Makin lama makin nyata bahwa ada hubungan erat antaraoperasi global dan pengembangansupply hain.
Beberapastatistiksebagaiberikutinimemberikansemaambesaranterhadap suatukeenderungantertentu.
1. Kira-kiraseperlimadarihasilproduksiperusahaanAS dihasilkandi luarnegeri
2. Seperempatdarinilaiimpor ASdilakukanolehperusahaanaliasiatauperusahaanindukAS
3. Sejakakhirtahun1980an,lebihdarisetengahperusahaanASmeningkatkanjumlahnegaradimanamereka
beroperasi
Untuk sebagian, operasi supply hain yang menyangkut jaringanluar negeri sama denganyang menyangkut
dalamnegeri,namununtukbeberapahaladabeberapaperbedaanyangbesar. Apabiladikeloladenganbaikin-
ternationalsupplyhainmemangdapatmenambahkesempatanbesaruntukmeningkatkankinerjaperusahaan,
tetapipadawaktuyangsamajugameniptakanpotensikesulitandanjebakanyangtidakkeil.
Adabeberapatipeinternationalsupplyhaindengankeunggulandankelemahanmasing-masing. Beberapa
1. Internationaldistributionsystem
Dalamtipeini,pabrikmasih beradadi dalamnegeri, tetapidistribusidansebagianmarketingberadadi
luarnegeri
2. Internationalsuppliers
Dalamtipeini,bahanbakudankomponenpenunjangdipasokolehpemasokluarnegeri,tetapiperakitan
sepenuhnyadilakukandidalamnegeri. Dalambeberapahalbarangyangsudahjadi,dikirimlagikeluar
negeriuntukdijual
3. Oshoremanufaturing
Dalam tipeatau sistem ini, bahan baku, komponenpenunjang dan fabrikasi dilakukan di suatu negara
asing tertentu,dan kemudianbarangjadinyadikirimkedalamnegeriuntukdidistribusikandan dijual
4. Fullyintegratedglobalsupplyhain
Dalamsistemini,bahanbaku,komponenpenunjang,fabrikasidandistribusimaupunpenjualandilakukan
diberbagainegaradidunia. Dalamhalinimungkinsupplyhaindianggapsudahtidakmenghiraukanlagi
batas-batasnegaradanpemilihannegara. Kenyataannyatidakdemikian,karenapemilihannegara-negara
dilakukan seara sadar justru untuk mendapatkan keuntungan optimal dari berbagai segi pengelolaan
perusahaan.
Dalambeberapahal,perusahaan-perusahaantidakdapatmelepaskandiridarikeharusanuntukmelakukansup-
plyhainsearainternasionalkarenabeberapafaktortertentu. Faktor-faktoryangmenyebabkankeenderungan
internationalsupplyhaininiantaralainialahsebagaiberikutini.
1. Kekuatanpasarglobal
(a) Kekuatan pasar global diiptakan oleh kompetisi global maupun kesempatan yang teripta oleh
terbentuknyakonsumenasing
(b) KekuataninijugatimbulkarenaberkembangnyapasarbebassebagaiakibatpersetujuanWTO(Wor-
ldTradeOrganization)danorganisasi-organisasiregionallainseperti APEC(AsiaPaiEonomi
Cooperation),AFTA (AseanFreeTradeArea)dansebagainya
() Perusahaan yang tidakmau go internationalmakin lamamakin terdesakolehkompetisiglobal ini
sehinggamautidakmauharusterjunjugasearainternasional
(d) Baginegarayangsudah maju,pasarinternasionalmerupakanpasarbaru yangsangatbesarpoten-
sinyadanmerupakangodaanyang terlalubesaruntukdilewatkan
(e) Baginegarayang sedangberkembang,pasarinternasionalmemberikanpendapatan devisayangdi-
perlukanmaupunmengokohkanjaminanpendapatanperusahaaankhususnyaapabilamatauangnya
termasukmata uangyangkurangkuat
2. Kekuatanteknologi
(a) Kekuatanteknologiini terletakdan mempengaruhiseara langsungmutu barangyang diproduksi.
Danteknologiiniseringkalidikuasaihanyaolehbeberapanegarasaja,sedangkanperusahaanyang
inginmemenangkanpersainganharusseepatdanseesienmungkinmenggunakanteknologitersebut.
(b) Olehkarenaitusangatlogisapabilabanyakperusahaanmenariteknologiinidenganberbagaiara,
termasukdenganmenggalangsupplyhaindenganpihakdiluarnegeri
() Demikian pula fasilitasR&D(researhand development)banyak yang berada di luarnegeri,maka
diperlukan kerjasama denganpihak luar negeri. Misalnya Mirosoftbaru-baru ini membuka labo-
ratoriumnyadi Cambridge, Inggrisseara sengajauntukmemanfaatkan keahlianyang sesuaiyang
banyakterdapatdi Eropa.
3. Kekuatanbiayaglobal
(a) Dalam menentukan lokasipabrik, biayamerupakansalah satu faktoryang penting. Dahulu,biaya
buruhyangkurangtrampil(unskilledlabour)merupakanhalyangbanyakdigunakandandianggap
palingpentingsebagaifaktorpenentulokasipabrik,namunsekarangsudahberubah.
(b) Sekarangbanyakfaktorlainyangperludipertimbangkansepertibiayakapital,risikostabilitaspolitik
danekonomi,biayaburuhskilledmaupununskilled,tingkatbunga, jarakdengankonsumenutama,
sistemperpajakan,sistembea masuk,penyediaan infrastrukturdansebagainya.
(a) Akhir-akhirinibanyakberkembangpersetujuan-persetujuanregionalmaupunglobalyangbertujuan
menjamin suatu pasar bebas dunia dan menghilangkan halangan-halangan berupa tarif atau non
tarifdarinegara-negaratertentu
(b) Persetujuan-persetujuaninimembentukorganisasi-organisasisepertiWTO,APEC,AFTAdanseje-
nisnyadimana paraanggotanyaakanlebih bebas bersainglagididalamnya
() Ini membukapeluang dantantanganbaru bagiperusahaan-perusahaanuntukmengembangkanpe-
masaranataupunsumberbahanbakunya.
Denganpenjelasansingkattersebut,dapatdisimpulkanbahwaadakeuntungan-keuntunganyangdiperolehdari
internationalsupply hain dan ada pula risiko-risikonya. Beberapakeuntunganyang dapat disebutkan disini
ialahmisalnyasebagaiberikutini.
1. Biayaproduksilebihmurah
2. Pasarpenjualan lebihluas
3. Mutubaranglebihbaik
4. Nilai penjualanlebihtinggi
5. Kemampuanlebihdalamberkompetisisearaglobal
6. Keuntunganlebihbanyak
7. Dan sebagainya
Namundisampingkeuntungan-keuntungantersebutterdapatjugabeberaparisikoyangdihadapi,misalnya:
1. Kursmatauangyangseringberuktuasi
2. Perubahanperaturanpemerintahsetempatkhususnyamengenaisistemperpajakan
3. Perubahansituasipolitiknegerasetempat
4. Budayayangberbeda
5. Perbedaan tingkat produktivitassumberdayamanusia
6. Kolaborasidenganmitralokaldapatberubahmenjadiompetitor
7. Penyediaaninfrastruktur yangkurang
8. Hal-haltersebutdapat menyebabkantingkat keuntunganyangberubah-ubah
9. Haltersebutjugamemungkinkanpeluang barubagikompetitoruntukmasukpasar
10. Dan sebagainya
Untukmenghadapirisiko-risikotersebut,BrueKogutmengidentikasi3araataustrategimengatasinyabagi
globalsupplyhain, yaitustrategispekulatif,strategihedgingdanstrategieksible.
1. Speulativestrategy
(a) Dalam strategi ini, setelah mempertimbangkan masak-masak, perusahaan menetapkan salah satu
skenariosajaberdasarkanasumsitertentudanakanbergantiskenarioapabilaasumsiyangdiandalkan
berubah.
(b) Sebagai ontoh pabrik-pabrik mobil di Jepang pada akhir tahun 1970an dan permulaan 1980an
menetapkanbahwadenganmelakukanpembuatanmobildi Jepang,kenaikanbiayakaryawanmasih
jauh lebih rendah dari pengaruh perbedaan kurs Yen dan tingginya tingkat produktivitas. Akan
tetapihaliniberubahdanJepangterpaksamulaimembuatmobildinegaraasingkarenasejakakhir
tahun1980an,kenaikanbiayakaryawansangattinggi sedangkanperbedaan kursYenjugaberubah
banyak.
2. Hedge strategy
(a) Dalam strategi ini, perusahaan merenanakan supply hain sedemikian rupa sehingga kerugian di
(b) Sebagai ontoh Volkswagen mempunyai pabrik-pabrik di Mexio, Jerman, Brazilia dan Amerika
Serikat. Kerugianoperasidi satunegaradapat ditutupolehkeuntungandarinegaralain
() Strategi inimemang tipikal, yaitu seara simultan berhasildi satutempat dan kurangberhasildi
tempat lain
3. Flexiblestrategy
(a) Apabiladilaksanakandenganbaik,dalamstrategiiniperusahaanmelakukanberbagaiskenariodan
mengambilkeuntungandaripadanya.
(b) Misalnya dengan menggunakan beberapa supplier kuni dan mendirikan pabrik dengan kapasitas
lebihdibeberapanegara. Pabrikjugadirenanakansedemikianrupasehinggamemudahkanproduksi
barangdapatdipindahkandarinegarasatukenegaralaindenganbiayaminimal
() Koordinasiglobaljugamerupakanbentukdaristrategiini,dimanaanamandarikompetitordisuatu
negaramungkin dapat diimbangi dengangerakan tertentu di negaralain. Sebagaiontoh, sewak-
tu Mihelin mulai melirik pasar Amerika Utara untuk dijadikan target dansasaran pemasarannya
dengan usaha-usaha agresif, Goodyear menanggapinya dengan menurunkan harga ban di pasaran
Eropa. TindakaninimemaksaMihelin untukmenundapengembanganinvestasinyadi luarnegeri.
PANDANGAN BARU TERHADAP
KEMITRAAN BISNIS
7.1 Konsep Business Partnering
Di depan telah dijelaskan seara singkat mengenai 4 langkah supply hain (baseline, funtional integration,
internal integration, externalintegration),4modelsupplyhain(suppliers, plants, distributors,retailers) dan
optimalisasisupplyhain. Dalamtulisanberikutiniakandiperkenalkansuatukonsepyangdapatikutmerajut
supply hain network lebih lanjut sehingga akan merupakan jaringan utuh seara optimal. Konsep tersebut
adalahbusiness partnering.
Di depan telah disebut istilah supplier partnering. Pada hakekatnyakedua istilah tersebut intinya sama
saja, hanya supplier partnering hanya menyangkut kemitraan ke arah hulu (upstream) saja sedangkan busi-
ness partnering dapat menyangkut kearah hilir (downstream) dan hulu (upstream). Untuk jelasnya business
partneringdapat didenisikansebagaiberikut:
Businesspartneringisaproessthroughwhihtheinvolvedpartiesestablishandsustainaompe-
titiveadvantageoversimilar entities,throughpoolingresouresintrustingatmospherefoused
onontinuous,mutual improvement(CharlesC.Poirier&StephenE.Reiter)
Dalam pengertian denisi tersebut maka beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para pihak atau mitra
adalahmisalnya:
1. paramitraharusbersediauntukmelepaskansebagiandarikebebasannyadalamposisikekuasaannyademi
kesempatanmemperolehkeuntunganyanglebihbesar
2. paramitraharusmaumensharingkansearasebandingbaikinvestasimaupunkeuntungan
3. supplierperlumerubah sikapnyadarisekedar mengusahakankepuasanpembelinyamenjadilebih proak-
tif dalam memikirkan dan mengusahakanagarpembelinyalebih memilikikemampuan bersaing melalui
proyekbersama
4. sebaliknya pembeli juga perlu merubah sikapnya dari sekedar berusaha membeli dalam jumlah yang
besarsehinggamenekanbiayakepadasikaplebihberpartisipasidengansupplierdalamusahayangdapat
menguntungkankeduabelahpihak
5. tidak hanyainvestasi dan keuntungan di pikul bersama tetapi juga biaya ekstrayang mungkin timbul
harusdipikulbersamapuladanjangandibebankanhanyapadasalah satupihaksaja
6. keduamitraharusmaubekerjasamadengananggotarantai/jaringanyanglaindengantujuanmening-
katkankemampuanjaringansupplysearakeseluruhan
Bandingkanhal-haldiatasdengan`thespiritofpartnerhip'seperti berikutini:
1. mempunyaitujuansama (haveaommongoal)
2. salingmenguntungkan(mutualbenet)
3. salingmemperayai(mutualtrust)
4. bersifatterbuka(transparent)
5. menjalinkerjasama jangkapanjang(longtermrelationship)
6. terusmenerus mengusahakanperbaikandalammutu danbiaya(ontinuousimprovementin qualityand
ost)
Dalamsupplyhainharuslahadasemaamperekatyangmenyatukandanmemperkuatbersama. Ingatbahwa
kekuatan suatu rantai terletak pada kekuatan mata rantai yang terlemah ! Situasi dimana salah satu mata
rantaiterlalukuatdanmendominasimatarantaiyanglainbukanlahsuatusituasiyangsehat. Halinimungkin
kurangterlihat dalam jangkapendek, tetapi akanberakibatnegatif dalamjangka panjang. Dalam situasidi
manasalah satumatarantaiterlalu mendominasimatarantaiyanglain,adakeenderungankuatbahwamata
rantai yang kuat tersebut akan lebih mementingkan keuntungan sendiri dan kurang memperhatikan mutual
benetyangjustrumerupakanprasaratdalambusinesspartnering.
Kalau dibiarakan mengenai optimalisasi dalam supply hain, maka yang dimaksud adalah optimalisasi
seara keseluruhan dan bukan sebagaimanadalam pendekatan yang lama, optimalisasi masing-masing mata
rantai saja. Memang optimalisasi masing-masing mata rantai dapat membantu meningkatkan optimalisasi
seara keseluruhan tetapi optimalisasikeseluruhan tidakselalu dapat diapaidengan melakukanoptimalisasi
masing-masingmatarantai. Denganperkataanlain,kadang-kadangperlumenambahbiayadisatumatarantai
(sub-optimize)untukdapatmemperolehoptimalisasisearakeseluruhan.
Misalnyamengenaiinventoriyyangmemerlukanperhatiandalamrangkameningkatkankepuasanpelanggan.
Kemitraanataupartneringmemerlukanpemikiranbersamabagaimanatetapmenjagakepuasanparapelanggan
initanpa meningkatkan penimbunan inventory yang merupakan pengurangan kemampuan berkompetisi. Mi-
salnyaapabilabiayatotaldapatdikurangidenganaramelakukanpoolinginventorydi tempat yangstrategis
disalahsatumatarantai,makabiayayangtimbulharusdipikulbersamadankeuntunganyangdiperolehjuga
dinikmatibersama. Disiniberartibiayadisatumata rantaidapatmenjadinaiktetapibiayakeseluruhanakan
menjadilebihkeil.
Pada permulaan tahun 1980an, business partnering lebih populer dilakukan antara manufaturerdengan
wholesalerdanretailer(threetypemodel),namunsejakpermulaantahun1990barudisadaribahwamelalaikan
kemitraan ke arah hulukurang memaksimalkansupply hain. Sejak itu maka three type model berkembang
menjadifourtypemodel,dimanasupplierdankemudianjugasub-supplier menjadibusiness partnerjuga.