• Tidak ada hasil yang ditemukan

InstrumenPenelitian

Dalam dokumen pengaruh media big book terhadap kemampuan (Halaman 39-49)

BAB I PENDAHULUAN

D. InstrumenPenelitian

Posttest yang dimaksud disini adalah tes kemampuan membaca permulaan murid Singkatnya, post test adalah evaluasi akhir saat materi yang di ajarkan pada hari itu telah diberikan yang mana seseorang guru memberikan posttest dengan maksud apakah murid sudah mampu mengerti dan memahami mengenai materi yang baru saja diberikan pada hari itu. Manfaat dari diadakannya posttest ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan membaca permulaan yang dicapai setelah diberi perlakuan menggunakan media big book dalam proses belajar mengajar. Hasil posttest ini dibandingkan dengan hasil pretest yang telah dilakukan sehingga akan diketahui seberapa jauh efek atau pengaruh dari

penggunaan media big book terhadap kemampuan membaca permulaan murid.

E. Definisi Operasional

1. Media big bookadalah buku bacaan yang berkarakteristik khusus, yaitu berisi tulisan dan gambar yang dibesarkan sehingga memudahkan peserta sdidik untuk membacanya dan menarik digunakan di SD Negeri Romang Polong.

2. Kemampuan membaca yaitu kemampuan membaca permulaan yang menekankan pada kemampuan mengenal bunyi bahasa, lambang kata dan kalimat, penyuaran, lafal dan intonasi yang wajar, serta kelancaran dan kejelasan suara. Kemampuan membaca yang dimaksud di sini adalah kemampuan membaca dari siswa SD Negeri Romang Polong setelah belajar dengan menggunakan media big book

F. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek / subjek yang mempunyai kualitas dan karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti Populasi adalah wilayah generasi yang terdiri atasobjek atausubjek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yangditerapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian.

Sugiono menyatakan bahwa populasi adalah wilayahgeneralisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang memiliki kualitastertentu yang ditentukan oleh penelitian untuk dipelajari dan diselidiki Sugiyono, Metode Penelitian

Pendidikan:Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2014), 117dan kemudian ditarik kesimpulanya.

Populasi dapat berupa orang, mahkluk hidup lain, benda tak hidup, perilaku, fenomena alam, dan sebagainya. Populasi menurut para ahli yang dikutip oleh Siti Mania Kerlinger menyatakan bahwa populasi merupakan semua anggota

kelompok orang, kejadian, atau objek yang telah dirumuskan secara jelas.

Menurut Margo populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian penelitian dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang ditentukan. Jadi populasi berhubungan dengan data, bukan manusianya.

Berdasarkan pada uraian di atas, dapat diambil sebuahkesimpulan bahwa populasi adalah keseluruhan objek dan subjek yangmenjadi sasaran dalam penelitian sesuai dengan ketentuan-ketentuan yangtelah dirumuskan. Oleh karena itu, populasi dalam penelitian ini adalahseluruh peserta didik kelas 1 dengan jumlah peserta didik 64 orang darikelas 1A dengan jumlah 32 kelas 1B dengan jumlah peserta didik 32orang SD Negeri Romang Polong.

2. Sampel

Sampel dapat didefinisikan sebagai himpunan sebagaian dari unsur-unsur populasi yang memiliki ciri-ciri sama. Menurut Sugiono sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Margon yang dikutip oleh siti mania menyatakan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi.

Data jumlah murid kelas I SD Negeri Romang Polong Jumlah siswa SD kelas 1

Romang Polong

Siswa kelas 1A Siswa kelas 1B

Siswa perempuan 25 orang 27 orang

Seswa Laki laki 8 orang 6 orang

j jumlah siswa 32 orang 32 orang

Total keseluruhan siswa 32 +32 = 64 siswa

Data jumlah siswa kelas 1 SD Negeri Romang Polong 1A Dan 1B berdasarkan keseluruhan siswa.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka penulis dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.

Sampel yang diteliti harus representative atau bisa mewakili populasi yang kesimpulannya akan bisa diberlakukan untuk populasi.

Kalau sampel yang diteliti tidak representatif untuk populasi, maka akan menghasilkan kesimpulan yang keliru. Dalam penelitian ini, jumlah seluruh populasi dijadikan sampel atau semua populasi akan diteliti semua yang dalam teknik pengambilan sampel disebut sampel jenuh. Sampel jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relative kecil, kurang dari 35 orang. Istilah

lain dari sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.

Tehnik pengambilan sampel pada penilitian ini menggunakan sampeltotal (totalsampling) yang berarti semua anggota populasi dijadikan sampel, yaitu seluruh siswa kelas 1 SD Negeri Romang Polong yang berjumlah 64 orang siswa.

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes awal dan tes akhir, adapun langkah-langkah pengumpulan data yang akan

dilakukan sebagai berikut:

1. Tes awal (pretest)

Tes awal dilakukan sebelum treatment, pretest dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh siswa sebelum diterapkannya media big book.

2. Tes akhir (posttest)

Setelah treatment, tindakan selanjutnya adalah posttest untuk mengetahui pengaruh penggunaan media big book.

H. Teknik Analisis Data

Untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian akan

digunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial.Data yang terkumpul berupa nilai pretest dan nilai posttest kemudian dibandingkan. Membandingkan kedua nilai tersebut dengan mengajukkan pertanyaan apakah ada perbedaan antara nilai yang didapatkan antara nilai pretest dengan nilai Posttest. Pengujian perbedaan nilai hanya dilakukan terhadap rata-rata kedua nilai saja, dan untuk keperluan itu

digunakan teknik yang disebut dengan uji-t (t-test). Dengan demikian langkah- langkah analisis data eksperimen dengan model Eksperimenone group pretest posttest design adalah sebagai berikut:

Adapun langkah-langkah dalam penyusunan analisis data ini adalahsebagai berikut:

a) Memberinilai secara individu

nilai = π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿπ‘π‘’π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘’β„Žπ‘Žπ‘›

π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿπ‘šπ‘Žπ‘˜π‘ π‘–π‘šπ‘Žπ‘™π‘₯ 100 % b) Rata-rata (Mean)

π‘₯ =βˆ‘π‘₯𝑛

keterangan:

π‘₯ = mean ( rata-rata)

βˆ‘π‘₯= jumlah nilai seluruh siswa n = jumlah murid

c) Persentase (%) nilai rata-rata 𝑃= 𝑁𝑓x 100%

dimana:

P= angka persentase

F= frekuensi yang dicari persentasenya N= banyaknya sampel responden

d) Uji- t t= 𝑀𝑑

βˆ‘ 𝑋 2𝑑 𝑁 (π‘βˆ’1)

keterangan :

Md= mean dari perbedaan pretest dan posttest X1= hasil belajar sebelum perlakuan (pretest) X2= hasil belajar setelah perlakuan (posttest) D= deviasi masing-masing subjek

βˆ‘ 𝑋2𝑑= Jumlah kuadrat deviasi N= subjek pada sampel

Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut : a) Mencari harga β€œMd” dengan menggunakan rumus:

Md= βˆ‘ 𝑑𝑁 (Arikunto, 276:2011) Keterangan:

Md= mean dari perbedaan pretest dengan posttest

= jumlah dari gain (posttest – pretest) = subjek pada sampel

b) Mencari harga β€œ βˆ‘ 𝑋2𝑑” dengan menggunakan rumus:

βˆ‘ 𝑋2𝑑 = βˆ‘ 𝑑 βˆ’ βˆ‘ 𝑑 𝑁 2 Keterangan :

βˆ‘ 𝑋2𝑑= jumlah kuadrat deviasi

= jumlah dari gain (post test – pre test) N = subjek pada sampel.

c) Mentukan harga t Hitung dengan menggunakan rumus:

t = 𝑀𝑑

βˆ‘ 𝑋 2𝑑 𝑁 π‘βˆ’1

Keterangan :

Md = mean dari perbedaan pretest dan posttest X1 = hasil belajar sebelum perlakuan (pretest) X2 = hasil belajar setelah perlakuan (posttest) D = deviasi masing-masing subjek

βˆ‘ 𝑋2𝑑= jumlah kuadrat deviasi N= subjek pada sampel

e). Menentukan aturan pengambilan keputusan atau kriteria yang signifikan Kaidah pengujian signifikan :

Jika t Hitung> t Tabel maka Ho ditolak dan H1 diterima, berarti penerapan penggunaan media Big Book berpengaruh terhadap kemampuan membaca siswa kelas 1 SD Negeri Romang Polong”

Jika t Hitung< t Tabel maka H o ditolak,berarti penerapan penggunaan media Big Book tidak berpengaruh terhadap kemampuan membaca siswa kelas 1 SD Negeri Romang Polong”.

f).Menentukan harga t Tabel

Mencari t Tabel dengan menggunakan table distribusi t dengan taraf signifikan 𝛼 = 0,05 dan π‘‘π‘˜ = 𝑁 βˆ’ 1

g). Membuat kesimpulan

β€œApakah penggunaan media big book tidak berpengaruh terhadap kemampuan membaca siswa kelas 1 SD Negeri Romang Polong”.

Dalam analisis ini peneliti menetapkan tingkat kemampuan siswa dalam membaca permulaan sesuai dengan prosedur yang dicanangkan oleh Depdikbud (2013) yaitu:

Tabel 3.2.

Standar Ketuntasan Hasil BelajarBahasa Indonesia

Sumber; Standar Ketuntasan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Depdikbud (2013).

Tingkat Penguasaan (%) Kategori Hasil Belajar

0 – 45 SangatRendah

46 – 54 Rendah

55 – 69 Sedang

70 – 84 Tinggi

85 – 100 Sangat Tinggi

Berdasarkan tabel 3.2. menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil posttest tingkat penguasaan adalah 74 dari skor ideal 85. Skor tertinggi yang dicapai siswa adalah 100 dan skor terendah 0 dengan standar deviasi sebesar yang berarti bahwa skor posttest murid di kelas eksperimen tersebar dari skor 100.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi SDN Romang Polong a. Lokasi

SD Romang polong bertempat di Jl mustafa Dg Bunga kec. Somba Opu kelurahan Romang Polong Kab. Gowa No. 56.Sekolah iniberdiri pada tahun 1910.Sekarang dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah bernama H. Asri, S. Pd melibatkan guru tetap 13 orang dan guru tidak tetap 2 orang, terbagi dalam 6 rombel (rombongan belajar) dengan jumlah murid seluruhnya 406 orang.

Sekolah ini menjadi sekolah yang banyak dipilih oleh warga setempat dikarenakan dekatnya dari rumah atau kompleks warga.Sehingga mudah untuk di tempuh oleh, termasuk dengan berjalan kaki.

b. Sarana dan Prasarana Pembelajaran

Untuk menunjang pelaksanaan pendidikan perlu adanya sarana dan prasarana/fasilitas pendukung. SD Negeri Romang Polong mempunyai fasilitas atau sarana pendidikan sebagai mana dalam tabel berikut ini:

43

Tabel 4.1

Sarana dan Prasarana SD Negeri Romang Polong

No Jenis Ruangan Jumlah Kondisi

1 Ruangan Kelas 12 Baik

2 Ruangan Kepala Sekolah 1 Baik

3 Ruangan Guru 1 Baik

4 Ruang Toilet 2 Baik

5 Ruang UKS 1 Baik

6 Ruang Perpustakaan 1 Baik

c. Keadaan Guru dan karyawan SD Negeri Romang Polong

Dalam lembaga tertentu tidak terlepas adanya tenaga pengajar sebagai guru untuk menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik. Dalam hal ini SD Negeri romang Polong mempunyai tenaga pengajar/pendidik sebanyak 13 orang dan 4 karyawan pengurus untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.2

Daftar guru dan karyawan SD Negeri Romang Polong

NNo. Nama Jabatan Alamat

1 H. Asri, S.Pd. Kepala sekolah Sungguminasa 2 Hj. Cahaya, S.Pd. Guru Kelas I A Romang Polong 3 Syahriani, S.Pd. Guru Kelas I B Romang Polong 4 Hamdana, S.Pd. Guru Kelas II A Romang Polong 5 Rosmiati, S.Pd. Guru Kelas II B Romang Polong

Gambaran Proses Pembelajaran di SD Negeri Romang Polong khususnya kelas Imenggunakan pembelajaran tematik, jam belajar untuk kelas 1A dan kelas 1B diroling, serta Minggu pertama kelas 1A masuk jam 7 dan kelas 1B jam 10 dan prosespembelajaran, pertama-tama guru mengabsen murid untuk mengetahui kehadiranmurid. Selanjutnya guru memberikan menyiapkan ketua kelas

memimpin doa danmembaca surat-surat pendek baru pendidik bias mengambil alih menjelaskan materi46yang dibawakan pada hari itu, dalam proses

pembelajaran yang saya amati guru lebihmenekankan pada tiga tahap yaitu menulis, dan untuk mengakhiri pendidikmemberikan arahan dan membaca doa.

6 Dahliah, S.Pd. Guru Kelas III A Romang Polong 7 Supiati, S.Pd. Guru Kelas III B Pao-pao

8 Hamsiah, S.Pd. Guru Kelas IV A Romang Polong 9 Erniwati, S.Pd. Guru Kelas IV B Samata

10 Jumra, S.Pd. Guru Kelas V A Jl. Abdul muthalib Dg Sirua 1 1 11 Taufik, S.Pd. Guru Kelas V B Romang Polong

12 Hj. Norma, S, Pd. Guru Kelas VI A

13 Hasniah, S. Pd. Guru Kelas VI B Romang Polong 14 Rosmiati Rahman Guru Penjas Romang Polong

15 Rusni, S.Pd.I Guru Pendais Sero

16 WahyuniAntasari, S.Pd. Guru SBK Jl. Abdul Muthalib Dg Sirua 17

Hamrina, S.Pd Guru Penjas Pao-poa

2. Deskripsi Keamampuan Membaca Peserta Didik Kelas 1 SD Negeri Romang Polong sebelum menggunakan media big book.

Tabel 4.3

Data Nilai Prestest Kemaampuan membaca

NO Nama Kelas I A Nilai Nama Kelas I B Nilai

1 M.Akram Syuhud 60 Fandy 80

2 Aldy 10 Irsyad 80

3 Wahid Sahbani 60 Supriadi 90

4 Krisna 80 Muh. Risaldy 90

5 Arham 80 Muh. Fajrin 80

6 Arnol 70 Ardyansa 90

7 M.Irham 70 Risaldy 60

8 Dedy Khalik Rusli 50 Irwan Hidayat 80

9 Asrul 40 Apriansyah 70

10 Muh.Alif 60 Rusli 70

11 Fhatur Rahman 80 Dimas 70

12 Muh.furkam 90 Alimsyah 60

13 Muh. Aidil 80 Maulana 0

14 Muh. Iqra 70 Gusran 60

15 Muh. Fadil 60 Ihsan Sarif 70

16 Zulkifli 50 Bahtiar 60

17 Muh. Rifky 60 Salha 60

18 Muh. Irwan 90 Musdalifa 80

19 Amira 60 Rezki Mutmainna 80

20 Denisa Putri 10 Hijra Mustika 50

21 Aira 60 Inta Mastura 60

22 Amelia 60 Setiana Dewi 60

23 Aqila 60 Nursanti 60

24 Riana 50 Nurul Sadrina 60

25 Dewi Rosmita 70 Kurnia 80

26 Fitriani 80 Mayang Sari 70

27 Karmila 70 Sabriani 80

28 Lutfiah 50 Sarina 80

29 Riskayanti 50 Nurul Inaya 90

30 Irmayani 60 Sukmawati 70

31 Mirnawati 50 Ismianti 80

32 Nurmaina 40 Sartika 60

βˆ‘ 1,890 2400

g

Γ—

60.30.303 69.6875

Sumber: Data Presttest peserta didik Kelas 1B yang menjadi kelas eksperimen.

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa hasil kemampuan membacasebelum menggunakan media big book secara umum untuk kelas 1 SD Negeri Romang Polong masih kurang, pressttest kelas 1A dan kelas 1B, terbukti rata-rata nilaipresttes kelas 1A maupun kelas 1B < 75 nilai KKM Kelas 1 SD Negeri Romang Polong.

3. Deskripsi Keamampuan Membaca Peserta Didik Kelas 1 SD Negeri Romang Polong sesudah menggunakan media big book.

Tabel 4.4

Data Nilai posttest Kemaampuan membaca No Kelas Eksperimen

Nama Siswa Skor

1 Fandi 95

2 Irsyad 90

3 Supriadi 95

4 M. Risaldy 90

5 Muh.Fajrin 95

6 Ardiansa 60

7 Risaldy 95

8 Irwan Hidayat 95

9 Apriansyah 70

10 Rusli 90

11 Dimas 80

12 Alimsyah 90

13 Maulana 80

14 Gusran 90

15 Ihsan Sarif 60

16 Bahtiar 70

17 Salha 95

18 Musdalifa 95

19 Rezki Mutmainna 60

20 Hijra Mustika 60

21 Inta Mastura 60

22 Setiana Dewi 70

23 Nursanti 90

24 Nurul Sadrina 70

25 Kurnia 95

26 Mayang Sari 95

27 Sabriani 90

28 Sarina 80

29 Nurul Inaya 95

30 Sukmawati 50

31 Ismianti 90

32 Sartika 90

Jumlah Skor Rata-Rata

2630 82.1875

Sumber: Data Posttest peserta didik Kelas 1B yang menjadi kelas eksperimen.

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa hasil kemampuan membacasesudah menggunakan media big book secara umum untuk kelas 1 SD Negeri Romang Poloni, mencapai ketuntasan Ini terbukti dengan jumlah rata-rata nilai possttestlebih tinggi dari nilai standar KKM 82.1875 > 75 Kelas 1 SD Negeri Romang Polong.

Tabel 4.5

Deskripsi Skor Hasil Posttest Murid Kelas Kontrol (Y)

Statistik Nilai Statistik

Ukuran Sampel 33

Skor Tertinggi 95

Skor Terendah 10

Skor Ideal 100

Rentang Skor 2,2

Skor Rata – Rata 63.0303

Standar Deviasi 23.5789

Sumber: Data Posttest Kelas Kontrol. Agustus 2015

Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil posttest murid

di kelas kontrol adalah 63,0303 dari skor ideal 100. Skor tertinggi yang

dicapai49murid adalah 95 dan skor terendah 10 dengan standar deviasi sebesar 23,57899 yang berarti bahwa skor posttest murid di kelas eksperimen tersebar dari skor terendah 10sampai skor tertinggi 95.Jika skor hasil posttest di kelas

eksperimen tersebutdikelompokkan ke dalamlima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase skor yangditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 4.6

Distribusi Frekuensi Persentase Skor Hasil Posttest murid Kelas Kontrol (Y) No Skor Mentah Kategori Frekuensi Persentase

(%) 1

2 3 4 55 5

10 – 20 30 - 40 50 - 60 70 - 80 90 – 100

Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

1 5 4 3 19

3,03%

3,03%

12,12%

45,45%

36,36%

Jumlah 32 100%

Sumber: Data Distribusi Frekuensi Persentase Posttest murid Kelas Kontrol.

Berdasarkan tabel 4.6 dapat digambarkan bahwa dari 32 murid yang dijadikankelas kontol pada umumnya memiliki tingkat hasil belajar dalam kategori sangatrendah dengan frekuensi 1 murid atau 3,03%, kategori rendah dengan frekuensi 5 murid atau 3,30%, dalam kategori sedang dengan frekuensi 4 murid atau 12,12%,kategori tinggi dengan frekuensi 3 murid atau 45,45% dan kategori sangat tinggidengan frekuensi 19 murid atau 36,36%.Berdasarkan tabel di atas, dapat digambarkan bahwa dari 32 orang muridkelas I SD Romang Polong yang dijadikan sampel penelitian untukkelompok kontrol, pada umumnya

memiliki tingkat hasil belajar dalam kategorisangat rendah dengan skor rata-rata 53,2 dari skor ideal 95.

Tabel 4.7

Deskripsi Skor Hasil Posttest langsung Peserta Didik Kelas Eksperimen (X)

Statistik Nilai Statistik

Jumlah Sampel Skor Tertinggi Skor Terendah Skor Ideal Rentang Skor

32 95 50 100 10

Skor Rata – Rata 82.1875

Standar Deviasi 14.027773

Sumber: Data Posttest Murid Kelas Eksperimen Agustus 2015

Berdasarkan tabel 4.7 menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil posttest muriddi kelas eksperimen adalah 82,187 dari skor ideal 95. Skor tertinggi yang dicapaisiswa adalah 100 dan skor terendah 50 dengan standar deviasi sebesar 14.02773 yangberarti bahwa skor posttest murid di kelas eksperimen tersebar dari skor terendah 50sampai skor tertinggi 95.Jika skor hasil posttest di kelas

eksperimen tersebut dikelompokkan ke dalamlima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase skoryangditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 4.8

Distribusi Frekuensi Persentase Skor Hasil Posttest murid Kelas Eksperimen (X)

No Skor Mentah Kategori Frekuensi Persentase

(%) 1

2 3 4 5

50 60 70 80 90-100

Sangat Rendah Rendah

Sedang Tinggi

Sangat Tinggi 1 5 4 3 19

3,125%

15,625%

12,5%

9,37%

59,375%

Jumlah 32 100%

Sumber: Distribusi Frekuensi Presentase Posttest Murid Kelas EksperimenAgustus 2015.

Berdasarkan tabel 4.8 dapat digambarkan bahwa dari 32 murid yang dijadikan

kelas eksperimen pada umumnya memiliki tingkat hasil belajar dalam kategori sangattinggi dengan frekuensi 19 murid atau 59,375, kategori tinggi dengan frekuensi 3siswa atau 9.37% dengan frekuensi 5 murid atau 15,625%, kategori sedang denganfrekuensi 4 murid atau 12,5% , dan kategori sangat rendah hanya dengan frekuensi 1atau 3,125%

Berdasarkan tabel di atas, dapat digambarkan bahwa dari 32 orang muridkelas I SD Negeri Romang Polong yang dijadikan sampel penelitian untukkelompok eksperimen, pada umumnya memiliki tingkat hasil belajar dalam kategoritinggi dengan skor rata-rata 82,1875 dari skor ideal 100

3. Pengaruh Media big book terhadap kemampuan membaca kelas 1 SDNegeri Romang Polong

Sebelum mengetahui pengaruhnya dilakukan analisis dapat dilakukan sesuaidengan teknik analisis data yang telah diuraikan pada bab terdahulu

denganmenggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis eksperimen jenis uji t desainketiga. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif yangmeliputi langkah-langkah, yaitu: membuat daftar skor mentah, membuat distribusifrekuensi dari skor mentah, mencari mean rata-rata, mengukur penyebaran, untukstandardisasi hasil pengukuran (skor) dilakukan transformasi dari skor mentah didalam nilai berskala 1-10, dan menetapkan tolak ukur kemampuan siswa. Setelah itu,lalu dikemukakan pertandingan mean (rata-rata nilai) keduanya dengaanmenggunakan analisis inferensial jenis uju t rumus ketiga.

Untuk menganalisis data hasil belajar perlu diketahui terlebih dahulu dataawal dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diambil dari nilai posttest.

Setelahkelas eksperimen dan kelas kontrol melakukan proses pembelajaran, dimana kelaseksperimen dalam poses pembelajaranya menggunakan media big book dan kelaskontrol tidak menggunakan media big book. Kemudian diberi tes untuk memperolehdata hasil belajar yang akan dianalisis.

a. Analisis Statistik Deskriptif Hasil Penelitian Kelas Eksperimen (X) dan Kelas Kontrol (Y)

Sesuai dengan langkah-langkah analisis data yang telah ada maka

untukanalisis data kelas eksperimen dan kelas kontrol dijelaskan sebagai berikut:

Data statistik skor hasil tes murid yang diperoleh dari 64 murid pada kelaseksperimen sebanyak 32 dan murid pada kelas kontrol sebanyak 32 murid, dapatdilihat dalam tabel berikut.

Tabel 4.9

Daftar Skor Mentah Posttest Murid Kelas Eksperimen (X) dan Kelas Kontrol (Y)

No Kelas Eksperimen Nama Siswa

Skor Kelas Kontrol Nama Siswa

Skor

1 Fandi 95 M.Akram

Syuhud

60

2 Irsyad 90 Aldy 10

3. Supriadi 95 Wahid Sahbani 60

4 M. Risaldy 90 Krisna 80

5. Muh.Fajrin 95 Arham 80

6 Ardiansa 60 Arnol 70

8 Risaldy 95 M.Irham 70

9 Apriansya 70 Dedy khalik 50

10 Rusli 90 Muh. Alif 60

11 Dimas 80 Fhatur Rahman 80

12 Alimsyah 90 Muh. Furkam 90

13 Maulana 80 Muh.Aidil 80

14 Gusran 90 Muh. Iqra 70

15 Ihsan Sarif 60 Muh.Fadil 60

16 Bahtiar 70 Zulkifli 50

17 Salha 95 Muh. Rifky 60

18 Musdalifa 95 Muh. Irwan 90

19 Rezki Mutmainna 60 Amira 60

20 Hijrah Mustika 60 Denisa Putri 10

21 Intan Masturah 70 Aira 60

22 Setiana Dewi 90 Amelia 60

23 Nursanti 70 Aqila 60

24 Nurul Sadrina 95 Riana 50

25 Kurnia 95 Dewi Rosmita 70

26 Mayang Sari 90 Fitriani 80

27 Sabriani 80 Karmila 70

28 Sarina 95 Lutfiah 50

29 Nurul Inayah 50 Riskayanti 50

30 Sukmawati 90 Irmayani 60

31 Ismianti 90 Mirnawati 50

32 Sartika 70 Nurmainna 40

Jumlah Skor Rata-Rata

2630 82.1875

Jumlah Skor Rata-Rata

2080 63,0303

Sumber: Data Posttest Murid Kelas Eksperimen (X) dan Kelas Kontrol (Y)Agustus 2015.

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa secara umum untuk kelaseksperimen murid sudah mampu membaca materi. Ini terbukti dengan jumlah rataratanilai posttest pada kelas eksperimen senilai 82,1875 dan secara umum untukkelaskontrol belum mampu membaca materi. Ini terbukti rata-rata nilai posttes kelaskontrol senilai 63,0303.

Tabel 4.10

Data Kemampuan Membaca Peserta Didik No KemampuanMembaca

Peserta didik Kelas Treatmen

Skor KemampuanMembaca peserta didik kelas kontrol

Skor

1 Fandi 95 M.Akram Syuhud 60

2 Irsyad 90 Aldy 10

3. Supriadi 95 Wahid Sahbani 60

4 M. Risaldy 90 Krisna 80

5. Muh.Fajrin 95 Arham 80

6 Ardiansa 60 Arnol 70

8 Risaldy 95 M.Irham 70

9 Apriansya 70 Dedy khalik 50

10 Rusli 90 Muh. Alif 60

11 Dimas 80 Fhatur Rahman 80

12 Alimsyah 90 Muh. Furkam 90

13 Maulana 80 Muh.Aidil 80

14 Gusran 90 Muh. Iqra 70

15 Ihsan Sarif 60 Muh.Fadil 60

16 Bahtiar 70 Zulkifli 50

17 Salha 95 Muh. Rifky 60

18 Musdalifa 95 Muh. Irwan 90

19 Rezki Mutmainna 60 Amira 60

20 Hijrah Mustika 60 Denisa Putri 10

21 Intan Masturah 70 Aira 60

22 Setiana Dewi 90 Amelia 60

23 Nursanti 70 Aqila 60

24 Nurul Sadrina 95 Riana 50

25 Kurnia 95 Dewi Rosmita 70

26 Mayang Sari 90 Fitriani 80

27 Sabriani 80 Karmila 70

28 Sarina 95 Lutfiah 50

29 Nurul Inayah 50 Riskayanti 50

30 Sukmawati 90 Irmayani 60

31 Ismianti 90 Mirnawati 50

32 Sartika 70 Nurmainna 40

βˆ‘ X S S2

2630 82.1875 14.0273 196.7773

2080 63,0303 23.57899 555.96899 Sumber: Data Posttest Murid Kelas Eksperimen (X) dan Kelas Kontrol

(Y)Agustus 2015

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui n yang tidak sama, yaitu n1 = 33 dann2 = 32 maka perlu diuji homogenitas variannya dengan uji F berikut ini.

F = Variabel Terbesar = 555.96899= 2.825372 Variabel Terkecil 196.7773

Harga F hitung tersebut dibandingkan dengan harga F table dengan dkpembilang (33 – 1 = 32) dan dk penyebut (32 - 1 = 31) untuk taraf

kesalahan5%,ternyata F hitung = 2.825372 > F tabel = 1.84. Dengan demikian dapat dinyatakan

bahwa varian kedua kelompok data tersebut adalah tidak homogen. Karena n1 β‰  n2dan varian tidak homogeny maka digunakan t-test separated varian dengan rumussebagai berikut

𝑑 = X

1

βˆ’ X

2

S12

n1

+

S2n22

𝑑 = 63.0303 βˆ’ 82.1875

555.96899

32

+

196.777332

= βˆ’19.1572

16.84755 + 6.149291

𝑑 =

βˆ’19.1572

22.99684

=

4.79550219.1572 = -3.99483

Selanjutnya, t hitung tersebut dibandingkan dengan t tabel dengan dk = n1

+n2 – 2 = 32 + 32 – 2 = 63 dan taraf kesalahan 5% untuk uji dua pihak (two tail test),ternyata t hitung = -3.995 < t hitung = 2.000. Karena t hitung < t tabel, maka H0diterima dengankesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan membacapeserta didik antara yang menggunakan media big book dengan media konvensional.

B. Pembahasan

Untuk menganalisis data hasil kemampuan membaca murid Kelas I SD Negeri Romang Polong perlu diketahui terlebih dahulu data awal sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan.Sebelum perlakuan, kegiatan proses belajar mengajar yang dilakukan peneliti pada murid kelas I SD Negeri Romang Polong belum menggunakan media Big Book, setelah itu, peneliti memberikan tes kemampuan membaca (Pretest) sedangkan pada saat perlakuan (Treament) peneliti menerapkan media Big Book pada saat proses belajar mengajar.

Kemudian diberi tes (post test). untuk memperoleh data hasil belajar yang akan dianalisis.

Pada bagian ini diuraikan cara analisis data penelitian tentang pengaruh penggunaan media big book terhadap kemampuan membaca siswa kelas 1 SD Negeri Romang Polong .adapun langkah-langkanya sebagai berikut: (1) Memberi Nilai secara individu, (2) Menentukan nilai rata-rata pre test dan post test, (3)

Menentukan persentace (4) menggunakan (uji)- t yang meliputi langkah-langkah sebagi berikut,

(a) mencari harga mean dari perbedaan pretest dan post test.

(b) Mencari harga jumlah kuadrat deviasi (c) Mencari hatga t Hitung

(d) Menetukan aturan pengambilan keputusan atau criteria yang di signifikan

(e) Membuat menentukan t table

(f) membuat kesimpulan

Curtain & Dahlberg (dalam Usaid 2014:43) menyatakan bahwa big book memungkinkan siswa belajar membaca melalui cara mengingat dan mengulang bacaan. Banyak para ahli pendidikan menyatakan bahwa Big Booksangat baik di pergunakan di kelas awal karena dapat membantu meningkatkan minat siswa dalam membaca.

Dalam hal ini dengan adanya media Big Book merupakan solusi yang baik untuk membantu murid meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Sejalan dengan hal tersebut diatas, pada kenyataannya secaraumum murid kelas I SD Negeri Romang Polong yang menjadi sampel dalam penelitian ini memiliki hasil kemampuan membaca permulaan berada pada tingkat yang masih kurang atau rendah pada saat diberikan Pretestt atau sebelum diberikan perlakuan berupa penggunaan media Big Book.

Hasil penelitian terhadap 32 murid menunjukkan bahwa tingkat hasil kemampuan membaca permulaan murid kelas I berada pada kategori kurang atau

Dalam dokumen pengaruh media big book terhadap kemampuan (Halaman 39-49)

Dokumen terkait