• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jumlah dan Persebaran Penduduk

BAB IV PERKEMBANGAN PENDUDUK

1. Jumlah dan Persebaran Penduduk

Permasalahan kependudukan merupakan salah satu yang harus dihadapi, bukan tidak mungkin angka kelahiran di setiap tahunnya akan terus meningkat, dan pemerintah akan kesulitan untuk mensejahterakan penduduknya karena dari tahun ke tahun jumlah penduduk Kabupaten Purworejo terus meningkat dan anggaran untuk membantu masyarakat menengah kebawah juga ikut meningkat serta kebutuhan pokok semakin lama semakin menipis dan lowongan pekerjaan pun semakin terbatas.

Besarnya Jumlah Penduduk (Over Population) dimana dari tahun ketahun semakin bertambah. Dampak positif jumlah penduduk yang besar antara lain sebagai penyediaan tenaga kerja dalam mengolah sumber daya alam, mempertahankan keutuhan negara dari ancaman yang berasal dari bangsa lain, dan sebagainya. Permasalahan terkait dengan jumlah penduduk yang besar menjadi sebuah masalah yang tidak dapat dihindarkan dan memiliki berbagai potensi terjadinya konflik. Benturan antara berbagai kepentingan dengan berbagai organisasi masa lainnya membuat masalah besarnya populasi menjadi hambatan.

Selain itu yang terpenting terkait dengan permasalahan penyediaan sumber daya alam dan berbagai kebutuhan penting lainnya. Adanya tekanan penduduk terhadap daya dukung lingkungan menjadi masalah yang

sangat rumit. Kepentingan untuk membangun tempat tinggal dan ruang gerak sangatlah penting namun di sisi lain terdapat kepentingan yang terkait dengan permasalahan lingkungan seperti halnya sebagai daerah aliran sungai, daerah resapan air, pertanian, penyediaan sumber daya alam, dan lain-lain. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan dan keduanya perlu mendapatkan perhatian yang sama demi keseimbangan alam.

Jumlah penduduk yang besar memiliki andil dalam berbagai permasalahan lingkungan dan aspek lainnya.

Jumlah penduduk yang besar tentunya membutuhkan ruang yang lebih luas dan juga kebutuhan yang lebih banyak namun lahan dan juga wilayah Kabupaten Purworejo tidak bertambah. Oleh karena itu, perencanaan yang matang sangat diperlukan guna penentuan kebijakan terkait dengan besarnya jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk, dan persebarannya.

1.1. Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Jenis Kelamin/ Kecamatan/ Desa

Jumlah penduduk Kabupaten Purworejo tahun 2021 mengalami pertumbuhan 0,18 persen atau 1.460 jiwa, yakni pada tahun 2020 tercatat 797.951 jiwa dan tahun 2021 menjadi 799.411 jiwa dengan komposisi jenis kelamin laki- laki 400.074 jiwa dan perempuan 399.337 jiwa. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin ini mengalami pertumbuhan sebesar 427 jiwa (0,11%) untuk penduduk laki-laki dan perempuan sebesar 1.033 jiwa (0,26%).

Walaupun pertumbuhan perempuan lebih besar daripada laki-laki, namun secara keseluruhan jumlah penduduk laki- laki masih lebih besar daripada perempuan.

Gambar 2

Pertumbuhan Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 4.1

Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin

Kabupaten/Kota : 33.6 PURWOREJO

No Kecamatan Tahun 2020 Tahun 2021

Kode Nama Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah

1 33.6.01 GRABAG 26.311 26.078 52.389 25.690 25.494 51.184 2 33.6.02 NGOMBOL 18.349 18.592 36.941 17.922 18.220 36.142 3 33.6.03 PURWODADI 21.330 21.659 42.989 21.026 21.316 42.342 4 33.6.04 BAGELEN 15.582 15.853 31.435 15.621 15.890 31.511 5 33.6.05 KALIGESING 16.553 16.355 32.908 16.483 16.298 32.781 6 33.6.06 PURWOREJO 43.281 44.058 87.339 43.635 44.449 88.084 7 33.6.07 BANYUURIP 21.379 22.045 43.424 21.522 22.113 43.635 8 33.6.08 BAYAN 26.046 26.453 52.499 26.305 26.697 53.002 9 33.6.09 KUTOARJO 31.395 31.456 62.851 31.441 31.530 62.971 10 33.6.10 BUTUH 21.549 21.921 43.470 21.656 22.041 43.697 11 33.6.11 PITURUH 27.316 26.827 54.143 27.347 27.178 54.525 12 33.6.12 KEMIRI 30.498 29.795 60.293 30.704 30.091 60.795 13 33.6.13 BRUNO 28.252 26.667 54.919 28.477 26.906 55.383 14 33.6.14 GEBANG 22.294 22.012 44.306 22.479 22.238 44.717 15 33.6.15 LOANO 19.822 19.560 39.382 19.878 19.631 39.509 16 33.6.16 BENER 29.690 28.973 58.663 29.888 29.245 59.133 Jumlah 399.647 398.304 797.951 400.074 399.337 799.411 Sumber : Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) tahun 2021.

Selanjutnya, jika diperhatikan menurut jenis kelamin secara keseluruhan nampak bahwa jumlah penduduk laki- laki lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan. Namun jika dilihat per kecamatan terdapat 8 kecamatan yang jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki

lebih rendah dari perempuan yaitu Kecamatan Ngombol, Purwodadi, Bagelen, Purworejo, Banyuurip, Bayan, Kutoarjo, dan Butuh.

Apabila dirinci, terlihat bahwa setiap tahunnya jumlah penduduk laki-laki dan perempuan di 12 (dua belas) kecamatan meningkat yaitu Kecamatan Bagelen, Purworejo, Banyuurip, Bayan, Kutoarjo, Butuh, Pituruh, Kemiri, Bruno, Gebang, Loano dan Bener. Sedangkan pada 4 (empat) kecamatan terjadi penurunan yaitu Kecamatan Grabag, Ngombol, Purwodadi dan Kaligesing.

1.2. Kepadatan Penduduk.

Kabupaten Purworejo tergolong Kabupaten yang padat dengan luas wilayah 1.034,81 km2 didiami penduduk sebanyak 799.411 jiwa. Kecamatan dengan luas wilayah terbesar adalah Kecamatan Bruno dengan luas 108,43 km2, sedangkan kecamatan dengan luas terkecil yaitu Kecamatan Kutoarjo seluas 37,59 km2.

Gambar 3

Kepadatan Penduduk Kabupaten Purworejo

Kepadatan penduduk Kabupaten Purworejo pada tahun 2021 meningkat sebagaimana terlihat pada gambar 3 Kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Purworejo.

Tabel 4.2

Kepadatan Penduduk Per Kecamatan

Kabupaten/Kota : 33.06 PURWOREJO

No Kecamatan Jumlah Penduduk Luas

Wilayah (KM²)

Kepadatan Penduduk

Kode Nama n %

1 33.06.01 GRABAG 51,184 6.40 64.92 788.42 2 33.06.02 NGOMBOL 36,142 4.52 55.27 653.92 3 33.06.03 PURWODADI 42,342 5.30 53.96 784.69 4 33.06.04 BAGELEN 31,511 3.94 63.76 494.21 5 33.06.05 KALIGESING 32,781 4.10 74.73 438.66 6 33.06.06 PURWOREJO 88,084 11.02 52.72 1,670.79 7 33.06.07 BANYUURIP 43,635 5.46 45.08 967.95 8 33.06.08 BAYAN 53,002 6.63 43.21 1,226.61 9 33.06.09 KUTOARJO 62,971 7.88 37.59 1,675.21 10 33.06.10 BUTUH 43,697 5.47 46.08 948.29 11 33.06.11 PITURUH 54,525 6.82 77.42 704.28 12 33.06.12 KEMIRI 60,795 7.60 92.05 660.46 13 33.06.13 BRUNO 55,383 6.93 108.43 510.77 14 33.06.14 GEBANG 44,717 5.59 71.86 622.28 15 33.06.15 LOANO 39,509 4.94 53.65 736.42 16 33.06.16 BENER 59,133 7.40 94.08 628.54 Jumlah 799,411 100% 1.034,81 772.52 Sumber : Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.2 menunjukkan persebaran penduduk antar Kecamatan di Kabupaten Purworejo tidaklah merata, Kecamatan Kutoarjo merupakan wilayah terpadat dengan kepadatan sebesar 1.675 jiwa/km², diikuti Kecamatan Purworejo dengan kepadatan sebesar 1.671 jiwa/km², sedangkan Kecamatan Kaligesing merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk terendah yaitu 439 jiwa/km².

Hal yang wajar jika Kecamatan Kutoarjo merupakan kecamatan terpadat dibandingkan dengan kecamatan lainnya, karena sebagian besar dari luas wilayahnya dipergunakan untuk pemukiman, perkantoran, pertokoan.

1.3. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP)

Perubahan jumlah penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan pendudukan (migrasi) dimana perubahan tersebut terjadi secara terus menerus dari tahun ke tahun yang mengakibatkan jumlah penduduk mengalami perubahan secara dinamis, hal ini disebut dengan dinamika penduduk. Dinamika penduduk akibat kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami, sedangkan yang disebabkan perpindahan penduduk dinamakan faktor non alami.

Untuk mengetahui perubahan jumlah penduduk tersebut dapat dilihat dari besarnya pertumbuhan penduduk. Adapun kegunaan perhitungan laju pertumbuhan penduduk adalah untuk memprediksi jumlah penduduk di suatu wilayah di masa yang akan datang (proyeksi penduduk). Hal ini penting dilakukan untuk perencanaan pembangunan, khususnya di bidang kependudukan terutama berkaitan dengan kebutuhan dasar penduduk.

Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali menyebabkan terjadinya ledakan penduduk yang pada akhirnya menimbulkan berbagai masalah kependudukan misalnya seperti pengangguran, kriminalitas, pemukiman kumuh, dan lain sebagainya yang akan mempengaruhi terhadap perkembangan sosial masyarakat seperti kurangnya pangan, rendahnya pendidikan masyarakat dan lain-lain.

Tabel 4.3

Laju Pertumbuhan Penduduk

Kabupaten/Kota : 33.06 PURWOREJO

No Kecamatan Jumlah Penduduk

Tahun 2021

Jumlah Penduduk

Tahun 2020 Pertumbuhan Angka Penduduk

Kode Nama n % n %

1 33.06.01 GRABAG 51,184 6.4 52,389 6.57 -2.3

2 33.06.02 NGOMBOL 36,142 4.52 36,941 4.63 -2.16

3 33.06.03 PURWODADI 42,342 5.3 42,989 5.39 -1.51

4 33.06.04 BAGELEN 31,511 3.94 31,435 3.94 0.24

5 33.06.05 KALIGESING 32,781 4.1 32,908 4.12 -0.39

6 33.06.06 PURWOREJO 88,084 11.02 87,339 10.95 0.85

7 33.06.07 BANYUURIP 43,635 5.46 43,424 5.44 0.49

8 33.06.08 BAYAN 53,002 6.63 52,499 6.58 0.96

9 33.06.09 KUTOARJO 62,971 7.88 62,851 7.88 0.19

10 33.06.10 BUTUH 43,697 5.47 43,470 5.45 0.52

11 33.06.11 PITURUH 54,525 6.82 54,143 6.79 0.71

12 33.06.12 KEMIRI 60,795 7.6 60,293 7.56 0.83

13 33.06.13 BRUNO 55,383 6.93 54,919 6.88 0.84

14 33.06.14 GEBANG 44,717 5.59 44,306 5.55 0.93

15 33.06.15 LOANO 39,509 4.94 39,382 4.94 0.32

16 33.06.15 BENER 59.133 7.4 58.663 7.35 0.8

Jumlah 799.411 797.951 0.18

Sumber : Sistem Informasi Administrasi kependudukan (SIAK) Tahun 2021

Dari table 4.3 terlihat bahwa laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Purworejo tahun 2021 sebesar 0,18 persen. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk Kabupaten Purworejo pada tahun 2021 termasuk dalam kategori kecil yakni kurang dari 1% (< 1%).

Jika dilihat menurut kecamatan, Kecamatan Bayan merupakan kecamatan dengan laju pertumbuhan tertinggi yakni 0,96 persen, diikuti Kecamatan Gebang yakni 0,93 persen, dan Kecamatan Grabag merupakan kecamatan dengan laju pertumbuhan penduduk terendah yakni (-2,3) persen. Rendahnya laju pertumbuhan penduduk di Kecamatan Grabag dikarenakan wilayah ini merupakan wilayah yang sedikit perkembangan penduduknya,

sementara lahan lainnya telah mencapai titik jenuh sehingga lahan yang tersisa tidak lagi mencukupi untuk pembangunan pemukiman baru.