BAB III METODE PENELITIAN
F. Teknik Pengolahan dan Analisa Data
3. Penarikan Kesimpulan
Upaya penarikan kesimpulan atau verifikasi dilakukan peneliti secara terus menerus selama berada di lapangan. Dari permulaan pengumpulan data, mulai mencari arti benda-benda, mencatat keteraturan pola-pola (dalam catatan teori), penjelasan-penjelasan, konfigurasi- konfigurasi, alur sebab akibat, dan proposal.48
Berdasarkan penjelasan tentang penarikan kesimpulan di atas, dapat dipahami bahwa penarikan kesimpulana dalah menyederhanakan kalimat, arti benda-benda,alur sebab-akibat yang menjadi inti pembahasan dalam penelitian berdasarkan data yang diperoleh selama berada dilapangan.
47 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, h. 1.
48 Lihat Mile, M.B. dan Huberman, Analisis Data Kualitatif, Penerjemah Tjetjep Rohendi (Cet. 3; Jakarta: UI Press, 1992), h. 32.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Kabupaten Gowa
a. Gambaran Geografis
Kabupaten Gowa berada pada 12°38.16' Bujur Timur dari Jakarta dan 5°33.6' Bujur Timur dari Kutub Utara. Sedangkan letak wilayah administrasinya antara 12°33.19' hingga 13°15.17' Bujur Timur dan 5°5' hingga 5°34.7' Lintang Selatan dari Jakarta.
Kabupaten yang terletak pada bagian selatan dari Sulawesi Selatan ini merupakan daerah otonom, berbatasan dengan beberapa kabupaten lain di Sulsel. Di Bagian utara berbatasan dengan Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sinjai, Bone, Bulukumba, dan Bantaeng. Di sebelah Selatan berbatasan dengan kabupaten Takalar dan Jeneponto sedangkan di bagian baratnya dengan Kota Makassar dan Takalar.
Wilayah administrasi kabupaten Gowa sampai tahun 2016 terdiri dari 18 kecamatan dan 167 desa dan kelurahan dengan luas sekitar 1.883,33 km² atau setara 3,01 persen dari luas wilayah propinsi Sulawesi Selatan.
31
Wilayah kabupaten Gowa sebagian besar merupakan dataran tinggi yaitu sekitar 72,26 persen. Ada sembilan wilayah kecamatan yang merupakan dataran tinggi yaitu Parangloe, Manuju, Tinggimoncong, Parigi, Tombolopao, Bungaya, Bontolempangan, Tompobulu, dan Biringbulu. Dari total luas kabupaten Gowa 35,30 persen mempunyai kemiringan tanah di atas 40 derajat, yaitu pada wilayah kecamatan Parangloe, Tinggimoncong, Parigi, Bungaya, dan Tompobulu.
b. Pemerintahan
Sistem pemerintahan diatur dalam wilayah pemerintahan Kecamatan yang terdiri atas:
1) Kecamatan Sombaopu 2) Kecamatan Bontonompo Selatan 3) Kecamatan Pattallassang 4) Kecamatan Manuju 5) Kecamatan Bungaya
6) Kecamatan Barombong 7) Kecamatan Bajeng
8) Kecamatan Bajeng Barat 9) Kecamatan Bontonompo
10) Kecamatan Bontomarannu 11) Kecamatan Parangloe 12) Kecamatan Tinggimoncong
13) Kecamatan Parigi 14) Kecamatan Tombolopao
15) Kecamatan Bontolempangan
16) Kecamatan Tompobulu 17) Kecamatan Biringbulu
18) Kecamatan Pallangga
Pemerintahan inilah yang mengatur berbagai sektor kegiatan masyarakat seperti pendidikan, teknologi, ekonomi, politik, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.
Kabupaten Gowa dilalui 15 sungai yang cukup besar. Sungai dengan luas daerah aliran yang terbesar adalah sungai Jeneberang yaitu seluas 881 km² dengan panjang 90 km. Sehingga sebagaian besar wilayah kabupaten Gowa menggunakan sumber air sungai Jeneberang, baik sebagai bahan baku air minum maupun untuk irigasi persawahan dan tanaman pangan lainnya.
c. Penduduk
Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk (SP) 2010, jumlah penduduk kabupaten Gowa sebanyak 652.329 orang, yang terdiri atas 320.568 laki-laki dan 331.761 perempuan. Dari hasil SP 2010 tersebut masih tampak bahwa penyebaran penduduk kabupaten Gowa masih bertumpu di kecamatan Sombaopu yakni sebesar 19,95 persen, kemudian diikuti oleh kecamatan Pallangga sebesar 15,08 persen, kecamatan Bajeng sebesar 9,55 persen, kecamatan Bontonompo sebesar 6,03 persen dan kecamatan lainnya di bawah lima persen. Parigi, Bontolempangan, dan Manuju adalah tiga kecamatan dengan urutan terbawah yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit masing-masing berjumlah 13.100 orang, 13.212 orang, dan 14.074 orang. Sedangkan kecamatan Somba Opu dan kecamatan Pallangga merupakan kecamatan yang paling banyak penduduknya untuk wilayah di perkotaan, yakni masing-masing sebanyak 130.126 orang dan 98.372 orang.
Dengan luas wilayah kabupaten Gowa sekitar 1.883,33 kilo meter persegi yang didiami oleh 652.329 orang (2010) maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk kabupaten Gowa adalah sebanyak 1.223 orang per kilo meter persegi. Kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya adalah Kecamatan Somba Opu yakni sebanyak 4.632 orang per kilo meter persegi sedangkan yang paling rendah adalah kecamatan Parangloe yakni sebanyak 74 orang per kilo meter persegi.
Berikut jumlah penduduk Kabupaten Gowa lima tahun terakhir:
575.295 jiwa (2005), 586.069 jiwa (2006). Tahun 2015 (17/4) jumlah penduduk Gowa telah mencapai 747.257 dengan perincian laki-laki sebanyak 371.213 jiwa sedangkan perempuan sebesar 376.044 jiwa.
d. Sosial Budaya
Sebagian penduduk Kabupaten Gowa masih memengang nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong, budaya siri na pacce masih berlaku dan dipegang teguh masyarakat Gowa. Secara umum di pelosok-pelosok pedesaan, kegiatan pembangunan dilaksanakan dengan kerjasama dalam nuansa kekeluargaan. Partisipasi masyarakat masih terlihat dalam membuat jalan baru, saluran irigasi, pembangunan rumah penduduk, dan acara perkawinan49
2. Gambaran Umum Kecamatan Somba Opu a. Kependudukan
Data tahun 2010 menyebutkan Penyebaran penduduk Kabupaten Gowa masih bertumpu di Kecamatan Somba Opu yakni sebesar 19,95 persen dari total jumlah penduduk kabupaten Gowa sebesar 652.329 orang.
49Darmawan Denassa. The Gowa Center
http://thegowacenter.blogspot.com/2011/03/kabupaten-gowa.html (19 maret 2019)
a) Kecamatan Somba Opu juga merupakan kecamatan yang paling banyak penduduknya untuk wilayah perkotaan, yakni sebanyak 130.126 orang dimana jumlah penduduk laki-laki sebesar 64.442 orang dan perempuan sebesar 65.684.
b) Kecamatan Somba Opu tercatat sebagai kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya yakni sebanyak 4.632 orang/km2.
c) Laju pertumbuhan penduduk Kecamatan Somba Opu adalah yang tertinggi dibandingkan Kecamatan lain di Kabupaten Gowa yakni sebesar 4,07 persen
d) Kecamatan Somba Opu memiliki rata-rata anggota rumah tangga terbesar sebanyak 4,65 orang dari total jumlah rumah tangga yakni 28.002 KK50
a. Keadaan Geografis Batas Wilayah:
Utara : Kota Makassar
Timur : Kecamatan Bontomarannu
Selatan : Kecamatan Pallangga dan Kabupaten Takalar Barat : Kecamatan Pallangga dan Kota Makassar
Luas wilayah 28.09 km2 atau 2.809 Ha (1,49 % dari luas wilayah kabupaten Gowa) dengan ketinggian daerah/altitude berada 25 meter di
50Anonim. Hasil Sensus Penduduk tahun 2010, Data Agregat per Kecamatan, Badan Pusat Statistik Kabupaten Gowa,(26, maret ,2019)
atas permukaan laut. Sebagian besar wilayah terletak pada dataran rendah dengan koordinat Geografis berada pada 5 derajat 12’5″ LS dan 119 derajat 27’15” BT. Batas alam dengan kecamatan Pallangga adalah Sungai Jeneberang yaitu sungai dengan panjang 90 km dan luas Daerah Aliran Sungai 881 km2
b. Pemerintahan
Terdiri dari 14 kelurahan, 28 lingkungan, 102 RK/RW, dan 327 RT.
Kelurahan tersebut adalah sebagai berikut : 1) Kelurahan Sungguminasa
2) Kelurahan Bontobontoa 3) Kelurahan Batangkaluku 4) Kelurahan Tompobalang 5) Kelurahan Katangka
6) Kelurahan Pandang-pandang 7) Kelurahan Tombolo
8) Kelurahan Kalegowa 9) Kelurahan Samata
10) Kelurahan Romangpolong 11) Kelurahan Paccinongang 12) Kelurahan Tamarunang 13) Kelurahan Bontoramba 14) Kelurahan Mawang
Tingkat perkembangan kelurahan di kecamatan Somba Opu meliputi 3 kelurahan swakarya (self work) dan 11 kelurahan swasembada (self supporting). Tingkat perkembangan LKMD dari 14 kelurahan ada 1 LKMD Tingkat II, dan 13 LKMD Tingkat III. Jumlah personel pertahanan sipil (Hansip) dengan kualifikasi Linmas sebanyak 306 orang.
c. Pendidikan
a) Jumlah Sekolah Taman Kanak-Kanak pada tahun 2004-2006 sebanyak 58 sekolah dan pada tahun 2007-2009 sebanyak 41 sekolah, jumlah guru sebanyak 163 orang (perempuan), dengan jumlah murid laki-laki sebanyak 1.124 orang dan murid perempuan sebanyak 1.203 orang.
b) Jumlah Sekolah Dasar sebanyak 44 sekolah dengan perincian berdasarkan status yaitu sekolah negeri sebanyak 14 buah, sekolah Inpres 29 buah, dan sekolah swasta 1 buah.
c) Jumlah guru SD sebanyak 241 orang (laki-laki) dan 335 orang (perempuan) dengan perincian berdasarkan status yaitu guru sekolah negeri sebanyak 103 orang (laki-laki) dan 123 orang (perempuan), guru sekolah Inpres sebanyak 135 orang (laki-laki) dan 207 (perempuan), sedangkan guru sekolah swasta sebanyak 3 orang (laki-laki) dan 5 orang (perempuan).
d) Jumlah murid SD yang laki-laki sebanyak 6.835 orang dan murid perempuan sebanyak 7.935 orang dengan perincian berdasarkan status yaitu murid sekolah negeri sebanyak 2.630 orang (laki-laki)
dan 3.320 orang (perempuan), murid sekolah Inpres sebanyak 4.126 orang (laki-laki) dan 4.520 orang (perempuan), sedangkan murid sekolah swasta sebanyak 79 orang (laki-laki) dan 95 orang (perempuan).
e) Jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 1 sekolah, jumlah guru sebanyak 8 orang (laki-laki) dan 10 orang (perempuan), dengan jumlah murid laki-laki sebanyak 51 orang dan murid perempuan sebanyak 52 orang.
f) Jumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 2 sekolah, jumlah guru sebanyak 8 orang (laki-laki) dan 4 orang (perempuan), dengan jumlah murid laki-laki sebanyak 92 orang dan murid perempuan sebanyak 82 orang.
g) Jumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebanyak 17 sekolah dengan perincian berdasarkan status yaitu sekolah negeri sebanyak 6 buah, dan sekolah swasta 11 buah.
h) Jumlah guru SLTP sebanyak 145 orang (laki-laki) dan 215 orang (perempuan) dengan perincian berdasarkan status yaitu guru sekolah negeri sebanyak 82 orang (laki-laki) dan 144 orang (perempuan), guru sekolah swasta sebanyak 63 orang (laki-laki) dan 71 (perempuan).
i) Jumlah murid SLTP yang laki-laki sebanyak 2.321 orang dan murid perempuan sebanyak 2.567 orang dengan perincian berdasarkan status yaitu murid sekolah negeri sebanyak 1.832 orang (laki-laki)
dan 2.814 orang (perempuan), murid sekolah swasta sebanyak 484 orang (laki-laki) dan 548 orang (perempuan).
j) Jumlah Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 5 sekolah, jumlah guru sebanyak 36 orang (laki-laki) dan 60 orang (perempuan), dengan jumlah murid laki-laki sebanyak 437 orang dan murid perempuan sebanyak 400 orang.
k) Jumlah Sekolah Menengah Umum (SMU) sebanyak 10 sekolah dengan perincian berdasarkan status yaitu sekolah negeri sebanyak 2 buah, dan sekolah swasta 8 buah.
l) Jumlah guru SMU sebanyak 120 orang (laki-laki) dan 130 orang (perempuan) dengan perincian berdasarkan status yaitu guru sekolah negeri sebanyak 35 orang (laki-laki) dan 32 orang (perempuan), guru sekolah swasta sebanyak 85 orang (laki-laki) dan 98 (perempuan).
m) Jumlah murid SMU yang laki-laki sebanyak 1.213 orang dan murid perempuan sebanyak 1.547 orang dengan perincian berdasarkan status yaitu murid sekolah negeri sebanyak 622 orang (laki-laki) dan 892 orang (perempuan), murid sekolah swasta sebanyak 591 orang (laki-laki) dan 655 orang (perempuan).
n) Jumlah Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 5 sekolah, jumlah guru sebanyak 45 orang (laki-laki) dan 55 orang (perempuan), dengan jumlah murid laki-laki sebanyak 286 orang dan murid perempuan sebanyak 389 orang.
o) Jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 8 sekolah dengan perincian berdasarkan status yaitu sekolah negeri sebanyak 2 buah, dan sekolah swasta 6 buah.
p) Jumlah guru SMK sebanyak 125 orang (laki-laki) dan 155 orang (perempuan) dengan perincian berdasarkan status yaitu guru sekolah negeri sebanyak 20 orang (laki-laki) dan 63 orang (perempuan), guru sekolah swasta sebanyak 105 orang (laki-laki) dan 92 (perempuan).
q) Jumlah murid SMK yang laki-laki sebanyak 900 orang dan murid perempuan sebanyak 1.030 orang dengan perincian berdasarkan status yaitu murid sekolah negeri sebanyak 433 orang (laki-laki) dan 342 orang (perempuan), murid sekolah swasta sebanyak 467 orang (laki-laki) dan 688 orang (perempuan).
d. Keagamaan
a) Jumlah tempat ibadah berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut : Mesjid : 107 buah
Musholla : 16 buah Langgar : 16 buah Gereja : 7 buah
b) Jumlah Rohaniawan Islam adalah sebagai berikut : Ulama : 6 orang
Khatib : 168 orang Mubaligh : 93 orang
Penyuluh agama muda : 13 orang Penyuluh agama madya : 7 orang51 3. Kelurahan Katangka
Kelurahan Katangka merupakan satu dari 14 desa dan kelurahan di kecamatan Sombaopu kabupaten Gowa, provinsi Sulawesi-Selatan.
Merupakan desa pemekaran dari Bontolangkasa, Ta'buakkang dan Passalanggang dua dusun dari Bontolangkasa yang menjadi desa baru Katangka.
Katangka berbatasan dengan beberapa desa dan kelurahan lain di Bontonompo, sebelah barat berbatasan dengan Bontolangkasa dan Bontolangkasa Selatan, pada bagian timur berbatasan dengan kelurahan Kalase'rena dan Bategulung, pada bagian utara berbatasan dengan Bontolangkasa dan kelurahan Kalase'rena, dan pada bagian selatan berbatasan dengan Bategulung.
Katangka terbagi atas dua dusun masing-masing Ta'buakkang dan Passallanggang. Nama Katangka diabadikan dari nama sebuah pohon yang sejak empat tahun silam telah dikonservasi oleh Rumah Hijau Denassa (RHD) untuk menyelamatkan tanaman ini. (TGC)
1. Kependudukan
Jumlah penduduk sebanyak 8524.000 jiwa Laki-laki sebanyak 4263000
Perempuan sebanyak 4255000
51 dadu Skda uadatkats tdtS dasu nada
9unutpeaa k5ooknptdn Scnadoanta tskkognpodtnSa/n: pdtsa nonA)
2. Pemerintahan
Jumlah RW sebanyak 8 Jumlah RT sebanyak 23 3. Keadaan Geografis
Luas wilayah 50,7 HA 4. Keagamaan
Jumlah masjid di kelurahan katangka secara keseluuhan berjumlah 9 masjid dan 1 mushollah
Belum ada data yang resmi mengenai jumlah dan nama nama mubaligh di kantor kelurahan katangka, Kebanyakan mubaligh yang datang mengisi khutbah mauupun kegiatan-kegiatan keagama lainnya adalah berasal dari luar katangka.52
B. Keasadaran Beragama Remaja Di Kelurahan Katangka
Bagaimanakah kesadaran beragama pada masa remaja?
Kesadaran beragama pada masa remaja itu dimulai dengan cenderungnya remaja kepada meninjau dan meneliti kembali caranya beragama di masa kecil dulu. Kepercayaan tanpa pengertian yang diterimanya waktu kecil itu tidak memuaskan lagi, patuh dan tunduk kepada ajaran tanpa komentar atau alasan tidak lagi menggembirakannya. Jika ia misalnya dilarang melakukan suatu karena agama, ia tidak puas kalau alasannya hanya dalil-dalil dan hukum-hukum
52Hasil wawancara dengan Perwakilan dari Ibu lurah katangka. Muh Nasir, pada tanggal (10 april 2019).
mutlak yang diambil dari ayat-ayat kitab suci atau hadis-hadis nabi.
Mereka ingin menjadikan agama sebagai suatu lapangan baru untuk membuktikan pribadinya, karenanya ia tidak mau lagi beragama sekedar ikut-ikutan saja53
Berkaitan dengan pendapat ahli di atas, Peneliti mencoba untuk mengkaitkannya dengan realita kesadaran beragama remaja di lokasi penelitian. Berikut ini adalah hasil wewancara dengan beberapa narasumber di lokasi penelitian :
1. Kondisi kesadaran beragama remaja di kelurahan katangka berdasarkan hasil wewancara dengan Perwakilan Ibu lurah katangka, Muh Nasir, selaku kepala seksi pemerintahan di kelurahan katangka
“Untuk persoalan kesadaran beragama remaja di kelurahan katangka masih sangat rendah. Bisa di lihat pada saat sholat berjamaah di masjid maupun kalau ada agenda agenda taklim yang biasa di selanggarakan di masjid, masih sangat minim di hadiri oleh para remaja. Kecuali di hari-hari besar islam masih agak lumayan, bahkan masjid dan agenda-agenda taklim lebih banyak diramaikan oleh kalangan remaja”.
2. Wawancara dengan ustaz mujibur (Mantan ketua preman), selaku tokoh masyarakat sekaligus mubalig terkait mengenai tingkat kenakalan remaja di kelurahan katangka.
“Tingkat kenakalan remaja waktu sekarang dibandingkan dulu waktu kami masih nakal alhamdulilah agak menurun. Terutama dalam hal perkelahian. Kebanyakan yang membuat rusuh dulu itu adalah geng motor, baik yang datang dari luar maupun dari dalam.
Namun sekarang alhamdulillah sudah tidak ada lagi”54.
53Zakiyah Daradjat.Ilmu Juiwa, h.93.
54 adktr adadugdtda tstkdpd Ustaz Mujibur dad aduccdr o(8 MaretnonA )
3. Wawancara dengan Ketua pengurus Masjid Syekh Yusuf, Abdul Azizi K. Daeng Taba mengenai tingkat kesadaran beragama remaja di kelurahan katangka.
“tingkat kesadaran beragama masih tergolong sangat rendah.
Remaja di kelurahan katangka, khususnya yang berada tinggal di sekitar masjid syekh yusuf kalau di saat waktu sholat masih lebih banyak terlihat nongkrong dan tidak menghiraukan azan, di setiap ada kegiatan-kegiatan seperti taklim bulanan di masjid juga hanya terlihat satu atau dua orang saja yang hadir”55.
4. Wawancara dengan ustaz Arman Rauf. tokoh masyarakat sekaligus sebagai mubalig terkait mengenai tingkat kesadaran beragama remaja di kelurahan katangka.
“Remaja di sini sebagaian besar kurang perduli dengan hal-hal yang terkait keagamaan, kecuali di hari-hari besar islam, seperti bulan puasa, hari lebaran dll mereka banyak terlihat di masjid dan membantu apa yang mereka bisa seperti mempersiapkan makanan untuk berbuka puasa di masjid dll”56
5. Wawancara dengan ketua pengurus masjid tua katangka, Dr. H.
Hasan Abdullah Daeng buang terkait mengenai tingkat kesadaran beragama dan faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya kesadaran beragama pada remaja.
“kebanyakan remaja di sini lebih mementingkan kegiatan-kegiatan mereka di luar hal-hal tentang keagamaan. Kesibukan seperti sekolah, bermain dan bergaul lebih banyak terlihat dibandingkan kegiatan mereka dalam hal keagaman. Seperti masjid ini, yang mengisi saf dari anak-anak remaja bisa di hitung dengan jari, bahkan sering tak ada sama sekali, lebih banyak yang sholat
55to zdkAta ubsse uSkS a 9taSr 9MtM tsaSd sucStSktstkdpd aadktr adadugdtd adsuc ndtd
o
dad aduccdr (8 MaretnonA )
56tstkdpd akada aadktr adadugdtd Arman Rauf o dad aduccdr(8 MaretnonA )
adalah orang dewasa dan anak anak usia dini yang kebetulan datang sekaligus untuk belajar mengaji di TPA yang terletak di halaman masjid Ada banyak faktor yang menyebabkan kurangnya kesadaran beragama pada mereka , tapi yang sangat mempengaruhi itu adalah faktor lingkungan atau pergaulan mereka, juga mungkin karena dasar-dasar ilmu agama mereka yang masih sangat kurang”57
C. Peran Mubaligh Dalam Membina Kesadaran Beragama Remaja di Kelurahan Katangka.
Peranan secara umum dapat diartikan bagian yang dimainkan seorang pemain atau tindakan yang dilakukan seorang dalam suatu peristiwa.58 Menurut Abu Ahmadi peranan adalah suatu kompleks pengharapan manusia terhadap caranya individu harus bersikap dan berbuat dalam situasi tertentu berdasarkan status dan fungsi sosialnya.59 Begitu pula bila dikaitkan dengan mubalig berdasarkan status dan fungsi sosialnya di masyarakat yaitu menyampaikan ajaran Islam kepada umat, agar umat mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Menurut Helmy, ada 3 faktor yang menjadi peranan mubalig, yaitu:
a. Seorang mubalig ibarat seorang pedagang yang untuk mencapai kesuksesannya harus; mengetahui dan menguasai keadaan dan sifat-
57tstkdpd aadktr adadugdtd pengurus masjid tua katangka, Dr. H. Hasan Abdullah Daeng buang dad aduccdro(8 MaretnonA )
58Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka. 1991), h. 751.
59Abu Ahmad, Psikologi Sosial,(Jakarta: Rineka Cipta, 2002), Cet. Ke-2, h. 115.
sifat masyarakat dan memiliki kecakapan dalam menyampaikan apa yang akan ia sampaikan.
b. Seorang mubalig harus berperan sebagai dokter dimana dia harus mengetahui nama penyakit pasien, menentukan obat yang tepat, dan mengerti cara menggunakan alat kedokteran.
c. Mubalig diibaratkan sebagai seorang petani, ia harus mengetahui macam dan sifat tanah yang akan ditanamimemilih benih yang sesuai dengan tanah, dan mengetahui cara menyebar, menanam dan memelihara. 60
Berdasarkan pemaparan di atas, yang ingin diketahui peneliti pada penelitian ini adalah “bagaimanaPeran Mubaligh Dalam Membina Kesadaran beragama Remaja Di Kelurahan Katangka Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa”.
berikut ini adalah hasil wawancara bersamaresponden :
60Helmy, Dakwah dalam Alam Pembangunan,(Semarang: Toha Putra. 1973), h.53.
1. Hasil wawancara dengan Ibu Lurah Katangka yang di wakili oleh Muh Nasir, selaku kepala seksi pemerintahan di kelurahan katangka terkait mengenai peran mubalig dalam mengajak dan memotivasi remaja agar lebih semangat mendekatkan diri pada Allah;
“Mubalig di sini mempunyai kegiatan-kegiatan seperti taklim bulanan di masjid-masjid, dan khutbah jum’at. Dalam cermah- ceramah dan khutbah itu sering juga di singgung terkait dengan permasalahan remaja untuk mengejak dan memberi motivasi agar lebih giat mendekatkan diri pada Allah SWT” 61
2. Hasil wawancara dengan Ketua pengurus Masjid Syekh Yusuf (Abdul Azizi K. Daeng Taba) terkait peran mubalig terhadap peningkatan kesadaran beragama remaja di kelurahan katangka dan penyebab kurangnya perhatian remaja terhadap agama;
“Untuk kegiatan dakwah mubalig dalam hal peningkatan kesadaran beragama pada remaja secara khusus belum ada, namun sering di singgung di setiap ceramah maupun khutbah untuk mengajak agar para remaja lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mengenai hal-hal yang membuat kurangnya perhatian terhadap agama pada remaja di katangka antara lain adalah kurangnya bimbingan keagamaan yang kontinyu, Perkumpulan remaja masjid yang dibuat atas usul dari pengurus masjid pun tidak mempunyai pembimbing khusus dari kalangan mubaligh sehingga kesulitan dalam menjalankan setiap program akibat kurangnya ilmu dan semangat.
Kebanyakan remaja di sini hanya aktif melaksanakan kegiatan- kegiatan keagamaan di hari-hari besar islam.”62
61Hasil wawancara dengan Perwakilan dari Ibu lurah katangka. Muh Nasir, selaku kepala seksi pemerintahan di kelurahan katangka pada tanggal (10 april 2019)
62Hasil wawancara degan Ketua pengurus Masjid Syekh Yusuf Abdul Azizi K.
Daeng Taba pada tanggal (10 april 2019)
3. Hasil wawancara dengan mubalig, Ustaz Arman Rauf terkait mengenai pemberian informasi dan edukasi bagi remaja di kelurahan katangka
“Untuk dakwah yang dilakukan mubaligh terhadap remajadi kelurahan katangka khusunya dalam hal pembinaan kesadaran beragama, yaitu dilakukan secara lansung saat bertemu kapanpun dan dimanapun, juga pada setiap ceramah maupun khutbah jum’at sering juga di singgung terkait permasalahan remaja.”63
4. Adapun hasil wawancara dengan ketua pengurus masjid Tua Katangka (Dr. H. Hasan Abdullah Daeng buang) terkait keberdaan dan jumlah keseluruhan mubaligh yang juga merupakan penduduk tetap di kelurahan katangka;
“Mengenai keberadaan dan jumlah mubaligh di kelurahan katangka khususnya yang juga merpakan penduduk, belum ada terdata secara resmi, yang terdata secara resmi adalah mubalig yang di datangkan dari luar atas kerja sama dengan IMMIM untuk kepentingan dakwah seperti khutbah jum’at dan ceramah-ceramah di masjid-masjid yang ada di keluranhan katangka”64
5. Hasil Wewancara dengan ketua seksi humas dan kepemudaan masjid tua katangka sekaligus sebagai tokoh mubalig (Dr. H. Meddatuang Daeng Pabe SH. Mh.) terkait bagaimana peran mubalig sebagai motivator (membangkitkan semangat) dan memberikan pemahaman agama pada remaja di kelurahan katangka;
63Hasil wawancara degan Ustaz Arman Rauf selaku mubaligh di katangka. pada tanggal (10 april 2019)
64 Hasil wawancara degan Ketua pengurus masjid Tua Katangka Dr. H. Hasan
Abdullah Daeng buang pada tanggal (10 april 2019)
“Dalam memberikan motivasi, yang kami lakukakn adalah membuat kegiatan-kegiatan keagamaan yang menarik perhatian, seperti perlombaan dan olah raga. Hal ini dilakukan agar remaja bisa lebih dekat dengan masjid. Selain itu bekerja sama juga dengan mubaligh dari jamaah tabligh untu k melakukan bimbingan cecara lebih mendalam. Dalam setiap ceramah maupun khutbah yang di sampaikan mubalig, juga sering di singgung mengenai remaja agar bagaimana bisa lebih paham agama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT”65
6. Hasil wawancara bersama Ustaz Ansyar selaku penduduk sekaligus tokoh mubalig terkait hambatan yang di alami mubalig dalam melakuakn dakwah di kalangan remaja di kelurahan katangka.
“Dalam melakukan pembinaan kesadaran beragama terhadap remaja, peran dan tanggung jawab mubaligh tidaklah mudah, ada banyak hambatan-hambatan yang di rasakan, banyak juga remaja yang keras kepala, nakal dan sulit di atur, juga mempengaruhi para remaja yang lain. Yang sy lakukan terkait persoalan seperti adalah dengan melakukan pertemuan pertemuan secara langsung untuk kemudian memberikan nasehat nasehat agama, mengajak bergaul dan berteman baik dengan mereka. Tidak jarang juga ada orang tua yang datang dengan keluhan kenakalan anak-anak mereka, maka kami berusaha untuk mendekati anak tersebut untuk mengarahkannya agar menjadi lebih baik.”66
7. Wawancara dengan ustatz Mujibur selaku tokoh masyarakat sekaligus mubaligh di kelurahan katangka (Mantan ketua preman) terkait dakwah mubalig di kalangan remaja.
Peneliti: Bagaimana peran mubaligh dalam :
65 Hasil wawancara deganSd ssaSd ksskt eSpdk adu ss spSaddu pdkAta a sdaducsd k ssdrtcSk kstdcdt ansne pStdrtc
ato a o zsaadaSduc adsuc dts uao ze
o pada
tanggal (20 maret 2019)
66Hasil wewnacara denga Ust Ansyar selaku penduduk sekaligus tokoh mubaligh di keluran katangka pada tanggal (8 April 2019)