalam menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru ketika proses pembelajaran berlangsung
d) Siswa belum aktif bertanya ketika proses pembelajaran berlangsung
e) Siswa belum antusias terhadap materi yang disampaikan guru f) Siswa belum melakukan tanya jawab dengan guru tentang materi
yang belum terselesaikan
g) Siswa belum bisa membuat simpulan dari materi yang telah dipelajari
h) Siswa dan guru belum merefleksi pembelajaran yang telah dilakukan.
Solusi perbaikan pada observasi aktivitas peserta didik pada siklus I untuk melanjutkan ke siklus II adalah sebagai berikut:
a) Guru meminta siswa agar dapat menjawab apersepsi guru
b) Guru meminta siswa agar dapat memperhatikan motivasi yang disampaikan
c) Guru meminta siswa agar aktif dalam menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru ketika proses pembelajaran berlangsung d) Guru meminta siswa agar aktif bertanya ketika proses
pembelajaran berlangsung
e) Guru meminta siswa daparberantusias terhadap materi yang disampaikan guru
f) Guru meminta siswa agar melakukan tanya jawab dengan guru tentang materi yang belum terselesaikan
g) Guru meminta siswa harus bisa membuat simpulan dari materi yang telah dipelajari
h) Siswa dan guru dapat merefleksi pembelajaran yang telah dilakukan.
Untuk selanjutnya, pada siklus I guru memberikan evaluasi berupa tes dengan jumlah 30 soal pilihan ganda dengan tujuan untuk mengetahui penguasaan konsep peserta didik dan keterampilan berpikir kreatif.
a) Penguasaan Konsep Peserta Didik
Konsep Kalor dengan pokok bahasan Kalor dan perpindahannya dalam penelitian ini dibatasi untuk melihat tingkat perpindahan suhu dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Secara teori, dilakukan tes dengan melaksanakan evaluasi tertulis yang berupa soal pilihan ganda yang terdiri dari 30 butir soal yang telah divalidasi dan diberikan diakhir siklus.
Dari hasil kemampuan terhadap penguasaan konsep pada siklus I, data hasil post test berupa soal pilihan ganda dengan materi Kalor dan perpindahannya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.5 Hasil tes penguasaan konsep setelah pembelajaran siklus I
No Nama Nilai Keterangan
Tuntas Tidak Tuntas
1 Ainun Mard iyah 83 T -
2 Annisa Mayra Azzahra 90 T -
3 Berlian Setiawati 83 T -
4 Dinda Nurul Fatia 50 - TT
5 Fikratul Miqdat Ansyhari 36 - TT
6 Khairun Nufus 90 T -
7 Nafisah 50 - TT
8 Novita Sabrina 36 - TT
9 Nurul Akmatul Jajirah 90 T -
10 Nurul Fadillahtul Alrasy 50 - TT
11 Nurul Solihah 76 T -
12 Raihanun 83 T -
13 Rindu Rohmalia 36 - TT
14 Syah Reza Muslim 76 T -
15 Siti Aulia Asma 76 T -
Jumlah Seluruh Siswa 15
Total Nilai 1005
Rata-rata 67,00
Nilai Tertinggi 90
Nilai Terendah 36
Ketuntasan Klasikal 60,00%
Jumlah siswa yang tuntas 9
Jumlah siswa yang tidak tuntas 6
1) Untuk memperoleh nilai tes dalam bentuk pilihan ganda dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
Nilai
2) Untuk menentukan skor rata-rata digunakan rumus:
M = Keterangan:
M = Rata-rata (Mean)
∑X = Nilai yang diperoleh masing-masing siswa N = Banyak data
Jadi, rata-ratanya adalah:
M = = 67.00
3) Untuk memperoleh nilai ketuntasan siswa, dapat digunakan rums:
KI = Keterangan:
KI = Ketuntasan Individual
4) Untuk menentukan ketuntasan secara klasikal KK = x 100 %
Keterangan:
KK = Ketuntasan Kalsikal (%)
P = Banyak siswa yang memperoleh nilai> 75 N = Jumlah siswa seluruhnya
Sehingga dapat dianalisis bahwa:
KK = x 100 %
= x 100 %
= 60.00 %
Setelah menghitung persentase pada penguasaan materi Kalor dan Perpindahannya dapat diberikan penilaian sebagai berikut:
4 = 86-100 % Baik sekali 3 = 76-85 % Baik 2 = 56-75 % Cukup 1 = 10-55 % Kurang
Dari hasil deskripsi siklus I di atas dapat dilihat bahwa skor yang diperoleh pada hasil tes penguasaan konsep peserta didik sebesar 60,00 % dan tergolong pada presentase nilai kurang. Pada siklus selanjutnya, penguasaan materi peserta didik perlu ditingkatkan lagi sesuai dengan konsep yang ada.
Kategori ketuntasan klasikal adalah sebagi beriku:
KK = 0% - 75% Tidak Tuntas KK = 76% - 100% Tuntas
d. Refleksi
Secara kolaboratif, peneliti bersama guru melakukan refleksi yakni mengevaluasi dari hasil pelaksanaan tindakan. Refleksi didasarkan dari data yang terkumpul berupa hasil observasi dan penilaian. Hasil refleksi dijadikan sebagai dasar untuk penentuan dilaksanakan atau tidak tindakan pada siklus berikutnya.
9 15
2. Keterlaksanaan Siklus II
Siklus II dilaksanakan dengan 3 kali pertemuan. Pada siklus II dilaksanakan pembelajaran dengan materi menerapkan azas black pada permasalahan dalam peristiwa pertukaran kalor, membedakan konduksi, konveksi dan radiasi yang dihubungkan dengan fenomena kehidupan, menyebutkan minimal lima penerapan kalor dan perpindahan kalor dalam kehidupan yang dimana dalam pelaksanaan siklus II peserta didik membentuk kelompok kecil beranggotakan 3 peserta didik.Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan pada siklus II adalah sebagai berikut:
a. Perencanaan
Berdasarkan hasil koordinasi dengan guru mata pelajaran yang berkaitan dengan teknik penelitian tentang perkembangan hasil belajar dengan menggunakan metode guinded inquiry pada materi Kalor dan Perubahannya, pada tahap ini dilakukan dengan menyusun perangkat pembelajaran berupa RPP, menyiapkan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru daan lembar observasi aktivitas peserta didik.
b. Pelaksanaan tindakan
Pada tahap ini, guru melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode guinded inquiry sesuai rencana yang telah disusun. Untuk siklus I dilakukan selama 2 x pertemuan yaitu dengan materi Kalor dan Perubahannya. Dengan menggunakan model pembelajaran guinded inqury, kegiatan pembelajaran terdiri dari:
1. Kegiatan awal, guru memberi salam dan memimpin doa sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, mengecek kehadiran peserta didik dan menyampaikan cakupan materi serta kegiatan yang akan dilakukakan.
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatiannya pada materi yang akan dijelaskan guna menggali potensi awal peserta didik dengan memberikan pertanyaan terkait materi yang diajarkan.
2. Kegiatan inti, Langkah 1mengorientasi siswa pada masalah, pada tahap ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta memberikan suatu permasalahan dalam bentuk pertanyaan kepada peserta didik untuk diselesaikan secara bersama-sama. Langkah 2 mengorganisasikan siswa untuk belajar, pada kegiatan ini guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. Langkah 3 membantu membimbing penyelidikan individual dan kelompok, pada kegiatan ini guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalahnya. Langkah 4 membantu mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah, pada kegiatan ini guru membantu siswa merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, model serta membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Langkah 5 menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah, pada kegiatan ini guru membantu siswa melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.
3. Kegiatan akhir, bersama peserta didik guru menyimpulkan tentang materi yang telah dipelajari dan mengucapkan salam.
c. Pengamatan/Observasi
Tahap pengamatan yaitu tahap dimana peneliti memiliki peran untuk memperhatikan berbagai komponen yang akan diamati dalam proses pembelajaran. Adapun hal yang perlu diamati adalah melakukan pengamatan terhadap aktivitas guru dan pengamatan terhadap aktivitas peserta didik.
1) Hasil observasi aktivitas guru
Pada kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode guinded inquiry, menggunakan lembar observasi untuk mengamati kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang terdiri dari 10 aspek yang diamati oleh obsever. Pada setiap aspek terdapat empat kriteria penilaian yaitu: Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C) dan Kurang (K).
Analisis aktivitas guru menggunakan rumus:
Nilai =
Nilai =
= 90%
Setelah menghitung persentase pada aktivitas guru dapat diberikan penilaian sebagai berikut:
4 = 86-100 % = Baik sekali 3 = 76-85 % = Baik 2 = 56-75 % = Cukup 1 = 10-55 % = Kurang
Dari hasil deskripsi siklus II di atas dapat dilihat bahwa skor yang diperoleh pada aktivitas guru sebesar 90% dan tergolong sangat baik.
Ini menunjukkan bahwa pada siklus II telah mengalami peningkatan secara signifikan sebesar 20%.
2) Hasil observasi aktivitas peserta didik
Hasil observasi kegiatan peserta didik dalam proses pembelajaran digunakan lembar observasi aktivitas peserta didik yang terdiri dari 5 aspek penilaian. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan observer pada kegiatan pembelajaran ada 16 aspek yang diamati. Pada setiap aspek terdapat empat kriteria penilaian yaitu: Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C) dan Kurang (K).
Analisis aktivitas peserta didik menggunakan rumus:
Nilai = Nilai =
= 85%
Setelah menghitung persentase pada aktivitas peserta didik dapat diberikan penilaian sebagai berikut:
4 = 86-100 % = Baik sekali 3 = 76-85 % = Baik 2 = 56-75 % = Cukup 1 = 10-55 % = Kurang
Dari hasil deskripsi siklus II di atas dapat dilihat bahwa skor yang diperoleh pada aktivitas peserta didik sebesar 85% dan tergolong baik.
Ini menunjukkan bahwa pada siklus II, aktivitas yang dilakukan peserta didik telah mengalami peningkatan.
a) Penguasaan Konsep Peserta Didik
Konsep Kalor dan Perubahannya dalam penelitian ini dibatasi untuk melihat tingkatan perpindahan benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Secara teori, dilakukan tes dengan melaksanakan evaluasi tertulis yang berupa soal pilihan ganda pada konsep pada siklus II, data berupa soal pilihan ganda dengan materi Kalor dan Perubahannya pada tabel berikut.
Tabel 4.6 Hasil tes setelah pembelajaran siklus II
No Nama Nilai Keterangan
Tuntas Tidak Tuntas
1 Ainun Mardiyah 80 T -
2 Annisa Mayra Azzahra 93 T -
3 Berlian Setiawati 80 T -
4 Dinda Nurul Fatia 76 T -
5 Fikratul Miqdat Ansyhari 66 - TT
6 Khairun Nufus 93 T -
7 Nafisah 76 T -
8 Novita Sabrina 66 - TT
9 Nurul Akmatul Jajirah 93 T -
10 Nurul Fadillahtul Alrasy 76 T -
11 Nurul Solihah 83 T -
12 Raihanun 80 T -
13 Rindu Rohmalia 66 - TT
14 Syah Reza Muslim 83 T -
15 Siti Aulia Asma 83 T -
Jumlah Seluruh Siswa 15
Total Nilai 1194
Rata-rata 79.60
Nilai Tertinggi 93
Nilai Terendah 66
Ketuntasan Klasikal 80.00%
Jumlah siswa yang tuntas 12
Jumlah siswa yang tidak tuntas 3
1) Untuk memperoleh nilai tes dalam bentuk pilihan ganda dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
Nilai
2) Untuk menentukan skor rata-rata digunakan rumus:
M = Keterangan:
M = Rata-rata (Mean)
∑X = Nilai yang diperoleh masing-masing siswa N = Banyak data
Jadi, rata-ratanya adalah:
M =
= 79.60
3) Untuk memperoleh nilai ketuntasan siswa, dapat digunakan rums:
KI =
Keterangan:
KI = Ketuntasan Individual
4) Untuk menentukan ketuntasan secara klasikal KK = x 100 %
Keterangan:
KK = Ketuntasan Kalsikal (%)
P = Banyak siswa yang memperoleh nilai> 75 N = Jumlah siswa seluruhnya
Sehingga dapat dianalisis bahwa:
KK = x 100 %
= x 100 %
= 80.00%
Setelah menghitung persentase pada tes penguasaan konsep dapat diberikan penilaian sebagai berikut:
4 = 86-100 % Baik sekali
3 = 76-85 % Baik
2 = 56-75 % Cukup
1 = 10-55 % Kurang
Dari hasil deskripsi siklus II di atas dapat dilihat bahwa skor yang diperoleh pada hasil tes peserta didik sebesar 80.00% dan tergolong baik, sehingga tidak perlu melanjutkan ke siklus berikutnya.
b. Refleksi
Secara kolaboratif, peneliti bersama guru melakukan refleksi yakni penilaian atau kajian analisis tentang tindakan yang telah tercapai dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.