• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Penelitian

Dalam dokumen upaya guru pendidikan agama islam dan tokoh (Halaman 60-68)

BAB II. LANDASAN TEORI

A. Jenis Penelitian

BAB III

METODE PENELITIAN

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini bertempat di Desa Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma data yang di dapat melaui observasi langsung di lingkungan setempat yaitu Desa Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma. Adapun waktu penelitian di mulai pada tanggal 11 November - 9 Desember.

C. Subjek dan Informan Penelitian

Penentuan subjek penelitian merupakan cara untuk menentukan sumber dimana peneliti mendapatkan data. Subjek penelitian merupakan sumber informasi yang digali untuk mengungkap fakta-fakta di lapangan.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka penentuan subjek penelitian dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan secara jelas dan mendalam.44 Penentuan subjek penelitian atau responden dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling. Informan merupakan orang yang dimintai keterangan mengenai objek penelitian dan mengetahui serta memahami masalah yang diteliti.

Adapun ciri-ciri khusus purposive sampling menurut Lincoln dan Guba dalam Sugiyono, yaitu sebagai berikut:Pertama, adjustment emergent sampling design/sementara, kedua serial selection of sample unit/menggelinding seperti bola salju (snowball), ketiga continous or focusing of the sample/disesuaikan dengan kebutuhan, keempat selection to the point of redundancy/dipilih sampai jenuh.45 Berdasarkan uraian di atas, maka yang

44 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, (Bandung: Alfabeta, 2014), h. 300

45Sugiyono, memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta), h.112.

menjadi subjek dalam penelitian ini adalah guru, tokoh masyarakat dan remaja di Desa Desa Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma.

D. Teknik Pengumpulan Data

Berdasarkan petunjuk di atas, maka dalam skripsi ini teknik pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi.

a. Observasi

Setelah melakukan wawancara mendalam yang merupakan metode utama dalam pengumpulan data, peneliti melakukan observasi/pengamatan. Secara sederhana observasi/pengamatan dapat diartikan sebagai proses melihat situasi penelitian, dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pendidikan agama pada anak dalam keluarga pekerjaan ganda teknik observasi ini didasarkan atas pengalaman secara langsung, karena pengalaman secara langsung merupakan alat yang ampuh untuk mengetes suatu kebenaran. Ini dilakukan jika data yang diperoleh kurang meyakinkan.46

Observasi yang peneliti lakukan dalam penelitian ini adalah observasi langsung. Peneliti mengamati aktivitas yang ada di Desa Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma. Metode ini digunakan untuk mendapatkan data yang lebih lengkap, tajam, dan mengetahui tingkat kemampuan yang tampak. Dalam penelitian ini, hal-hal yang akan diobservasi adalah Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dan Tokoh Agama Dalam Menangani Remaja Berperilaku Agresif Negatif Di Desa Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma.

46 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, (Bandung: Alfabeta, 2014), h. 330

b. Wawancara

Metode pertama yang peneliti gunakan dalam mengumpulkan data di lapangan adalah dengan wawancara mendalam. Devito mengatakan bahwa

“wawancara adalah bentuk khusus komunikasi antar pribadi.”47 Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan wawancara secara langsung dan mendalam agar mendapatkan data yang akurat dan jelas. Metode ini peneliti gunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data mengenai remaja berperilaku agresef negatif di Desa Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma, Adapun pihak yang akan diwawancarai oleh peneliti yaitu orang tua anak dalam keluarga pekerjaan ganda yang akan diteliti di Desa Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma.

c. Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah metode yang digunakan dalam menelusuri data historis. Metode ini digunakan untuk mendapatkan sumber data yang berkaitan dengan penelitian seperti data yang di dapat dari kepala desa setempat, orang tua, serta di kantor desa.

E. Teknik Keabsahan Data

Dalam penelitian ini, teknik keabsahan data dilakukan dengan yaitu:

Triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Triangulasi berarti membandingkan dengan

47Joseph A Devito. Komunikasi Antar Manusia, Alih Bahasa Agus Maulana (Jakarta :Profesional Books 1997), h. 281.

mengecek kembali suatu informasi yang diperoleh menurut Moleong triangulasi dilakukan dengan langkah berikut:48

a. Membandingkan data hasil pengamatan dan data hasil wawancara.

b. Membandingkan yang dikatakan orang didepan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi.

c. Membandingkan dengan apa yang dikatakan orang-orang dengan situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu.

d. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang.

e. Membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan.

Menurut Sugiyono ada tiga macam triangulasi yaitu:

1. Triangulasi sumber

Untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber, Data yang telah dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu keseimpulan selanjutnya dimintakan kesepakatan (Member check) dengan sumber data tersebut.

2. Triangulasi Teknik

Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya diperoleh dengan wawancara lalu dicek dengan

48Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, h. 178.

observasi, dokumentasi. Bila dengan teknik pengujian kredibilitas data tersebut menghasilkan data yang berbeda maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan untuk memastikan data mana yang dianggap benar.49

3. Triangulasi Waktu

Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data, data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara kepada narasumber untuk memberikan data yang lebih valid. Untuk itu, dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan cara wawancara, observasi, dan teknik lain. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang sehingga ditemukan kepastian datanya.50

F. Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian kualitatif merupakan proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan di interpretasikan. Kegiatan analisis dalam penelitian kualitatif merupakan rekonstruksi dari konstruksi data sebelumnya.

Teknik analisis data yang akan digunakan, menggunakan model interaktif dari Miles and Huberman mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus

49 Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya (Jakarta:PT Bumi Aksara, 2008), h. 81

50

sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data yaitu, data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.51 1. Data Reduction (Reduksi Data )

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan.

2. Data Display ( Penyajian Data )

Dalam penelitian kualitatif penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, Flowchart dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles dan Huberman menyatakan ”the most frequent form of display data for qualitative research data in the past has been narrative text”. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif, selanjutnya peneliti menyajikan data dalam bentuk naratif.

3. Conclusion Drawing/verification( Kesimpulan/Verifikasi )

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan suatu temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada, temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih belum tau kejelasanya sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kasual atau interaktif, hipotesis, atau teori. Verifikasi dilakukan sepanjang proses

51Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen Pendekatan: Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi (Mixed Methods ) Penelitian Tindakan ( Action Research ) Penelitian Evaluasi ( Bandung:

Alfabeta, 2013 ), h. 404.

penelitian berlangsung sejalan dengan memberi check list dan triangulasi sehingga menjamin makna dan hasil penelitian.52

Dalam hal ini peneliti memproses secara sistematika data-data akurat terkait dengan Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dan Tokoh Agama Dalam Menangani Remaja Berperilaku Agresif Negatif yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi sehingga hasil penelitian yang diperoleh dapat dipahami dan dicermati dengan mudah oleh pembaca.

52 Margono, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Rosdakarya, 2007), h. 181

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Wilayah Penelitian 1. Sejarah Singkat Desa Dusun Baru

Desa Dusun Baru adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma, Dahulunya dipimpin oleh kepala desa yang bernama Razik (Almarhum) yang bertempat tinggal di Desan Dusun Baru jumlah kepala keluarga pada zaman dahulu yaitu 40 KK.

Desa Dusun Baru mulai berdiri pada tahun 1983 dengan tiga dusun yaitu dusun Padang Cekur, Dusun Baru dan Dusun Pasar Talo. Terbentuknya Desa Dusun Baru dimulai pada tahun 1983. Pada saat itu berjumlah 115 KK.53 Kegiatan Desa Dusun Baru banyak digunakan untuk menata kelembagaan kelompok masyarakat walaupun masih bersifat sederhana, penataan kelompok-kelompok pertanian, pada saat ini kegiatan kelompok masyarakat ini banyak bekerja pada sector pertanian dan kelompok kecil pada sector perkebunan. Namun karena para pendatang waktu itu berasal dari desa maka banyak juga yang mengembangkan hewan ternak di Desa Dusun Baru. Keberadaan Desa Dusun Baru terletak di sebelah timur dan di sebrang sungai Air Talo. dibawah pimpinan Bapak Razik sebagai Depati pada tahun 19 An Desa Dusun Baru tidak pernah pindah tempat atau pindah nama.

53 Dokumen Desa Dusun Baru 2021

Selanjutnya pada tahun 2003 kepala Desa PJS dijabat oleh Bapak Amri Amin. Masyarakat Desa Dusun Baru untuk pertama kalinya melakukan pemilihan kepala Desa setelah pemekaran dengan cara seperti pemilihan Kepala Desa pada saat sekarang ini, dengan beberapa calon kades yang sebelumnya melakukan dua visi dan misi dalam rencana pembangunan Desa Dusun Baru pada pemilihan Kepala Desa tahun 2005 yang terpilih menjadi kepala desa adalah bapak Asmana, dengan pesatnya pembangunan dan tingginya kepercayaan masyarakat selama 5 tahun terakhir beliau terilih kembali untuk kedua kalinya pada tahun 2011, untuk menduduki jabatan kepala Desa periode 2011-2017 yang pada saat itu diikuti oleh 4 calon kepala desa, setelah berakhirnya masa jabatan Bapak Ibran maka di tahun 2017 diadakan lagi pemilihan Kepala Desa Baru yang pada saat itu diikuti oleh 5 calon kepala desa dan pemilihan tersebut dimenangkan oleh Bapak Ibran dengan masa jabatan Tahun 2017-2023.

2. Letak Geografi Dan Topografi Desa Dusun Baru

Desa Dusun Baru terletak di dalam wilayah Kecamatan Seluma Provinsi Bengkulu yang berbatasan dengan:

Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Padang Cekur Kecamatan Ilir Talo.

Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Nanti Agung Kecamatan Ilir Talo.

Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Padang Batu Kecamatan Ilir Talo.54

Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Pasar Talo kecamatan Ilir Talo.

54 Dokumen Desa Dusun Baru 2021

Desa Dusun Baru dengan luas wilayah 1178 Ha dimana 73%

berupa daratan yang bertopografi berbukit-bukit, dan 27% daratan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian yang dimanfaatkan untuk persawahan serta pemukiman penduduk. Keadaan Iklim Desa Dusun Baru, sebagaimana Desa-Desa lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim kemarau dan penghujan, hal tersebut tidak mempengaruhi pertanian padi yang tetap bisa panen 3 kali dalam setahun.

3. Visi Dan Misi Desa Dusun Baru a. Visi Desa Dusun Baru

Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa, menyusun Visi Desa Dusun Baru ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan di Desa Dusun Baru seperti pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga masyarakat desa dan masyarakat desa pada umumnya. Dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal di desa sebagai satu satuan kerja wilayah pembangunan di kecamatan, maka Visi Desa Dusun Baru adalah :55

“Tercapainya Masyarakat Yang Aman, Sejahtera Melalui Pertanian, Perkebunan Dan Optimalisasi Pelayanan Publik”

55Sumber Data : Kantor Kepala Desa Dusun Baru, diambil pada tanggal 13 November 2021.

b. Misi Desa Dusun Baru

Selain penyusunan visi juga telah di tetapkan misi-misi yang memuat sesuatu penyataan yang harus di laksanakan oleh Desa agar tercapainya visi desa tersebut. Visi berada di atas Misi pernyataan visi kemudian di jabarkan ke dalam misi agar dapat di operasionalkan atau di kerjakan adapun Misi Desa Dusun Baru adalah :

1) Menciptakan pelayanan yang merata, berkeadilan tepat waktu dan tepat guna.

2) Mewujudkan penyelenggaraan pertanian yang bermutu menyesuaikan Topografi desa dan memaksimalkan potensi yang ada.

3) Memberikan pembinaan dan pengembangan kreativitas masyarakat di bidang ketrampilan untuk menciptakan lapangan kerja.

c. Demografi Desa Dusun Baru

Berikut gambaran jumlah penduduk di Desa Dusun Baru 1277 jiwa, yang terdiri dari laki-laki : 640 jiwa, perempuan : 637 jiwa dan KK 7360 KK, yang berbagi dalam 3 (tiga) wilayah dusun, dengan rincian terlampir:56 Tingkat pendidikan masyarakat Desa Dusun Baru Terlampir. Karena Desa Dusun Baru merupakan Desa Pertanian maka sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani, selengkapnya data terlampir. Pengunaan Tanah di Desa Dusun Baru sebagian besar di peruntukkan untuk tanah pertanian sawah dan

56Sumber Data : Kantor Kepala Desa Dusun Baru, diambil pada tanggal 13 November 2021.

perkebunan sedangkan sisanya untuk Tanah kering yang merupakan bangunan dan fasilitas-fasilitas lainnya. Jumlah kepemilikan hewan ternak oleh penduduk Desa Dusun Baru. Data Terlampir. Kondisi sarana prasarana umum Desa Dusun Baru Secara Garis Besa, data terlampir.

Dari data jumlah penduduk tersebut, penduduk Desa Dusun Baru tersebut berasal dari berbagai daerah yang berbeda-beda, dimana mayoritas penduduknya yang paling dominan berasal dari provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Rejang, Batak dan padang. Sehingga tradisi-tradisi musyawarah untuk mufakat, gotong-royong dan kearifan lokal yang lain sudah di lakukan oleh masyarakat sejak adanya Desa Dusun Baru dan hal tersebut secara efektif dapat menghindarkan adanya benturan-benturan antar kelompok masyarakat. 57

B. Hasil Penelitian

Untuk melihat hasil dari gambaran Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dan Tokoh Agama Dalam Menangani Remaja Berperilaku Agresif Negatif Di Desa Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma maka berdasarkan hasil dari penelitian penulis di lapangan, melalui observasi, wawancara serta dokumentasi sebagai pelengkap penyajian hasil skripsi ini.

Maka dapat penulis mendeskripsikan temuan-temuan diantaranya sebagai berikut:

57Hasil Observasi Di Desa Dusun Baru, 13 November 2021.

1. Bagaimana Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dan Tokoh Agama dalam Menangani Remaja Berperilaku Agresif Negatif maka peneliti wawancara langsung dengan bapak Ibran selaku kepala desa beliau mengatakan:

Melihat remaja zaman sekarang terutama di desa Dusun Baru banyak kegiatan yang negatif ketimbang positif, kira-kira 60% banding 40%, ditambah lagi banyaknya komunitas yang kurang mendukung kegiatan positif, ada komunitas game, komunitas motor dan sebagainya.”58.59

Sedangkan hasil wawancara dengan bapak Joko selaku tokoh masyarakat beliau mengatakan:

“Sering terjadi perkelahian antar pemuda, hal ini juga dia tidak sendirian tetapi mengajak teman- temannya untuk ikut serta, sehingga hal tersebut mendorong teman-temannya untuk berperilaku yang tidak baik.”60

Sedangkan hasil wawancara dengan Bapak Razin selaku Imam Masjid beliau mengatakan:

“Agresif yang sering terjadi di desa Dusun Baru seperti bertengkar dengan temannya, saling menghina, berkelahi, mencuri berbohong, menonton film fornografi, menjaili temannya sendiri, melawan orang tua, balapan motor, berkata kotor, semisal itu kalau bertengkar biasanya dalam skala kelompok dalam artian begini mereka biasanya saling melontarkan guyon dengam memanggil dirinya dengan sebutan nama orang tuanya.”61

Dari hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan dapat disimpulkan bahwa kerjasama antara guru pendidikan agama Islam dan Tokoh masyarakat dan tokoh agama sudah ada. Karena semua guru bertanggung jawab dalam menumbuhkan kesadaran shalat zuhur berjamaah, terutama guru pendidikan agama Islam dengan tokoh agama. Jadi harus ada kerjasama antara guru

58 Hasil Wawancara Dengan tokoh agama Bapak Joko, Tanggal 20 November 2021

59 Hasil Wawancara Dengan Bapak Ibran, Tanggal 20 November 2021

60 Hasil Wawancara Dengan tokoh agama Bapak Joko, Tanggal 20 November 2021

61 Hasil Wawancara Dengan Bapak Razin, Tanggal 22 November 2021

pendidikan agama Islam dengan tokoh agama. Dan di desa Dusun Baru ini sinergi atau kerjasama antara guru pendidikan agama Islam dengan tokoh agama itu sudah terjalin tapi belom sempurnah karena keterbatasan waktu.

2. Apakah benar ada beberapa remaja yang melakukan prilaku agresif di desa dusun Baru

Untuk mengetahui hal ini Maka peneliti melakukan wawancara dengan bapak Yunarmanselaku tokoh masyarakat beliau mengatakan:

“Ada kerjasama yang dilakukan guru pendidikan agama Islam dan tokoh agama disini,seperti mereka saling bantu dalam menjalankan kegiatan program, terus mereka juga mengadakan bentuk kerjasama alih tanggan kasus dan konferensi kasus, dalam kegiatan ini mereka bersama-sama dalam mengatasi permasalahan remaja ,kemudian kami disini juga mengadakan kegiatan penyuluhan 6 bulan setahun sekali. Nah didalam kegiatan ini semua guru bersinergi atau bekerjasama semua tapi guru pendidikan agama Islam dan tokoh agama la yang lebih bekerjsama karena disini untuk mengatasi anak yang nakal. Dan terakhir guru pendidikan agama Islam selalu mengadakan acara imtaq setiap jum’at nah bekerjasama dengan orang tua.

Sedangkan hasil wawancara dengan ibu feka selaku tokoh agama dan guru PAI beliau mengatakan:

“bentuk kerjasama kami dalam menumbuhkan kesadaran shalat zuhur berjamaah, kerjasama kami yang. Pertama, kegiatan program konseling Islami, kegitan konseling Islami ini merupakan program yang dilakukan antara saya dengan tokoh masyarakat, kegitan konseling Islami ini dilakukan selama 2 jam.

Kegitan ini kami lakukan dengan bersama-sama terjun langsung kelapangan untuk memberikan pengetahuan atau nasehat kepada remaja. Dan kegiatan ini saya lakukan dengan tokoh masyarakat yang sering melakukan tindak kenakalan seperti berkelahi. Adapun kegiatan konseling Islami ini kami lakukan dikelas, seperti guru pendidikan agama Islam memberikan nasehat kepada anak yang baru melakukan kesalahan. Akan tetapi jika anak tersebut sudah berulang kali melanggar tata tertib sekolah maka saya baru memanggil secara pribadi dengan anak tersebut untuk diberikan bimbingan secara individu.

Kedua, alih tanggan kasus dan konferensi kasus. Bentuk kerjasama seperti ini antara saya dengan tokokh agama sangat penting karena dalam melimpahkan penanganan suatu kasus. Misalnya, siswa yang kurang mendapatkan pembelajaran agama Islam dan sering melanggar tata tertib

sekolah seperti, merokok, membolos, dan dikerenakan orang tuanya sibuk bekerja, maka kasus ini seperti ini

dilimpahkan kepada guru pendidikan agama Islam, selanjutnya konferensi kasus, konferensi kasusu adalah suatu pertemuan yang dilakukan untuk membahas permasalahan yang dialami peserta didik dalam suatu forum yang dihadiri oleh pihak-pihak terkait seperti:guru pembimbing, wali kelas, guru mata pelajaran, kepala sekolah atau ahli yang diundang. Yang diharapkan masing-masing dapat memeberikan masukan data atau keterangan demi kejelasan serta kemudahan bagi terselesaikannya masalaah yang dihadapi siswa.

Ketiga, kegiatan penyuluhan. Kegitan penyuluhan ini merupakan salah satu bentuk kerjasama saya dengan sekolah dan terutama sekali dengan guru pendidikan agama Islam. Karena penyuluhan ini merupakan cara dalam mengatasi kenakalan siswa dan menjadikan siswa yang bergama dan bermoral.

Dalam kegitan penyuluhan ini tadi sudah jelaskan dengan ibu Zuhani.

Keempat, kegitan imtaq. Kegiatan ini saya membantu ibu Zuhai dalam melaksanakan kegiatan imtaq ini. Karena nilai-nilai agama di berikan kepada siswa, pengetahuan-pengetahuan Islam. Dan kegiatan ini juga merupakan salah satu dalam meningkatkan keimanan dan mengatasi kenakalan siswa.

Dari hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan dapat disimpulkan bahwa bentuk kerjasama antara guru pendidikan agama Islam dengan tokoh agama disini yaitu guru pendidikan agama Islam itu memberikan pengetahuan kepada siswa tentang kenakalan siswa dalam Islam dibimbing, dibina secara kelompok dengan cara konseling Islami dan tokoh agama itu secara individu, dimana hal ini berhadapan secara pribadi dengan anak agar permasalahan yang anak hadapi bisa dibantu untuk menyelesaikannya. Jadi bentuk kerjasama antara guru pendidikan agama Islam dengan tokoh agama di Desa Dusun Baru ada empat yaitu:

1. Bentuk kerjasama dalam kegiatan sosial Islami

Dalam kegitan Islami ini, antara guru pendidikan agama Islam dan tokoh agama itu melakukan kerjasama baik itu dalam masyarakat. Kegitan ini seperti guru pendidikan agama Islam memberikan pengetahuan pada tokoh

agama tentang pentingnya memotivasi dan mendidik anak agar terhindar dari perilaku negatif.

2. Bentuk kerjasama dalam alih tangan kasus

Dalam hal alih tanggan kasus, guru pendidikan agama Islam sangat berperan karena guru pendidikan agama Islam menagani kasus anak-anak yang kurang mendapatkan pendidikan Islam dilingkungan kelurga. Dan kasus ini merupakan limpahan penganganan dari tokoh agama.

3. Bentuk kerjasama dalam kegiatan penyuluhan

Kerjasama dalam kegiatan penyuluhan ini, semua instansi sekolah ikut serta terutama guru pendidikan agama Islam. Kerana dalam kegiatan penyuluhan ini, menyampaikan dan memberi pengetahuan kepada siswa tentang narkoba, kedisiplinan dam akhlak remaja dalam Islam serta dampaknya bagi remaja itu sendiri.

4. Bentuk kerjasama dalam kegiatan imtaq

Kegitan imtaq yang diadakan satu minggu sekali ini, merupakan salah satu pola kerjasama antara guru pendidikan agama Islam dengan guru tokoh agama dalam meningkatkan akhlak siswa.

3. Bagaimana pendapat bapak terhadap perilaku remaja yang ada di desa dan di tempat bapak bekerja yaitu di SMA Negeri 8 Seluma??

Dalam hal peneliti melakukan wawancara dengan ibu Reni beliau mengatakan:

“Sebagian remaja di desa Dusun Baru dan peserta didik yaitu siswa yang saya ajarkan di sekolah rata-rata berperilaku baik, namun sebagian remaja lain akhir-akhir ini sering ada masalah dengan remaja desa lain. Ada yanag sering

Dalam dokumen upaya guru pendidikan agama islam dan tokoh (Halaman 60-68)

Dokumen terkait