BAB II KAJIAN TEORI
B. Hasil Penelitian
Dampak Covid-19 Terhadap Pembiayaan Murabahah Di Bank Syariah Indonesia KCP Ampera Manna
a. Penurunan Nasabah
Dampak covid-19 mengakibatkan Bank Syariah Indonesia KCP Ampera Manna mengalami penurunan nasabah di lihat dari jumlah nasabah yang menurun dari bulan Maret-Desember jumlah nasabah di bulan Maret sebanyak 1180 nasabah menurun menjadi 1096 di bulan Desember dalam pembiayaan murabahah. Sebab nasabah tidak terlalu banyak melakukan transaksi jual beli karena nasabah lebih berhati-hati untuk
71 Deki Hadiwibawa, Branch Manager, Wawancara pada tanggal 25 April 2022
60
melakukan pembiayaan di bank akibat dari covid-19 ini terhimbas pada pendapatan nasabah.72
b. Keterlambatan Membayar Angsuran
Dalam hal ini nasabah banyak
terlambat membayar angsuran setiap bulannya karena dampak covid-19 berpengaruh terhadap pendapatan, kerja bahkan aktivitas nasabah. Adanya Covid 19 ini tentunya sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat, khususnya keadaan perekonomian masyarakat. Taraf ekonomi dan penghasilan masyarakat mengalami banyak penurunan yang signifikan.
Masyarakat mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka setiap harinya, yang mengakibatkan masyarakat terlambat dalam melakukan angsuran yang harus mereka bayar setiap bulannya. Dari segi pendapatan masyarakat di bidang usaha jasa orang tunggal yang mengalami penurunan pendapatan akibat dampak covid-19 ini yang dilarang untuk mengadakan keramaian dan harus bekerja di rumah saja sehingga banyak usaha jasa orang tunggal tidak terpakai dan banyak yang tidak menyewa. Hal ini yang membuat nasabah terlambat dalam membayar angsuran setiap bulannya kepada pihak bank.
Dalam melakukan transaksi pembiayaan murabahah, pertama di lakukan oleh bank syariah dan pihak ketiga (supplier), dimana pihak ketiga menjual sebuah mobil pick-up dengan merek Suzuki Mega Carry Extra sebesar Rp100.000.000 yang di beli oleh pihak Bank Syariah Indonesia
72 Arend Chandra F, Micro Staff, Wawancara pada tanggal 25 April 2022.
61 KCP Ampera Manna dengan nama bank sendiri sesuai dengan akad yang telah disepakati. Kemudian pihak bank menjual dengan nasabah yaitu Tuti Hartati yang telah memesan kepada pihak Bank Syariah Indonesia KCP Ampera Manna, mobil tersebut akan digunakan untuk alat transportasi atau kendaraan mengangkut alat organ tunggal ke tempat yang menyewa (pesta). Bank menjual dengan harga Rp145.0000.000, pihak bank menjelaskan dengan ibu Tuti Hartati bahwa harga pokok mobil sebesar Rp100.000.000 dan bank menambahkan margin keuntungan sebesar Rp45.000.000. Dihitung dengan cara sebagai berikut harga pokok mobil Rp100.000.000 x 1,5% = Rp1.500.000 setelah itu Rp1.500.000 x 30 bulan = Rp45.000.000. Nasabah harus melunasi sesuai kesepakatan akad jual beli tersebut dengan target selama 2 tahun 6 bulan jadi nasabah membayar angsuran perbulannya sebesar Rp4.835.000.
karena adanya covid-19 berdampak pada pendapatan keluarga ibu Tuti Hartati yang mana dalam usaha jasa orang tunggal dilarang untuk mengadakan keramaian dan harus bekerja di rumah saja hal ini yang membuat ibu Tuti Hartati terlambat membayar angsuran setiap bulannya kepada pihak bank.73 c. Menurunnya Pendapatan Bank
Pembiayaan murabahah di Bank Syariah Indonesia KCP Ampera Manna mengalami penurunan nasabah maupun pendapatan bank. Hal ini dikarenakan dampak covid-19 memberikan dampak buruk pada nasabah sehingga banyak nasabah yang kesulitan untuk mencari nafkah atau pendapatan
73 Arend Chandra F, Micro Staff, Wawancara pada tanggal 25 April 2022
62
dalam kondisi covid-19 ini banyak juga nasabah yang terhambat dengan usaha yang dijalankannya. Dari bidang usaha angkutan yang dibatasi untuk melakukan aktivitas dalam berpergian sehingga membuat pendapatnya berkurang atau menurun.
Transaksi pembiayaan murabahah, pertama di lakukan oleh bank syariah dan pihak ketiga (supplier), dimana Bank Syariah Indonesia KCP Ampera Manna membeli mobil angkot dengan merek Carry Appache 2005 yang di jual oleh pihak ketiga sebesar Rp50.000.000 sesuai dengan akad yang telah disepakati. Bank menambahkan keuntungan sebesar Rp12.000.000 yang diperoleh sebagai berikut harga pokok Rp50.000.000 x 1% =Rp500.000 lalu Rp500.000 x 24 bulan = Rp12.000.000. Kemudian bank menjual dengan ibu Elva dengan harga Rp62.000.000 bank menjelaskan bahwa harga pokok mobil Rp50.000.000 dan keuntungan bank sebesar Rp12.000.000. Nasabah berkewajiban untuk melunasi sesuai dengan kesepakatan jual beli yang telah di sepakati yaitu selama 2 tahun, jadi nasabah mengangsur setiap bulannya sebesar Rp2.585.000 perbulan. Covid-19 ini berdampak buruk dengan usaha angkutan yang membuat terbatasannya aktivitas dalam mencari nafkah. Adanya covid-19 yang mengakibatkan nasabah banyak tidak melakukan transaksi pembiayaan murabahah akibatnya pendapatan di Bank Syariah Indonesia KCP Ampera Manna menurun.74
74 Arend Chandra F, Micro Staff, Wawancara pada tanggal 25 April 2022
63 Untuk menganalisa dampak covid-19 terhadap pembiayaan murabahah di Bank Syariah Indonesia KCP Ampera Manna, maka peneliti mengadakan wawancara kepada pihak Bank Syariah Indonesia KCP Ampera Manna yang dapat dikemukakan sebagai berikut:
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dengan bapak Deki Hadiwibawa sebagai Branch Manager mengenai dampak covid-19 terhadap pembiayaan murabahah adalah sebagai berikut:
Untuk pembiayaan murabahah dalam sektor ekonomi di Bengkulu Selatan menurun dikarenakan dampak covid-19 terhimbas kepada pendapatan nasabah.75
Selanjutnya hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dengan bapak Arend Chandra F sebagai Micro Staff mengenai Dampak covid-19 terhadap pembiayaan murabahah mengatakan:
Dampak dari covid-19 terhadap pembiayaan murabahah yaitu, penurunan nasabah, keterlambatan angsuran, dan menurunnya pendapatan bank. Dampak covid-19 membuat nasabah lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi hal ini dikarenakan pendapatan nasabah menurun dan sulit untuk melakukan aktivitas normal . karena keterbatasan dan larangan pemerintah misalnya dari usaha jasa organ tunggal dan angkutan yang di larang untuk mengadakan keramaian dan berpergian karena covid-19 ini berdampak sangat buruk untuk kesehatan, ekonomi dan pendapatan nasabah membuat nasabah terutama dalam pembiayaan murabahah menurun dan terlambat membayar angsuran setiap bulannya oleh sebab itu mengakibatkan pendapatan bank menurun.76
75 Deki Hadiwibawa, Branch Manager, Wawancara pada tanggal 26 April 2022
76 Arend Chandra F, Micro Staff, Wawancara pada tanggal 26 April 2022
64
Peneliti juga mewawancarai nasabah pembiayaan murabahah mengenai dampak yang dirasakan pada masa covid- 19 terhadap pembiayaan murabahah di Bank Syariah Indonesia KCP Ampera Manna. Sebagaimana hasil wawancara dengan ibu Tuti Hartati yang mengatakan bahwa:
Kalau untuk dampak yang dirasakan pada masa covid-19 terhadap pembiayaan murabahah pasti ada dampaknya mbak, apalagi awal-awal adanya covid-19 itu kan pemerintah menyuruh kita masyarakat untuk tinggal dirumah saja atau tetap berada di rumah, sedangkan pendapatan keluarga kami di usaha jasa organ tunggal secara tidak langsung pendapatan kami berkurang karena adanya larang untuk mengadakan keramaian atau kerumunan sehingga membuat usaha jasa organ tunggal kami tidak terpakai dan tidak ada yg menyewa. Hal ini membuat saya terlambat dalam membayar angsuran setiap bulannya.77
Kemudian hasil wawancara dengan ibu Elva mengenai dampak yang dirasakan pada masa covid-19 terhadap pembiayaan murabahah di Bank Syariah Indonesia KCP Ampera Manna yang mengatakan bahwa:
Untuk dampak covid-19 yang kami rasakan dalam usaha angkutan sangat tidak baik karena adanya keterbatasan aktivitas untuk mencari nafkah sehingga membuat kami sulit untuk mencari nafkah dan pendapatan, apalagi untuk mengangsur bayaran mobil angkot yang kami beli kepada pihak bank setiap bulannya,78
Selanjutnya Peneliti juga mewawancarai mengenai ketertarikan nasabah memilih produk pembiayaan murabahah di Bank Syariah Indonesia KCP Ampera Manna dibandingkan dengan yang ada di Bank syariah lain Sebagai mana hasil wawancara dengan ibu Tiwi Okta Viani mengatakan bahwa:
77 Tuti Hartatii, nasabah pembiayaan murabahah di Bank Syariah Indonesia KCP Ampera Manna, Wawancara, 27 April 2022
78 Elva, nasabah pembiayaan murabahah di Bank Syariah Indonesia KCP Ampera Manna, Wawancara, 27 April 2022
65 karena tahu bahwa di bank konvensional bunganya berlipat ganda dan di dalam Islam bunga mengandung unsur riba oleh karena itu saya lebih memilih bank syariah sebagai pilihan untuk menggunakan pembiayaan murabahah di Bank Syariah Indonesia KCP Ampera Manna. Margin keuntungan juga menjadi salah satu faktor yang membuat saya memilih mengambil pembiayaan murabahah di Bank Syariah Indonesia KCP Ampera Manna.79