BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
B. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18 Juli 2016 dengan meminta izin kepada Kepala SMP Negeri 3 Bangsalsari Setelah mendapatkan izin dari Kepala Sekolah dilakukan observasi dan wawancara dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Bangsalsari pada tanggal 18 Juli 2016. Dari observasi dan wawancara tersebut diperoleh informasi sebagai berikut : 1. Tahun pelajaran 2016/2017 SMP Negeri 3 Bangsalsari jumlah siswa
untuk kelas VIII A adalah 28 orang.
2. Kegiatan penelitian dimulai pada tanggal 18 Juli 2016 sampai selesai.
3. Kesulitan siswa biasanya pada penjelasan guru bagaimana menjelaskan sehingga pada saat belajar mengajar dimulai siswa bisa mengerti.63
Selain itu dikumpulkan data-data tentang daftar nama dan jenis kelamin siswa, yang akan digunakan dalam pembagian kelompok belajar. Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di SMPN 3 Bangsalsari sama halnya dengan sekolah pada umumnya mungkin program dinas pendidikan yaitu Pada hari senin sampai selasa dimulai jam 07.00-12.30 WIB sedangkan pada hari rabu, kamis dan sabtu dimulai dari jam 07.00-12.00 WIB dan pada hari jum’at dimulai pada jam 07.00-10.30 WIB. Sama halnya dengan sekolah pada umumnya mungkin program Dinas Pendidikan yaitu masuk setiap hari senin sampai sabtu.
Banyak faktor yang mendukung berjalannya kegiatan belajar mengajar di SMPN 3 Bangsalsari baik faktor secara eksternal maupun internal.
Faktor eksternal yang dimaksud adalah sarana dan prasarana yang memadai. Sedangkan dari faktor internal adalah struktur organisasi yang berjalan sesuai tugas pokok masing-masing, guru yang selalu semangat memberikan ilmunya kepada siswa. Dari beberapa faktor tersebut tentunya ada kendala-kendala yang dihadapi setiap guru disaat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Salah satunya kendala guru yang monoton dalam pembelajarannya sehingga siswa merasa bosan, siswa cenderung diam tidak aktif, hanya mendengarkan penjelasan guru dan lain sebagainya.64
Kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan pada sekolah ini adalah 75 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
63 Hilmiyah, Wawancara, Bangsalsari, 21 Juli 2016.
64Observasi,Bangsalsari, 21 Juli 2016.
(PAI). Sedangkan ketuntasan secara klasikal harus mencapai ≥ 80%, jika dibawah dari kriteria yang sudah ditetapkan maka siswa dikatakan belum tuntas dalam pembelajarannya khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Tabel 4.1
Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal Aspek yang
dianalisis
Kriteria dan siklus penilaian
Kompleksitas Tinggi ,65 Sedang 65-79 Rendah 80-100 Daya dukung Tinggi 80-100 Sedang 65-79 Rendah ,65 Inteke siswa Tinggi 80-100 Sedang 65-79 Rendah ,65
1. Deskripsi Kondisi Pra Siklus
Sebelum memberi tindakan pada siklus I terlebih dahulu diadakan observasi di kelas SMPN 3 Bangsalsari pada materi Hukum Bacaan Qalqalah serta Bacaan Lam dan Ra’ untuk mengetahui sejauh mana hasil belajar siswa VIII A pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Dari kesimpulan hasil observasi yang dilakukan dengan maksud untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa di dalam kelas, siswa kurang tertarik dalam mengikutu proses pembelajaran, karena aktivitas siswa terbatas hanya pada mendengarkan penjelasan guru tanpa ada komunikasi antara guru dan siswa, siswa dengan guru dan siswa dengan siswa. Dan hasil wawancara dengan guru PAI kelas VIII A diperoleh bahwa setiap
pembelajaran PAI guru biasanya menggunakan Metode Ceramah dan Penugasan. Adapun hasil observasi Nilai Kelas VIII A yang diperoleh peneliti sebelum dilaksanakan siklus I atau pra siklus adalah sebagai berikut :65
Tabel 4.2
Daftar Nilai Pra Siklus Siswa Kelas VIII A SMPN 3 Bangsalsari Tahun Pelajaran 2016/2017
No Nama Nilai Keterangan
1. Adil Satria . G 50 Tidak Tuntas
2. Ahsan Iedul Fitroh 55 Tidak Tuntas
3. Abdul Basit 60 Tidak Tuntas
4. Ahmad Busyairi 70 Tidak Tuntas
5. Angga Saputra 60 Tidak Tuntas
6. Bella Permata 80 Tuntas
7. Bagas Dexta . A 70 Tidak Tuntas
8. Devi Ratnasari 78 Tuntas
9. Dewi Inayatul . M 60 Tidak Tuntas
10. Dilla Julia Nisa 82 Tuntas
11. Fitrah Putri . A 80 Tuntas
12. Hendra Wardana 74 Tidak Tuntas
13. Heri Purnomo 55 Tidak Tuntas
14. Ibbrida Oktafiana . D 82 Tuntas
65 Daftar Nilai Kelas VIII A SMPN 3 Bangsalsari Mata Pelajaran PAI Semester Ganjil Tahun 2016/2017
15. Iswatun Hasanah 85 Tuntas
16. M. Firmansyah . M 80 Tuntas
17. Moh. Hoiri 70 Tidak Tuntas
18. Muhammad Yunus 78 Tuntas
19. M. Firman Maulana 55 Tidak Tuntas
20. Muhammad Mahfud S. 70 Tidak Tuntas
21. Novita Restu M. 60 Tidak Tuntas
22. Riski Dedi Irawan 60 Tidak Tuntas
23. Sidan Mahdani 70 Tidak Tuntas
24. Sugihartono 76 Tuntas
25. Selvia Ayu Setiawati 78 Tuntas
26. Siti Khosyatun I. D. 80 Tuntas
27. Tri Aprilia Wulandari 70 Tidak Tuntas
28. Robiatul Adawiyah 80 Tuntas
RATA-RATA 70,29
Tabel 4.3
Ketuntasan Belajar PAI Pra Siklus Skor Ketuntasan Jumlah siswa Persentase
≥ 75 (tuntas) 11 39,28%
< 75 (tidak tuntas) 17 60,71%
Berdasarkan tabel diatas, maka dapat diketahui, ketuntasan 39,28% (11 siswa tuntas) dan 60,71% (17 siswa tidak tuntas).
Melihat ketuntasan belajar siswa pra siklus sebesar 39% (11 siswa tuntas) melihat ketuntasan tersebut, pembelajaran Pendidikan Agama Islam ini perlu ditingkatkan.
2. Siklus I
Siklus I terdiri dari empat tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, sebagai berikut ini :
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan peneliti bersama kolaborator menyusun : 1) Melakukan analisis kurikulum untuk menentukan standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan metode pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD).
2) Membuat rencana pembelajaran atau sekenario pembelajaran PAI dengan menggunakan Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD).
3) Membuat lembar kerja siswa sebagai sarana pembelajaran siswa dalam kerja kelompok serta sebagai alat bantu mengajar yaitu : lembar kerja siswa (LKS) dan foto copy ringkasan materi pembahasan.
4) Membuat alat evaluasi/tes akhir/kuis untuk melihat pencapaian hasil belajar siswa.
b. Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan siklus I dilakukan pada hari kamis, 04 Agustus 2016, dan disini peneliti bertindak sebagai guru. Pada pendahuluan peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran, melakukan apersepsi, menyampaikan materi tentang sejarah nabi Muhammad
Saw. dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan. Mempertegas sejarah nabi Muhammad Saw. dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan dan peneliti memberi motivasi kepada siswa agar semangat dalam pembelajaran.
Pada bagian inti peneliti menyajikan materi sejarah nabi Muhammad Saw. dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan kemudian siswa dalam pembelajaran metode student teams achievement divisions (STAD) dibagi menjadi tujuh kelompok tiap kelompok terdiri dari empat siswa yang heterogen. Karena bertujuan agar siswa yang sudah mampu dapat membantu siswa yang belum mampu dalam pembelajaran sehingga mereka dapat bertukar pendapat dan pengalaman, dapat saling mengisi.
Dengan berdiskusi siswa akan aktif dalam pembelajaran sehingga melatih mereka dapat berperan langsung dalam pembelajaran sehingga melatih mereka untuk dapat berfikir kritis. Dengan berfikir kritis, maka materi akan dapat diterima dan hasil belajar akan meningkat. Kemudian siswa/kelompok diberi materi diskusi tentang sejarah nabi Muhammad Saw. dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan. Dalam diskusi kelompok guru mengarahkan kelompok dengan cara membimbing siswa yang sedang melakukan diskusi dalam memecahkan permasalahan yang diberikan.
Akan tetapi dalam berdiskusi untuk siklus I ini siswa belum antusias
dan aktif dalam berdiskusi. Karena masih ada beberapa siswa yang belum aktif, mereka masih senang untuk berdiam mendengarkan saja.
Setelah selesai berdiskusi, guru memerintahkan salah satu dari kelompok diskusi, mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Karena untuk pertama kalinya mereka melakukan pembelajaran menggunakan metode student teams achievement divisions (STAD), mereka masih malu untuk maju mempresentasikan hasil diskusinya. Kemudian guru memberikan motivasi, akhirnya ada salah satu dari kelompok untuk maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.
Setelah selesai mempresentasikan hasil kerja kelompok, guru meminta agar kelompok lain untuk menanggapi apabila dalam hasil diskusinya ada yang berbeda. Setelah diskusi selesai guru memberikan kuis atau pertanyaan yang ada kaitannya dengan materi tentang sejarah nabi Muhammad Saw. dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan.
Pada bagian akhir pembelajaran penguatan dan kesimpulan secara bersama-sama. Kemudian guru memberikan tes akhir siklus I dengan memberikan butir soal/instrument soal berupa pilihan ganda 10 soal dan jawab singkat 5 soal.
c. Pengamatan
Pada tahap ini, guru dan kolaborator (M.Shofi Muslim, S.Pd.I) melaksanakan pengamatan apakah siswa sudah aktif dalam melakukan pembelajaran dalam menggunakan metode student teams achievement
divisions (STAD). Dalam pelaksanaan tindakan pada tahap Siklus I terjadi suatu peningkatan mengenai keaktifan siswa. Dengan metode pembelajaran yang diterapkan yang berbeda yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode Student Teams Achievement Division (STAD) Terlihat adanya peningkatan walaupun masih ditemui beberapa kendala-kendala yang harus diperbaiki untuk siklus berikutnya yaitu :
1) Berdasarkan pengamatan terhadap peserta didik dari siklus I diperoleh temuan sebagai berikut :
a) Siswa belum antusias dalam berdiskusi, dikarenakan masing senang untuk berdiam mendengarkan saja.
b) Dalam mempresentasikan hasil diskusi masih malu-malu karena belum terbiasa berbicara di depan banyak orang.
c) Beberapa siswa ada yang belum fokus dalam pembelajaran.
2) Berdasarkan pengamatan terhadap guru diperoleh hasil sebagai berikut :
a) Guru terlalu cepat dalam menjelaskan materi pelajaran.
b) Guru kurang memberikan bimbingan kepada peserta didik yang tidak mau bertanya ataupun peserta didik yang kurang aktif mengerjaklan tugas diskusi.
c) Guru kurang memberikan motivasi kepada peserta didik untuk aktif dalam berdiskusi.
d. Refleksi
Refleksi merupakan hasil pengamatan dan evaluasi dari tahap- tahap dalam siklus. Pada tahap refleksi peneliti menerima hasil pengamatan dari kolaborator, peneliti mempelajari hasil pengamatan, saran dan catatan dari kolaborator. Dari refleksi pelaksanaan siklus I diperoleh kendala-kendala sebagai berikut:
1) Diskusi kelompok belum bisa berjalan seperti yang diharapkan peneliti, karena siswa masih malu dalam mengutarakan pendapat dan masih ada siswa yang diam hanya mendengarkan saja.
2) Beberapa siswa masih belum fokus dalam pembelajaran.
3) Ketika dalam mempresentasikan hasil diskusi, masih belum lancar karena mereka belum terbiasa berbicara didepan orang banyak.
4) Dalam menyampaikan tujuan guru masih terlalu cepat dalam menyampaikannya. Sehingga siswa kurang maksimal dalam menerimanya.
Hasil refleksi siklus I adalah catatan bagi peneliti dan akan diperbaiki pada siklus II. Adapun data nilai tes akhir siklus I diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 4.4
Daftar Nilai Siklus I Siswa Kelas VIII A SMPN 3 Bangsalsari Tahun Pelajaran 2016/2017
No Nama Nilai Keterangan
1. Adil Satria . G 74 Tidak Tuntas
2. Ahsan Iedul Fitroh 76 Tuntas
3. Abdul Basit 76 Tuntas
4. Ahmad Busyairi 76 Tuntas
5. Angga Saputra 72 Tidak Tuntas
6. Bella Permata 80 Tuntas
7. Bagas Dexta . A 72 Tidak Tuntas
8. Devi Ratnasari 76 Tuntas
9. Dewi Inayatul . M 78 Tuntas
10. Dilla Julia Nisa 85 Tuntas
11. Fitrah Putri . A 82 Tuntas
12. Hendra Wardana 76 Tuntas
13. Heri Purnomo 60 Tidak Tuntas
14. Ibbrida Oktafiana . D 86 Tuntas
15. Iswatun Hasanah 80 Tuntas
16. M. Firmansyah . M 80 Tuntas
17. Moh. Hoiri 76 Tuntas
18. Muhammad Yunus 78 Tuntas
19. M. Firman Maulana 72 Tidak Tuntas
20. Muhammad Mahfud S. 65 Tidak Tuntas
21. Novita Restu M. 78 Tuntas
22. Riski Dedi Irawan 78 Tuntas
23. Sidan Mahdani 72 Tidak Tuntas
24. Sugihartono 76 Tuntas
25. Selvia Ayu Setiawati 80 Tuntas
26. Siti Khosyatun I. D. 85 Tuntas
27. Tri Aprilia Wulandari 60 Tidak Tuntas
28. Robiatul Adawiyah 85 Tuntas
RATA-RATA 76,21
Tabel 4.5
Ketuntasan Belajar PAI Siklus I
Skor Ketuntasan Jumlah siswa Persentase
≥ 75 (tuntas) 20 71,42%
< 75 (tidak tuntas) 8 28,57%
Dari tabel diatas diketahui bahwa rata-rata nilai siswa/hasil belajar siswa 76,21 dari nilai maksimal 100. Sedangkan persentase siswa yang tuntas belajar adalah 71,42% dan yang tidak tuntas adalah 28,57%.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pembelajaran pada siklus I pelajaran PAI dengan pembelajaran metode STAD pada materi tentang sejarah nabi Muhammad Saw. dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan kelas VIII A di SMPN 3 Bangsalsari ini, belum berhasil karena tingkat persentase hasil belajar siswa yang tuntas belajar masih 71,42%, belum mencapai yang diharapkan yaitu 80%. Maka dari itu untuk memperbaiki hasil belajar siklus I dilanjutkan penelitian pada siklus II.
Grafik 4.1
Perbandingan Ketuntasan Belajar dan Rata-rata Pra Siklus dengan Siklus I
3. Siklus II
Pada pembelajaran siklus II dilaksanakan tetap menggunakan metode STAD pada pelajaran PAI pada materi tentang meneladani perjuangan nabi Muhammad Saw dan para sahabat di Madinah kelas VIII A di SMPN 3 Bangsalsari. Akan tetapi pada siklus ini mengacu pada hasil refleksi siklus I. Yang mana kekurangan/kendala dalam siklus I tidak boleh terulang lagi dan harus diperbaiki pada siklus ini. Sedangkan kelebihan-kelebihan pada siklus I harus dipertahankan dan ditingkatkan.
Tahapan pada siklus II dilaksanakan melalui empat tahapan seperti pada siklus I yaitu terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Semua itu dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Perencanaan
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
Ketuntasan belajar Rata-rata
Pra Siklus Siklus I
Pada tahap perencanaan peneliti bersama kolaborator menyusun : 1) Melakukan analisis kurikulum untuk menentukan standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan metode pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD).
2) Membuat rencana pembelajaran atau sekenario pembelajaran PAI dengan menggunakan Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD).
3) Membuat lembar kerja siswa sebagai sarana pembelajaran siswa dalam kerja kelompok serta sebagai alat bantu mengajar yaitu : lembar kerja siswa (LKS) dan foto copy ringkasan materi pembahasan.
4) Membuat alat evaluasi/tes akhir/kuis untuk melihat pencapaian hasil belajar siswa.
b. Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan siklus I dilakukan pada hari kamis, 18 Agustus 2016, dan disini peneliti bertindak sebagai guru. Pada pendahuluan peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran, melakukan apersepsi, menyampaikan materi tentang meneladani perjuangan Nabi Muhammad Saw dan para sahabat di Madinah. Mempertegas meneladani perjuangan Nabi Muhammad Saw dan para sahabat di Madinah dan peneliti memberi motivasi kepada siswa agar semangat dalam pembelajaran.
Tahap pendahuluan guru menjelaskan tujuan pembelajaran, melakukan apersepsi, menyampaikan materi meneladani perjuangan Nabi Muhammad Saw dan para sahabat di Madinah. Guru mengingatkan dan mempertegas materi meneladani perjuangan Nabi Muhammad Saw dan para sahabat di Madinah kepada siswa.
Pada bagian inti guru menyajikan materi perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW. periode Mekah. Kemudian Siswa dalam pembelajaran metode STAD dibagi menjadi tujuh kelompok tiap kelompok terdiri dari empat siswa. Siswa/kelompok diberi materi diskusi yaitu meneladani perjuangan Nabi Muhammad Saw dan para sahabat di Madinah.
Dalam diskusi kelompok guru mengarahkan kelompok dengan cara membimbing siswa yang sedang melakukan diskusi dalam memecahkan permasalahan yang diberikan. Didalam diskusi sudah banyak siswa yang antusias untuk belajar dan semangat dalam diskusi.
Setelah itu salah satu dari kelompok diskusi, mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Terutama kelompok yang belum pernah maju mempresentasikan hasil diskusinya. Disini siswa sudah ada banyak yang mengajukan pertanyaan, tanggapan, dan jawaban. Mereka sudah percaya diri untuk mengutarakan pendapatnya masing-masing. Peneliti memberikan kesempatan kepada siswa-siswa yang belum aktif dan memotivasinya.
Kemudian guru memberikan kuis atau pertanyaan yang ada kaitannya dengan materi perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW.
periode Mekah. Siswa diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan. Dan siswa- siswa sudah berani memberikan tanggapan ataupun menjawab pertanyaan dari guru.
Pada bagian akhir pembelajaran penguatan dan kesimpulan secara bersama-sama. Kemudian guru memberikan tes akhir siklus I dengan memberikan butir soal/instrument soal berupa pilihan ganda 10 soal dan jawab singkat 5 soal.
c. Pengamatan
Pada tahap ini sama dengan siklus I yaitu guru dan kolaborator (M.Shofi Muslim, S.Pd.I) melaksanakan pengamatan apakah siswa sudah aktif dalam melakukan pembelajaran dalam menggunakan metode student teams achievement divisions (STAD). Dalam pelaksanaan tindakan pada tahap Siklus II terjadi suatu peningkatan mengenai keaktifan siswa dari pada siklus I. Dengan metode pembelajaran yang diterapkan yang sama pada siklus I yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode Student Teams Achievement Division (STAD) ada peningkatan yang sangat besar.
Pelaksanaan tindakan pada siklus II yang teramati oleh peneliti adalah sebagai berikut :
1) Berdasarkan pengamatan terhadap peserta didik dari siklus I diperoleh temuan sebagai berikut :
a) Ada banyak peningkatan dalam siklus II ini, siswa/peserta didik sudah antusias dalam mengikuti pembelajaran dan aktif dalam berdiskusi, memberikan tanggapan dan tidak malu-malu lagi dalam mempresentasikan hasil diskusinya.
b) Pada siklus II ini siswa senang adanya pembelajaran menggunakan metode student teans achievement divisions (STAD).
2) Berdasarkan pengamatan terhadap guru diperoleh hasil sebagai berikut :
Guru sudah memberikan bimbingan kepada pserta didik yang malu bertanya atau pasif serta memberikan motivasi sehingga peserta didik lebih aktif berdiskusi.
d. Refleksi
Pada tahap ini peneliti menerima hasil pengamatan dari kolaborator.
Hasil yang diperoleh sebagai berikut:
1) Peserta didik sudah banyak yang aktif dan antusias dalam belajar.
2) Secara keseluruhan diskusi berjalan lancar sesuai yang diharapkan.
3) Dan peserta didik sudah berani mengutarakan pendapat mereka masing-masing.
4) Guru sudah dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang sudah disiapkan yaitu pembelajaran menggunakan metode STAD.
Adapun data nilai tes akhir siklus II diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4.6
Daftar Nilai Siklus II Siswa Kelas VIII A SMPN 3 Bangsalsari Tahun Pelajaran 2016/2017
No Nama Nilai Keterangan
1. Adil Satria . G 78 Tuntas
2. Ahsan Iedul Fitroh 80 Tuntas
3. Abdul Basit 82 Tuntas
4. Ahmad Busyairi 82 Tuntas
5. Angga Saputra 76 Tuntas
6. Bella Permata 88 Tuntas
7. Bagas Dexta . A 76 Tuntas
8. Devi Ratnasari 80 Tuntas
9. Dewi Inayatul . M 80 Tuntas
10. Dilla Julia Nisa 90 Tuntas
11. Fitrah Putri . A 90 Tuntas
12. Hendra Wardana 80 Tuntas
13. Heri Purnomo 78 Tuntas
14. Ibbrida Oktafiana . D 90 Tuntas
15. Iswatun Hasanah 90 Tuntas
16. M. Firmansyah . M 80 Tuntas
17. Moh. Hoiri 76 Tuntas
18. Muhammad Yunus 80 Tuntas
19. M. Firman Maulana 76 Tuntas
20. Muhammad Mahfud S. 78 Tuntas
21. Novita Restu M. 85 Tuntas
22. Riski Dedi Irawan 80 Tuntas
23. Sidan Mahdani 72 Tidak Tuntas
24. Sugihartono 80 Tuntas
25. Selvia Ayu Setiawati 80 Tuntas
26. Siti Khosyatun I. D. 90 Tuntas
27. Tri Aprilia Wulandari 72 Tidak Tuntas
28. Robiatul Adawiyah 90 Tuntas
RATA-RATA 81,39
Tabel 4.7
Ketuntasan Belajar PAI Siklus II
Skor Ketuntasan Jumlah siswa Persentase
≥ 75 (tuntas) 26 92,85%
< 75 (tidak tuntas) 2 7,14%
Dari tabel diatas diketahui bahwa rata-rata nilai siswa/hasil belajar siswa 81,39 dari nilai maksimal 100. Sedangkan persentase siswa yang tuntas belajar adalah 92,85% dan yang tidak tuntas adalah 7,14%.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pembelajaran pada siklus II pelajaran PAI dengan menggunakan metode STAD pada materi tentang kelas VIII A di SMPN 3 Bangsalsari ini sudah berhasil karena tingkat persentase hasil belajar siswa yang tuntas belajar adalah 92,85%, sudah sesuai yang diharapkan yaitu 80%.
Grafik 4.2
Perbandingan Ketuntasan Belajar dan Rata-rata Siklus I dengan Siklus II
Grafik diatas adalah hasil observasi aktivitas guru dalam proses pembelajaran, pada siklus II tergolong sangat tinggi dengan perolehan skor siswa yang tuntas yaitu 92,85% sedangkan siswa yang tidang tuntas yaitu %. Hasil belajar siswa siklus II penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran kategori sangat tinggi yaitu memperoleh skor ketuntasan sebesar 92,85% dari 26 siswa dan hal tersebut sudah memenuhi indikator kinerja yaitu 80% dari data tersebut pula diperkuat dengan wawancara kepada kolaborator (guru PAI) di SMPN 3 Bangsalsari yaitu:
“Menurut saya, mbak menerapkan Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) dan melihat RPP yang mbak serahkan kepada saya, RPP dan pelaksanaanya sudah sesuai dan dalam pelaksanaanya cukup interaktif antara guru dan siswa, dan anak-anak sudah mulai percaya diri lagi untuk tampil, mengajukan pendapat, bertanya serta menanggapi pendapat, juga membuat siswa mampu belajar berdebat, belajar mendengarkan pendapat orang lain, bekerja sama.
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Ketuntasan belajar Rata-rata
Siklus I Siklus II
Tetapi Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) ini metode yang membutuhkan waktu yang cukup lama.”66 Sedangkan menurut Robiatul Adawiyah salah satu siswa kelas VIII A, yang diwawancarai tanggal 01 September 2016 yaitu sebagai berikut:
“Saya suka bu dengan pembelajaran dengan cara yang ibu terapkan, awalnya sudah lupa dengan metode STAD tersebut karena suasana kelas baru. Tetapi setelah ibu menjelaskan kembali bagaimana cara atau langkah-langkahnya saya sudah mengerti dan metode STAD ini banyak manfaatnya bu bisa menambah hubungan tambah erat lagi dengan sesama teman, apa lagi ada hadiahnya tambah termotivasi.”67
Berdasarkan data-data yang diperoleh pada siklus I, maka hasil refleksi pada siklus II diantaranya adalah: pertama, hasil belajar peserta didik pada siklus II sudah lebih baik dibandingkan dengan siklus I. Hal ini dilhat nilai rata-rata hasil belajar peserta didik pada siklus II yaitu 81,39.