• Tidak ada hasil yang ditemukan

Isu Internasional Yang Menyangkut Supply Chain

Dalam dokumen Buku Supply Chain Management (Halaman 66-71)

Makin lama makin nyata bahwa ada hubungan erat antaraoperasi global dan pengembangansupply hain.

Beberapastatistiksebagaiberikutinimemberikansemaambesaranterhadap suatukeenderungantertentu.

1. Kira-kiraseperlimadarihasilproduksiperusahaanAS dihasilkandi luarnegeri

2. Seperempatdarinilaiimpor ASdilakukanolehperusahaanaliasiatauperusahaanindukAS

3. Sejakakhirtahun1980an,lebihdarisetengahperusahaanASmeningkatkanjumlahnegaradimanamereka

beroperasi

Untuk sebagian, operasi supply hain yang menyangkut jaringanluar negeri sama denganyang menyangkut

dalamnegeri,namununtukbeberapahaladabeberapaperbedaanyangbesar. Apabiladikeloladenganbaikin-

ternationalsupplyhainmemangdapatmenambahkesempatanbesaruntukmeningkatkankinerjaperusahaan,

tetapipadawaktuyangsamajugameniptakanpotensikesulitandanjebakanyangtidakkeil.

Adabeberapatipeinternationalsupplyhaindengankeunggulandankelemahanmasing-masing. Beberapa

1. Internationaldistributionsystem

Dalamtipeini,pabrikmasih beradadi dalamnegeri, tetapidistribusidansebagianmarketingberadadi

luarnegeri

2. Internationalsuppliers

Dalamtipeini,bahanbakudankomponenpenunjangdipasokolehpemasokluarnegeri,tetapiperakitan

sepenuhnyadilakukandidalamnegeri. Dalambeberapahalbarangyangsudahjadi,dikirimlagikeluar

negeriuntukdijual

3. Oshoremanufaturing

Dalam tipeatau sistem ini, bahan baku, komponenpenunjang dan fabrikasi dilakukan di suatu negara

asing tertentu,dan kemudianbarangjadinyadikirimkedalamnegeriuntukdidistribusikandan dijual

4. Fullyintegratedglobalsupplyhain

Dalamsistemini,bahanbaku,komponenpenunjang,fabrikasidandistribusimaupunpenjualandilakukan

diberbagainegaradidunia. Dalamhalinimungkinsupplyhaindianggapsudahtidakmenghiraukanlagi

batas-batasnegaradanpemilihannegara. Kenyataannyatidakdemikian,karenapemilihannegara-negara

dilakukan seara sadar justru untuk mendapatkan keuntungan optimal dari berbagai segi pengelolaan

perusahaan.

Dalambeberapahal,perusahaan-perusahaantidakdapatmelepaskandiridarikeharusanuntukmelakukansup-

plyhainsearainternasionalkarenabeberapafaktortertentu. Faktor-faktoryangmenyebabkankeenderungan

internationalsupplyhaininiantaralainialahsebagaiberikutini.

1. Kekuatanpasarglobal

(a) Kekuatan pasar global diiptakan oleh kompetisi global maupun kesempatan yang teripta oleh

terbentuknyakonsumenasing

(b) KekuataninijugatimbulkarenaberkembangnyapasarbebassebagaiakibatpersetujuanWTO(Wor-

ldTradeOrganization)danorganisasi-organisasiregionallainseperti APEC(AsiaPaiEonomi

Cooperation),AFTA (AseanFreeTradeArea)dansebagainya

() Perusahaan yang tidakmau go internationalmakin lamamakin terdesakolehkompetisiglobal ini

sehinggamautidakmauharusterjunjugasearainternasional

(d) Baginegarayangsudah maju,pasarinternasionalmerupakanpasarbaru yangsangatbesarpoten-

sinyadanmerupakangodaanyang terlalubesaruntukdilewatkan

(e) Baginegarayang sedangberkembang,pasarinternasionalmemberikanpendapatan devisayangdi-

perlukanmaupunmengokohkanjaminanpendapatanperusahaaankhususnyaapabilamatauangnya

termasukmata uangyangkurangkuat

2. Kekuatanteknologi

(a) Kekuatanteknologiini terletakdan mempengaruhiseara langsungmutu barangyang diproduksi.

Danteknologiiniseringkalidikuasaihanyaolehbeberapanegarasaja,sedangkanperusahaanyang

inginmemenangkanpersainganharusseepatdanseesienmungkinmenggunakanteknologitersebut.

(b) Olehkarenaitusangatlogisapabilabanyakperusahaanmenariteknologiinidenganberbagaiara,

termasukdenganmenggalangsupplyhaindenganpihakdiluarnegeri

() Demikian pula fasilitasR&D(researhand development)banyak yang berada di luarnegeri,maka

diperlukan kerjasama denganpihak luar negeri. Misalnya Mirosoftbaru-baru ini membuka labo-

ratoriumnyadi Cambridge, Inggrisseara sengajauntukmemanfaatkan keahlianyang sesuaiyang

banyakterdapatdi Eropa.

3. Kekuatanbiayaglobal

(a) Dalam menentukan lokasipabrik, biayamerupakansalah satu faktoryang penting. Dahulu,biaya

buruhyangkurangtrampil(unskilledlabour)merupakanhalyangbanyakdigunakandandianggap

palingpentingsebagaifaktorpenentulokasipabrik,namunsekarangsudahberubah.

(b) Sekarangbanyakfaktorlainyangperludipertimbangkansepertibiayakapital,risikostabilitaspolitik

danekonomi,biayaburuhskilledmaupununskilled,tingkatbunga, jarakdengankonsumenutama,

sistemperpajakan,sistembea masuk,penyediaan infrastrukturdansebagainya.

(a) Akhir-akhirinibanyakberkembangpersetujuan-persetujuanregionalmaupunglobalyangbertujuan

menjamin suatu pasar bebas dunia dan menghilangkan halangan-halangan berupa tarif atau non

tarifdarinegara-negaratertentu

(b) Persetujuan-persetujuaninimembentukorganisasi-organisasisepertiWTO,APEC,AFTAdanseje-

nisnyadimana paraanggotanyaakanlebih bebas bersainglagididalamnya

() Ini membukapeluang dantantanganbaru bagiperusahaan-perusahaanuntukmengembangkanpe-

masaranataupunsumberbahanbakunya.

Denganpenjelasansingkattersebut,dapatdisimpulkanbahwaadakeuntungan-keuntunganyangdiperolehdari

internationalsupply hain dan ada pula risiko-risikonya. Beberapakeuntunganyang dapat disebutkan disini

ialahmisalnyasebagaiberikutini.

1. Biayaproduksilebihmurah

2. Pasarpenjualan lebihluas

3. Mutubaranglebihbaik

4. Nilai penjualanlebihtinggi

5. Kemampuanlebihdalamberkompetisisearaglobal

6. Keuntunganlebihbanyak

7. Dan sebagainya

Namundisampingkeuntungan-keuntungantersebutterdapatjugabeberaparisikoyangdihadapi,misalnya:

1. Kursmatauangyangseringberuktuasi

2. Perubahanperaturanpemerintahsetempatkhususnyamengenaisistemperpajakan

3. Perubahansituasipolitiknegerasetempat

4. Budayayangberbeda

5. Perbedaan tingkat produktivitassumberdayamanusia

6. Kolaborasidenganmitralokaldapatberubahmenjadiompetitor

7. Penyediaaninfrastruktur yangkurang

8. Hal-haltersebutdapat menyebabkantingkat keuntunganyangberubah-ubah

9. Haltersebutjugamemungkinkanpeluang barubagikompetitoruntukmasukpasar

10. Dan sebagainya

Untukmenghadapirisiko-risikotersebut,BrueKogutmengidentikasi3araataustrategimengatasinyabagi

globalsupplyhain, yaitustrategispekulatif,strategihedgingdanstrategieksible.

1. Speulativestrategy

(a) Dalam strategi ini, setelah mempertimbangkan masak-masak, perusahaan menetapkan salah satu

skenariosajaberdasarkanasumsitertentudanakanbergantiskenarioapabilaasumsiyangdiandalkan

berubah.

(b) Sebagai ontoh pabrik-pabrik mobil di Jepang pada akhir tahun 1970an dan permulaan 1980an

menetapkanbahwadenganmelakukanpembuatanmobildi Jepang,kenaikanbiayakaryawanmasih

jauh lebih rendah dari pengaruh perbedaan kurs Yen dan tingginya tingkat produktivitas. Akan

tetapihaliniberubahdanJepangterpaksamulaimembuatmobildinegaraasingkarenasejakakhir

tahun1980an,kenaikanbiayakaryawansangattinggi sedangkanperbedaan kursYenjugaberubah

banyak.

2. Hedge strategy

(a) Dalam strategi ini, perusahaan merenanakan supply hain sedemikian rupa sehingga kerugian di

(b) Sebagai ontoh Volkswagen mempunyai pabrik-pabrik di Mexio, Jerman, Brazilia dan Amerika

Serikat. Kerugianoperasidi satunegaradapat ditutupolehkeuntungandarinegaralain

() Strategi inimemang tipikal, yaitu seara simultan berhasildi satutempat dan kurangberhasildi

tempat lain

3. Flexiblestrategy

(a) Apabiladilaksanakandenganbaik,dalamstrategiiniperusahaanmelakukanberbagaiskenariodan

mengambilkeuntungandaripadanya.

(b) Misalnya dengan menggunakan beberapa supplier kuni dan mendirikan pabrik dengan kapasitas

lebihdibeberapanegara. Pabrikjugadirenanakansedemikianrupasehinggamemudahkanproduksi

barangdapatdipindahkandarinegarasatukenegaralaindenganbiayaminimal

() Koordinasiglobaljugamerupakanbentukdaristrategiini,dimanaanamandarikompetitordisuatu

negaramungkin dapat diimbangi dengangerakan tertentu di negaralain. Sebagaiontoh, sewak-

tu Mihelin mulai melirik pasar Amerika Utara untuk dijadikan target dansasaran pemasarannya

dengan usaha-usaha agresif, Goodyear menanggapinya dengan menurunkan harga ban di pasaran

Eropa. TindakaninimemaksaMihelin untukmenundapengembanganinvestasinyadi luarnegeri.

PANDANGAN BARU TERHADAP

KEMITRAAN BISNIS

7.1 Konsep Business Partnering

Di depan telah dijelaskan seara singkat mengenai 4 langkah supply hain (baseline, funtional integration,

internal integration, externalintegration),4modelsupplyhain(suppliers, plants, distributors,retailers) dan

optimalisasisupplyhain. Dalamtulisanberikutiniakandiperkenalkansuatukonsepyangdapatikutmerajut

supply hain network lebih lanjut sehingga akan merupakan jaringan utuh seara optimal. Konsep tersebut

adalahbusiness partnering.

Di depan telah disebut istilah supplier partnering. Pada hakekatnyakedua istilah tersebut intinya sama

saja, hanya supplier partnering hanya menyangkut kemitraan ke arah hulu (upstream) saja sedangkan busi-

ness partnering dapat menyangkut kearah hilir (downstream) dan hulu (upstream). Untuk jelasnya business

partneringdapat didenisikansebagaiberikut:

Businesspartneringisaproessthroughwhihtheinvolvedpartiesestablishandsustainaompe-

titiveadvantageoversimilar entities,throughpoolingresouresintrustingatmospherefoused

onontinuous,mutual improvement(CharlesC.Poirier&StephenE.Reiter)

Dalam pengertian denisi tersebut maka beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para pihak atau mitra

adalahmisalnya:

1. paramitraharusbersediauntukmelepaskansebagiandarikebebasannyadalamposisikekuasaannyademi

kesempatanmemperolehkeuntunganyanglebihbesar

2. paramitraharusmaumensharingkansearasebandingbaikinvestasimaupunkeuntungan

3. supplierperlumerubah sikapnyadarisekedar mengusahakankepuasanpembelinyamenjadilebih proak-

tif dalam memikirkan dan mengusahakanagarpembelinyalebih memilikikemampuan bersaing melalui

proyekbersama

4. sebaliknya pembeli juga perlu merubah sikapnya dari sekedar berusaha membeli dalam jumlah yang

besarsehinggamenekanbiayakepadasikaplebihberpartisipasidengansupplierdalamusahayangdapat

menguntungkankeduabelahpihak

5. tidak hanyainvestasi dan keuntungan di pikul bersama tetapi juga biaya ekstrayang mungkin timbul

harusdipikulbersamapuladanjangandibebankanhanyapadasalah satupihaksaja

6. keduamitraharusmaubekerjasamadengananggotarantai/jaringanyanglaindengantujuanmening-

katkankemampuanjaringansupplysearakeseluruhan

Bandingkanhal-haldiatasdengan`thespiritofpartnerhip'seperti berikutini:

1. mempunyaitujuansama (haveaommongoal)

2. salingmenguntungkan(mutualbenet)

3. salingmemperayai(mutualtrust)

4. bersifatterbuka(transparent)

5. menjalinkerjasama jangkapanjang(longtermrelationship)

6. terusmenerus mengusahakanperbaikandalammutu danbiaya(ontinuousimprovementin qualityand

ost)

Dalamsupplyhainharuslahadasemaamperekatyangmenyatukandanmemperkuatbersama. Ingatbahwa

kekuatan suatu rantai terletak pada kekuatan mata rantai yang terlemah ! Situasi dimana salah satu mata

rantaiterlalukuatdanmendominasimatarantaiyanglainbukanlahsuatusituasiyangsehat. Halinimungkin

kurangterlihat dalam jangkapendek, tetapi akanberakibatnegatif dalamjangka panjang. Dalam situasidi

manasalah satumatarantaiterlalu mendominasimatarantaiyanglain,adakeenderungankuatbahwamata

rantai yang kuat tersebut akan lebih mementingkan keuntungan sendiri dan kurang memperhatikan mutual

benetyangjustrumerupakanprasaratdalambusinesspartnering.

Kalau dibiarakan mengenai optimalisasi dalam supply hain, maka yang dimaksud adalah optimalisasi

seara keseluruhan dan bukan sebagaimanadalam pendekatan yang lama, optimalisasi masing-masing mata

rantai saja. Memang optimalisasi masing-masing mata rantai dapat membantu meningkatkan optimalisasi

seara keseluruhan tetapi optimalisasikeseluruhan tidakselalu dapat diapaidengan melakukanoptimalisasi

masing-masingmatarantai. Denganperkataanlain,kadang-kadangperlumenambahbiayadisatumatarantai

(sub-optimize)untukdapatmemperolehoptimalisasisearakeseluruhan.

Misalnyamengenaiinventoriyyangmemerlukanperhatiandalamrangkameningkatkankepuasanpelanggan.

Kemitraanataupartneringmemerlukanpemikiranbersamabagaimanatetapmenjagakepuasanparapelanggan

initanpa meningkatkan penimbunan inventory yang merupakan pengurangan kemampuan berkompetisi. Mi-

salnyaapabilabiayatotaldapatdikurangidenganaramelakukanpoolinginventorydi tempat yangstrategis

disalahsatumatarantai,makabiayayangtimbulharusdipikulbersamadankeuntunganyangdiperolehjuga

dinikmatibersama. Disiniberartibiayadisatumata rantaidapatmenjadinaiktetapibiayakeseluruhanakan

menjadilebihkeil.

Pada permulaan tahun 1980an, business partnering lebih populer dilakukan antara manufaturerdengan

wholesalerdanretailer(threetypemodel),namunsejakpermulaantahun1990barudisadaribahwamelalaikan

kemitraan ke arah hulukurang memaksimalkansupply hain. Sejak itu maka three type model berkembang

menjadifourtypemodel,dimanasupplierdankemudianjugasub-supplier menjadibusiness partnerjuga.

Dalam dokumen Buku Supply Chain Management (Halaman 66-71)