BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Populasi dan sampel penelitian
I. Hipotesis statistik
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen mempengaruhi variabel dependen secara individu atau sendiri-sendiri dan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel independen dengan variabel dependen diukur dengan sebagai berikut :
1. Uji Signifikansi Parameter (Uji T)
Uji ini digunakan untuk melihat tingkat signifikansi variabel independen mempengaruhi variabel dependen secara individu atau sendiri- sendiri. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji t statistik untuk masing- masing variabel independen dengan tingkat kepercayaan tertentu.
Syarat yang harus diperhatikan dalam meganalisa hasi uji-t adalah sebagai berikut:
1) Apabila nilai probabilitas signifikansi > 0.05, maka H1 diterima 2) Apabila nilai probabilitas signifikansi < 0,05, maka H1 ditolak 3) Menentukan t tabel
Untuk menentukan t tabel dengan menggunakan tingkat α 5% dan derajat kepercayaan (dk) = α/2 ,n-k.
Di mana:
n : jumlah data k : jumlah variabel
2. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Menurut Bawono koefisien determinasi (R2) menunjukkan sejauh mana tingkat hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen atau sejauh mana kontribusi variabel independen mempengaruhi variabel dependen.20
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kualias pelayanan terhadap minat nasabah menabung pada Bank BNI Syariah.
20 Anton Bawono, Multivariate Analysis dengan SPSS. (Salatiga: STAIN Salatiga Press, 2006), h. 92
52
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi data
1. Sejarah singkat PT. BNI Syariah
Tempaan krisis moneter tahun 1997 membuktikan ketangguhan sistem perbankan syariah. Prinsip Syariah dengan 3 (tiga) pilarnya yaitu adil, transparan dan maslahat mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sistem perbankan yang lebih adil. Dengan berlandaskan pada Undang-undang No.10 Tahun 1998, pada tanggal tanggal 29 April 2000 didirikan Unit Usaha Syariah (UUS) BNI dengan 5 kantor cabang di Yogyakarta, Malang, Pekalongan, Jepara dan Banjarmasin. Selanjutnya UUS BNI terus berkembang menjadi 28 Kantor Cabang dan 31 Kantor Cabang Pembantu.
Disamping itu nasabah juga dapat menikmati layanan syariah di Kantor Cabang BNI Konvensional (office channelling) dengan lebih kurang 1500 outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di dalam pelaksanaan operasional perbankan, BNI Syariah tetap memperhatikan kepatuhan terhadap aspek syariah. Dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang saat ini diketuai oleh KH.Ma’ruf Amin, semua produk BNI Syariah telah melalui pengujian dari DPS sehingga telah memenuhi aturan syariah. Berdasarkan Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor
12/41/KEP.GBI/2010 tanggal 21 Mei 2010 mengenai pemberian izin usaha kepada PT Bank BNI Syariah. Dan di dalam Corporate Plan UUS BNI tahun 2003 ditetapkan bahwa status UUS bersifat temporer dan akan dilakukan spin off tahun 2009. Rencana tersebut terlaksana pada tanggal 19 Juni 2010 dengan beroperasinya BNI Syariah sebagai Bank Umum Syariah (BUS). Realisasi waktu spin off bulan Juni 2010 tidak terlepas dari faktor eksternal berupa aspek regulasi yang kondusif yaitu dengan diterbitkannya UU No.19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan UU No.21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.
Disamping itu, komitmen Pemerintah terhadap pengembangan perbankan syariah semakin kuat dan kesadaran terhadap keunggulan produk perbankan syariah juga semakin meningkat.1
Juni 2014 jumlah cabang BNI Syariah mencapai 65 Kantor Cabang, 161 Kantor Cabang Pembantu, 17 Kantor Kas, 22 Mobil Layanan Gerak dan 20 Payment Point.
a. Visi dan Misi PT. BNI Syariah2 1) Visi PT. BNI Syariah
Menjadi bank syariah pilihan masyarakat yang unggul dalam layanan dan kinerja.
2) Misi PT. BNI Syariah
a) Memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan peduli pada kelestarian lingkungan.
1 https://www.bnisyariah.co.id/id-id/perusahaan/tentangbnisyariah/sejarah (diakses pada 24 februari 2019 jam 22:39)
2 https://www.bnisyariah.co.id/id-id/perusahaan/tentangbnisyariah/visimisi (diakses pada 24 februari 2019 jam 22:39)
b) Memberikan solusi bagi masyarakat untuk kebutuhan jasa perbankan syariah.
c) Memberikan nilai investasi yang optimal bagi investor.
d) Menciptakan wahana terbaik sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi bagi pegawai sebagai perwujudan ibadah.
e) Menjadi acuan tata kelola perusahaan yang amanah.
b. Ruang lingkup perusahaan
Dalam menjalankan operasional bisnis perbankan, PT. BNI Syariah memiliki produk yang dapat menunjang dan memfasilitasi kebutuhan nasabahnya antara lain :
1) Pendanaan3
a) BNI Giro iB Hasanah
BNI Giro iB Hasanah adalah simpanan transaksional dalam mata uang IDR dan USD yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan pilihan akad Mudharabah Mutlaqah atau Wadiah Yadh Dhamanah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan Cek, Bilyet Giro, Sarana Perintah pembayaran lainnya atau dengan Pemindahbukuan.
b) BNI Deposito iB Hasanah
BNI Deposito iB Hasanah yaitu investasi berjangka yang dikelola berdasarkan prinsip syariah yang ditujukan bagi
3 https://www.bnisyariah.co.id/id-id/personal/pendanaan/bnigiroibhasanah (Diakses pada 24 februari 2019 jam 23:00)
nasabah perorangan dan perusahaan, dengan menggunakan akad mudharabah.
c) BNI Tabungan IB Hasanah (1) BNI Dollar iB Hasanah
Tabungan yang dikelola dengan akad wadiah dan mudharabah yang memberikan berbagai fasilitas serta kemudahan bagi Nasabah Perorangan dan Non Perorangan dalam mata uang USD.
(2) BNI SimPel iB Hasanah
Tabungan dengan akad wadiah untuk siswa berusia di bawah 17 tahun dengan persyaratan mudah dan sederhana serta fitur yang menarik untuk mendorong budaya menabung sejak dini.
(3) BNI Baitullah iB Hasanah
Tabungan dengan akad Mudharabah 2atau Wadiah yang dipergunakan sebagai sarana untuk mendapatkan kepastian porsi berangkat menunaikan ibadah Haji (Reguler/Khusus) dan merencanakan ibadah Umrah sesuai keinginan penabung dengan sistem setoran bebas atau bulanan dalam mata uang Rupiah dan USD.
(4) BNI Prima iB Hasanah
Tabungan dengan akad Mudharabah dan Wadiah yang memberikan berbagai fasilitas serta kemudahan bagi Nasabah segmen high networth individuals secara
perorangan dalam mata uang rupiah dan bagi hasil yang lebih kompetitif.
(5) BNI Tunas iB Hasanah
Tabungan dengan akad Wadiah dan Mudharabah yang diperuntukkan bagi anak-anak dan pelajar yang berusia di bawah 17 tahun.
(6) BNI Bisnis iB Hasanah
Tabungan dengan akad Mudharabah dan Wadiah yang dilengkapi dengan detil mutasi debet dan kredit pada buku tabungan dan bagi hasil yang lebih kompetitif dalam mata uang rupiah
(7) BNI iB Hasanah
Tabungan dengan akad Mudharabah atau Wadiah yang memberikan berbagai fasilitas serta kemudahan dalam mata uang Rupiah.
(8) BNI Tapenas iB Hasanah
Tabungan berjangka dengan akad Mudharabah untuk perencanaan masa depan yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan sistem setoran bulanan yang bermanfaat untuk membantu menyiapkan rencana masa depan seperti rencana liburan, ibadah umrah, pendidikan ataupun rencana masa depan lainnya.
(9) BNI TabunganKu iB Hasanah
Produk simpanan dana dari Bank Indonesia yang dikelola sesuai dengan prinsip syariah dengan akad Wadiah dalam mata uang Rupiah untuk meningkatkan kesadaran menabung masyarakat.
2) Pembiayaan a) Konsumen4
(1) BNI Griya iB Hasanah
Fasilitas pembiayaan konsumtif yang diberikan kepada anggota masyarakat untuk membeli, membangun, merenovasi rumah (termasuk ruko, rusun, rukan, apartemen dan sejenisnya), dan membeli tanah kavling serta rumah indent, yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan dan kemampuan membayar kembali masing- masing calon nasabah.
(2) BNI Multiguna iB Hasanah
Fasilitas Pembiayaan Konsumtif yang diberikan kepada anggota masyarakat untuk pembelian barang kebutuhan konsumtif dan/atau jasa sesuai prinsip syariah dengan disertai agunan berupa tanah dan bangunan yang ditinggali berstatus SHM atau SHGB dan bukan barang yang dibiayai.
4 https://www.bnisyariah.co.id/id-id/personal/pembiayaan/konsumer ( Diakses 24 februari 2019 jam 23:10)
(3) BNI Oto iB Hasanah
Fasilitas pembiayaan konsumtif murabahah yang diberikan kepada anggota masyarakat untuk pembelian kendaraan bermotor yang dibayar dengan pembiayaan ini.
(4) BNI Emas iB Hasanah
Fasilitas pembiayaan yang diberikan untuk membeli emas logam mulia dalam bentuk batangan yang diangsur setiap bulannya melalui akad murabahah (jual beli).
(5) CCF iB Hasanah
Pembiayaan yang dijamin dengan agunan likuid, yaitu dijamin dengan Simpanan dalam bentuk Deposito, Giro, dan Tabungan yang diterbitkan BNI Syariah.
(6) Fleksi iB Hasanah Umroh (Fleksi Umroh)
Pembiayaan konsumtif bagi anggota masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pembelian Jasa Paket Perjalanan Ibadah Umroh melalui BNI Syariah yang telah bekerja sama dengan Travel Agent sesuai dengan prinsip syariah.
3) Mikro5
a) Rahn Mikro
Pembiayaan mulai dari Rp. 500 ribu hingga Rp. 50 Juta.
Dengan jangka waktu pembiayaan 3,6,9,12 bulan (tidak dapat
5 https://www.bnisyariah.co.id/id-id/personal/pembiayaan/mikro ( Diakses 24 februari 2019 jam 23:11)
diperpanjang) untuk tujuan modal usaha /produktif, biaya pendidikan, kesehatan, dll (konsumtif) dan keperluan lainnya.
b) Mikro 2 iB Hasanah
Pembiayaan mulai dari Rp. 5 Juta hingga Rp. 50 Juta.
Dengan jangka waktu pembiayaan mulai 6 bulan hingga 36 bulan. Untuk tujuan pembiayaan pembelian barang modal kerja, investasi produktif dan pembelian barang lainnya (konsumtif).
c) Mikro 3 iB Hasanah
Pembiayaan mulai dari > Rp. 50 Juta hingga Rp. 500 Juta.
Dengan jangka waktu pembiayaan mulai 6 bulan hingga 60 bulan*). Untuk tujuan pembiayaan pembelian barang modal kerja, investasi produktif dan pembelian barang lainnya (konsumtif)
4) Korporasi6
a) BNI Syariah Multifinance
Pembiayaan kepada Multifinance adalah penyaluran pembiayaan langsung dengan pola executing, kepada Multifinance untuk usahanya dibidang perusahaan pembiayaan sesuai dengan prinsip Syariah
b) BNI Syariah Linkage Program
Pembiayaan Kerjasama Linkage Program iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan dimana BNI Syariah sebagai pemilik dana menyalurkan pembiayaan dengan pola executing
6 https://www.bnisyariah.co.id/id-id/personal/pembiayaan/korporasi ( Diakses 24 februari 2019 jam 23:15)
kepada Lembaga Keuangan Syariah (LKS) (BMT, BPRS, KJKS, dll) untuk diteruskan ke end user (pengusaha mikro, kecil, dan menengah syariah). Kerjasama dengan LKS dapat dilakukan secara langsung ataupun melalui Lembaga Pendamping.
c) BNI Syariah Kopkar/Kopeg
Pembiayaan Kerjasama Kopkar/Kopeg iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan mudharabah produktif dimana BNI Syariah sebagai pemilik dana menyalurkan pembiayaan dengan pola executing kepada Koperasi Karyawan (Kopkar)/Koperasi Pegawai (kopeg) untuk disalurkan secara prinsip syariah ke end user/pegawai.
d) BNI Syariah Usaha Besar
Usaha Besar iB Hasanah adalah pembiayaan syariah yang digunakan untuk tujuan produktif (modal kerja maupun investasi) kepada pengusaha pada segmentasi besar berdasarkan prinsip-prinsip pembiayaan syariah.
e) BNI Syariah Valas
Pembiayaan Valas iB Hasanah adalah pembiayaan yang diberikan oleh unit operasional dalam negeri kepada nasabah pembiayaan dalam negeri, dalam bentuk mata uang valuta asing.
f) BNI Syariah Ekspor
Pembiayaan Ekspor iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada eksportir (perusahaan
ekspor), baik dalam rupiah maupun valuta asing untuk keperluan modal kerja dalam rangka pengadaan barang-barang yang akan diekspor (sebelum barang dikapalkan/preshipment) dan/atau untuk keperluan pembiayaan proyek investasi dalam rangka produksi barang ekspor.
g) BNI Syariah Onshore
Pembiayaan Onshore iB Hasanah adalah pembiayaan yang diberikan oleh unit operasional dalam negeri kepada nasabah pembiayaan dalam negeri, dalam bentuk mata uang valuta asing untuk membiayai usaha yang dikategorikan kegiatan ekspor (penghasil devisa).
h) BNI Syariah Sindikasi
Pembiayaan Sindikasi iB Hasanah adalah pembiayaan yang diberikan oleh dua atau lebih Lembaga Keuangan untuk membiaya suatu proyek/usaha dengan syarat-syarat dan ketentuan yang sama, menggunakan dokumen yang sama dan diadministrasikan oleh Agen yang sama pula.
5) Usaha kecil & menengah7 a) BNI Syariah Wirausaha
Wirausaha iB Hasanah (WUS) adalah fasilitas pembiayaan produktif yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan usaha-usaha produktif (modal kerja dan investasi)
7 https://www.bnisyariah.co.id/id-id/personal/pembiayaan/usahakecilmenengah ( Diakses 23 februari 2019 jam 23:21)
yang tidak bertentangan dengan syariah dan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
b) BNI Syariah Valas
Pembiayaan Valas iB Hasanah adalah pembiayaan yang diberikan oleh unit operasional dalam negeri kepada nasabah pembiayaan dalam negeri, dalam bentuk mata uang valuta asing c) BNI Syariah Kopkar/Kopeg
Pembiayaan Kerjasama Kopkar/Kopeg iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan mudharabah produktif dimana BNI Syariah sebagai pemilik dana menyalurkan pembiayaan dengan pola executing kepada Koperasi Karyawan (Kopkar)/Koperasi Pegawai (kopeg) untuk disalurkan secara prinsip syariah ke end user/pegawai.
d) BNI Syariah Dealer iB Hasanah
Pola kerjasama pemasaran dealer dilatarbelakangi oleh adanya potensi pembiayaan kendaraan bermotor secara kolektif yang melibatkan end user dalam jumlah yang cukup banyak. Hal tersebut membutuhkan tenaga yang cukup besar dalam hal penyaluran, pemantauan, atau penyelesaian pembiayaannya.
e) BNI Syariah Usaha Kecil
Usaha Kecil iB Hasanah adalah pembiayaan syariah yang digunakan untuk tujuan produktif (modal kerja maupun investasi) kepada pengusaha kecil berdasarkan prinsip-prinsip pembiayaan syariah.
f) BNI Syariah Linkage
Pembiayaan Kerjasama Linkage Program iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan dimana BNI Syariah sebagai pemilik dana menyalurkan pembiayaan dengan pola executing kepada Lembaga Keuangan Syariah (LKS) (BMT, BPRS, KJKS, dll) untuk diteruskan ke end user (pengusaha mikro, kecil, dan menengah syariah). Kerjasama dengan LKS dapat dilakukan secara langsung ataupun melalui Lembaga Pendamping
2. Struktur organisasi
struktur organisasi dan deskripsi tugas di Bank BNI syariah Fatmawati adalah sebagai berikut :
a. Recovery & Remedial Head 1) Recovery & remedial officer
a) Melakukan Collection kepada nasabah dengan kategori kolektibilitas 3,4,5 dan hapus buku (HB).
b) Memproses usulan penyelamatan nasabah pembiayaan dengan kategori kolektibilitas 3,4,5.
c) Memproses usulan dan eksekusi penyelesaian nasabah dengan kategori 3,4,5 & hapus buku (HB).
d) Memproses usulan hapus buku nasabah pembiayaan dengan kategori kolektibilitas 3,4,5.
2) Recovery & remedial assistant
Pekerjaan yang dilakukan recovery & remedial assistant kurang lebih sama dengan Recovery & remedial office.
b. SME financing head
1) Memasarkan produk pembiayaan produktif ritel.
2) Memproses permohonan pembiayaan ritel.
3) Melakukan penilaian jaminan nasabah terkait proses permohonan pembiayaan produktif ritel.
4) Mengelola pemantauan, melakukan collection dan memproses usulan pembiayaan produktif ritel dengan kategori krloktibilitas 1 dan 2.
5) Memproses pengalihan pengelolaan nasabah pembiayaan produktif kepada recovery % remedial head sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
c. Custemer sales head 1) Sales office
a) Memasarkan produk dana dan jasa konsumer dan institusi / kerjasama lembaga.
b) Memasarkan produk pembiayaan konsumer.
c) Membina hubungan, memantau perkembangan dan melakukan cross / up selling kepada nasabah existing, khususnya nasabah institusi dan kerjasama lembaga.
d) Mengelola pemasaran yang dilakukan petugas direct sales.
2) Sales assitent
a) Memasarkan produk dana dan jasa konsumer dan institusi / kerjasama lembaga.
b) Memasarkan produk pembiayaan konsumer.
c) Memproses verifikasi awal permohonan pembiayaan konsumen.
d) Memproses pembiayaan talangan haji.
d. Custemen processing head 1) Consumer processing assitent
a) Melakukan verifikasi data & kelengkapan dokumen permohonan pembiayaan konsumen.
b) Melakukan penilaian jaminan nasabah terkait proses permohonan pembiayaan konsumen, jika cabang belum mengikuti aktivasi sentra taksasi.
c) Memproses permohonan pembiayaan konsumer melalui aplikasi proses pembiayaan (origination) dan mengelola validitas data.
d) Mengajukan keputusan atas pembiayaan konsumer yang telah diproses.
e) Melakukan pemeriksaan data sistem informasi debitur untuk pembiayaan produktif dan konsumer.
2) Collection assitent
a) Melakukan collaction dan memproses usulan penyelamatan pembiayaan konsumer dengan kategori kolektibilitas 1 dan 2 termasuk atas nasabah non-skoring agunan likuid.
b) Memproses pengalihan pengelolaan nasabah pembiayaan konsumer kepada recovery & remedial head sesuai ketentuang yang berlaku.
e. Financing CARD businnes
1) Menyusun rencana strategi dan laporan penjualan kartu pembiayaan (hasanah card) untuk wilayah pemasaran yang menjadi tanggung jawabnya.
2) Memasarkan produk kartu pembiayaan.
3) Memproses verifikasi awal permohonan kartu pembiayaan .
4) Melakukan dan mensupervisi aktivitas collection kartu pembiayaan diwilayah yang menjadi tanggung jawabnya.
5) Mengelola kepegawaian dan menjalankan proses rekrutmen tenaga pemasar kartu pembiayaan yang berstatus outsourcing.
6) Berkoordinasi dengan kantor pusat terkait dengan permasalahan pemasaran, organisasi dan collection kartu pembiayaan dwilayah yang menjadi tanggung jawabnya.
f. Customer service head 1) Teller
a) Memproses permintaan transaksi keuangan dan non-keuangan terkait rekening dana yang dilakukan melalui kantor cabang.
b) Mengelola kebutuhan kas harian sesuai dengan ketentuan pagu kas.
c) Melakukan prinsip AAPU & PPT.
2) Customer service
a) Melakukan pemasaran dana konsumer kepada nasabah walk in dan cross / up selling kepada nasabah dana existing.
b) Memproses pembukaan dan penutupan rekening giro/tabungan/deposito.
c) Memproses permohonan gadai / kepemilikan emas dan CCF.
d) Melakukan prinsip APU dan PPT.
g. Operational head
1) Financing suport assistent
a) Mengelola proses administrasi pembiayaan (akad, pengikat, SKP, ceklist, asuransi, dokumen to be obttained, dll).
b) Memproses transaksi pencairan angsuran dan pelunasan.
c) Mengelola rekening pembiayaan termasuk perubahan data rekening dan jaminan.
d) Mengelola penyimpanan dokumen pembiayaan dan dokumen jaminan pembiayaan.
e) Mengelola laporan kepada regulator terkait data debitur.
f) Mengelola hubungan dengan notatis.
2) Operational assitent
a) Melakukan pembukuan transaksi cabang.
b) Memproses transaksi kliring.
c) Mengelola daftar hitam nasabah.
d) Menyelesaikan daftar post terbuka.
e) Memproses pembukaan garansi bank, L/C dan SKBDN.
h. General affairs head
1) Mengelola laporan keuangan dan kebenaran pembukuan transaksi- transaksi cabang.
2) Mengelola administrasi data-data kepegawaian cabang.
3) Mengelola urusan pengadaan cabang dan urusan umum lainnya.
4) Mengelola kepegawaian menunjang (satuan pengamanan, sopir, pelayanan, jaga malam. dll) cabang.
3. Profil responden
Dalam penelitian sampel, karakteristik responden di kelompokan menjadi 4 yaitu jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaan. Oleh karena itu uraian mengenai karakteristik responden dapat di uraikan sebagai berikut:
a. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Tabel 4.1
Karakteristik responden sesuai jenis kelamin
JENIS KELAMIN
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid laki-laki 55 57.3 57.3 57.3
perempuan 41 42.7 42.7 100.0
Total 96 100.0 100.0
Sumber : Data di olah PT BNI Syariah
laki-laki 57%
perempuan 43%
laki-laki perempuan
Gambar 4.1
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
Berdasarkan tabel 4.1 dan gambar 4.1 di atas diketahui bahwa jumlah responden perempuan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah responden laki-laki. Jumlah responden perempuan sebanyak 41 orang dengan persentase 42,7% dan responden laki-laki sebanyak 55 orang dengan jumlah persentase 57,3%.
b. Karakteristik responden berdasarkan usia Tabel 4.2
Karakteristik responden berdasarkan usia
USIA
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid < 20 14 14.6 14.6 14.6
21-30 30 31.2 31.2 45.8
31-40 21 21.9 21.9 67.7
> 40 31 32.3 32.3 100.0
Total 96 100.0 100.0
Sumber : Data di olah PT BNI Syariah
Gambar 4.2
Karakteristik responden berdasarkan usia
<20 15%
21-30 31-40 31%
22%
>40 32%
<20 21-30 31-40 >40
Berdasarkan tabel 4.2 dan gambar 4.2 diatas diketahui bahwa usia responden < 20 sebanyak 14 orang dengan persentase 14,6%, usia responden 21-30 sebanyak 30 orang dengan persentase 31,2%, usia responden 31-40 sebanyak 21 orang dengan persentase 21,9% dan usia responden > 40 sebanyak 31 orang dengan persentase 32,3%.
c. Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan Tabel 4.3
Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan
PENDIDIKAN
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid SMA 34 35.4 35.4 35.4
D3 14 14.6 14.6 50.0
S1 29 30.2 30.2 80.2
Lainnya 19 19.8 19.8 100.0
Total 96 100.0 100.0
Sumber : Data di olah PT BNI Syariah
Gambar 4.4
Karakteristik responden berdasarkan pendidikan
Berdasarkan tabel 4.3 dan gambar 4.3 diketahui bahwa responden berpendidikan SMA sebanyak 34 orang dengan persentase
SMA 35%
D3 15%
S1 30%
LAINNYA 20%
SMA D3 S1 LAINNYA
35,4%, responden berpendidikan D3 sebanyak 14 orang dengan persentase 14,6%, responden berpendidikan S1 sebanyak 29 orang dengan persentase 30,2% dan responden berpendidikan lainnya atau diluar SMA,D3 dan S1 sebanyak 19 orang dengan persentase 19,8%.
d. Karakteristik responden berdasarkan berdasarkan pekerjaan Tabel 4.4
Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan
PEKERJAAN
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid pegawai negri 7 7.3 7.3 7.3
pegawai swasta 18 18.8 18.8 26.0
wirausaha 30 31.2 31.2 57.3
lainnya 41 42.7 42.7 100.0
Total 96 100.0 100.0
Sumber : Data di olah PT BNI Syariah
Gambar 4.5
Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan
Berdasarkan tabel 4.4 dan gambar 4.5 di atas dapat diketahui bahwa responden yang bekerja sebagai pegawai negri sebanyak 7 orang dengan persentase 7,3%, responden yang bekerja sebagai pegawai swasta
pegawai negri 7% pegawai
swasta 19%
wirausaha 31%
lainnya 43%
pegawai negri pegawai swasta wirausaha lainnya
sebanyak 18 dengan persentase 18,8%, responden yang bekerja sebagai wirausaha sebanyak 30 orang dengan persentase 31,2% dan responden yang bekerja selain pegawai negri, pegawai swasta dan wirausaha sebanyak 41 orang dengan persentase 42,7%.
B. Uji persyaratan analisis 1. Uji instrumen data
a. Uji validalitas data
Validitas adalah ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan kesahihan suatu instrumen. Tinggi rendahnya validitas instrument menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variable yang dimaksud.8 Berikut ini hasil uji validitas pada setiap pertanyaan masing-maasing variabel:
Tabel 4. 5
Hasil uji validalitas instrumen kualitas pelayanan No item R hitung Rtabel 5% (94) keterangan
1 .402** 0,206 Valid
2 .291** 0,206 Valid
3 .565** 0,206 Valid
4 .551** 0,206 Valid
5 .720** 0,206 Valid
6 .505** 0,206 Valid
7 .306** 0,206 Valid
8 .507** 0,206 Valid
9 .521** 0,206 Valid
10 .565** 0,206 Valid
11 .488** 0,206 Valid
12 .551** 0,206 Valid
13 .551** 0,206 Valid
8 Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara., 2001, h.. 168.
Tabel 4.6
Hasil uji validitas instrumen minat nasabah No item R hitung Rtabel 5% (94) keterangan
1 .695** 0.206 Valid
2 .712** 0.206 Valid
3 .735** 0.206 Valid
4 .520** 0.206 Valid
5 .486** 0.206 Valid
b. Uji reabilitas data
Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur kehandalan suatu kuesioner yang merupakan indicator dari variabel penelitian. Untuk mengukur reliabilitas denngan menggunakan uji statistic adalah dengan melihat nilai Cronbach Alpha (α), suatu variabel dikatakan reliable jika nilai Cronbach Alpha (α) > 0,60.9 Adapun uji reliabilitas yang dilakukan terhadap instrument penelitian ini dapat dijelaskan pada table berikut ini:
Tabel 4.7 Hasil Uji reabilitas
Variabel Cronbach Alpha (α) Keterangan
Kualitas pelayanan .725 Reabel
Minat nasabah .610 Reabel
Dari tebel diatas dapat dikatakan bahwa masing-masing variabel mempunyai nilai Cronbach Alpha (α) lebih dari 0,60 (α > 0,60), sehingga data tersebut dapat dikatakan Reliabel untuk pengukuran dan penelitian berikutnya.
9 Anton Bawono, Multivariate Analysis dengan SPSS. (Salatiga: STAIN Salatiga Press, 2006), h. 68.
2. Uji asumsi klasik a. Uji normalitas data
Uji normalitas data bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi norma.
Dengan dasar pengambilan keputusan yaitu, data berdistribusi normal jika signifikansi . 0,05% dan data tidak berdistribusi normal jika signifikansi < 0,05%.10
Table 4.8 Uji normalitas data
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 96
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation 1.41135458
Most Extreme Differences Absolute .093
Positive .093
Negative -.061
Kolmogorov-Smirnov Z .911
Asymp. Sig. (2-tailed) .378
a. Test distribution is Normal.
Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui nilai signifikansi diperoleh sebesar 0,378. Artinya nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 atau 0,378 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal.
b. Uji linearitas
Secara umum uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear secara signifikan atau tidak.
10 Danang Sunyoto, Analisis Validitas dan Asumsi Klasik, (Yogyakarta: Gava Media, cet ke-1, 2000), h.. 121