• Tidak ada hasil yang ditemukan

Biografi Yusuf Qarᾱḍawi

Dalam dokumen MEMBUAT GAMBAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Halaman 43-46)

3.1. Biografi singkat Yusuf Qarᾱḍawi dan Muhammad

3.1.1. Biografi Yusuf Qarᾱḍawi

Nama lengkapnya adalah Yusuf Mustafa al-Qarᾱḍawi, beliau lahir pada 9 September 1926 disebuah desa kecil di Mesir bernama Saf at-Turab Delta. Nama Yusuf al-Qarᾱḍawi diambil dari nama pamannya yang meninggal sebelum mempunyai anak.1 Ketika berusia 2 tahun, ayahnya meninggal dunia. Sebagai anak yatim, ia diasuh dan dididik oleh pamannya. Qarᾱḍawi kecilpun mendapatkan perhatian yang besar dari pamannya sehingga ia menganggap pamannya seperti orang tuanya sendiri. Keluarga pamannya pun juga taat menjalankan agama, sehingga Qarᾱḍawi menjadi orang yang kuat dalam menjalankan agama.2

Yusuf al-Qarᾱḍawi mulai belajar menghafal al-Qur‟an di Kuttab, yang berada di kampungnya. Ia menjadi murid syeikh Yamani Murad tetapi hanya bertahan satu hari dan setelah itu hingga beberapa lama Yusuf Qarᾱḍawi tidak mau lagi belajar menghafal al-Qur‟an, sehingga ibunya menyuruhnya untuk kembali belajar al-Qur‟an pada syeikh Hamid dan menitipkan Yusuf Qarᾱḍawi pada bibinya.3

1 Yusuf al-Qardhawi, perjalanan Hidupku,(terj. Taufikurrahman dan Nanang Burhanuddin), (Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2003), hlm. 103.

2Abdul Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam, jilid V, cet. Ke-7, (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 2006), hlm. 1448.

3Yusuf al-Qardhawi, perjalanan Hidupku,...hlm. 104.

Saat memasuki usia tujuh tahun, dia dimasukkan ke sekolah dasar, sehingga setiap hari ia belajar di dua tempat sekaligus, pertama saat pagi hari ia belajar al- Qur‟an di Kuttab. Kedua yaitu pada siang harinya ia belajar di sekolah sampai sore. Dalam usia sembilan tahun lebih beberapa bulan, Yusuf Qarᾱḍawi berhasil mengkhatamkan al-Qur‟an. Semenjak itulah masyarakat menjulukinya dengan

“Syeikh Yusuf yang hafal al-Qur‟an”. Karena kemahirannya dalam membaca al- Qur‟an ia selalu ditunjuk menjadi imam salat, terutama salat yang jahriyah.4

Setelah menamatkan sekolah dasar, Yusuf Qarᾱḍawi melanjutkan ke ma‟had yang diselesaikan selama empat tahun, kemudian melanjutkan pada tingkat menengah selama lima tahun. Kemudian Yusuf Qarᾱḍawi melanjutkan studinya ke universitas al-Azhar Kairo dan mengambil bidang studi agama pada fakultas Ushuluddin sampai mendapatkan Syahadah Aliyah pada tahun 1952-1953.

Kemudian pada tahun 1957 ia masuk pada Ma‟had al-Buhuts wa ad-Dirasaat al- Arabiyah al-Aliyah, sampai mendapatkan Diploma Tinggi bidang bahasa dan sastra namun pada kesempatan yang sama Yusuf Qarᾱḍawi mengikuti kuliah pada Fakultas Ushuluddin dengan mengambil bidang studi al-Qur‟an dan as-Sunnah, dan menyelesaikannya pada tahun 1960.5

Pada tahun 1960 Yusuf Qarᾱḍawi memasuki pascasarjana (Dirasah al-„Ulya) di Universitas al-Azhar kairo di Fakultas ini ia memilih jurusan Tafsir Hadis atau jurusan Akidah-filsafat.6 Setelah itu ia melanjutkan program doctor dan menulis disertasi berjudul Fiqh az-Zakatyang selesai dalam 2 tahun, terlambat dari yang

4Yusuf al-Qardawi, Huda al-Islam, Fatawa Mu‟ashirah, (terj. Abdurrachman Ali Bauzir), (Surabaya: Risalah Gusti, 1993), hlm. 455.

5Ibid.,hlm. 456.

6Abdul Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam jilid V,... hlm. 1448.

34

direncanakan semula karena sejak tahun 1968-1970, ia ditahan (masuk penjara) oleh penguasa militer Mesir karena dituduh mendukung gerakan Ikhwanul Muslimin. Setelah keluar dari tahanan, ia hijrah ke Daha Qatar dan disana ia bersama teman-teman seangkatannya mendirikan Ma‟had ad-Din (Institusi Agama). Madrasah inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Fakultas Syari‟ah Qatar yang kemudian berkembang menjadi Universitas Qatar dengan beberapa Fakultas.

Yusuf Qarᾱḍawi telah menulis berbagai kitab dalam berbagai bidang keilmuan Islam. Terutama dalam bidang sosial, dakwah dan pengajian Islam.

Sekitar 150 karya, dan juga jurnal-jurnal pemikirannya. Kitab-kitabnya sangat diminati oleh umat Islam seluruh dunia. Bahkan kitab-kitab tersebut diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Penulis hanya akan menyebutkan Judul-judul karya Yusuf Qarᾱḍawi dalam bidang fiqih dan uṣul fiqih saja. Judul-judul karya Yusuf Qarᾱḍawi dalam bidang fiqih dan uṣul fiqih adalah sebagai berikut:

1. Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam.

2. Fatwa Mu‟aṣirah (tiga jilid).

3. Taysir al-Fiqh al-Ṣiyam.

4. Al-Ijtihad fi al-Syari‟ah al-Islamiyyah.

5. Madkhal li Dirasah al-Syari‟ah al-Islamiyyah.

6. Min Fiqh al-Dawlah Fi al-Islam.

7. Taysir al-Fiqh li al-Muslim al-Mu‟aṣir.

8. Al-Fatawa bayn al-Inḍibath wa al-Tasayyub.

9. „Awamil al-Sa‟ah wa al-Murunah fi al-Syari‟ah al-Islamiyyah.

10. Al-Fiqh al-Islami bayn al-Aṣalah wa al-Infirath.

11. Ziwaj al- Misyar.

12. Al-Ḍawabith al-Syari‟ah li Bina al-Masajid.

13. Al-Ghina‟ wa al-Musiqi fi Ḍaw‟i al-Kitab wa al-Sunnah.

Selain itu masih banyak karyanya di berbagai bidang diantaranya di bidang ekonomi Islam, bidang ulumul al-Quran dan Sunnah, bidang akidah, bidang dakwah dan tarbiyah, bidang gerakan dan kebangkitan Islam, bidang penyatuan pemikiran Islam, bidang pengetahuan Islam yang umum, dan bidang sastra.

Dengan melihat sekian banyaknya karya tulis yang menyentuh hampir sebagian aspek kajian keislaman ini, dapat dipastikan al-Qarᾱḍawi mempunyai keahlian dalam banyak bidang. Namun begitu, karyanya dalam bidang fiqih dan fatwa agaknya lebih besar pengaruhnya di dunia Islam daripada karyanya dalam bidang-bidang yang lain. Seperti karyanya al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, Fiqh al-Zakah dan Fatᾱwa Mu‟aṣirah. Sebagian besar gagasan pemikiran al-Qarᾱḍawi tentang fikih dan fatwa dapat ditemukan dalam ketiga karya ini.7

Dalam dokumen MEMBUAT GAMBAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Halaman 43-46)

Dokumen terkait