• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENUTUP A. Simpulan

B. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Kesalahan umum yang sering ditemui pada penulisan skripsi adalah mahasiswa kurang memahami jenis dan pendekatan penelitian yang dilakukan.

Banyak ditemukan pada skripsi yang ditulis, misalnya mahasiswa menyebutkan

jenis dan pendekatan penelitian adalah kualitatif/kuantitatif deskriptif, tapi bertolak belakang dengan latar belakang masalah dan tujuan penelitiannya.

Pada bagian ini peneliti perlu menegaskan jenis penelitian yang dilakukan beserta pendekatannya dengan menyertakan alasan-alasan singkat diperkuat dengan rujukan yang relevan (teoretis). Jenis penelitian merupakan ragam rancangan penelitian berdasarkan karakteristik dan tujuan yang dikehendaki.

Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian yang digunakan ditinjau dari tujuan dan sifatnya, apakah penelitian eksploratoris, deskriptif, eksplanatoris, survei, atau penelitian historis, korelasional, dan kausal komparatif. Selanjutnya, peneliti perlu menegaskan, jika pendekatan penelitian kualitatif apakah etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, ekologis, partisipatoris, literatur review.17

Beberapa jenis penelitian kuantitatif yaitu, deskriptif, komparatif, korelasi, survei, ex-post facto, true experiment, quasi experiment, dan subjek tunggal.

Beberapa jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu: PTK Diagnostik, PTK Partisipan, PTK Empiris, dan PTK Eksperimental. Setelah menentukan jenis PTK kemudian tentukan model PTK yang digunakan, di antaranya Model Kurt Lewin18, Model Kemmis dan McTaggart19, Model John Elliot20, Model Dave Ebbutt21, dan lainnya. Bagi yang menyusun skripsi R&D, perlu dijelaskan model R&D yang digunakan, di antaranya model Dick & Carey, Model Borg & Gall, Model 4D, Model ADDIE, dan model lainnya.

12.Kehadiran Peneliti

Pada bagian ini, peneliti menguraikan peran peneliti yang bertindak sebagai instrument sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti

17Hamzah, Penelitian Berbasis Proyek Metode Kuantitatif, Kualitatif dan R & D Kajian Teoritik & Contoh-contoh Penerapannya, 53.

18Kurt Lewin, “Action Research and Minority Problem,” Journal of Social Issues 2, no. 4 (1 November 1946): 34–46, https://doi.org/10.1111/j.1540-4560.1946.tb02295.x.

19Stephen Kemmis, Robin McTaggart, dan Rhonda Nixon, The Action Research Planner:

Doing Critical Participatory Action Research, 1 ed. (Singapore: Springer, 2014).

20John Elliot, Action Research for Educational Change (United Kingdom: McGraw-Hill Education, 1991).

21Dave Ebbutt, Educational Action Research: Some General Concerns and Specific Quibbles (English: Cambidge Institute of Education, 1983).

53

sebagai instrumen utama. Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lapangan untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipan penuh, pengamat partisipan, atau pengamat penuh. Di samping itu, perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subjek atau informan.

13.Setting Penelitian

Pada bagian ini, peneliti menguraikan lokasi, waktu, dan jadwal penelitian.

Uraian lokasi penelitian menyertakan identifikasi karakteristik lokasi, alasan memilih lokasi, dan bagaimana bagaimana peneliti masuk ke lokasi tersebut.

Lokasi perlu disebutkan secara jelas, seperti letak lokasi secara geografis disertai peta lokasi, dapat menggunakan fitur yang disematkan pada google maps.

Penegasan pemilihan lokasi perlu diuraikan dengan jelas, didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan topik yang dipilih. Uraian selanjutnya adalah tentang waktu dan jadwal penelitian yang dilakukan, khususnya pada penelitian PTK dengan siklusnya.

Kesalahan umum yang sering ditemui pada skripsi adalah mengutarakan alasan-alasan yang tidak berhubungan dengan penelitian ilmiah seperti lokasi berdekatan dengan rumah peneliti, peneliti pernah bekerja pada lokasi penelitian, dan lain sebagainya.

14.Populasi dan Sampel/Informan dan Responden

Pada bagian ini, peneliti perlu menguraikan dengan jelas penggunaan istilah populasi dan sampel atau informan dan responden. Jika menggunakan sampel sebagai partisipan penelitian, maka istilah yang tepat digunakan adalah populasi dan sampel. Peneliti perlu menguaraikan alasan-alasan disertai rujukan yang relevan terkait penggunaan teknik sampel yang dipilih, baik secara acak (probability sampling), maupun non acak (non-probability sampling).

Jika menggunakan seluruh populasi, maka lebih diutamakan menggunakan istilah subjek penelitian, khususnya pada penelitian eksperimental. Pada penelitian survei, istilah yang digunakan adalah responden, sementara pada penelitian

kualitatif, istilah yang digunakan adalah informan. Penggunaan istilah tersebut disesuaikan dengan bagaimana cara pengambilan data berdasarkan jenis dan pendekatan penelitiannya.

15.Data dan Sumber Data

Pada bagian ini, perlu diberikan uraian tentang data secara tepat sesuai tujuan penelitian. Data penelitian merupakan informasi untuk menjawab masalah penelitan, yang terdiri dari sumber data utama dan data sekunder. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana ciri dan karakteristiknya, siapa yang dijadikan subjek dan informan/responden penelitian, dan bagaimana, dan bagaimana data dikumpulkan. Pada bagian ini erat kaitannya dengan teknik pengumpulan data.

16.Teknik Pengumpulan Data

Pada bagian ini, diuraikan secara rinci langkah-langkah dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data disertai alasan-alasan mengapa dan bagaimana menggunakan teknik tersebut dengan diperkuat rujukan yang relevan.

Pemilihan teknik sangat bergantung pada jenis informasi yang ingin diperoleh.

Beberapa teknik pengumpulan data yaitu:

a. Wawancara;

b. Observasi;

c. Dokumentasi;

d. Focus Group Discussion (FGD) e. Angket;

f. Studi literature.

17.Instrumen Penelitian

Pada bagian ini, peneliti perlu menguraikan instrumen penelitian yang digunakan setelah menentukan data dan teknik pengumpulan data. Uraian tersebut meliputi prosedur pengembangan instrumen pengumpul data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. Instrumen penelitian dapat

55

menggunakan instrumen yang sudah baku, atau instrumen baku yang diadaptasi, atau instrumen yang dikembangkan sendiri oleh peneliti. Instrumen yang digunakan dapat teridentifikasi kesesuaiannya dan harus memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas.

Jika instrumen penelitian berangkat dari instrumen yang sudah baku, maka uraian variabelnya tidak perlu dipaparkan lagi. Namun, apabila peneliti mengadaptasi instrumen baku atau mengembangkan instrumen sendiri, peneliti perlu memaparkan proses dan hasil validasi instrumen beserta reliabilitasnya.

Validasi instrumen dapat dilakukan dengan pengujian validitas konstruk (construct validity), validitas isi (content validity), dan validitas eksternal (external validity). Sementara reliabilitas dapat diuji internal seperti dan uji eksternal melalui test-retest, equevalen, internal consistency dengan menggunakan rumus Spearman Brown, Kr. 20, KR 21, Varians Hoyt, dan lain- lain.

Hal lain yang perlu diungkapkan dalam instrumen penelitian baik berupa tes maupun non test adalah cara pemberian skor atau kode terhadap masing- masing butir pertanyaan/pernyataan. Perlu diuraikan secara cermat, padat, dan ringkas spesifikasi teknis serta karakteristik dari alat dan bahan yang digunakan, seperti skala dan bagaimana mengkuantitaskan data baik secara nominal, interval, ordinal, maupun rasio. Beberapa skala pengukuran yang dapat digunakan pada penelitian di antaranya skala likert, guttman, rating scale, semantic differintial, dan lain-lain.

18.Teknik Analisis Data

Pada bagian ini peneliti menguraikan bagaimana teknik dan prosedur analisis data yang digunakan disertai alasan pemilihannya. Jika dalam analisis menggunakan program pada komputer maka perlu disebutkan, misalnya SPSS atau Nvivo, dan lain sebagainya. Pada data kualitatif, terdapat beberapa teknik analisis data yang disesuaikan penggunaannya dengan jenis penelitian, di

antaranya: Model Miles dan Huberman22, Model Bogdan dan Biklen23, Mode Strauss dan Corbin24, Model Spradley25, Model Philip Mayring26, dan lain-lain.

Sementara pada data kuantitatif, teknik analisis data menggunakan statistik yang dapat dipilih, yaitu analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial.

Statistik inferensial meliputi statistik parametrik dan statistik nonparametrik.

Pemilihan teknik analisis data ditentukan dari jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi kepada tujuan penelitian atau hipotesis yang ingin diuji.

Oleh karena itu, hal penting untuk diperhatikan dalam menganalisis data adalah ketepatan teknik analisisnya. Beberapa teknik analisis statistik parametrik memang lebih diuntungkan dengan kecanggihannya, dan membantu peneliti memperoleh informasi yang lebih akurat, jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistik nonparametrik. Penerapan statistik parametrik secara tepat harus memenuhi beberapa persyaratan (asumsi), sedangkan penerapan statistik nonparametrik tidak menuntut persyaratan seperti statistik parametrik.

19.Teknik Validitas dan Realibitas Keabsahan Data

Validitas dan realibitas penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Pada penelitian kualitatif, teknik keabsahan data digunakan untuk membantu peneliti dalam menjaga keobjektifan, keturukan, keakuratan, dan kepastian data. Teknik keabsahan data dapat membantu peneliti mempertanggungjawabkan data hasil penelitian yang akan disajikan. Berikut beberapa teknik validitas dan keabsahan data kualitatif, yaitu: kredibilitas (credibility), transferabilitas (transferability), dependabilitas (dependability), konfirmabilitas (confirmability). 27

22Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, dan Johnny Saldana, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (SAGE Publications, 2018).

23Robert Bogdan dan Sari Knopp Biklen, Qualitative Research for Education: An Introduction to Theories and Methods, 5th ed (Boston, Mass: Pearson A & B, 2007).

24Anselm Strauss dan Juliet M Corbin, Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures and Techniques (London: SAGE Publications, 1990).

25James P Spradley, Participant Observation (Illinois: Waveland Press, 2016).

26Philipp Mayring, “Qualitative Content Analysis: Theoretical Background and Procedures,” dalam Approaches to qualitative research in mathematics education (USA: Springer, 2015), 365–80.

27Nusa Putra, Metode Penelitian Kualitatif Pendidikan (Jakarta: Rajawali Press, 2013), 100.

57

20.Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada bagian ini, peneliti memaparkan hasil penelitian beserta pembahasan hasil penelitian. Dalam penelitian yang menguji hipotesis, laporan mengenai hasil- hasil yang diperoleh sebaiknya dibagi menjadi dua bagian besar. Bagian pertama berisi uraian tentang karakteristik masing-masing variabel. Bagian kedua memuat uraian tentang hasil pengujian hipotesis. Sementara untuk penelitian lainnya, dapat disesuaikan dengan jenis penelitian dengan melihat sistematika penulisan skripsi pada bagian awal pedoman ini.

Pada subbab pembahasan, peneliti memaparkan pembahasan atas temuan- temuan penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya, yang memiliki arti penting bagi keseluruhan kegiatan penelitian. Tujuan pembahasan adalah

a. Menjawab masalah penelitian, atau menunjukkan bagaimana tujuan penelitian dicapai;

b. Menafsirkan temuan-temuan penelitian;

c. Mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan;

d. Memodifikasi teori yang ada atau menyusun teori baru;

e. Menjelaskan implikasi-implikasi lain dari hasil penelitian, termasuk keterbatasan temuan-temuan penelitian.

Dalam upaya menjawab masalah penelitian atau tujuan penelitian, harus disimpulkan secara eksplesit hasil-hasil yang diperoleh. Sementara itu, penafsiran terhadap temuan penelitian dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada. Pengintegrasian temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang sudah ada dilakukan dengan jalan menjelaskan temuan-temuan penelitian dalam konteks khasanah ilmu yang lebih luas. Hal ini dilakukan dengan membandingkan temuan-temuan penelitian yang diperoleh dengan teori dan temuan empiris lain yang relevan.

Membandingkan hasil penelitian yang diperoleh dengan temuan penelitian lain yang relevan akan mampu memberikan taraf kredibilitas yang lebih tinggi terhadap hasil penelitian. Tentu saja suatu temuan akan menjadi lebih dipercaya apabila didukung oleh hasil penelitian orang lain. Namun sebaliknya tidak hanya

hasil penelitian yang mendukung penelitian saja yang dibahas dalam bagian ini.

Pembahasan justru akan menjadi lebih menarik jika di dalamnya dicantumkan juga temuan orang lain yang berbeda, dan pada saat yang sama peneliti mampu memberikan penjelasan teoretis ataupun metodologis bahwa temuannya memang lebih akurat.

Pembahasan hasil penelitian menjadi lebih penting manakala hipotesis penelitian yang diajukan ditolak. Banyak faktor yang menyebabkan suatu hipotesis ditolak. Pertama, faktor nonmetodologis, seperti adanya intervensi variabel lain sehingga menghasilkan simpulan yang berbeda dengan hipotesis yang diajukan. Kedua, karena kesalahan metodologis, misalnya instrumen yang digunakan tidak sahih atau kurang reliabel. Jika demikian, dalam pembahasan, perlu diuraikan lebih lanjut letak ketidaksempurnaan instrumen yang digunakan.

Penjelasan tentang kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang ada akan menjadi salah satu pijakan untuk menyarankan perbaikan bagi penelitian sejenis di masa yang akan datang.

Pembahasan hasil penelitian juga bertujuan untuk menjelaskan perihal modifikasi teori atau menyusun teori baru. Hal ini penting jika penelitian yang dilakukan bermaksud menelaah teori. Jika teori yang dikaji ditolak sebagian, hendaknya dijelaskan bagaimana modifikasinya, dan penolakan terhadap seluruh teori haruslah disertai dengan rumusan teori baru.

21.Penutup

Pada bagian ini, peneliti memaparkan dua hal pokok, yaitu simpulan dan saran.

a. Simpulan

Isi simpulan penelitian lebih bersifat konseptual dan harus terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dengan kata lain, simpulan penelitian terikat secara substantif dengan temuan-temuan penelitian yang mengacu kepada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Simpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan, namun yang benar-benar relevan dan mampu memperkaya temuan penelitian yang diperoleh.

59

b. Saran

Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada temuan penelitian, pembahasan, dan hasil penelitian. Termasuk di dalamnya adalah keterbatasan dan kekurangan, serta rekomendasi penelitian lanjutan. Saran hendaknya tidak keluar dari batas-batas lingkup dan implikasi penelitian. Saran yang baik dapat dilihat dari rumusannya yang bersifat rinci dan operasional. Artinya, jika orang lain hendak melaksanakan saran itu, dia tidak mengalami kesulitan dalam menafsirkan atau melaksanakannya. Di samping itu, saran yang diajukan hendaknya lebih spesifik ditujukan pada perguruan tinggi, lembaga pemerintah ataupun swasta, atau pihak lain yang dianggap layak.

22.Daftar Pustaka

Pada bagian ini, peneliti memastikan menyusun sumber rujukan yang digunakan dalam skripsi harus sudah disebutkan. Artinya, sumber pustaka yang benar-benar digunakan untuk rujukan yang ditampilkan. Penulisan daftar pustaka mengacu pada style atau gaya yang telah disepakati pada pedoman ini.

60 BAB VII

TEKNIK PENULISAN

Dokumen terkait