• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Wawancara dan Dokumentasi

Dalam dokumen BAB I (Halaman 31-41)

G. Pengecekan Keabsahan Data

1. Hasil Wawancara dan Dokumentasi

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Musai Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Sebelum melakukan penelitian, peneliti mempersiapkan instrumen yang akan digunakan yaitu pedoman wawancara. Pedoman wawancara ini bertujuan membantu peneliti dalam mengumpulkan data- data terkait penelitian. Pedoman wawancara yang digunakan terdiri dari beberapa aspek sejarah perkembangan dan aspek fundamental matematis. Sebelumnya pedoman ini telah divalidasi oleh dosen pembimbing I dan dosen pembimbing II.

Hasil wawancara dan dokumentasi pada peneltian ini ditemukan terdapat beberapa aspek fundamental matematika, sehingga dari hasil wawancara dan dokumentasi difokuskan beberapa aspek yaitu aspek sejarah dan perkembangan, aspek counting, aspek meassuaring, dan aspek designing. Berikut merupakan data yang diperoleh dari metode wawancara dan dokumentasi :

a. Aspek Sejarah dan Perkembangan

Kain lipat 44 merupakan kain khas yang digunakan untuk seserahan mas kawin adat Melayu Kabupaten Lingga. Pada hasil wawancara kain lipat 44 telah ada semenjak zaman kerajaan Melayu Lingga terdahulu. Menurut narasumber, tidak ada catatan yang jelas memberitahukan bagaimana asal usul kain lipat 44. Seperti yang dikatakan oleh narasumber pada penggalan wawancara berikut :

P : Bagaimana asal usul kain lipat 44 Kabupaten Lingga?

N1 : “Kalau asal usulnya kain lipat 44 di Kabupaten Lingga ini untuk sekarang ini masih kurang jelas, digali-gali pemerintah daerah asalnya dari tengku-tengku dahululah, istri-istri sultan”.

N2 : “Asal usul belum lagi dapat digali, dan selalu digunakan untuk mahar pernikahan orang Melayu. Yang kita ketahui mahar pernikahan orang Melayu itu kain sehelai, cincin sebentuk dan kemudian duitnya. Jadi duitnya itu diselipkan dalam lipatan kain lipat 44 ini, kemudian begitu juga cincin, diletakkan sekaligus diatas kain itu. Entah dijahit sedikit agar menyatu. Nanti pihak perempuan bekerja juga untuk mencari duit dan cincin yang diselipkan dikain lipat 44. Dan sampai sekarang mahar mas kawin di Lingga kita itu hanya ada 3 macam yakni kain, duit dan cincin”.

N3 : “Kalau untuk asal usul dari turun temurun, saya masih kecil kain lipat 44 ini sudah ada”.

Berdasarkan percakapan tersebut dapat disimpulkan bahwa sampai saat ini belum ada catatan sejarah yang jelas mengenai kain lipat 44. Tetapi, kain lipat 44 sudah ada sejak zaman kerajaan Melayu Lingga dan sudah turun-temurun dijadikan sebagai mahar mas kawin sampai saat ini. Kemudian kain lipat 44 bukan hanya dijadikan sebagai seserahan mas kawin saja, tetapi sering juga digunakan sebagai cenderamata pentas seni dan hari- hari besar adat Melayu Kabupaten Lingga. Selain lipat 44 sebagai seserahan mas kawin Melayu Kabupaten Lingga terdapat tempat sirih, burung merak, perangkat alat solat, dan lain sebagainya. Pembuatan kain lipat

44 hanya membutuhkan waktu selama tiga sampai lima menit. Kain lipat 44 dibuat oleh Mak Inang yang mana tugasnya mengurus segala keperluan pernikahan. Hal ini sesuai dengan penggalan tranksip wanwancara berikut :

P : Apakah ada sebutan khusus untuk orang yang membuat kain lipat 44 Kabupaten Lingga?

N1 : “Tidak ada nama khusus nama khusus kain lipat 44 aje tapi kalau daerah Melayu yang sering membuat kain lipat atau yang sering ngurus tentang pernikahan disebut Mak inang”.

N2 : “Ada juga didaerah Melayu itu Mak inang merangkap menjadi penyedia kain lipat 44 untuk seserahan,yang melipat atau mengemas ada juga yang diserahkan ke pihak keluarga yang pandai atau orang-orang tua kampong yang pandai jadi yang membuat, melipat dan menyediekan kain lipat 44”.

N3 : “Tidak ada julukan, kalau Mak andam atau Mak inang itu tergantung kadang ada juga Mak inang dan Mak andam yang buat kain lipat 44”.

Berdasarkan percakapan pada penggalan transkip wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa pengarjin atau pembuat kain lipat disebut Mak Inang. Mak inang dalam adat istiadat Melayu adalah orang tetua yang sudah paham mengenai adat pernikahan Melayu. Yang mana tugas dari Mak inang ini membantu pihak keluarga untuk mengurus segala urusan tentang pernikahan.

b. Aspek Counting

Aspek counting yang terdapat pada kain lipat 44 pada jumlah lipatan. Jumlah lipatan kain lipat 44 sebenarnya tidak sampai 44 lipatan. Dilihat dari bentuknya kain

lipat 44 memiliki empat persegi di atas bentuk kain dan empat persegi di bawah bentuk kain. Selain itu, pada proses pembuatannya kain lipat 44 banyak proses lipat- melipat sehingga lebih mudah dalam penyebutannya disebut kain lipat 44. Hal ini sesuai dengan penggalan tranksip wanwancara berikut :

P : Berapa jumlah lipatan pada kain lipat 44 Kabupaten Lingga?

N1 : “Permasalahan jumlah itu tidak bisa dihitung atau tidak sesuai itu hanya gelaran atau simbol saja. Kain lipat 44 karena banyak lipatan untuk membuat bebolak-balek makanya disebut kain lipat 44, karena diatas ada 4 kotak dibawah ada juga 4 kotak itu disebut lipat kain 44”.

N2 : “Itu ibu belum pernah menghitung tapi yang jelas lipatan tidak sampai 44 lipatan, karena orang Melayu kadang-kadang istilah suka menyebut kata-kata yang mudah disebutkan atau yang biasa dihitung itu macam lipatan sampai banyaknya lipatan disebutlah lipat 44, semacam hitungan orang melahirkan itu 44 hari, pisang 44 karna masaknya 44 hari, kemudian dengan orang berlari tidak sampai seribu langkah disebutlah langkah seribu, jadi istilah-istilah itu yang biasa dipakai orang Melayu”.

N3 : “Kalau untuk itu saya kurang tahu yang jelas tidak sampai 44 lipatan”.

Berdasarkan hasil wawancara ketiga narasumber diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah lipatan pada kain lipat 44 tidak sampai 44 lipatan. Selain itu, kain lipat 44 memiliki bentuk ciri khas empat persegi di atas dan di bawah. Kain lipat 44 hanya sebagai simbol yang memudahkan masyarakat Melayu dalam penyebutan kain lipat 44.

Gambar 4.1 Empat Persegi diatas Kain Lipat 44 Sumber : kepri.harianhaluan.com/

Kemudian jumlah kain yang digunakan untuk membuat kain lipat 44 hanya menggunakan sehelai kain. Untuk membuat kain lipat 44 harus mengunkan kain yang lembut dan mudah untuk dilipat. Kain yang digunakan sebaiknya berbentuk persegi seperti yang dikatan narasumber pada penggelan wawancara berikut:

P : Berapa jumlah kain yang digunakan untuk membuat kain lipat 44?

N1 : “Kalau untuk jumlah kain itu cuma satu helai kain ketika seserahan cuma satu helai kain untuk kain lipat 44”.

N2 : “Cukup satu helai kain yang mudah dilipat berbentuk persegi”.

N3 : “Cukup satu helai

Berdasarkan percakapan diatas dapat disimpulkan kain yang digunakan untuk membuat kain lipat 44 hanya menggunakan satu helai kain. Kain yang diguanakn untuk membuat lipat 44 menggunakan kain yang lembut agar mudah untuk dilipat

dan kain yang digunakan harus berbentuk persegi. Sedangkan konsep matamatika yang mengarah pada percakapan ini terdapat bentuk bangun datar berbentuk persegi.

c. Analisis Aspek Meassuring

Ukuran kain yang digunakan untuk membuat kain lipat 44. Pada saat ini kain yang sering digunakan adalah kain songket. Kain songket sangat mudah untuk dilipay. Dikarenakan memiliki tekstur kain yang lembut dan keras tidak mudah lentur. Selain itu kain songket sangat mudah didapatkan. Ukuran yang panjang kain yang digunakan harus memiliki panjang dan lebar yang sama. Dimana ukuran panjang kain songket yang digunakan pada umumnya 110 cm x 110 cm. hal ini sesuai yang dikataakan narasumber dibawah ini

P : Berapa ukuran panjang kain yang digunakan untuk membuat kain lipat 44 Kabupaten Lingga?

N1 : “Kalau untuk untuk ukuran sesuai pembuatlah tapi ukuran kain songket yang biase banyak digunakan orang”.

N2 : “Sesuai ukuran kain yang digunakan. Ukuran yang biasanya digunakan dengan panjang dan lebar yang sama seperti 110 cm x 110 cm”.

N3 : “Kalau ukuran panjang kain songket biasa ikut sebadan”.

Berdasarkan hasil penggalan wawancara narasumber di atas, dapat disimpulkan bahwa ukuran bentuk kain lipat 44 sesuai dengan ukuran kain yang digunakan.

Ukuran kain yang digunakan pada umumnya ukuran kain songket. Besar kain yang digunakan besar pula bentuk kain lipat 44. Ukuran yang panjang kain yang digunakan

harus memiliki panjang dan lebar yang sama. Dimana ukuran panjang kain songket yang digunakan pada umumnya 110 cm x 110 cm. Sedangkan konsep matamatika yang mengarah pada percakapan ini terdapat bentuk persegi pada kain yang digunakan untuk membuat kain lipat 44 memiliki ukuran panjang dan lebar yang sama.

Selanjutnya ukuran setiap lipatan tidak memiliki ukuran tertentu tapi menyesuaikan dengan ukuran kain yang digunakan. Untuk ukuran kain yang digunakan pada umumnya proses awal pembuatan kain lipatan memiliki panjang 30 cm sampai 50 cm. Sedangkan pada proses akhir pembuatan lipatan memiliki panjang 10 cm sampai 30 cm sesuai dengan penggalan wawancara dibawah ini:

P : Berapa ukuran kain lipat 44 disetiap lipatannya?

N1 : “Kalau ukuran kain lipat 44 standar biasa sesuai besar kain yang kita gunakan tapi rata-rata besar yang sering dipakai kain songket, kalau bentuk jadi ada sekitar satu jengkal setengahlah lebar. Ukuran lipatan pada kain lipat 44 tergantung ukuran kain yang digunakan, tapi kebanyakan ukuran lipatan kain panjang penggaris ”.

N2 : “Untuk ukuran itu tidak terbatas yang penting bentuk persegi, pada awal lipatan ukuran lipatan 30 cm sampai 50 cm, sedangkan kain lipat 44 sudah hampir siap lipatan pada kain lipat 44 panjang 10 cm sampai 20 cm. kemudian kalau kain tidak berbentuk persegi harus dibentuk dulu jadi persegi, jarang adanya berbentuk persegi maka harus terampil lah dalam melipat dan membentuk sehingga jadi

berbentuk persegi dulu, jika ade lebih dikainnya maka dilipatlah agar jadi persegi jadi bagian sisi lain yang harus dilipat”.

N3 : “Saya selama buat tidak pernah mengukur karena saat dilipat itu sudah sama rata kainnya”.

Dari penggalan percakapan di atas dapat disimpulkan kain yang digunakan pada pembuatan kain lipat 44 memiliki panjang dan lebar yang ukuran setiap lipatan tidak memiliki ukuran tertentu, tapi menyesuaikan dengan ukuran kain yang digunakan.

Untuk ukuran kain yang digunakan pada umumnya proses awal pembuatan kain lipatan memiliki panjang 30 cm sampai 50 cm, pada proses akhir pembuatan lipatan memiliki panjang 10 cm sampai 30 cm. Kemudian mengenai lama waktu yang digunakan pada proses pembuatan kain lipat 44 membutuhkan waktu tiga sampai lima menit. Waktu yang digunakan tergantung keterampilan pengrajin melipat kain sehingga berbentuk kain lipat 44. Selain itu, bentuk dan besar kain yang digunakan menentukan seberapa lama waktu yang dibutuhkan dalam proses pembuatan kain lipat 44. Hal ini sesuai dengan penggalan wawancara dibawah ini:

P : Berapa lama waktu yang digunakan dalam pembuatan kain lipat 44 Kabupaten Lingga.?

N1 : “Sebenarnya kalau permasalahan lame proses lipat 44 kalau orang sudah fasih sudah biasa membuat kain itu sepatah kata orang Melayu cakap mata kejam boleh buat lama pun tidak lama bahasa 2 atau 3 menitlah siap karena itu kalau sudah hapal jadi cepat”.

N2 : “Untuk membuat kain lipat 44 ini kalau dulu itu membutuhkan waktu yang lama. kalau udah terampil 5 menit bisa siap, 10 menit bisa siap hanye tergantung kainnya, jika kainnya mudah dibentuk cepatlah siap kadang ada juga kain yang susah dibentuk sehingga memakan waktu yang lama”.

N3 : “Kalau sudah biasa 3 menit 4 menit jadi”.

Berdasarkan hasil transkip penggalan wawancara diatas dapt disimpulkan lama waktu yang dibutuhkan pengrajin untuk membuat kain lipat tergantung seberapa fasih pengrajin dalam membuat. Pada umumnya waktu yang digunakan pengrajin yang sudah terampil 3 sampai 5 menit. Sedangkan konsep matamatika yang mengarah pada percakapan ini yaitu pada konsep satuan waktu yang digunakan pengrajin dalam membuat kain lipat 44.

d. Analisis Aspek Designing

Pada kain lipat 44 tidak ada bagian tersulit saat proses merancang kain lipat 44.

Hanya saja tergantung keterampilan pengrajin dalam membuat kain lipat 44. Namun bagi pemula akan menemukan kesulitan pada kain yang keras, licin, dan susah di atur. Terdapat beberapa bentuk bangun datar saat proses merancang lipatan pada kain lipat 44. Bentuk kain lipat 44 berbentuk persegi, kain yang digunakan untuk membuat kain lipat berbentuk persegi, dan ciri khas dari kain lipat memiliki empat persegi kecil diatasnya. Pada proses awal pembuatan lipatan terdapat bentuk persegi, lipatan awal dari kain lipat berbentuk persegi untuk lebih memudahkan membuat.

Gambar 4.2 Lipatan Berbentuk Persegi Sumber : kepri.harianhaluan.com/

Pada proses lipatan pada kain lipat 44 terdapat lipatan terdapat bentuk persegi panjang sebelum lipatan berbentuk persegi. Kemudian bentuk lipatan berbentuk segitiga terdapat pada saat membentuk persegi kecil diatas kain lipat 44. Kain lipat 44 terdapat beberapa bentuk bangun datar seperti persegi, persegi panjang, dan segitiga Hal ini sesuai dengan penggalan wawancara dibawah ini :

P : Dalam proses pembuatan kain lipat 44, Apakah ada bentuk bangun datar seperti segitiga, kotak atau persegi, persegi panjang, maupun lingkaran?

N1 : “Ada, kalau berbentuk persegi sudah jelas ada karena kain yang kite gunakan harus bentuk persegi. Bentuk segitiga ketika awal kita melipat".

N2 : “Bentuk bangun datar pada kain lipatan pada proses awal kain berbentuk persegi, setelah itu dilipat berbentuk persegi panjang, pada akhir lipatan terdapat lipatan berbentuk segitiga, dan pada bentuk jadi kain lipat berbentuk belah ketupat. Jadi untuk kain lipat 44 terdapat banyak bentuk bangun datar khususnya pada bentuk persegi dan segitiga ”.

N3 : “ Kalau bentuk persegi sama segitiga ada".

Gambar 4.3 Bentuk Persegi dan Persegi Panjang Sumber: kepri.harianhaluan.com/

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa lipatan kain lipat 44 terdapat bentuk bangun datar saat merancang lipatan pada kain lipat 44 seperti bentuk persegi pada proses awal lipatan, persegi panjang , dan segitiga. Sedangkan konsep metamatika yang terdapat bentuk bangun datar pada proses lipatan kain lipat 44.

2. Analisis Data

Dalam dokumen BAB I (Halaman 31-41)

Dokumen terkait