• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implikasi Hukum Dari Amar Putusan Majelis Hakim Pada Perkara

Dalam dokumen pertimbangan hakim dalam perkara sengketa (Halaman 60-65)

BAB IV ANALISIS PENELITIAN

B. Implikasi Hukum Dari Amar Putusan Majelis Hakim Pada Perkara

50 prosedur dan persyaratan hukum yang bersangkutan dan keputusan yang diambil oleh tergugat sesuai dengan hukum. Di sisi lain, penggugat memanfaatkan persidangan sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi dan kepentingan rakyat (kedaulatan rakyat). Dengan demikian, dalam sistem hukum demokratis, kedaulatan rakyat dan kedaulatan hukum bekerja sama untuk mencapai keadilan dan penghormatan terhadap hukum.

B. Implikasi Hukum Dari Amar Putusan Majelis Hakim Pada Perkara

51

pemberhentian dan pengangkatan Kepala Desa Subo. Selanjutnya, Bupati menerapkan pilkades PAW sebagai proses pemilihan kepala desa antar waktu yang disesuaikan dengan putusan pengadilan.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 53 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, setiap keputusan administrasi yang dibatalkan oleh pengadilan, maka keputusan tersebut dinyatakan tidak pernah ada dan tidak pernah berlaku. Dalam hal ini, SK pemberhentian dan pengangkatan Kepala Desa Subo telah dibatalkan oleh TUN. Dengan demikian, SK tersebut dianggap tidak pernah ada dan tidak pernah berlaku. Oleh karena itu, status Kepala Desa Subo dianggap tidak pernah mengalami pemberhentian dan pengangkatannya dianggap tidak sah secara hukum.

Oleh karena adanya keputusan resmi dari TUN membatalkan Surat Keputusan (SK) mengenai pemberhentian dan pengangkatan Kepala Desa Subo, dapat disimpulkan bahwa status Kepala Desa Subo dianggap tidak pernah mengalami pemberhentian dan pengangkatannya dianggap tidak sah secara hukum. Oleh karena itu, Bupati Kabupaten Jember melaksanakan PAW Kepala Desa Subo berdasarkan ketentuan UU No. 6 Tahun 2014 dan Perbup No 37 Tahun 2021.

Berdasarkan Pasal 59 Ayat (1) UU tersebut, PAW Kepala Desa dapat dilakukan dalam berbagai kondisi yang termasuk dalam kriteria yang disebutkan oleh UU tersebut. Yakni, apabila Kepala Desa mengundurkan diri, meninggal dunia, diberhentikan berdasarkan keputusan pengadilan, atau terlibat dalam tindak pidana maka proses PAW dapat dilakukan. Selain itu, terdapat juga kemungkinan

52 PAW dilakukan jika terdapat alasan lain yang sah yang membenarkan peemberhentian Kepala Desa.

Pada pasal 59 Ayat (2) Undang-Undang dan Pasal 66 Peraturan Bupati menjelaskan mengenai pemilihan Kepala Desa dalam kasus PAW, yakni dilakukan melalui BPD atau Badan Pemusywaratan Desa pada kegiatan Musyawarh Desa. Dalam musyawarah tersebut, hadir pula Perangkat Desa serta unsur masyarakat yang memiliki kemampuan untuk memberikan masukan dan saran. Menurut ketentuan tersebut, proses pemilihan Kepala Desa dalam situasi PAW dilakukan melalui kegiatan musyawarah ditingkat desa.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bertanggung jawab dalam memimpin musyawarah tersebut. Selain itu, Perangkat Desa, seperti perangkat pemerintahan desa, juga ikut hadir dalam musyawarah tersebut. Unsur masyarakat yang memiliki kapasitas dan pengetahuan yang dapat memberikan masukan dan saran juga turut hadir dalam musyawarah. Tujuan dari keterlibatan berbagai pihak ini adalah untuk memastikan bahwa pemilihan Kepala Desa dilakukan dengan melibatkan partisipasi dan persetujuan dari berbagai elemen di tingkat desa.

Namun, penting untuk dicatat bahwa dalam melaksanakan PAW Kepala Desa, unsur masyarakat dan BPD yang terlibat harus memperhatikan ketentuan UU tentang Desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri yang menjelaskan mengenai prosedur cara pelaksanaan PAW Kepala Deesa.

Menurut Jimly As Shiddiqie, sengketa hasil pemilihan umum atau pemilihan kepala desa harus diselesaikan melalui mekanisme peradilan standar yang ditetapkan. Alasannya adalah untuk mencegah perbedaan pendapat tersebut

53

menjadi sumber konflik sosial maupun politik yang berkepanjangan di masyarakat. Dengan melibatkan ranah hukum, sengketa dapat terselesaikan dengan adil dan objektif, berdasar aturan dan landasan norma hukum yang berlaku. Oleh sebab itu, bagi semua pihak yang terlibat dalam sengketa tersebut penting untuk memiliki kedewasaan dalam berpolitik, yaitu menghormati dan mengikuti proses peradilan dengan keyakinan bahwa kepastian hukum akan terwujud. Dengan demikian, asas kepastian hukum dalam proses peradilan tetap terjaga, dan potensi konflik politik atau sosial yang merugikan masyarakat dapat diminimalisir.34

Penyelesaian sengketa melalui proses peradilan adalah salah satu mekanisme demokratis yang mencerminkan kedaulatan rakyat. Dalam sistem hukum, peradilan adalah wadah di mana berbagai pihak dapat menyuarakan perbedaan pendapat mereka dan mencari keadilan. Penyelesaian sengketa melalui peradilan juga melibatkan prinsip kedaulatan hukum, di mana hakim akan memutuskan berdasarkan hukum dan aturan yang berlaku.

Dalam konteks kasus PAW Kepala Desa Subo yang menjadi implikasi hukum dari amar putusan majelis hakim pada perkara Putusan Nomor:

50/G/2020/PTUN.Sby, penyelesaian sengketa melalui proses peradilan memberikan jalan bagi pihak yang merasa hak dan kepentingan mereka telah dilanggar untuk memperjuangkan keadilan. Keputusan pengadilan mengikat pihak yang berwenang (Bupati Kabupaten Jember) untuk menghormati dan melaksanakan putusan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku, yang

34 Jimly As Shiddiqie, Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara: Jilid 2, (Sekretariat Jendral dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI, Jakarta Pusat, 2006), 190

54 merupakan salah satu aspek dari kedaulatan hukum.

Dengan demikian, dalam kasus ini, kedaulatan rakyat dan kedaulatan hukum bekerja bersama untuk mencapai penyelesaian sengketa yang demokratis dan berlandaskan hukum. Proses peradilan menjadi alat untuk menyelesaikan konflik dan mencapai keadilan, dan pihak yang terlibat diharapkan untuk mematuhi putusan pengadilan sebagai wujud penghormatan terhadap kedaulatan hukum dan aspirasi rakyat.

55

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Dapat disimpulkan sesuai kasus yang dipaparkan di atas, bahwa pertimbangan hukum yang dilakukan hakim pada putusan perkara Nomor:

50/G/2020/PTUN.Sby memainkan peran penting dalam menjamin keadilan dan keabsahan keputusan pengadilan. Dalam kasus sengketa kepala desa ini, hakim pertama-tama melakukan pertimbangan hukum yang sangat penting dalam proses pengambilan keputusan. Pertimbangan hukum melibatkan verifikasi fakta hukum, integrasi teori, dan perundang-undangan yang relevan yakni mempertimbangkan hukum awal, memverifikasi kuasa hukum, mempertimbangkan eksepsi tergugat, mempertimbangkan kewenangan pengadilan, serta penilaian substansi hukum.

2. Bahwa adanya putusan PTUN/PTTUN yang membatalkan SK Pemberhentian Kepala Desa Subo, Kecamatan Pakusari dan Pengesahan Pengangkatan Kepala Desa Subo, menyebabkan Bupati Kabupaten Jember harus melaksanakan PAW Kepala Desa Subo sesuai dengan ketentuan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Perbup No. 37 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Dan Antar Waktu Di Kabupaten Jember. Namun, dalam melaksanakan PAW Kepala Desa, BPD dan unsur masyarakat yang terlibat harus memperhatikan ketentuan UU tentang Desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri yang mengatur tentang tata cara pelaksanaan PAW Kepala Desa serta memperhatikan

56 partisipasi masyarakat.

B. Saran

1. Hakim juga dapat mempertimbangkan meningkatkan transparansi dalam penjelasan keputusan pengadilan, termasuk bagaimana hukum, fakta, dan pertimbangan hukum relevan diterapkan dalam kasus-kasus yang bersangkutan. Hal ini akan membantu pihak-pihak terkait untuk lebih memahami dasar keputusan.

2. Baik pihak penggugat (termasuk Bupati) maupun tergugat (termasuk BPD dan unsur masyarakat) perlu memastikan bahwa seluruh langkah dalam pelaksanaan PAW Kepala Desa dijalankan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, seperti UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri.

57

DAFTAR PUSTAKA A. Buku

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014

Asshiddiqie, Jimly. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara: Jilid 2, Sekretariat Jendral dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI, Jakarta Pusat, 2006 Binawan, Al Andang. "Trisula Hukum." Memperkuat Peradaban Hukum dan

Ketatanegaraan Indonesia, ed. Imron dan Festy Rahma Hidayati. Jakarta:

Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial Republik Indonesia,2019

Isharyanto. Kedaulatan Rakyat dan Sistem Perwakilan Menurut UUD 1945.

Yogyakarta: Penerbit WR,2016

Mannan, Bagir. “Nilai-Nilai Dasar Keindonesiaan dan Negara Hukum”

Memperkuat Peradaban Hukum dan Ketatanegaraan Indonesia, ed.

Imron dan Festy Rahma Hidayati. Jakarta: Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial Republik Indonesia, 2019

Mariana, D., & dkk. Desa: Situs Baru Demokraasi Lokal. Yogyakarta: Penerbit IRE. 2017

Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. Mataram: Mataram University Pers,2020 Budiardjo, Miriam, Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka

Utama,2008.

Muhajir, Afifudin. Fiqh Tata Negara: Upaya Mendialogkan Sistem ketatanegaraan Isla , “Nilai-Nilai Dasar Keindonesiaan dan Negara Hukum” Memperkuat Peradaban Hukum dan Ketatanegaraan Indonesia, ed. Imron dan Festy Rahma Hidayati m. Yogyakarta: Diva Press Group Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum, Jakarta: Kencana,2017

Sihombing, Ramlan Eka. Hukum Pemerintahan Desa. Medan: Enam Media,2021 Sitabuana, Tundjung Heming. Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta:

Konstitusi Press,2020

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D . Bandung:

Alfabeta 2014

Yulia. Hukum Acara Perdata, Lhokseumawe: Unimal Press,2018

58

B. Jurnal

Endah, Kiki. "Penyelenggraan Pemerintahan Desa Menurut Undang-Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa," Laporan Penelitian: Universitas Galuh, tt:76 (Oktober 2022) https://jurnal.dpr.go.id/: https https://jurnal.dpr.go.id/ politica/article/view

Hulaimi. "Analisis Yuridis Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Desa Yang Mendapat Suara Sama Di Desa Masbagik Selatan Kabupaten Lombok Timur". Juridica, Vol 2, No 2 ( Mei 2021): 4-20.

Imawati, Trinah Asi Islami. “Analisis Penyelesaian Sengketa Pemberhentian Kepala Dusun Kedung Cangkring Dalam Perspektif Hukum Acara Tata Usaha Negara". Jurnal Civic Hukum Vol 6, No 1. (Mei 2021): 29

Maridjo, "Analisis Penyelesaian Sengketa Tata Usaha Negara Mengenai Pemberhentian Kepala Desa di Pengadilan Tata Usaha Semarang," Serat Actya Jurnal Ilmiah Vol 5, No 2. (2016): 34.

Sugiman . "Pemerintahan Desa." Jurnal Binamalia Hukum Vol.7 No.1 (Juli 2018): 60-63.

Suseno dan Mahardika. "Optimalisasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa".

Jurnal Transformative, Vol 4, No 1 (Maret 2018): 56-67.

Hamidi. Metode Penelitian Kualitatif . Malang: UMM Press,2010Hulaimi.

"Analisis Yuridis Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Desa Yang Mendapat Suara Sama Di Desa Masbagik Selatan Kabupaten Lombok Timur". Juridica, Vol 2, No 2 ( Mei 2021): 4-20.

Widiawati. "Pertimbangan Hakim Dalam Putusan Pengadilan Terhadap Putusan Verstek Cerai Gugat Studi Putusan Nomor 0876Pdt.G2013PA.TA” Di pengadilan Agama Tulungagung," Skripsi, Uin Satu Tulungagung,2015 C. Skripsi

Alam Munte, Binsar Sy Arifin Mangku.Mekanisme Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Desa Di Kabupeten Deli Serdang (Studi Di Kantor Bupati Kabupaten Deli Serdang)” Skripsi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan, 2017

Ardhy, Fogi Elfandianto. ”Tinjauan Yuridis Mengenai Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilihan Kepala Desa Berdasarkan Peraturan Perundang- Undangan," Skripsi, Universitas Islam Indonesia,Yogyakarta,2019

59

Aswan. "Tinjauan Yuridis Terhadap Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilihan Kepala Desa Serentak di Kabupaten Bone," Skripsi, Universitas Hasanuddin, 2018

Masruri, Hanif. "Upaya Panitia Pemilihan Desa Dalam Mengatasi Kecurangan Pemilihan Kepala Desa (Studi Kasus Desa Sambimulyo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi)" Skripsi, Universitas Islam Negeri KH Shiddiq Jember,2020

Thaharah, Gita Ayu. "Analisis Putusan Hakim Nomor 1036/PID/B/2008/PN.Dpk di Tinjau dari Aspek Keadilan," Skripsi, Universitas Muhammadiyah Malang,2019

D.

Undang-Undang

Peraturan Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia No 8 Tahun 2014 Tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Antar Peserta Pemilu

Perbup No. 37 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Dan Antar Waktu Di Kabupaten Jember

Permendagri No 112 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Kepala Desa UU Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

UU No 51 Tahun 2009 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa

E. Terjemahan Al-Qur’an

Departemen Agama Republik Indonesia. Al-Qur’an dan Terjemahan.

Bandung: Ponegoro, 2008.

F. Website

Google “Janu Artha,” Pilkades PAW Desa Subo Pakusari, 29 Januari 2023, https://www.prosalinaradio.com/2022/10/03/pilkades-paw-desa-subo- pakusari-bakal-digelar-6-oktober-2022/

60 Google “Riska Noor Hashela,” Legal Reasoning Dalam Putusan Pengadilan,

Februari 18, 2023,

https://www.jdih.tanahlautkab.go.id/artikel_hukum/detail/legal- reasoning-dalam-putusan-pengadilan

Google “Yakub Mulyono,” Calon Kades Menang Saat Gugat Keputusan Bupati Jember Faida di PTUN, September 28, 2022, https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5176688/calon-kades-

menang-saat-gugat-keputusan-bupati-jember-faida-di-ptun.

Google “Restu.” Pengertian Teori Kedaulatan dan Jenis Kedaulatan. diakses

Oktober 5, 2022, dari Gramedia Blog:

https://www.gramedia.com/literasi/teori-kedaulatan

Proses Acara Perdata. https://www.pn-curup.go.id/proses-perkara-perdata diakses Pada 17 Februari 2023

61

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Rofi Anggraeni

Nim : S20193053

Fakultas : Syariah

Program Studi : Hukum Tata Negara

Institusi : Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq Jember Dengan ini menyatakan bahwa skripsi ini dnegan judul Pertimbangan Hakim Dalam Perkara Sengketa Pemilihan Kepala Desa Subo Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember (Studi Putusan PTUN Surabaya No. 50/G/2020/PTUN. Sby Mengenai Sangketa Pilkades Di Desa Subo).” secara keseluruhan adalah hasil dari penelitian dan tidak ada unsur penjiplakan dari karya atau penelitian orang lain, kecuali pada bagian-bagian yang dirujuk sumbernya. Apabila dikemudian hari ditemukan unsur penjiplakan atau klaim dari pihak lain, maka saya bersedia untuk diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya tanpa tekanan atau paksaan pihak manapun.

Jember, 31 Oktober 2023 Saya yang menyatakan

ROFI ANGGRAENI NIM. S20193053

62

MATRIKS PENELITIAN

Judul Penelitian Variabel Sub-Variabel Indikator Sumber Data Fokus Penelitian

Pertimbangan

Hakim dalam

Perkara Sengketa Pemilihan Kepala

Desa Subo

Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember (Studi Putusan PTUN Surabaya No.

50/G/2020/PTUN.Sb

y mengenai

Sengketa Pilkades di Desa Subo)

Hakim Pertimbangan Hakim

Pertimbangan hakim atas bukti-bukti yang diajukan kedua belah pihak yang bersengketa

Sumber Primer:

a. Putusan PTUN Surabaya No.

50/G/2020/PTUN.Sby b. UU No. 6 Tahun 2014

tentang Desa

c. Permendagri No 112 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Kepala Desa d. Perbup No. 37 Tahun

2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Dan Antar Waktu Di Kabupaten Jember

1. Bagaimana

pertimbangan hakim pada putusan perkara

Nomor :

50/G/2020/PTUN.Sby?

2. Bagaimana akibat hukum dari amar putusan majelis hakim pada perkara Putusan Nomor:

50/G/2020/PTUN.Sby?

Dalam dokumen pertimbangan hakim dalam perkara sengketa (Halaman 60-65)

Dokumen terkait