128,56 ribu jiwa
2. Indeks Pembangunan Manusia
Kabupaten Gorontalo Utara 2024
“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”
BAB 2 Page | 62
alam dapat menentukan pola pengeluaran masyarakat. Karena berdasarkan pola masyarakat di seluruh dunia, masyarakat yang tinggal di dataran rendah relatif lebih sejahtera dibanding masyarakat yang tinggal di dataran tinggi.
Masyarakat di dataran rendah pada umumnya menghadapi tantangan alam yang lebih “ringan” dibanding masyarakat penghuni dataran tinggi. Di dataran rendah, usaha untuk bercocok tanam/bertani lebih mudah dilakukan, dan energi yang dikeluarkannya pun relatif lebih sedikit, seperti pada usaha perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya.
Kabupaten Gorontalo Utara 2024
“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”
BAB 2 Page | 63
Untuk mengukur dimensi kesehatan, digunakan Angka Harapan Hidup (AHH) waktu lahir. Untuk mengukur dimensi pengetahuan digunakan indikator gabungan angka Harapan Lama Sekolah (HLS) dan angka Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), serta Indeks Ekonomi yang dihitung berdasarkan kemampuan/paritas daya beli. Klasifikasi IPM berdasarkan nilainya yaitu:
Sangat Tinggi (≥80); Tinggi (70≤IPM<80); Sedang (60≤IPM<70); Rendah (<60).
IPM Kabupaten Gorontalo Utara semakin meningkat tahun demi tahun seperti yang terlihat pada Tabel 2.18 dan Tabel 2.19, hal ini tidak lepas dari hasil kerja keras unsur pemerintah, swasta, akademisi, serta masyarakat. Pun jika dilihat dari akselerasi kenaikan di 2021 dan 2022, meskipun di saat yang bersamaan terjadi badai pandemi, Kabupaten Gorontalo Utara “sukses” tumbuh masing- masing sebesar 0,54 dan 1,23 persen, berada di atas beberapa kabupaten/kota lain di Provinsi Gorontalo, bahkan di atas pencapaian Provinsi Gorontalo sendiri.
Jika diamati dari ketiga komponen pembentuk IPM, kenaikan angka IPM Gorontalo Utara disokong oleh positifnya seluruh komponen dimensi. Pada komponen dimensi hidup layak yang pada tahun 2020 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 diakibatkan terpaan badai pandemi, di 2 tahun kemudian berturut-turut terlihat kembali meningkat seiring dengan pulihnya kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi wilayah secara keseluruhan.
Secara umum, ketidakpastian kapan wabah berakhir menjadikan kondisi sektor swasta belum bisa kembali ke saat pra pandemi, digambarkan dengan terjadinya penurunan pendapatan usaha yang berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi yang masih lebih rendah dibanding 2019. Relatif rendahnya uang beredar (yang bukan diakibatkan oleh faktor saving dan investment) di masyarakat (tergambar pada angka pengeluaran per kapita masyarakat Gorontalo Utara terendah nomor 2 di Provinsi Gorontalo) menggambarkan daya beli masyarakat yang rendah yang sebagian diakibatkan oleh pandemi. Menurut Human Development Report Office (HDRO), dampak Covid-19 menyebabkan IPM pada tahun 2020 (yang
Kabupaten Gorontalo Utara 2024
“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”
BAB 2 Page | 64
dilaporkan pada tahun 2021) mengalami “penurunan yang tajam dan belum pernah terjadi sebelumnya” dan merupakan kali pertama dalam 30 tahun sejak pengukuran IPM dihitung.
Dengan demikian, upaya
pemerintah untuk
mengembalikan kondisi kualitas hidup masyarakat selayaknya pra pandemi menjadi tugas yang maha berat di tahun-tahun mendatang.
Tabel 2.19
Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota dan Akselerasi Kenaikan IPM di Provinsi Gorontalo
No. Kabupaten/Kota IPM Tahun Akselerasi Perubahan
(%)
2019 2020 2021 2022 2020 2021 2022
1 Boalemo 65,53 65,91 66,42 67,27 0,58 0,77 1,28
2 Gorontalo 66,69 66,92 67,34 68,28 0,34 0,63 1,40
3 Pohuwato 65,27 65,37 65,80 66,53 0,15 0,66 1,11
4 Bone Bolango 69,63 69,98 70,25 70,9 0,50 0,39 0,93
5 Gorontalo Utara 64,52 64,86 65,21 66,01 0,53 0,54 1,23
6 Kota Gorontalo 77,08 77,13 77,41 78,22 0,06 0,36 1,05
Provinsi 68,49 68,68 69,00 69,81 0,28 0,47 1,17
Sumber: Provinsi Gorontalo dalam Angka (BPS), 2023
Tabel 2.20
Komponen IPM Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo
No. Kabupaten/
Kota
Komponen
AHH HLS RLS Pengeluaran
(Ribu Rupiah) 2021 2022 2021 2022 2021 2022 2021 2022
1 Boalemo 69,30 69,61 12,45 12,46 7,00 7,03 8.940 9.543
2 Gorontalo 67,69 67,89 13,18 13,19 7,30 7,61 9.412 9.850
3 Pohuwato 64,30 64,62 12,38 12,39 7,26 7,35 10.409 10.913
4 Bonebolango 68,52 68,88 13,65 13,66 8,32 8,33 10.198 10.676 5 Gorontalo
Utara
65,93 66,30 12,46 12,47 7,15 7,16 9.064 9.636 6 Kota Gorontalo 72,53 72,88 14,50 14,57 10,37 10,39 12.390 13.077
Provinsi 68,19 68,51 13,11 13,12 7,90 8,02 10.157 10.687
Sumber: Provinsi Gorontalo dalam Angka (BPS), 2023 Angka Harapan Hidup (AHH)
Harapan Lama Sekolah (HLS) Rata-Rata Lama Sekolah (RLS)
Kabupaten Gorontalo Utara 2024
“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”
BAB 2 Page | 65
Semakin meningkatnya indeks dimensi pendidikan, yang diterjemahkan oleh rata-rata dari capaian angka harapan lama sekolah dan angka rata-rata lama sekolah, salah satu penyebabnya karena semakin besarnya proporsi anggaran pendidikan yang digelontorkan oleh pemerintah daerah dan pusat, salah satunya program unggulan sekolah gratis, dengan disertai meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Anak- anak usia 7 tahun memiliki harapan bersekolah selama 12,47 tahun, sedangkan penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,16 tahun. Pencapaian ini sudah positif karena meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, namun jika melihat angka statistik yang dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara membutuhkan dorongan yang lebih besar untuk meningkatkan skor dimensi pendidikan tersebut.
Peningkatan serupa juga terjadi di indeks dimensi kesehatan yang diterjemahkan oleh angka harapan hidup. Peningkatan ini menunjukkan bahwa derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Gorontalo Utara secara umum menjadi lebih baik setiap tahunnya, bahkan stabil meningkat di satu dekade terakhir.
Jika dilihat dari trend-nya, perkembangan kenaikan IPM Gorontalo Utara juga memiliki kaitan yang erat dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Beberapa penelitian yang telah dilakukan, membuktikan bahwa terdapat hubungan timbal balik (two-way relationships) antara modal manusia (human capital) dan pertumbuhan ekonomi. Pertama adalah dari pertumbuhan ekonomi ke pembangunan manusia (human development).
Perekonomian (PDRB) mempengaruhi pembangunan manusia, khususnya melalui aktivitas rumah tangga dan pemerintah. Di sisi lain, dengan semakin tingginya pembangunan manusia, maka akan mempengaruhi ekonomi melalui peningkatan kemampuan atau kapabilitas masyarakat. Sebagai konsekuensinya akan mengakibatkan peningkatan kreativitas dan produktivitas masyarakat. Stabilitas pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu daerah tidak hanya didukung oleh kenaikan stok modal fisik dan jumlah tenaga kerja, tetapi juga peningkatan mutu modal manusia yang memiliki
Kabupaten Gorontalo Utara 2024
“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”
BAB 2 Page | 66
pengaruh kuat terhadap peningkatan kualitas tenaga kerja serta pemanfaatan kemajuan teknologi.
Dengan menempatkan peningkatan pembangunan manusia sebagai tujuan akhir dari proses pembangunan di Kabupaten Gorontalo Utara, maka diharapkan dapat menciptakan peluang yang secara langsung menyumbang upaya memperluas dan meningkatkan kemampuan manusia dan kualitas kehidupan masyarakat di Gorontalo Utara.