• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan IPNU dengan NU beserta banom- banomnya dan maupun ormas lain

Ke-IPNU-an I

3. Hubungan IPNU dengan NU beserta banom- banomnya dan maupun ormas lain

1) Hubungan IPNU dengan NU, Sebagai perangkat dan Badan Otonom NU, secara kelembagaan memiliki ke­

dudukan yang sama/ sederajat dengan Badan Otonom lainnya (pasal 13 ayat 4 ART NU).

2) Hubungannya dengan Badan Otonomi lain, Dalam upaya mengenergikan Perjuangan misi dan visi NU ke depan, maka IPNU perlu mempercepat kerjasama dan menjalin koordinasi yang baik dengan Badan Otonom lain serta memperjelas posisi IPNU di semua tingkatan agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan dan bidang garapannya masing­masing.

3) Ekstern, IPNU adalah bagian dari generasi muda Indonesia yang memiliki tanggung jawab terhadap kelangsungan hidup Negara Republik Indonesia dan merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya dan cita­cita perjuangan Nahdlatul Ulama serta Cita­cita bangsa Indonesia.

IPNU harus mengaktualisasikan diri dalam berbagai bentuk, baik wawasan, ide maupun keterlibatannya dalam ikut memi­

kirkan dan menyelesaikan masalah­masalah kebangsaan, yang semuanya itu hanya akan maupun diwujudkan dengan 3 (tiga) pilar yakni: Per ta ma kualitas pengurus (kader). Kedua, Kualitas or gani sa si dan Ketiga Kualitas program kerjanya.

4. PD/PRT (sifat, fungsi, azas, aqidah, misi organisasi, struktur organisasi, lambang organisasi)

Sifat dan Fungsi

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) adalah organisasi yang bersifat keterpelajaran, pengkaderan, kemasyarakatan, kebangsaan dan keagamaan yang berfungsi sebagai wa dah perjuangan pelajar Nahdlatul Ulama dalam pendidikan, keter pelajaran untuk mempersiapkan kader­kader penerus

NU yang mampu melaksanakan dan mengembangkan Islam Ahlussunnah wal jamaah untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai­nilai nahdliyah. Selain itu juga sebagai wadah pelajar untuk memperkokoh ukhuwah Nahdliyah, Islamiyah, Insaniyah dan Wathoniyah.12

IPNU adalah wadah perjuangan pelajar NU untuk men­

sosialisasikan komitmen nilai­nilai keIslaman, ke bangsaan, keilmuan, kekaderan dan keterpelajaran dalam upaya peng­

galian dan pembinaan kemampuan yang dimiliki sumber daya anggota, yang senantiasa mengamalkan kerja nyata demi tegaknya ajaran Islam ahlusunnah wal jamaah dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

Orientasi IPNU berpijak pada kesemestaan organisasi dan anggotanya untuk senantiasa menempatlkan gerakannya papa ranah keterpelajaran dan kaidah: belajar, berjuang dan bertaqwa yang bercorak dasar dengan wawasan kebangsaan, keIslaman, keilmuan, kekaderan dan keterpelajaran.

1) Wawasan Kebangsaan

Wawasan kebangsaan ialah wawasan yang dijiwai oleh asas kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat ke­

bijaksanaan, yang mengakui keberagaman masyarakat, budaya yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, hakekat yang bermartabat manusia, yang memiliki tekad dan kepedulian nasib bangsa dan negara berlandaskan prinsip keadilan, persamaan dan demokrasi.

12 Rofik Kamilun, et. all, Buku Saku IPNU-IPPNU Provinsi Jawa Tengah, (Semarang: Adi Offset, 2011), hal. 31

2) Wawasan Keislaman

Wawasan keIslaman adalah wawasan yang menem­

patkan ajaran agama Islam sebagai sumnber nilai dalam menunaikan segala tindakan dan kerja­kerja peradaban.

Ajaran Islam sebagai ajaran yang merahmati seluruh alam, mempunyai sifat memperbaiki dan mnyempur­

nakan seluruh nilai­nilai kemanusiaan.

3) Wawasan Keilmuan

Wawasan keilmuan adalah wawasan yang me nem­

patkan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk men cer­

daskan anggotan dan kader. Sehingga ilmu pengetahuan memungknkan anggoita untuk mewujudakan dirinya sebagai manusia seutuhnya dan tidak menjadi beban sosial lingkungan. Dengan ilmu pengetahuan, akan memungkinkan mencetak kader mandiri, memiliki harga diri, dan kepercayaan diri sendiri dan dasar ke­

sadarn yang wajar akan kemampuan dirinya dalam masyarakat sebagai anggota msyarakat yang berguna.

4) Wawasan Kekaderan

Wawasan kekaderan ialah wawasan yang menem­

patkan organisasi sebagai wadah untuk membina ang­

gota agar menjadi kader yang memiliki komitmen terhadap ideologi dan cita­cita perjuangan organisasai, bertanggung jawab dalam mengembangkan dann mem­

bentuk organisasi, juga diharapkan juga dapat mem­

bentuk pribadi yang menghayati dan mengamalkan ajaran Islam ala ahlusunnah wal jamaah, memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan utuh, memiliki komitmen terhadap ilmu pengetahuan, serta memiliki

kemampuan mengembangkan organisasi, kepemim­

pinan, kemandirian dan populis 5) Wawasan Keterpelalajaran

Wawasan keterpelajaran ialah wawsan yang menem­

patkan organisai dan anggota pada pemantapan diri sebagai center of exellen (pusat keutamaan) pember­

dayaan sum berdaya manusia terdidik yang berilmu, berkeahlian dan mempunyai pandangan ke depan, yang diikuti kejelasan tugas sucinya, sekaligus rencana yang cermat dan pelaksaannya yang berpihak pada kebenaran.

Selain orientasi diatas IPNU dan para kadernya menunaikan aksi sebagai mandat sejarah dengan berorientasi pada semangat trilogi gerakan yaitu belajar, berjuang dan bertaqwa.

a) Belajar, IPNU merupakan wadah bagi semua kader dan anggota untuk belajar dan melakukan proses pem­

belajaran secara berkesinambungan. Dimensi belajar merupakan salah satu perwujudan proses kaderisasi.

b) Berjuang, IPNU merupakan medan juang bagi semua kader dan anggota untuk mendedikasikan diri ikhtiyar perwujudan kemaslahatan umat manusia. Perjuangan yang dilakukan adalah perwujudan mandat sosial yang diembannya.

c) Bertaqwa, Sebagai organisasi kader yang berbasis pada komitmen keagamaan, semua gerak dan langkahnya diorientasikan sebagai ibadah. Semua dilakukan dengan kerangka taqwa kepada Allah swt.13

13 W Eka Wahyudi dan Mufarrihul Hazin, Pedoman Kaderisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul

Visi Misi Visi IPNU adalah “terbentuknya pelajar­pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya syar’at Islam menurut faham ahlussunah wal jamaah yang berlandaskan pancasila dan Undang­Undang Dasar 1945.

Lambang IPNU

Makna Lambang:

(a) Lambang organisasi berbentuk bulat, berarti kontinuitas (b) Warna dasar hijau tua, berarti subur

(c) Warna kuning melingkar, berarti hikmah dan cita­cita yang tinggi

(d) Warna putih yang mengapit warna kuning, berati suci

(e) Sembilan bintang melambangkan keluarga Nahdlatul Ulama, yaitu: a. Lima bintang di atas yang satu besar di

Ulama. (Jakarta: Pimpinan Pusat IPNU, 2018), hal. 59­64

tengah melambangkan Nabi Muhammad, dan empat lainnya di kanan dan kirinya melambangkan khulafaur rasyidin (Abu Bakar, Umar bin Khotob, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib) b. Empat bintang berada di bawah melambangkan madzhab empat, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi`i dan Hambali

(f) Kata IPNU dicantumkam di bagian atas yang menun­

jukkan nama organisasi

(g) Tiga titik di antara kata IPNU mewakili slogan Belajar, Berjuang, Bertaqwa

(h) Enam strip pengapit huruf IPNU, berati rukun iman (i) Dua kitab di bawah bintang berati al­Qur`an dan al­

hadits

(j) Dua bulu angsa bersilang di bawah kitab berarti sintesa antara ilmu umum dan ilmu agama

Pengkaderan Formal

(1) Makesta (Masa Kesetiaan Anggota), Merupakan re­

kruit men awal calon­calon kader yang kemudian dibaiat menjadi kader­kader baru IPNU.

(2) Lakmud (Latihan Kader Muda), Merupakan tahap pengkaderan yang lebih tinggi bagi kader­kader IPNU yang telah atau pernah mengikuti Makesta.

(3) Lakut (Latihan Kader Utama), Merupakan jenjang pengkaderan yang lebih tinggi. Hanya diperuntukkan bagi kader­kader yang telah mengikuti Makesta dan Lakmud.

(4) Latihan Instruktur, Merupakan jenjang pengkaderan yang dikhususkan pada upaya mencetak fasilitator dan

pelatih yang handal. Pesertanya dutamakan pengurus IPNU aktif yang telah mengikuti jenjang Makesta, Lakmud dan Lakut.

(5) Laknas (Latihan Kepemipinan) latihan untuk menyiap­

kan kader­kader pemimpin penggerak. Pesertanya di­

utamakan pengurus IPNU aktif yang telah mengikuti jenjang Makesta, Lakmud dan Lakut.