BAB III METODE PENELITIAN
D. Metode Analisis
Untuk menganalisis tingkat kesesuaian Corporate Social Responsibility (CSR) perbankan syariah dengan Syariah Enterprise Theory (SET) penulis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif.
Menurut Widi; (2010:80) dalam Mansyur; (2012:44), penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang menggambarkan semua data atau keadaan subjek/objek penelitian kemudian dianalisis dan dibandingkan berdasarkan kenyataan yang sedang berlangsung pada saat ini dan selanjutnya mencoba untuk memberikan pemecahan masalahnya.
Purhantara; (2010:39) mengatakan analisa data kualitatif di dalam penelitian bisnis sangat dipengaruhi oleh fungsi dan aktivitas bisnis.
Meutia; (2010:243) dalam Mansyur; (2012:35) merumuskan daftar item mengenai pengungkapan CSR pada perbankan syariah yang terbagi menjadi dua dimensi, yaitu:
1) Akuntabilitas Vertikal (Tuhan)
2) Akuntabilitas Horisontal, terdiri dari Direct dan Indirect Stakeholders serta Alam
Terdapat 47 item pengungkapan CSR secara keseluruhan dari dua dimensi yang dirumuskan dalam konsep (SET). Untuk menemukan kesesuaian pengungkapan CSR oleh Bank Sulselbar Syariah dengan konsep dalam SET, penulis melakukan analisis terhadap laporan tahunan CSR Bank Sulselbar Syariah.
Analisis dilakukan dengan cara melakukan Cross Check terhadap item-item yang diungkapkan dalam laporan tahunan CSR Bank Sulselbar Syariah dengan item- item yang tertuang dalam konsep pengungkapan CSR berdasarkan SET. Adapun rincian item dalam dua dimensi pengungkapan CSR dalam SET sebagai berikut:
1) Akuntabilitas Vertikal (Tuhan) : Terdiri dari 2 item dengan prioritas D 2) Akuntabilitas Horisontal
a) Direct Stakeholder (Nasabah) : Terdiri dari 17 item dengan prioritas D dan H
b) Direct Stakeholder (Karyawan) : Terdiri dari 10 item dengan prioritas D, H dan T
c) Indirect Stakeholder (Masyarakat) : Terdiri dari 9 item dengan prioritas D, H, dan T
d) Akuntabilitas Horisontal (Alam) : Terdiri dari 9 item dengan prioritas D, H dan T
Keterangan :
D = Daruriyyat ( Sangat Penting) H = Hajiyyat (Pelengkap)
T = Tahsiniyyat (Hiasan)
1. Defenisi operasional
aaaaaAdapun defenisi operasional yang dimaksud dalam penelitian ini adalah:
a. CSR (Corporate Social Responsibility), kewajiban atau komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam pengembangan kehidupan seluruh stakeholders.
b. SET (Syariah Enterprise Theory),adalah teori penyempurna dari beberapa teori pengungkapan CSR. SET mencakup nilai-nilai syariah dimana SET memiliki kepedulian yang besar pada stakeholders secara luas. Menurut SET, stakeholders meliputi Allah, manusia, dan alam.
c. Akuntabilitas Vertikal, merupakan sebuah dimensi dalam konsep SET dengan pertanggungjawaban langsung kepada Allah sebagai stakeholders tertinggi.
d. Akuntabilitas Horisontal, merupakan sebuah dimensi dalam konsep SET yang mencakup direct dan indirect stakeholders serta alam, artinya pertanggungjawaban ditujukan kepada tiga pihak ini.
2. Tahap Analisis Data
a. Membaca dan menganalisis praktek laporan tanggungjawab sosial perusahaan yang telah dilakukan bank sulselbar syariah.
b. Membuat suatu uraian terperinci mengenai pelaporan tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) bank sulselbar syariah.
c. Menurunkan konsep teoritis pengungkapan tanggungjawab sosial (CSR) berdasarkan konsep Syariah Enterprise Theory (SET).
d. Menganalisis kesesuaian pelaporan tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) perbankan syariah dengan teori yang diajukan yakni (SET).
e. Memberikan kesimpulan penerapan CSR perbankan syariah dalam laporan tahunannya, apakah sudah sesuai atau tidak dengan konsep di dalam Syariah Enterprise Theory (SET).
40 BAB IV
GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
A. Sejarah Singkat PT. Bank Sulselbar Syariah
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan (Perseroan) didirikan dengan nama PT Bank Pembangunan Sulawesi Selatan Tenggara sesuai dengan Akta Notaris Raden Kadiman di Jakarta No. 95 tanggal 23 Januari 1961.
Kemudian berdasarkan Akta Notaris Raden Kadiman No. 67 tanggal 13 Juli 1961 nama PT Bank Pembangunan Sulawesi Selatan Tenggara diubah menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara.
Berdasarkan Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara No.
002 tahun 1964 tanggal 12 Februari 1964, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara dilebur ke dalam Bank Pembangunan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara dengan modal dasar Rp250.000.000,-. Dengan pemisahan antara Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan dengan Propinsi Tingkat I Sulawesi Tenggara, maka pada akhirnya Bank berganti nama menjadi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan sesuai dengan Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 2 tahun 1976 tentang Perubahan Pertama Kalinya Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara Nomor 2 Tahun 1964 tentang Pendirian Bank Pembangunan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara.
Dengan lahirnya Peraturan Daerah No. 01 tahun 1993 dan penetapan modal dasar menjadi Rp25 miliar, Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dengan sebutan Bank BPD Sulsel dan berstatus Perusahaan Daerah (PD). Selanjutnya
dalam rangka perubahan status dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) diatur dalam Peraturan Daerah No. 13 tahun 2003 tentang Perubahan Status Bentuk Badan Hukum Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dari PD menjadi PT dengan Modal Dasar Rp650.000.000.000,-.
Akta Pendirian PT telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI berdasarkan Surat Keputusan No. C-31541. HT.01.01 tanggal 29 Desember 2004 tentang Pengesahan Akta Pendirian Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan disingkat Bank Sulsel, dan telah diumumkan pada Berita Negara Republik Indonesia No. 13 tanggal 15 Februari 2005, Tambahan No.1655/2005. Dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 24 tanggal 15 Agustus 2008 yang dibuat di hadapan Rakhmawati Laica Marzuki, S.H., Notaris di Makassar, jo Akta Berita Acara RUPS Luar Biasa No.
02 tanggal 1 Mei 2009 yang dibuat oleh Notaris Rakhmawati Laica Marzuki, S.H.
akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya Nomor: AHU- 46963.AH.01.02.Tahun.2009 tanggal 30 September 2009, dan telah di daftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0063272.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 30 September 2009 serta telah diumumkan dalam Berita Negara RI No. 90 tanggal 10 November 2009, Tambahan No. 26944 telah dilakukan perubahan Anggaran Dasar PT Bank Sulsel yaitu dengan meningkatkan besarnya Modal Dasar menjadi sebesar Rp1.600.000.000.000,-, dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No: AHU- 46963.AH.01.02 Tahun 2009 tanggal 30 September 2009.
Berdasarkan Akta Pernyataan tentang Keputusan Para Pemegang Saham sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan Terbatas PT. Bank Sulsel, Nomor 16 Tanggal 10 Februari 2011 yang dibuat dihadapan Rakhmawati Laica Marzuki, S.H., Notaris di Makassar, para pemegang saham memutuskan untuk merubah nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan disingkat PT. Bank Sulsel menjadi PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat disingkat PT. Bank Sulselbar.
Perubahan nama Bank telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan nomor AHU-11765.AH.01.02 tahun 2011 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Disamping itu, perubahan nama ini juga telah memperoleh Persetujuan Bank Indonesia berdasarkan kepada Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor:
13/32/KEP.GBI/2011 tentang Perubahan Penggunaan Izin Usaha atas nama PT.
Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan disingkat PT. Bank Sulsel Menjadi Izin Usaha atas nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat disingkat PT. Bank Sulselbar.
Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Sulselbar beroperasi sejak tahun 2007 berdasarkan izin prinsip dari Bank Indonesia No. 9/20/DPBS/Mks tanggal 20 April 2007 perihal Persetujuan Prinsip Pembukaan Kantor Cabang Syariah.
Dilanjutkan dengan pembukaan kantor cabang Bank Sulselbar Syariah yang pertama yakni Bank Sulselbar Cabang Syariah Sengkang pada tanggal 28 April 2007 (11 Rabiul Akhir 1428 H) disusul pembukaan Cabang Syariah Maros pada tanggal 28 November 2007 (18 Dzulqaidah 1428 H). Modal usaha Unit Usaha
Syariah Bank Sulselbar pada saat pendirian ditetapkan sebesar Rp16 miliar.Pada tahun 2007, berkaitan dengan hal tersebut telah dibentuk Dewan Pengawas Syariah sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT. Bank Sulsel No. SK/029/DIR tanggal 26 April 2007 tentang pengangkatan Dewan Pengawas Syariah PT. Bank Sulsel dan SK Direksi No. SK/034/DIR tanggal 11 Mei 2007 tentang Personalia Dewan Pengawas Syariah PT. Bank Sulsel, telah ditunjuk personalia sebagai berikut :
1. Prof. DR. H. Halide = Ketua 2. AG. H. Sanusi Baco, Lc = Anggota 3. DR. Mukhlis Sufri, SE, M.Si = Anggota
Bank Sulselbar Syariah merupakan Unit Usaha Syariah dari PT. Bank Sulselbar. Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Sulselbar didirikan untuk memberikan alternatif layanan perbankan yang berbasis syariah kepada masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, UUS Bank Sulselbar fokus pada pembiayaan, terutama pembiayaan produktif, dan transaksi ritel lainnya. Dengan diberlakukannya UU No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah telah memberikan dukungan bagi perkembangan perbankan syariah. UUS Bank Sulselbar akan terus bertumbuh secara optimal di masa-masa mendatang dengan adanya landasan hukum yang kuat. Perkembangan UUS Bank Sulselbar yang mengesankan dari tahun ke tahun tercermin dari perolehan laba tahun 2012 yang meningkat 16% sebesar Rp.17.441 juta dibandingkan laba tahun 2011 sebesar Rp. 11.223 juta. Peningkatan tersebut didukung pula dengan semakin beragamnya produk UUS Bank Sulselbar, baik
pendanaan maupun pembiayaan, dan inovasi produk terus dilakukan untuk menyediakan produk berbasis syariah yang memiliki nilai lebih dan kompetitif untuk memenuhi kebutuhan nasabah UUS Bank Sulselbar akan produk perbankan syariah yang berkualitas. Perluasan jaringan kantor juga merupakan faktor pendukung perkembangan UUS Bank Sulselbar. Jaringan operasional yang luas akan mempermudah nasabah untuk mengakses layanan UUS Bank Sulselbar.
UUS Bank Sulselbar pada tahun 2012 terdiri dari 3 (tiga) kantor cabang syariah (KCS) dan 25 (dua puluh lima) Kantor Layanan Syariah (KLS) yang ditempatkan pada 25 kantor cabang konvensional.
Adapun strategi yang ditempuh guna pengembangan Unit Usaha Syariah (UUS) dari PT. Bank Sulselbar ini antara lain :
1. Menyalurkan pembiayaan syariah secara intensif baik melalui pola executing, channeling, maupun aliansi dengan perbankan syariah yang ada kepada sektor konsumtif maupun produktif terutama dengan pola mudharabah.
2. Mengintensifkan penghimpun dana masyarakat berjangka panjang secara berimbang dengan penyaluran pembiayaan syariah yang diberikan.
3. Mengembangkan produk simpanan berjangka dengan pola Mudharabah yang mendukung penyediaan dana berjangka panjang.
4. Membuka akses layanan masyarakat yang lebih luas dengan office channeling, pembukaan kantor cabang syariah baru serta kerja sama ATM.
5. Melakukan sosialisasi dan promosi kepada masyarakat melalui kerjasama dengan para ulama maupun media promosi dan sosialisasi lainnya.
6. Meningkatkan kepada sumber daya manusia dalam service excellent serta pemahaman konsep dan produk perbankan syariah.
7. Menerapkan Good Corporate Governance untuk menjaga citra perusahaan di masyarakat dan menciptakan perbankan yang sehat dan terpercaya.
8. Meningkatkan permodalan Unit Usaha Syariah melalui mekanisme internal maupun tambahan alokasi modal.
B. Visi dan Misi
Visi Bank Sulselbar adalah menjadi bank yang terbaik di kawasan Indonesia Timur dengan dukungan manajemen dan sumber daya manusia yang profesional serta memberikan nilai tambah kepada Pemda dan masyarakat.
Misi Bank Sulselbar adalah :
1. Penggerak dan pendorong laju pembangunan ekonomi daerah.
2. Pemegang kas daerah dan atau melaksanakan penyimpanan uang daerah.
3. Salah satu sumber pendapatan asli daerah.
C. Nilai-nilai
Nilai-nilai Budaya merupakan pedoman yang telah disepakati dan tertanam pada seluruh karyawan Bank Sulselbar yang menjadi acuan atau panduan perilaku untuk mencapai visi dan misi Bank Sulselbar. Bank Sulselbar menguraikan nilai- nilai budaya perusahan ke dalam 5 (lima) panduan perilaku yang disingkat dengan Prioritas Prima (PRofesional, InOvasi, KeRjasama, IntegrITAS, Layanan PRIMA)
D. Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah kerangka yang menunjukkan pekerjaan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi serta wewenang dan tanggung jawab tiap- tiap anggota organisasi pada setiap pekerjaan. Selain itu struktur organisasi juga sering disebut bagan atau skema organisasi yang merupakan gambaran skematis tentang hubungan pekerjaan antara orang-orang yang terdapat dalam suatu badan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pencapaian sasaran suatu bank dalam menjalankan kegiatan operasionalnya sangat tergantung pada struktur organisasi yang harus dibuat secara sederhana, efektif dan efisien.
Sumber : PT. Bank Sulselbar Cabang Syariah Makassar Gambar 4.1 Struktur Organisasi
PEMIMPIN CABANG
PEMIMPIN SEKSI AKUNTANSI &
PELAPORAN PEMIMPIN SEKSI
PEMASARAN & TREASURY PEMIMPIN SEKSI
UMUM & PERSONALIA
HEAD TELLER SERVICE ASSISTANCE
TELLER FUNDING
DRIVER SECURITY
E. Uraian Tugas
Adapun perincian tugas (fungsi) dari masing-masing bagian yang ada dalam perusahaan dapat dijelaskan satu persatu berikut ini:
1. Pemimpin Cabang
a. Bertanggung jawab terhadap pencapaian seluruh target cabang yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
b. Bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas operasional cabang.
c. Melakukan supervisi terhadap setiap unit/seksi di cabang pelaksanaan pencapaian target pemasaran dan operasional sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
d. Bertanggung jawab terhadap penyaluran pembiayaan yang disalurkan melalui cabang dan melakukan monitoring dan pengawasan agar tetap comply-with dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
e. Bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas SDM cabang.
f. Bertanggung jawab atas kondisi cabang agar tetap kondusif.
g. Bertanggung jawab atas monitoring dan pembinaan terhadap nasabah pembiayaan.
h. Penanggung jawab User Pimpinan Cabang.
i. Bertanggung jawab atas pertumbuhan dan perkembangan cabang.
j. Membangun dan meningkatkan relationsip dengan semua share-holder dan stake-holder di wilayah kerja cabang.
2. Pemimpin Seksi Umum & Personalia a. Memonitoring pegawai
b. Membuat daftar gaji
c. Membuat daftar uang makan d. Membuat surat-surat keluar e. Mengagenda surat masuk
f. Menjaga barang inventaris kantor g. Membuat daftar ATI dan penyusutannya h. Melaksanakan taksasi jaminan
i. Memonitoring kebutuhan ATC/ATK/ATI j. Penanggungjawab User Kasie Umum
3. Pemimpin Seksi Pemasaran & Treasury
a. Bertanggung jawab terhadap pencapaian target pembiayaan dan target-target operasional lainnya yang telah ditetapkan oleh cabang.
b. Menerima berkas permohonan pembiayaan.
c. Melakukan sosialisasi terhadap permohonan yang masuk.
d. Membuat usulan pembiayaan yang dinilai layak untuk diberikan fasilitas pembiayaan.
e. Membina dan mengawasi seluruh account pembiayaan yang telah disalurkan.
f. Menyampaikan laporan bulanan cabang ke kantor pusat ataupun ke BI.
g. Membantu kasir pemasaran dalam pencapaian target funding.
h. Bertanggungjawab dalam proses pemberian pembiayaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam dan pedoman produk pembiayaan Bank Sulselbar.
4. Pemimpin Seksi Akuntansi dan Pelaporan a. Memonitoring mutasi pada neraca dan laba rugi b. Melakukan review transaksi teller
c. Berkoordinasi dengan Teller, SA dan penanggungjawab VBS secara langsung.
d. Melakukan konsolidasi RAK ataupun giro antar Bank dengan Divisi UUS.
e. Melakukan koordinasi dengan kasie umum pemasaran perihal putusan pembiayaan.
f. Menjaga stabilitas cabang
g. Menjaga keharmonisan kinerja secara internal dan secara eksternal.
h. Menyampaikan laporan bulanan Cabang ke kantor pusat ataupun ke Bank Indonesia.
i. Anggota komite kantor cabang
j. Penanggung jawab User Kasie Akuntansi dan Pelaporan k. Penanggung jawab Kunci Ruang Khasanah
l. Penanggung jawab Kunci Brangkas
5. Head Teller
a. Melakukan transaksi tunai dan non tunai b. Membuat laporan kas
c. Memonitoring posisi saldo kas d. Pemegang kunci brankas e. Penanggung jawab User Teller
6. Teller
Memberikan pelayanan dalam menghitung, mengontrol dana yang masuk dan keluar kas dan bertanggung jawab kepada Head Teller.
7. Service Assistance
a. Bertanggungjawab atas pelayanan kepada seluruh nasabah secara prima.
b. Menjelaskan berbagai produk simpanan/pembiayaan kepada nasabah secara efisien dan efektif dan tetap menjaga kerahasiaan bank.
c. Memonitoring pembukaan rek. Simpanan secara reguler.
d. Melakukan koordinasi dengan Kasie Keuangan dan Teller perihal Aktivasi Rek. Simpanan.
e. Menjaga keharmonisan kerja dengan seluruh bagian.
f. Mengupdate pengetahuan mengenai produk perbankan syariah, menguasai materi KYC (Know Your Customer) pada saat melakukan aktivasi pembukaan rekening simpanan.
g. Bertanggungjawab terhadap pencapaian target pendanaan dan target-target operasional lainnya yang telah ditetapkan oleh cabang.
h. Penanggungjawab user SA.
i. Memonitoring penggunaan materai.
8. Fungsi dan Tugas Security
a. Menjaga keamanan kantor dan sekitarnya b. Mengontrol pegawai dan absensinya c. Mengontrol lalulintas tamu
d. Menjaga barang inventaris kantor e. Menjaga barang/ kendaraan pegawai f. Membersihkan kantor dan halaman kantor g. Membantu pegawai
h. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan oleh atasan langsung.
i. Pengamanan terhadap cover dana
9. Driver
a. Mengantar pimpinan cabang b. Mengantar pegawai
c. Memelihara kendaraan dinas
d. Membersihkan kantor dan halaman kantor.
52 BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Corporate Social Responsibility (CSR) Menurut Bank Sulselbar
Bank Sulselbar dalam menjalankan aktivitas bisnisnya selain berorientasi pada profit atau keuntungan untuk kelangsungan bisnis, juga tetap memperhatikan pembangunan lingkungan sosial ekonomi sebagai bentuk kepedulian Bank Sulselbar dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan di sekitar wilayah operasionalnya. Bank Sulselbar berkomitmen untuk secara berkesinambungan dan berkelanjutan bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, kebersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan maupun komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas. Upaya tersebut dilakukan Bank Sulselbar melalui pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Corporate Social Responsibility (CSR) bertujuan untuk menciptakan keselarasan antara kepentingan manajemen dengan stakeholders dan mendorong agar Perseroan lebih etis dalam menjalankan aktivitasnya, sehingga pada akhirnya akan dapat memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Dengan mengembalikan sebagian keuntungan kepada masyarakat melalui bantuan CSR, Perseroan meyakini bahwa masyarakat akan senantiasa memberikan dukungan bagi kelangsungan Bank Sulselbar. Program CSR yang dilakukan Bank Sulselbar mengacu pada strategi yang terorganisir dan berkesinambungan guna mewujudkan kualitas lingkungan sosial ekonomi di sekitarnya menjadi lebih baik.
Fokus program CSR Bank Sulselbar adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang pada akhirnya akan melahirkan kemapanan masyarakat serta serta meningkatkan kemampuan adaptasi perseroan terhadap lingkungan sekitar.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2009, manajemen dan para pemegang saham Bank Sulselbar telah menyepakati untuk mengalokasikan sebagian profit Bank untuk Dana Corporate Social Responsibility.
1. Dasar pelaksanaan CSR Bank Sulselbar
Adapun yang menjadi dasar pelaksanaan CSR Bank Sulselbar adalah : a. Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
b. Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negera dengan usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan
c. Peraturan Bank Indonesia No. 8/14/PBI/2006 tentang Perubahan atas Peaturan Bank Indonesia No. 8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum
d. Peraturan Pemerintah (PP) No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas
e. Akta Hasil Rapat Umum Pemegang Saham No : 60 tanggal 30
f. Akta Hasil Rapat Umum Pemegang Saham No : tanggal 02 Desember 2011 g. Surat Dewan Komisaris Nomor SR/ 121/DKBPDSS/9/2010 Tanggal 22
September 2010
Program CSR Bank Sulselbar dalam rangka pemberdayaan masyarakat pelaksanaannya berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 066/DIR/V/2012
tanggal 25 Mei 2012 tentang Pengelolaan Dana Corporate Social Responsibility PT Bank Sulselbar.
2. Manfaat penerapan CSR menurut Bank Sulselbar
Corporate Social Responsibility akan membawa konsekuensi logis bagi keberadaan Perseroan di lingkungan masyarakat yang akan mendorong Bank Sulselbar menjadi lebih proaktif mengambil inisiatif dalam melaksanakan kegiatan CSR. Hal ini akan berdampak pada reputasi dan pencitraan positif terhadap perseroan dan terciptanya lingkungan yang harmonis antara Perseroan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional Bank Sulselbar.
a. Manfaat bagi Perseroan
Program CSR akan menciptakan citra positif dari masyarakat terhadap keberadaan Bank Sulselbar. Aktivitas perseroan dalam jangka panjang senantiasa akan dianggap sebagai kontribusi yang positif bagi masyarakat di sekitarnya sekaligus membantu perekonomian masyarakat. Dengan demikian, Bank Sulselbar akan memperoleh respon dan penerimaan yang sangat baik setiap kali akan menawarkan sesuatu yang baru kepada masyarakat dan masyarakat pun akan menganggap Bank Sulselbar membawa kemaslahatan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
b. Manfaat bagi Masyarakat
Aktivitas CSR Bank Sulselbar akan membentuk hubungan kemitraan yang sangat baik antara Perseroan dengan Bank Sulselbar, yang tidak hanya terbatas pada bidang ekonomi, tetapi juga kehidupan sosial kemasyaratan, kesehatan, kerohanian, pendidikan, pembangunan dan lain-lain.
c. Manfaat bagi Pemerintah
Pemerintah sebagai pihak yang mendapat legitimasi untuk mengubah tatanan masyarakat ke arah yang lebih baik akan mendapatkan mitra dalam mewujudkan tatanan masyarakat tersebut. Sebagian tugas pemerintah dapat dijalankan oleh anggota masyarakat, dalam hal ini oleh perseroan.
3. Strategi dan Kebijakan
Program CSR merupakan pendekatan yang mensinergikan CSR dengan strategi perseroan secara keseluruhan. Atau dengan kata lain CSR adalah bagian dari strategi perseroan guna mencapai tujuan untuk meningkatkan profit. Program CSR akan memperkuat keberlanjutan perseroan dengan membangun partnership antar stakeholder yang difasilitasi perseroan dengan menyusun program-program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sehingga meningkatkan kemampuan perseroan untuk beradaptasi dengan lingkungannya, komunitas dan stakeholder, baik lokal maupun nasional. Karenanya pengembangan CSR Bank Sulselbar ke depannya akan mengacu pada konsep pembangunan yang berkelanjutan di bidang ekonomi, sosial dan lingkungan.
4. Pengelola CSR Bank Sulselbar
Untuk mendukung pelaksanaan CSR sebagai program yang mendukung kelangsungan dan keberlanjutan bisnis Bank Sulselbar, maka telah ditunjuk unit kerja yang bertanggung jawab dalam pengelolaan kegiatan CSR Perseroan yaitu Departemen Komunikasi dan Humas yang berada di bawah koordinasi Grup Corporate Secretary.
5. Kriteria Penyaluran CSR
Dana CSR dapat disalurkan dengan memenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat umum
2. Memberi nilai tambah bagi pihak yang diberi bantuan 3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
4. Dapat meningkatkan corporate image Bank Sulselbar
5. Khusus bantuan kepada UKM, yang mempunyai potensi dan prospek usaha yang dapat dikembangkan
6. Tidak boleh digunakan untuk kegiatan politik 7. Mendukung program pemerintah
6. Program Kegiatan
Program Kegiatan CSR Bank Sulselbar terdiri dari 2 (dua) kategori sebagai berikut :
a. Bantuan Langsung
Yakni penyaluran dana CSR secara langsung kepada penerima, baik dalam bentuk tunai maupun dalam bentuk barang, dimana bantuan tersebut tidak diharapkan pengembalian. Kegiatan CSR melalui bantuan langsung terdiri dari:
1) Bidang Sosial, meliputi: Bantuan korban bencana banjir, Bantuan korban bencana kekeringan, Bantuan korban kebakaran, Bantuan korban angin topan, Bantuan pengobatan untuk masyarakat kurang mampu
2) Bidang Kesehatan, meliputi antara lain: Pemberian Sarana Kesehatan (Alat Medis, Mobil Ambulance dll), Pengobatan Umum, Khitanan massal, Kegiatan Donor Darah.