BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian dan Pembahasan
2. Internalisasi Pendidikan Nilai di MTs Madinatunnajah
menciptakan atmosfer negatif dimana guru sering menganggap remeh dan lengah dalam mengawasi siswanya.
Pengalaman negatif (hinaan, memberikan julukan, hingga tindakan fisik) yang diterima siswa dari gurunya dapat memicu terjadinya bullying yang nantinya dilakukan oleh siswa tersebut. Bullying berkembang dengan pesat dalam lingkungan sekolah yang sering memberikan masukan negatif pada siswanya berupa pemberian hukuman yang dilakukan oleh guru yang tidak membangun, sehingga tidak mengembangkan rasa menghargai dan menghormati antar sesama anggota madrasah.
Pihak madrasah termasuk guru yang cenderung membiarkan aksi bullying tanpa memberikan bimbingan serta pengarahan pada pelaku membuat bullying tumbuh subur. Perilaku bullying yang terjadi di madrasah bagaikan lingkaran rantai yang sulit diputus.
Pada kenyataannya, korban maupun teman sekelas hingga guru tanpa disadari turut mengambil peranan dalam memelihara aksi bullying yang dilakukan Si Pelaku. Guru dan pihak sekolah yang bersikap tidak peduli terhadap kekerasan yang dilakukan oleh para siswa dapat meningkatkan perilaku bullying di madrasah karena bagi si pelaku, hal ini seperti penguatan terhadap perilaku mereka untuk melakukan intimidasi kepada anak yang lain.
yang baik, dan bersusila yang bertujuan untuk membina mental dan kepribadian kepada anak remaja. Internalisasi nilai-nilai yang menimbulkan kepribadian, kejujuran, hormat, sopan, perbuatan, dan akhlak, merupakan cara yang bagus dalam membina sikap mental dan kepribadian remaja khususnya dan manusia pada umumnya, yang mana semua ini harus berlandaskan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat juga sesuai dengan tuntunan Al-qur’an dan As- sunnah, diharapkan dari ini para siswa akan terhindar dari hal-hal yang dapat menghambat perkembangan mentalnya dan melakukan tindakan- tindakan negatif yang dapat mempengaruhi masa depannya baik dalam bermasyarakat maupun kehidupan pribadinya.
Tujuan pendidikan nilai di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon adalah penanaman nilai-nilai tertentu dalam diri siswa. Pengajarannya bertitik tolak dari nilai-nilai pancasila dan nilai-nilai luhur masyarakat indonesia lainnya, yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat indonesia tanpa mengesampingkan nilai agama yang menjadi landasan utama nilai yang diterapkan di MTs Madinatunnajah kesehariannya dilingkungan madrasah maupun lingkungan masyarakat.
Penerapan nilai yang di lakukan peneliti berupa observasi dan wawancara, penulis dapat mengetahui bagaimana proses internalisasi nilai- nilai di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon. Hal ini dibuktikan dengan adanya jam kegiatan yang teratur dan berkelanjutan yang ada di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon, yang mana jam kegiatannya rutin
dilakukan oleh para siswa yang ada di madrasah mulai dari awal masuk madrasah sampai pulang madrasah.
Pendidikan nilai dalam keterrpaduan pembelajaran di MTs Madinatunnajah ini sudah diterapkan dengan mata pelajaran, sasaran integrasinya adalah materi pelajaran, prosedur penyampaian guru serta pemaknaan pengalaman belajar bagi siswa. Guru bervariasi dalam penyampaian materi pembelajaran, untuk melibatkan siswa aktif secara intelektual maupun secara emosional sehingga siswa lebih memahami tujuan dari pendidikan nilai dalam keterpaduan pembelajaran yang telah dilalui.
Proses internalisasi nilai-nilai tidak hanya diberikan ketika jam pelajaran dikelas, akan tetapi diluar setelah selesai pembelajaran para siswa dan siswi mendapatkan pendidikan untuk menambah pengetahuan mereka tentang pendidikan nilai diluar jam pelajaran. Madrasah ini mewajibkan seluruh siswa dan siswi nya untuk melaksanakan sholat dhuha, setiap hari sebelum melakukan pembelajaran dikelas, setiap hari jum’at pagi usai melaksanakan solat dhuha diadakan musabaqoh yang berisikan siswa yang bertugas sebagai (MC, MTQ, Sholawat Nabi, Pidato, Wejangan dari Guru piket, dan juga Doa/penutup) dengan bergiliran sesuai jadwal kelas, selain kegiatan sholat dhuha dan musabaqoh juga dilakukan kegiatan yang memperinggati hari besar dalam islam yang diikuti setiap siswa.
Internalisasi nilai-nilai di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon yang melatar belakangi adalah dari guru yang mana memberikan masukan agar diadakan penaman nilai dalam setiap kegiatan pembelajaran maupun kegiatan diluar pembelajaran, guru harus menyadari betapa pentingnya mengawasi siswa terutama dalam bersikap dan berprilaku sehingga guru diwajibkan menginternalisasikan pendidikan nilai dalam penyampaian materi pembelajaran maupun dalam kegiatan di luar pembelajaran tersebut, pada awalnya guru-guru masih belum terbiasa namun setelah dirundingkan bersama banyak yang menyetujui.
Hasil dari wawancara di atas dapat diketahui bahwa sebelum terjadinya kegitan tersebut semua guru melakukan musyawarah seluruh guru dengan mengambil keseapkatan bersama. Dari hasil kesepakatan semua guru, barulah guru-guru memulai lebih memperhatikan sikap dan prilaku dengan merencanakan penerapan pendidikan niai kepada para siswa, dilakukan sebelum waktu kegiatan belajar dimadrasah, dan semua itu menjadi berkesinambungan dengan aktifitas mereka di madrasah dikarenakan proses penanam dilakukan dalam kegiatan formal maupun nol folmal. Proses ini sangat penting dilakukan untuk memberikan contoh bagaimana beretika yang baik dalam kesehidupan sehari-hari.
Sebagaimana yang telah peneliti wawancarai kepala MTs Madinatunnajah Kota Cirebon bapak Khomisan Agust Mughni, S.Pd.I:
Internalisasi nilai-nilai yang di dasari dengan pelajaran agama yang ada akan membentuk sikap religi yang dapat di lakukan dalam
kehidupan sehari-hari, seperti meningkatan ibadah, yang mana siswa tersebut, jika sehari yang dilakukan hanya sholat wajib saja yang dikerjakan, setelah dia belajar di MTs Madinatunnajah dapat meningkatan ibadah yang sunnah, bukan hanya itu, meningkatkan sosial dengan berinfaq setiap harinya. Semoga dapat dilakukan dengan terus menerus oleh peserta didik tersebut.3
Sesuai dengan program Visi dan Misi madrasah yang mewajibkan seluruh siswa dan siswinya yaitu “berpedoman kepada keimanan dan ketaqwaan dan memiliki wawasan global”, serta sebelum masuknya siswa diseleksi secara ketat yang menjadikannya memiliki pengetahuan yang di atas dari yang lain serta memudahkan dalam membina dan mendidik mereka dalam bidang agama, yang mana ini menjadikan kualitas keagamaan yaitu membina, menghayati, mendalami, dan mengalami semua proses penanaman nilai-nilai sangat ditekankan dalam madrasah ini, sehingga MTs Madinatunnajah Kota Cirebon menjadikan berbeda dengan madrasah lainnya. Diantara internalisasi nilai-nilai yang dilaksanakan di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon adalah :
1. Sholat dhuha yang dilakukan berjamaah setiap harinnya.
2. Musabaqoh.
3. Mengaji setiap pagi sebelum pembelajaran berlangsung.
4. Menyambut hari-hari besar islam.
3 Wawancara dengan Kepala MTs Madinatunnajah Kota Cirebon Bapak Khomisan Agus Mughni, S.Pd.I, Senin tanggal 8 Januari 2018.
5. Pondok Romadhon yang dilakukan setiap tahunya. Dengan adanya program ini diharapkan MTs Madinatunnajah Kota Cirebon bisa memberikan nilai-nilai agama yang membentuk karakter religius kepada para siswa untuk memperdalami tentang nilai-nilai agama islam dalam mengenal dunia global. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Ibu Titin, SIP S.Pd.Ing selaku waka kurikulum yang peneliti mewawancarai di ruangan guru :
Proses internalisasi nilai-nilai di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon dilakukan dengan berbagai cara diantaranya sebelum memulai pelajaran pertama dilakukan sholat dhuha berjamaah serta membaca Al- Qur’an bersama selama 10-15 menit, serta mengajarkan masalah berpakain busana muslim yang sesuai dengan ketentuan dimadrasah. Madrasah ini menginternalisasikan berbagai macam kegiatan kepada para siswa agar mereka mengetahui dan memahami bahwa nilai-nilai dalam kehidupan ini sangatlah penting untuk memberikan kepribadian para siswa untuk berakhlak baik tidak hanya didalam madrasah saja akan tetapi juga bisa berakhlak baik dalam kehidupan bermasyarakat.4
Penjelasan dari ibu Titin diatas, peneliti mengetahui banyak kegiatan internalisasi nilai-nilai yang dilakukan di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon. Dengan tujuan dari pendidikan diatas adalah untuk membentuk pribadi siswa yang berkualitas, baik jasmani maupun rohani.
Dengan demikian konsep pendidikan mempunyai peran penting dalam
4 Wawancara dengan Waka Kurikulum MTs Madinatunnajah Kota Cirebon Ibu Titin, SIP S.Pd.Ing, Jum’at tanggal 12 Januari 2018.
membentuk peserta didik yang berkualitas, tidak hanya berkualitas dalam segi skill, kognitif, afektif saja akan tetapi juga dari segi aspek spiritual.
Hal ini membuktikan pendidikan mempunyai peran yang penting dalam membentuk dan mengembangkan kepribadian seorang siswa. Melalui pendidikan anak dapat menjadi pribadi yang sholeh, pribadi yang berkualitas secara utuh yang tidak hanya baik dari segi skill kognitif dan afektif saja tapi juga segi spiritualnya.
Hasil penelitian ditemukan bahwa bentuk nilai yang disampaikan dalam pelaksanaan internalisasi nilai-nilai dalam meningkatkan karakter siswa adalah dilakukannya pada saat proses pembelajaran berlangsung baik guru mata pelajara agama maupun guru mata pelajaran yang bersifat umum dengan cara mengkaitkan mata pelajaran tersebut dengan konsep nilai, peneliti akan membahas tentang internalisasi nilai-nilai yang menjadi ciri khas MTs Madinatunnajah Kota Cirebon sesuai dengan judul penelitian adalah Internalisasi Pendidikan Nilai dalam mengantisipasi dampak school bullying di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon, adapun penjelasannya adalah:
a) Program Sholat Sunnah Dhuha Berjamaah : program yang dilakukan dilikngkungan sekolah sebelum dilakukannya proses belajar mengajar dan di dalanya diisi dengan kegiatan membaca doa-doa dan membaca Al-Quran yang wajib di ikuti oleh seluruh siswa, kegiatan ini dilakukan setiap hari.
b) Program menyambut hari-hari besar Islam : program yang telah dilaksanakan di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon yaitu memperingati Isro’Mi’raj dengan mengadakan pengajian tentang bagaimana terjadinya isra’ mi’raj, hari raya idul fitri dengan mengadakan halal bihalal dengan semua keluarga besar MTs Madinatunnajah, hari raya idul adha yang dilaksanakannya qurban dan lomba-lomba, serta kegiatan bulan ramadhan yang dilaksanakan pada bulan romadhon yang disertai dengan pondok romadhon dimadrasah.
c) Kegiatan Pondok Romadhon : kegiatan ini dilakukan 2 minggu atau 1 minggu lebih, di dalamnya kegiatan tersebut siswa di tambahkan wawasan tentang agama yang lebih intensif dengan mengkaji keilmuan islam dari mulai dasar-dasar dengan hikmah-hikmah perbuatan, semua diterangkan oleh guru-guru untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada yang Maha Kuasa.
Pelaksanaan dan proses kegiatan internalisasi nilai-nilai tidak hanya bersifat pada jam luar pelajaran saja tapi disaat kegiatan belajar mengajar berlangsung juga dilaksanakan internalisasi nilai-nilai.
Sebagaimana dinyatakan oleh bapak kepala madrasah :
Proses internalisasi nilai-nilai dilakukan dalam proses kegiatan belajar mengajar dikelas oleh para guru, guru juga harus mengkaitkan antara pelajaran tersebut dengan konsep nilai. Akan tetapi belum semua guru dapat menerapkannya kepada para siswa jadi hanya sebagian guru
yang sudah menggabungkan metode mengajarnya dikaitkan dengan nilai- nilai.5
Hal ini senada juga diungkapkan oleh bapak Johan Maulana, S.Pd.I yang peneliti wawancarai di kantor :
Internalisasi nilai-nilai yang ada dimadrasah ini dilakukan menggunakan 2 cara yaitu dengan cara formal yang dilakukan oleh guru mata pelajaran yang mengajar dikelas yang berupa tauladan, dan pembiasaan seperti cerita pada waktu zaman rasullah dan khulafaurrashidin serta room yang selalu dikaitkan dengan bagaimana akhlak para nabi dan sahabatnya.6
Penjelasan diatas menegaskan bahwa proses internalisasi nilai di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon dilakukan dalam semua aspek kegiatan belajar mengajar walau tidak semua guru mengkaitkan dengan nilai atau konsep islam akan tetapi mereka memberikan contoh dengan dikaitkan cerita-cerita islami, keteladanan yang bisa dicontohkan oleh para siswa saat mereka berada didalam kelas atau diluar kelas.
Proses internalisasi nilai-nilai dalam membaca al-qur’an yang dilakukan di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon tidak terlepas dari keahlihan guru pengajarnya, karena guru yang di mengajarkan membaca al-qur’an ini bukan dari guru mata pelajaran agama islam tapi dari guru yang lain yang mengerti dan tahu bagaimana cara yang baik dan benar dalam membaca al-qur’an. Serta memberikan kemudahan untuk peserta
5 Wawancara dengan Kepala MTs Madinatunnajah Kota Cirebon Bapak Khomisan Agus Mughni, S.Pd.I, Selasa tanggal 23 Januari 2018.
6 Wawancara dengan bapak Johar Maulana, S.Pd.I, Senin tanggal 29 Januari 2018.
didik dalam mendalami dan memahami tentang bacaan al-qur’an dan do’a- do’a.
Proses internalisasi nilai-nilai di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon tidak hanya dalam proses pembelajaran al-qur’an saja, tapi dalam hari-hari besar agama islam madrasah juga melaksanakan program penyambutan hari-hari besar yang dilaksanakan di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon seperti memperingati isro’ dan mi’roj dengan mengkaji bagaimana pertiwa tentang isro’ dan mi’roj, hari raya idul fitri dengan mengadakan halal bihalal dan idul adha yang dilaksanakan ritual korban dan lomba-lomba serta kegiatan bulan romadhon yang dilanjutkan dengan pondok ramadhon.
Mengenai Pelaksanaan hari-hari besar Islam, Bapak khomisan agus mughni yang peneliti wawancarai di ruangannya beliau memberikan pendapat :
Peringatan hari-hari besar islam di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon ini selalu diadakan kegiatan-kegiatan dalam rangka membina siswa di bidang agama baik itu dalam bentuk kajian atau lomba-lomba yang sifatnya mendidik dan untuk memperdalam keislaman bagi peserta didik. 7
Proses internalisasi nilai-nilai agama untuk menyambut hari-hari besar islam di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon ini selalu memperingatinya, seperti waktu hari besar idul adha yang mana pada
7 Wawancara dengan Kepala MTs Madinatunnajah Kota Cirebon Bapak Khomisan Agus Mughni, S.Pd.I, Senin tanggal 5 Februari 2018.
waktu ini semua siswa dan siswi ikut serta dilibatkan dalam kegiatan penyembelihan hewan qurban, sehingga para siswa terlibat langsung dalam proses kegiatan yang ada.
Pemaparan diatas dijelaskan bahwa di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon ini terjadi proses internalisasi nilai-nilai yang sangat baik dan ditanamkan pada mereka diusia remaja, karena masa remaja adalah masa yang sangat rentan dan labil terhadap pengaruh dari lingkungan agar mereka bisa mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk dalam kehidupan mereka. Oleh karena MTs Madinatunnajah Kota Cirebon yang melalui proses ini menanamkan nilai-nilai islam kepada para siswanya agar menjadi manusia yang berakhlak baik dan bertaqwa kepada Allah SWT serta menjadikan manusia yang mulia sesuai dengan ajaran agama islam dan meiliki wawasan global.
Data observasi langsung ini peneliti mengetahui bahwa proses internalisasi tidak hanya dalam tadarus al-qur’an dan penyambutan hari- hari besar islam saja, akan tetapi di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon ini juga diajarkan bagaimana melakukan sholat-sholat sunnah sebelum kegiatan belajar contohnya melakukan kegiatan sholat dhuha bersama. Hal ini seperti diungkapkan oleh guru waka kurikulum yakni ibu Titin, SIP S.Pd.Ing yang peneliti wawancarai di Kantornya :
Kami menginternalisasikan nilai-nilai kepada para siswa dari berbagai macam kegiatan yang biasanya dilakukan oleh semua guru sebelum memulai belajar mengajar. Selain membaca bacaan do’a-do’a dan
al-qur’an yang dilakukan setiap hari ada juga kegiatan yang dilakukan setiap hari yaitu sholat berjama’ah, sholat jum’at, dan sholat sunnah, hal ini dilakukan agar mereka terbiasa untuk sholat berjama’ah dan mengamalkan sholat-sholat sunnah. 8
Selain membaca dan menghafal bacaan do’a-do’a dan al-qur’an yang dilakukan setiap hari ada juga internalisasi dalam program agama yaitu sholat dhuha yang dilakukan setiap hari dan ini biasanya memudahkan para siswa dalam proses belajar dan ini juga memberikan dampak positif serta menjadikan mereka berkepribadian yang baik dalam belajar madrasah.
Data observasi dan interview peneliti selama di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon ini juga ditanamkan rasa saling menghormati, rasa memiliki, rasa sabar, rasa sosial yang dan kejujuran, serta sopan santun, tolong menolong, tenggang rasa dan lain sebagainya.
Pernyataan ini juga diutarakan oleh bapak Sulaiman, S.Pd.I selaku guru SKI yang peneliti wawancarai di kantornya :
Semua siswa dan siswi di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon harus menjujung tinggi sopan santun, tenggang rasa dan saling tolong menolong, sebagai wujud dari internalisasi nilai-nilai agar mereka terbiasa dengan hal-hal baik seperti saling membantu dan selalu menghormati sesama guru dan teman.9
8 Wawancara dengan Waka Kurikulum MTs Madinatunnajah Kota Cirebon Ibu Titin, SIP S.Pd.Ing, Senin tanggal 5 Februari 2018.
9 Wawancara dengan Guru SKI MTs Madinatunnajah Kota Cirebon bapak Sulaiman, Senin tanggal 12 Februari 2018.
Pernyataan tentang adanya rasa saling menghormati juga diutarakan oleh Ibu Iin Sumiati, S.Pd. yang peneliti wawancarai di ruangannya:
Dalam bersosial di lingkungan sekolah MTs Madinatunnajah Kota Cirebon guru juga mengajarkan cara bergaul yang baik antara siswa dengan siswa atau antara siswa dengan guru, dan dalam bergaul siswa diberi untuk selalu melakukan salam, sapa dan senyum untuk menghormati semua warga sekolah MTs Madinatunnajah Kota Cirebon.10
Semua kegiatan ini membutuhkan pembiasaan dan keteladanan agar berjalan dengan baik. Baik dari kepala madrasah, guru, serta lingkungan madrasah. Maka dari itu para siswa yang baru masuk membutuhkan binaan terlebih dahulu, karena dengan pembinaan ini mempunya peran penting dalam memberikan nilai-nilai agama yang diserap oleh para siswa sehingga mudah dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini ibu Titin, S.Pd.Ing sebagai waka kurikulum yang peneliti mewawancarai di kelas memberikan pendapatnya tentang hal ini :
Internalisasi nilai-nilai di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon diberikan sejak awal masuk di madrasah, walau pada mulanya belum terbiasa dengan diadakanya sholat sunnah berjamaah, akan tetapi setelah lama kelamaan menjadikan terbiasa dilakukan bersama-sama dengan teman yang lain dan juga ada guru yang sesekali mendampingi dimadrasah sangatlah berat tapi setelah dijalani menjadi menyenangkan. Dengan
10 Wawancara dengan Ibu Iin Sumiati, S.Pd, Sabtu tanggal 10 Februari 2018.
adanga internalisasi nilai-nilai dimadrasah siswa bisa mengambil hikmahnya dengan suka melakukan sholat berjama’ah dan suka membaca al-qur’an dan disini siswa juga mempunyai rasa ukhuwah yang kuat dan rasa saling tenggang rasa serta memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi.
Penyataan ini juga dipaparkan oleh Ubaidillah yang peneliti mewawancarai :
Proses internalisasi nilai-nilai ini juga menjadikan agar bagaimana karakter religius siswa itu mempunyai kepribadian yang baik dan islami tidak hanya dalam bergaul sesama teman dan guru tetapi juga dalam bermasyarakat selalu menghormati dengan tata busana yang islami, ini bertujuan agar para siswa bisa memberikan prilaku yang baik dimasyarakat.11
Pemaparan oleh salah satu murid di madrasah ini yang peneliti wawancarai:
Semua proses yang terjadi di berawal dari kegiatan yang tanpa paksaan dan semua itu menambah ilmu pengetahuan kami di madrasah dan bertujuan untuk memberikan kepribadian yang baik bagi para siswa dalam menghadapi kehidupan ini, Karena dalam kehidupan bermasyarakat yang paling utama adalah memiliki kepribadian yang baik dan ini semua bisa memberikan kesan dan prilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat nantinya.
Hasil wawancara dari sebagian siswa di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon menunjukan bahwa mereka mendukung dan menyambut
11 Wawancara dengan bapak Ubaidillah, Sabtu tanggal 10 Februari 2018.
pembinaan nilai-nilai yang di lakukan di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon ini dengan baik, karena ini bertujuan membentuk kepribadian yang unggul dan baik berdasarkan nilai-nilai agama dan berwawasan global yang sudah terlulis di visi misi madrasah. Oleh karena itu para siswa bisa memahami, mengerti, menghayati dan mengamalkan proses internalisasi nilai-nilai baik di madrasah serta bisa mengamalkan apa yang telah mereka dapatkan dari para guru untuk bisa berbuat baik dimasyarakat nantinya.
Para guru mempunyai harapan yang mulia sebagai pendidik agar mereka bisa menjadi manusia yang sempurna dan mempunyai akhlak yang baik bagi dirinya serta orang lain dan dapat mengamalkan dari apa yang telah di terima peserta didik di madrasah. Sebagaimana diungkapkan oleh bapak Khomisan Agus Mughni, S.Pd.I yang peneliti wawancarai di kantornya :
Harapan kami sebagai guru adalah dengan adanya internalisasi nilai-nilai yang ada di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon ini bisa menciptakan suasana religius pada lingkungan madrasah khususnya pada diri siswa, tidak hanya ketika mereka berada dalam lingkungan madrasah akan tetapi juga pada saat mereka berada diluar seperti dalam masyarakat, khususnya dalam lingkungan keluarga dan ingin menciptakan generasi yang baik dari segi ilmu umum, ilmu agama dan dapat menerapkan dari apa yang telah di terima oleh peserta didik tersebut.12
12 Wawancara dengan Kepala MTs Madinatunnajah Kota Cirebon Bapak Khomisan Agus Mughni, S.Pd.I, Senin tanggal 19 Februari 2018.
Pemaparan oleh bapak Subhi, S.Pd.I yang peneliti wawancarai disela kesibukannya di kantor :
Harapan kami sebagai guru ingin para siswa nantinya setelah selesai dari madrasah ini bisa mengamalkan nya pada masyarakat tidak hanya mereka berkelakuan baik di madrasah dan juga bisa mengamalkan nya di masyarakat setelah mereka selesai, dengan adanya proses ini pasti para siswa mengetahui mana yang baik menurut agama dan mana yang tidak baik. Dan semua ini bertujuan agar kehidupan mereka kelak memiliki kepribadian yang baik dalam bersosialisasi dengan masyarakat nantinya serta memiliki ilmu pengetahuan yang global dan berdasarkan agama.13
Pemaparan diatas jelas dikatakan bahwa proses internalisasi dilakukan dalam segala aspek dan dilakukan untuk meningkatkan karakter religius mereka untuk menjadikan mereka menjadi generasi yang berakhlak mulia sesuai dengan tuntutnan agama akan tetapi juga memerlukan figure yang teladan oleh semua guru untuk memberikan dorongan dan motivasi kepada mereka untuk bisa membiasakan melakukan internalisasi nilai-nilai yang ada di lingkungan madrasah ini.
Sebagaimana yang telah dinyatakan oleh bapak Ubaidillah selaku guru yang telah peneliti wawancarai diruangan guru :
Internalisasi nilai-nilai agama di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon dirasa cukup disiplin serta melibatkan semua siswa dan guru yang ada di MTs Madinatunnajah Kota Cirebon ini melibatkan siswa terkait
13 Wawancara dengan Bapak Subhi, S.Pd.I, Senin tanggal 19 Februari 2018.