Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian agar pekerjaannya menjadi lebih mudah dan baik, dalam arti lebih cermat, lengkap sistematis sehingga lebih mudah untuk diolah.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Observasi
Menurut Subagyo (2011:62). “Dimana dilakukan pengamatan atau pemusatan perhatian terhadap objek yang akan digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada peneliti ini untuk mengetahui”. Peran Lingkungan Keluarga dalam Kemandirian Belajar Siswa pada Kelas VII di SMP Negeri 1 Labakkang.
2. Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai yang memberikan jawaban atas pertanyaan. Dalam hal ini peneliti menggunakan wawancara terstruktur terhadap 15 orang yang menjadi sampel dalam penelitian ini, di mana seorang pewawancara menetapkan sendiri masalah dan pertanyaaan-pertanyaan yang akan diajukan untuk mencari jawaban hipotesis yang disususn dengan ketat. Untuk mengetahui “Peran Lingkungan Keluarga dalam Kemandirian Belajar Siswa pada Kelas VII di Smp Negeri 1 Labakkang”.
3. Dokumentasi
Riduwan (2013:58) berpendapat bahwa “dokumentasi ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter dan data yang relevan penelitian”. Dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti ialah mengumpulkan data-data siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Labakkang tahun
2019/2020 sebagai sumber utama untuk mengetahui hasil belajar yang diperoleh oleh siswa
G. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Penentuan metode pengumpulan data tergantung pada jenis dan sumber data yang diperlukan. Pada umumnya, pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa metode, baik secara alternatif maupun komulatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan sesuai fokus penelitian. Adapaun secara ringkas pengumpulan data dilakukan dengan beberapa teknik, yaitu:
1. Observasi
Observasi penelitan adalah metode penelitian yang menggunakan cara pengamatan terhadap objek yang menjadi pusat penelitian. Metode observasi umumnya ditujukan untuk jenis penelitian yang berusaha memberikan gambaran mengenai peristiwa apa yang terjadi di lapangan.
Observasi dilakukan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Pengamatan atau observasi yang dilakukan akan memakan waktu yang lebih lama apabila ingin melihat suatu proses perubahan dan pengamatan.
2. Wawancara
Dalam melaksanakan teknik wawancara, pewawancara harus mampu menciptakan hubungan yang baik sehngga informan bersedia bekerja sama, dan merasa bebas berbicara dan dapat memberikan informasi yang sebenarnya.Wawancara dalam penelitian ini diperoleh dari siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Labakkang sebanyak 15 orang.
3. Dokumentasi
Dokumentasi dari asal katanya dokumen yang berarti barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti meyelidiki benda- benda tertulis seperti buku-buku, dokumen, peraturan-peraturan dan sebagainya.
Dalam penelitian kualitatif, teknik ini merupakan alat mengumpul data yang utama, karena pengujian datanya yang diajukan secara logis dan rasional melalui pendapat ataupun teori yang diterima. Cara mengumpulkan data melalui arsip tertulis..
H. TEKNIK ANALISIS DATA
Metode analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis deskriptif, yaitu suatu model yang digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang.
Untuk menghasilkan kesimpulan maka analisis data merupakan langkah untuk mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil observasi, dan dokumentasi, dengan cara ,mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang lebih penting dan akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain(
Sugiyono, 2013:334). Dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Pengumpulan data
Peneliti mencatat semua data objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi di smp negeri 1 labakkang.
2. Data Reduction (reduksi data)
Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok memfokuskan pada hal-hal penting, kemudian dicari tema dan polanya. Sehingga dapat memberikan gambaran secara jelas dan dapat mempermudah peneliti untuk mengumpulkan data berikutnya, yaitu dengan observasi,dokumentasi untuk kemudian diajdikan rangkuman.
3. Data display (penyajian data)
Penyajian adalah suatu cara merangkai data dalam suatu organisasi yang memudahkan untuk membuat kesimpulan atau tindakan yang diusulkan.
4. Conclusion Drawing / Verification (penarikan kesimpulan atau verifikasi) Setelah melakukan penyajian data langkah selanjutnya yaitu penarikan kesimpulan dan verifikasi, kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kridebel (Sugiyono, 2013:345). Dalam pengambilan keputusan didasarkan pada reduksi data dan penyajian data yang merupakan jawaban atas masalah yang diangkat penelitian.
I. TEKNIK KEABSAHAN DATA
Untuk mengembangkan validitas data yang dikumpulkan dalam penelitian ini maka teknik pengembangan yang digunakan dalam penelitian kualitatif yaitu
teknik triangulasi. Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada (Sugiyono 2013:330). Teknik menggunakan pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Triangulasi dilakukan dengan tiga strategi, yaitu:
1. Sumber: penulis menggali dan mencari informasi tentang topik yang dikaji dari beberapa sumber seperti buku, jurnal dan penelitian terdahulu.
2. Metode penelitian: peneliti melaksanakan pengecekan kembali dengan lebih dari satu metode yaitu wawancara.
3. Waktu: pemeriksaan pada waktu ataupun kesempatan yang berbeda. Cara ini memiliki potensi untuk meningkatkan akurasi, ketepercayaan, kerincian serta kedalaman data.
Alasan peneliti mengambil tehnik triangulasi dengan tiga strategi tersebut yaitu karena strategi tersebut juga digunakan dalam penelitian terdahulu yang dijadikan sebagai rujukan dalam penelitian ini.
34 BAB IV
GAMBARAN LOKASI PENELITIAN
A. Deskripsi Umum SMP Negeri 1 Labakkang Sebagai Daerah Penelitian
1. Identitas Sekolah
Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Labakkang
NPSN : 40300597
Jenjang Pendidikan : SMP Status Sekolah : Negeri
Alamat Sekolah : Bontowa Labakkang
RT/RW : 1/3
Kode Pos : 90653
Kelurahan : Labakkang Kecamatan : Labakkang
Kabupaten/Kota : Pangkajene Kepulauan Provinsi : Sulawesi Selatan Posisi Geografi :-4 Lintang, 119 Bujur 2. Data Pelengkap
SK Pendirian Sekolah : 005 K/III/66 Tanggal SK Pendirian : 1965-06-09
Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah SK Izin Operasional : 005 K/III/66
Tgl SK Izin Operasional : 1910-01-01 Nomor Rekening : 2147483647
Nama Bank : BPD SULAWESI SELA...
Cabang KCP/Unit : BPD Sulawesi Selatan Cabang Pangkep Rekening Atas Nama : SMPN 1 LABAKKANG...
MBS : Ya
Luas Tanah Milik (m2) : 3
Nama Wajib Pajak : SMPN 1 LABAKKANG
NPWP : 2147483647
3. Kontak Sekolah
Nomor Telepon : 2147483647
Email : [email protected]
4. Data Periodik
Waktu Penyelenggaraan : Pagi
Bersedia Menerima Bos? : Bersedia Menerima Sertifikasi ISO : Belum Bersertifikat
Sumber Listrik : PLN
Daya Listrik (watt) : 11450
Akses Internet : Telkom Speedy 5. Data Lainnya
Kepala Sekolah : M. Arief
Operator Pendataan : Jabaruddin Tasri
Akreditasi : A
Kurikulum :2013
6. Rekapitulasi Data SMP Negeri 1 Labakkang Data PTK dan PD
No Uraian Guru Tendik PTK PD
1 Laki – Laki 11 7 18 316
2 Perempuan 47 5 52 382
TOTAL 58 12 70 698
Tabel 4.1. Data PTK dan PD
Keterangan:
-
Penghitungan jumlah PTK adalah yang sudah mendapat penugasan, berstatus aktif dan terdaftar di sekolah induk.
- Singkatan :
1. PTK = Guru ditambah Tendik
2. PD = Peserta Didik
Data Sarpras
No Uraian Jumlah
1 Ruang Kelas 30
2 Ruang Lab 4
3 Ruang Perpus 1
TOTAL 35
Tabel 4.2. Data Sarpras
Data Rombongan Belajar
No Uraian Detail Jumlah Total
1 Kelas 7 L 103
P 119 222
2 Kelas 8 L 101
P 132 233
3 Kelas 9 L 112
P 131 243 Tabel 4.1. Data Rombongan Belajar
37 BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
1. Peran Lingkungan Keluarga Siswa Kelas VII di SMP Negeri 1 Labakkang Lingkungan keluarga adalah segala sesuatu berupa material dan stimulus yang berada di dalam atau di luar individu yang bersifat fisiologis, psikologis, dan sosiokultural yang dapat mempengaruhi tingkah laku anak, pertumbuhan dan perkembangan. Keluarga tidak hanya sebagai tempat seseorang dipelihara dan dibesarkan, namun juga tempat seorang itu hidup dan berkembang dengan didikan orang tuanya. Keluarga dituntut agar mampu menentukan sikap terhadap masa depan anaknya dalam menentukan pilihannya di kehidupan nyata, atau bisa dikatakan anak bisa mandiri ketika sudah tidak dalam lingkungan keluarga.
Selanjutnya untuk menggali eksistensi tentang peran lingkungan keluarga, maka dilakukan pengkajian dan wawancara terhadap siswa-siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Labangkang dengan empat indikator lingkungan keluarga yaitu a) cara orangtua mendidik, b) relasi antar anggota keluarga, c) suasana rumah, dan d) respon orangtua.
Adapun peneliti meminta tanggapan informan tentang peran lingkungan keluarga siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Labangkang berdasarkan masing- masing indikator lingkungan keluarga adalah sebagai berikut:
a) Cara Orangtua Mendidik
Berdasarkan wawancara yang diperoleh dari beberapa informan, didapat temuan yang berhubungan dengan peran lingkungan keluarga siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Labakkang dengan indikator cara orangtua mendidik.
Berdasarkan wawancara terhadap informan RP selaku siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Labakkang yang mengatakan bahwa:
“Cara orang tua mendidik berpengaruh besar terhadap kepribadian kita sebagai anak karena kalau orang tua baik pasti kita diajarkan dengan baik”.
Siswa RP menambahkan bahwa:
“Salah satu cara orangtua mendidik yang membuat saya termotivasi dan semangat dalam sekolah yaitu selalu membelikan saya hadiah sehingga saya sangat semangat ke sekolah”.
Sependapat dengan siswa RP, siswa ASP yang juga merupakan siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Labakkang yang mengatakan bahwa:
“Pengaruh peran orangtua yang sangat besar adalah cara mereka mendidik anaknya karena jika orangtua mendidik anaknya dengan sopan maka anak akan tumbuh jadi sopan pula, begitupun sebaliknya”.
Kemudian siswa ASP menambahkan:
“Hal yang membuat saya termotivasi dalam belajar adalah karena orangtua saya selalu memberikan pujian kepada saya sehingga saya akan semangat ke sekolah”.
Selanjutnya siswa R yang juga merupakan siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Labakkang mengatakan hal yang hampir sama dengan siswa RP dan ASP bahwa:
“Salah satu hal yang berpengaruh dalam lingkungan keluarga adalah bagaimana cara orang tua mendidik anaknya karena kalau orangtua mendidik dan mengajarkan anaknya untuk menghargai orang lain maka anak tersebut akan menghargai orang lain begitupun sebaliknya”.
Kemudian siswa R menambahkan bahwa:
“Yang membuat saya semangat sekolah adalah karena orangtua saya mengajarkan saya di saat ada pekerjaan yang tidak saya tau atau pr saya”.
Di tempat yang sama, siswa MI mengatakan bahwa:
“Hal yang sangat berpengaruh terhadap kepribadian seorang anak adalah cara orang tua mendidik karena orangtua yang selalu mengajarkan kebaikan maka anaknya akan selalu berbuat baik”.
Kemudian MI menambahkan bahwa:
“Saya selalu bersemangat ke sekolah karena jika mendapatkan rangking 1-3 saya dikasih penghargaan oleh guru dan orangtua saya”.
Informan selanjutnya atas nama H mengatakan hal yang sama bahwa:
“Orangtua adalah pembimbing dan panutan dalam keluarga sehingga cara mendidik orang tua berpengaruh besar terhadap kepribadian anak”.
Kemudian MI mengatakan bahwa:
“Orangtua saya selalu memberikan sesuatu kepada saya sehingga saya selalu bersemangat ke sekolah”.
Berdasarkan wawancara dari beberapa informan mengatakan bahwa cara orang tua mendidik sangat berpengaruh terhadap kepribadian seorang anak karena jika orangtua mengarjakan sesuatu yang baik maka anak akan selalu berbuat baik, begitupun sebaliknya. Salah satu cara orangtua mendidik adalah selalu memberikan hadiah kepada anak agar semangat kesekolah.
Sementara itu informan atas nama D mengatakan hal yang sedikit berbeda bahwa:
“Kepribadian anak bergantung pada cara orang tua mendidik karena orangtua terlalu mengutamakan kebutuhan anak dengan mengabaikan akibat dari tindakan anak”.
Ditempat tersebut, siswa D menambahkan bahwa:
“Orang tua selalu mengingatkan saya bahwa kita harus sekolah karena ada sesuatu hal yang harus kita capai.Oleh karena itu saya selalu semangat dan termotivasi dalam belajar dan ke sekolah”.
Informan atas nama MIA yang merupakan siswa kelas VII mengatakan bahwa:
“Sikap yang diajakan orangtua dari kecil akan dilakukan di besar nanti sehingga cara orangtua mendidik akan berpengaruh terhadap kepribadian seorang anak”.
Kemudian MIA menambahkan bahwa:
“Alasan saya semangat dan termotivasi ke sekolah karena orangtua saya memberikan pujian secuil apapun dan memberikan hadiah”.
Selanjutnya informan atas nama MAA selaku siswa kelas VII mengatakan bahwa:
“Di dalam keluarga orang tua berperan sebagai pengatur, selalu ingin bekerja sama dengan si anak dan menciptakan tugas-tugas yang akan membantu memperbaiki keadaan sehingga kepribadian seorang anak akan bergantung kepada orangtua”.
Kemudian MAA menambahkan bahwa:
“Saya akan diberikan sesuatu yang saya inginkan contoh hp, dll sehingga saya semangat belajar”.
Sedangkan informan selanjutnya yang juga merupakan siswa kelas VII atas nama NSJ mengatakan bahwa:
“Cara orang tua mendidik sangat besar pengaruhnya terhadap kepribadian kita sebagai anak karena orangtua adalah tauladan bagi anak”.
Kemudian NSJ menambahkan bahwa:
“Salah satu cara orangtua saya membuat saya termotivasi dan semangat dalam sekolah karena orangtua selalu merekomdasikan saya tentang pelajaran-pelajaran yang bagus”.
Kemudian informan selanjutnya yang bernama AU siswa kelas VII menjawab dengan hal yang berbeda bahwa:
“Orangtua adalah orang yang pertama mengajari kita segalanya sehingga sikap anak akan bergantung pada sikap orangtua”.
Kemudian AU menambahkan bahwa:
“Orangtua selalu mengajarkan sayatentang contoh-contoh pelajaran yang ada di sekolah sehingga saya tidak pernah malas ke sekolah”.
Berdasarkan wawancara dari beberapa informan mengatakan bahwa cara orang tua mendidik sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak karena orangtua merupakan orang yang pertama kali mengajarkan anak tentang segalanya. Salah satu cara orangtua mendidik yaitu dengan merekomendasikan anak tentang pelajaran-pelajaran yang bagus.
Di tempat yang berbeda siswa SM mengatakan bahwa:
“Orangtua merupakan lingkungan pertama yang mengajarkan kita sehingga dapat dikatakan bahwa cara mereka mendidik akan berpengeruh besar terhadap sikap dan kepribadian anak”.
Kemudian SM mengatakan bahwa:
Orangtua yang selalu menanamkan kepada anak untuk selalu bersemangat dalam belajar maka anak akan selalu bersemangat ke sekolah sehingga orangtua berperan penting dalam membentuk anak”.
Selanjutnya informan atas nama NZ mengatakan bahwa:
“Sikap anak bergantung pada sikap orangtua sehingga peran orangtua terutama cara mendidik orangtua akan berpengaruh kepada sikap anak”.
Kemudian NZ mengatkan bahwa:
“Orangtua memberikan hadiah kepada saya makanya saya sangat bersemangat belajar.Itu merupakan salah satu bentuk cara orangtua saya mendidik saya”.
Informan atas nama KH mengatakan bahwa:
“Orangtua adalah pembimbing dalam keluarga sehingga orangtua selalu membimbing saya untuk tetap semangat dalam belajar dan rajin ke sekolah”.
Dan KH menambahkan bahwa:
“Orangtua menuntun saya pada saat saya mengerjakan tugas sehingga saya bersemangat dalam belajar baik di rumah maupun di sekolah”.
Informan ke empat belas atas nama MN mengatakan bahwa:
“Orangtua adalah pemimpin di dalam keluarga sehingga sikap seluruh anggota keluarga termasuk anak akan bergantung pada sikap orangtua”.
Kemudian MN menambahkan bahwa:
“Orangtua saya selalu menuntun saya agar menjadi anak pintar. Hal itu selalu orangtua saya lakukan ketika saya berada dirumah dan merupakan salah satu cara orangtua saya dalam mendidik saya”.
Selanjutnya informan terakhir atas nama S selaku siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Labakkang mengatakan bahwa:
“Orangtua adalah panutan dirumah.Jika orangtua mengarjkan hal-hal yang positif maka anggota keluarga akan mengerjakan hal-hal yang positif pula. Sehingga dapat disimpulkan bahwa cara orangtua mendidik sangat besar pengaruhnya terhadap kepribadian dan sikap seorang anak”
Kemudian ditempat yang sama, siswa S menambahkan bahwa:
“Orangtua saya mengajarkan dan mendidik saya untuk selalu berperilaku baik sehingga hal membuat saya termotivasi dan semangat untuk ke sekolah”.
Berdasarkan wawancara dari beberapa informan mengatakan bahwa cara orang tua mendidik sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak karena orang tua adalah pembimbing, panutan dan teladan dalam keluarga. Salah satu cara
orang tua mendidik adalah mengajarkan anak berperilaku baik dan menuntun anak menjadi pintar dan ketika belajar.
Berdasarkan pada hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa cara orang tua mendidik berpengaruh besar terhadap kepribadian siswa karena orangtua adalah pembimbing, panutan, teladan di dalam keluarga sehingga jika orang tua baik pasti siswa juga diajarkan dengan baik begitupun sebaliknya. Salah satu cara orangtua mendidik yang membuat siswa termotivasi dan semangat dalam sekolah yaitu selalu memberikan sesuatu berupa hadiah dan mengajarkan siswa ketika ada pekerjaan yang sulit serta selalu menuntun anak dalam belajar agar menjadi pintar.
b) Relasi antar Anggota Keluarga
Berdasarkan wawancara yang diperoleh dari beberapa informan, didapat temuan yang berhubungan dengan peran lingkungan keluarga siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Labakkang dengan indikator relasi antar anggota keluarga.
Berdasarkan wawancara terhadap informan RP selaku siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Labakkang yang mengatakan bahwa:
“Menjaga sikap dan sopan santun adalah cara saya dan keluarga saya menjalin hubungan baik sesama antar keluarga. Kemudian RP menambahkan bahwa dampak yang ditimbulkan jika orangtua tidak melakukan relasi yang baik dengan saya yaitu pasti saya sangat nakal”.
Sependapat dengan siswa RP, siswa ASP yang juga merupakan siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Labakkang yang mengatakan bahwa:
“Salah satu cara yang saya lakukan dalam menjalin hubungan baik sesama antar keluarga yaitu menjaga sikap dan menjadi anak yang baik.
Kemudian ASP mengatakan bahwa saya pasti berperilaku kurang baik jika orangtua saya tidak melakukan relasi yang baik dengan saya”.
Selanjutnya siswa R yang juga merupakan siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Labakkang mengatakan hal yang hampir sama dengan siswa RP dan ASP bahwa:
“Keluarga saya selalu menjaga sikap dan sopan kepada orang yang lebih tua untuk menjalin hubungan baik sesama antar keluarga.
Kemudian dia menambahkan bahwa saya pasti tidak akan memperdulikan orang tua saya jika orangtua saya tidak melakukan relasi yang baik dengan saya”.
Di tempat yang sama, siswa MI mengatakan bahwa:
“Saya selalu rajin disuruh sama orangtua.Itu merupakan salah satu bentuk cara yang saya lakukan untuk menjalin hubungan baik dengan orangtua. Kemudian siswa MI menambahkan bahwa saya akan berbalap liar ketika orangtua tidak memperdulikan saya”.
Informan selanjutnya atas nama H mengatakan hal yang sama bahwa:
Berperilaku baik adalah cara yang saya lakukan untuk menjalin atau hubungan baik sesama antar keluarga. Saya tidak akan giat belajar apabila orangtua saya tidak memperhatikan saya”.
Berdasarkan wawancara dari beberapa informan mengatakan bahwa cara menjalin hubungan baik sesama anta anggota keluarga yaitu dengan berperilaku baik, rajin disuruh sama orangtua, menjaga sikap dan menjadi anak yang baik.
Kemudian dampak yang ditimbulkan ketika di dalam keluarga tidak menjalin relasi dengan baik antara anak dan orang tua maka anak akan menjadi nakal, balap liar dan tidak giat belajar.
Sementara itu informan atas nama D mengatakan hal yang sedikit berbeda bahwa:
“Berperilaku baik kepada kedua orangtua merupakan cara yang dapat saya lakukan untuk menjalin hubungan baik dengan orangtua. Kemudian dia menambahkan bahwa saya akan tidak diizinkan untuk keluar rumah jika relasi antara saya dan keluarga saya tidak terjalin dengan baik”.
Informan atas nama MIA yang merupakan siswa kelas VII mengatakan bahwa:
“Menjalin silahturahmi adalah cara yang tepat dalam menjalin hubungan baik dengan oranglain maupun orangtua. Kemudian siswa MIA menambahkan bahwa relasi buruk akan terjadi pada anak dan berdampak negative jika orangtua tidak peduli dengan anak”.
Selanjutnya informan atas nama MAA selaku siswa kelas VII mengatakan bahwa:
“Menjalin atau hubungan baik sesama antar keluarga dapat dilakukan dengan cara bersilaturahim sesama keluarga setiap saat. Kemudian MAA menambahkan bahwa saya akan dimarah-marahi kepda kedua orangtua saya jika saya tidak berkomunikasi dengan keluarga saya”.
Sedangkan informan selanjutnya yang juga merupakan siswa kelas VII atas nama NSJ mengatakan bahwa:
“Menghargai satu sama lain merupakan bentuk hubungan baik yang dilakukan oleh saya dan keluarga saya. Kemudian dia menambahkan bahwa saya pasti tidak belajar bersungguh-sungguh apabila orangtua saya cerai atau berpisah”.
Kemudian informan selanjutnya yang bernama AU siswa kelas VII menjawab dengan hal yang berbeda bahwa:
“Agar keluarga tetap harmonis dan tidak ada perkelahian maka kita harus menjalin hubungan baik dengan siapapun. Kemudian dia mengatakan bahwa dampak saya tidak akan belajar bersungguh- sungguh ketika orangtua saya tidak mampu menjalin hubungan yang baik dengan saya”.
Berdasarkan wawancara dari beberapa informan mengatakan bahwa cara cara menjalin hubungan baik dengan sesame antar keluarga yaitu menghargai satu sama lain, bersilaturahim sesame keluarga, dan berperilaku baik kepada kedua orangtua. Kemudian dampak yang ditimbulkan jika anggota keluarga tidak menjalin relasi dengan baik khususnya orangtua dengan anak maka anak akan
menjadi tidak akan belajar bersungguh-sungguh, anak akan selalu dimarah- marahi, dan berdampak negative kepada anak serta tidak diizinkan untuk keluar rumah.
Di tempat yang berbeda siswa SM mengatakan bahwa:
“Saling percaya satu sama lain dan selalu harmonis kepada orangtua adalah cara ampuh dalam mempertahankan hubungan baik dengan keluarga. Kemudian SM mengatakan bahwa salah satu dampak yang ditimbulkan ketika orangtua tidak menjalin hubungan baik dengan anak adalah anak akan menjadi nakal”.
Selanjutnya informan atas nama NZ mengatakan bahwa:
“Selalu berkomunikasi adalah cara untuk menjalin hubungan baik.
Kemudian dia menambahkan bahwa anak akan menjadi bodoh ketika orangtua dan anak tidak melakukan hubungan yang baik di dalam keluarga”.
Informan atas nama KH mengatakan bahwa:
“Menjadi anak yang membanggakan keluarga adalah cara saya untuk membuktikan bahwa saya mampu mempertahakan hubungan baik antara saya dan orangtua saya. Kemudian dia menambahkan bahwa dampak yang ditimbulkan ketika orangtua tidak menjalin hubungan dengan anak maka anak akan menjadi bodoh dan pemalas”.
Informan ke empat belas atas nama MN mengatakan bahwa:
“Kita harus menjadi anak yang baik untuk menjalin hubungan dengan orangtua. Kemudian dia menambahkan saya akan menjadi pembangkang apabila orangtua dan saya menjalin hubungan yang buruk”.
Selanjutnya informan terakhir atas nama S selaku siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Labakkang mengatakan bahwa:
“Salah satu cara menjalin hubungan baik sesama antar keluarga yaitu kita sebagai anak harus menjadi anak yang sopan dan bertanggung jawab. Kemudian siswa S menambahkan bahwa dampak yang ditimbulkan jika orangtua tidak melakukan relasi yang baik dengan saya maka saya pasti malas”.