BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Dalam penelitian tindakan ini dilakukan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran fikih dengan menggunakan strategi active learning tipe class concern (perhatian terhadap aktivitas kelas).
Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan dua kali evaluasi.Dari hasil evaluasi diperoleh data kuantitatif berupa hasil tes belajar siswa pada akhir tiap-tiap siklus untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran fikih dan data kualitatif yang memberikan gambaran tentang kegiatan yang dilakukan oleh siswa selama proses belajar berlangsungdan untuk mengetahui upaya pelaksanaan strategi active learning tipe class concern pada mata pelajaran fikih.
Kemudian data-data tersebut selanjutnya dianalisis dengan menggunakan rumusdan metode yang telah ditetapkan sebelumnya, adapun analisis data pada setiap siklus adalah sebagai berikut:
1. Siklus 1 (pertama)
Pelaksanaan penelitian untuk siklus 1 dilaksanakan pada hari senin 20 maret 2017. Adapun materi yang dibahas pada siklus 1 adalah tentang makanan dan minuman halal maupun haram. Untuk lebih jelasnya tindakan yang dilakukan pada siklus 1 dipaparkan sebagai berikut:
a. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti dan guru mata pelajaran fikih melakukan beberapa persiapan sebelum tahap-tahap penelitian tindakan kelas dilakukan.Dalam tahap perencanaan kegiatan yang dilakukan meliputi:
1) Membuat skenario pembelajaran (RPP) dengan penerapan strategi active learning tipe class concern (perhatian terhadap aktivitas kelas) untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada (lampiran 01)
2) Membuat persoalan terkait makanan halal maupun haram yang akan dipecahkan oleh siswa di dalam proses pembelajaran dengan menempelkannya pada flip chart.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada (lampiran 04)
3) Menyiapkan lembar observasi untuk aktivitas guru. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada (lampiran 03)
4) Menyiapkan lembar observasi untuk aktivitas siswa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada (lampiran 02)
5) Membuat alat evaluasi yakni yang berupa tes tulis pilihan ganda yang berjumlah 20 soal untuk siklus 1, beserta kunci jawaban. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada (lampiran 05)
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Tahap pelaksanaan tindakan dalam proses belajar mengajar pada siklus I dilaksanakan pada hari senin tanggal 20 maret 2017, peneliti bertindak sebagai observer bekerja sama dengan guru bidang studi fikih untuk melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dilaksanakan selama 2x40 menit yakni satu kali pertemuan.
Sebagaimana yang tercantum dalam RPP yaitu pada awal kegiatan guru mengucapkan salam kepada siswa dan membimbing siswa untuk berdoa sebelum memulai pelajaran, kemudian guru melakukan apersepsi untuk mengingatkan kembali pelajaran yang sudah dipelajari. Pada tahap selanjutnya guru membagikan buku paket fikih untuk tiap siswa.
Pada kegiatan inti (1) guru menjelaskan pokok-pokok materi secara umum, menjelaskan sistem pembelajaran yang akan dilakukan oleh siswa, sementara siswa memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru, (2) guru memberikan enam persoalan yang sudah di tempel di flip chart.Setelah menjelaskan persoalan satu- persatu, (3) guru meminta siswa bersama teman kelasnya untuk memilih tiga atau empat persoalan yang dianggap penting.
Kemudian siswa memilih empat persoalan yang dianggap penting. (4) guru membagi siswa menjadi 4 kelompok. Masing- masing kelompok terdiri dari 3 atau 4 orang.Guru mengarahkan
setiap kelompok untuk mendiskusikan salah satu dari masalah tersebut dan menjadikan persoalan tersebut secara spesifik dengan cara membagikan persoalan tersebut kepada masing-masing kelompok. (5) guru mengajak setiap kelompok untuk merangkum hasil diskusi untuk di persentasikan ke depan.
Dalam proses pembelajaran guru mengarahkan siswa untuk mendiskusikan jawaban untuk tiap-tiap soal dari yang mereka dapatkan. Apabila ada yang belum dimengerti guru mengarahkan siswa untuk bertanya terkait persoalan yang belum dimengerti.
Selanjutnya beberapa siswa terlihat mencari jawaban dari persoalan yang diberikan dengan cara diskusi dan ada yang mencari di buku yang sudah dibagikan. Setelah laporan selesai disusun oleh siswa, kemudian guru memerintahkan masing- masing kelompok mempersentasikan persoalan yang telah diberikan dengan cara perwakilan dan maju kedepan, setelah itu guru memerintahkan siswa untuk bertanya dan menanggapi persoalan yang belum dipahami dari penyampaian yang diberikan oleh kelompok yang persentasi, maka perwakilan dari masing- masing kelompok menanggapi dan bertanya. Apabila jawabannya dirasa masih kurang dijawab oleh kelompok yang persentasi maka guru memerintahkan kelompok lain untuk menambahkan jawaban tersebut. Pada kegiatan penutup guru menutup pelajaran dengan salam.
c. Observasi / Evaluasi
1) Aktivitas Belajar Siswa
Pada siklus I diperoleh data selama proses pembelajaran dengan menerapkan strategi active learning tipe class concern.
Hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dengan mengisi pedoman lembar observasi siswa untuk mengetahui proses belajar mengajar serta aktivitas belajar yang telah dilakukan.
Pada siklus I berdasarkan hasil yang diobservasi baik itu kegiatan guru maupun kegiatan belajar siswa di dalam kelas antara lain sebagai berikut:
a) Guru kurang memberikan motivasi sehingga siswa kurang antusias dalam belajar dan kurang kreatif dalam memecahkan masalah
b) Guru kurang menjelaskan tujuan pembelajaran
c) Guru kurang menjelaskan sistem pembelajaran yang akan dilakukan
d) Pemanfaatan waktu yang kurang efektif, sehingga apa yang telah direncanakan dalam pelaksanaan pembelajaran kurang maksimal
e) Guru tidak terlihat mengajak siswa untuk melakukan refleksi f) Pengelolaan kelas yang masih kurang, sehingga siswa kurang
serius dalam mengerjakan pekerjaan yang diperintahkan oleh
guru dan banyak siswa yang main-main sama temannya dalam kelas
g) Dalam mengemukakan pendapat siswa masih kurang percaya diri
h) Siswa tidak terlihat membagi tugas dengan temannya dalam mengumpulkan data yang yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan kepada mereka
i) Siswa kurang bekerja sama dalam kelompok
j) Siswa tidak terlihat melakukan refleksi terkait materi yang dipelajarinya
Adapun hasil observasi pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.3
Data Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I Jumlah
yang diobservasi
Total skor keseluruhan
Persentase Aktivitas Belajar Siswa
Kategori
19 37 39% Kurang
Aktif
Berdasarkan hasil observasi pada siklus I, nilai aktivitas belajar siswa yang diperoleh sebesar 39% maka aktivitas belajar siswa tersebut termasuk dalam kategori kurang aktif.
2) Hasil Observasi Kegiatan Guru
Peneliti melakukan observasi terhadap aktivitas guru.Adapun hasil observasi kegiatan guruyang dilaksanakan pada siklus I saat kegiatan guru mengajar dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.4
Data Hasil Observasi Aktivitas Guru Jumlah yang
Diobservasi
Total Skor Keseluruhan
Persentase
Aktivitas Guru Kategori
20 48 60% Cukup Aktif
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pada siklus I aktivitas guru masih terkategori cukup baik dengan nilai 60%.
Guru melakukan evaluasi pada hari senin, tanggal 27 maret 2017, sebelum membagikan lembar soal pilihan ganda berjumlah 20 soal yang dikerjakan secara individu, guru menanyakan materi yang telah dipelajari minggu lalu. Adapun tes yang diberikan bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan peserta didik dalam memahami materi pada minggu lalu.Masing-masing siswa mendapat 3 lembar soal. Jawaban siswa diperiksa dengan skor masing-masing jawaban yang benar (5) poin dan jawaban yang salah (0).
Setiap siswa dalam proses belajar mengajar dikatakan tuntas secara individu terhadap materi apabila siswa mampu memperoleh nilai berdasarkan nilai Ketuntasan Kriteria Minimal yaitu 75 yang telah ditetapkan oleh MTs Ittihadil Ummah Karang Anyar Pagesangan Timur Mataram untuk mata pelajaran fikih.
Setelah disajikan data hasil evaluasi dengan penerapan strategi active learning tipe class concern, maka langkah selanjutnya menentukan ketuntasan individu. Maka diperoleh data dari hasil tes siswa yaitu pada siklus I, enam orang siswa tuntas dan lima orang tidak tuntas.
Untuk menentukan kriteria ketuntasan klasikal terlebih dahulu ditentukan nilai rata-rata, kemudian menghitung ketuntasan klasikal sebagai berikut:
Mencari Nilai Rata-rata Siswa
=
=
= 69,54
Menentukan Ketuntasan Klasikal
KK
= 100%
=
x 100%
= 54,54
Sehingga data hasil evaluasi belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5.5
Data Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus I
NO Keterangan Hasil Evaluasi
1 Banyak Siswa yang Mengikuti Tes 11
2 Skor Total Nilai Siswa 765
3 Nilai rata-rata 69,54
4 Banyak Siswa yang Tuntas Secara Individu 6 5 Banyak Siswa yang Tidak Tuntas Secara Individu 5 6 Persentasi Ketuntasan Secara Klasikal 54,54%
Tabel 6.6
Daftar Nilai Siswa Kelas VIII yang Mengikuti Evaluasi Siklus I No Nama Siswa yang Mengikuti Tes Nilai Keterangan
1 Ahmad Ramdani 80 Tuntas
2 Ahmad Suhaedi 65 Tidak Tuntas
3 Junaidi 65 Tidak Tuntas
4 Idayatul Husna 45 Tidak Tuntas
5 Siti Isnawati 80 Tuntas
6 Husnul Khotimah 80 Tuntas
7 Heri Wahyudi 75 Tuntas
8 Safira Wardani 80 Tuntas
9 Rahmat Hidayat 80 Tuntas
10 Riski Akbar Maulana 55 Tidak Tuntas
11 M. Supriadi 60 Tidak Tuntas
Jumlah 765
Rata-rata 69,54
Siswa yang Tuntas 6
Siswa yang Tidak Tuntas 5
Persentase Ketuntasan Klasikal 54,54%
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa siswa yang mengikuti tes sebanyak 11 orang siswa dengan skor total nilai siswa 765, dan 3 orang yang tidak mengikuti tes karena sakit atas nama Kholid Azmi, M. Ajiz, dan Aniza Aini.Hal ini berdasarkan keterangan dari guru mata pelajaran fikih.Adapun data keterangan siswa yang tidak mengikuti tes dapat dilihat pada (Lampiran 06).
Dari 11 siswa yang mengikuti tes hanya 6 orang yang dinyatakan tuntas secara individual dengan nilai rata-rata 69,54 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 54,54%. Hal ini berdasarkan hasil evaluasi belajar pada siklus I.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka dapat dikatakan bahwa ketuntasan belajar siswa pada materi makanan halal maupun haram dikategorikan belum tuntas karena belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal.Siswa secara klasikal
dikatakan tuntas ketika mencapai ketuntasan sebesar 85%.Dengan demikian perlu dilakukan perbaikan pada siklus selanjutnya.
d. Tahap Refleksi
Refleksi digunakan untuk mengukur ketercapaian atau ketuntasan belajar siswa. Refleksi dilakukan oleh guru pada akhir siklus untuk mengetahui banyaknya kekurangan-kekurangan yang terjadi dalam proses pelaksanaan pembelajaran dan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan yang dicapai oleh siswa dari hasil evaluasi dan dilihat dari aktivitas belajar siswa apakah mengalami peningkatan atau belum sesuai dengan penerapan strategi active learning tipe class concern, sehingga guru dan peneliti merencanakan perbaikan-perbaikan untuk diaplikasikan pada siklus berikutnya.
Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi untuk siklus I menunjukkan perlu adanya penelitian lanjutan untuk siklus II. Hal ini dilihat dari hasil observasi dan evaluasi siklus I aktivitas belajar siswa masih terkategori kurang aktif dan masih banyak siswa yang belum tuntas sesuai dengan target ketuntasan klasikal. Adapun analisis data siklus I menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh untuk aktivitas belajar siswa 39% dan aktivitas guru 60%, sedangkan nilai rata-rata 69,54 dan persentase ketuntasan klasikal 54,54%. Hal ini menunjukkan belum mencapai target yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu guru dan peneliti menganalisis kekurangan- kekurangan pada saat menggunakan metode active learning tipe class concernserta kekurangan-kekurangan dalam aktivitas belajar siswa maupun aktivitas guru yang terjadi pada saat proses pelaksanaan pembelajaran siklus I yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan rujukan untuk perencanaan perbaikan bagi pelaksanaan siklus II.
Adapun kekurangan-kekurangan yang ditemukan oleh guru dan peneliti pada saat proses pelaksanaan pembelajaranyaitusiswa kurang percaya diri dalam mengemukakan pendapat ketika berdiskusi dan bertanya serta kurang serius dalam belajar hal ini ditandai dengan kurangnya keaktifan mereka dalam proses pembelajaran dan masih banyak siswa yang main-main. Dalam berdiskusi siswa tidak terlihat membagi tugas bersama teman kelompoknya dengan bekerja sama baik itudalam memahami masalah maupun pemecahannyaserta tidak terlihat menyusun hasil kerja mereka secara kerjasama dan tidak terlihat pula melakukan refleksi terkait materi yang dipelajarinya. Sehingga perencanaan pelaksanaan pembelajaran dalam RPP tidak dapat dilaksanakan dengan maksimal.
Dari hasil observasi siklus I kegiatan yang dilakukan guru masih sangat kurang, guru tidak membuka pelajaran sebagaimana yang sudah direncanakan dalam RPP seperti melakukan refleksi,
menyampaikan tujuan pembelajaran, memotivasi siswa, menjelaskan sistem pembelajaran yang akan dilakukan dan juga guru masih kurang maksimal dalam membimbing kelompok diskusi dalam mengerjakan persoalan yang diberikan.
Berdasarkan kekurangan-kekurangan diatas, maka guru dan peneliti melakukan perencanaan perbaikan bagi pelaksanaan siklus II. Adapun perencanaan dalam siklus II yaitu guru perlu melakukan apersepsi, menjelaskan tujuan pembelajaran, memotivasi siswa, menjelaskan sistem pembelajaran yang akan dilakukan dan membimbing kelompok diskusi dalam mengerjakan persoalan yang diberikan.
Adapun pemberian motivasi yang direncanakan oleh guru dan peneliti yang akan diberikan kepada siswa untuk menarik perhatian siswa dalam belajar adalah dengan memberikan bintang pada setiap nama masing-masing siswa yang aktif menanggapi, bertanya dan menambahkan jawaban kelompok lain sebagai tambahan untuk nilai. Guru juga harus membimbing setiap kelompok dalam memecahkan persoalan yang diberikan. Rencana yang dibuat oleh guru dan peneliti dalam membimbing kelompok diskusi adalah guru harus memantau secara langsung aktivitas belajar siswa dengan membimbing mereka dalam menyelesaikan soal dengan memberikan peluang bagi siswa untuk mempertanyakan soal yang kurang untuk dimengerti dan
mengumpulkan data yang dibutuhkan dengan memanfaatkan buku paket sebagai sumber.
Selain hal tersebut, adapun perbaikan yang direncanakan adalah guru harus tegas dalam mengelola kelas tidak membiarkan siswa main-main dan ribut saat pelajaran berlangsung. Sehingga proses pembelajaran yang di rencanakan dalam RPP dapat terlaksana dengan maksimal.
2. Siklus II (kedua)
Pelaksanaan penelitian untuk siklus II dilaksanakan pada hari senin, tanggal 3 april 2017.Adapun materi yang dibahas pada siklus II adalah tentang shadaqah. Adapun kegiatan pada siklus II adalah:
b. Tahap Perencanaan
Adapun tahap perencanaan untuk siklus II adalah sebagai berikut:
1) Membuat skenario pembelajaran (RPP) dengan penerapan strategi active learning tipe class concern (perhatian terhadap aktivitas kelas). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada (lampiran 07)
2) Membuat bintang untuk ditempelkan di setiap nama siswa sebagai tambahan nilai agar siswa termotivasi dalam memecahkan masalah
3) Membuat persoalan terkait materi tentang shadaqah yang akan dipecahkan oleh siswa di dalam proses pembelajaran dengan menempelkan persoalan tersebut ke filp chart.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada (lampiran 10)
4) Menyiapkan lembar observasi untuk aktivitas guru. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada (lampiran 09)
5) Menyiapkan lembar observasi untukaktivitas siswa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada (lampiran 08)
6) Membuat alat evaluasi yakni yang berupa tes tulis pilihan ganda yang berjumlah 20 soal, beserta kunci jawaban.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada (lampiran 11) c. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Penelitian ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 3 april 2017, peneliti bertindak sebagai observer bekerja sama dengan guru bidang studi fikih untuk melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dilaksanakan selama 2x40 menit yakni satu kali pertemuan dengan materi tentang shadaqah sebagaimana yang tercantum dalam RPP.
Seperti biasanya kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah guru mengucapkan salam kepada siswa dan membimbing siswa untuk berdoa sebelum memulai pelajaran, kemudian guru melakukan apersepsi untuk mengingatkan kembali pelajaran yang
sudah dipelajari, Menjelaskan tujuan mempelajari shadaqah, Memotivasi siswa dengan cara memberikan bintang pada setiap nama masing-masing siswa yang aktif menanggapi, bertanya dan menambahkan jawaban kelompok lain sebagai tambahan untuk nilai. Pada tahap selanjutnya guru membagikan buku paket fikih untuk tiap siswa.
Pada kegiatan inti (1) guru menjelaskan pokok-pokok materi secara umum sesuai dengan tujuan pembelajaran, guru menanyakan kepada siswa terkait sub materi yang belum dipahami dan siswa pun bertanya terkait sub materi yang tidak dimengerti. Guru menjelaskan sub materi yang ditanyakan tersebut. Setelah itu menjelaskan sistem pembelajaran yang akan dilakukan oleh siswa, sementara siswa memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru, (2) guru memberikan enam persoalan yang sudah di tempel di flip chart . Setelah menjelaskan persoalan satu- persatu, (3) guru meminta siswa bersama teman kelasnya untuk memilih tiga atau empat persoalan yang dianggap penting.Kemudian siswa memilih empat persoalan yang dianggap penting. (4) guru membagi siswa menjadi 4 kelompok. Masing- masing kelompok terdiri dari 3 atau 4 orang. Guru mengarahkan setiap kelompok untuk mendiskusikan salah satu dari masalah tersebut dan menjadikan persoalan tersebut secara spesifik dengan cara membagikan persoalan tersebut kepada masing-masing
kelompok. (5) guru mengajak setiap kelompok untuk merangkum hasil diskusi untuk di persentasikan ke depan.
Guru membuat aturan tegas bagi setiap kelompok dengan membatasi pertanyaan masing-masing kelompok. Setiap kelompok mendapat dua pertanyaan bahkan guru memberi sanksi kepada siswa yang bermain-main di dalam kelas dengan tegas guru memantau setiap aktivitas yang dilakukan oleh siswa.
Pada saat diskusi guru membimbing siswa untuk mendiskusikanjawaban untuk tiap-tiap soal dari yang mereka dapatkan dan mengarahkan mereka untuk mencari jawaban yang tepat dengan menelaah sumber yang ada seperti buku paket fikih yang sudah dibagikan.Apabila ada persoalan yang sulit dipahami guru memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertanya.
Selanjutnya beberapa siswa berusaha mencari jawaban dari persoalan yang diberikan dengan cara diskusi dan ada yang mencari di buku yang sudah dibagikan dan ada juga yang bertanya kepada guru. Guru juga mempertegas agar bekerja sama dalam memecahkan persoalan yang diberikan.
Setelah laporan selesai disusun oleh siswa, kemudian guru memerintahkan masing-masing kelompok mempersentasikan persoalan yang telah diberikan dengan cara perwakilan dan maju kedepan, setelah penjelasan selesai dari kelompok yang persentasi guru mengarahkan anggota kelompok lain untukbertanya dan
menaggapi persoalan yang disampaikan oleh kelompok yang persentasi, maka perwakilan dari masing-masing kelompok menanggapi dan bertanya bahkan siswa terlihat antusias sekali, hal ini terlihat ketika pertanyaan sudah dijawab oleh kelompok yang persentasi lagi ditanggapi begitu seterusnya.
Apabila jawabannya dirasa masih kurang dijawab oleh kelompok yang persentasi maka guru memerintahkan kelompok lain untuk menambahkan jawaban tersebut.Kemudian guru memberikan bintang terhadap siswa yang aktif bertanya, mananggapi, dan menambahkan.
Pada kegiatan penutup guru melakukan beberapa perbaikan dan pengarahan terhadap ide, saran dan kritik serta menambahkan jawaban yang dirasa belum mampu dijawab oleh pemateri secara sempurna dan mengajak siswa melakukan refleksi terhadap materi yang sudah dipelajari. Guru memberikan nasehat kepada siswa untuk terus mengulang materi yang telah dipelajari sehingga kepedulian dalam belajar akan selalu tertanam dalam diri.
d. Tahap Observasi/ Evaluasi
1) Hasil observasi aktivitas siswa siklus II
Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti sebagai observer dengan mengisi pedoman lembar observasi siswa untuk mengetahui proses belajar mengajar serta aktivitas belajar yang telah dilakukan oleh siswa. Dengan mengamati perilaku siswa pada
saat proses belajar mengajar berlangsung. Adapun hasil observasi pada siklus II dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 7.7
Data Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II Jumlah yang
diobservasi
Total skor keseluruhan
Persentase Aktivitas Belajar Siswa
Kategori
19 68 71% Aktif
Berdasarkan hasil observasi siswa pada siklus II nilai aktivitas belajar siswa yang diperoleh sebesar 71% maka aktivitas belajar siswa termasuk dalam kategori aktif.
2) Hasil observasi aktivitas guru siklus II
Adapun hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti dengan mengisi pedoman lembar observasi guru untuk mengetahui proses belajar mengajar serta aktivitas yang telah dilakukan oleh guru.
Adapun hasil observasi pada siklus II dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 8.8
Data Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II Jumlah yang
diobservasi
Total skor keseluruhan
Persentase
Aktivitas Guru Kategori
20 63 79% Baik
Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru pada siklus II nilai aktivitas guru yang diperoleh sebesar 79% maka aktivitas mengajar guru termasuk dalam kategori baik.
Evaluasi dilakukan pada senin tanggal 10 maret 2017 setelah melakukan proses belajar mengajar seperti biasa guru menanyakan materi yang telah dipelajari minggu lalu. Kemudian guru memberikan soal pilihan ganda kepada siswa yang berjumlah 20 soal, masing-masing siswa mendapat 3 lembar soal.Jawaban siswa diperiksa dengan skor masing-masing jawaban yang benar (5) poin dan jawaban yang salah (0).
Setelah disajikan data hasil evaluasi dengan penerapan strategi active learning tipe class concern, maka langkah selanjutnya menentukan ketuntasan individu siswa yaitu siswa dikatakan tuntas secara individual apabila memperoleh nilai 75 seuai dengan KKM yang telah ditetapkan. Maka diperoleh data dari hasil tes siswa yaitu pada siklus II, 11 orang siswa tuntas dan 2 orang tidak tuntas.
Untuk menentukan kriteria ketuntasan klasikal terlebih dahulu ditentukan nilai rata-rata dan kemudian menghitung ketuntasan klasikal sebagai berikut:
Mencari Nilai Rata-rata Siswa
=
=
= 76,53
Menentukan Ketuntasan Klasikal
KK
= 100%
=
x 100%
= 85%
Sehingga data hasil evaluasi belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 9.9
Data Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus II
NO Keterangan Hasil Evaluasi
1 Banyak Siswa yang Mengikuti Tes 13
2 Skor Total Nilai Siswa 995
3 Nilai rata-rata 76,53
4 Banyak Siswa yang Tuntas Secara Individu 11
5 Banyak Siswa yang Tidak Tuntas Secara Individu 2 6 Persentasi Ketuntasan Secara Klasikal 85%
Tabel 10 Daftar Nilai Siswa Kelas VIII yang Mengikuti Evaluasi Siklus II No Nama Siswa yang Mengikuti Tes Nilai Keterangan
1 Ahmad Ramdani 85 Tuntas
2 Ahmad Suhaedi 80 Tuntas
3 Junaidi 80 Tuntas
4 Idayatul Husna 80 Tuntas
5 Holid Azmi 80 Tuntas
6 Husnul Khotimah 80 Tuntas
7 Heri Wahyudi 80 Tuntas
8 Safira Wardani 85 Tuntas
9 Rahmat Hidayat 60 Tidak Tuntas
10 Riski Akbar Maulana 75 Tuntas
11 M. Supriadi 60 Tidak Tuntas
12 M. Ajiz 75 Tuntas
13 Aniza Aini 75 Tuntas
Jumlah 995
Rata-rata 76,53
Siswa yang Tuntas 11
Siswa yang Tidak Tuntas 2
Persentase Ketuntasan Klasikal 85%