• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implikasi Hasil Penelitian

Dalam dokumen pengembangan sumber daya aparatur pada (Halaman 161-170)

BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI HASIL PENELITIAN

B. Implikasi Hasil Penelitian

Berdasar dari hasil penelitian, terdapat beberapa implikasi dari penelitian ini yaitu implikasi teoritis, metodologis dan peraktis, sebagai berikut:

149

1. Implikasi Teoritis

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan aparatur melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan adanya perobahan sikap/perilaku, agar pegawai mempunyai tanggung jawab moral, dan dapat memberikan rmotivasi kerja pegawai dalam melakukan pekerjaan.

Dari hasil penelitian ini, maka secara teoritis terjadipeningkatan pengetahuan, keterampilan dan perobahan sikap/perilaku pegawai yang diberi kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan. Dan juga terjadi bagi pegawai yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat), berbeda motivasi kerjanya disebabkan karena pegawai dalam bekerja telah mempunyai tambahan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan mempunyai sikap/perilaku yang baik, pengembangan kariernya sudah berobah dan yang terpentingbagi pegawai yang menduduki jabatan, mendapat tunjangan jabatan atau dengan kata lain mendapatkan gaji yang tinggi sebagai imbalan jasa dari sejak diangkatnya menjadi pegawai. Secara teoritis kegiatan pengembangan aparatur melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) harus dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keahlian pegawai untuk mendorong pegawai melaksanakan tugas dan fungsinya secara bertanggung jawab. Sejalan hal tersebut di atas, di dalam banyak hal “pengembangan sumberdaya aparatur tidak selalu berdasarkan kebutuhan, tetapi karena dilakukan kurang profesional dan kurang berkesinambungan. Sedangkan upaya peningkatan kompetensi harus melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi pegawai negeri sipil. Olehnya itu, dalam rangka pengembangan sumber daya aparatur, maka kegiatan

150

pendidikan dan pelatihan menjadi sangat penting bagi pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pegawai negeri sipil berdasarkan kewenangan yang diberikan sekaligus dapat meningkatkan penghasilan pegawai.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka implikasi teoritis dari penelitian ini, dimana pegawai dalam melakukan kegiatan pekerjaan selalu dimotivasi oleh adanya pengetahuan yang tinggi, keterampilan yang memadai serta perobahan sikap/perilaku yang baik bagipegawai sekretariat DPRD Kabupaten Maros dalam melakukan pekerjaan dengan motivasi yang tinggi.

2. Implikasi Metodologis

Dalam penelitian ini juga terdapat beberapa kelemahan secara metodologis yang perlu dikemukakan dalam rangka penggunaan metode pada rencana penelitian lanjutan dengan topik yang sama pada masa akan datang.

Kelemahan metodologis yang utama pada penelitian ini adalah pada proses pengumpulan data melalui wawancara dimana para pegawai yang berkompoten untuk dimintai keterangan dengan metode wawancara, kelemahannya adalah pejabat yang dijadikan sumber informasi kunci sering tidak berada ditempat karena kesibukan dengan tugas-tugas kedinasan sebagai seorang pejabat publik. Dalam hal yang lain, metode penelitian dengan menggunakan metode observasi, kelemahannya adalah tingkat partisipasi masyarakat sangat lemah dalam memberikan informasi data yang akurat terhadap informasi yang dibutuhkan oleh peneliti, sehingga harus dilakukan secara berulang-ulang yang sangat membosankan baik peneliti maupun obyek penelitian.

151

Pada pembahasan hasil penelitian ini, juga banyak mengumpulkan data melalui dokumen-dokumen kepegawaian Sekretariat DPRD Kabupaten Maros yang telah ada pada Bagian Kepegawaian Sekretariat DPRD sebagai satuan kerja perangkat daerah sebagai pelaksana kegiatan pengembangan aparatur pada pemerintah daerah di Kabupaten Maros. Disamping itu permasalahan yang ada yaitu kegiatan pengembangan aparatur belum berjalan secara berkesinambungan. Olehnya itu kegiatan pengembangan aparatur, juga diharapkan untuk dikaji secara komprehensip agar dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap/perilaku pegawai sehingga hasil kerja pegawai dapat berhasilguna dan berdayaguna..

Dari uraian di atas, maka yang dapat disampaikan bahwa dalam penelitian ini memang tidak cukup hanya dengan pendekatan kualitatif.

Sehingga dengan demikian peneliti merekomendasikan kepada peneliti selanjutnya agar menggunakan pendekatan kombinasi yakni (Mixed Methods), sehingga penelitian ini dapat lebih berdayaguna pada masa akan datang.

3. Implikasi Praktis

Beberapa rekomendasi sebagai implikasi praktis dari temuan hasil penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut:

1. Bahwa pelaksanaan pengembangan aparatur pada Sekretariat DPRD, meliputi pendidikan dan pelatihan seperti peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pebahan sikap/perilakuagar pegawai mempunyai kesadaran yang tinggi, dimana peneliti rekomendasikan agar tetap ditingkatkan terutama intensitas pelaksanaannya. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan, serta

152

memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini sangat diperlukan karena apabila pegawai telah medapatkan Ijazah sebagai hasil setelah melanjutkan pendidikan formalnya, maka secara tidak langsung pegawai yang bersangkutan dapat penyesuaian pangkat dan secara otomatis mendapat kenaikan pangkat sekaligus sebagai perbaikan kesejahteraan pegawai. Selanjutnya pengembangan karier melalui promosi jabatan dan pemanfaatan keahlian, kemampuan, dan profesionalisme pegawai harus dioptimalkan.

2. Bahwa pengembangan aparatur melalui berdasarkan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang pengembangan karier berdasarkan merit sistem dan prestasi kerja, dan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 Tentang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perobahan sikap/perilaku, agar ditindak lanjuti dengan peraturan daerah yang mempertimbangkan aspek pengembangan sumber daya aparatur, pengembangan sumber dana yang memadai serta sarana dan prasarana yang menunjang sehingga diharapkan dapat memperbaiki kinerja organisasi Sekretariat DPRD Kabupaten Maros sebagaimana harapan masyarakat berdasarkan Motto Pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Maros yaitu “Menuju Maros Lebih Baik” yang ditunjang oleh pegawai yang kreatif, inovatif, dan berkualitas.

3. Bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan aparatur yaitu kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) meliputi peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku hendaknya dilakukan secara berkesinambungan. Sedangkan dalam hal

153

lain dapat memberikan kesempatan yang luas kepada pegawai negeri sipil untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, dengan harapan dapat memiliki pegawai yang mempunyai kompetensi yang tinggi sehingga sumber daya aparatur dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk dapat menunjang usaha peningkatan pengetahuan dan keahlian, perobahan sikap/perilaku secara maksimal demi kepentingan bangsa dan Negara tercinta. Begitupula yang tidak kala pentingnya pemberian promosi terbuka untuk pengisian jabatan eselon melalui ujian kompetensi bagi pejabat struktural hendaknya dilaksanakan secara konsisten agar kinerja pegawai dapat meningkat seiring dengan peningkatan karier dan sekaligus dapat memperbaiki penghasilan atau kesejahteraan pegawai.

4. Karena pegawai yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan sendirinya telah meningkat pengetahuan, keterampilan, sikap/perilaku dan dapat memenuhi persyaratan untuk dipromosikan memduduki jabatan dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan sekaligus termotivasi melakukan pekerjaan. Maka yang harus direkomendasikan tentang perlunya penerapan remunerasi gaji pegawai yang didukung oleh undang-undang atau peraturan yang jelas, agar diberlakukan secepatnya untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari atau mencegah terjadinya penyalagunaan wewenang atau perbuatan ingin memperkaya diri sendiri disebabkan karena rendahnya tingkat kesejahteraan pegawai dan dianggap tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarga pegawai.

154

DAFTAR PUSTAKA A. BUKU-BUKU.

Asang, Sulaeman, 2012. Membangun Sumber Daya Manusia Berkualitas, PerspektifOrganisasi Publik. Cetakan Pertama. Brillian Internasional.

Surabaya.

Bogdan & Taylor, 1993, Metodologi Penelitian Kualitatif. Terjemahan, Bulan Bintang. Jakarta.

Dessler, Gary, 1997. Manajemen Personalia.Edisi ketiga, Penerjemah Agus Dharma, Erlangga. Jakarta.

Etzioni, 2000. Organisasi-organisasi Modern. Terjemahan Suyatim, Penerbit UI, Jakarta.

Flippo, Edwin B, 2000, Personnel Manajement, Edisi Keenam. Terjemahan, Erlangga , Jakarta.

Gibson. et al . 1996. Administrasi Perkantoran, Penerbit: Haji Masagung. Jakarta.

Gouzali, 2000, Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resources Managemen) Jilid II.Penerbit: PT. Toko Gunung Agung. Jakarta.

Handoko T. Hani, 1995. Manajemen Sumber Daya Manusia. BPEF. Yogyakarta.

Hardjoeno H, 2002.Filsafat Umum Pengetahuan Teknologi & Etika, Lembaga Penerbitan Unhas. Makassar.

Hasibuan, SP. Malayu, 2000, Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Revisi, Penerbit: Bumi Aksara. Jakarta.

Hatta, Muh., (1979).Cakrawala Dunia Pendidikan. Penerbit: Sumur. Bandung.

Irawan, Prasetya, dkk., 1997.Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit: STIA- LAN, Jakarta.

Ivancevich, M. John, Konopaske. Robert, Matteson.T. Michael. 2007. Perilaku dan Manajemen Organisas. Pnerbit. Erlangga. Jakarta.

James, Stooner, Freeman dan Gilbert, 1996. Manajemen.Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, P.T. Prenhallindo. Jakarta.

Jusuf, Irianto, 2001.Isu-isu Strategis Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Insan Cendekia. Yogyakarta.

155

Levine, Charles H, B. Guy Peters and Frank J. Thompson, 1990. Public Administration Challnegers Choices, Consequences, Skott, Foresman Little. Glenvew, llinois, USA.

Martin, Anthony Dio, 2002.Paradigma Baru Managemen Sumber Daya Manusia.Penerbit: LPPM. Jakarta.

Martoyo Susilo, 2002. Manajemen Sumber Daya Manusi. Edisi Kedua, BPFE.

Yogyakarta

Moekijat,1986, Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil.Penerbit: Haji Masagung. Jakarta.

Moenir, H.A.S. 2002. Pendekatan Manusiawi dan Organisasi terhadap Pembinaan Kepegawaian. Gunung Agung. Jakarta.

Nawawi, Hadari, 2006. Kepemimpinan Mengefektifkan Organisasi, Cetakan Kedua. Penerbit.Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Notoatmodjo, S, 2000.Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis yang Kompetitif.Penerbit: Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Osborne David and Ted Gaebler, 1992. Reinventing Government: Haw The Enterpreneurial Sprit Is Transforming The Public Sector. Edition Wesley Publishing Company Inc, Massachusetts.

Porwadarminto, W.J.S 1991, Kamus Umum Bahasa Indonesia.Penerbit: Balai Pustaka. Jakarta.

Ruky, Achmad S., 2003. Sumber Daya Manusia Berkualitas Mengubah Visi Menjadi Realitas.Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Sangkala, 2007, Knowledge Management (Suatu Pengantar Memahami Bagaimana Organisasi Mengelola Pengetahuan Sehingga Menjadi Organisasi Unggul). Penerbit: PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Sedarmayanti, 2001, Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja, Mandar Maju, Jakarta.

Siagian, S. P, 1994, Administrasi dan Manajemen. Penerbit: Gunung Agung.

Jakarta.

Surya, Dharma., 2002. Paradigma baru Manajemen SDM. Kumpulan Artikel Pilihan. Amara Books. Jokyakarta.

Sugiyono, 2001 Metodologi Penelitian Administrasi. Penerbit: Alpabeta, bandung.

156

Stephen R. Robin 2006. Organizational Behavior; Concepts, Controversies, Applications. Seventin Edition. Prentice Hall Inc.Englewood Cliff. New Jessey. Hadyana Pujatmaka (Penterjemah). Perilaku Organisasi Konsep, Kontroversi, Aplikasi. Edisi Pertama. Prenhllindo. Jakarta.

Schuller, R.S & Jackson, S.E. 1992. Human Resources Management Positioning, for The 21 th Centuries, 6 th. Edition. West Publishing. NJ.

Sedarmayanti, 2001. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas. PT. Gunung Agung, Jakarta.

Simamora. H. ,2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Ketiga. STIE YKPN. Yogyakarta.

Spencer, Lyle M & Spencer, Signe M. 1993. Competence at Work.Jhon Wiley &

Sons Inc. New York.

Swasto, B. ,2003. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Penerbit: Bayumedia.

Malang.

The Liang Gie, 1986. Administrasi Kepegawaian.Penerbit: Ghalia Indonesia.

Jakarta.

Usmara, 2002.Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit:

Amara Books, Jakarta.

Wasistiono, Sadu, 2009. Meningkan Kinerja DPRD.Fokusmedia. Bandung.

Watson, 2002. Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit:

LPPM, Jakarta.

Widodo, 1997, Organisasi dan Manajemen. Penerbit: Haji Mas Agung, Jakarta.

Widjaja, A.W. 1999. Etika Administrasi Negara. Edisi Kedua. Bumi Aksara.

Jakarta.

B. Dokumen:

UURI Nomor 32. Tahun 2004, tentang Pemerintahan Daerah, Cetakan Pertama, 2013. Penerbit Citra Umbara. Bandung.

UURI Nomor 33. Tahun 2004. tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Cetakan Pertama. 2013.

Penerbit Citra Umbara. Bandung.

UURI Nomor 8. Tahun 2005.tentang Penetapan Perpu. No. 3 Th. 2005. Cetakan Pertama. 2013. Penerbit Citra Umbara. Bandung.

Dalam dokumen pengembangan sumber daya aparatur pada (Halaman 161-170)

Dokumen terkait