• Tidak ada hasil yang ditemukan

Populasi dan Sampel

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

3.3 Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.34 Jadi populasi merupakan seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang ditentukan, berhubungan dengan data yang akan menjadi objek penelitian nantinya, peneliti perlu mengetahui populasi yang akan diteliti.

Hal ini dilakukan agar peneliti lebih terarah dan mempermudah penelitian yang dilakukan. Dengan demikian yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 2 Suppa yang berjumlah 104 orang.

Berikut dikemukakan gambaran keadaan populasi SMP Negeri 2 Suppa sebagai berikut:

Tabel. 3.1 Data Populasi Peserta Didik kelas VIII SMP Negeri 2 Suppa Kabupaten Pinrang

KELAS VIII Populasi

VIII. 1 25 VIII. 2 26 VIII. 3 27 VIII. 4 26 JUMLAH 104

Sumber Data: Tata Usaha SMP Negeri 2 Suppa Kabupaten Pinrang

34Sugiyono, Metode Penelitian pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cet.

XI; Bandung, 2010), h. 117.

3.3.2 Sampel

Sampel adalah bagian terkecil dari populasi yang akan diteliti sebagai dasar untuk menarik suatu kesimpulan dalam penelitian yang tentunya berlaku bagi keseluruhan populasi yang telah dibutuhkan. Olehnya itu tidak dilakukan penelitian secara keseluruhan populasi yang telah dibutuhkan. Olehnya itu tidak dilakukan penelitian secara keseluruhan melainkan hanya akan menjadi wakil populasi sebagai objek penelitian.

Bailey dalam Prasetyo dan Jannah, menjelaskan bahwa sampel merupakan bagian dari populasi yang diambil melalui sesuatu cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi.

Dengan kata lain pengertian sampel adalah sebagian dari suatu populasi itu sendri.35 Adapun yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik yang diambil dari masing-masing kelas dengan menggunakan random sampling atau teknik acak. Dalam pengambilan sampel ini menggunakan teknik Solvin dengan tingkat kesalahan pengambilan sampel sebesar 5%, maka diperoleh:

n = 𝑛

1 + 𝑁𝑒2 = 104

1 + 104(0.05)2 = + 104

1 + 104 (0.0025)= 104

1.26= 82 Keterangan :

n = Jumlah sampel N = Jumlah Populasi

E = Batas toleransi kesalahan. Error level atau tingkat kesalahan umumnya digunakan 1% atau 0,01, 5% atau 0,05 atau 0,1 yang dapat dipilih oleh peneliti.

35Bambang Prasetyo dan Lina Miftahul Jannah, Metode Penelitian Kuantitatif, (Cet IX; Depok:

Fajar Interpratama Rinaldy,2014), h. 119.

Jadi ukuran sampel pada penelitian ini sebanyak 82 peserta didik. Adapun rincian tabel sampel penelitian sebagai berikut:

Tabel 3.2. Data Sampel peserta didik

Kelas Populasi Sampel

VIII.1 25 20

VIII.2 26 20

VIII.3 27 21

VIII.4 26 21

Jumlah 104 82

Sumber Data: Tata Usaha SMP Negeri 2 Suppa Kabupaten Pinrang 3.4 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

3.4.1 Teknik Pengumpulan Data

Setiap penelitian yang dilakukan tentu menggunakan beberapa teknik dan instrumen penelitian, di mana teknik dan instrumen yang satu dengan yang lainnya saling menguatkan agar data yang diperoleh dari lapangan benar, valid dan otentik.

Adapun teknik dan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

3.4.1.1 Observasi

Observasi adalah β€œpengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti”.36 Observasi dilakukan untuk memastikan bahwa penelitian ini dapat dilakukan disekolah tersebut dan mengamati proses pembelajarannya.

Sedangkan menurut S. Margono observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.

36Husain Usman, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h. 52.

Pengamatan dan pencatatan ini dilakukan terhadap objek di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa. Metode observasi sebagai alat pengumpulan data, dapat dikatakan berfungsi ganda, sederhana, dan dapat dilakukan tanpa menghabiskan banyak biaya. Namun demikian, dalam melakukan observasi peneliti dituntut memiliki keahlian dan penguasaan kompetensi tertentu.37

Observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini yaitu melakukan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung untuk mengetahui disiplin peserta didik di dalam kelas. Pada penelitian ini, observasi merupakan alat pendukung kesahihan angket yang digunakan untuk mengetahui disiplin belajar peserta didik di sekolah pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Suppa Kabupaten Pinrang. Observasi ini diharapkan dapat memberikan bukti kesahihan angket yang digunakan sebagai alat pengumpul data utama.

3.4.1.2 Dokumentasi

Dokumentasi yaitu salah satu teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui pencatatan langsung secara sistem terhadap apa yang sudah tersimpan didata melalui pencatatan langsung secara sistem terhadap apa yang sudah tersimpan di sekolah. Teknik ini digunakan dalam memperoleh sejumlah data melalui pencatatan dari sejumlah dokumen atau bukti tertulis seperti keadaan populasi, struktur organisasi, data-data sekolah dan sebagainya.

37Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. (Cet.II; Jakarta: Bumi Aksara, 2007), h. 173.

3.4.1.3 Angket atau koesioner

Angket atau koesioner adalah metode yang dilakukan dengan pengumpulan data dengan cara memberikan beberapa pertanyaan yang tertulis kepada responden untuk dijawab. Angket adalah metode yang efisien dalam mengumpulkan data apalagi terhadap jumlah responden yang cukup besar jumlahnya. Angket kemudian disebarkan oleh peneliti sebanyak jumlah sampel yang telah ditentukan sebelumnya untuk mewakili jumlah populasi yang ada.38

Menurut Arikunto adalah cara untuk mengumpulkan data dengan menyusun sejumlah daftar pertanyaan kemudian disajikan kepada peserta didik atau responden untuk mendapatkan jawaban secara objektif.39 Dalam peneitian ini angket yang akan digunakan adalah angket tertutup. Dengan menggunkan skala liker dengan model empat pilihan (skala empat). Skala likert adalah menentukan lokasi kedudukan seseorang dalam suatu kontinum sikap terhadap objek sikap, mulai dari sangat negative sampai dengan sangat positif. Dengan alternatif jawaban selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah, skor penilaian 1-4.

3.4.2 Teknik Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah dokumentasi, angket, dan observasi yang membantu dalam mengumpulkan data dan memperoleh data yang diinginkan.

38S.Eko Putro Widoyoko, Teknik Penyusunan Instrument Penelitian, (Cet. V; Yogyakarta:

Pustaka Pelajar, 2016) hal.33.

39Suharsimi Arikunto, Prosedure Penelitian Pendekatan Praktek, (Cet. XIII; PT. Rineka Ciputat, 2006), h. 151.

3.4.2.1 Instrumen Angket

Instrumen yang berupa angket, merupakan alat ukur untuk mengetahui apakah kedisiplinan belajar peserta didik itu berpengaruh terhadap penigkatan prestasi belajar PAI peserta didik.

Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen kusioner dengan skala likert.

Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Penelitian

Variabel Dimensi Indikator soal Butir Soal Jumlah Soal

Disiplin Belajar

Disiplin dalam masuk

sekolah

a. Aktif masuk sekolah

1, 4 2

b. Ketepatan waktu masuk sekolah dan

kelas Disiplin

pulang sekolah

a. Meninggalkan lingkungan sekolah sebelum jam pulang

sekolah

7 1

Disiplin dalam mengikuti

pelajaran

a. Membawa buku pelajaran

5, 6, 7, 8 4 b. Tidak membuat

gaduh dalam kelas c. Mencatat materi

yang diberikan guru Disiplin

dalam mengerjakan

tugas

a. Mengerjakan PR di

rumah 3, 13, 20 3

Disiplin belajar di

rumah

a. Aktif dan mandiri belajar di rumah

9, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 21, 22, 23, 24, 25 b. Meluangkan waktu 15

belajar di rumah secara optimal

Jumlah 25

3.4.3 Uji Instrumen Penelitian

Untuk mengetahui suatu keadaan, apakah itu baik atau tidak, berpengaruh atau tidak, berhubungan atau tidak, ada peningkatan atau tidak dan lain sebagainya tentu ada alat ukur yang digunakan. Adapun alat ukur dalam penelitian ini dinamakan instrumen penelitian yang akan mengetahui apakah ada atau tidak pengaruh variabel pertama (X) terhadap variabel kedua (Y).

Untuk mendukung proses pengumpulan data dan memperoleh data yang dibutuhkan peneliti menggunakan instrument berupa angket atau kuesioner. Butir- butir pertanyaan atau pernyataan dalam teori yang relevan dengan variabel penelitian.

3.4.3.1 Uji Validitas Instrumen

r

xy

=

𝑛 βˆ‘ 𝑋.π‘Œβˆ’ βˆ‘ 𝑋.βˆ‘ π‘Œ

βˆšπ‘› βˆ‘ 𝑋2βˆ’ (βˆ‘ 𝑋 )2 βˆšπ‘› βˆ‘ π‘Œ2βˆ’ (βˆ‘ π‘Œ)2

Keterangan:

rxy : koefesien validitas skor butir pernyataan X : skor butir soal tertentu untuk setiap responden Y : skor total (seluruh soal) untuk setiap siswa n : Banyaknya responden

Kriteria validitasnya adalah: Valid jika β€œ rhitunng > rtabel” Tabel 3.4 Hasil Analisis Item Instrumen Kedisiplinan Belajar

No. Butir Instrumen Koefisien Korelasi Keterangan

1 0.525 Valid

2 0.365 Valid

3 0.426 Valid

4 0.067 Tidak Valid

5 0.463 Valid

6 0.298 Valid

7 0.285 Valid

8 0.242 Valid

9 0.242 Valid

10 0.465 Valid

11 0.283 Valid

12 0.509 Valid

13 0.560 Valid

14 0.596 Valid

15 0.746 Valid

16 0.380 Valid

17 0.488 Valid

18 0.524 Valid

19 0.258 Valid

20 0.038 Tidak Valid

21 0.629 Valid

22 0.587 Valid

23 0.614 Valid

24 0.707 Valid

25 0.423 Valid

Setelah melakukan uji validitas variabel X (kedisipinan belajar) yang terdiri dari 25 item pertanyaan terdapat 2 item pertanyaan yang tidak valid dan 23 item pertanyaan yang valid.

3.4.3.2 Uji Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas ialah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukuan dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini berarti menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten atau tetap dapat bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama, dengan menggunakan alat ukur yang sama.

r 11 = (

π‘›βˆ’1𝑛

) (1-

βˆ‘ πœŽπ‘–

2 πœŽπ‘–2

)

Keterangan:

r11 : Reliabilitas

n : jumlah item yang valid

βˆ‘ πœŽπ‘–2 : jumlah varians skor tiap-tiap item πœŽπ‘–2 : variabel total

Kriteria reabilitasnya adalah: Jika β€œ rhitung > rtabel β€œ.

Setalah mengetahui hasil validitasnya data dari kedua variabel, maka dilanjutkan dengan uji realibilitas data yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi IMB Statistik SPSS 16 sebagai berikukt:

Tabel 3.5 Reliability Statistics Variabel X (Kedisiplinan Belajar)

Cronbach Alpha N of Items

.829 23

Sumber Data: IMB SPSS Statistics Versi 16

Berdasarkan tabel reliabilitas instrument variabel x (Kedisiplinan Belajar PAI) diperoleh nilai Alpha Cronbach sebesar 0.829 β‰₯ 0.60 pada tingkat signifikan Ξ± = 5%,

maka instrumen pernyataan memiliki reliabel yang tinggi. Jadi, uji instrumen data pada variabel X sudah valid dan reliabel untuk seluruh butir instrumennya, maka dapat digunakan untuk pengukuran data rangka pengumpulan data.

3.5 Teknik Analisi Data

Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial.

3.5.1 Statistik Deskriptif

Analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif dilakukan dengan mendeskripsikan semua data dari semua variabel yakni variabel kedisiplinan belajar peserta didik (X) dan variabel peningkatan prestasi belajar peserta didik (Y) untuk menjawab rumusan masalah pertama, kedua dan ketiga dalam bentuk presentase, distribusi frekuensi, histogram, grafik, mean, modus, median, dan standar deviasi menggunakan IMB Statistik SPSS 16.

3.5.2 Pengujian Persyaratan Analisis Data 3.5.2.1 Uji Normalitas Data

Tujuan dilakukan uji normalitas terhadap serangkaian data adalah untuk mengetahui apakah data variabel X dan Variabel Y berdistribusi normal atau tidak. Bila data berdistribusi normal, maka dapat digunakan uji statistik parametrik. Adapun metode yang digunakan dalam uji normalitas menggunakan metode One-Sample Kolmogrov- Smirnov Test dengan menggunakan IMB Statistik SPSS 16.40 Adapun kaidah pengujian uji normalitas dengan One-Sample Kolmogrov-Smirnov Test sebagai berikut:

40Syofian Siregar, Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif di Lengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS Versi 17, h. 153

3.5.2.1.1 Kriteria pengujian yang diambil berdasarkan perbandingan antara Dhitung dan Dtabel. Jika Dhitung> Dtabel, maka data berdistribusi normal. Sebaliknya jika Dhitung< Dtabel, maka data tidak berdistribusi normal.

3.5.2.1.2 Kriteria pengujian yanp diambil berdasarkan nilai probabilitas dengan aplikasi IMB Statistik 16. Jika probabilitas (sig) > 0.05, maka data berdistribusi normal. Sebaliknya jika probabilitas (sig) < 0.05, maka data tidak berdistribusi normal.

3.5.2.2 Uji Linearitas Data

Uji Linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubugan yang linear atau tidak secara signifikan. Uji ini biasanya digunakan sebagai persyaratan dalam analisis korelasi atau regresi linear. Pengujian pada SPSS dengan menggunakan Test for Linearity dengan taraf signifikansi 0.05. Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linear bila signifikansi (Linearity) ≀ 0.05.

3.5.2.3 Analisis Inferensial (Pengujian Hipotesis)

Analisis inferensial dalam penelitian ini digunakan untuk menguji hipotesis.

Uji hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak. Pada penelitian ini pengujian hipotesis 1 dan 2 yang diajukan adalah t- test satu sampel dengan kriteria pengujian jika thitung > dari ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sedangkan pegujian hipotesis 3 menggunakan uji F. Adapun hipotesis statistik yang diajukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut dengan bantuan SPSS 16.

Hipotesis Pertama H01 : Β΅ ≀ 0 H11 : Β΅ > 0

Hipotesis Kedua H02 : Β΅ ≀ 0 H22 : Β΅ > 0

Pada hipotesis pertama dan hipotesis kedua menggunakan rumus uji-t, yaitu:

t = π‘₯βˆ’ πœ‡π‘  0

βˆšπ‘›

Keterangan:

x : Rata-rata hasil pengambilan data Β΅0 : Nilai rata-rata ideal

s : Standar deviasi sampel n : Jumlah sampel41

Dengan kriteria pengujian jika thitung β‰₯ttabel, maka H0 ditolak.

Hipotesis Ketiga

Model Regresi Linear : Y = Ξ± + Ξ² Γ— e Fungsi Taksiran : ΕΆ = Ξ± + bx H03 : Ξ² = 0

H33 : Ξ² β‰  0

Adapun pengujian hipotesis ketiga ini menggunakan analisis linear regresi sederhana yaitu:

ΕΆ = a + bx

41Syofian Siregar, Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif, (Cet III; Jakarta: PT Bumi Aksara, 2015) h.195.

Keterangan:

ΕΆ : Variabel terikat (Kedisiplinan Belajar)

x : Variabel bebas (Prestasi Belajar PAI Peserta Didik) a : Konstanta

b : Koefisien regresi/slop

Adapun kriteria pengujiannya jika p-value < Ξ±, 0.05 H0 ditolak.

44 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian

Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Suppa Kabupaten Pinrang terkait kedisiplinan belajar peserta didik mendapatkan tanggapan positif dari peserta didik, hal ini dibuktikan oleh jawaban angket yang telah dibagikan kepada 82 peserta didik.

4.1.1 Kedisiplinan Belajar

Berdasarkan hasil penelitian di lapangan bahwa diperoleh skor kedisiplinan belajar menghasilkan mean sebesar 71.70, median sebesar 71.50, modus sebesar 76, standar deviasi sebesar 9.340, dan varians sebesar 87.227. Untuk mengetahui lebih lanjutnya dilihat pada tabel kedisiplinan belajar sebagai berikut:

Tabel 4.1 Rangkuman Hasil Statistik Deskriptif (Variabel X)

Mean Median Modus Stndar deviasi

71.70

71.50 76 9.340

Sumber Data: IMB SPSS Statistics Versi 16

Sedangkan distribusi frekuensi skor variabel kedisiplinan belajar dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini tabel 4.2 distribusi frekuensi variabel (X).

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi (Variabel X)

Interval F Presentase

52 – 57 8 9.6

58 – 63 8 9.4

64 – 69 16 19.6

70 – 75 18 21.9

76 – 81 21 25.6

82 – 87 9 10.9

88 – 93 2 2.4

Sumber Data: IMB SPSS Statistics Versi 16

Sesuai distribusi frekuensi, untuk skor total yang diperoleh setiap responden dengan nilai terendah 53, 55, 58, 59, 60, 61, 65, 72, 82, 83, 86, 91, dan 92 masing- masing memiliki 1 frekuensi (1.2%), nilai terbanyak 76 memiliki 6 frekuensi (7.3%).

Hal ini tergambar jelas pada histogram. Adapun bentuk histogram sebagai berikut:

Gambar 4.1 Histogram Variabel X (Kedisiplinan Belajar)

Sumber Data: Miccrosoft Excel 2007

Berdasarkan data yang terlihat pada tabel distribusi frekuensi diatas, jika dibandingkan dengan nilai rata-rata sebesar 71.70. menunjukkan bahawa skor

0 5 10 15 20 25

52 – 57 58 – 63 64 – 69 70 – 75 76 – 81 82 – 87 88 – 93

Kedisiplinan Belajar

pengaruh kedisiplinan belajar berada pada skor kelompok rata-rata sebanyak 1 frekuensi (1.2%), yang berada pada skor dibawah rata-rata sebanyak 41 orang (49.8%), dan yang berada pada kelompok diatas nilai rata-rata sebanyak 40 responden (48,6%). Penentuan kategori dari skor kedisiplinan belajar dilakukan dengan menggunakan kriteria bentuk presentase sebagai berikut:

Tabel 4.3 Presentase Interval Koefisien Kedisiplinan Belajar

No Interval Koefisien Tingkat Hubungan

1 90%-100% Kategori Sangat Tinggi

2 80%-89% Kategori Tinggi

3 70%-79% Kategori Sedang

4 60%-69% Kategori Rendah

5 0%-59% Sangat Rendah42

Skor total variabel kedisiplinan belajar yang diperoleh dari hasil penelitian adalah 5879, skor teoritik tertinggi variabel ini tiap responden adalah 23 x 4 = 92, karena jumlah responden 82 orang maka skor kriteria adalah 82 x 92 = 7544 sehingga kedisiplinan belajar adalah 5879 : 7544 = 0,78 atau 78% dari kriteria yang ditetapkan, jadi variabel kedisiplinan belajar berada pada kategori sedang.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan belajar termasuk dalam kategori sedang, hal ini sesuai dengan hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa kedisiplinan belajar dilakukan secara maksimal, ini disebabkan karena melihat dari prestasi belajar PAI peserta didik yang diperoleh di sekolah.

42Suharsimi Arikunto, Evaluasi Pendidikan, h. 45

4.1.2 Prestasi Belajar PAI Peserta Didik

Berdasarkan hasil penelitian di lapangan bahwa diperoleh skor prestasi belajar PAI peserta didik menghasilkan mean sebesar 84.85, median sebesar 85.00, modus sebesar 90, dan standar deviasi sebesar 4.184. Untuk mengetahui lebih lanjutnya dilihat pada tabel kedisiplinan belajar sebagai berikut:

Tabel 4.4 Rangkuman Hasil Statistik Deskriptif (Variabel Y)

Mean Median Modus Stndar deviasi

84.85 85.00 90 4.184

Sumber Data: IMB SPSS Statistics Versi 16

Adapun distribusi frekuensi skor variabel prestasi belajar PAI peserta didik dapat dilihat pada tabel beikut:

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar PAI Peserta Didik

Interval F Presentase

70 – 73 1 1.2%

74 – 77 1 1.2%

78 – 81 16 19.5%

82 – 85 28 34.1%

86 – 89 21 25.6%

90 – 93 15 18.3%

Sumber Data: IMB SPSS Statistics Versi 16

Sesuai distribusi frekuensi untuk skor total yang diperoleh setiap responden dengan nilai terendah 70, 77, 81, dan 92 masing-masing memiliki 1 frekuensi (1.2%) nilai terbanyak 90 memiliki 14 (17.1%). Hal ini tergambar jelas pada histogram.

Adapun bentuk histogram sebagai berikut:

Gambar 4.2 Histogram Prestasi Belajar PAI Peserta Didik

Sumber Data: Microsoft Excel 2007

Berdasarkan data yang terlihat pada tabel distribusi frekuensi di atas, jika dibandingkan dengan nilai rata-rata sebesar 84.85. menunjukkan bahwa skor prestasi belajar PAI peserta didik berada dibawah kelompok rata-rata sebanyak 34 responden (41.4%) dengan sebaran nilai 70-84, yang berada pada skor rata-rata ialah sebanyak 12 responden (14.6%) dengan sebaran nilai 85, dan yang berada pada kelompok di atas nilai rata-rata 36 responden (43.9%) dengan sebaran nilai 86-92.

4.1.4 Uji Normalitas Data

Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode One-Sample Kolmogrov-Smirnov Test dengan menggunakan IMB Statistik 16 dengan menggunakan taraf signifikansi 0.05. Data dinyatakan berdistribusi normal apabila (sig) > 0.05 atau 5%, adapun perhitungan selengkapnya terlampir dan berikut merupakan ringkasan hasil uji normalitas data.

0 5 10 15 20 25 30

70 – 73 74 – 77 78 – 81 82 – 85 86 – 89 90 – 93

Kedisiplinan Belajar PAI Peserta Didik

Tabel 4.6 Uji Normalitas Menggunakan Analisis one sample kolmogrov-smirnov test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 82

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 4.02985852

Most Extreme Differences Absolute .069

Positive .046

Negative -.069

Kolmogorov-Smirnov Z .621

Asymp. Sig. (2-tailed) .836

Sumber Data: IMB SPSS Statistics Versi 16

Kriteria pengujian yang diambil berdasarkan nilai probabilitas dengan aplikasi IMB Statistik SPSS 16. Jika probability (sig) > 0.05, maka data berdistribusi normal.

Sebaliknya jika probabilitas (sig) < 0.05, maka data tidak berdistribusi normal. Nilai probabilitas (sig) menunjukkan 0.836 β‰₯ 0.05 maka hal ini berarti bahwa distribusi frekuensi berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

4.1.5 Uji Linearitas

Tujuan dilakukan uji linearitas adalah untuk mengetahui apakah antara variabel dependent Y (Prestasi Belajar PAI Peserta Didik) dan variabel independent X (Kedisiplinn Belajar) mempunyai hubungan linear dengan menggunakan analisis

regresi linear. Uji ini digunakan sebagai prasyarat dalam penerapan metode regresi linear sederhana yakni analisis data selanjutnya:43

Uji linearitas dilakukan dengan menggunakan uji F menggunakan aplikasi IMB Statistik SPSS 16. Adapun hasil olah data peneliti sebagai berikut:

Tabel 4.7 Uji Linearitas

ANOVA Table

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

VAR00002

* VA R00 001

Between Gr ou ps

(Combined) 741.944 34 21.822 1.517 .092

Linearity 102.823 1 102.823 7.146 .010

Deviation from

Linearity 639.121 33 19.367 1.346 .173

Within Groups 676.300 47 14.389

Total 1418.244 81

Sumber Data: IMB SPSS Statistics Versi 16 Hipotesis Statistik:

H0: Y = Ξ± + Ξ²x (regresi linear) H1 : Y β‰  Ξ± + Ξ²x (regresi tak linear)

Uji linearitas persamaan garis regresi diperoleh dari baris deviation from linearty yaitu F= 1.346 dengan p-value = 0.173. kriteria pengujian yang diambil berdasarkan nilai probabilitas dengan aplikasi IMB Statistik SPSS 16. Jika probabilitas (sig) Deviation linearity > 0.05 maka data berpola linear. Sebaliknya jika probabilitas (sig) Deviation linearity < 0.05 maka data tidak berpola linear. Dari hasil

43Syofiaan Siregar, Statistik Parametrik Untuk Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS Versi 17, h. 153

output diatas, diperoleh nilai sig = 0.173 > 0.05 yang artinya terdapat hubungan yang linear secar signifikan antara variabel kedisplinan belajar dengan prestasi belajar PAI peserta didik.

4.1.6 Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis berisi tentang kebenaran hipotesis berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian. Dalam penelitian ini terdapat tiga hipotesis yang dirumuskan dan masing-masing hipotesis akan diuji kebenarannya.

4.3.1 Rumusan Hipotesis Pertama Tabel 4.8 One Sample Test

One-Sample Test Test Value = 0

t df Sig. (2-tailed) Mean Difference 95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

VARIAVARIABEL X

66.780 81 .000 69.756 67.68 71.83

Sumber Data: IMB SPSS Statistics Versi 16

Nilai sig (2-tailed) diperoleh dari baris One Sample Test kolom ke-2, yaitu t = 0.000. Karena nilai sig (2-tailed) = 0.000 < Ξ± = 0.05 H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan belajar berpengaruh signifikan atau positif terhadap prestasi belajar PAI peserta didik di kelas VIII SMP Negeri 2 Suppa Kabupaten Pinrang dari yang ditetapkan.

4.3.2 Rumusa Hipotesis Kedua Tabel 4.9 One Sample Test

One-Sample Test Test Value = 0

t df Sig. (2-tailed) Mean Difference 95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

VARIAVARIABEL Y

183.630 81 .000 84.854 83.93 85.77

Sumber Data: IMB SPSS Statistics Versi 16

Nilai sig (2-tailed) diperoleh dari baris One Sample Test kolom ke-2, yaitu t = 0.000. Karena nilai sig (2-tailed) = 0.000 < Ξ± = 0.05 H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan belajar berpengaruh signifikan atau positif terhadap prestasi belajar PAI peserta didik di kelas VIII SMP Negeri 2 Suppa Kabupaten Pinrang dari yang ditetapkan.

4.3.3 Rumusan Hipotesis Ketiga

Pengujian hipotesis ketiga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

Pengaruh kedisiplinan belajar terhadap prestasi belajar PAI peserta didik di kelas VIII SMP Negeri 2 Suppa Kabupaten Pinrang.

4.3.3.1 Uji Signifikansi Koefisien Koreslasi X dan Y Tabel 4.10 Model Summary

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .269a .073 .061 4.055

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .269a .073 .061 4.055

a. Predictors: (Constant), VAR00001 b. Dependent Variable: VAR00002

Sumber Data: IMB SPSS Statistic Versi 16

Uji signifikansi koefisien korelasi diperoleh berdasarkan tabel model summary. Diperoleh R = 0.269 maka koefisien korelasi signifikan.

Kd = r2 x 100%

Kd = 0.2692 x 100% = 7.24%

Nilai koefisien determinasinya sebesar 7.24% maka dapat disimpulkan pengaruh kedisiplinan belajar (X) terhadap prestasi belajar PAI peserta didik (Y) sebesar 7.24%, sedangkan 92.76 % prestasi belajar PAI peserta didik dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh peneliti.

Hipotesis Statistik:

H0Ξ² = 0 H1 Ξ² β‰  0

4.11 Tabel Output SPSS Uji Signifikansi

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 102.823 1 102.823 6.253 .014a

Residual 1315.421 80 16.443

Total 1418.244 81

a. Predictors: (Constant), VAR00001

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 102.823 1 102.823 6.253 .014a

Residual 1315.421 80 16.443

Total 1418.244 81

b. Dependent Variable: VAR00002

Sumber Data: Output IMB Statistik SPSS 16

Uji signifikansi persamaan garis regresi diperoleh dari baris regression kolom ke-5, yaitu F (b/a) = 6.253 dan p-value = 0.014. Kriteria pengujian yang diambil berdasarkan nilai pribabilitas dengan aplikasi IMB statistik SPSS 16. Jika pribabilitas sig regression < 0.05, maka regresi signifikan. Sebaliknya jika probabilitas (sig) >

0.05, maka regresi tidak signifikan. Dari hasil output di atas, diperoleh nilai signifikansi = 0.014 < 0.05, maka H0 ditolak artinya regresi X atas Y adalah signifikan atau kedisiplinan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar PAI peserta didik.

Hasil perhitungan persamaan linear sederhana menunjukkan angka koefisien regresi, nilainya sebesar 0.121 angka ini mengandung arti bahwa nilai koefisien regresi bernilai positif (+), hal ini menjelaskan bahwa prestasi belajar (X) berpengaruh positif terhadap prestasi belajar PAI peserta didik (Y). Hal ini dibuktikan setelah menganalisis dengan program SPSS 16. Adapun hasil analisis data untuk menguji hipotesis ketiga yang dirumuskan peneliti sebagai berikut:

Dokumen terkait