BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Instrumen Penelitian
Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, dan sebagainya.77
Metode dokmentasi ini penulis pergunakan juga untuk mengetahui jumlah keluarga yang beragama islam dan mempunyai anak berusia 12 – 14 tahun.
data, metode dan instrumen tetap akan dipakai atau tidak, tergantung dari ketetapan menurut pertimbangan peneliti.
b. Kisi-kisi khusus yaitu kisi-kisi yang dibuat untuk menggambarkan rancangan butir-butir yang akan disusun untuk semua instrumen.79
Berdasarkan uraian di atas, maka rancangan kisi-kisi instrumen dalam penelitian diperlukan untuk menggambarkan variabel X (Pendidikan Agama Islam dalam keluarga), dan variabel Y (Kecerdasan Spiritual Remaja), dilengkapi dengan data dan metode yang digunakan.
Adapun rancangan kisi-kisi instrumen dalam penelitian ini dijabarkan dalam tabel berikut ini:
Tabel 1
Kisi- kisi Umum Instrumen Penelitian No Variabel
Penelitian
Sumber
Data Metode Instrumen 1
2
Pendidikan Agama Islam dalam
Keluarga Kecerdasan Spiritual Remaja
Remaja
Remaja
Angket Wawancara Dokumentasi
angket Wawancara Dokumentasi
angket Wawancara Dokumentasi
angket Wawancara Dokumentasi Penulis menyusun sebuah rancangan instrument berupa kisi-kisi, agar dapat menunjukkan Hubungan antara pendidikan agama Islam dalam keluarga dengan kecerdasan spiritual remaja di Kampung Penumangan Baru kecamatan tulang bawang tengah tahun 2015. Adapun kisi-kisi
79 Ibid, h.136.
angket yang akan penulis gunakan sebagai alat pengumpulan data adalah sebagai berikut:
Tabel 2
Kisi-Kisi Khusus Instrumen Variabel Penelitian N
o
Variabel Penelitian
Indikator Rencana Pengukuran
No.
Item 1 Variabel
Bebas (X) Pendidikan agama Islam dalam
keluarga
1. Keteladanan, yaitu metode pendidikan yang diterapkan orang tua dengan cara memberikan
contoh-contoh (teladan) yang baik
bagi anak yang berupa perilaku nyata, khususnya ibadah dan akhlak.
1. Cara berperilaku didepan anak 2. Cara-cara orang
tua dalam
memecahkan masalah 3. Cara
memberikan keteladanan
1 – 3
2. Pembiasaan, yaitu suatu metode pendidikan yang dilakukan orang tua untuk membiasakan
anak berfikir, bersikap, bertindak
sesuai dengan tuntutan agama
Islam, serta membeiasakan anak
untuk disiplin melakukan ibadah.
1. Pembiasakan disiplin dalam beribadah
2. Pembiasaan bersifat jujur 3. Pembiasaan suka
menolong
4 – 6
3. Nasehat, yaitu metode pendidikan yang digunakan orang
tua untuk memberikan peringantan atau
teguran kepada anaknya apabila anak tersebut menyimpang
dari hal-hal yang positif menuju ke
yang negative.
1. Pernah tidaknya orang tua menasehati anak 2. Sikap orang tua
dalam menasehati anak
dalam hal ibadah.
3. Cara menasehati anak dalam hal
berperilaku
7 – 9
4. Perhatian, yaitu
metode pendidikan 1. Perhatian orang
tua dalam hal 10 – 12
yang digunakan orang tua untuk
memberikan perhatian kepada
anak agar anak merasa nyaman dan
pengendali tingkah laku anak.
ibadah 2. Cara orang tua
memperhatikan anak 3. Perhatian orang
tua dalam hal perkembangan
akhlak anak.
5. Hukuman, yaitu suatu metode pendidikan yang digunakan orang
tua memberikan hukuman kepada anaknya ketika ia melakukan kesalahan
namun dengan hukuman yang
mendidik
1. Pernah tidaknya
orang tua
menghukum anak
2. Alasan orang tua menghukum anak
3. Cara orang tua menghukum anak
13 – 15
2 Variabel Terikat (Y) Kecerdasan
Spiritual Remaja
1. Disiplin 1. Tepat waktu dalam melaksanakan shalat lima waktu
2. Rajin melaksanakan shalat berjamaah
3. Mematuhi perintah orang tua dan guru di
sekolahan.
1 – 3
2. Jujur 1. Menerapkan sifat jujur.
2. Cara berperilaku dan berbicara 3. Cara menjaga amanah dari
orang tua maupun orang
lain
4 – 6
3. Penolong 1. Menolong kapada sesama 2. Membantu pada
teman yang kurang mampu 3. Alasan anak
menolong sesama
7 – 9
4. Rendah hati (Tidak 1. Mau 10 –
sombong) mendengarkan pendapat, saran
juga menerima kritikan dari
orang lain 2. Sikap tanggung
jawab serta berani mengakui
kesalahan dan meminta maaf
3. Sikap menghargai
orang lain
12
5. Berakhlak baik 1. Sikap sopan santun dalam
berperilaku 2. Keadaan
pertemanan dimasyarakat
3. Cara menjalankan perintah orang
tua
13 – 15
2. Pengujian instrument
Pengujian instrumen merupakan skala ukur yang digunakan dalam menentukan instrumen yang akan digunakan. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa pengujian instrument merupakan penyaringan dan pengujian item-item instrument yang dibuat oleh peneliti.80 Dari pengertian tersebut dimaksudkan bahwa instrumen penelitian yang telah dibuat sebelum digunakan sebagai alat pengumpul data yang sebenarnya perlu diuji coba pada responden lain (diluar responden penelitian), hal ini dimaksudkan untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya.
80 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah., h. 33
a. Validitas.
Suatu alat pengukur dikatakan valid, jika alat itu mengukur apa yang harus diukur oleh alat itu.81 Agar penelitian ini dikatakan valid maka alat ukur dapat mengukur apa yang hendak di ukur secara tepat, jadi alat ukur tersebut mengandung keterkaitan dengan tujuan penelitian.
Pendapat lain mengatakan bahwa “Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengukur data dari variabel yang diteliti secara tepat, jika tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud.”82
Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa validitas adalah alat ukur yang digunakan untuk mengungkapkan suatu gejala yang sebenarnya, yaitu valid atau tidak valid. Menurut Suharsimi Arikunto ada du macam validitas sesuai dengan cara pengujiannya yaitu: validitas eksternal yaitu instrument yang dicapai apabila data yang dihasilkan dari instrument tersebut sesuai dengan data dan informasi, sedangkan validitas internal dicapai apabila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrument dengan instrument secara keseluruhan.
Sesuai dengan pendapat tersebut, maka dalam penelitian ini alat ukur pengumpulan data yang penulis gunakan adalah validitas internal.
Selanjurnya untuk mengukur kemantapan alat ukur atau alat pengumpul
81 S. Nasution, Metode Research., h. 74
82 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian., h. 172
data maka validitas sebagai alat ukur sangat diperlukan dalam suatu penelitian agar apa yang akan diteliti benar-benar valid.
Selanjutnya, penulis melakukan uji coba soal angket di Kampung Penumangan Baru Tulang Bawang Barat untuk mengetahui validitas instrument angket yang penulis gunakan. Adapun hasilnya dari ke 15 soal yang penulis uji cobakan semua soalnya tergolong valid. Nilai kevaliditasannya atau korelasi tiap soal antara 0,816 – 0,992. Setelah didapat hasil korelasi perhitungan maka langkah selanjutnya adalah membandingkan kritik korelasi untuk taraf signifkan 5% adalah 0,514, sedangkan taraf signifikan 1% adalah 0,641 sehubung dengan pertanyaan nomor 1 sampai 15 rata-rata di atas angka kritik, maka angka ini tergolong valid untuk digunakan sebagai alat pengumpul data.
Adapun perhitungan validitas menggunakan rumus :
r
xy =∑
xy√ ( ∑x2)( ∑
y2)
b. Reliabilitas Instrumen.
Suatu alat pengukur dikatakan reliable, bila alat itu dalam mengukur sesuatu pada waktu yang berlainan tetapi menunjukkan hasil yang sama.83 Reliabilitas dalam penelitian ini dikatakan reabilitas maka suatu standar atau ukuran dimana angket akan dipergunakan dalam suatu penelitian harus mempunyai reliabilitas, artinya angket-angket itu
83 S. Nasution, Metode Research., h.77
mempunyai ketetapan, keajekan atau adanya unsur konstan dalam angket tersebut. Ini berarti angket tersebut tidak mengalami perubahan jawaban apabila diuji coba atau diteskan kepada responden secara terus- menerus. Setelah hasilnya diketahui, maka selanjutnya akan dikonsultasikan dengan kriteria untuk reliabilitas, yaitu :
r
xy =∑
xy√ ( ∑x2)( ∑
y2)
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, kemudian hasil tersebut dimasukkan ke dalam rumus Spearman Brown, yaitu sebagai berikut :
r11=
2.r1 2
1 2 1+r 1
2 1 2
Keterangan :
r ½ ½ = kolerasi antara skor-skor setiap belahan tes r = koefisien reliabilitas yang sudah disesuaikan
Setelah hasilnya diketahui maka selanjutnya akan dikonsultasikan dengan kriteria untuk reliabilitasnya, yaitu:
- Antara 0,800 sampai dengan 1,00 : sangat tinggi - Antara 0,600 sampai dengan 0,800 : tinggi - Antara 0,400 sampai dengan 0,600 : cukup - Antara 0,200 sampai dengan 0,400 : rendah
- Antara 0,00 sampai dengan 0,200 : sangat rendah.84
84 Ibid. h. 75
Berdasarkan perhitungan validitas dan reliabilitas di atas maka dapat disimpulkan bahwa alat ukur tersebut valid dan reliabel dengan kriteria sangat tinggi sehingga dapat digunakan dalam penelitian.