• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian yang Relavan

Dalam dokumen i : Khae*rddin, S.Pd., M.Pd (Halaman 50-56)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

C. Hasil Penelitian yang Relavan

komitmen ini antara lain berupa kesadaran bahwa masa depannya akan suram apabila ia melakukan tindakan menyimpang.

c. Involvement, artinya dengan adanya kesadaran tersebut, maka individu akan terdorong berperilaku parisipatif dalam terlibat di dalam ketentuan-ketentuan yang telah ditetepkan masyarakat.

Believe atau kepercayaan, kesetian, dan kepatuhan pada norma-norma social atau aturan masyarakat pada akhirnya akan tertanam kuat pada diri seseorang dan itu berarti aturan social telah selfenforcing dan eksistensinya (bagi setiap individu) juga semakin kokoh.

31

tawuran antar pelajar selama ada ancaman dari kelompok lain, terjadinya konflik yang berlangsung dan dipertahankan diantara kelompok-kelompok pelajar, serta tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan perkembangan pelajar sebagai remaja.

Ali (2014) meneliti tentang Pola Pembentukan Solidaritas Sosial dalam Kelompok Sosial Antar Pelajar di Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.Adapun hasil dalam penelitian ini adalah : 1) Pola pembentukan solidaritas sosial dalam kelompok sosial antara pelajar di kecamatan batulappa kabupaten pinrang adalah suatu cara untuk membentuk karakter dan kerukunan anatara pelajar sehingga keharmonisan dan kerja sama akan terjalin baik antar kelas maupun antar sekolah. Dan pada akhirnya akan melahirkan generasi- generasi yang berkarakter yang dapat membawa perubahan yang lebih baik untuk bangsa dan negara. 2) Dampak pola pembentukan solidaritas sosial dalam kelompok sosial anatara pelajar di kecamatan batulappa kabupaten pinrang adalah terjadinya hubungan kerja sama, terjadinya keharmonisan, terhindarnya dari berbagai jenis konflik terciptanya keamanan, ketentraman dan tentunya hal yang paling penting adalah terbentuknya karakter pelajar yang mencerminkan sosok pelajar yang akan menjadi generasi emas di masa yang akan datang.

D. Kerangka Pikir

Secara umum, dapat dikatakan bahwa Solidaritas adalah rasa kebersamaan,rasa kesatuan kepentingan, rasa simpati, sebagai salah satu anggota dari kelas yang sama. atau bisa di artikan perasaan atau ungkapan dalam sebuah kelompok yang dibentuk oleh kepentingan bersama.

Untuk mengetahui bagaimana pengategorian suatu solidaritas maka kami mengacu pada teori solidaritas Emile Durkheim.Menurut Emile Durkheim solidaritas adalah suatu bentuk pembagian kerja.Ia membedakan antara dua tipe utama antarasolidaritas mekanis dan solidaritas organis. Solidaritas mekanis adalah solidaritas yang didasarkan atas kepercayaan dan kesetiakawanan serta diikat oleh conscience collective(hati nurani kolektif) yaitu suatu sistem kepercayaan dan perasaan yang menyebar merata pada semua anggota masyarakat. Lambat laun sepesialisasi pembagian kerja dalam masyarakat, telah mengalami perubahan bahkan sekarang menjadi proses diferensiasi, spesialisasi dan sebagainya kedepannya semakin berkembang hingga bentuk solidaritas mekanis berubah menjadi solidaritas organis. Solidaritas organis merupakan suatu sistem terpadu yang terdiri atas bagian-bagian yang saling tergantung seperti halnya bagian-bagian suatu organisme biologis. Berbeda dengan solidaritas mekanis yang didasarkan pada hati nurani kolektif maka solidaritas organis didasarkan pada hukum dan akal.

Dalam hal ini peneliti mengaitkan teori identitas social dimana pada awalnya teori ini berasal dari teori perbandingan social ( social comparison theory) dari festinger (1954) yang menyatakan bahwa individu akan berusaha melihat terhadap orang lain yang memiliki perbedaan kecil dan serupa. Teori identitas (identity theory) secara eksplisit lebih fokus terhadap struktur dan fungsi identitas individual yang berhungan dengan peran perilaku yang dimainkan dimasyarakat, teori identitas social juga diikat untuk menggolongkan keanggotaan kelompok.

33

Hendry tajfel salah satu tokoh teori identitas social.Tajfel mendefenisikan sebagai penegtahuan individu dimana seseorang meras sebagai bagian anggota kelompok yang memilki kesamaan emosi serta nilai.Identitas social juga sebagai konsep dari seseorang sebagai anggota kelompok.Identitas bisa berbentuk kebangsaan, ras, atnik, kelas pekerja, agama, umur, gender, suku, keturunan dan lain-lain.

Berbicara tentang solidaritas mungkin merupakan hal yang sangat mudah dilakukan oleh banyak orang, Faktor-faktor yang mendukung adanya solidaritas dari dalam diri hendaknya ditumbuh kembangkan menjadi suatu kebiasaan yang positif.Hendaknya setiap orang yang mencintai perbedaan dan orang yang selalu menutup diri terhadap perbedaan, dapat mengaplikasikan solidaritas antar orang lain, sehingga tujuan dari solidaritas itu sendiri tercapai. Terlebih lagi dikalangan siswa yang memiliki solidaritas atau rasa kesetiakawanan yang sangat tinggi dalam mempengaruhi perilaku tawuran.

Adapun dampak yang ditimbulkan dari tawuran siswa yakni kerugian fisik dan menurunnya moralitas siswa.

Bagan Kerangka Pikir.

E. Deskripsi Fokus Penelitian 1. Solidaritas

Solidaritas adalah sebuah sebuah kata yang memiliki makna dan arti penting dalam sebuah kebersamaan, kekeluargaan, persaudaraan, persahabatan dan juga kekompakan.Dlingkungan teman maupun keluarga itulah kita dapat merasakan adanya rasa solidaritas yang tinggi atau kebersamaan.Rasa solidaritas akan muncul dengan sendirinya ketika manusia satu dengan yang lainnya memiliki kesamaan dalam beberapa hal.

Maka dari itu, rasa solidaritas sangat penting untuk dibangun oleh individu dengan individu lainnya atau kelompok tertentu dengan kelomok lain.

Karena dengan adanya solidaritas, kita dapat bersatu dalam hal mewujudkan sesuatu secara bersama-sama.Akan tetapi, di zaman sekarang

Solidaritas Siswa

Perilaku Tawuran Proses Terbentuknya

Solidaritas

Cara Kerja Solidaritas

Bentuk Solidaritas

35

rasa solidaritas seringkali digunakan dalam hal negatif misalkan para siswa yang terlibat tawuran. Mereka mengatakan bahwa mereka mempunyai rasa solidaritas yang tinggi jadi bila temannya ikut tawuran maka siswa yang lain juga harus ikut tawuran. Inilah salah satu contoh sikap solidaritas yang buruk yang menimpa kalangan siswa.

2. Tawuran

Tawuran merupakan pertikaian antara dua kelompok yang menyebabkan kerusakan, kerugian dan permusuhan.Tawuran adalah suatu fenomena yang tergolong patologis dan hasil dari adanya solidaritas yang tinggi dari suatu kelompok, tetapi sekaligus tawuran mengandung suatu gejala konflik social dan agresivitas negatif pada pribadi individu yangbersangkutan.Jadi sebagai suatu masalah jelas tawuran itu sendiri harus dicegah.

36

Dalam dokumen i : Khae*rddin, S.Pd., M.Pd (Halaman 50-56)

Dokumen terkait