• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. KAJIAN TEORI

5. Implementasi Pembelajaran

Menurut Gagne dan Briggs, pembelajaran merupakan suatu sistem yang bertujuan dalam membantu proses belajar siswa meliputi serangkaian peristiwa yang dirancan dan disusun sedemikian rupa untuk dapat mempengaruhi terjadinya proses belajar yang bersifat internal. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 bahwa pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan guru serta sumber belajar pada suatu ekosistem belajar.23 Dalam pembelajaran sendiri terdiri dari tiga proses yang harus dilalui meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

a. Perencanaan Pembelajaran

1) Pengertian Perencanaan Pembelajaran

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 19 telah menyatakan bahwa Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.24 Banghart dan Trull menjelaskan bahwa perencanaan pembelajaran

22 Asfiati, Visualisasi dan Virtualisasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Versi Program Merdeka Belajar Dalam Tiga Era (Revolusi Industri 5.0, Era Pandemi Covid-19, dan Era New Normal, (Jakarta: Kencana, 2020), hal.167-168.

23 Khasanah, dkk, Dinamika Konsep Dasar Model Pembelajaran, (Batam: Yayasan Cendikia Mulia Mandiri, 2022), hal. 83.

24 PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

merupakan proses penyusunan materi, penggunaan media, penggunaan metode pembelajaran dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan selama satu semester mendatang demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.25 Suatu sistem perencanaan pembelajaran tersebut meliputi pengembangan tujuan, isi, metode dan media pembelajaran serta pengembangan evaluasi pembelajaran yang menjadi satu kesatuan utuh dan saling mempengaruhi untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran.26

2) Prinsip-Prinsip Perencanaan Pembelajaran

Menurut Nana dan Sukirman, prinsip-prinsip penyusunan perencanaan pembelajaran sesuai tuntutan kompetensi yang paling mendasar meliputi:

a) Ilmiah, keseluruhan proses perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran harus dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan.

b) Relevan, setiap materi memiliki ruang lingkup atau suatu cakupan yang berurutan penyajiannya.

c) Sistematis, baik perencanaan silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran harus saling terkait, mempengaruhi, dan menentukan untuk mencapai tujuan.

25 Hernawan, H A dkk. Belajar dan Pembelajaran. (Bandung: UPI PRESS, 2007), hal. 2.

26 Nana dan Sukirman, Perencanaan Pembelajaran. (Bandung: UPI PRESS, 2008), hal.

4.

d) Konsisten, adanya kekonsistenan antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, sumber belajar dan sistem penilaian.

e) Memadahi, cakupan indikator, materi pokok, sumber ajar dan sistem penilaian harus dirasa cukup untuk dapat menunjang pencapaian kompetensi dasar.

f) Aktual dan Kontekstual, cakupan indikator, materi pokok, sumber belajar dan sistem penilaian harus benar-benar sesuai dengan perkembangan teknologi mutakhir.

g) Fleksibel, keseluruhan komponen silabus maupun rencana pelaksanaan pembelajaran harus dapat mengakomodasi keberagaman siswa, guru dan dinamika yang terjadi.

h) Menyeluruh, komponen silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran harus mencakup seluruh ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotorik).27

3) Tujuan dan Fungsi Perencanaan Pembelajaran

Adapun tujuan dari penyusunan perencanaan pembelajaran adalah sebagai berikut:

a) Waktu mengajar dapat teralokasikan dan dimanfaatkan secara tepat.

b) Pokok bahasan dapat dibuat seimbang sehingga tidak akan ada kesenjangan dalam pendalaman materi pembelajaran.

27 Nana dan Sukirman. op.cit, hal. 5.

c) Guru dapat mengelolah materi pembelajaran yang akan disajikan dalam urutan atau rangkaian materi serta alokasi waktu tertentu.

d) guru dapat mempersiapkan strategi pembelajaran yang tepat berdasarkan ekosistem di kelas.

e) Guru dapat menyiapkan segala keperluan peralatan maupun bahan dalam kebutuhan mengajarnya.

f) Guru memiliki objektifitas dalam mengukur keberhasilan pembelajaran berdasarkan tujuan yang dirumuskan secara komprehensif.28

Sedangkan fungsi dari proses perencanaan pembelajaran adalah sebagai berikut:

a) Memberi pemahaman kepada guru dengan lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pembelajaran.

b) Membantu guru untuk dapat memperjelas tentang kegiatan pembelajarannya terhadapt pencapaian tujuan pendidikan.

c) Menambah keyakinan guru terhadap nilai-nilai pembelajaran yang diberikan serta prosedur yang digunakan.

d) Membantu guru dalam mengenal kebutuhan siswa berupa minat serta mendorong motivasi belajarnya.

e) Mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam pembelajaran dengan adanya pengorganisasian yang tepat.

28 Andi Kurniawan, dkk. Perencanaan Pembelajaran. (Padang: PT Global Eksekutif Teknologi, 2022), hal. 20.

f) Membantu guru dalam memelihara gairah mengajar serta senantiasa memberi bahan-bahan yang kekinian kepada siswa.29

Pembelajaran yang berkualitas akan dapat terwujud berdasarkan profesionalitas seorang guru. Dalam hal ini, seorang guru harus memiliki pengetahuan yang luas, berketerampilan tinggi, serta menjadi seorang ahli dalam bidang studi yang mereka ampu.

Tidak hanya itu, guru juga harus mampu mengembangkan pembelajarannya melalui analisis dari kurikulum sekolah yang ada.

Sehingga guru harus mampu menguasai konsep pedagogi agar dapat menerapkannya di dalam pembelajaran serta mengembangkannya bedasarkan kemampuan yang ada.30

b. Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran merupakan suatu rangkaian kegiatan yang didalamnya berisi tentang interaksi antar guru dan siswa serta hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi pendidikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran, kita dapat menggunakan prinsip-prinsip yang relatif dalam upaya pelaksanaan pembelajaran menurut Dimyati dan Mudjiono antara lain:

1) Perhatian dan Motivasi

Seorang guru dalam mengajar harus benar-benar memperhatikan kebutuhan siswanya. Apabila bahan ajar yang disampaikan guru dirasa sesuatu yang benar-benar dibutuhkan oleh

29 Oemar Hamalik, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hal. 3.

30 Rudi A. S., Aguslani Mushlih, Desain Dan Perencanaan Pembelajaran, (Yogyakarta:

Deepublish Publisher, 2019), hal. 25-26.

siswa dalam kehidupannya sehari-hari, maka seorang siswa akan dapat menumbuh kembangkan motivasi dalam dirinya untuk dapat mengaplikasikan pembelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

2) Keaktifan

Pembelajaran dapat dikatakan sukses apabila siswa dapat menunjukkan kreatifitasnya melalui inisiatif-inisiatif dalam mewujudkan kemauan dan inspirasinya sendiri.

3) Keterlibatan Langsung

Dalam proses pembelajaran, siswa harus terlibat langsung atau siswa sendirilah yang harus melakukannya dan tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain. Oleh karena itu dengan belajar dan merasakan sendiri, siswa akan mendapatkan pengalaman belajarnya sehingga dari hal tersebut siswa akan dapat senantiasa mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

4) Pengulangan

Pengulangan dalam pembelajaran akan melatih siswa dalam mengamati, menanggap, mengingat, merasakan, mengimajinasikan, serta mengembangkan pikiran menjadi lebih kritis.

5) Tantangan

Dalam pembelajaran pastinya terdapat suatu tantangan. Siswa dalam pembelajaran sama halnya dalam suatu lapangan psikologis.

Semakin terlampaui lapangan psikologis tersebut, maka semakin

berkembang kemampuannya serta semakin dekat juga dengan tujuan pembelajaran.

6) Balikan dan Penguatan

Siswa akan giat dalam pembelajaran apabila mengetahui dia akan mendapatkan suatu hasil yang baik. Maka stimulus tersebut juga berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.

7) Perbedaan Individu

Individu siswa merupakan individual yang beragam, sehingga seorang guru harus benar-benar tepat dalam upaya-upaya pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan keberagaman tersebut.31

Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, guru harus benar-benar memperhatikan hal tersebut dalam pelaksanaan pembelajarannya di kelas. Sehingga terdapat beberapa upaya yang dapat guru lakukan dalam menerapkan beberapa prinsip tersebut dalam pembelajarannya sehari hari, antara lain:

1) Perhatian dan Motivasi

Guru dapat mengupayakan perhatian siswa dalam bentuk:

a) Guru menggunakan metode yang bervariasi.

b) Guru menggunakan media sesuai tujuan dan materi yang diajarkan.

31 Yatim Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran Sebagai Referensi bagi Guru/Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas, (Jakarta: Kencana, 2009), hal.

75-77.

c) Guru dapat menggunakan gaya bahasa yang menarik dan tidak monoton.

d) Guru mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang dapat membimbing kemampuan siswa.

Sedangkan dalam hal motivasi, guru dapat mengupayakan:

a) Memilih bahan ajar sesuai kebutuhan siswa.

b) Menggunakan teknik mengajar yang disukai siswa.

c) Mengoreksi secepat mungkin pekerjaan siswa dan memberikan hasil secepatnya kepada siswa.

d) Memberikan pujian verbal maupun non verbal kepada siswa yang memberikan respon terhadap pertanyaan yang guru ajukan.

2) Keaktifan

Guru dapat memancing keaktifan siswa melalui upaya:

a) Menggunakan multimedia serta multimetode.

b) Memberi tugas individu maupun kelompok.

c) Memberi kesempatan siswa dalam melaksanakan pembelajaran eksperimen dalam kelompok maupun individu.

d) Memberi tugas siswa untuk membaca bahan ajar.

e) Mengadakan sesi tanya jawab serta diskusi dalam kelompok belajar.

3) Keterlibatan Langsung

Guru harus dapat memahami bahwa keaktifan tidak akan terwujud kecuali melibatkan langsung siswa dalam membentuk

pengalamannya dalam belajar. Upaya tersebut dapat ditempuh melalui:

a) Merancang kegiatan pembelajaran yang lebih banyak dalam pembelajaran individual maupun kelompok kecil.

b) Lebih memprioritaskan pembelajaran secara eksperimen dibandingkan secara demonstrasi.

c) Memberi tugas pada siswa untuk mempraktekan gerakan psikomotoriknya.

d) Melibatkan siswa dalam mencari informasi dari sumber informasi di luar kelas maupun di luar sekolah.

e) Melibatkan siswa dalam menyimpulkan suatu pesan dari sebuah pembelajaran.

4) Pengulangan

Adapun prinsip pengulangan dapat diupayakan guru melalui:

a) Merancang pelaksanaan pengulangan.

b) Merumuskan soal-soal latihan siswa.

c) Mengembangkan kegiatan psikomotorik yang harus siswa ulang.

d) Mengembangkan alat evaluasi dalam kegiatan pengulangan.

e) Membuat pengulangan materi yang bervariasi.

5) Tantangan

Kegiatan pembelajaran yang bersifat tantangan dapat dikembangkan guru melalui:

a) Merancang serta mengelola kegiatan eksperimen secara individual maupun kelompok kecil (3-4 orang).

b) Memberi tugas kepada siswa dalam memecahkan suatu masalah yang membutuhkan informasi dari orang luar sekolah.

c) Memberi tugas kepada siswa untuk menyimpulkan isi dari pembelajaran di kelas.

d) Mengembangkan bahan ajar (teks, modul, dan lainnya) dengan memperhatikan kebutuhan siswa dengan memberinya kesempatan untuk menggali isi pembelajaran melalui sumber lainnya.

e) Mengarahkan siswa untuk menemukan fakta, prinsip, konsep, dan generalisasi diri sendiri.

6) Balikan dan Penguatan

Upaya yang dapat ditempuh dalam mewujudkan balikan dan penguatan adalah sebagai berikut:

a) Memberikan jawaban benar atau salah kepada siswa dalam setiap kali siswa menjawab pertanyaan.

b) Mengoreksi pekerjaan rumah yang telah dikerjakan oleh siswa.

c) Memberi catatan-catatan pada hasil kerja siswa berdasarkan hasil koreksi guru.

d) Memberi lembaran jawaban tes yang telah dikerjakan dan dikoreksi oleh guru serta skor capaian dalam tes tersebut.

e) Memberikan acungan jempol pada siswa yang menjawab pertanyaan guru dengan benar.

f) Memberikan hadiah kepada siswa yang berprestasi dalam proses pelaksanaan pembelajaran.

7) Perbedaan Individu

Dalam mengatasi keberagaman individu siswa di kelas, guru dapat menempuh upaya sebagai berikut:

a) Menentukan penggunaan dari berbagai metode yang diharap sesuai dengan kebutuhan siswa.

b) Merancang pemanfaatan berbagai media dalam menyajikan pembelajaran dikelas berdasarkan keberagaman tersebut.

c) Mengenali karakteristik masing-masing siswa sehingga dapat dengan tepat menentukan perlakuan pembelajaran terhadap siswanya.

d) Memberi remedial atau pertanyaan kepada siswa yang membutuhkan.32

c. Evaluasi Pembelajaran

1) Pengertian Evaluasi Pembelajaran

Pengertian evaluasi memberikan makna dari suatu proses mengukur, menilai, dan memberi keputusan. Dalam bahasa Inggris

evaluation” merupakan suatu proses sistematis untuk menemukan dan membuat keputusan sejauh mana tujuan program pembelajaran dapat tercapai. Proses evaluasi bukanlah sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapai, tetapi juga digunakan untuk membuat

32 Ibid, hal. 78-82.

keputusan. Sehingga ketiga proses dalam evaluasi tersebut menjadi satu kesatuan yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.33

2) Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pembelajaran

Untuk dapat memutuskan ketercapaian tujuan pelaksanaan pembelajaran, sangat dibutuhkan yang namanya proses evaluasi.

Menurut Zainal, tujuan evaluasi pembelajaran yaitu untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi pembelajaran baik menyangkut tujuan materi, metode, media, sumber ajar, ekosistem, maupun sistem penilaian. Dengan memahami tujuan evaluasi, maka seorang guru akan dapat merumuskan cara untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Adapun fungsi dari evaluasi pembelajaran dapat diperincikan sebagai berikut:

a) Secara psikologis, siswa selalu membutuhkan penilaian sejauh mana kegiatan yang telah dilakukan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

b) Secara sosiologis, evaluasi diperlukan untuk mengetahui siswa apakah sudah cukup mampu untuk dapat terjun ke masyarakat.

c) Secara metodis, evaluasi diperlukan untuk membantu guru dalam menempatkan siswa pada kelompok-kelompok sesuai kemampuannya masing-masing.

33 Yahya Hairun, Evaluasi Dan Penilaian Dalam Pembelajaran, (Yogyakarta: Deepublish Publisher, 2020), hal. 26-27.

d) Evaluasi berfungsi untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompok berdasarkan kapasitas kognitifnya.

e) Evaluasi berfungsi untuk memahami kesiapan siswa dalam menempuh pembelajarannya.

f) Evaluasi berfungsi sebagai seleksi baik dalam menentukan jenis pendidikan, jurusan, maupun kenaikan kelas.

g) Secara administrasi, evaluasi berfungsi memberi kemajuan siswa kepada orang tua, pejabat yang berwenang, kepala sekolah, guru, maupun siswa.34

3) Prinsip Evaluasi Pembelajaran

Adapun prinsip-prinsip dari evaluasi dapat menjadi acuan baik guru maupun kepala sekolah dalam proses pembelajaran. Sedangkan prinsip-prinsip evaluasi tersebut adalah sebagai berikut:

a) Berkesinambungan (kontinyu), dilakukan dalam pembelajaran secara terus menerus dengan mencari informasi kemajuan dari seorang siswa dan dijadikan sebagai bahan pembinaan selanjutnya.

b)Komprehensif, dilakukan secara menyeluruh dan utuh berdasarkan data siswa dalam informasi hasil belajarnya.

c)Adil dan Objektif, dilakukan tanpa adanya diskriminasi serta objektifitas dalam menilai siswa sehingga dapat menhasilkan informasi yang akurat.

34 Ibid, hal. 27-29.

d) Kooperatif, dilakukan dengan bekerja sama baik teman sesama guru, orang tua, maupun masyarakat sekitar.

e)Praktis, mengandung arti mempermudah siswa dalam memunculkan personalitas melalui pembelajaran yang dilaksanakan oleh seorang guru.35

Dalam proses Evaluasi pembelajaran, terdapat tiga tahap kegiatan yaitu: 1) Kegiatan Mengukur; 2) Kegiatan Menilai; dan 3) Kegiatan Memutuskan yang masing-masing akan diperinci sebagai berikut:

a) Kegiatan Mengukur Pembelajaran

Mengukur dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membandingkan suatu fakta pada objek terhadap kriteria ataupun standar yang telah ditetapkan.

Dalam pembelajaran, pengukuran dapat diimplementasikan dalam mengisi rapor yang dilakukan dnegan menguji siswa dalam bentuk tes hasil belajar.36

b) Kegiatan Menilai Pembelajaran

Istilah penilaian merupakan alihan dari bahasa assessment yang berarti mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan berpegangan pada ukuran baik atau buruk, pandai atau bodoh, sehat atau sakit dan sebagainya. Penilaian dalam pembelajaran bersifat kualitatif sebagai sarana yang kronologis bagi guru untuk

35 Ibid, hal. 29-30.

36 Nur Fitriani Zainal, “Pengukuran, Assesmen, dan Evaluasi Dalam Pembelajaran Matematika”, Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 3 No.1, 2020, hal. 10.

dapat membantunya dalam memonitor siswa. Dengan kata lain, penilaian merupakan suatu kegiatan dalam menerapkan hasil pengukuran untuk dapat memberikan nilai terhadap suatu objek.37 c) Kegiatan Memutuskan Evaluasi Pembelajaran

Kegiatan memutuskan evaluasi pembelajaran merupakan suatu bentuk kesimpulan dari sederetan informasi atau sajian yang menyatakan tentang status program yang sedang dievaluasi.

Keputusan tersebut menunjukkan keadaan atau sifat sesuatu kegiatan pelaksanaan secara kualitatif. Dalam evaluasi pembelajaran, keputusan dapat berupa suatu kesimpulan yang diambil berdasarkan hasil analisis informasi yang telah disajikan dan dalam bentuk yang sistematis, ringkas dan jelas.

Untuk dapat menentukan suatu kebijakan, evaluator memerlukan informasi yang lengkap, jelas, terperinci dan operasional. Sehingga seorang evaluator tidak dapat membuat rekomendasi ataupun keputusan apabila tidak ada informasi yang sistematis berdasarkan data yang terpercaya. Jadi kesimpulan bagi evaluator harus ada dalam serangkaian proses evaluasi guna pengambilan keputusan untuk dapat menindak lanjuti kegiatan dari suatu program pembelajaran.38

37 Ibid, hal. 11.

38 Rusydi Ananda dan Tien Rafida, Pengantar Evaluasi Program Pendidikan, (Medan:

Perdana Publishing, 2017), hal. 166.

47

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengertian kualitatif secara sederhana adalah penelitian yang dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan secara naratif perbuatan yang dilakukan dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat.39

Jenis penelitiannya ialah studi kasus, yaitu penelitian terhadap suatu kasus yang dilakukan melalui penelitian studi kasus. Studi kasus adalah proyek penelitian yang menggali data terhadap subyek secara mendalam, lengkap, serta menggunakan berbagai sumber yang mendukung.40

Dokumen terkait