BAB III
IKSS 13: Indeks tata kelola teknologi informasi PPATK
PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O19 87
Tabel 3.39
Perbandingan Realisasi IKSS ke-12 Tahun 2019 dengan Target Tahun 2015-2019
IKSS Target Tahun Realisasi
Tahun 2019
Persentase Realisasi Dibanding Target Tahun
2019 2015 2016 2017 2018 2019
Persentase pemenuhan produk hukum TPPU dan pendanaan terorisme yang ditindaklanjuti
100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Jika dibandingkan dengan target kinerja tahun 2019, capaian IKSS ini telah mencapai 100% yang telah menyamai target kinerja tahun 2019. Secara persentase, capaian kinerja ini relatif baik. Upaya-upaya yang akan ditempuh oleh PPATK untuk meningkatkan persentase pemenuhan produk hukum TPPU dan pendanaan terorisme yang ditindaklanjuti pada periode pengukuran kinerja selanjutnya adalah peningkatan kecepatan penyelesaian produk hukum dan penyelesaian produk hukum yang menggunakan skala prioritas, sehingga diharapkan persepsi seluruh unit kerja pemrakarsa sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Sasaran strategis 10 dimaksudkan agar PPATK dapat mengetahui kualitas manajemen kinerja dan risikonya yang mendukung keberlangsungan bisnis proses PPATK. Sasaran strategis10 diukur keberhasilannya melalui satu IKSS, yaitu Indeks tata kelola teknologi informasi PPATK. Pencapaian kinerja SS 10 tahun 2019 adalah baik dengan capaian kinerja sebesar 88,57%.
PPATK melakukan penilaian terhadap tata kelola teknologi informasi terkait pengelolaan teknologi informasi yang dijalankan, termasuk dasar hukum, pedoman,
Sasaran Strategis 10:
Meningkatnya keandalan sistem teknologi informasi PPATK
PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O19 88
dan standar baku dalam pelaksanaan pengelolaan teknologi informasi di PPATK.
Penilaian ini dilakukan secara rutin setiap tahun sebagai pemantauan terhadap tingkat kematangan tata kelola TI. Sebagai wujud independensi dalam penilaian, reviu atau audit tata kelola teknologi informasi dilaksanakan oleh pihak ketiga.
Komitmen peningkatan kematangan tata kelola TI ini adalah upaya untuk memberikan jaminan dan standardisasi layanan TI untuk menopang peningkatan keandalan sistem TI sebagai salah satu pilar dari Rencana Strategis PPATK. Tingkat kematangan TI PPATK diukur berdasarkan asesmen yang dilakukan sesuai dengan best practice COBIT 4.1. Secara keseluruhan, tingkat kematangan TI menunjukkan indikator pengelolaan proses TI di PPATK.
Baseline Maturity Level 3 yang menjadi target tingkat maturity adalah suatu kondisi dalam konteks manajemen risiko yang menyatakan bahwa organisasi telah melakukan mitigasi risiko secara memadai. Oleh karena itu, maturity level 3 digunakan sebagai baseline untuk regulatory compliance. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pedoman Evaluasi SPBE, nilai maturitas ditargetkan minimal 2,6 (Baik). Hasil tingkat kematangan tata kelola TI PPATK saat ini berdasarkan framework COBIT 4.1 adalah 3,10 (terdefinisi).
Hal ini menggambarkan bahwa tata kelola teknologi informasi di PPATK merupakan suatu proses yang selalu dilaksanakan, telah terstandardisasi dan terdokumentasi, serta telah terdapat pola komunikasi.
Tingkatan dalam maturity model yang digunakan sebagai acuan penilaian tata kelola TI di PPATK, sebagai berikut:
Tabel 3.40
Tingkatan Maturity Model
Level Maturity Keterangan
0 Non eksis: Proses tidak ada dan organisasi tidak mengenal adanya tata kelola TI.
1 Initial/Adhoc: Proses kadang dilaksanakan/ad hoc (khusus) kasus demi kasus dan tidak ada standardisasi serta tidak terorganisasi.
2 Berulang: Proses telah dibentuk, tetapi belum ada koordinasi dari prosedur standar dan tanggung jawab, serta tidak terdokumentasi.
PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O19 89
Level Maturity Keterangan
3 Terdefinisi: Proses selalu dilaksanakan, terstandardisasi, terdokumentasi, dan dikomunikasikan.
4 Terkelola: Proses selalu dilaksanakan, terdokumentasi, dikomunikasikan, dikelola dengan baik, serta dapat diukur pencapaiannya.
5 Optimal: Proses selalu dilaksanakan, terdokumentasi, dikomunikasikan, dikelola, dapat diukur dan dioptimasi hasilnya sesuai dengan kebutuhan organisasi secara otomatis (dapat memanfaatkan tool).
Tabel 3.41
Nilai Asesmen Tata Kelola TI Tahun 2019
Tabel 3.42
Perbandingan Realisasi Kinerja IKSS ke-13 PPATK Tahun 2015-2019
Selama periode Renstra PPATK Tahun 2015-2019, realisasi kinerja cenderung meningkat, kecuali pada tahun 2019. Capaian kinerja cenderung berfluktuatif antara 88,57%-110% yang disebabkan target kinerja yang selalu meningkat. Hal ini menggambarkan bahwa tata kelola teknologi informasi di PPATK telah terdefinisi yang merupakan suatu proses yang selalu dilaksanakan, telah terstandardisasi dan terdokumentasi, serta telah terdapat pola komunikasi.
Berdasarkan data dalam Tabel 3.42, PTI belum berhasil mencapai kinerja yang ditargetkan pada tahun 2019. Capaian kinerja tahun 2019 mengalami penurunan sebesar
No Komponen Maturitas Target
1 Plans, Policies, & Procedures 3,26 3,00 2 Responsibility & Accountability 3,89 3,00 3 Goal Setting & Measurement 3,72 3,00
4 Skill & Expertise 3,41 3,00
5 Awareness & Communication 3,14 3,00
6 Tools & Automation 2,69 3,00
Nilai rata-rata 3,10 3,00
Indeks tata kelola teknologi informasi PPATK
Tahun
2015 2016 2017 2018 2019
Target 2,5
indeks
2,75 indeks
3 indeks
3,25 indeks
3,5 indeks
Realisasi 2,76
indeks
2,81 indeks
2,94 indeks
3,22 indeks
3,1 indeks
Capaian 110% 102,18% 98% 99,08% 88,57%
PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O19 90
10,51% apabila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2018. Capaian kinerja IKK pada tahun 2019 sebesar 88,57% dengan realisasi kinerja sebesar 3,10 indeks mengalami penurunan 0,12 indeks dibandingkan dengan realisasi kinerja pada tahun 2018 sebesar 3,22 indeks. Perbedaan hasil penilaian indeks antara tahun 2018 dan tahun 2019 terjadi karena terdapat perbedaan komponen proses yang dijadikan sebagai dasar acuan perhitungan. Pada tahun 2018 komponen yang diperhitungkan sebanyak empat proses, sedangkan pada tahun 2019 komponen yang diperhitungkan sebanyak enam proses. Hal tersebut disebabkan pada tahun 2019 berbarengan dengan penyusunan IT Master Plan, sehingga dibutuhkan komponen proses yang lebih banyak untuk mengetahui peningkatan tata kelola selama lima tahun sebelumnya.
Tabel 3.43
Perbandingan Realisasi IKSS ke-13 Tahun 2019 dengan Target Tahun 2015-2019
IKSS Target Tahun Realisasi
Tahun 2019
Persentase Realisasi Dibanding Target Tahun
2019 2015 2016 2017 2018 2019
Indeks tata kelola teknologi informasi PPATK
2,5 indeks
2,75 indeks
3 indeks
3,25 indeks
3,5 indeks
3,1 indeks
88,57%
Jika dibandingkan dengan target kinerja tahun 2019, capaian kinerja IKSS ini telah mencapai 88,57%. Jika mencermati nilai kematangan 3,5 indeks yang dituju pada tahun 2019, target kinerja tersebut cukup tinggi karena mencerminkan kematangan sistem TI yang cukup baik dan terlaksana dalam tatanan sistem yang teratur dan rapi, sehingga memerlukan perencanaan yang matang untuk melakukan peningkatan secara berkelanjutan. Secara persentase, capaian kinerja pada tahun 2019 ini sudah baik.
Namun, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi dan upaya untuk meningkatkan kinerja pada periode pengukuran kinerja selanjutnya, antara lain:
1. Belum terdapat kebijakan yang secara spesifik mengenai manajemen layanan TI secara keseluruhan.
2. SOP PTI hanya sebagian kecil yang telah disahkan menjadi pedoman.
PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O19 91
3. Penggunaan tools yang masih terbatas untuk membantu proses pengelolaan TI dari perencanaan hingga monitoring dan evaluasi.
4. Tools manajemen layanan TI yang digunakan masih terbatas pada permintaan layanan dan belum dimaksimalkan untuk pencatatan aset TI, manajemen konfigurasi, dan manajemen problem.
5. Belum terdapat program pengembangan SDM TI yang berdasarkan kompetensi secara terpusat. Program pengembangan SDM TI yang telah dilakukan hanya terbatas pada kebutuhan kompetensi di internal Pusat TI.
Upaya perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja pada periode pengukuran kinerja selanjutnya, antara lain:
1. Melakukan penyusunan kebijakan terkait manajemen layanan TI.
2. Meningkatkan koordinasi dengan unit kerja terkait untuk proses pengesahan SOP PTI.
3. Memaksimalkan penggunaan tools manajemen layanan TI untuk pencatatan aset TI, manajemen konfigurasi, dan manajemen problem.
4. Mendorong unit kerja terkait penyelenggaran pendidikan dan pelatihan bagi staf TI agar dapat dilakukan pengembangan SDM secara menyeluruh dengan mengacu kepada pemetaan kompetensi maupun kebutuhan pengembangan.
5. Pendidikan dan pelatihan bagi staf TI dengan mengacu kepada pemetaan kompetensi maupun kebutuhan pengembangan
Sasaran strategis 11 dimaksudkan agar PPATK dapat menyelenggarakan sistem manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang berbasis kompetensi yang sejalan dengan kebijakan nasional melalui program reformasi birokrasi yang mengamanatkan pembangunan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional, serta mampu bersaing secara global. Guna mendukung komitmen tersebut, PPATK menetapkan
Sasaran Strategis 11:
Meningkatnya kualitas sumber daya manusia PPATK
PPATK |LAPORAN KINERJA TAHUN 2O19 92
indicator kinerja berupa penilaian kompetensi SDM PPATK sebagai tolok ukur keberhasilan pengelolaan SDM PPATK. Penetapan indikator kinerja tersebut merepresentasikan program penataan sistem manajemen SDM aparatur melalui pengembangan model kompetensi dan pengembangan Standar Kompetensi Jabatan.
Sasaran strategis 11 diukur keberhasilannya melalui satu IKU, yaitu Persentase pegawai PPATK yang memiliki penilaian prestasi kerja yang baik. Pencapaian kinerja SS 11 sudah baik dengan capaian kinerja sebesar 100%.
Berdasarkan pasal 18 Peraturan Kepala PPATK Nomor: 16/1.01/PPATK/11/12 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai PPATK, pegawai yang berprestasi baik adalah pegawai yang memenuhi batas penilaian prestasi kinerja “Baik” atau berada di atas nilai 75, berdasarkan dua komponen penilaian yaitu SKP (60%) dan perilaku kerja (40%).
Dengan melakukan penilaian terhadap kinerja pegawai akan dapat diketahui terjadinya gap antara tingkat kesesuaian kemampuan dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku SDM yang menempati suatu jabatan tertentu dengan kinerja minimal yang harus dipenuhi, sehingga langkah yang diambil sebagai tindak lanjut dalam melakukan pengembangan kompetensi SDM PPATK dapat dilakukan dengan tepat.
Indikator keberhasilan dari sasaran strategis tersebut beserta target dan realisasi kinerja, sebagai berikut:
Tabel 3.44
Perbandingan Realisasi Kinerja IKSS ke-14 PPATK Tahun 2015-2019 Persentase pegawai PPATK yang
memiliki prestasi kerja pegawai baik
Tahun
2015 2016 2017 2018 2019
Target 90% 100% 100% 100% 100%
Realisasi 100% 100% 100% 100% 100%
Capaian 111,11% 100% 100% 100% 100%
IKSS 14: Persentase pegawai PPATK yang memiliki penilaian