• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Penelitian

Dalam dokumen pengaruh indenpendensi dan pemahaman good (Halaman 36-50)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif asosiatif karena adanya variabel-variabel yang akan ditelaah hubungannya serta tujuannya untuk menyajikan gambaran secara terstruktur, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan antar variabel yang diteliti. Sugiyono (2017), mendefinisikan penelitian deskriptif sebagai penelitian yang dilakukan untuk mengetahui keberadaa variabel beradaa variabel mandiri, baik yang hanya pada satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan menghubungkan dengan variabel lain (variabel mandiri adalah variabel yang berdiri sendiri, bukan variabel independen, karena variabel independen selalu dipasangkan dengan variabel dependen). Asosiatif menurut Sugiyono (2017:91), adalah penelitian yang bertujuan untuk menanyakan hubungn antara dua variabel atau bahkan lebih. Pendekatan deskriptif asosiatif dalam penelitian ini akan digunakan untuk mengidentifikasi dan menguji tentang pengaruh indenpendensi dan pemahaman Good Governance terhadap kinerja auditor.

B. Lokasi Dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Kantor Inspektorat Kabupaten Gowa sedangkan waktu penelitian sampai dengan tahap perampungan diperkirakan dalam jangka waktu 3 bulan, yakni Juli sampai September 2020

C. Defenisi Operasional Dan Pengkurannya 1. Variabel Bebas (Independent Variable)

Sugiyono (2017:60) mengatakan variabel bebas (independent variable) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab

perubahannya atau timbulnya variabel bebas (dependent variabele).

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas (independent variabelle) adalah Indenpendensi (X1) dan Pemahaman Good Governance (X2). Berikut penjelasan singkat mengenai variabel bebas tersebut:

a. Independesi (X1)

Indenpendensi artinya bebasdari pengaruh baik terhadap manajemen yang bertanggung jawab atas pemyususnan laporan maupun terhadap para pengguna laporan tersebut (fitrawansyah,2014:47).

b. Pemahaman Good Governance (X2)

Good Governance adalah tata kelola yang baik pada suatu usaha yang dilandasi oleh etika profesional dalam berusaha atau berkarya (Indonesia Institute Corporate Governance, (2007:167).

2. Variabel Terikat (Depedent Variable)

Sugiyono (2016:39), variabel terikat (dependent variable) adalah Variabel terikat (dependent variable) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.

Sesuai dengan masalah yang akan diteliti maka yang akan menjadi variabel terikat (dependent variable) adalah kinerja auditor (Y).

Kinerja auditor (Y) merupakan pekerjaan penilaian yang bebas (independen) di dalam suatu organisasi untuk meninjau kegiatan- kegiatan perusahaan guna memenuhi kebutuhan pimpinan (Sudiksa dan Karya, 2016)

Tabel 4. 1

Definisi Operasional Variabel Variabel Defenisi Dimensi Indikator

Skala Pengukur

an

Nomor Item Pernyataan Indenpend

ensi (X1)

Indenpenden si artinya bebas dari pengaruh baik terhadap manajemen yang

bertanggung jawab atas penyusunan laporan maupun terhadap para pengguna laporan tersebut.

(Fitrawansya h, 2014:47)

1. Programing Independenc e

1) Bebas dari tekanan atau intervensi manajerial atau friksi yang dimaksudkan untuk

menghilangkan (eliminate), menentukan (specify) atau mengubah (modify) apapun dalam audit.

2) Bebas dari intervensi apapun atau dari sikap tidak kooperatif yang berkenaan dengan penerapan prosedur audit yang dipilih.

3) Bebas dari upaya pihak luar yang memaksakan pekerjaan audit itu di-review diluar batas- batas kewajaran dalam proses audit

Ordinal 1 – 3

2. Investigative Independenc e

1) Akses langsung dan bebas atas seluruh buku, dan sumber informasi lainnya mengenai kegiatan organisasi.

2) Bebas dari upaya pimpinan

Variabel Defenisi Dimensi Indikator

Skala Pengukur

an

Nomor Item Pernyataan perusahaan

untuk

menugaskan atau mengatur kegiatan yang harus diperiksa atau

menentukan dapat diterimanya suatu evidential metter (sesuatu yang

mempunyai nilai pembuktian).

3) Kerjasama yang aktif dari

pimpinan perusahaan selama

berlangsungnya kegiatan audit.

4) Bebas dari kepentingan atau hubungan pribadi yang akan

menghilangkan atau membatasi pemeriksaan atas kegiatan, catatan atau orang yang seharusnya masuk dalam lingkup

pemeriksaan.

Ordinal 4 – 7

3. Reporting Independenc e

1) Bebas dari perasaan loyal kepada

seseorang atau merasa

berkewajiban kepada seseorang untuk mengubah dampak dari fakta yang

Variabel Defenisi Dimensi Indikator

Skala Pengukur

an

Nomor Item Pernyataan dilaporkan;

2) Menghindari praktik untuk mengeluarkan hal-hal penting dari laporan formal dan memasukkanny a ke dalam laporan informal dalam bentuk apapun; dan 3) Menghindari penggunaan bahasa yang tidak jelas (kabur, samar- samar) baik yang disengaja maupun tidak disengaja di dalam pernyataan, fakta, opini dan rekomendasi dalam interpretasi.

Ordinal 8 – 10

Pemaham an Good Governan ce (X2)

Good Governance adalah tata kelola yang baik pada suatu usaha yang

dilandasi oleh etika profesional dalam berusaha atau berkarya (Indonesia Institute Corporate Governance (2004:167) dalam Wulandari, 2019).

1. Supremasi Hukum (Rule of Law)

1) Memahami keharusan adanya peraturan perundang- undangan yang tegas dan konsisten yang mengatur pelaksanaan fungsi dan tugas.

2) Memahami keharusan adanya penegakkan hukum yang adil dan tidak diskriminatif.

3) Memahami keharusan adanya

Ordinal 1 – 3

Variabel Defenisi Dimensi Indikator

Skala Pengukur

an

Nomor Item Pernyataan kesadaran dan

kepatuhan terhadap hukum.

2. Akuntabilitas (Accountabili ty)

1) Memahami keharusan untuk mampu bertanggung jawab dan mempertanggu ngjawabkan segala aktivitas yang dilakukan

Ordinal 4

3. Transparans i (Openness)

1) Memahami keharusan adanya kejelasan mekanisme formulasi, implementasi dan evaluasi terhadap

kebijakan, program atau aktivitas

organisasi;

2) Memahami mengenai harus terbukanya kesempatan bagi

masyarakat untuk mengajukan tanggapan, usul, maupun kritik.

Ordinal 5 – 6

4. Profesionalis me

(profesionali sm)

1) Memahami keharusan dalam memiliki Skill atau keahlian yang professional.

2) Memahami keharusan dalam memiliki kemampuan dan kompetensi yang harus

Ordinal 7 – 8

Variabel Defenisi Dimensi Indikator

Skala Pengukur

an

Nomor Item Pernyataan dimiliki atas

semua

tanggung jawab dan tugas yang dibebankan.

5. Partsipasi (participation )

1) Adanya akses bagi seluruh komponen atau lapisan untuk ikut serta atau terlibat dalam pembuatan keputusan atau kebijakan.

2) Memahami keharusan akan penerimaan kritik dan saran dari masyarakat demi

mewujudkan kinerja yang lebih baik.

Ordinal 9 – 10

Kinerja Auditor (Y)

Kinerja auditor (inspektorat) merupakan pekerjaan penilaian yang bebas (independen) di dalam suatu organisasi untuk meninjau kegiatan- kegiatan perusahaan guna

memenuhi kebutuhan pimpinan (Sudiksa dan Karya, 2016)

1. Indenpenden si

1) Harus

melaksanakan pekerjaannya dengan kejujuran, kecermatan, tanggung jawab dan tekun.

2) Harus mentaati hukum dan melakukan pengungkapan sesuai hukum dan aturan profesi.

Ordinal 1 – 2

2. Objektif 1) Tidak terlibat dalam aktivitas atau hubungan yang

Variabel Defenisi Dimensi Indikator

Skala Pengukur

an

Nomor Item Pernyataan mengurangi

atau berpotensi mengurangi ketidakbiasan penilaian auditor.

2) Tidak menerima segala hal yang dapat

mengurangi penilaian

profesionalnya.

Ordinal 3 – 4

3. Confifentiality 1) Berhati-hati dalam penggunaan dan proteksi terhadap informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas.

Ordinal 5

4. Komepetensi 1) Hanya terlibat dalam

pekerjaan yang sesuai dengan pengetahuan, pengalaman dan

pengetahuanny a.

Ordinal 6

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Sugiyono (2016:80), menyatakan populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor yang bekerja pada Kantor Inspektorat Kabupaten Gowa. Populasi ini diambil tanpa membedakan jenis kelamin,

pendidikan, dan pengalaman kerja. Jumlah seluruh auditor internal pada Kantor Inspektorat Kabupaten Gowa adalah 49 orang.

2. Sampel

Teknik pengambilan sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberi peluang yang sama setiap populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sunyoto, 2016), dengan metode pemilihan sampel secara sederhana (simple random sampling) yaitu teknik pengambilan yang dilakukan secara acak terhadap kumpulan individu dalam populasi.

Dalam penelitian ini jumlah sampel yang ditujukan kepada auditor internal di Inspektorat Kabupaten Gowa berjumlah 49 responden dengan cara di antar langsung dan diharapkan semua kuesioner dapat kembali.

E. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi

Observasi adalah metode pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadp objek penelitian. Observasi dapat dilaksanakan secara langsung maupun tidak langsung.

2. Dokumentasi

Dokumentasi adalah cara mengumpulkan data dengan mendokumentasikan dokumenyang mendukung pemecahan masalah penelitian seperti dokumen tentang profil lokasi penelitian.

3. Kuisioner

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan cara member seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuesioner tertutupyaitu

kuesioner yang sudah disediakna jawabannya, adapun alasan penulis menggunakan kuesioner ini adalah:

a. Kuesioner tertutup memberikan kemudahan bagi responden dalam memberikan jawaban.

b. Kuesioner tertutup memudahkan bagi peneliti melakukan analisis data terhdap seluruh angket yang telah terkumpul.

c. Keterbatas biaya dan waktu.

Dalam pengukurannya, setiap responden diterima pendapatnya mengenai suatu jawbannya. Pada umumnya opsi jawabannya terdiri dari 5 (lima) dan masing – masing mempunyai nilai yang berbeda, hal ini dapat dilihat pada table berikut ini:

Tabel 4. 2

Alternatif Jawaban Kuesioner

Ukuran Jawaban Skor

Selalu / Sangat Setuju 5

Sering / Setuju 4

Kadang-Kadang / Cukup Setuju 3

Hamper Tidak Pernah / Kurang Setuju 2

Tidak Pernah / Tidak Setuju 1

F. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan suatu proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan di interpretasikan. Dengan menggunakan metode kuantitatif, diharapkan akan didapatkan hasil pengukuran yang lebih akurat tentang respon yang diberikan responden, sehingga data yang berbentuk angka tersebut dapat diolah dengan menggunakan metode statistic

1. Analisis Statistik Deskriptif

Analisis statistik deskriptif digunakan untuk memberi gambaran umum mengenai demografi responden dalam penelitin dan deskripsi

mengenari variable-variabel penelitian (indenpendensi, pemahaman Good Governance dan kinerja auditor).

2. Uji Validitas dan Reabilitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis butir. Korelasi yang digunakan adalah person product moment. Jika koerisien korelasi (r) bernilai positif dan lebih besar dari r tabel, maka dinyatakana bahwa butir pernyataan tersebut valid atau sah. Jika sebaliknya, bernilai negatif, atau positif namun lebih kecil dari r tabel, maka butiran pernyataan dinyatakan invalid dan harus dihapus.

Uji reabilitas dilakukan setelah uji validitas dan hanya dilakukan untuk pertanyaan-pertanyaan yang telah dianggap valid. Uji reabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk, kehandalan berkaitan dengan estimasi sejauh mana suatu alat ukur apabila dilihat dari stabilitas atau konsistensi internal dari jawaban atau pertanyaan jika pengamatan dilakukan secara berulang.

Kuesioner dikatakan handal (reliable) jika jawaban seorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2016). Uji coba terhadap butir pertanyaan tersebut dengan SPSS. Cara yang digunakan untuk menguji reabilitas kuesioner adalah dengan menggunakan rumus koefisien Cronbach Alpha.

Kriteria pengujian uji reabilitas adalah sebagai berikut (Ghozali, 2016):

a) Alpha> 0,60 konstruk (variable) memiliki reabilitas.

b) Alpha < 0,60 konstruk (variabel) tidak memiliki reabilitas.

3. Uji Asumsi Klasik

Sebelum melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan regresi berganda terlebih dahulu akan dilakukan uji asumsi klasik yang terdiri dari: Uji Normalitas, Uji Multi kolinieritas, dan Uji Heterokedastisitas.

a. Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2016), uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variable bebas dan variabel terikat keduanya memiliki distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal mengetahui Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan memalui model grafik.

Model grafik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melihat normal probability plot Normal probability plot adalah membandingkan distribusi komulatif dari distribusi normal (Ghozali, 2016). Dasar pengambilan keputusan melalui analisis ini, jika data menyebar disekitar garis diagonal sebagai representasi pola distribusi normal, berartu model regresi memenuhi asumsi normalitas

b. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah variabel dalam model regresi ditentukan adanya korelasi antara variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Uji multikolinieritas dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan melihat VIF (Variance

Inflation Factor) dan nilai tolerance. Jika VIF > 10 dan nilai tolerance

<0,10 maka terjadi gejala Multi kolinieritas (Ghozali, 2016).

b) Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidak samaan variance dari residual satu pengamatan kepengamatan yang lain tetap, atau disebut homoskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas, tidak heteroskedastisitas.

Salah satu cara untuk mendeteksi heteroskedastisitas adalah dengan melihat grafik scatter plot antara lain prediksi variable terikat (ZPREID) dengan residualnya (SRESID). Jika ada titik pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit) maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2016).

1. Pengujian Hipotesis

a. Analisis Regresi Linear Berganda

Sanusi (2016) menyatakan bahwa regresi linear berganda merupakan perluasan dari analisis regresi linear sederhana dengan menambah jumlah variabel bebas menjadi dua atau lebih. Regresi linear berganda berdasarkan pernyataan Sanusi (2016) untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini dinyatakan dalam persamaan berikut:

Y= a + b1X+ b2X2 + ε Dimana:

Y : Kinerja Auditor

a : Konstan

b1 – b2 : Koefisien Regresi X1 : Indenpendensi

X2 : Pemahaman Good Governace ε :Eror

b. Uji t

Digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variable independen terhadap variabel dependen. Kriteria pengujian yang digunakan adalah jikap value < 0,05, maka Ha diterima jikap value > 0,05, maka Ha ditolak.

34 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Inspektorat Kabupaten Gowa 1. Tugas dan Fungsi Inspektorat Kabupaten Gowa

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 24 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Lembaga Lain Kabupaten Gowa, bahwa Inspektorat mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan dibidang pengawasan berdasarkan asas desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan. Dalam penyusunan Perda tersebut, mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Kabupaten dan Daerah.

Tugas pokok dan fungsi Inspektorat Kabupaten Gowa ditetapkan dalam Peraturan Bupati Gowa Nomor 42 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi, Kedudukan, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa sebagai berikut:

a. Tugas Pokok Inspektorat

Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan daeah, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan pemerintahan desa, serta pelaksanaan kesekretariatan Inspektorat sesuai dengan kewenangannya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

b. Fungsi Inspektorat

Dalam menyelenggarakan tugas pokok tersebut, Inspektorat Kabupaten mempunyai fungsi:

1) Menyusun perencanaan program pengawasan;

2) Melakukan perumusan kebijakan dan fasilitas pengawasan;

3) Melaksanakan pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan;

4) Penanggung jawab pelaksanaan kegiatan dibidang pengawasan;

5) Menyelenggarakan monitoring dan evaluasi dibidang pengawasan;

6) Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kelompok jabatan fungsional;

7) Melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian, keuangan, sarana dan perasarana serta kesekretariatan inspektorat;

8) Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

2. Visi dan Misi a. Visi

Visi sebagai gambaran abstrak masa depan yang ingin diwujudkan dalam jangka waktu tertentu. Adapun Visi Inspektorat Periode Tahun 2016 – 2021, yaitu:

Terwujudnya Pengawasan Yang Profesional Dan Responsif Dalam Menciptakan Pemerintahan Yang Baik Dan Bersih.”

Makna Profesional adalah suatu upaya untuk menghasilkan kinerja maksimal, dari sebuah organisasi yang dinamis dengan dukungan sumber daya aparatur yang mempunyai kompetensi baik

dalam menjalankan fungsi pengawasan dalam mengawal Visi, Misi, dan Program-Program strategis Bupati dan Wakil Bupati Periode 2016-2021, sedangkan makna Responsif adalah suatu upaya organisasi untuk senantiasa tanggap terhadap kondisi lingkungan yang berpengaruh, untuk mendorong terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik.

b. Misi

Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, berdasarkan tugas pokok dan fungsi Inspektorat Kabupaten Gowa, maka dapat dirumuskan misi sebagai berikut:

1) Mendorong peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah daerah dan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.

2) Mendorong peran serta masyarakat terhadap pelaksanaan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

3) Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur pengawasan serta kelembagaan pengawasan dan tata laksana.

3. Struktur Organisasi

Gambar 5. 1

Struktur Organisasi Inspektorat Kabupaten Gowa

Susunan srtuktur organisasi Inspektorat Kabupaten Gowa terdiri dari: a.

Inspektur (Eselon IIb) b. Sekretaris (Eselon IlIa) yang membawahi:

1) Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan (Eselon IVa);

2) Sub Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian (Eselon IVa);

3) Sub Bagian Keuangan (Eselon IVa) c. Inspektur Pembantu Wilayah I (Eselon IlIa);

4) Inspektur Pembantu Wilayah II (Eselon IIIa);

5) Inspektur Pembantu Wilayah III (Eselon IIIa);

6) Inspektur Pembantu Wilayah IV (Eselon IIIa); dan 7) Kelompok Jabatan Fungsional.

B. Hasil Penelitian

1. Distribusi Kuisioner

Penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada sampel penelitian yang merupakan auditor internal pada kantor Inspektorat Kabupaten Gowa. Berikut akan disajikan hasil pendistribusian kusioner.

Tabel 5. 1 Distribusi Kuisioner

Keterangan Jumlah Persentase

Kuisioner yang dibagikan 49 100,0%

Kuisioner yang rusak (4) 8,2%

Kuisioner yang tidak kembali (15) 30,6%

Kuisioner yang dapat diolah 30 61,2%

Sumber: data primer diolah, 2020

Dari tabel di atas dapat diidentifikasi bahwa dari total 49 kuisoner (100,0%) yang disebar, kuisioner yang kembali dan dapat dioleh adalah sebanyak 30 kuisioner (61,2%). 15 kuisioner (30,6%) yang disebar tidak kembali dan 4 kuisioner (8,2%) lainnya rusak sehingga tidak dapat diolah.

2. Deskripsi Responden

a. Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 5. 2

Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase

Laki – laki 17 56,7%

Perempuan 13 43,3%

Total 30 100,0%

Sumber: data primer diolah, 2020

Dari tabel di atas dapat diidentifikasi bahwa responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang di mana berdasarkan jenis kelamin, didominasi oleh laki – laki sebanyak 17 orang (56,7%). Sisanya 13 orang (43,3%) adalah perempuan.

b. Deskripsi Responden Berdasarkan Pendidikan Tabel 5. 3

Deskripsi Responden Berdasarkan Pendidikan Pendidikan Jumlah Persentase

S1 27 90,0%

S2 3 10,0%

Total 30 100,0%

Sumber: data primer diolah, 2020

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 30 orang responden, didominasi oleh Pendidikan S1 sebanyak 27 orang (90,0%). Sisanya 3 orang (10,0%) adalah responden dengan Pendidikan S2.

c. Deskripsi Responden Berdasarkan Jabatan Tabel 5. 4

Deskripsi Responden Berdasarkan Jabatan Jabatan Jumlah Persentase

Pertama 8 26,7%

Muda 5 16,7%

Madya 17 56,7%

Total 30 100,0%

Sumber: data primer diolah, 2020

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 30 orang responden, didominasi oleh auditor madya sebanyak 17 orang (56,7dan auditor

pertama sebanyak 8 orang (26,7%). Sisanya 5 orang (16,7%) adalah responden dengan jabatan auditor muda.

d. Deskripsi Responden Berdasarkan Lama Bekerja Tabel 5. 5

Deskripsi Responden Berdasarkan Lama Bekerja Lama Bekerja Jumlah Persentase

2 – 5 Tahun 6 20,0%

6 – 10 Tahun 19 63,3%

>10 Tahun 5 16,7%

Total 30 100,0%

Sumber: data primer diolah, 2020

Dari tabel di atas dapat diidentifikasi bahwa responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang di mana berdasarkan lama bekerja, didominasi oleh kelompok lama bekerja 6 – 10 Tahun sebanyak 19 orang (63,3%). Berikut adalah responden dengan lama bekerja 2 – 5 Tahun sebanyak 6 orang (20,0%). Sisanya 5 orang (16,7%) adalah responden dengan kelompok lama bekerja>10 Tahun.

3. Deskripsi Jawaban Responden

a. Deskripsi Jawaban Responden Terhadap Variabel Indenpendensi Tabel 5. 6

Deskripsi Jawaban Responden Variabel Indenpendensi Indenpendensi

X1 STS TS KS S SS Skor Rerata

F % F % F % F % F %

1 0 0,0 0 0,0 0 0,0 9 30,0 21 70,0 141 2,66 2 0 0,0 0 0,0 0 0,0 12 40,0 18 60,0 138 2,60 3 0 0,0 0 0,0 0 0,0 15 50,0 15 50,0 135 2,55 4 0 0,0 0 0,0 0 0,0 16 53,3 14 46,7 134 2,53 5 0 0,0 0 0,0 0 0,0 11 36,7 19 63,3 139 2,62 6 0 0,0 0 0,0 0 0,0 12 40,0 18 60,0 138 2,60 7 0 0,0 0 0,0 0 0,0 16 53,3 14 46,7 134 2,53 8 0 0,0 0 0,0 0 0,0 17 56,7 13 43,3 133 2,51 9 0 0,0 0 0,0 0 0,0 15 50,0 15 50,0 135 2,55 10 0 0,0 0 0,0 0 0,0 13 43,3 17 56,7 137 2,58 Sumber: Output SPSS, 2020

Berdasarkan tabel di atas, diketahui tentang distribusi jawaban responden untuk variable indenpendensi, bahwa dari tigadimensi variable

indenpendensi, dimensi yang paling dominan adalah dimensi Programing Indenpendence, khususnya pada indikator “bebas dari tekanan atau intervensi manajerial atau friksi yang dimaksudkan untuk menghilangkan (eliminate), menentukan (specify) atau mengubah (modify) apapun dalam audit” dengan nilai rata – rata 2,66. Sementara itu, dimensi yang paling rendah adalah dimensi Reporting Independence, khususnya pada indikator “bebas dari perasaan loyal kepada seseorang atau merasa berkewajiban kepada seseorang untuk mengubah dampak dari fakta yang dilaporkan” dengan nilai rata – rata 2,51.

b. Deskripsi Jawaban Responden Terhadap Variabel Pemahaman Good Governance

Tabel 5. 7

Deskripsi Jawaban Responden Variabel PemahamanGood Governance PemahamanGood Governance

X2 STS TS KS S SS Skor Rerata

F % F % F % F % F %

1 0 0,0 1 3,3 1 3,3 16 53,3 12 40,0 129 2,43 2 0 0,0 0 0,0 1 3,3 17 56,7 12 40,0 131 2,47 3 0 0,0 0 0,0 1 3,3 18 60,0 11 36,7 130 2,45 4 0 0,0 0 0,0 0 0,0 21 70,0 9 30,0 129 2,43 5 0 0,0 0 0,0 0 0,0 17 56,7 13 43,3 133 2,51 6 0 0,0 0 0,0 0 0,0 20 66,7 10 33,3 130 2,45 7 0 0,0 0 0,0 0 0,0 19 63,3 11 36,7 131 2,47 8 0 0,0 0 0,0 0 0,0 17 56,7 13 43,3 133 2,51 9 0 0,0 0 0,0 3 10,0 18 60,0 9 30,0 126 2,38 10 0 0,0 1 3,3 2 6,7 13 43,3 14 46,7 130 2,45 Sumber: Output SPSS, 2020

Berdasarkan tabel di atas, diketahui tentang distribusi jawaban responden untuk variable pemahaman Good Governance di mana dimensi yang paling dominan adalah dimensi Profesionalisme dengan indikator

“memahami keharusan dalam memiliki kemampuan dan kompetensi yang harus dimiliki atas semua tanggung jawab dan tugas yang dibebankan”

dan dimensi Transparansi dengan indikator “memahami keharusan adanya kejelasan mekanisme formulasi, implementasi dan evaluasi

terhadap kebijakan, program atau aktivitas organisasi”, dengan nilai rata – rata masing – masing dimensi adalah 2,51. Sementara itu, dimensi yang paling rendah adalah dimensi dimensi Partisipasi dengan indikator

“adanya akses bagi seluruh komponen atau lapisan untuk ikut serta atau terlibat dalam pembuatan keputusan atau kebijakan” dengan nilai rata – rata adalah 2,38.

c. Deskripsi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kinerja Auditor Tabel 5. 8

Distribusi Jawaban Responden Variabel Kinerja Auditor Kinerja Auditor

Y STS TS KS S SS Skor Rerata

F % F % F % F % F %

1 0 0,0 0 0,0 0 0,0 16 53,3 14 46,7 136 2,57 2 0 0,0 0 0,0 0 0,0 14 46,7 16 53,3 136 2,57 3 0 0,0 0 0,0 0 0,0 18 60,0 12 40,0 132 2,49 4 0 0,0 0 0,0 0 0,0 15 50,0 15 50,0 135 2,55 5 0 0,0 0 0,0 0 0,0 19 63,3 11 36,7 131 2,47 6 0 0,0 0 0,0 1 3,3 11 36,7 18 60,0 137 2,58 Sumber: Output SPSS, 2020

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa dimensi yang paling dominan adalah dimensi Kompetensi, yakni indikator “hanya terlibat dalam pekerjaan yang sesuai dengan pengetahuan, pengalaman dan pengetahuannya” dengan nilai rata – rata sebesar 2,58. Sementara dimensi dengan nilai terendah juga adalah dimensi Confifentiality, yakni indikator “berhati – hati dalam penggunaan dan proteksi terhadap informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas” dengan nilai rata – rata sebesar 2,47.

4. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas a. Uji Validitas

Untuk mengetahui validitas pertanyaan dari setiap variabel, maka rhitung dibandingkan dengan r-tabel. r-tabel dapat dihitung dengan df=N–

2. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 30, sehingga df=30–

2=28, r (?:32) = 0,306. Jika r-hitung> r-tabel, maka pertanyaan tersebut dikatakan valid.

Tabel 5. 10 Uji Validitas

Variabel Item rhitung> rtabel Ket.

Indenpendensi (X1) 1 0,454>0,306 Valid 2 0,504>0,306 Valid 3 0,754>0,306 Valid 4 0,675 >0,306 Valid 5 0,477>0,306 Valid 6 0,737>0,306 Valid 7 0,514>0,306 Valid 8 0,690>0,306 Valid 9 0,594>0,306 Valid 10 0,532>0,306 Valid Pemahaman Good Governance (X2) 1 0,691>0,306 Valid 2 0,700>0,306 Valid 3 0,767>0,306 Valid 4 0,524>0,306 Valid 5 0,705 >0,306 Valid 6 0,651 >0,306 Valid 7 0,703>0,306 Valid 8 0,722>0,306 Valid 9 0,681>0,306 Valid 10 0,706>0,306 Valid Kinerja Auditor (Y) 1 0,690>0,306 Valid 2 0,830>0,306 Valid 3 0,757>0,306 Valid 4 0,693>0,306 Valid 5 0,664>0,306 Valid 6 0,486>0,306 Valid Sumber: Data primer diolah, 2020

Hasil uji validitas menunjukkan bahwa semua item pertanyaan dalam dalam kuesioner adalah valid dan dapat digunakan sebagai alat ukur penelitian. Hal ini dibuktikan dengan nilai Corrected Item – Total

>0,306.

b. Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas menunjukkan seberapa besar suatu instrument tersebut dapat dipercaya dan digunakan sebagai alat pengumpul data. Reliabilitas instrumen yang semakin tinggi,

Dalam dokumen pengaruh indenpendensi dan pemahaman good (Halaman 36-50)

Dokumen terkait