• Tidak ada hasil yang ditemukan

Isra Dan Mi‟raj

Dalam dokumen Sirah Nabawiyah (Halaman 95-104)

campuran Kristen, dan Kristen Ortodok. Oleh karenanya disaat kita jatuh, rendah, hina dan dicampakkan orang jangan putus asa karena saat itu sebenarnya Allah SWT ingin mengangkat hambanya yang beriman pada derajat yang setinggi-tingginya tak terpikirkan buah dari kesabaran.

c. Salah satu tradisi Jahiliah yang sangat mengakar dan dihormati dikalangan masyarakatnya saat itu adalah memberikan perlindungan atau jaminan keamanan kepada orang lain walaupun itu beda agama bukan berarti ikut memeluk agama orang tersebut. Tradisi ini banyak diterapkan oleh beberapa negara modern pada zaman sekarang ini dengan sebutan „suaka politik‟ dalam istilah diplomasi modern. Maka, tradisi ini merupakan salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan oleh para dai kita saat ini untuk tetap menjalankan dakwahnya kepada seluruh manusia.7

Kalimat kedua yakni Asra bahwa Isra‟ dan Mi‟raj itu yang aktif sebenarnya Allah SWT Nabi pasif Allah SWT yang menjalankan Nabi yang dijalankan maka tidak heran kalau beliau berangkat dari Mekkah kemudian menuju Masjidil Aqsa di Palestina dari sana naik ke langit pertama sampai ketujuh dari sana naik lagi ke Sidrotul Muntaha sampai dibawah Arsy menerima perintah shalat melakukan kunjungan ke surga dan neraka kembali lagi ke Mekkah itu hanya sebagian malam saja.

Kemudian ketiga kalimat Biabdihi bahwa kata Abdun dalam bahasa Arab dan penamaan orang Arab bermakna kesatuan anatara ruh dan jasad jadi Nabi Muhammad SAW itu Isra‟ Mi‟raj dalam keadaan sadar dengan roh dan jasad sekaligus bukan dialami karena mimpi. “Kenapa?” karena orang hanya akan dipanggil hamba kalau ia punya ruh dan punya jasad.

Pendapat inilah yang diyakini oleh sebagian besar ulama Salaf dan para ahli Hadis, Fikih, dan Tauhid. Bahkan telah banyak hadis-hadis yang menyatakan hal itu bagi mereka merenungkan, mengkaji, menelaah dan meyakininya. Isra‟ Mi‟raj merupakan perjalanan Nabi dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa dan Mi‟raj naiknya Nabi dari masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha menghadap Allah SWT semata-mata merupakan pristiwa yang terjadi menurut apa mau-Nya dan kehendak Allah SWT. 8

Dalil tentang penjelasan lengkap Al-Qur‟an tentang Isra‟

Mi‟raj terdapat dalam Surah Al-Isra sebagaimana berikut;

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur‟an Surat Al-Isra‟

ayat 1 :

َ ْ

لإَ ِد ِج ْس َمْلإَ َن ِمَ لاْي َ

لَ ِه ِدْب َعِبَ ىَ سر ْ َ أَ ي ِذ َّ

لإَ َ نا َح ْب ُس

َ ِد ِج ْس َمْلإَ َلِؤَ ِمإَر َح

َُ ن ِصَب ْ

لإَ ُعي ِم َّسلإَ َو ُهَهَّنِؤَاَنِتاَيآَ ْن ِمَُهَيِ ن ِلَ ُُ ُ ه َ

ل ْو َحَا َ ن ْ

ك َرا َبَي ِذ َّ

لإَ َ صَ ْ قلأإ

8 Mahdi Rizqullah Amad, As-Sirah an-Nabawiyah fi Dhau „I al-Mashadir al-

Artinya :” Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Q.S Al isra‟: 1)

2. Konteks Situasi Kapan Terjadinya Isra’ Mi’raj

Para ulama berselisih pendapat mengenai kapan terjadinya pristiwa Isra‟ Mi‟raj ini namun sebagian ulama berpendapat bahwa Isra‟ Mi‟raj ini terjadi sebelum hijrah Nabi ke Madinah Al-Munawwarah yakni pada saat Nabi berada di Mekkah disaat orang-orang kafir Quraisy mengembargo kaum muslimin, disaat pengikutnya banyak ditekan, kondisi yang genting. Ini membuktikan bahwa pristiwa itu bukan dusta itu benar-benar ujian dari Allah SWT untuk menguji siapa yang benar-benar pengikut Nabi yang beriman dan siapa yang pura- pura dusta ingkar kepada Allah SWT dan Rasulnya.9

Mengapa perjalanan tersebut menuju Jerussalem terlebih dahulu? Mengapa tidak langsung dari masjidil Haram ke Sidraotul Muntaha? Sejarah kuno mencatat bahwa selama masa yang amat panjang, kenabian selalu berada di lingkungan Bani Israil dan Baitul Maqdis (Aqsha) selalu menjadi tempat turunnya wahyu ilahi, menjadi sumber cahaya yang menerangi umat manusia dimuka bumi dan menjadi kawasan tanah air bagi rakyat, tamu pilihan Allah SWT yang ingin berkunjung ketempat tersebut untuk menunaikan rukun Islam yang ke lima baik itu ibadah Haji ataupun Umrah dan ibadah-ibadah lainnya yang apabila dikerjakan dikedua tempat mulia tersebut akan mendapat balasan pahala yang berlimpah.10

9 H.Fuad, Sirah Muhammad Rasulullah, hlm.221.

10 Al-Ghazali, Sejarah perjalanan Hidup Muhammad, hlm.159.

3. Kronologi Terjadinya Isra’ Mi’raj

Kronologis adanya pristiwa Isra‟ Mi‟raj salah satu Mukjizat yang dikaruniakan Allah SWT kepada Rasulullah SAW untuk mengukuhkan semangat dan tekad beliau, terutama sebelumnya terjadi pristiwa yang disebut Ammul-Huzni yaitu tahun duka cita atau tahun kesedihan dikarenakan meninggalnya ada dua tiang tempat Nabi bergantung, berpegang, yang selalu membantu, dan melindungi Nabi dalam keadaan senang, susah dan sedih telah wafat meninggalkan beliau lebih dahulu yakni paman beliau Abu Thalib kemudian disusul wafatnya Khadijah istri tercinta beliau. Ini merupakan kepergian beliau membuatnya merasa kesepian, dan ini makin meningkat gangguan kafir Quraisy Rasulullah SAW dihina, dicaci maki, dilempari kotoran, batu dicemohkan, bahkan diancam untuk dibunuh serta berbagai macam penganiayaan kafir Quraisy sewaktu di Mekkah dan Thaif. Seperti yang dikatakan, kendaraan yang digunakan Rasulullah SAW dalam melakukan Isra‟ adalah “Buraq” Namun, menceritakan perjalanan Mi‟raj beliau, sebagian riwayat mengatakan bahwa

Buraq” ini yang setiap langkahnya sejauh mata memandang, seolah-olah ia lari dengan kecepatan cahaya. Kata “Buraq

berasal dari akar kata “barq” yang berarti kilat, yakni semacam kekuatan arus listrik, yang secara khusus diciptakan untuk keperluan perjalanan beliau itu. Akan tetapi, dalam keadaan biasa, tubuh manusia tidak sanggup menempuh perjalanan dicakrawala secepat kilat menyambar untuk itu, pasti diperlukan persiapan khusus untuk melindungi anggota tubuh dalam perjalanan sejauh dan secepat itu.11

4. Tujuan Isra Miraj Yang Paling Utama

a. Pada hakikatnya cuma Allah SWT yang tahu namun kalau kita lihat pada penghujung ayat surah Isra‟ dari keseluruhan perjalanan itu sejak beliau berangkat sampai kembalinya beliau adalah “( انتايآَ نمَ هي ُنل)” untuk memperlihatkan dan menunjukkan sebagian kecil dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT untuk disampaikan kepada umatnya kemudian seluruh perjalanan yang dilihat dan ditemui Nabi dalam perjalannya agar menjadi pelajaran, contoh dan tamsil bagi manusia di dalam menjalani kehidupan baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang. Alasan yang paling ringkas dan mengesankan dari perjalanan ini, telah difirmankan.

b. Allah SWT perintah shalat tidak cukup lewat Al-Quran saja seperti amal ibadah yang lainnya Allah SWT panggil dan undang lansung Nabi Muhammad SAW untuk bertemu Allah SWT sekaligus untuk menerima perintah yang mulia untuk mewajibkan melaksanakan shalat lima waktu sehari semalam.12

5. Pristiwa Ketika Isra’ Dan Mi ‘raj

Kemudian Rasulullah SAW bersama Jibril disetiap langit, Jibril selalu minta dibukakan pintu langit dan ditanya,”Siapakah yang bersamamu?” Jibril menjawab,

“Muhammad” Lalu ia dipersilahkan masuk bersama Rasulullah SAW dilangitnya dunia, Rasulullah SAW bertemu dengan Adam dilangit tingkat ke dua, bertemu dengan Isa dan Yahya.

Dilangit tingkat ketiga, berjumpa dengan Yusuf. Dilangit tingat ke empat, berjumpa dengan Idris. Dilangit tingkat kelima,

12 Mahdi Rizqullah Amad, As-Sirah an-Nabawiyah fi Dhau „I al-Mashadir al- Ashliyyah atau Biografi Rasulullah, hlm.292.

berjumpa dengan Harun. Dilangit tingkat keenam berjumpa dengan Musa. Dilangit ke tujuh berjumpa dengan Nabi Ibrahim yang tengah bersandar ke Baity Al-Ma‟mur.

Kemudian beliau naik lagi ke Sidratul Muntaha, kemudian dibawa naik lagi untuk menghadap Allah SWT dan mendekat dengan-Nya, lalu ditempat itu Allah SWT memerintahkan kepadanya dan umatnya serta mewahyukan kepada hambanya yang mulia yakni Allah SWT perintahkan kepada Nabi pada awalnya beliau shalat lima puluh kali. Beliau kembali hingga bertemu musa. ”Apa yang diperintahkan kepadamu?” Tanya Musa “shalat lima puluh kali,” jawab beliau.

“Ketahuilah sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melakukannya. Maka kembalilah menemui Rabb mu dan mintalah keringanan kepadan-Nya bagi umatmu, kata Musa.

Beliau memandang kearah Jibril, meminta pendapatnya. Maka Jibril mengisyaratkan, dengan berkata. “itu benar, jika memang engkau menghendaki.” Bersama Jibril beliau naik lagi hingga menghadap Allah SWT Yang Maha Agung, yang tetap berada di singgasana-Nya jumlah shalat itu dikurangi sepuluh.

Kemudian beliau turun hingga bertemu Musa dan menyampaikan kabar kepadanya.” Kembalilah lagi menemui Rabb-mu dan mintalah keringanan kepada-Nya,” kata Musa.

Begitulah sehingga beliau beberapa kali mondar-mandir menemui Nabi Musa dan Allah SWT, hingga shalat itu ditetapkan menjadi lima kali dalam sehari semalam.13

Sebenarnya Musa menyuruh beliau untuk kembali lagi menemui Allah SWT dan meminta keringanan. Namun beliau bersabda,”Aku sudah malu kepada Rabb-ku. Aku sudah Ridha dan menerimanya.”setelah beberapa saat, ada seruan

terdengar,” kewajiban dari ku telah kutetapkan dan keringankan bagi hamba-ku.14

Pristiwa yang dialami Nabi SAW sebagai tamsil dan contoh dalam perjalanan Isra‟ Mi‟raj ;

a. Pristiwa pembedahan dan pensucian dada beliau dengan air zam-zam oleh malikat Jibril merupakan perlambang yang menunjukkan persiapan yang telah ditetapkan.

b. Beliau ditawari dua bejana, yang satu berisi susu, dan yang lainnya berisi khamr, lalu beliau memilih susu. Lalu dikatakan kepada beliau, engkau telah dianugerahi fitrah ini menunjukkan intisari dan ciri agama Islam. Jika engkau mengambil khamr, berarti engkau menyesatkan umatmu.

c. Beliau melihat penghuni surga dan penghuni neraka, di dalamnya ada malaikat penjaganya yakni malaikat Ridwan, yang selalu meyambut dengan ramah tamah dan mengucapkan salam kepada penghuninya, dan malaikat Malik penjaga neraka, yang tidak pernah tersenyum dan wajahnya tidak ada kegembiraan dan keceriaan.

d. Beliau melihat di dalam neraka itu sekelompok orang yang dilempari, dilontari kepalanya dengan batu dari api neraka tiap kali dilontari kepalanya itu hancur berkeping-keping berserakan otaknya lalu dikembalikan seperti semula dibuatkan kembali setelah kepala itu kembali ia menjerit kesakitan, meraung-raung pedih kesakitan kepalanya berantakan lalu dibulatkan lagi terus menerus begitu tanpa berhenti.15

15 Syafiyyurahman al-Mubarrakhfurry, Sirah Nabawiyah, hlm.193.

6. Sikap Bangsa Quraisy Terhadap Isra’ Mi’raj Nabi SAW Keesokan harinya setelah Isra‟dan Mi‟raj, Rasulullah SAW ketika itu berada ditengah kaumnya, beliau naik diatas Jabal Qubais kemudian beliau menceritakan apa yang diperlihatkan Allah SWT, berupa tanda-tanda kekuasaan-Nya yang agung dan mereka pun semakin menjadi-jadi dalam mendustakan, meragukan menentang, dan mengejek beliau.

Yang peling senang itu Abu Jahal, Abu Lahab dia membuat berbagai macam cara agar orang Quraisy saat itu membenci, tidak mempercayai Nabi, mengejek, bahkan melempar Nabi dengan batu dan sebagainya. Saat orang mulai ragu. Ingkar, dan membenci Nabi ada seorang sahabat Abu Bakar gelarnya As Siddiq adalah orang yang pertama kali beriman, membela Nabi dihadapan orang-orang yang melecehkan dan memusuhi beliau.16

7. Hikmah Isra’ Dan Mi’raj

a. Bahwa dengan Isra‟ dan Mi‟raj, termasuk kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada para Nabi dan Rasul-Nya untuk dapat menyaksikan beberapa kenyataan besar yang menandakan kekuasaan Allah SWT, agar hati mereka penuh keyakinan dan bersandar kepada-Nya. Terutama ketika mereka menghadapi kekuatan kaum kafir dan berusaha merobohkan kekuasaan yang zhalim.

b. Mukjizat ini diterima Rasulullah SAW setelah beliau sendiri mengalami berbagai macam cobaan dan rintangan. Ini dimaksudkan bahwa Allah SWT ingin menghidupkan semangat dan tekad Rasulullah SAW dalam menjalankan ibadah. Dan sebagai bukti bahwasanya kesulitan dan

16 Mahdi Rizqullah Amad, As-Sirah an-Nabawiyah fi Dhau „I al-Mashadir al-

kesedihannya yang diakibatkannya oleh perlakuan buruk kaumnya adalah bukan Allah SWT ingin melantarkan Rasulnya. Akan tetapi, karena memang semua itu cobaan dan ujian itu adalah sunnatullah yang telah berlaku dan telah berlaku dan selalu terjadi pada orang yang dicintai-Nya, disetiap waktu dan tempat.

c. Turunnnya kewajiban shalat lima waktu pada malam Mi‟raj membuktikan betapa pentingnya salah satu rukun Islam ini yang tidak boleh ditinggalkan walaupun dalam kondisi apapun. Sebuah ibadah yang harus menjadi tangga manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT setiap kali hawa nafsu dan keinginan dunia membayang-bayanginya.

d. Dikumpulkannya semua Nabi dan Rasul untuk menyambut kedatangan Rasulullah SAW merupakan bukti bahwa semua kenabian itu saling mengakui dan membenarkan satu sama lain. Rasulullah SAW sendiri merupakan penutup para Nabi yang membawa ajaran penyempurna dari semua ajaran yang pernah turun sebelumnya. Ini juga merupakan perlambang akan kedudukan tinggi dan mulianya Rasulullah SAW disisi tuhannya.17

17 Mahdi Rizqullah Amad, As-Sirah an-Nabawiyah fi Dhau „I al-Mashadir al- Ashliyyah atau Biografi Rasulullah, hlm.290-291.

Dalam dokumen Sirah Nabawiyah (Halaman 95-104)