BAB III METODE PENELITIAN
F. Teknik Analisis data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengh) dan peluang (opportunity), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknes) dan ancaman (threat). kekuatan (strengh), peluang (opportunity), kelemahan (weaknes) dan ancaman (threat) merupakan faktor-faktor strategis perusahaan yang perlu dianalisis dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut pula analisis situasi dengan model analisis SWOT. Model yang populer untuk analisis situasi adalah analisis SWOT dengan menggunakan Matrix External Fac- tor Evaluation dan Matrix Internal Faktor Evaluation.
a. Matriks External Factor Evaluation (EFE)
Ada lima tahap penyususnan Matriks Eksternal Factor Evaluation (EFE):
1) Tentukan faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman.
2) Beri bobot masing-masing faktor mulai dari 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting), faktor-faktor tersebut kemungkinan dapat memberikan dampak terhadap faktor strategis. Jumlah seluruh bobot harus sama dengan 1,0.
3) Menghitung rating untuk masing-masing factor dengan memberikan skala mulai 1 sampai 4, dimana 4 (respon sangat baik), 3 (respon diatas rata-
33
rata), 2 (respon rata-rata), 1 (respon dibawah rata-rata). Rating ini berdasarkan pada efektivitas strategi perusahaan, dengan demikian nilainya berdasarkan pada kondisi perusahaan.
4) Kalikan masing-masing bobot dengan rating-nya untuk mendapatkan score.
5) Jumlahkan semuanya score untuk mendapatkan total score perusahaan.
Nilai total ini menunjukkan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis eksternalnya.80 Total score sebesar 1,0 menunjukkan strategi-strategi perusahaan tidak memanfaatkan peluang- peluang atau tidak menghindari ancaman-ancaman eksternal.
b. Matriks Internal Faktor Evaluation (IFE)
Ada lima tahap penyusunan Matriks Internal Faktor Evaluation (IFE):
1) Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan.
2) Beri bobot masing-masing faktor mulai dari 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting)
3) Bobot yang diberikan kepada masing-masing faktor mengindentifikasikan tingkat penting relative dari factor terhadap keberhasilan perusahaan dalam suatu industri. Tanpa memandang apakah faktor kunci itu adalah kekuatan atau kelemahan internal, faktor-faktor yang dianggap memiliki pengaruh paling besar dalam kinerja organisasi harus diberi bobot yang tinggi. Jumlah seluruh bobot harus sama dengan 1,0. Berikan rating 1 sampai 4 bagi masingmasing faktor untuk menunjukkan apakah faktor tersebut memiliki kelemahan yang besar (rating=1), kelemahan yang kecil (rating=2), kekuatan yang kecil (rating=3) dan kekuatan yang besar
(rating=4). Jadi sebenarnya, rating mengacu pada perusahaan sedangkan bobot mengacu pada industri dimana perusahaan itu berada.
4) Kalikan masing-masing bobot dengan rating-nya untuk mendapatkan score.
5) Jumlahkan total score masing-masing variabel. Berapapun faktor yang dimasukkan dalam matriks IFE, total rata-rata tertimbang berkisar antara yang rendah 1,0 dan tertinggi 4,0 dengan rata-rata 2,5. Jika total rata-rata dibawah 2,5 menandakan bahwa secara internal lemah, sedangkan total nilai diatas 2,5 mengidentifikasikan posisi internal yang kuat.
c. Matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary)
Ada lima tahap penyusunan Matriks Internal Factors Analysis Summary (IFAS):
1) Tentukan factor-factor yang menjadi kekuatan dan kelemahan.
2) Beri bobot masing-masing faktor mulai dari 1,0 (sangat penting), sampai dengan 0,0 (tidak penting). Bobot yang diberikan kepada masing-masing faktor mengidentifikasikan tingkat penting relatif dari faktor terhadap keberhasilan perusahaan dalam suatu industri. Tanpa memandang apakah faktor kunci itu adalah kekuatan atau kelemahan internal, faktor yang dianggap memiliki pengaruh paling besar dalam kinerja organisasi harus diberikan bobot yang tinggi. Jumlah seluruh bobot harus sama dengan 1,0.
3) Berikan rating 1 sampai 4 bagi masing-masing faktor untuk menunjukkan apakah faktor tersebut memiliki kelemahan yang besar (rating = 1), kelemahan yang kecil (rating = 2), kekuatan yang kecil (rating = 3) dan kekuatan yang besar (rating = 4). Jadi sebenarnya, rating mengacu pada
35
perusahaan sedangkan bobot mengacu pada industri dimana perusahaan berada.
4) Kalikan masing-masing bobot dengan rating-nya untuk mendapatkan score.
5) Jumlahkan total skor masing-masing variabel.
Berapapun banyaknya faktor yang dimasukkan dalam matriks IFAS, total rata-rata tertimbang berkisar antara yang rendah 1,0 dan tertinggi 4,0 dengan ratarata 2,5. Jika total rata-rata dibawah 2,5 menandakan bahwa secara internal perusahaan lemah, sedangkam total nilai diatas 2,5 mengidentifikasikan posisi internal yang kuat.
d. Matriks EFAS (Eksternal Factor Analysis Summary)
Ada lima tahap penyusunan Matriks Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS):
1) Tentukan faktor-faktor yang menajdi peluang dan ancaman.
2) Beri bobot masing-masing faktor mulai dari 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting). Faktor-faktor tersebut memungkinkan dapat memberikan dampak terhadap faktor strategis. Jumlah seluruh bobot harus sama dengan 1,0.
3) Menghitung rating untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 1 sampai 4, dimana 4 (respon sangat bagus), 3 (respon diatas rata-rata), 2 ( respon rata-rata), 1 ( respon dibawah ratarata). Rating ini berdasarkan pada efektivitas strategi perusahaan, dengan demikian nilainya berdasarkan kondisi perusahaan.
4) Kalikan masing-masing bobot dengan rating-nya untuk mendapatkan score.
5) Jumlahkan semua score untuk mendapatkan nilai total score perusahaan.
Sudah tentu bahwa dalam EFAS Matrix, kemungkinan nilai tertinggi total score adalah 4,0 dan terendah 1,0. Total score 4,0 mengidentifikasikan bahwa perusahaan merespon peluang yang ada dengan cara yang luar biasa dan menghindari ancaman-ancaman di pasar industrinya. Total score sebesar 1,0 menunjukkan strategi-strategi perusahaan tidak memanfaatkan peluang-peluang atau tidak menghindari ancaman-ancaman eksternal.
e. Matriks SWOT
Tabel 2. Matriks SWOT
EFAST
IFAS
STRENGTH (S)
Daftar semua kekuatan yang dimiliki
WEAKNESS (W)
Daftar semua
kelemahan yang dimiliki
OPPORTUNITIES (O)
Daftar semua peluang yang dapat diidentifikasi
STRATEGI SO Gunakan semua kekuatan yang dimiliki untuk
memanfaatkan peluang yang ada
STRATEGI WO Atasi semua kelemahan dengan memanfaatkan peluang yang ada THREATS (T)
Daftar semua ancaman yang dapat diidentifikasi
STRATEGI ST Gunakan semua kekuatan yang ada untuk
menghindari ancaman yang ada
STRATEGI WT Tekan semua
kelemahan dan cegah semua ancaman
37
Sumber : Analisis SWOT teknik membedah kasus bisnis oleh: Freedy Rangkuti.
a. Strategi SO
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu memanfaatkan seluruh kekuatan untuk membuat dan memanfaatkan peluang sebesar- besarnya.
b. Strategi ST
Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman
c. Strategi WO
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara mengatasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki
d. Strategi WT
Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defenisifdan berusahan meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
f. Diagram SWOT
Langkah selanjutnya adalah menelaah melalui diagram analisis SWOT dengan membuat titik potong antara sumbu X dan sumbu Y, dimana nilai dari sumbu X di dapat dari selisih antara total Strength dan total Weakness, sedangkan untuk nilai sumbu Y didapat dari selisih antara Opportunities dan total Threat.
Diagram analisis SWOT menghasilkan empat kuadran yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Kuadran 1 : kuadran ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan.
Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam
kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Strategi ini menandakan keadaan perusahaan yang kuat dan mampu untuk terus berkembang dengan mengambil kesempatan atau peluang yang ada untuk meraih onset yang maksimal.
b. Kuadran 2: kuadran ini menandakan bahwa perusahaan memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diverifikasi (produk/pasar).
c. Kuadran 3: kuadran ini jelas memperlihatkan bahwa kondisi perusahaan sangat lemah namun memiliki peluang yang besar untuk berkembang. Untuk perusahaan disarankan untuk mengubah strategi sebelumnya, karena dikhawatirkan perusahaan akan sulit menangkap peluang yang ada, serta perusahaan harus memperbaiki kinerja dari pihak internal.
d. Kuadran 4: kuadran ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, karena jelas terlihat bahwa dari pihak internal maupun eksternal sangat lemah, untuk ini diharapkan perusahaan disarankan untuk menggunakan strategi bertahan, dengan kinerja internalnya agar tidak semakin terpuruk.
39
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan
1. Sejarah Perusahaan CV idlan waranie perkasa
CV idlan waranie perkasa awal berdiri pada tahun 2014 dengan nama brand Bedda’lotong, atau bedak hitam merupakan ramuan alami wanita suku bugis jaman dahulu yang telah menjadi rahasia kecantikan secara turun temurun dari nenek moyang suku Bugis (Sulawesi Selatan).
Terinspirasi untuk melestarikan budaya owner CV idlan waranie perkasa kemudian mengemas bedda’lotong menjadi bentuk yang lebih modern yang saat ini memiliki brand dengan nama ”MABELLO”. Awal produksinya CV idlan waranie perkasa hanya memproduksi sekitar 1 - 2 pot lulur badan bedda’lotong dan dipasarkan kepada para kerabat dan masyarakat sekitar. Hingga saat ini CV idlan waranie perkasa telah memproduksi bedda’lotong hingga ribuan pot dari tahun ke tahun dan telah memiliki mitra bisnis di berbagai daerah seperti Kota Makassar, Bulukumba, Takalar, Palopo, Bone, Kota Kendari, Yogyakarta dan kota-kota Lainnya.
2. Visi dan Misi Perusahaan a. Visi Perusahaan
“Menjadi brand lokal terkemuka yang melestarikan budaya suku bugis Makassar”
b. Misi Perusahaan
1. Menyediakan produk dan pelayanan yang berkualitas.
2. Terus berinovasi, mempelajari ilmu dan menerapkan teknologi untuk kepuasan pelanggan.
3. Memberi kontribusi positif kepada masyarakat umum dan masyarakat sekitar utamanya dan peduli pada kelestarian lingkungan.
B. Struktur Organisasi
Gambar 2. Struktur Organisasi CV Idlan Waranie Perkasa
C. Strategi Peningkatan Efektivitas Kerja Karyawan CV Idlan Waranie Perkasa
Strategi meningkatkan efektivitas kerja yang diterapkan oleh manajemen sumber daya manusia pada CV idlan waranie perkasa menggunakan beberapa kebijakan yang disesuaikan dengan beberapa pertimbangan dan sasaran yang dituju. Beberapa kebijakan tersebut dapat di jelaskan sebagai berikut:
Direktur
Manajemen Keuangan Apoteker Quality
Control Kabag
produksi
Operator gudang Operator
produksi
Operator packing
41
1. Sistem Perekrutan dan Seleksi Sumber Daya Manusia
CV Idlan Waranie Perkasa terus berupaya meningkatkan kualitas SDM karena CV Idlan Waranie Perkasa meyakini bahwa kualitas SDM sangat berperan dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui perekrutan dan seleksi SDM yang berkualitas.
Metode yang digunakan dalam perekrutan calon karyawan CV Idlan Waranie Perkasa melalui seleksi lokal yang di lakukan langsung berdasarkan kebijakan pimpinan manajemen sumber daya manusia perusahaan.
Untuk melakukan perekrutan CV Idlan Waranie Perkasa terlebih dahulu menetapkan kompetensi seperti apa yang dibutuhkan oleh calon karyawannya.
Kompetensi yang dibutuhkan calon karyawan dalam perusahaan ini yaitu memiliki kepribadian yang jujur,rajin dan disiplin, serta CV Idlan Waranie Perkasa lebih memilih pelamar yang telah memiliki pengalaman minimal 1 tahun dibidangnya guna mempersingkat waktu penyesuain diri karyawan baru tersebut.
CV Idlan Waranie Perkasa telah menetapkan analisis jabatannya yang didukung oleh Standar yang umumnya ditetapkan adalah syarat pendidikan, jumlah yang dibutuhkan, jenis kelamin calon pelamar, dan umur calon pelamar.
CV Idlan Waranie Perkasa juga membedakan jenis kelamin untuk posisi karyawannya.
2. Sistem Penempatan Sumber Daya Manusia
CV Idlan Waranie Perkasa telah menetapkan kebijakan pengelolaan dalam rangka mendukung strategi pengelolaan SDM. Kebijakan tersebut mengatur berbagai aspek terkait manajemen SDM diantaranya mengenai strategi pengelolaan SDM, evaluasi jabatan, perencanaan tenaga kerja, recruitmen dan
seleksi, pengembangan pelatihan karyawan,pengelolaan talent, sistem manajemen kinerja karyawan serta aturan mengenai pemberhentian karyawan.
Dalam menetapkan penempatan posisi kerja karyawan manajemen sumber daya manusia selalu mempertimbangkan keahlian,kemampuan serta jenjang karir yang dimiliki oleh setiap karyawannya
3. Pengembangan Sumber Daya Manusia
Untuk mencapai peningkatkan efektivitas kerja yang telah ditargetkan, CV Idlan Waranie Perkasa mempunyai komitmen untuk terus mengembangkan potensi karyawan secara konsisten dan berkesinambungan melalui proses pembelajaran, antara lain menyelenggarakan berbagai pelatihan dan workshop.
pelatihan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan dalam meningkatkan produktivitas kerja, pengelolaan resiko, budaya perusahaan serta profesionalitas.
D. Hasil Penelitian
Setelah mengumpulkan semua informasi mengenai strategi manajemen sdm dalam meningkatkan efektivitas kerja karyawan CV Idlan Waranie Perkasa adalah dengan memanfaatkan semua informasi tersebut ke dalam model-model perumusan strategi dan sebaiknya menggunakan beberapa model sekaligus, agar dapat memperoleh analisis yang lengkap dan akurat.Model yang dipergunakan adalah Analisis Dekriptif, Matriks Internal /Eksternal, Matriks SWOT.
1. Analisis Deskriptif
Setiap Bisnis/Usaha, baik yang bergerak di bidang produk ataupun jasa, mempunyai tujuan untuk tetap hidup dan berkembang, tujuan tersebut dapat dicapai melalui upaya untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan tingkat
43
keuntungan atau laba operasional suatu bisnis. Hal ini dapat dilakukan, jika Bisnis/Usaha dapat menghasilkan dan meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas yang dapat menunjang keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Dengan melakukan penerapan strategi manajemen sdm yang akurat melalui pemanfaatan peluang dalam meningkatkan efektivitas kerja karyawan, sehingga posisi atau kedudukan Bisnis/Usaha di pasar dapat ditingkatkan atau dipertahankan.
2. Analisa Strategi SWOT
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini berdasarkan logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength), dan peluang (opportunity), namun secara bersama dapat meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (treath).
Dalam mengidentifikasi lingkungan internal meliputi kekuatan dan kelemahan dan lingkungan eksternal yang meliputi peluang dan ancaman pada CV idlan waranie perkasa, maka disajikan data-data yang diperoleh mengenai strategi manajemen sumber daya manusia dalam meningkatkan efektivitas kerja karyawan. Penulis telah melakukan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini.
1. Rekapitulasi Faktor Internal
Berikut ini hasil rekapitulasi terhadap faktor internal CV idlan waranie perkasa yaitu faktor kekuatan internal yang terdiri dari kekuatan (Strenght) dan kelemahan (Weakness).
a. Kekuatan (Strenght)
Kekuatan adalah kondisi internal yang menunjang suatu organisasi untuk mencapai objectif yang diinginkan yang dimiliki adalah:
1) Lingkungan kerja yang nyaman
2) Pelatihan dan workshop 3) Jobdesk pekerjaan
b. Kelemahan (Weakness)
Kelemahan adalah kondisi internal yang menghambat organisasi untuk mendapat objektif yang diinginkan yang dapat menghambat peningkatan efektifitas kerja karyawan pada CV idlan waranie perkasa.
1) Sarana dan prasarana kurang memadai 2) Jumlah karyawan kurang memadai 3) Sistem perekrutan lokal
Tabel 3. Nilai IFAS (Internal Factor Analys Summary)
Faktor Internal Bobot Rating Skor
Kekuatan
Lingkungan kerja yang nyaman 0,2 3 0,6
Pelatihan dan workshop 0,2 4 0,8
Jobdesk pekerjaan 0,2 3 0,6
Total 0,6 2,0
Kelemahan
Sarana dan prasarana kurang memadai 0,2 2 0,4
Jumlah karyawan kurang memadai 0,1 2 0,2
Sistem perekrutan lokal 0,1 2 0,2
Total
0,4 0,8
Total Internal
1 2,8
Sumber:Pengolahan Data Faktor Internal CV Idlan Waranie Perkasa
45
Berdasarkan hasil analisis faktor IFAS (Internal faktor analisys summary) pada tabel diatas diperoleh terlihat bahwa faktor kekuatan(Strenghts) mempunyai nilai sebesar 2,0 dengan kelemahan (Weakness) mempunyai nilai sebesar 0,8 .
Berdasarkan hasil perhitungan dari nilai skor faktor internal dalam strategi manajemen sumber daya manusia CV idlan waranie perkasa, yaitu faktor kekuatan (Strenghts) dengan faktor kelemahan (Weakness) diperoleh nilai X sebagai sumbu horisontal = 2,0 – 0,8 = 1,2. Dengan demikian, nilai sumbu X dalam diagram SWOT adalah sebesar 1,2.
2. Rekapitulasi Faktor Eksternal
Berikut ini beberapa rekapitulasi terhadap faktor eksternal CV idlan waranie perkasa yaitu faktor kekuatan eksternal yang terdiri dari peluang (Opportunity) dan ancaman (treath) yang dihadapi.
a. Peluang (Opportunity)
Peluang (opportunity) adalah kondisi eksternal yang menunjang suatu organisasi untuk mencapai objektifnya terdiri atas:
1) Adanya pelatihan terbuka dari luar perusahaan
2) Partisipasi konsumen dalam memberikan masukan terhadap kepuasan produk
3) Kesempatan meningkatkan kualitas sumber daya manusia b. Ancaman (Treath)
Ancaman (treath) adalah kondisi eksternal yang menghambat suatu organisasi untuk mencapai objektifnya, yang dihadapi antara lain:
1) Permasalahan dari lingkungan sosial yang mengakibatkan semangat kerja karyawan menurun
2) Kemajuan teknologi yang lebih canggih dengan kemampuan karyawan menguasai teknologi yang terbatas
3) Kebutuhan ekonomi yang lebih tinggi sehingga memungkinkan karyawan mencari pekerjaan lain dengan gaji yang lebih besar
Tabel 4. Nilai EFAS (Eksternal Factor Analys Summary)
Faktor Eksternal Bobot Rating Skor
Peluang
Adanya pelatihan terbuka dari luar perusahaan 0,2 3 0,6
Partisipasi konsumen dalam memberikan
masukan terhadap kepuasan produk 0,1 3 0,3
Kesempatan meningkatkan kualitas sumber
daya manusia 0,2 3 0,6
Total 0,5 1,5
Ancaman
Permasalahan dari lingkungan sosial yang mengakibatkan semangat kerja karyawan menurun
0,2 2 0,4
Kemajuan teknologi yang lebih canggih dengan kemampuan karyawan menguasai teknologi yang terbatas
0,1 1 0,1
Kebutuhan ekonomi yang lebih tinggi sehingga memungkinkan karyawan mencari pekerjaan lain dengan gaji lebih besar
0,2 1 0,2
47
Total
0,5 0,7
Total Eksternal 1 2,2
Sumber:Pengolahan Data Eksternal CV idlan Waranie Perkasa
3. Diagram Cartecius Analisis SWOT
Berdasarkan hasil analisis faktor EFAS (Eksternal faktor analisys summary) pada tabel diatas diperoleh terlihat bahwa faktor peluang (Opportunities) mempunyai nilai sebesar 1,5 dengan ancaman (Threaths) mempunyai nilai sebesar 0,7.
Berdasarkan hasil perhitungan dari nilai skor faktor internal dalam strategi manajemen sdm CV Idlan Waranie Perkasa, yaitu faktor peluang (Opportunities) dengan faktor ancaman (Threaths) diperoleh nilai Y sebagai sumbu vertikal = 1,5 – 0,7 = 0,8. Dengan demikian, nilai sumbu Y dalam diagram SWOT adalah sebesar 0,8.
Hasil perhitungan matriks IFAS (Internal faktor analisys summary) dan matriks EFAS (Eksternal faktor analisys summary) yang menghasilkan nilai total skor dari masing-masing faktor dapat dirinci, Kekuatan ( Strength) 2,0, Kelemahan ( Weakness) 0,8,Peluang (Opportunity) 1,5 dan Ancaman (Threat) 0 ,7 .Maka diketahui nilai Strength diatas nilai Weakness selisih (+) 1,2 dan nilai Opportunity diatas nilai Threat selisih (+) 0,8. Dari hasil identifikasi faktor–faktor tersebut maka dapat digambarkan dalam Diagram SWOT, dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 3. Diagram SWOT
Dimana :S – W = 2,0 - 0,8 = 1,2 0 – T = 1,5 – 0,7 =0,8
4. Matriks SWOT
Dari gambar diagram diatas, sangat jelas menunjukkan bahwa startegi ma- najemen sumber daya manusia CV Idlan Waranie Perkasa berada pada kuadran I, artinya meskipun perusahaan, menghadapi berbagai ancaman, CV Idlan Wa- ranie Perkasa masih memiliki kekuatan dari segi internal dan meskipun mempunyai kelemahan, CV Idlan Waranie Perkasa masih memiliki peluang dari segi eksternal. Strategi yang harus digunakan yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang dengan cara strategi Growt.
Kuadran I
-3 -2 -1 0 1 2 3
- 3 - 2 - 1 0 1 2 3
KELEMAHAN
ANCAMAN P E L U A N G
49
Tabel 5. Hasil Analisis SWOT
EFAS
IFAS
Strengths (S) Tentukan 1-10
Faktor-Faktor Kekuatan Internal 1) Lingkungan kerja
yang nyaman 2) Jobdesk
pekerjaan
3) Pelatihan dan workshop
Weakness (W) tentukan 1-10
Faktor-faktor Kelemahan Internal 1) Sarana dan
prasarana kurang memadai
2) Jumlah karyawan kurang memadai 3) Sistem perekrutan
lokal
Opportunities (O) Tentukan 1-10 Faktor- Faktor Peluang Eksternal 1) Adanya pelatihan
terbuka dari luar perusahaan
2) Partisipasi konsumen dalam memberikan masukan terhadap kepuasan produk
3) Kesempatan
meningkatkan kualitas sumber daya manusi
Strategi SO
1) Pelatihan dan workshop dapat dimanfaatkan dalam
meningkatkan kualitas sumber daya manusia
Strategi WO 1) Mengubah sistem
perekrutan lokal menjadi sistem terbuka
Treaths (T) Tentukan 1-10 Faktor-
Faktor Ancaman Eksternal
1) Permasalahan dari lingkungan sosial yang mengakibatkan
semangat kerja
karyawan menurun 2) Kemajuan teknologi
yang lebih canggih dengan kemampuan karyawan menguasai teknologi yang terbatas 3) Kebutuhan ekonomi
yang lebih tinggi sehingga
memungkinkan
karyawan mencari pekerjaan lain dengan gaji yang lebih besar
Strategi ST 1) Menjaga
lingkungan kerja yang baik 2) Meningkatkan
pengetahuan teknologi
Strategi WT 1) Memberikan
konpensasi/hadiah untuk
meningkatkan motivasi karyawan
Sumber: Data faktor internal dan eksternal CV idlan waranie perkasa Berdasarkan analisis tersebut di atas menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal.
Kombinasi kedua faktor tersebut ditunjukkan dalam diagram hasil analisis SWOT sebagai berikut :
51
a. Strategi SO (Mendukung Strategi Grwoth)
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Strategi SO yang bisa ditempuh adalah Strategi memanfaatkan seluruh kekuatan yang dimiliki oleh CV Idlan Waranie Perkasa yaitu, memanfaatkan Pelatihan dan workshop untuk meningkatkan kualitas SDM.
b. Strategi ST (Mendukung Strategi Diversifikasi)
Adalah Strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman. Strategi ST yang bisa ditempuh oleh CV Idlan Waranie Perkasa adalah Menjaga lingkungan kerja yang baik dan Meningkatkan pengetahuan teknologi.
c. Strategi WO (Mendukung Strategi Turn-Around)
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. Strategi WO yang bisa ditempuh oleh CV Idlan Waranie Perkasa yaitu, Mengubah sistem perekrutan lokal menjadi sistem terbuka.
d. Strategi WT (Mendukung Strategi Defensif)
Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. Strategi WT bisa ditempuh CV Idlan Waranie Perkasa yaitu, Memberikan
konpensasi/hadiah untuk meningkatkan motivasi karyawan.
52 BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan analisis dari penelitian yang telah dilakukan maka penulis dapat mengambil kesimpulan CV Idlan Waranie Perkasa telah melakukan beberapa strategi dalam peningkatan efektivitas kerja karyawan, adapun strategi yang dilakukan sebagai berikut; Strategi rekruitmen CV Idlan Waranie Perkasa sesuai dengan kebutuhan perusahaan, mempertimbangkan keahlian, keterampilan dan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan, pencapaian peningkatkan kinerja dengan mengembangkan potensi karyawan melalui proses pelatihan dan workshop. Hasil analisis SWOT yang digambarkan dengan menggunakan diagram SWOT menunjukkan strategi manajemen SDM berada dalam kuadaran I, dimana CV Idlan Waranie Perkasa memiliki kekuatan dan peluang sehingga strategi yang harus diterapkan adalah mendukung pertumbuhan yang agresif atau mengoptimalkan peluang yang progresif.
B. Saran
1. Kepada perusahaan
a. Penulis berharap perusahaan dapat meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana agar lebih memudahkan proses pekerjaan b. Tetap melakukan proses pelatihan dan workshop untuk
meningkatkan kualitas sdm c. Penambahan jumlah karyawan