> TUJUAN BAB:
1. Mengindentifikasi fitur yang paling penting dari saham biasa dan preferen.
2. Menjelaskan bagaimana Anda dapat mengevaluasi investasi saham.
3. Menjelaskan to lit
I
nvestor yang ingin investasinya tumbuh sering memilih saham karena keuntungan historis yang tinggi yang disediakan selama jangka waktu yang panjang. Sebagai salah satu bentuk investasi yang dapat meningkatkan pendapatan Anda, saham akan memberikan keuntungan dalam bentuk dividen, keuntungan modal, dan saham bonus.amun, kondisi ekonomi serta politik di suatu negara atau bahkan di negara lain akan berpengaruh pada nilai saham suatu perusahaan. ntuk membantu Anda mengevaluasi alternatif investasi ini, bab ini memberikan informasi yang perlu Anda ketahui sebelum berinvestasi pada saham. Dalam memilih saham, Anda perlu mempertimbangkan kondisi perusahaan penerbit saham serta jenis saham yang ditawarkan. Anda dapat menggunakan analisis fundamental yang berkaitan dengan laporan keuangan
https://pixabay.com/id/pot-tanaman-kaktus-le at-rak-716579/
158 BAGIAN III PENGELOLAAN INVESTASI
perusahaan yang berpengaruh pada penilaian saham, serta analisis teknikal yang lebih mengacu pada tren dalam mengevaluasi saham suatu perusahaan. Keputusan Anda memilih saham yang tepat dengan berbagai pertimbangan tersebut pada akhirnya akan berpengaruh pada sumber pendapatan Anda.
Alasan Perusahaan Menerbitkan Saham Biasa
Saham biasa (common stock) adalah bentuk kepemilikan paling dasar untuk sebuah perusahaan. Perusahaan menerbitkan saham biasa untuk mendanai bisnis yang mereka mulai dan membantu membayar perluasan dan kegiatan bisnis yang sedang berlangsung. Manajer perusahaan lebih memilih menjual saham biasa sebagai metode pembiayaan untuk beberapa alasan.
Saham merupakan pendanaan ekuitas. Pendanaan ekuitas muncul melalui uang yang diterima dari penjualan saham yang dimiliki dalam bisnis. Salah satu alasan perusahaan lebih memilih menjual saham adalah karena uang yang diperoleh dari pendanaan ekuitas tidak harus dilunasi, dan perusahaan tidak harus membeli kembali saham dari pemegang saham. Di sisi lain, pemegang saham yang membeli saham biasa dapat menjual sahamnya kepada individu yang lain. Harga jual ditentukan oleh berapa banyak pembeli yang bersedia untuk membayar saham tersebut. Harga per lembar saham berubah ketika informasi atau prospek masa depan dari perusahaan dirilis ke masyarakat umum.
Misalnya, informasi pendapatan penjualan di masa mendatang, laba, ekspansi atau merger, atau perkembangan penting lainnya dalam perusahaan yang dapat meningkatkan atau menurunkan harga saham perusahaan.
Dividen Bukan Merupakan Kewajiban
Dividen dibayarkan dari keuntungan, dan pembayaran dividen harus disetujui oleh dewan direksi perusahaan. Dividen adalah pendistribusian uang, saham, atau properti lainnya yang dibayarkan oleh perusahaan kepada pemegang saham.
Kebijakan dividen berbeda di setiap perusahaan. Sebagian besar perusahaan mendistribusikan antara 30 hingga 70 persen dari keuntungan perusahaan kepada pemegang saham. Namun, beberapa perusahaan mengikuti kebijakan pembagian dividen yang lebih kecil atau tidak kepada pemegang saham. Secara umum, hal ini dilakukan oleh perusahaan yang berkembang pesat, seperti Apple (teknologi), Medifast (penurun berat badan), dan Google (mesin pencari internet) yang mempertahankan sebagian besar dari keuntungan mereka untuk penelitian dan pengembangan, perluasan, akuisisi, atau proyek-proyek besar.
©penerbit
© salemba
Di sisi lain, utilitas perusahaan, seperti Duke Energy dan Progress Energy, dan lainnya secara finansial untuk keamanan perusahaan itu sendiri dapat mendistribusikan 70 hingga 90 persen dari pendapatan mereka. Jika sebuah perusahaan pada tahun tertentu bermasalah, pembayaran dividen dapat dikurangi atau dihilangkan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Hak Suara dan Mengontrol Perusahaan
Sebagai hasil dari pendanaan yang diberikan dengan menjual saham biasa, manajemen harus membuat kesepakatan kepada pemegang saham yang dapat membatasi kebijakan perusahaan. Sebagai contoh, para pemegang saham biasa memilih dewan direksi dan harus menyetujui perubahan besar dalam kebijakan perusahaan. Pemegang saham dapat memilih secara langsung pada pertemuan tahunan perusahaan atau melalui proksi. Proksi adalah suatu bentuk hukum yang berisi daftar masalah yang akan diputuskan pada pertemuan pemegang saham dan permintaan yang diajukan pemegang saham terhadap hak pilihnya kepada orang lain (individu atau perorangan).
Alasan Investor Membeli Saham Biasa
Saat ini banyak orang yang membeli dan menjual saham. Mengapa? Jawabannya adalah sederhana: Mereka ingin mendapatkan imbal hasil yang lebih besar daripada memilih investasi yang konservatif. Dalam mencari investasi yang menawarkan imbal hasil yang lebih besar, Nelson menginvestasikan uang senilai Rp100.000.000 di McDonald's pada tanggal 3 Januari 2012. Pada pertengahan tahun 2017, investasi Nelson telah meningkat menjadi Rp218.000.000. Apa yang terjadi? Terdapat tiga faktor transaksi yang meningkatkan nilai investasi tersebut.
Pertama, Nelson membuat keputusan dengan melihat saham McDonald's sebagai alternatif investasi. Ia mengetahui bahwa McDonald's setempat selalu ramai karena ia sering sarapan dan makan siang di tempat tersebut. Ia melihat banyak orang membeli sosis, hamburger, ayam yang empuk, salad, dan produk makanan lainnya. Kedua, Nelson mengambil langkah berikutnya dengan mengevaluasi perusahaan dan kinerja keuangannya. Ia juga melihat apa yang penasehat saham katakan tentang perusahaan tersebut. Selain itu, ia menghabiskan lebih dari 20 jam untuk mencari informasi di internet dan perpustakaan guna mempelajari semua hal tentang McDonald's. Pada akhirnya, Nelson menyimpulkan bahwa McDonald's merupakan rantai restoran makanan
160 BAGIAN III PENGELOLAAN INVESTASI
cepat saji yang terus menjual produk makanan cepat saji dalam jumlah besar dan mengelolanya untuk meningkatkan operasi dan kegiatan pemasaran.
Akankah nilai investasi Nelson terus meningkat? Akankah nilai saham McDonald's terus meningkat? Kedua pertanyaan tersebut sangat baik dan membuat investor sukses seperti Nelson terus mengevaluasi investasi saham mereka-bahkan jika mereka menikmati imbal hasil di atas rata-rata. Bagi Nelson, ini hanyalah awal, dengan keberhasilan awalnya dengan McDonald's, ia terus berinvestasi dan membeli saham yang diterbitkan oleh perusahaan lain.
Mata Uang Berapresiasi terhadap Nilai Saham
Dalam kebanyakan kasus, Anda membeli saham dan kemudian memiliki saham tersebut untuk jangka waktu tertentu. Jika nilai pasar saham meningkat, Anda harus memutuskan apakah akan menjual saham pada harga yang lebih tinggi atau terus mempertahankannya. Jika Anda memutuskan untuk menjual saham, jumlah dari selisih antara harga beli dan harga jual merupakan keuntungan yang diperoleh.
Mari kita asumsikan bahwa pada tanggal 5 Januari 2015, Anda membeli 100 saham Goodyear Indonesia dengan biaya Rp2.000 per saham. Biaya Anda untuk saham tersebut adalah Rp200.000 ditambah 0,20% [Rp400]
untuk biaya komisi (biaya membeli), dengan total investasi Rp200.400 (komisi akan dikenakan saat Anda membeli dan menjual saham; 0,30%).
Asumsikan bahwa Anda memegang 100 lembar saham sampai 5 Januari 2017 dan kemudian menjual saham tersebut dengan harga Rp2.500 per lembarnya.
Selama periode tiga tahun, Anda memiliki saham Goodyear Indonesia dan perusahaan membayar dividen sebesar Rp300 per saham. Dalam hal ini, Anda mendapatkan keuntungan karena pembayaran dividen dan nilai dari saham Goodyear Indonesia yang meningkat dari Rp2.000 menjadi Rp2.500 per saham. Tentu saja, jika nilai saham mengalami penurunan, atau jika dewan direksi perusahaan telah mengurangi atau menghilangkan dividen, laba dapat berkurang dari investasi awal.
Pendapatan dari Dividen
Seperti yang ditunjukkan sebelumnya dalam bab ini, dividen dibayarkan melalui keuntungan/laba perusahaan. Jadi, salah satu pertanyaan pertama yang harus dijawab ketika mengevaluasi investasi saham potensial adalah
©penerbit
© salemba
apakah perusahaan tersebut menguntungkan atau tidak. Investor juga harus memerhatikan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan/laba dan membayar dividen di masa depan. Perlu diketahui bahwa jika sebuah perusahaan tidak menguntungkan, tidak mungkin bagi pemegang saham untuk terus menerima pendapatan dari dividen. Selain itu, perlu diingat bahwa dewan direksi perusahaan harus menyetujui semua distribusi dividen kepada pemegang saham. Sementara anggota dewan perusahaan tidak berada di bawah kewajiban hukum untuk membayar dividen, anggota dewan menginginkan agar pemegang saham tetap bahagia dan sejahtera.
Dividen perusahaan untuk saham biasa dapat berupa uang tunai, saham tambahan, atau produk perusahaan. Namun, secara umum jenis dividen produk perusahaan sangat jarang diterapkan. Jika dewan direksi menyatakan dividen tunai, masing-masing pemegang saham biasa menerima jumlah yang sama per saham. Meskipun kebijakan dividen bervariasi, kebanyakan perusahaan membayar dividen dengan periode kuartal (triwulan).
Prosedur Pembayaran Dividen
Pengumuman emiten atas dividen yang akan dibayarkan kepada pemegang saham disebut juga dengan tanggal pengumuman dividen. Rincian tanggal yang perlu diperhatikan dalam pembayaran dividen adalah sebagai berikut (Gitman & Zutter, 2015).
1. Tanggal pengumuman (declaration date)
Tanggal pengumuman merupakan tanggal yang secara resmi diumumkan oleh emiten tentang bentuk dan besarnya dividen, serta jadwal pembayaran dividen yang akan dilakukan. Pengumuman ini biasanya untuk pembagian dividen regular. Pengumuman tersebut menyampaikan hal-hal yang dianggap penting, yakni; tanggal pencatatan, tanggal pembayaran, dan besarnya dividen kas per lembar.
2. Tanggal pencatatan (date of record)
Pada tanggal ini perusahaan melakukan pencatatan nama-nama pemegang saham. Para pemilik saham yang terdaftar pada daftar pemegang saham tersebut diberikan hak, sedangkan pemegang saham yang tidak terdaftar pada tanggal pencatatan tidak diberikan hak untuk memperoleh dividen.
Tanggal cum-dividend
Tanggal cum-dividend merupakan tanggal terakhir perdagangan saham di mana masih melekat hak untuk mendapatkan baik dividen tunai maupun dividen saham.
162 BAGIAN III PENGELOLAAN INVESTASI
Tanggal ex-dividend
Tanggal ex-dividend adalah tanggal perdagangan saham tersebut sudah tidak melekat lagi hak untuk memperoleh dividen. Jadi, jika investor membeli saham pada tanggal ini atau sesudahnya, maka investor tersebut tidak dapat mendaftarkan namanya untuk mendapatkan dividen.
Tanggal pembayaran (payment date)
Tanggal ini merupakan tanggal pembayaran dividen oleh perusahaan kepada para pemegang saham yang telah mempunyai hak atas dividen.
Jadi pada tanggal tersebut, para investor dapat mengambil dividen sesuai dengan bentuk dividen yang telah diumumkan oleh emiten (dividen tunai atau dividen saham).
CONTOH:
PT BANK ENTRAL ASIA
PEN UMUMAN AD AL DAN TATA ARA PEMBA IAN DI IDEN TUNAI TA UN BUKU 2015
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank entral Asia, Tbk (Perseroan) tanggal 7 April 2016, dengan ini diberitahukan kepada para pemegang saham bahwa Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2015 sebesar Rp160 per tahun, dengan ketentuan bahwa dividen tunai tersebut akan diperhitungkan dengan dividen interim tahun buku 2015 sebesar Rp55 per tahun yang telah dibayarkan oleh Perseroan kepada para pemegang saham pada tanggal 8 September 2015. Sehingga, sisa dividen saham untuk tahun buku 2015 yang akan dibayarkan oleh Perseroan adalah sebesar Rp105 per tahun.
Adapun jadwal dan tata cara pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2015 ditunjukkan pada Tabel 9.1.
>TABEL 9.1 AD AL PEMBA IAN DI IDEN TUNAI
No Kegiatan Tanggal
1 Pengumuman di surat kabar 11 April 2016
2 Pengumuman di Bursa Efek ndonesia 11 April 2016 3 Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen
( um ivi en )
x Pasar regular dan pasar negosiasi 14 April 2016
x Pasar tunai 19 April 2016
4 Awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen (e ivi en )
x Pasar regular dan pasar negosiasi 15 April 2016
x Pasar tunai 20 April 2016
5 Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen (e o in ate)
19 April 2016 6 Tanggal pembayaran dividen tunai tahun buku 2015 29 April 2016
©penerbit
© salemba
Selanjutnya, Lampiran 3 "Surat Pemberitahuan tentang Dividen Kas"
menyajikan bentuk surat pembagian dividen kas. Pada dasarnya, terdapat tiga metode investor yang dapat digunakan untuk memperoleh keuntungan finansial dalam investasi saham: (1) penghasilan dari dividen, (2) apresiasi rupiah/dolar dari nilai saham, dan (3) keuntungan yang memungkinkan dari pemecahan saham (stock split). Perlu diingat bahwa meskipun Anda dapat menghasilkan uang dalam jangka pendek dengan investasi saham, pendekatan yang lebih baik adalah dengan berinvestasi pada saham yang berkualitas untuk jangka waktu yang panjang. Jika Anda mulai berinvestasi saham ketika Anda berada di usia dua puluhan atau tiga puluhan, investasi saham Anda memiliki lebih banyak waktu untuk tumbuh dan menghargai nilai.
Pemecahan Saham Oleh Perusahaan
Pemecahan saham (stock split) adalah prosedur di mana saham yang dimiliki oleh pemegang saham yang ada dibagi menjadi sejumlah bagian lembar saham.
Misalnya, pada awal 2017, dewan direksi PT Indofood (perusahaan makanan) menyetujui pemecahan 2 saham dari 1 saham. Setelah pemecahan saham, pemegang saham yang sebelumnya memiliki 100 saham kini memiliki 200 saham. Pemecahan saham yang paling umum adalah membagi 2 untuk 1 saham, 3 untuk 1 saham, dan 3 untuk 2 saham.
Mengapa perusahaan memecah saham? Dalam banyak kasus, manajemen perusahaan memiliki teori kisaran harga ideal untuk saham perusahaan. Jika nilai pasar saham naik di atas kisaran yang ideal, pemecahan saham (stock split) membawa nilai pasar kembali normal. Dalam kasus NetLogic, pemecahan saham 2 untuk 1 saham mengurangi nilai pasar satu-setengah dari nilai saham pada hari sebelum pemecahan. Nilai pasar yang lebih rendah untuk setiap saham adalah hasil dari membagi nilai rupiah/dolar dari perusahaan dengan sejumlah besar saham biasa. Selain itu, keputusan untuk membagi saham perusahaan yang menghasilkan nilai pasar yang lebih rendah dapat membuat saham lebih menarik bagi kalangan investor. Ketertarikan ini didasarkan pada keyakinan bahwa kebanyakan perusahaan membagi saham mereka hanya ketika masa depan keuangan perusahaan membaik serta pendapatan dan keuntungan meningkat.
Namun demikian, seorang investor harus tetap hati-hati karena tidak ada jaminan bahwa nilai pasar saham akan naik setelah pemecahan saham. Penting untuk memahami peringatan ini, karena investor sering berpikir bahwa pemecahan saham menyebabkan keuntungan jangka panjang. Dalam total permodalan pasar, nilai saham perusahaan dan surat berharga lainnya tidak berubah karena perusahaan
164 BAGIAN III PENGELOLAAN INVESTASI
membagi sahamnya. Perhatikan efek dari 25 untuk 1 pemecahan saham pada saham biasa yang dikeluarkan oleh PT HM Sampoerna yang diilustrasikan dalam Tabel 9.2. Total permodalan (Rp500 miliar) dan pendapatan tahunan tidak terpengaruh oleh pemecahan saham. Dalam istilah sederhana, pendapatan “pie” adalah ukuran yang sama tetapi telah diiris menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.
Meskipun tidak ada bukti yang mendukung bahwa kinerja jangka panjang perusahaan ini meningkat karena pemecahan saham, beberapa investor mendapatkan keuntungan dari hal tersebut dalam jangka pendek. Meskipun sering kali broker mendorong investor untuk membeli saham sebelum saham dipecah agar mendapatkan keuntungan dengan cepat, perlu diingat bahwa nilai jangka panjang saham ini selalu ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk melakukan penjualan, memperoleh keuntungan, dan memperkenalkan produk-produk baru.
>TABEL 9.2 Pemecahan saham ( to lit) 1:25 Total
permodalan
Total lembar saham
Harga per lembar saham Sebelum pemecahan saham Rp500 miliar 5 juta lembar Rp100.000 Setelah pemecahan saham Rp500 miliar 125 juta lembar Rp 4.000
Saham Biasa Versus Saham Preferen
Jika dibandingkan dengan saham biasa, saham preferen adalah investasi yang lebih aman dalam hal menawarkan dividen. Saham preferen sering dibeli oleh individu yang membutuhkan sumber prediksi pendapatan yang lebih besar dari yang ditawarkan oleh investasi saham biasa. Mereka juga dibeli oleh perusahaan lain, karena perusahaan menerima keringanan pajak atas pendapatan dividen dari investasi saham ini. Namun bagi investor, saham preferen tidak memiliki potensi pertumbuhan yang saham biasa tawarkan dan keamanan terhadap banyaknya masalah obligasi perusahaan.
Seperti saham biasa, saham preferen adalah ekuitas pembiayaan yang tidak harus dilunasi. Selain itu, seperti halnya pada saham biasa, dividen saham preferen dapat dihilangkan oleh tindakan dari dewan direksi. Untuk membuat isu saham preferen lebih menarik, beberapa perusahaan dapat menawarkan dua fitur tambahan. Salah satu cara bagi pemegang saham preferen untuk melindungi diri terhadap dividen yang dihilangkan adalah dengan membeli saham preferen kumulatif. Saham preferen kumulatif adalah saham yang belum dibayar akumulasi dividennya dan harus dibayar sebelum dividen tunai dibayarkan kepada pemegang saham biasa. Jika sebuah perusahaan tidak
©penerbit
© salemba
membayar dividen kepada pemegang saham preferen kumulatif selama satu periode dividen, jumlah dividen yang belum dibayar harus dibayar sebelum pemegang saham biasa mendapatkan dividen.
Pada opsi pemegang saham, saham preferen dapat dikonversi/ditukar untuk sejumlah lembar tertentu menjadi saham biasa. Fitur konversi menyediakan investor keamanan tambahan dari saham preferen dan kemungkinan keuntungan spekulatif yang lebih besar melalui konversi ke saham biasa. Keputusan untuk mengonversi saham preferen menjadi saham biasa dipengaruhi oleh tiga faktor;
dividen yang dibayarkan pada saham preferen lebih aman dibandingkan dengan dividen yang dibayarkan pada saham biasa; jumlah dividen untuk saham preferen umumnya lebih tinggi dari jumlah dividen untuk saham biasa; dari opsi konversi, nilai pasar saham preferen konversi biasanya meningkat dibandingkan nilai pasar dari saham biasa.
Metode Memilih Saham
Banyak investor, khususnya investor pemula, mencari metode termudah dan tercepat dalam memilih saham yang akan dijadikan investasi. Sebenarnya membutuhkan waktu yang lama dan kerja keras guna menemukan saham yang baik untuk dijadikan sebagai investasi. Informasi di atas dapat membantu Anda untuk mempelajari saham dan membantu Anda dalam mengambil keputusan investasi. Pendekatan yang lebih baik adalah dengan menggunakan semua saran dan informasi lain yang tersedia untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dari suatu perusahaan dan potensi mengenai investasi saham.
Pada dasarnya terdapat dua teknik yang biasa digunakan untuk memilih saham yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal (Tanata, 2015).
Analisis Fundamental
Dalam analisis fundamental, investor atau analis saham menganalisis laporan keuangan suatu perusahaan, dan kemudian menarik kesimpulan apakah harga saham tersebut masuk akal terkait dengan nilai intrinsiknya. Dari hal tersebut, analis saham kemudian berusaha melihat prediksi arah pergerakan harga saham (target price) dengan menggunakan rasio-rasio keuangan dalam laporan keuangan perusahaan. Ada banyak rasio keuangan yang dipertimbangkan, seperti return on equity–ROE (imbal hasil atas ekuitas), price to-book value (PBV) ratio, earning per share–EPS (laba per saham), price to-earning (P/E) ratio (rasio harga saham terhadap laba per saham), rasio harga saham terhadap
166 BAGIAN III PENGELOLAAN INVESTASI
pertumbuhan laba (price-to earning growth ratio–PEG), dividend discount model–
DDM (model diskonto dividen), dan lainnya.
arning per hare P . Earning per share (EPS) atau laba per saham menunjukkan besarnya pendapatan bersih perusahaan yang diberikan untuk setiap sahamnya. Semakin besar EPS, hal tersebut semakin baik bagi investor.
EPS yang terus tumbuh menunjukkan bahwa harga saham akan terus naik karena hal tersebut mencerminkan pendapatan bersih perusahaan yang juga terus tumbuh.
Earning per share (EPS) pendapatan bersih setelah pajak
= jum
llah saham yang beredar
Price arning P Ratio. Price-earning (P/E) ratio atau rasio harga saham terhadap laba per saham merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk melihat apakah harga saham sudah terjustifikasi terhadap pendapatan bersih per lembar saham. Dengan kata lain, (P/E) ratio melihat bagaimana pasar bersedia membayar harga saham tersebut terkait dengan kinerjanya yang dicerminkan oleh EPS. Semakin tinggi (P/E) ratio, harga saham tersebut dianggap semakin mahal. Apabila sebuah saham memiliki (P/E) ratio 10 kali, berarti harga saham tersebut 10 kali lebih tinggi daripada pendapatan bersihnya. Saham yang memiliki (P/E) ratio rendah berarti harga saham tersebut dianggap masih murah.
Price-earning (P/E) ratio harga saham
= EPS
CONTOH: MENGHITUNG EARNING PER SHARE (EPS) DAN PRICE- EARNING (P/E) RATIO
PT AB D adalah perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2013, jumlah saham PT AB D yang beredar adalah 60.000.000 lembar saham. Laba bersih perusahaan tersebut adalah Rp30.000.000.000. Harga saham pada penutupan tahun 2017 adalah Rp5.800.
Earning per share (EPS) pendapatan bersih setelah pajak
= jum
llah saham yang beredar Rp30.000.000.000
60.000.000 Rp
=
= 500
©penerbit
© salemba
Price-earning (P/E) ratio harga saham EPS Rp
k
=
=
= 5 800 500 11 6
. , aali
Dari perhitungan contoh di atas, apakah harga saham PT ABCD tersebut murah (rendah) atau mahal (tinggi)? Untuk menjawabnya, kita perlu membandingkannya terlebih dulu dengan kompetitor pada sektor industri yang sama. Misalnya, jika rata-rata (P/E) ratio pada sektor konstruksi adalah 10 kali, kesimpulan pertama adalah bahwa harga saham tersebut lebih mahal (meningkat).
Namun, apakah berarti saham PT ABCD tersebut sudah dianggap sedemikian mahal sehingga tidak layak dimiliki? Belum tentu, karena rencana strategis perusahaan perlu dianalisis lebih dalam. Apabila PT ABCD memiliki rencana pembangunan konstruksi dalam jangka panjang, maka saham tersebut masih sangat layak untuk dijadikan investasi jangka panjang, di mana (P/E) ratio yang relatif tinggi menunjukkan justifikasi adanya harapan dari para investor bahwa perusahaan tersebut masih akan terus tumbuh di masa mendatang.
Untuk memastikannya, diperlukan analisis yang lebih mendalam terhadap perhitungan keuangan lainnya, kompetitor, pelanggan, pimpinan perusahaan, regulasi, makro ekonomi, dan lain-lain.
CONTOH: PENILAIAN SAHAM
PT X adalah perusahaan yang bergerak di sektor keuangan. Saat ini saham perusahaan tersebut diperdagangkan pada harga Rp6000 dengan data EPS terakhir Rp600. Dengan demikian, P/E atio adalah 6.000 ÷600 = 10 kali. Apabila rata-rata P/E atioperusahaan sejenis di industri keuangan adalah 14 kali, maka saham PT X tergolong murah. Akan tetapi, seandainya EPS dari PT X adalah Rp400, maka P/E atio menjadi 6.000 ÷ 400 = 15 kali. Pada kondisi ini, harga saham PT X tergolong relatif mahal terhadap P/E atio industri yang hanya 14 kali.
Namun, bagaimana prospek perusahaan ini ke depan? Apabila laba bersih perusahaan tersebut diperkirakan naik 50 persen pada tahun depan, EPS-nya juga diprediksi akan naik 50 persen menjadi sebesar Rp600. Dengan demikian, target harga dari saham ini adalah 14 Rp600 = Rp8.400 pada tahun depan.
Artinya, harga hari ini di level Rp6.000 tergolong murah karena target harga pada tahun depan bisa meningkat ke Rp8.400.
ividend iscount odel . Metode dividend discount model–DDM (model diskonto dividen) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menghitung harga wajar saham berdasarkan pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham (dividen), yang kemudian dibagi dengan ekspektasi imbal hasil investor dikurangi rata-rata pertumbuhan dividen tahunan.