• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

H. Tehnik Analisis Data

Analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk meningkatkan pemahaman tentang kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang lain.

Setelah data-data terkumpul, selanjutnya disusun secara sistematis dan dianalisa secara kualitatif dengan menggunakan metode-metode sebagai berikut :

a. Data Reduction (Reduksi Data) yaitu merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang direduksiakan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah dalam melakukan pengumpulan data pada judul peranan pendidikan Agama Islam terhadap pembentukan akhlak siswa kelas VIII SMPN 02 sungguminasa kabupaten gowa..

b. Data Display (Penyajian Data) yaitu penyajian data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat sehingga mudah memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkana pa yang telah dipahami tersebut. Dengan demikian data yang disajikan yaitu data tentang peranan pendidikan Agama Islam terhadap pembentukan akhlak siswa kelas VIII SMPN 02 sungguminasa kabupaten gowa.

43

A. Gambaran Obyektif SMPN 02 SUNGGUMINASA KAB.GOWA 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMPN 02 Sungguminasa Kab.Gowa

Menelusuri eksistensi berdirinya suatu lembaga pendidikan, tentunya tidak terlepas dari kondisi dan latar belakang berdirinya. SMPN 02 Sungguminasa Kab. Gowa merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang sederajat dengan sekolah lanjutan pertama yang berada di bawah naungan Pemerintah Daerah sehingga dalam melakukan aktivitas pendidikan dan pembelajaran lebih banyak belajar ilmu-ilmu umum dibanding pelajaran agama.

Keberadaan SMPN 02 Sungguminasa Kab. Gowa dilatar belakangi oleh situasi dan kondisi masyarakat setempat, yang menyadari arti penting pendidikan. Di samping mengingat jumlah peserta didik yang menamatkan pendidikannya di tingkat SD tiap tahunnya semakin banyak jumlahnya, sementara SLTP yang ada di Jl. Andi Mallombassang mempunyai jarak yang agak jauh dari kampung mereka. Melihat kondisi yang demikian para pendidik, tokoh masyarakat dan pemerintah setempat merasa terbebani atas perlunya pengadaan sekolah untuk tingkat SLTP di daerah ini.

SMPN 02 Sungguminasa Kab. Gowa didirikan pada tahun 1979 di atas tanah seluas 4752 Ha meter persegi, dengan status kepemilikan

Sungguminasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, mendirikan sekolah yang diberi nama SMPN 02 Sungguminasa setingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, yang dipimpin oleh Muhammad Ruslan Raba, dengan anggota Adam Karim, Syahruddin dan Abdul Kadir Tona.

Bertempat di Pandang- Pandang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Kemudian atas inisiatif Muhammad Ruslan Raba, berhasil mendirikan sekolah SMPN 02 Sungguminasa pada 17 Februari 1979 sesuai dengan SK pendirian dengan peraturan pendidikan nasional RI 1980 dengan NPSN 20301060.

SMPN 02 Sungguminasa telah terjadi 7 kali pergantian pimpinan (Kepala Sekolah). Hal ini berarti suatu pertanda bahwa sekolah ini sangat menghendaki adanya perkembangan dan kemajuan yang signifikan di masa-masa yang akan datang.

Kedudukan SMPN 02 Sungguminasa merupakan unit pelaksana teknis Kementrian di bidang pendidikan yang secara operasional bertanggung jawab kepada Kantor Wilayah Kementrian Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, dan secara administatif bertanggung jawab kepada Kantor Kementrian Pendidikan Kabupaten Gowa.

Selanjutnya dalam upaya pembinaan dan penataan terus dikembangkan dengan melakukan pembaharuan pada subtansi pendidikan, pembaharuan metodologi, pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, perluasan fungsi sekolah dan pengembangan

(IPTEK).

Dengan demikian, sejarah lahirnya SMPN 02 Sungguminasa merupakan langkah maju bagi tercapainya prestasi pendidikan di bidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Karena bagaimanapun, prestasi serta peningkatan kualitas guru merupakan modal tercapainya tujuan pendidikan. Dari kedua target tersebut, baik dari prestasi belajar siswa, serta peningkatan kualitas guru menjadi momentum bagi terciptanya iklim pendidikan. Artinya, tercapainya tujuan pendidikan serta perubahan status sekolah menjadi SMPN 02 Sungguminasa ini adalah karena SMPN 02 SUNGGUMINASA ini dianggap bisa bersaing di era global atau dapat beradaptasi dengan semakin kompetitifnya pendidikan dewasa ini.

2. Identitas Madrasah

a. Nama sekolah : SMPN 02 SUNGGUMINASA KAB.GOWA

b. NPSN : 40301060

c. Status Sekolah : Negeri d. Bentuk Pendidikan : SMP

e. Status kepemilikan : Pemerintahan Daerah f. SK Pendirian Sekolah : 030/U/1979

g. Tanggal SK Pendirian : 17-02-1979 h. No. SK Ijin Operasional : 030/ U/1979 i. Tgl SK Ijin Operasional : 17-02-1979 j. Nama Kepala Sekolah : Adri, S.Pd

k. Alamat : Jl.Andi Mallombassang No.1 Sungguminasa, RT/RW 0/0, Dsn., Ds./ Kel Sungguminasa,

l. Kode Pos : 92111 m. No.Telp : 0411-86145 n. FAX : 0411-84157

o. Email : [email protected] p. Website : http://www.smpnegeri2sungguminasa.net

3. Visi, Misi dan Tujuan SMPN 02 SUNGGUMINASA KAB.GOWA a. Visi Sekolah

Untuk mencapai tujuan pendidikan SMPN 02 SUNGGUMINASA KAB.GOWA merumuskan visi:

“Unggul dalam prestasi, berkepribadian, berpijak pada iman dan takwa”.

b. Misi Sekolah

Untuk mencapai tujuan pendidikan SMPN 02 SUNGGUMINASA KAB.GOWA merumuskan misi sebagai berikut :

1. Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang profesional, adil, dan berimbang di lingkungan sekolah.

2. Mewujudkan keluaran pendidikan yang bermutu dan menghasilkan prestasi akademik bidang keilmuan dan teknologi serta non akademik bidang seni.

3. Mewujudkan sikap siswa mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab meraih prestasi terbaik.

dan takwa.

5. Mewujudkan Good Governance dalam sistem pengelolaan pendidikan yang transparan,responsive,dan akuntabel dengan pihak-pihak pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.

c. Tujuan Sekolah

Berdasarkan visi dan misi sekolah tersebut diatas, dapat disimpulkan menjadi beberapa macam tujuan yaitu:

1. Memenuhi akan penyelenggaraan pendidikan yang professional, keadilan dan pemerataan pendidikan di lingkungan sekolah.

2. Memenuhi akan kualifikasi professional para guru, staf sekolah dan karyawan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya untuk penguatan manajemen pelayanan sekolah yang efektif.

3. Memenuhi akan keluaran pendidikan dengan lulusan yang berprestasi akademik baik bidang keilmuan dan teknologi maupun non akademik bidang seni dan olahraga yang memiliki keunggulan kompetitif.

4. Memenuhi akan sikap siswa yang berbudi pekerti luhur di dasari iman dan takwa.

5. Memenuhi akan sistem pengelolaan pendidikan yang transparan, responsive, partisipatif, dan akuntabel dengan para pemangku kepentingan terkait.

manajemen sekolah untuk mengoptimalkan pelayanan pendidikan prima kepada masyarakat.

4. Keadaan Guru

Untuk mengetahui keadaan Guru SMPN 02 SUNGGUMINASA KAB.GOWA dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel I

Nama Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMPN 02 Sungguminasa Kab.Gowa

No Nama Jernis K

P L

Pendidikan Terakhir

1 Andri, S.Pd. - L S1

2 A. Hendriyana H, S.Pd.I., M.Pd.I. P - S2

3 Suci Putri, S.Pd P - S1

4 Nursyidah, S.Ag P - S1

5 Cahaya, S.Pd P - S1

6 Nasruddin Hamzar, S.IP - L S1 7 Rahmatiah Abdullah, S.Pd P - S1

8 Hartati, S.Pd P - S1

9 Sri Ismayanti, S.Pd P - S1 10 Kiki Rezkiyanti Sahar, S.Pd P - S1 11 Hj. Rahmadhani S.Pd., M.Pd P - S2 12 Habib Burhan, S.Pd - L S1 13 Erniwati, S.Pd., M.Pd P - S2 14 Muh. Anwar, S.Pd. - L S1 15 Anzar Agus, S.Pd. M.Pd - L S2 16 Hj. Nurhayati, S.Pd. P - S1 17 Rusli AT, S.Pd. - L S1 18 Syamsiah H., S.Ag. P - S1 19 Astriani Azis, S.Pd P - S1 20 Irwan Nurdin, S.Pd. - L S1

21 Hj. Husniah P - S1

Sumber Data : SMPN 02 SUNGGUMINASA KAB.GOWA, 2017

Adapun siswa yang diteliti adalah kelas VIII.A SMPN 02 Sungguminasa Kab.Gowa dan dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel II

Keadaan siswa yang diteliti di Kelas VIII.A SMPN 02 Sungguminasa Kab.Gowa

No. Nama Siswa Alamat

1 Habibie Manggarupi Permai

2 Muh.Zidan R Jl.Poros Malino 3 Muh.Rahmatullah Y Jl.Pelita Lambengi 4 Muh.Aflah Dirga Aufan Jl.Pallantikang lr.1

5 Rahmat R Jl.Pallantikang

6 Muh.Dwi Firmansyah F BTN Ballolu

7 Aji Dwi Kurniawan Jl.Andi Mallombassang 8 Muh. Fathir S.Z Jl.Sultan Alauddin

9 M.Richo N Jl.Manggarupi

10 Farel Syazwan J BTN Je’ne tallasa Permai 11 Muh.Anugrah A.A BTN Mutiara Permai 12 Khaidir Jl.Pelita Lambengi 13 Zamzidar Zainal Jl.Pelita Lambengi 14 Fathur Ramdani Taeng

15 Nadila Tamrin BTN Griya Tirta Abadi 16 Salsabilah Nur Faoziah BTN Minasaupa

18 Salsabilah Dwi Kamila Jl.Sultan Hasanuddin 19 Muh.Wildan Fatari Jl.Dr.Wahidin BTN Indira

recidence blok B No.2 20 Hermawan Komplek Pandang-pandang 21 Muh.Akbar Jl. Dg Tata lr.1

22 Resa Anggreani S Perumahan Bukit Tamarunang 23 Rindiyani Jl.Pelita Lambengi

24 Rika Laura BTN Aura Permai 25 Imel Amanda Natasya Jl.Benteng Sombaopu 26 Siti Alwa Syabina Jl.Poros Malino

27 Andi Nur Aura M Jl.Manggarupi

28 Zachranie Mareta A Jl.Dr.Wahidin Sudirohusodo Kallongtala

29 Nurul Afia Jl.Poros Limbung-Panciro 30 Putri Arindah Asri Jl.Mesjid Raya No.16 A

Sumber Data : Kantor SMPN 02 Sungguminasa Kab.Gowa, 2017

6. Sarana dan Prasarana

Adapun sarana dan prasarana yang dimiliki SMPN 02 Sungguminasa Kab.Gowa terdapat pada tabel berikut ini :

Sarana dan prasarana SMPN 02 Sungguminasa Kab.Gowa

Sumber Data : Kantor SMPN 02 Sungguminasa Kab.Gowa, 2017 No Jenis

Prasarana

Kondisi Baik

Ruangan Rusak

Jumlah

1 Ruang kelas 27 - 27

2 Perpustakaan 1 - 1

3 R. Lab. IPA 1 1

4 Lab.Bahasa

Inggris - - -

5 R.Lab

Komputer 1 - 1

6 Ruang

Konseling 1 - 1

7 R. Guru 1 - 1

8 R. Tata

Usaha 1 - 1

9 Tempat

Ibadah 1 - 1

10 R. UKS 1 - 1

11 WC 3 - 3

12 Gudang 1 - 1

13 Ruang

Sirkulasi 1 - 1

14 Tempat

Olahraga 3 - 3

15

Ruang Organisasi Kesiswaan

1 - 1

16 Kantin 1 - 1

Sungguminasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa

Pendidikan adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dengan sengaja dan terencana yang dilaksanakan oleh orang dewasa yang memiliki ilmu dan keterampilan kepada anak didik, demi terciptanya insan kamil. Pendidikan yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah pendidikan agama Islam. Adapun kata Islam dalam istilah pendidikan Islam menunjukkan sikap pendidikan tertentu yaitu pendidikan yang memiliki warna-warna Islam.

Pendidikan Agama Islam di sekolah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengalaman peserta didik tentang Agama Islam sehingga mejadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan,ketaqwaannya, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebagaimana pemaparan dari kepala Adri,S.Pd sekolah dalam wawancara berikut ini:

Pendidikan agama di sekolah sebagai salah satu upaya untuk mendidik siswa siswi menjadi pelajar yang memiliki etika yang baik, baik terhadap orangtuanya, lingkungan disekitarnya dan terhadap Allah swt. Adanya pelajaran agama di sekolah diharapkan pelajar mendapatkan ilmu-ilmu agama yang dapat diamalkannya di lingkungan sekitarnya karena agama merupakan

Pelaksanaan pelajaran agama di sekolah selama ini sudah berjalan. Sekolah-sekolah di Indonesia memberlakukan/memasukkan pelajaran agama dalam kurikulum. Pelajaran Pendidikan Agama merupakan salah satu pelajaran wajib, harus ada dan diterima oleh para siswa. Di Indonesia persekolahan-persekolahan swasta umum dengan ciri keagamaan tertentu menerapkan pelajaran agama sesuai dengan ciri khas keagamaannya.

Peneliti memulai pertanyaan kepada guru pendidikan Agama Islam kelas VIII Ibu Husniah terhadap bagaimana proses pembelajaran pelajaran pendidikan agama islam yang berlangsung di SMPN 02 Sungguminasa, beliau menuturkan bahwa:

Pendidikan Agama Islam di SMPN 02 Sungguminasa Dalam hal ini proses pengajaran pendidikan agama islam berlangsung tidak seperti mata pelajaran yang ada. Dilakukan dalam durasi waktu 2 jam pelajaran sehari dalam setiap minggunya. Itu berlaku untuk keseluruhan tingkatan kelas dari kelas VII, VIII, dan IX. Proses pembelajaran pendidikan agama islam yang terdapat di SMPN 02 SUNGGUMINASA merupakan proses pembelajaran yang dilakukan seperti disekolah-sekolah umum lainnya. Hanya berdurasi 2 jam waktu pemberian materi. Dalam hal ini di butuhkan kesabaran dan rasa sayang terhadap penyampainnya.

Bisa jadi dilakukan seperti pada diri sendiri, guna memberikan mengamalkan ilmu agama yang baik yang berguna dalam kehidupan sehari-hari sampai kelak diakhirat.39

Menurut Ibu Nursyidah, S.Ag guru PAI kelas IX menuturkan bahwa:

38 Wawancara, Adri, S.Pd (kepala sekolah), sabtu 11 November 2017 jam 09.00 WITA didekat tangga kepala sekolah samping ruang guru.

39Wawancara, Hj Husniah (Guru PAI kelas VIII), sabtu 11 November 2017 jam 10.15 WITA diruang Guru

siswi mampu menyerap dan memahami apa yang telah kami ajarkan. Disamping materi yang sesuai dengan kurikulum kadang juga diselingi pengetahuan lainnya yang berhubungan dengan agama islam. Baik itu akhlak dan syariat, fiqih dan lainnya.40

Guru pendidikan Agama Islam kelas VIII Ibu Hj. Husniah, kembali mengatakan bahwa :

Pembelajaran pendidikan agama islam disekolah juga membantu walaupun durasinya hanya sedikit tapi cukup bisa memberikan pengetahuan dan pembelajaran yang aktif kepada siswa.

Kalupun waktunya kurang murid murid bisa bertanya di lain jam pelajaran apabila ada hal yang kurang paham yang menyangkut masalah agama,karena masalah agama tidaklah sempit masih banyak lagi penjelasan-penjelasan yang luas. Kami sudah mengajarkan sesuai kurikulum juga tapi apabila ada hal yang kurang itu tadi murid bisa bertanya diluar jam pelajaran karena keterbatasan waktu jam pelajaran pendidikan agama islam yang hanya 2 jam pelajaran.41

Pertanyaan selanjutnya juga ditujukan kepada siswa kelas VIII SMPN 02 SUNGGUMINASA, Salsabilah Dwi Kamila tentang pelajaran pendidikan agama Islam apa saja yg diberikan di sekolah, dia menuturkan:

Pelajaran pendidikan agama islam yang diberikan sangat bermacam-macam kak, mulai dari akhlak, masalah fiqhi, tentang islam dan semua hal yang berhubungan dengan agama islam.

Pelajaran pendidikan Agama islam juga sebelum pelajaran dimulai guru memberikan arahan-arahan tentang agama islam

40 Wawancara, Nursyidah, S.Ag (Guru PAI kelas IX), senin 11 November 2017 jam 10.30 WITA diruang Guru

41Wawancara, Hj. Husniah (Guru PAI kelas VIII), senin 11 November 2017 jam 11.00 WITA di Ruang guru

juga.

Siswa kelas VIII Muh. Rahmatullah Y mengatakan bahwa:

Pelajaran pendidikan Agama Islam yang diberikan Guru hanya 2 jam. Biasanya masih banyak yang ingin kita pertanyakan tapi waktunya sudah selesai kak. Saya sangat senang belajar pelajaran Agama apalagi kalo masalah seputar kisah-kisah Nabi kak.43

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa pelajaran pendidikan Agama Islam di SMPN 02 Sungguminasa dilakukan dalam durasi waktu 2 jam pelajaran sehari dalam setiap minggunya. Itu berlaku untuk keseluruhan tingkatan kelas dari kelas VII, VIII, dan IX. Dalam hal ini pembelajaran pendidikan agama islam disekolah juga membantu walaupun durasinya hanya sedikit tapi cukup bisa memberikan pengetahuan dan pembelajaran yang aktif kepada siswa serta pelajaran pendidkan Agama Islam dilakukan dengan memberikan tadarrus Al-qur’an selama 10 menit sebelum pelajaran dimulai dan sebelum pelajaran berakhir.

42Wawancara, Salsabilah Dwi Kamila (Siswi kelas VIII), senin 11 November 2017 jam 12.00 WITA di Kelas VIII.

43 Wawancara, Muh Rahmatullah Y (Siswa kelas VIII) senin 11 November 2017 jam 12.20 WITA di depan Kelas VIII

Islam Di SMPN 02 Sungguminasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa

Akhlak merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengoptimalkan sumber daya potensi untuk mencapai kesejahteraan hidup manusia baik di dunia maupuan di akhirat. Oleh karena itu, bagai mana manusia dalam menggunakan sumber daya potensi yang tersedia untuk meningkatkan kehidupan lebih baik. Karenanya di perlukan alat yang digunakan untuk menganalisis sekaligus membuktikan konsep Alquran dan Hadis yang secara langsung maupun tidak langsung yang bersentuhan dengan masalah akhlak.

Peneliti memulai pertanyaan selanjutnya kepada Kepala Sekolah SMPN 02 SUNGGUMINASA, untuk menggali lebih dalam tentang pembentukan akhlak siswa melalui pelajaran pendidikan Agama Islam.

Pelajaran Pendidikan Agama Islam sangat berdampak kepada proses pembentukan akhlak siswa agar kelak bisa menjadi pedoman bagi kehidupannya. Manusia bisa mengarahkan hidupnya dijalan yang benar dan diridhoi Allah, tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang buruk, dapat mengontrol dirinya.

Apalagi dimasa remaja seperti ini merupakan masa yang labil dalam segala hal, siswa biasanya ingin mencoba-coba, dikhawatirkan nantinya akan terjerumus kedalam pergaulan yang tidak baik. Karena faktor pergaulan sangat berpengaruh besar.

Oleh karena itu didikan yang bernuansa islami harus ditanamkan sejak dini melalui pelajaran pendidikan agama islam.44

44 Wawancara, Adri, S.Pd (Kepala Sekolah), Rabu 13 November 2017 jam 09:30

WITA di ruangan Kepala Sekolah.

yang mutlak harus dilaksanakan pada semua jenjang pendidikan.

Pembentukan akhlak juga merupakan satu bagian terpenting dan target utama dalam tujuan pendidikan. Begitu juga halnya dalam konsep Islam, tujuan pendidikan yang dilakukan adalah untuk menciptakan generasi yang memiliki akhlak yang mulia, baik akhlak terhadap sang Khaliknya Allah SWT, maupun akhlak terhadap makhluk manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan termasuk akhlak terhadap dirinya sendiri. Ibu Hj Husniah Guru PAI kelas VIII menuturkan bahwa:

Adanya pembinaan pendidikan agama islam dan kegiatan-kegiatan keislaman (ekstra) pada siswa. Hal ini dimaksudkan untuk menunjang pendidikan agama yang ada di pendidikan formal (sekolah) dan juga menambah wawasan siswa dalam memahami serta menginterpretasikan agama islam secara menyeluruh (universal), sehingga siswa akan memiliki nilai lebih dalam pengetahuan agamanya. Adanya kegiatan-kegiatan ektra yang islami, misal siswa diharuskan untuk mengikuti pengajian baik laki- laki atau perempuan. Hal ini dimaksudkan untuk menanamkan disiplin yang tinggi baik dalam ibadah maupun dalam bertingkah laku. Adanya sarana ibadah yaitu musholah, yang mana dimaksudkan untuk siswa dan warga sekolah lainnya untuk dapat melakukan ibadah dengan baik.45

Dalam hal ini semua guru khususnya guru pendidikan agama Islam dituntut untuk memberikan keteladanan atau pembiasaan tentang sikap yang baik dalam menanamkan pendidikan karakter terhadap siswa. Tanpa adanya pembiasaan dan pemberian teladan yang baik, pembinaan tersebut akan sulit mencapai tujuan yang diharapkan, dan sudah menjadi

45Wawancara, Syamsiah H., S.Ag (Guru Kelas VII) Rabu 13 November 2017 jam 10.20 WITA di kelas VII.

contoh yang baik dan membiasakannya bersikap baik pula.

Guru PAI kelas VIII kembali mengemukakan bahwa:

Untuk membentuk akhlak yang baik kepada siswa maka yang paling utama disini adalah bagaimana akhlak dari guru pendidikan agama Islam tersebut. Karena guru merupakan salah satu orang yang paling berpengaruh dalam mendewasakan anak didik agar menjadi anggota masyarakat yang berguna dan memiliki keperibadian yang mencerminkan akhlak yang mulia. Siswa akan mencontoh apa yang dilakukan gurunya jadi seorang guru disini sangat dituntut untuk memiliki akhlakul karimah yang baik sehingga siswanya dengan serta merta mengikutinya.46

Menurut pendapat Nadila Tamrin siswi kelas VIII, tentang pelajaran pendidikan agama islam berpendapat bahwa :

Kalau membahas pelajaran pendidikan agama islam, guru paling sering membahas masalah akhlak dan yg paling sering itu diingatkan tentang pergaulan sebagai siswa siswa. Pergaulan harus dijaga betul supaya tidak ikut ke pergaulan yang tidak baik, karena remaja sekarang sangat bebas dalam pergaulan. Apabila sampai ikut dalam pergaulan yang tidak baik maka ditakutkan virginitas tersebut akan terenggut juga. Dalam cara menjaganya kita harus meningkatkan IMTAK sebagai pedoman hidup agar senantiasa ingat kepada ALLAH, makanya pelajaran pendidikan Agama Islam sangat penting untuk dipelajari.47

M.Richo N siswa kelas VIII berpendapat bahwa :

Pelajaran pendidikan Agama Islam yang kita dapatkan di sekolah sangat menekankan terhadap pergaulan kita baik disekolah lebih- lebih jika di luar sekolah. Pelajaran pendidikan Agama Islam menjadi kunci utama dalam bergaul. Karena kami laki-laki yang

46 Wawancara, Hj Husniah (Guru KelasVIII) Rabu 13 November 2017 jam 11.30 WITA di kelas VIII

47 Wawancara, Nadila Tamrin (Siswa Kelas VIII) Rabu 13 November 2017 jam 12.18 WITA di dekat ruang Guru

pesan-pesan agama bahwa mempunyai akhlak yang baik itu sangat mendapatkan pengaruh yang baik pula bagi diri sendiri dan orang lain.48

Dari beberapa pendapat di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa pembentukan akhlak yang baik itu perlu untuk dipelajari dan di biasakan, dan untuk pembiasaan tersebut maka perlu keteladan yang dapat di jadikan contoh bagi para peserta didik. Adanya pelajaran pendidikan agama islam dan kegiatan-kegiatan ektra yang islami, misal siswa diharuskan untuk mengikuti pengajian baik laki-laki atau perempuan hal ini dimaksudkan untuk membentuk akhlak yang baik bagi siswa dan juga menambah wawasan siswa dalam memahami serta menginterpretasikan agama islam secara menyeluruh (universal), sehingga siswa akan memiliki nilai lebih dalam pengetahuan agamanya.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa tujuan pembentukan akhlak hanya dapat dicapai dengan jalan terus menerus latihan (dikerjakan) sehingga menjadi suatu kebiasaan yang menetap dalam diri dan kepribadian manusia (siswa). Maka dengan usaha yang demikian dan istiqomah maka akan dapat terwujud akhlak yang baik (mulia) tersebut.

Ajaran Islam sendiri banyak menyebutkan bahwa pembinaan akhlak yang terpuji itu harus selalu dilakukan dan selalu di latih, karena dengan

48 Wawancara, M.Richo N (Siswa Kelas VIII) Rabu 13 November 2017 jam 13.00 WITA di depan kelas VIII

mengkristal dalam diri manusia.

D. Faktor Penghambat dan Pendukung Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Pembentukan Akhlak Siswa SMPN 02 Sungguminasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa

Dalam pelaksanaan pembentukan akhlak siswa pada pelajaran pendidikan Agama Islam tentu tidak lepas dari faktor penghambat dan faktor pendukung yang mempengaruhinya. Faktor penghambat yang mempengaruhi pembentukan akhlak seorang siswa, Kepala Sekolah mengemukakan bahwa:

Berbicara tentang faktor penghambat yang mempengaruhi pembentukan akhlak seorang siswa, ada dua hal yang paling berpengaruh yakni faktor dari dalam yakni yang dibawa sejak lahir dan faktor dari luar misalnya pengaruh lingkungan keluarga, lingkungan tempat ia bermain dan lingkungan sekolah. Dan faktor yang sangat dominan dimana anak akan memiliki akhlak atau budi pekerti yang baik apabila dididik dalam lingkungan keluarga yang baik pula. Oleh karena itu pembinaan akhlak harus dilaksanakan secara terus-menerus dan dilakukan sedini mungkin. Pengaruh lingkungan pergaulan anak khususnya lingkungan pergaulan di luar sekolah yang kurang kondusif bagi pembentukan akhlak siswa, kurang pedulinya sebagian orang tua dalam membina dan mengembangkan pengajaran akhlak siswa di rumah. Serta rendahnya minat belajar pengajaran akhlak pada sebagian siswa.49

Kemudian Guru PAI kelas VIII menyampaikan bahwa:

Faktor penghambat pada pelajaran pendidikan Agama Islam terhadap pembentukan akhlak siswa adalah jam tatap muka yang kurang hanya 2 jam sehari dalam setiap minggunya, hal ini yang menurut saya sangat menjadi kendala dalam pembentukan akhlak siswa. Adapun yang menjadi faktor pendukung dalam

49 Wawancara, Adri, S.Pd ( Kepala Sekolah), kamis 16 November 2017 jam 10.00 WITA di ruang Kepala Seolah

Dokumen terkait